Tani Merdeka Papua Dorong Tumpang Sari Jarak Jagung, Petani Sambut Peluang Ekonomi Baru

TANIMERDEKA –

Petani di Kampung Suskun, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, mulai menyiapkan lahan percontohan untuk menerapkan sistem tumpang sari tanaman jarak pagar (Jatropha) dan jagung. Pola tanam ini dinilai dapat menambah sumber pendapatan petani tanpa mengurangi produksi pangan.

Program tersebut digagas DPW Tani Merdeka Indonesia Papua bersama petani setempat.

Lahan percontohan menjadi tahap awal untuk menguji efektivitas penanaman dua komoditas dalam satu hamparan lahan.

Konsep ini muncul dari usulan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Roziqin.

Ia menawarkan pola pertanian yang memungkinkan tanaman jarak ditanam berdampingan dengan jagung. Dengan cara itu, petani tetap memperoleh hasil panen jagung, sekaligus memiliki komoditas lain yang bernilai ekonomi.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Papua, Pdt. David Harold Waromi, menilai sistem tersebut dapat menjadi alternatif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Saya sangat setuju dengan ide dari Ketua DPD TMI Kendal. Dengan cara ini, produksi bahan baku justru terus tumbuh tanpa mengurangi hasil panen utama, bahkan petani semakin diuntungkan. Kebutuhan sehari-hari rumah tangga tetap terpenuhi, dan tercipta simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan,” kata David.

Menurutnya Pdt. David Harold Waromi yang juga Anggota DPD RI, lahan pertanian tidak hanya perlu menghasilkan pangan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani. Sistem tumpang sari dinilai menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan lahan secara lebih optimal.

Para petani menyambut baik rencana tersebut. Sejumlah pemilik lahan langsung menyatakan kesediaannya menjadikan lahan mereka sebagai lokasi percontohan.

Antusiasme itu menunjukkan petani mulai mencari pola budidaya yang tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

Mereka berharap tambahan tanaman bernilai ekonomi dapat memperkuat pendapatan ketika harga salah satu komoditas mengalami penurunan.

Tani Merdeka Indonesia Papua akan memulai pendataan lahan dan kelompok tani yang terlibat pada tahap awal. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian yang dapat diterapkan di wilayah lain di Papua apabila hasil uji lapangan menunjukkan perkembangan yang baik.

Pembahasan program tersebut dilakukan dalam forum konsolidasi yang dihadiri pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia se-Papua dan puluhan petani pemilik lahan jagung.

Dalam pertemuan itu, para peserta juga menyatakan kesiapan memperkuat kelembagaan organisasi melalui pengesahan keanggotaan Tani Merdeka Indonesia di wilayah Papua.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini