JAKARTA– Organisasi Tani Merdeka menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pangan sebagai bagian dari agenda strategis nasional. Hal ini menjadi pembahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang akan digelar pada 27-28 Agustus 2025.
Sekretaris Jenderal Tani Merdeka Nandang menjelaskan, langkah ini selaras dengan Asta Cita Presiden, di mana menempatkan pangan sebagai prioritas utama pembangunan.
“Pangan adalah kebutuhan dasar rakyat banyak dan tidak bisa diselesaikan secara instan. Karena itu, kami menganggapnya sebagai hal strategis yang harus diamankan, didukung, dan disukseskan,” ujarnya saat tampil di YouTube Siasat channel pada Rabu, (13/08/2025)
Ia menambahkan, Rapimnas kali ini memang disiapkan untuk membahas isu-isu strategis, terutama ketahanan pangan nasional, yang dianggap sebagai fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat.
Makanya ajang Rapimnas ajang membahas hal-hal strategis dalam kaitann itu kami melakukan Rapimnas,” katanya.
Selain fokus pada isu pangan, Rapimnas juga akan menjadi momentum evaluasi internal organisasi. Pasca kongres, pihaknya menemukan fakta bahwa tidak semua pengurus aktif menjalankan tugasnya. Kondisi ini dinilai dapat menghambat kinerja organisasi dalam menjalankan visi dan misinya.
“Ini lagu lama di banyak organisasi, di mana struktur pengurus terlihat lengkap, tetapi aktivitasnya tidak sejalan. Oleh karena itu, salah satu agenda Rapimnas adalah melakukan reshuffle terhadap pengurus-pengurus yang tidak aktif. Ajang seperti ini seharusnya memang menjadi ruang untuk memperkuat kepengurusan,” tegasnya.
Tani Merdeka berharap, melalui Rapimnas ini, organisasi dapat semakin solid dan memiliki langkah strategis yang jelas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dukungan dari seluruh pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, diharapkan dapat memperkuat peran Tani Merdeka sebagai mitra pemerintah dan petani dalam menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.