Beranda blog Halaman 4

Kementan Siapkan Aturan soal Nilai Ekonomi Karbon Sektor Pertanian

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat implementasi nilai ekonomi karbon (NEK) di sektor pertanian. Aturan di tingkat kementerian saat ini sedang dirumuskan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan regulasi tersebut akan melengkapi aturan yang sedang disusun pemerintah. Aturan itu berkaitan dengan tata kerja NEK dan pengendalian emisi gas rumah kaca.

“Di Kementan, juga sedang menyusun dalam proses Permentan tentang penyelenggaran instrumen NEK dan pengendalian efek gas rumah kaca pada sektor pertanian. Diharapkan dengan dua instrumen tersebut, perdagangan karbon di sektor pertanian segera dapat diimplementasikan dengan baik di Indonesia,” kata Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.

Kementan juga menyiapkan kerangka kerja untuk mempercepat implementasi program tersebut. Kerangka ini mencakup peta jalan nilai ekonomi karbon di sektor pertanian.

Selain itu, Kementan menyusun metodologi untuk menilai kesiapan Indonesia dalam beralih ke varietas padi rendah emisi. Langkah ini dinilai penting untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian.

Sejumlah peta jalan tengah disusun untuk mendukung implementasi NEK. Peta jalan tersebut meliputi Net Zero Emission (NZE) sektor pertanian, Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), Second Nationally Determined Contribution (NDC), serta peta jalan khusus NEK.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Sektor pertanian dinilai memiliki peran penting dalam mencapai target tersebut.

Sudaryono menyebut Kementan sudah memiliki data terkait emisi karbon di sektor pertanian. Perhitungan ini dilakukan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

“Di Kementan ada BRMP atau Litbang yang terletak di Pati yang memang tugasnya menghitung terkait emisi ini. Berapa emisi yang dilepas, berapa yang bisa ini, betul-betul kami bisa menghitung,” ujarnya.

Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan. Pemerintah berharap implementasi NEK bisa berjalan efektif dan memberi manfaat bagi sektor pertanian.[]

Zulfan Awenk Dilantik Jadi Ketua DPD Tani Merdeka Abdya

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik Zulfan Awenk sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pada Sabtu, 11 April 2026.

Pelantikan pengurus berlangsung di aula kantor Bappeda Abdya. Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah dan organisasi.

Safaruddin hadir langsung dalam acara tersebut. Wakil Bupati Zaman Akli serta sejumlah kepala dinas juga ikut menghadiri pelantikan.

Safaruddin meminta Dinas Pertanian memperkuat koordinasi dengan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai organisasi ini menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Dinas pertanian saya minta untuk mempermudah urusan dari Tani Merdeka Indonesia. Bangun komunikasi yang baik. Pemerintah Abdya mendukung penuh kehadiran TMI di Abdya,” kata Safaruddin.

Ia menegaskan sektor pertanian memiliki prospek yang baik. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap petani.

“Kami harapkan Tani Merdeka Indonesia kedepan terus mendorong sektor pertanian Abdya terus membaik, baik itu terkait ketersediaan Alsintan, bibit unggul, pupuk maupun irigasi sehingga dapat meningkatkan hasil panen para petani di Abdya,” sebutnya.

Safaruddin juga meminta pengurus aktif berkoordinasi dengan DPW hingga pusat. Langkah itu dinilai penting untuk mendapatkan dukungan program dan fasilitas pertanian.

“Bagun komunikasi yang baik. Kami yakin dibawah kepemimpinan Zulfan Awenk dan seluruh pengurus sektor pertanian Abdya kedepan akan lebih baik,” katanya.

Zulfan Awenk menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai dukungan dari berbagai pihak menjadi modal awal untuk menjalankan organisasi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah harapan bagi kabupaten Abdya. Terimakasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya,” kata Zulfan Awenk.

Ia mengingatkan pengurus agar bekerja secara profesional. Organisasi diminta tidak dijadikan tempat mencari keuntungan pribadi.

“Tani Merdeka Indonesia adalah mitra pemeintah, mengawal visi-misi Persiden Prabowo dan Pemkab Abdya di sektor pertanian,” ujarnya.

Zulfan menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Ia ingin program pertanian berjalan lebih terarah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita bersinergi dengan pemerintah soal kemajuan pertanian Abdya kedepan. Buktikan bahwa, ada perubahan, ada pergerakan dari 2026-2030 ini,” tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengakses program dari pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan sektor pertanian di Abdya.

“Kita siap menjemput program-program pertanian di pusat untuk kemajuan sektor pertanian di Abdya kedepannya,” katanya.[]

Panen Raya Jagung 100 Hektare di Indrapuri, Cut Muhammad Apresiasi Kinerja Petani Binaan

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Panen raya ini melibatkan dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani. Keduanya berada di Gampong Cot Kareung.

Acara tersebut dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad, unsur TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Kegiatan ini menjadi bukti hasil pembinaan yang dilakukan kepada petani. Produksi jagung dinilai meningkat dan lahan pertanian dimanfaatkan secara optimal.

Cut Muhammad menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dan pendamping di lapangan. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan program pembinaan berjalan efektif.

“DPW Tani Merdeka Indonsia Provinsi Aceh kata Cut Muhammad telah bekerja sama dengan Bulog Wilayah guna menyerap hasil panen padi, jagung milik petani di Aceh,” ujarnya.

Ia menjelaskan kerja sama dengan Bulog bertujuan menjaga stabilitas harga hasil panen. Langkah ini juga memberi kepastian pasar bagi petani.

Menurut Cut Muhammad, peningkatan produktivitas lahan harus diikuti dengan sistem penyerapan hasil panen yang baik. Petani membutuhkan jaminan agar hasil kerja mereka terserap dengan harga yang layak.

Panen raya ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Produksi jagung yang meningkat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung program nasional.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi antara petani, pemerintah daerah, dan organisasi Tani Merdeka Indonesia. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pertanian di Aceh Besar.

Petani berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Dukungan dari pemerintah dan organisasi dinilai sangat membantu dalam meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan mereka.

Halal Bihalal di Sepatan Timur, Don Muzakir: Bantuan Alsintan Bukti Dukungan Pemerintah ke Petani

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur menggelar acara halal bihalal yang dirangkai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 9 April 2026.

Acara ini sekaligus menjadi momen memperkuat silaturahmi antara pemerintah, petani, dan berbagai unsur masyarakat. Bantuan yang diserahkan berupa tiga unit traktor dari Presiden Prabowo Subianto kepada kelompok tani Desa Gempol Sari. Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, unsur Forkopimcam, prngurus DPW, dan DPD Tani Merdeka Indonesia, organisasi kepemudaan, PGRI, kepala desa, BPD, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku UMKM.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, mengatakan bantuan alsintan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Dengan luasnya lahan dan target swasembada pangan, pemerintah mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

Ia juga optimistis sektor pertanian di Kabupaten Tangerang akan semakin berkembang.

Sementara itu Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian acara halal bihalal yang digelar pemerintah kecamatan.

“Bantuan tiga unit traktor dari bapak Presiden Prabowo Subianto melalui DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang diberikan untuk kelompok tani Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan produksi pertanian di wilayah Sepatan Timur.

“Program ketahanan pangan dari bapak Presiden sudah mulai dijalankan oleh kelompok tani di Desa Gempol Sari,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa alsintan sangat dibutuhkan petani untuk mendukung aktivitas pertanian sehari-hari.

Di sisi lain, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Kurniawan DJ, mengatakan penyaluran tiga unit traktor ini menjadi bukti nyata program pemerintah sampai ke masyarakat bawah.

“Ini bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi, tapi untuk masyarakat. Kami akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan petani,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan alsintan ini sejalan dengan program Presiden dalam mendorong modernisasi pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.[]

Panen Jagung 100 Hektare di Aceh Besar, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Solusi Nyata

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare, Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Acara panen dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, pejabat TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Panen raya ini digerakkan dua kelompok tani binaan, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani di Gampong Cot Kareung.

Bupati Syeh Muharram menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembinaan yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai capaian ini mampu mendorong produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi tani mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan sentra jagung di Aceh Besar.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia terus menjadi penghubung antara petani dan pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan serta kendala di lapangan.

Panen raya ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk meningkatkan produktivitas. Jagung disebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa memperkuat upaya swasembada pangan nasional.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Tgk Bahagia, menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sebagai pembina, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum Don Muzakir, serta jajaran DPW Tani Merdeka Aceh aktif melakukan pendampingan di lapangan.

Menurut Tgk Bahagia, program budidaya jagung yang dijalankan merupakan langkah strategis membangun kemandirian ekonomi petani. Kebijakan pemerintah terkait penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram memberi kepastian pasar.

“Program ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memiliki kepastian harga dan keberlanjutan usaha,” ungkapnya.

Suasana panen raya berlangsung meriah. Petani bersama aparat desa ikut turun ke lahan, menyaksikan hasil kerja keras mereka. Panen ini menjadi harapan baru bagi petani Aceh Besar untuk terus maju dengan dukungan organisasi dan pemerintah.[]

Tani Merdeka Aceh Gandeng Bulog, Petani Tak Lagi Khawatir Panen

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mengajak bersinergi dengan Perum Bulog Kanwil Aceh untuk menyerap hasil panen petani, terutama padi dan jagung.

Pertemuan berlangsung di kantor Bulog Kanwil Aceh, pada Selasa, 7 April 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, bertemu langsung dengan Kepala Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika. Suasana pertemuan berlangsung akrab menjelang panen raya jagung di Indrapuri, Aceh Besar, seluas 100 hektar.

Cut Muhammad mengatakan kerja sama ini sangat penting, agar hasil panen petani tidak menumpuk di gudang atau jatuh ke tengkulak dengan harga rendah.

Menurutnya Bulog punya peran besar dalam menjaga harga tetap stabil.

“Petani butuh kepastian. Kalau hasil panen bisa langsung diserap Bulog, mereka tidak lagi khawatir soal harga,” ujarnya.

Sementara itu Budi Sultika menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan Bulog siap mendukung penyerapan hasil panen petani Aceh.

Menurutnya, kolaborasi dengan Tani Merdeka Indonesia akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga pasokan nasional.

“Bulog selalu terbuka untuk kerja sama. Kita ingin hasil panen petani Aceh bisa terserap maksimal,” kata Budi.

Sinergi antara Tani Merdeka dan Bulog di Aceh diharapkan mampu mengurangi praktik tengkulak yang sering merugikan petani. Dengan adanya kepastian penyerapan, petani bisa lebih fokus meningkatkan kualitas produksi.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Indonesia Pekalongan, Don Muzakir Ingatkan Pentingnya Administrasi Organisasi

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan merapikan administrasi dan membenahi tata kelola organisasi sangat penting. Ia ingin memastikan pasukan Iani Merdeka Indonesia tetap solid dan terorganisir dalam menghadapi dinamika pertanian di daerah.

“Kita harus hadir di titik nadi petani. Tani Merdeka bukan sekadar nama, tapi harus menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan petani dan kelompok tani di setiap desa,” ujar Don Muzakir.

Hal tersebut diungkapkan pada Konsolidasi Organisasi se-Karesidenan Pekalongan, Jawa Tengah. Pertemuan itu melibatkan pengurus dari Kota/Kabupaten Pekalongan, Tegal, Brebes, Pemalang, dan Batang. Ketua, sekretaris dan bendahara Tani Merdeka Indonesia dari lima wilayah itu berkumpul untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput.

Konsolidasi menjadi ruang menyerap aspirasi pengurus daerah mengenai kendala yang dihadapi petani. Don Muzakir meminta jajaran pengurus untuk saling menguatkan, menjaga marwah organisasi, dan terus bergerak mengawal program Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memakmurkan petani serta mencapai kedaulatan pangan.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendampingi petani agar program pemerintah pusat terserap tepat sasaran. Dengan penguatan struktur di Karesidenan Pekalongan, Tani Merdeka Indonesia diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan kesejahteraan petani melalui kebijakan dan bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan di sawah dan ladang.

Don Muzakir juga menyinggung tantangan iklim dan fluktuasi harga pangan. Ia menekankan kesiapan organisasi menghadapi situasi darurat agar petani tetap terlindungi.[]

Ulu-Ulu Vak Pemalang, Don Muzakir: Penopang Swasembada di Akar Rumput

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Halal Bi Halal Keluarga Besar Perkumpulan Ulu-Ulu Vak Laskar Banyu Aji Kabupaten Pemalang menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi peran pengatur air tradisional.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, hadir langsung dan menekankan pentingnya peran Ulu-Ulu Vak dalam menjaga kedaulatan pangan.

Ia menilai organisasi ini paling solid dibanding komunitas pengairan lain yang pernah ia temui.

