Beranda blog Halaman 5

Buka Rakerwil Tani Merdeka Jambi, Don Muzakir Minta Kawal Nasib Petani di Tengah Karhutla dan Konflik Lahan

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi di The Difan Hotel, Kota Jambi, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rakerwil tersebut dihadiri jajaran pengurus dari 11 DPD Tani Merdeka Indonesia kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Wali Kota Jambi H. Maulana turut hadir, Anggota DPD RI sekaligus Ketua Penasehat Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Elviana juga hadir bersama jajaran kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

Rakerwil ini menjadi forum bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia di Jambi untuk membahas persoalan yang dihadapi petani serta menyusun langkah organisasi di daerah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk terlibat aktif dalam program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat desa.

Ia meminta seluruh jajaran pengurus di Jambi memahami program pemerintah dan ikut mengawal pelaksanaannya di daerah.

Menurut Don Muzakir, organisasi juga harus mampu menyerap persoalan yang dihadapi petani dan menyampaikannya kepada pemerintah.

“Kita harus hadir di setiap program pemerintah, terutama di sektor pertanian. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk mendukung capaian pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Don Muzakir di hadapan peserta rakerwil.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan keberadaan organisasi tidak cukup hanya menggelar kegiatan dan membangun struktur kepengurusan. Tani Merdeka Indonesia harus hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Rakerwil, menurut dia, juga menjadi kesempatan untuk merumuskan langkah strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan petani di Jambi.

Selain itu Don Muzakir juga menyoroti kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi selama musim kemarau.

Ia meminta jajaran Tani Merdeka Indonesia ikut membantu upaya penanganan dan pencegahan kebakaran sesuai kemampuan masing-masing. Don mengatakan persoalan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas di lapangan.

“Bukan hanya jadi penonton, kita harus turun bantu petugas di lapangan. Ini soal keselamatan lingkungan dan masyarakat kita bersama,” kata Don Muzakir.

Data BPBD Provinsi Jambi mencatat akumulasi luas lahan dan hutan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 300,12 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di tujuh dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Pemantauan satelit BMKG juga mencatat 335 titik panas atau hotspot di Provinsi Jambi sepanjang Agustus 2026. Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Wilayah lain yang juga tercatat memiliki sejumlah titik panas adalah Muaro Jambi, Sarolangun, dan Merangin.

Kondisi tersebut membuat Jambi masuk dalam enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla secara nasional.

Don Muzakir meminta pengurus organisasi di daerah ikut meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk petani yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kondisi lingkungan.

Selain karhutla, Don Muzakir menyebutkan persoalan sengketa dan penyerobotan lahan yang masih dihadapi petani di sejumlah daerah di Jambi.

Ia meminta Tani Merdeka Indonesia memperkuat fungsi advokasi bagi petani yang menghadapi persoalan pertanahan. Konflik dapat terjadi antara warga dan perusahaan perkebunan maupun akibat tumpang tindih status kawasan.

“Persoalan penyerobotan lahan, nasib petani sawit yang tumpang tindih dengan status kawasan, ini yang harus terus kita kawal dan advokasi. Petani jangan dibiarkan berjuang sendiri,” tegas Don Muzakir.

Persoalan konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan telah berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah di Jambi.

Penertiban kebun sawit yang berada di kawasan hutan juga terus dilakukan pemerintah. Sepanjang 2025, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melakukan penertiban terhadap puluhan ribu hektare kebun sawit bermasalah di Jambi.

Kasus dengan luasan terbesar tercatat di Kabupaten Tebo.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena petani kecil menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak perubahan status lahan dan proses penertiban kawasan.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan sekitar 41–42 persen luas perkebunan sawit Indonesia dikelola oleh petani kecil atau smallholder.

Don Muzakir mengatakan organisasi harus hadir untuk membantu petani memahami persoalan yang mereka hadapi. Petani, menurut dia, juga membutuhkan pendampingan ketika berhadapan dengan persoalan administrasi, status lahan, maupun konflik dengan pihak lain.

Tani Merdeka Indonesia diharapkan dapat menjadi tempat bagi petani untuk menyampaikan persoalan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Don Muzakir juga menyinggung maraknya informasi yang tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat.

Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang diterima harus diperiksa sebelum disebarkan kepada masyarakat.

Menurut Don Muzakir, organisasi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar mengenai kebijakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pertanian dan ekonomi rakyat.

“Hari ini banyak isu dan berita hoaks yang ingin melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo. Tugas kita meluruskan informasi, menyampaikan capaian pemerintah, dan siap mengawal pemerintahan Presiden Prabowo,” pungkas Don Muzakir.

Don Muzakir berharap Rakerwil Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi tidak hanya menghasilkan program kerja di atas kertas.

Ia meminta hasil pembahasan dalam forum tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat kabupaten dan kota. Kehadiran 11 DPD dari seluruh wilayah Jambi diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi hingga ke tingkat bawah.

Persoalan pertanian, karhutla, sengketa lahan, dan kondisi petani menjadi beberapa isu yang perlu terus dipantau oleh pengurus di daerah.

Menurut Don Muzakir, pengurus Tani Merdeka Indonesia harus menjaga komunikasi dengan petani dan pemerintah daerah. Aspirasi yang muncul dari lapangan perlu disampaikan agar dapat menjadi bahan dalam mencari penyelesaian.

Rakerwil tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Provinsi Jambi. Organisasi ingin memperkuat perannya dalam menyerap aspirasi petani dan mengawal berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Don Muzakir menegaskan, kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya untuk hadir di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang benar-benar dihadapi petani.

Karena itu, ia meminta seluruh pengurus di Jambi untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan bekerja berdasarkan persoalan yang ditemukan di lapangan.[]

Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara Lantik Pengurus di 13 Kecamatan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara melantik pengurus tingkat kecamatan di 13 wilayah, pada Kamis, 27 Agutus 2026.

Pelantikan tersebut melengkapi struktur kepengurusan organisasi di seluruh 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Pengurus yang dilantik merupakan jajaran Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia. Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Nabhani.

Pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi. Pengurus diharapkan dapat lebih dekat dengan petani dan mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

Dalam arahannya, Nabhani meminta para pengurus yang baru dilantik segera menjalankan peran organisasi. Ia meminta pengurus memperjuangkan kepentingan petani dan memperluas kegiatan hingga ke tingkat desa.

Nabhani juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi dalam mengawal berbagai program pemerintah. Perhatian utama, menurut dia, harus diberikan kepada program yang berkaitan dengan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Terus kibarkan bendera Tani Merdeka Indonesia sampai ke pelosok gampong atau desa. Mari terus berjuang demi petani dan mengawal program Presiden Prabowo Subianto supaya tepat sasaran,” kata Nabhani.

Menurut dia, keberadaan pengurus hingga tingkat kecamatan dan desa penting untuk memastikan aspirasi petani dapat disampaikan dengan lebih cepat. Pengurus juga diharapkan dapat membantu menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, meminta pengurus kecamatan yang telah dilantik untuk segera bekerja dan menjalankan tanggung jawab organisasi.

Ia mengatakan, kepengurusan di tingkat kecamatan harus menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya petani, untuk menyampaikan persoalan dan aspirasi.

“Bagi pengurus kecamatan yang hari ini telah dilantik, teruslah bekerja untuk para petani agar kehidupan mereka semakin sejahtera. Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi petani,” ujarnya.

Abdul Mutaleb mengatakan, persoalan yang dihadapi petani di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan diharapkan dapat membantu organisasi memahami kondisi yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Pengurus kecamatan juga diminta membangun komunikasi dengan kelompok tani dan masyarakat desa. Aspirasi yang ditemukan di lapangan nantinya dapat menjadi bahan untuk disampaikan kepada pengurus di tingkat kabupaten maupun pemerintah daerah.

Perwakilan pengurus kecamatan, Abuzar, mengatakan seluruh pengurus yang dilantik siap menjalankan amanah organisasi. Ia menyebut para pengurus berkomitmen memperluas kegiatan hingga ke desa-desa.

“Kami sebagai pengurus kecamatan akan terus mengibarkan bendera Tani Merdeka Indonesia ke seluruh pelosok desa dan akan bekerja serta berjuang demi kepentingan para petani,” katanya.

Pelantikan 13 pengurus kecamatan tersebut merupakan lanjutan dari pembentukan kepengurusan yang sebelumnya dilakukan pada Maret 2026. Saat itu, Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara telah membentuk kepengurusan di 14 kecamatan lainnya.

Dengan pelantikan terbaru ini, struktur Dewan Pengurus Kecamatan Tani Merdeka Indonesia telah terbentuk di seluruh 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Kelengkapan struktur tersebut diharapkan membuat organisasi lebih mudah menjangkau petani di berbagai wilayah. Pengurus di tingkat kecamatan juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani dengan pengurus kabupaten dan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, yang mewakili Bupati Aceh Utara, mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dalam pembangunan sektor pertanian.

Ia berharap organisasi yang bergerak di bidang pertanian dapat membangun kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pencapaian swasembada pangan.

“Di bawah organisasi Tani Merdeka Indonesia, teruslah mengabdi demi petani agar lebih sejahtera. Kita berharap sinergi seluruh pihak dapat terus terjalin sehingga swasembada pangan di Aceh Utara dapat terus diwujudkan,” ujar Mirza Gunawan.

Mirza mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan pertanian. Petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi, persoalan pengairan, hingga pemasaran hasil panen.

Karena itu, organisasi masyarakat yang memiliki jaringan hingga tingkat kecamatan dan desa dinilai dapat membantu menyampaikan kondisi yang terjadi di lapangan.

Keberadaan kepengurusan Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat memperluas pendampingan kepada petani. Struktur tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian di Aceh Utara.

Dengan terbentuknya kepengurusan di seluruh 27 kecamatan, DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Utara kini memiliki jaringan organisasi yang menjangkau seluruh wilayah kecamatan di kabupaten tersebut.[]

DPD Tani Merdeka Ketapang Bagikan Ribuan Masker Antisipasi Dampak Kabut Asap di Kalimantan Barat

0
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat membagikan ribuan masker antisipasi dampak kabut asap.
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat membagikan ribuan masker antisipasi dampak kabut asap.

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, membagikan masker gratis kepada masyarakat di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker dilakukan kepada warga yang beraktivitas di jalan. Pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya menjadi sasaran kegiatan tersebut.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang Damianus Yordan bersama pengurus turun langsung membagikan masker. Mereka mendatangi pengguna jalan dan memberikan masker secara langsung.

Damianus mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kondisi kemarau dapat membuat kualitas udara menurun, terutama saat terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Kami ingin membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla. Masker ini memang sederhana, tetapi setidaknya bisa membantu warga saat beraktivitas di luar rumah,” kata Damianus.

Menurut Damianus, masyarakat perlu lebih waspada ketika kondisi udara mulai terganggu akibat asap. Pengendara sepeda motor menjadi salah satu kelompok yang cukup sering terpapar udara luar karena harus beraktivitas di jalan.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat membagikan ribuan masker antisipasi dampak kabut asap.
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat membagikan ribuan masker antisipasi dampak kabut asap.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan, menurut dia, lebih penting karena kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak luas terhadap masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat sama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api bisa cepat menyebar ketika kondisi kering,” ujarnya.

Pembagian masker tersebut juga menjadi bentuk kehadiran Tani Merdeka Indonesia di tengah masyarakat. Organisasi tersebut tidak hanya menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan petani, tetapi juga ikut merespons persoalan yang dihadapi warga di daerah.

Damianus mengatakan pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan lingkungan selama musim kemarau.

“Kami berharap masyarakat tetap sehat dan kondisi di Ketapang tetap aman. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum meluas,” katanya.[]

Don Muzakir Resmikan Jembatan, Anak-anak di Rimau Singsang Tak Perlu Lagi Menyeberang dengan Kapal

0

DETIKMERDEKA – Anak-anak di Desa Rimau Singsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini memiliki akses yang lebih mudah untuk pergi ke sekolah. Sebuah jembatan sepanjang 18 meter di desa tersebut diresmikan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Jembatan itu dibangun menggunakan dana pribadi Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banyuasin, H. Suriadi. Total ada tiga jembatan yang dibangun untuk membantu aktivitas warga di wilayah tersebut.

Sebelum jembatan tersedia, anak-anak harus menggunakan kapal untuk menuju sekolah. Kondisi itu membuat perjalanan ke sekolah tidak hanya lebih sulit, tetapi juga memiliki risiko keselamatan.

Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia diundang khusus untuk meresmikan tiga jembatan itu, hadir pada saat peresmian jembatan itu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Medi Ahmadzoni bersama pengurus, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Selatan Syarifuddin, Ketua DPC Gerindra H. Slamet, pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bayuasin, tokoh masyarakat, dan tokoh adat

Don Muzakir mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjawab kebutuhan dasar warga yang selama ini menghadapi persoalan akses.

“Jembatan ini sangat berarti bagi masyarakat. Saya melihat sendiri bagaimana akses menjadi persoalan bagi warga, terutama anak-anak sekolah,” kata Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah. Akses tersebut juga menentukan kemudahan warga menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anak ke sekolah dan membawa hasil pertanian.

“Kalau aksesnya mudah, aktivitas masyarakat juga lebih mudah. Anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan lebih aman, sementara warga bisa menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa harus bergantung pada kapal,” ujarnya.

Don Muzakir mengatakan kebutuhan masyarakat seperti akses jalan dan jembatan perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, dapat saling melengkapi untuk menyelesaikan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Selain meresmikan jembatan, Don Muzakir bertemu dengan sejumlah petani di Banyuasin. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Don untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani.

Pembahasan tidak hanya mengenai produksi pertanian. Don Muzakir juga menyampaikan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami datang bukan hanya untuk meresmikan jembatan. Kami juga ingin mendengar langsung apa yang dirasakan petani dan menyampaikan program pemerintah yang bisa membantu mereka,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan, masukan dari petani akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah. Menurut dia, persoalan di lapangan perlu diketahui secara langsung agar program pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya juga akan menyampaikan kebutuhan warga kepada pemerintah pusat. Apa yang kami lihat dan dengar di lapangan harus menjadi masukan untuk pemerintah,” ujarnya.

Don Muzakir berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat jembatan tersebut bersama-sama. Perawatan diperlukan agar jembatan bisa digunakan dalam waktu panjang.

“Semoga jembatan ini bisa membantu anak-anak pergi ke sekolah dengan lebih aman dan memudahkan aktivitas masyarakat,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu, H. Suriadi mengatakan pembangunan tiga jembatan tersebut berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak yang harus menggunakan kapal untuk pergi ke sekolah.

“Saya kasihan melihat anak-anak sekolah. Kalau mau ke sekolah, mereka harus naik kapal. Risikonya besar. Jarak sekolah sekitar tiga kilometer kalau tidak ada jembatan penghubung,” ujar Suriadi.

