Pengadaan Bantuan 600 Ayam Petelur Dimulai, Kobar Petakan Harga Pasar

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mempersiapkan pengadaan bantuan 600 ekor ayam petelur melalui survei Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Survei tersebut menjadi tahapan awal untuk memetakan harga pasar sebelum proses pengadaan bantuan dari Kementerian Pertanian dilaksanakan.

Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat bersama Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari turun langsung ke lapangan, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Tim mendata harga ayam petelur (pullet), pakan, dan kandang di sejumlah pelaku usaha peternakan sebagai bahan penyusunan nilai pengadaan.

Program bantuan Ayam Petelur Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sektor peternakan sekaligus meningkatkan produksi telur di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Bantuan yang akan disalurkan berupa satu paket yang terdiri atas 600 ekor ayam petelur (pullet) umur 16 minggu, pakan, kandang, serta obat-obatan pendukung pemeliharaan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat, Samsudin, mengatakan survei HPS merupakan tahapan penting sebelum proses pengadaan dilaksanakan.

“Survei ini menjadi dasar dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri agar proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan memiliki kualitas yang baik, tepat sasaran, dan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh kelompok ternak penerima. Harapannya, program bantuan ayam petelur Merah Putih ini mampu meningkatkan produktivitas peternak, menambah pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Samsudin.

Tim survei mendatangi dua pelaku usaha peternakan, yakni PT Bintang Terang Tunggal dan PS Citra. Tim melakukan pendataan terhadap sejumlah komponen utama pengadaan, meliputi ayam petelur (pullet), pakan, dan kandang. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran harga riil di lapangan sekaligus membandingkan kualitas setiap komponen yang akan diadakan.

Hasil survei menunjukkan harga ayam petelur (pullet) berada pada kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per ekor per minggu, bergantung pada umur dan kualitas bibit. Harga pakan ayam petelur berkisar antara Rp430.000 hingga Rp440.000 per sak. Harga kandang tercatat sekitar Rp325.000 per set, menyesuaikan spesifikasi dan material yang digunakan.

Pemilik PS Citra, Nur Ali, menjelaskan harga pakan ayam petelur mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada biaya distribusi. Kenaikan harga bahan baku pakan yang sebagian besar masih bergantung pada impor juga ikut memengaruhi harga, terutama akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan HPS agar nilai pengadaan mencerminkan harga pasar yang berlaku saat ini.

Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kelancaran proses pengadaan sekaligus menghindari perbedaan harga yang terlalu jauh dengan kondisi di lapangan.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini