Beranda blog Halaman 7

Reformasi Pertanian dan Hilirisasi Jadi Kunci Kedaulatan Pangan

0
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi

TANIMERDEKA – Visi besar Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan kini bertumpu pada reformasi sistem dan penguatan hilirisasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kepemimpinan yang berani membongkar regulasi usang menjadi fondasi utama bagi kemandirian bangsa.

Mentan Amran memaparkan keberhasilan deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi. Kebijakan ini membuat sistem lebih efisien dan transparan. Transformasi tersebut memangkas biaya hingga 20 persen dan meningkatkan pasokan sebanyak 700 ribu ton tanpa membebani anggaran negara.

Namun, reformasi di hulu saja tidak cukup. Masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada hilirisasi komoditas.

Mentan Amran menyoroti potensi kelapa yang nilainya diprediksi mencapai Rp5.000 triliun seiring tren konsumsi dunia bergeser ke susu nabati.

Hal serupa terlihat pada gambir dan CPO. Indonesia memegang kendali atas sebagian besar pasokan global. Dengan berhenti mengekspor bahan mentah dan fokus pada pengolahan dalam negeri, nilai tambah diproyeksikan mencapai belasan ribu triliun rupiah.

Semangat transformasi nasional diterjemahkan ke target konkret di daerah. Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menargetkan surplus beras 2026 naik 10 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, menekankan kerja berbasis data dan perlindungan petani sebagai harga mati. Strategi diarahkan pada optimalisasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta penguatan manajemen irigasi.

Surplus beras 120 ribu ton pada 2025 diyakini dapat ditingkatkan. Wahyu menegaskan komitmen ketahanan pangan tidak boleh melemah meski terjadi pergantian jabatan struktural. Wilayah timur Indonesia juga mulai menunjukkan peran melalui strategi swasembada berbasis kearifan lokal.

Pemerintah Provinsi Maluku mendorong hilirisasi komoditas unggulan kepulauan seperti sagu, ubi kayu, dan sukun. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan kemandirian bangsa tidak boleh terpaku pada beras.

“Dengan luas lahan sagu yang mencapai puluhan ribu hektare di Seram Bagian Timur, Maluku optimistis mampu menjadikan sagu sebagai komoditas industri melalui dukungan infrastruktur pengolahan yang kini tengah diperjuangkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional,” katanya.

Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian 2026 di Ambon juga memetakan kembali kejayaan historis Maluku melalui pala dan cengkih. Pada 2026, Maluku akan memperoleh alokasi hilirisasi besar untuk kelapa dalam dan pala melalui kolaborasi dengan PTPN I Regional VIII.

Selain itu, pengembangan peternakan ayam terintegrasi disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Pasokan pangan lokal diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di pelosok kepulauan.

Sinergi antara kebijakan pusat yang berani melakukan deregulasi dengan determinasi daerah dalam mengawal produksi dan hilirisasi menjadi kunci menuju Indonesia Emas.

Dari pemangkasan aturan pupuk, target surplus beras di Kuningan, hingga hilirisasi sagu di Maluku, seluruh langkah bermuara pada satu tujuan: memastikan kedaulatan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan petani di seluruh pelosok nusantara.[]

Program MBG Jadi Pasar Tetap, Petani Tangerang Rasakan Dampak

0

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membawa angin segar bagi petani di berbagai daerah. Sejak program ini berjalan, para petani merasakan perubahan nyata.

Hasil panen petani tidak lagi bergantung pada naik turunnya harga di pasar. Dapur MBG hadir sebagai pembeli tetap yang menyerap hasil pertanian secara rutin dan terencana.

Kondisi ini membuat petani mulai kembali bergairah. Jika sebelumnya mereka cemas saat panen tiba karena khawatir harga jatuh atau barang tidak terserap, kini ada kepastian pasar.

Sayur-mayur, beras, telur, hingga hasil hortikultura lainnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Anak-anak sekolah mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang serta konsentrasi belajar. Di sisi lain, petani memperoleh kepastian bahwa hasil tanam mereka dibutuhkan dan menjadi bagian penting dari program pemerintah.

Perputaran ekonomi desa pun mulai terasa bergerak. Ketika hasil panen terserap secara stabil, pendapatan petani meningkat. Aktivitas produksi kembali bergeliat.

Petani berani menanam lebih banyak karena ada kepastian pembeli. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Pedagang, pengangkut, hingga pelaku usaha kecil di sekitar desa ikut merasakan dampaknya. Rantai ekonomi dari hulu ke hilir menjadi lebih hidup.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Angga Rensa H, menilai program MBG sangat strategis. Ia menyebutkan, program ini bukan hanya memberikan makan bergizi gratis kepada siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di desa-desa.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani, dan petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” kata Angga Rensa H, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Angga, dampak ekonomi dari program ini terasa langsung. Petani mulai kembali semangat mengolah lahan. Kepercayaan diri mereka tumbuh karena ada kepastian permintaan. Roda ekonomi desa berputar lebih cepat. Produksi meningkat, distribusi berjalan lancar, dan konsumsi masyarakat ikut terdorong.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” tegasnya.

Program MBG dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup untuk belajar dengan optimal.

Petani memperoleh jaminan pasar yang lebih stabil. Desa tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga bagian penting dari ekosistem program nasional.[]

MBG Bangun Generasi, Tumbuhkan Ekonomi Petani

0
Ilustrasi. tanimerdeka.com
Ilustrasi. tanimerdeka.com

Bangsa besar bukan hanya diukur dari banyaknya sekolah berdiri. Bangsa yang kuat dinilai dari bagaimana anak-anaknya tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar.

Masih ada anak datang ke kelas dengan perut kosong. Masih ada yang menahan lapar sampai jam pulang. Masih ada yang tidak bisa berkonsentrasi karena kurang gizi. Kondisi ini melemahkan kualitas generasi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo hadir menjawab persoalan itu. Anak yang mendapat asupan gizi cukup lebih siap menerima pelajaran, lebih tahan menghadapi aktivitas, dan lebih bersemangat.

Manfaat MBG tidak berhenti di ruang kelas. Dapur bergerak, tenaga kerja terserap, petani dan peternak punya pasar yang jelas, UMKM pangan ikut hidup. Perputaran ekonomi terjadi dari desa ke kota.

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, produksi pertanian meningkat tajam sejak MBG berjalan. Permintaan hortikultura melonjak, terutama dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lonjakan permintaan itu membuat sejumlah petani kewalahan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hasil panen terserap baik. Pengalaman itu mendorong petani memperluas jenis hortikultura. Kepastian pasar membuat mereka berani meningkatkan produksi. Dampak ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya soal gizi anak sekolah, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

Ada yang menilai MBG membebani anggaran pendidikan. Pandangan itu keliru. Sekolah tetap gratis, anggaran pendidikan tetap berjalan. MBG justru menambah perlindungan gizi agar anak belajar dengan kondisi terbaik.

Kalau ada yang bilang program ini tidak penting, lihat fakta di lapangan. Anak yang lapar sulit fokus. Anak yang kenyang lebih siap belajar. Itu bukan teori, itu kenyataan sehari-hari.

Program besar selalu butuh penyempurnaan. MBG harus diawasi agar makanan sampai ke anak yang berhak. Menu harus sesuai kebutuhan gizi, bukan sekadar mengenyangkan. Pemerintah daerah perlu melibatkan petani lokal agar bahan pangan berasal dari desa sendiri.

Transparansi anggaran penting, begitu juga evaluasi rutin. Dengan begitu, program berjalan bersih dan tepat sasaran.

Bangsa besar lahir dari keputusan berani. MBG adalah langkah berani. Anak-anak tidak butuh kritik pesimis, mereka butuh dukungan nyata.

Negara hadir memastikan mereka belajar dengan perut kenyang. Itu tanda keseriusan menjaga masa depan Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.[]

Penulis

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

Program MBG Serap Hasil Panen Petani, Don Muzakir: Ekonomi Desa Ikut Tumbuh

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberi dampak langsung bagi petani. Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tapi juga membuka pasar yang jelas bagi hasil pertanian dalam negeri.

Hasil panen yang sebelumnya bergantung pada fluktuasi pasar kini memiliki pembeli tetap. Petani mendapat kepastian bahwa hasil tanam mereka dibutuhkan dan diserap.

Perputaran ekonomi desa ikut bergerak. Pendapatan petani meningkat ketika hasil panen terserap stabil. Aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi menjadi lebih hidup.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai MBG sebagai langkah strategis, program ini menghubungkan sektor pertanian dengan kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

Don Muzakir, mengatakan MBG memberikan kepastian yang selama ini dibutuhkan petani.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Don Muzakir, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi di tingkat petani pun semakin terasa. Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir berharap program ini berjalan konsisten, keberlanjutan dinilai penting agar petani tetap berproduksi dan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi.

“Program ini harus terus diperkuat. Keberlanjutan sangat penting agar petani tetap semangat menanam dan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi,” ucap Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia mendukung Kementerian Pertanian yang sudah mendorong peningkatan produksi. Ketersediaan hasil pertanian berkualitas menentukan kelancaran pasokan bahan pangan untuk MBG.