Suriadi mengatakan kondisi tersebut mendorongnya mengambil keputusan untuk membangun jembatan menggunakan dana pribadi. Ia berharap akses tersebut dapat digunakan masyarakat tanpa membedakan kepentingan kelompok maupun warga tertentu.

“Jembatan ini kami bangun agar anak-anak tidak lagi kesulitan pergi ke sekolah. Kami juga berharap warga bisa menggunakan dan merawatnya bersama-sama,” katanya.

Pertemuan Don Muzakir dengan petani setelah peresmian jembatan juga menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dan pertanian saling berkaitan. Akses yang baik dibutuhkan warga untuk bersekolah, bekerja, berdagang, serta membawa hasil pertanian.

Tani Merdeka Indonesia menyatakan akan terus menyerap persoalan masyarakat di daerah. Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya mendorong penyelesaian kebutuhan warga di tingkat desa.[]

Ayuni Nur Siami Pimpin Tani Merdeka Boalemo, Don Muzakir Minta Program Prabowo Disampaikan hingga Pelosok

0
Ketum Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyerahkan pataka ke Ayuni Nur Siami Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boalemo.
Ketum Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyerahkan pataka ke Ayuni Nur Siami Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boalemo.

TANIMERDEKA – Ayuni Nur Siami resmi dilantik sebagai Ketua Dani Merdeka Indonesia Kabupaten Boalemo periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Citra Ayu, Tilamuta, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Ayuni dilantik oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Safitriandi Uno. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir turut menyaksikan pelantikan bersama jajaran pengurus pusat.

Ayuni mengatakan, Tani Merdeka Indonesia Boalemo tidak ingin hanya menjadi organisasi formal. Ia ingin organisasi tersebut menjadi rumah bersama bagi petani untuk menyampaikan persoalan dan mencari solusi.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota bekerja bersama. Kekompakan dinilai penting agar perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani bisa dilakukan secara konsisten.

“Mari kita bahu-membahu, kerja sama, konsisten, dan solid melalui organisasi ini untuk mewujudkan petani sejahtera,” tegas Ayuni.

Menurut Ayuni, persoalan petani tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara organisasi, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Tani Merdeka Indonesia Boalemo juga terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Kerja sama tersebut diarahkan pada program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Perhatian organisasi tidak hanya diberikan kepada petani tanaman pangan. Peternakan, perkebunan, dan usaha produktif masyarakat desa juga menjadi bagian dari perhatian Tani Merdeka Indonesia.

“Kami ingin Tani Merdeka Indonesia hadir memberikan manfaat nyata. Bukan hanya berbicara tentang petani, tetapi ikut bergerak bersama petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan, pelantikan pengurus baru harus diikuti dengan kerja nyata. Pengurus tidak cukup hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga harus turun menemui masyarakat.

Don Muzakir mengatakan salah satu tugas Tani Merdeka Indonesia adalah membantu menyampaikan berbagai program Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.

Menurut dia, masih banyak masyarakat di daerah yang belum mengetahui secara utuh program pemerintah. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi organisasi untuk menyampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

“Jangan sampai program pemerintah hanya diketahui masyarakat di kota. Tani Merdeka Indonesia harus ikut menyampaikan program Presiden Prabowo sampai ke desa-desa dan pelosok Indonesia,” kata Don Muzakir.

Ia mengatakan program pemerintah yang berkaitan dengan petani, nelayan, pedagang, koperasi, pangan, hingga penguatan ekonomi desa perlu diketahui masyarakat yang menjadi sasaran.

“Petani harus tahu program apa yang disiapkan pemerintah. Mereka juga harus tahu bagaimana cara mendapatkannya dan apa manfaatnya. Tugas kita adalah menjelaskan dengan bahasa yang mudah, bukan membuat masyarakat bingung,” ujarnya.

Don Muzakir meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di Boalemo tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor organisasi. Pengurus harus turun ke desa, bertemu kelompok tani, mendengar persoalan, dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan.

“Presiden Prabowo punya banyak program untuk memperkuat ekonomi rakyat. Program itu harus sampai kepada masyarakat. Tani Merdeka Indonesia harus menjadi jembatan agar informasi dari pemerintah bisa sampai ke petani di pelosok,” katanya.

Don Muzakir juga meminta pengurus ikut mengawal pelaksanaan program di lapangan. Jika ada persoalan, informasi tersebut harus disampaikan kepada pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Dukungan kepada pemerintah bukan berarti kita hanya mengatakan setuju. Kita harus ikut mengawal. Kalau ada program yang kurang tepat, sampaikan. Kalau ada persoalan di lapangan, laporkan. Kalau programnya baik, kita bantu agar manfaatnya semakin luas,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, penguatan organisasi dari pusat hingga daerah menjadi penting agar tugas tersebut dapat berjalan. Tani Merdeka Indonesia harus memiliki pengurus yang aktif dan memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Organisasi ini jangan hanya ada namanya. Pengurus harus turun ke lapangan, bertemu petani, mendengar persoalan mereka, kemudian mencari jalan keluarnya bersama pemerintah,” katanya.

