TANIMERDEKA – Ketersediaan air menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diantisipasi petani saat dampak El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.
DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Tenggara bersama DPD Tani Merdeka Indonesia kabupaten dan kota mendorong penguatan infrastruktur air untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, sekaligus membahas terkait kebutuhan petani sekaligus pengawalan program penanganan dampak El Nino.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari Sahuriyanto mengatakan koordinasi diperlukan untuk mengetahui kebutuhan petani secara lebih rinci, terutama terkait ketersediaan air untuk lahan pertanian.
“Kita bersama TMI Sultra dan DPD Tani Merdeka kabupaten/kota dengan BWS IV Sultra mengawal program utamanya penanganan dampak El Nino,” ungkap Sahuriyanto.
Tani Merdeka Indonesia menyampaikan sejumlah usulan dalam koordinasi tersebut. Kebutuhan yang dibahas antara lain pembangunan dan penguatan jaringan irigasi pertanian, pembangunan embung, serta penambahan titik sumur bor.
Ketersediaan sumber air menjadi penting ketika curah hujan berkurang. Petani dapat kesulitan mempertahankan pola tanam jika pasokan air ke lahan tidak mencukupi.
Kondisi itu juga dapat memengaruhi luas tanam dan produktivitas pertanian. Karena itu, pembangunan infrastruktur air dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah dan kebutuhan petani.
Sahuriyanto mengatakan sinergi dengan BWS Sulawesi IV dibutuhkan agar program penanganan dampak El Nino tidak hanya berhenti pada perencanaan. Program harus benar-benar menjawab persoalan air yang dihadapi petani di lapangan.
Usulan irigasi, embung, dan sumur bor diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi keterbatasan air. Infrastruktur tersebut juga dapat membantu petani mempertahankan kegiatan produksi ketika musim kering berlangsung lebih panjang.
Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Tenggara berharap koordinasi dengan BWS Sulawesi IV menghasilkan program yang bisa segera dirasakan manfaatnya. Prioritas diberikan kepada wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air dan membutuhkan dukungan untuk menjaga lahan pertanian tetap berproduksi.[]