“Sinergi antar kementerian harus dijaga. Kementerian Pertanian sudah mendorong produksi. Kementerian lain juga harus memastikan distribusi dan pelaksanaan berjalan baik,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, evaluasi pelaksanaan tetap diperlukan. Pendataan, pengawasan, dan distribusi perlu diperbaiki jika ditemukan kendala di lapangan.

“Jika masih ada kekurangan, segera diperbaiki. Pengawasan dan distribusi harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Don Muzakir.

Sebelumnya diberitakan, produksi pertanian di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, meningkat tajam. Permintaan hortikultura melonjak, terutama dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Lonjakan permintaan itu membuat sejumlah petani kewalahan, ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Permintaannya banyak, petani tidak memenuhi,” ujar Gili Jenadi, petani dari Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong.

Gili mengaku bersyukur hasil tanamannya terserap baik. Ia menanam buncis sesuai permintaan SPPG. Seluruh hasil panen langsung diborong.

“Tahun 2025 kemarin, saya punya buncis kurang lebih 3 ribu pohon, hasilnya dibeli semuanya untuk kebutuhan MBG,” katanya.

Ia juga menanam tomat dan cabai keriting. Ia menyiapkan brokoli untuk masa tanam berikutnya.

“Sebelumnya saya tidak berani. Kebutuhan wortel sangat tinggi sekali untuk MBG,” jelasnya.

Pengalaman itu mendorongnya memperluas jenis hortikultura. Kepastian pasar membuat petani berani meningkatkan produksi.[]

Bulog Sulteng Gandeng Penyuluh untuk Serap Hasil Panen Petani

0

TANIMERDEKA – Perum Bulog Sulawesi Tengah menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mempercepat penyerapan beras petani lokal.

“Langkah ini juga bagian dari upaya antisipasi bila sewaktu-waktu harga ditingkat petani anjlok, sehingga koordinasi lapangan lebih cepat dan terukur,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, di Palu, pada Rabum 25 Februari 2026.

Ia menjelaskan kolaborasi ini bersifat saling menguntungkan. Penyuluh berperan sebagai penghubung antara Bulog dan petani kecil yang sering kesulitan memasarkan hasil panen.

Tahun 2026, Bulog Sulteng ditargetkan menyerap beras 11.000 ton dan jagung 3.300 ton. Hingga Februari, realisasi penyerapan beras baru 304 ton, sementara jagung belum terealisasi.

“Informasi terkait harga pangan sangat penting, menggandeng penyuluh pertanian menurut kami sangat ideal mengakses informasi. Kalau harga di atas pembelian Bulog artinya baik, jika di bawah artinya perlu kami turun ke lapangan bertindak cepat,” ujarnya.

Bulog telah melakukan pertemuan dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah sebagai koordinator PPL. Status ASN penyuluh pertanian kini berada di bawah pemerintah pusat, sehingga laporan harga langsung tersampaikan ke Kementerian Pertanian.

“Langkah strategis ini kami lakukan untuk percepatan realisasi penyerapan komoditas pertanian yang ditugaskan pemerintah. Semakin cepat terserap hasil panen petani, maka semakin kuat ketahanan pangan nasional,” ucap Jusri.

Ia menambahkan sinergi dengan BRMP diharapkan mendukung pencapaian target penyerapan.

“Sebagai lembaga yang ditugaskan pemerintah dalam urusan logistik pangan, maka kami berkomitmen memperkuat penyerapan hasil pertanian. Selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 kami juga memastikan ketersediaan bahan pangan sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kehadiran penyuluh di lapangan membuat koordinasi lebih cepat. Petani mendapat kepastian pasar, Bulog memperoleh akses informasi harga yang akurat.[]

Permintaan Hortikultura Naik, Petani Manggarai Kewalahan Penuhi Dapur MBG

0

TANIMERDEKA – Produksi pertanian di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, meningkat tajam. Permintaan hortikultura melonjak, terutama dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Belum pernah sebelumnya petani kewalahan memenuhi permintaan pasar sebesar ini.

“Permintaannya banyak, petani tidak memenuhi,” ujar Gili Jenadi, petani dari Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong.

Gili bersyukur hasil tanamannya terserap dengan baik. Untuk memenuhi permintaan, ia menanam berbagai jenis tanaman di lahannya. Pertama buncis sesuai permintaan SPPG, langsung diborong habis.

Ia juga menanam tomat dan cabai keriting. Untuk jangka panjang, Gili menyiapkan brokoli.

“Tahun 2025 kemarin, saya punya bancis kurang lebih 3 ribu pohon. Terlaku habis untuk program MBG,” katanya.