Selain itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo Safitriandi Uno, meminta kepengurusan baru Boalemo bekerja lebih dekat dengan masyarakat. Ia berharap Tani Merdeka Indonesia dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani.

Menurut Safitriandi, persoalan petani tidak hanya soal produksi. Akses pasar, teknologi, pembinaan kelompok tani, modal, serta keberlanjutan usaha juga perlu mendapat perhatian.

Tani Merdeka Indonesia, kata dia, dapat mengambil peran melalui pembinaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Organisasi juga dapat membantu membuka akses pasar dan mendorong penggunaan teknologi pertanian.

“Keberadaan Tani Merdeka Indonesia harus mampu membuktikan bahwa organisasi ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani,” ujarnya.

Tani Merdeka Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

0
Tani Merdeka Indonesia menyalurkan bantuan darurat untuk membantu warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tani Merdeka Indonesia bersama masyarakat, hadir untuk membantu sesama.
Tani Merdeka Indonesia menyalurkan bantuan darurat untuk membantu warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tani Merdeka Indonesia bersama masyarakat, hadir untuk membantu sesama.

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan warga yang masih menghadapi dampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada warga yang terdampak. Bantuan itu bentuk kepedulian Tani Merdeka Indonesia melalui gerakan Tani Merdeka Peduli.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gempa.

Menurut dia, kondisi masyarakat setelah bencana membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Ketika saudara-saudara kita terkena musibah, kita harus hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengatakan Tani Merdeka Indonesia tidak hanya berkegiatan dalam bidang pertanian. Organisasi tersebut juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat melalui Tani Merdeka Peduli.

Menurut Don Muzakir, kebutuhan warga setelah bencana tidak selalu sama. Sebagian warga menghadapi kerusakan rumah, kehilangan tempat tinggal, atau kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, bantuan perlu disalurkan sesuai dengan kondisi warga di lapangan. Pendataan dan koordinasi juga diperlukan agar bantuan tidak berhenti pada satu titik, tetapi bisa menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Don Muzakir berharap bantuan yang disalurkan dapat mengurangi beban warga Sikka. Ia juga mengajak pengurus dan anggota Tani Merdeka Indonesia di berbagai daerah untuk ikut membangun kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir bersama masyarakat. Bukan hanya ketika ada kegiatan organisasi, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Don Muzakir menilai semangat gotong royong penting dijaga saat masyarakat menghadapi bencana. Dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan agar warga tidak merasa menghadapi kondisi tersebut sendirian.

Bencana, kata Don Muzakir, tidak hanya menyebabkan kerusakan secara fisik. Warga juga membutuhkan dukungan moral untuk kembali menjalani aktivitas setelah kondisi berangsur pulih.

“Kita doakan masyarakat NTT diberikan kekuatan. Semoga kondisi segera pulih dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia berharap bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk warga terdampak gempa. Pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena kebutuhan warga pascabencana tidak berhenti pada bantuan awal. Proses pemulihan juga membutuhkan dukungan dalam waktu yang lebih panjang, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan kehilangan sumber penghasilan.

Tani Merdeka Indonesia juga terus memantau kondisi warga terdampak di NTT. Organisasi tersebut memastikan bantuan yang disalurkan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Don Muzakir mengatakan proses distribusi bantuan perlu dilakukan dengan cepat dan tepat. Penanganan di lapangan juga harus menyesuaikan kebutuhan warga agar bantuan yang diberikan benar-benar bisa digunakan.[]

Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Tani Merdeka Indonesia di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dijaga dan Dikawal

0
Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Aksi Damai di GBK, pada Jumat 14 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Aksi Damai di GBK, pada Jumat 14 Agustus 2026.

TANIMERDEKA – Sekitar 10 ribu peserta aksi damai berkumpul di depan Gedung TVRI, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Massa terdiri dari petani, pedagang, nelayan, serta sejumlah organisasi sayap Partai Gerindra.

Aksi tersebut digelar pada saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Massa menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Peserta juga menyampaikan siap mengawal program pemerintah agar terus berjalan dan diawasi.

Orasi dilakukan secara bergantian selama sekitar tiga jam. Massa tetap bertahan hingga Presiden Prabowo keluar dari kompleks parlemen dan menyapa peserta aksi dari kendaraan yang ditumpanginya, Presiden Prabowo melampaikan tangan kepada massa aksi yang berbaris tertip sepanjang di depan Gedung TVRI.

Peserta membawa berbagai spanduk. Salah satu tulisan yang paling banyak terlihat adalah Jaga Prabowo, Jaga Indonesia. Ada pula spanduk yang menyerukan pemberantasan mafia anggaran dan oligarki.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, ikut menyampaikan orasi dalam aksi tersebut.

Don Muzakir mengatakan dukungan kepada pemerintah bukan berarti masyarakat menutup mata terhadap kekurangan. Menurut dia, kritik sesuai fakta dan data tetap diperlukan selama disampaikan secara bertanggung jawab.

