TANIMERDEKA – Biaya distribusi masih menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi harga hasil pertanian.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mendorong penggunaan teknologi transportasi yang lebih efisien untuk membantu petani dan pedagang menekan ongkos angkut.
Salah satunya teknologi yang tengah dikaji adalah kendaraan listrik. Kendaraan tersebut dinilai berpotensi digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.
Don Muzakir bersama Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak Ellen Herdyansyah mengkaji peluang tersebut melalui kunjungan ke PT YIFANG ECO VEHICLE di Tangerang.
Don Muzakir mengatakan modernisasi sektor pertanian tidak cukup hanya dilakukan pada tahap produksi. Persoalan setelah panen, termasuk pengangkutan dan distribusi, juga perlu mendapat perhatian.
Hasil panen yang melimpah tidak otomatis meningkatkan pendapatan petani jika biaya untuk membawanya ke pasar terlalu tinggi. Kondisi tersebut dapat mengurangi keuntungan petani sekaligus membuat harga komoditas lebih mahal ketika sampai ke konsumen.
Karena itu, Don Muzakir menilai kendaraan listrik sebagai salah satu pilihan yang layak dikaji. Penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan petani dan pedagang serta kondisi distribusi di setiap daerah.
Don Muzakir mengatakan teknologi tidak boleh berhenti sebagai inovasi yang hanya menarik untuk dilihat. Teknologi harus memberikan manfaat ekonomi dan bisa digunakan oleh pelaku usaha di lapangan.
Pembahasan tersebut juga melihat kemungkinan kendaraan listrik digunakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak dalam perdagangan komoditas pangan. Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu aspek yang perlu dihitung sebelum teknologi tersebut diterapkan lebih luas.
Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak Ellen Herdyansyah mengatakan distribusi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pangan. Menurut dia, hasil pertanian harus dapat bergerak dari sentra produksi menuju pasar dengan biaya yang masuk akal.
“Kami melihat kendaraan listrik sebagai salah satu peluang untuk mendukung modernisasi distribusi pangan. Namun, teknologi tersebut harus mampu menjawab kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat bagi petani, pedagang, hingga konsumen,” ujar Ellen.
Ellen mengatakan kelayakan kendaraan listrik perlu dilihat secara menyeluruh. Faktor daya angkut, jarak tempuh, kondisi jalan, biaya perawatan, dan kemampuan pengguna menjadi bagian yang harus diperhitungkan.
“Kami ingin memastikan inovasi ini bukan sekadar tren, tetapi benar-benar mampu meningkatkan efisiensi rantai pangan,” katanya.
Tani Merdeka Indonesia berharap kajian tersebut dapat menemukan model transportasi yang sesuai dengan kebutuhan distribusi pangan. Penggunaan kendaraan listrik diharapkan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mampu mengurangi beban biaya yang ditanggung petani dan pedagang.[]