Pengalaman itu membuat Gili berani menanam lebih banyak jenis hortikultura.

“Sebelumnya saya tidak berani. Kebutuhan wortel sangat tinggi sekali untuk MBG,” jelasnya.

Ia berharap program MBG terus berjalan karena memberi manfaat gizi bagi siswa sekaligus menjadi berkah bagi petani.

Pengalaman serupa dirasakan Mikael Jehudu, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Wali.

Ia menanam daun bawang, terung, dan mentimun agar terserap dapur MBG.

Mikael bercerita harga mentimun jenis baru yang ia tanam sebelumnya hanya Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

“Kalau di pasar umum, beberapa bulan lalu, besar-besar begini saya punya, hanya (dihargai) seribu,” kenang Mikael.

Kini harga mentimunnya naik hingga 10 kali lipat.

“Jadinya per kilogram Rp10 ribu (bahkan) Rp12 ribu,” kata dia.

Lonjakan permintaan dari program MBG membuat petani Manggarai berani memperluas jenis tanaman.

Situasi ini menunjukkan keterhubungan langsung antara kebijakan pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Sawah Terdampak Banjir, Mendagri Minta Dukungan Kementan

0

TANIMERDEKA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya dukungan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemulihan lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan) untuk bisa kembali produktif,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat. Ketebalan lumpur di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter. Ribuan hektare lahan lain juga terdampak ringan hingga sedang.

Tito menegaskan Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan luas pertanian sekitar 8.800 hektare.

“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” ujarnya.

Kerusakan lahan berpotensi menurunkan produksi padi jika tidak segera ditangani. Percepatan rehabilitasi sawah dinilai penting agar lahan kembali difungsikan sebagai area tanam.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah pusat karena Pidie Jaya berperan besar dalam pasokan pangan Aceh. Dukungan Kementan diharapkan segera hadir, terutama dalam bentuk bantuan teknis dan logistik untuk membersihkan lumpur serta memulihkan produktivitas sawah.[]

Kabar Duka Pengurus DPN Tani Merdeka Meninggal, Don Muzakir Kenang Sosok Muhammad Husni

0
Muhammad Husni
Muhammad Husni

TANIMERDEKA – Kabar duka datang dari DPN Tani Merdeka Indonesia. Muhammad Husni, Wakil Ketua Umum Bidang
Hubungan Antar Lembaga DPN Tani Merdeka Indonesia yang juga Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara, meninggal dunia.

Muhammad Husni wafat pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di Siloam Hospitals Dhirga Surya, Medan.

Keluarga besar DPN Tani Merdeka Indonesia menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Husni dikenal aktif membangun konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang berdedikasi.

“Almarhum sosok yang setia, orangnya baik dan konsisten terhadap pekerjaan,” ujar Don Muzakir.

Husni tidak hanya aktif di organisasi tani. Ia juga tercatat sebagai Asisten Deputi di Kementerian Koperasi. Perannya di birokrasi dan organisasi membuatnya dikenal luas di kalangan aktivis pertanian dan koperasi.

Don Muzakir mengatakan kepergian Husni sebagai kehilangan besar bagi Tani Merdeka Indonesia. Ia menilai Muhammad Husni memiliki komitmen kuat dalam mengawal program pemberdayaan petani di Sumatera Utara.

“Beliau bekerja tanpa banyak bicara. Fokusnya jelas, membangun organisasi dan membantu petani agar lebih mandiri,” kata Don Muzakir.

Jenazah almarhum rencananya akan dikebumikan pada Minggu, 22 Februari 2026, di Medan. Sejumlah pengurus Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumut dan mitra kerja diperkirakan akan menghadiri prosesi pemakaman.

Kepergian Muhammad Husni meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, serta rekan kerja. Jejak pengabdiannya di organisasi dan pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan sektor pertanian dan koperasi di Indonesia.

Tgk Bahagia Ditunjuk Jadi Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar

0

TANIMERDEKA – Tgk Bahagia resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggantikan Nabhani. Pengukuhan berlangsung pada acara buka puasa bersama di Lambaro, pada Jumat, 21 Februari 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menyerahkan pataka organisasi kepada Tgk Bahagia. Pataka itu diminta dikibarkan di seluruh pelosok Aceh Besar sebagai simbol gerakan petani.

Acara pengukuhan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Nabhani, unsur Forkopimda Aceh Besar, tokoh kecamatan, serta tokoh gampong.

Don Muzakir menegaskan peran Tani Merdeka Indonesia hadir di lapisan terbawah masyarakat guna mendampingi para petani yang ada di seluruh pelosok Indonesia.