“Di tengah derasnya kritik, demonstrasi, dan hoaks di ruang digital, kami menegaskan bahwa kritik adalah hak rakyat, tetapi fitnah, disinformasi, kekerasan, dan upaya memecah bangsa harus ditolak. Dukungan kami bukan cek kosong. Kami meminta program yang kurang tetap diperbaiki, yang menyimpang harus ditindak, yang korup harus dihukum. Tetapi program yang berpihak kepada rakyat dan cita-cita kedaulatan bangsa harus dijaga sampai tuntas,” kata Don Muzakir dalam orasinya.

Menurut Don Muzakir, masyarakat perlu melihat program pemerintah secara lebih utuh. Program yang menyangkut pangan, pendidikan, nelayan, ekonomi desa, hingga pengembangan industri harus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan peserta aksi mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang lahir melalui proses konstitusional. Dukungan tersebut tetap disertai dengan sikap yang kritis terhadap kebijakan yang dianggap belum berjalan dengan baik.

“Kami mendukung pemerintahan Presiden Prabowo yang lahir dari proses konstitusional. Demonstrasi dan kritik harus dihormati, tetapi hoaks, provokasi, perusakan, dan kekerasan harus ditolak. Demokrasi harus kuat tanpa mengorbankan persatuan Indonesia,” ujarnya.

Peserta aksi juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbedaan pandangan, kata Don, tidak seharusnya berujung pada perpecahan.

Selain itu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program pemerintah yang mendapat perhatian massa aksi.

Don Muzakir mengatakan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak. Program tersebut juga bisa membuka pasar bagi produk petani, peternak, nelayan, pedagang, dan UMKM.

“Makan Bergizi Gratis adalah investasi pada anak Indonesia sekaligus penggerak ekonomi lokal. Program ini harus diteruskan dengan tata kelola yang transparan, standar keamanan pangan yang ketat, dan keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan, pedagang, dan UMKM,” katanya.

Menurut Don Muzakir, pelaksanaan MBG tetap perlu diawasi. Pengadaan bahan pangan, kualitas makanan, distribusi, hingga penggunaan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan tepat sasaran.

Sektor pangan juga menjadi perhatian dalam pernyataan sikap tersebut. Don Muzakir mengatakan swasembada pangan harus dibarengi dengan kebijakan yang membantu petani meningkatkan produksi.

Peserta aksi mendukung kemudahan akses pupuk, pembangunan irigasi, mekanisasi pertanian, harga panen yang menguntungkan, serta perlindungan bagi petani.

“Pangan adalah kedaulatan. Bangsa besar tidak boleh menggantungkan urusan makan rakyatnya kepada negara lain,” ujar Don Muzakir.

Peserta aksi juga menyampaikan dukungan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut diharapkan tidak sekadar membentuk koperasi baru, tetapi benar-benar menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa.

Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai dioperasionalkan pada Mei 2026.

Don Muzakir mengatakan koperasi harus mampu memperpendek rantai pasok, membantu UMKM, memperbaiki distribusi kebutuhan pokok, dan meningkatkan posisi tawar masyarakat desa.

“Kami ingin koperasi menjadi pusat ekonomi rakyat. Koperasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” kata Don Muzakir.

Kampung Nelayan Merah Putih juga masuk dalam perhatian peserta aksi. Don Muzakir mengatakan pembangunan kawasan nelayan harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat pesisir.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang disampaikan dalam pernyataan sikap menyebut pembangunan 65 lokasi telah menyerap 17.550 tenaga kerja. Pemerintah juga merencanakan pembangunan di 1.269 lokasi pada 2026.

“Laut Indonesia harus menyejahterakan nelayan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Don Muzakir, penguatan ekonomi nelayan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Nelayan juga membutuhkan akses terhadap sarana produksi, pasar, pengolahan hasil tangkapan, dan perlindungan usaha.

Pendidikan juga menjadi bagian dari tuntutan peserta aksi. Don Muzakir mengatakan anak dari keluarga petani, nelayan, buruh, dan pedagang harus mendapat kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Sebanyak 166 Sekolah Rakyat disebut telah menjangkau 15.954 siswa. Pemerintah juga menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026.

“Tidak boleh ada anak petani, nelayan, buruh, atau pedagang kehilangan masa depan hanya karena lahir dari keluarga miskin,” kata Don Muzakir.

Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting dalam memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Massa aksi juga menyampaikan dukungan terhadap hilirisasi sumber daya alam. Don mengatakan Indonesia harus mendapatkan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki.

“Kami mendukung hilirisasi agar sumber daya alam tidak terus dijual murah sebagai bahan mentah. Nilai tambah, industri, teknologi, lapangan kerja, dan penerimaan negara harus tumbuh di tanah air serta memberi manfaat nyata bagi daerah dan rakyat,” ujarnya.

Don Muzakir menilai pembangunan industri harus tetap memperhatikan manfaat bagi masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam.

Peserta aksi juga menyebutkan perdebatan mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Don Muzakir mengatakan masyarakat perlu melihat data sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen. Investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

“Tantangan tetap ada, tetapi data menunjukkan Indonesia tidak kehilangan arah. Karena itu, masyarakat harus tetap kritis, tetapi jangan mudah percaya pada narasi yang hanya membangun rasa putus asa,” kata Don Muzakir.

Aksi berlangsung tertib hingga Presiden Prabowo menyapa langsung peserta. Setelah Presiden meninggalkan kompleks parlemen, massa kemudian membubarkan diri secara bertahap.

Don Muzakir mengatakan aksi ini bentuk dukungan sekaligus pengingat agar pemerintah terus memperbaiki program yang belum berjalan maksimal.

“Kami mendukung program yang berpihak kepada rakyat, tetapi dukungan itu harus disertai pengawalan. Kalau ada yang kurang, kita sampaikan. Kalau ada yang salah, kita minta diperbaiki. Kalau ada penyimpangan, harus ditindak,” ujar Don Muzakir.

Menurut dia, masyarakat memiliki peran untuk memastikan program pemerintah tidak hanya berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar sampai kepada petani, pedagang, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.[]

DPW Tani Merdeka Indonesia Sultra dan BPJS Ketenagakerjaan Bersinergi Lindungi Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi petani di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dan Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Tenggara Luky Julianto, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Muiz, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari Sahuryanto, tokoh masyarakat, serta para petani.

Kerja sama ini tidak hanya membahas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan jaminan sosial juga menjadi bagian penting dari upaya memberikan rasa aman kepada petani saat bekerja.

Petani menghadapi berbagai risiko ketika menjalankan aktivitasnya. Kecelakaan kerja, misalnya, dapat mengganggu penghasilan keluarga. Kondisi tersebut bisa semakin berat jika petani tidak memiliki perlindungan sosial.

Jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan dapat membantu petani menghadapi risiko tersebut. Perlindungan itu menjadi penting karena petani juga merupakan pekerja yang setiap hari mengandalkan tenaga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Muiz mengatakan perlindungan petani tidak boleh hanya dilihat dari sisi produksi dan bantuan pertanian. Petani juga membutuhkan perlindungan ketika menghadapi risiko dalam bekerja.

“Petani itu bekerja setiap hari dan memiliki risiko yang sama seperti pekerja lainnya. Karena itu, kami ingin petani di Sulawesi Tenggara juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Kerja sama ini menjadi langkah awal agar semakin banyak petani yang terlindungi.”

Muiz mengatakan Tani Merdeka Indonesia terus menyosialisasikan manfaat jaminan sosial kepada petani. Edukasi tersebut penting agar petani memahami manfaat kepesertaan dan tidak menganggap jaminan sosial sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.

Menurut dia, perlindungan sosial perlu diperluas hingga kelompok petani di tingkat desa dan kelompok tani. Pendekatan tersebut dinilai lebih mudah karena pengurus organisasi dapat berkomunikasi langsung dengan petani di lapangan.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Tenggara Luky Julianto mengatakan petani merupakan bagian dari pekerja yang perlu mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Petani juga pekerja. Mereka bekerja setiap hari dan memiliki risiko dalam menjalankan pekerjaannya. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi petani.”

Luky mengatakan BPJS Ketenagakerjaan membuka ruang kerja sama dengan organisasi petani untuk memperluas informasi dan kepesertaan. Sosialisasi di tingkat kelompok tani dinilai penting karena masih ada petani yang belum memahami manfaat perlindungan jaminan sosial.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Kami ingin ada tindak lanjut di lapangan sehingga petani benar-benar memahami manfaat jaminan sosial dan semakin banyak yang terlindungi.”

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mengatakan perlindungan petani harus menjadi bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan petani. Pemerintah dan berbagai pihak tidak cukup hanya mendorong peningkatan produksi.

“Petani tidak hanya membutuhkan pupuk, benih, alat pertanian, dan bantuan produksi. Mereka juga membutuhkan perlindungan ketika bekerja. Kalau terjadi kecelakaan kerja, petani dan keluarganya harus punya perlindungan.”

Don Muzakir mengatakan Tani Merdeka Indonesia akan terus mendorong kerja sama yang memberi manfaat langsung kepada petani. Jaminan sosial menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperkenalkan lebih luas kepada kelompok tani.

“Ini bukan hanya soal kartu atau kepesertaan. Yang paling penting adalah petani tahu bahwa ketika ada risiko dalam bekerja, ada perlindungan yang bisa mereka dapatkan. Kami akan terus mengawal agar kerja sama ini sampai kepada petani di lapangan.”

Don Muzakir juga meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di Sulawesi Tenggara aktif mendata dan mendampingi petani yang membutuhkan informasi mengenai jaminan sosial.

Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tindak lanjut di tingkat kelompok tani akan menjadi bagian penting agar program perlindungan tersebut benar-benar dirasakan petani.[]

Temui Petani Kendari, Don Muzakir: Potensi Daerah Harus Digarap, Petani Jangan Dibiarkan Berjuang Sendiri

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia bertemu dengan kelompok tani nangah-nangah, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia bertemu dengan kelompok tani nangah-nangah, Kendari, Sulawesi Tenggara.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bertemu langsung dengan kelompok tani di Nangah-Nangah, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pertemuan itu kesempatan bagi Don Muzakir untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan petani.