“Tani Merdeka Indonesia hadir di lapisan terbawah masyarakat, terutama di desa-desa, guna mendampingi kelompok tani dan mengadvokasi persoalan riil petani,” ujarnya.

Menurutnya, organisasi ini memiliki tanggung jawab memastikan program pemerintah di sektor pangan benar-benar dirasakan petani hingga tingkat gampong.

Ia menyebutkan Aceh memiliki potensi komoditas unggulan seperti jagung, kopi, kakao, kelapa, dan pinang yang harus dikembangkan, agar hasil panen petani ini punya nilai yang tinggi sehingga petani bisa hidup sejahtera.

“Komoditas itu harus terus dikembangkan melalui hilirisasi dan pendampingan berkelanjutan,” katanya.

Don Muzakir menekankan pentingnya pendampingan petani dalam pendaftaran Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok(RDKK).

“Agar tidak ada petani yang tertinggal dalam mendapatkan subsidi pupuk,” ucapnya.

Ia menilai peran Tani Merdeka Indonesia menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tepat sasaran di lapangan.

Sementara itu Ketua DPD Aceh Besar Tgk Bahagia menyatakan komitmennya menggerakkan jaringan Tani Merdeka hingga tingkat desa.

“DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan murni sebagai wadah perjuangan petani dan mitra pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian daerah,” katanya.

Ia menambahkan penguatan jaringan desa penting untuk mendukung program swasembada pangan. Kehadiran Tani Merdeka di Aceh Besar diharapkan menjadi wadah konsolidasi petani agar lebih terorganisir dalam menghadapi tantangan produksi dan distribusi.[]

PT Bio Energi Rimba Gandeng Tani Merdeka Bantu Petani, Don Muzakir: Mari Kita Membangun Daerah Melalui Sektor Pertanian

0

TANIMERDEKA – PT Bio Energi Rimba bekerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia untuk mengoptimalkan lahan persawahan seluas 100 hektar di Kabupaten Aceh Utara. Bentuk kerja sama berupa demplot dengan penyerahan pupuk cair organik kepada kelompok tani di Desa Mesjid, Kecamatan Syamtalira Aron, pada Selasa 17 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, perwakilan PT Bio Energi Rimba, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara, Abdul Muthalib, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, penyuluh pertanian, serta pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Aceh Utara.

Don Muzakir menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan perusahaan kepada para petani di Aceh Utara. Ia menilai keterlibatan pihak swasta sangat membantu petani, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Menurutnya, bantuan yang diberikan PT Bio Energi Rimba bukan hanya sekadar dukungan materi, tetapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap nasib petani di daerah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT Bio Energi Rimba yang telah membantu petani di Aceh Utara. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani. Semoga pihak PT mendapat balasan yang setimpal atas apa yang telah diberikan,” kata Don Muzakir.

Ia berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut ambil bagian dalam mendukung sektor pertanian. Don Muzakir menegaskan, jika petani kuat, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh.

Selain itu, ia mengajak seluruh pengurus Tani Merdeka, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa, untuk tetap solid dan konsisten dalam mendampingi petani.

Ia mengingatkan agar para pengurus benar-benar hadir di tengah masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani, mulai dari pupuk, bibit, hingga pemasaran hasil panen.

“Teruslah berbuat baik. Jangan saling menjatuhkan dan jangan saling memfitnah. Kita harus saling menguatkan. Mari kita bangun daerah melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan organisasi. Ia tidak ingin ada perpecahan di internal yang justru merugikan perjuangan petani. Menurutnya, kerja nyata dan kebersamaan adalah kunci untuk membawa perubahan.

Lebih lanjut, ia menyoroti perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian. Don Muzakir mengatakan, Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk membangkitkan pertanian di berbagai daerah di Indonesia.

“Pak Presiden Prabowo sangat serius membantu untuk membangkitkan sektor pertanian di daerah. Program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” katanya.

Ia menilai, kebijakan pemerintah yang fokus pada swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional merupakan langkah strategis. Dengan dukungan semua pihak, termasuk organisasi petani dan perusahaan, target tersebut diyakini dapat tercapai.

Don Muzakir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung program swasembada pangan. Ia optimistis, jika pemerintah, perusahaan, dan petani berjalan bersama, maka sektor pertanian akan semakin maju dan kesejahteraan petani akan meningkat.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Utara, Abdul Muthalib, menambahkan demplot kerja sama ini fokus pada peningkatan hasil panen dengan dukungan teknologi pertanian modern. Lahan seluas 100 hektar akan menjadi lokasi penerapan pupuk cair organik dari PT Bio Energi Rimba.[]