Sejumlah petani menyampaikan bahwa akses terhadap bantuan pemerintah untuk sektor pertanian saat ini semakin mudah. Mereka berharap dukungan tersebut bisa dibuat lebih spesifik sesuai potensi setiap wilayah.

Petani juga mendorong pemerintah melihat komoditas yang paling cocok dikembangkan di daerah mereka. Salah satunya pengembangan tanaman buah di wilayah Nangah-Nangah.

Don Muzakir mengatakan potensi tersebut perlu mendapat perhatian. Menurut dia, pengembangan pertanian harus disesuaikan dengan kondisi dan keunggulan masing-masing wilayah.

“Wilayah Nangah-Nangah, Kecamatan Baruga, Kendari sangat cocok pengembangan buah-buahan, ini harus digarap.”

Don Muzakir mengatakan suara petani harus menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan pertanian. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan. Program pertanian juga perlu disesuaikan dengan potensi lahan, komoditas dan kebutuhan petani.

Pertemuan tersebut mendapat sambutan baik dari para petani. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Tenggara Luky Julianto, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Muiz, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari Sahuryanto, tokoh masyarakat, serta para petani.

Don Muzakir mengatakan Tani Merdeka Indonesia terus membawa aspirasi petani kepada pemerintah. Dia meminta pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia di daerah tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga rutin turun ke lapangan.

Menurut Don Muzakir, persoalan petani tidak selalu sama di setiap daerah. Karena itu, kebutuhan petani harus dilihat berdasarkan kondisi wilayah.

Pengembangan komoditas buah di Nangah-Nangah menjadi peluang yang bisa dikembangkan. Potensi tersebut dapat membuka pilihan usaha baru bagi petani sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat jika dikelola secara serius.

Don Muzakir juga meminta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia ikut mengawal kebutuhan petani. Aspirasi yang ditemukan di lapangan perlu disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pertanian sesuai potensi yang dimiliki setiap wilayah.

Imran mengatakan potensi pertanian di Kota Kendari tidak bisa dilihat hanya dari satu jenis komoditas. Pengembangan pertanian perlu mempertimbangkan kondisi lahan, kemampuan petani, kebutuhan pasar, serta peluang ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat.

Pertemuan seperti ini kata Imran Ismail menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada pemerintah daerah dan organisasi petani. Masukan dari petani dapat menjadi bahan dalam menentukan program pertanian yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.[]

Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Tembus 11,2 Ton per Hektare, Hasil Lampaui Target

0

TANIMERDEKA – Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian kembali menunjukkan hasil yang sangat baik. Panen perdana di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menghasilkan 11,2 ton gabah per hektare. Angka itu melampaui target dan menjadi salah satu hasil panen tertinggi dalam penerapan program tersebut.

Hasil panen ini memperkuat optimisme bahwa penerapan teknologi pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong produksi pangan nasional.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, mengatakan capaian di Sidrap melanjutkan keberhasilan PM-AAS di sejumlah daerah.

“Penerapan pertanian PM-AAS kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional,” kata Fadjry dalam keterangannya, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, program yang sama mencatat hasil ubinan 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kini, produktivitas di Sidrap bahkan lebih tinggi.

Panen perdana dilakukan di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare. Hasil ubinan di lahan seluas satu hektare mencapai 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare.

Lahan tersebut ditanami varietas Inpari 48 pada 30 April 2026 dan dipanen setelah berumur 98 hari. Hasil itu menunjukkan penerapan teknologi budidaya yang dilakukan secara terpadu mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Menurut Fadjry, keberhasilan di Sidrap membuktikan PM-AAS bisa diterapkan di berbagai daerah dengan hasil yang konsisten.

“Capaian di dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PM-AAS mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil yang sama-sama tinggi,” katanya.

PM-AAS menggabungkan berbagai teknologi pertanian dalam satu sistem. Program ini memadukan penggunaan benih unggul sesuai kondisi daerah, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga pendampingan budidaya secara intensif.

Pendekatan itu membuat proses budidaya lebih efisien dan hasil panen meningkat. Program ini juga diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu, tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” jelas Fadjry.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan PM-AAS menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Program ini dikembangkan melalui riset dan uji lapangan selama hampir dua tahun sebelum diterapkan secara lebih luas.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan hasil panen tersebut menunjukkan petani mampu memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik.

“Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah,” kata Syaharuddin.

Ia menjelaskan, sektor pertanian Sidrap tetap bertahan meski sempat menghadapi dampak El Nino. Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak. Saat ini sekitar 50 ribu hektare lahan sudah memasuki masa panen.

Keberhasilan itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidrap. Pemkab menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare.

Pemerintah juga kembali memberikan dukungan pengembangan PM-AAS. Program lanjutan akan mencakup sekitar 10 ribu hektare lahan dengan bantuan benih unggul, pupuk urea, Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga tiga kali tanam dalam setahun.

“Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya,” tegas Syaharuddin.

Keberhasilan di Sidrap menambah daftar daerah yang berhasil meningkatkan produktivitas melalui PM-AAS. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa penerapan teknologi dan pendampingan yang tepat dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat produksi pangan nasional.