“Saya sudah berkeliling hampir 95% wilayah Indonesia, dari Papua hingga Sulawesi, namun belum pernah menemui komunitas pengairan sesolid Ulu-Ulu Vak di Pemalang. Ini adalah perjuangan luar biasa yang dilakukan dengan penuh amanah di saat orang lain tertidur,” kata Don Muzakir.

Peran Ulu-Ulu Vak disebut krusial dalam memastikan distribusi air merata ke sawah petani. Mereka bekerja di tengah malam, menghadapi risiko cuaca ekstrem, demi keberhasilan panen. Dukungan mereka sejak 2024 juga disebut berkontribusi pada pencapaian swasembada beras 3,7 juta ton. Pemerintah kini menargetkan panen 5 juta ton.

Don Muzakir mengingatkan ancaman fenomena Godzilla El Nino bisa mengganggu pasokan air.

“Tugas kita menjadi sangat krusial dalam memastikan target 5 juta ton tercapai melalui perairan yang cukup di tengah ancaman kekeringan,” tegasnya.

Ia meminta pengurus menyiapkan konsep kerja konkret untuk diperjuangkan ke Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal SDA.

Don Muzakir mengajak anggota menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Ia juga meminta masyarakat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi desa-desa.

“Mari kita tingkatkan kinerja dengan penuh tanggung jawab dan hindari fitnah serta hoaks. Kita harus bersatu padu membangun Indonesia yang lebih baik bersama Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan petani yang sukses dan sejahtera,” ujarnya.[]

Gejolak di Selat Hormuz, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Urea Aman

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk urea nasional tetap aman meski konflik di Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan jalur energi dan perdagangan pupuk dunia memang terdampak, namun Indonesia tidak terpengaruh.

“Insya Allah untuk Indonesia aman karena ureanya diproduksi dalam negeri. Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilisator atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia,” kata Rahmad dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia melewati Selat Hormuz dengan volume 4 juta ton per bulan. Dari jumlah itu, 1,5 juta ton berupa urea, 1,5 juta ton sulfur, dan 1 juta ton lainnya terdiri dari pupuk lain termasuk metanol.

Indonesia dinilai aman karena kapasitas produksi urea dalam negeri cukup tinggi. Pupuk Indonesia mencatat kapasitas operasional mencapai 8,8 juta ton dari total terpasang 9,4 juta ton, meski sebagian fasilitas produksi sudah berusia tua.

Rahmad mengatakan harga urea global melonjak tajam.

“Harga urea global tercatat mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya sekitar 400 dolar Amerika Serikat (AS) per ton menjadi 800 dolar AS per ton atau meningkat dua kali lipat akibat dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.

Meski harga dunia naik, Indonesia tidak mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan pupuk urea karena produksi dilakukan di dalam negeri. Untuk pupuk lain seperti fosfat dan potas, potensi gangguan lebih pada pengiriman. Produsen global memastikan produksi tetap berjalan.

“Kembali lagi kami tegaskan khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu (di Selat) Hormuz,” kata Rahmad.

“Kemungkinan yang lain-lain paling kalaupun terpengaruh karena faktor freight, tetapi kami baru saja pulang dari konferensi pupuk (di Bali) dan hadir banyak sekali supplier-supplier fosfat dan potas, semuanya meyakinkan tidak terjadi gangguan produksi di daerah-daerahnya,” tambahnya.

Pupuk Indonesia juga memastikan kebutuhan pupuk urea, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terpenuhi. Harga eceran tertinggi turun 20 persen dan tidak ada rencana kenaikan kembali.

Pasokan pupuk yang terjaga diharapkan mendukung musim tanam dan menjaga stabilitas produksi pangan nasional.[]

Alsintan Menumpuk di Rumah Dinas Bupati Sumba Barat, Petani Minta Segera Disalurkan

0

TANIMERDEKA – Video alat dan mesin pertanian (alsintan) menumpuk di halaman rumah dinas Bupati Sumba Barat viral di media sosial. Video itu diunggah Stepanus Ummbu Pati melalui akun Facebook dan memicu pertanyaan publik.

Dalam video, sejumlah awak media menanyakan langsung ke Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla. “Itu baru sampai, siapapun bisa dipakai, tapi ada mekanismenya,” kata Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menilai alsintan bantuan Kementerian Pertanian seharusnya diserahkan ke kelompok tani sesuai usulan.

“Alsintan bantuan kementerian pertanian itu berdasarkan usulan kelompok tani, harusnya itu diserahkan ke kelompok tani,” ujarnya.

Kristina menambahkan, lokasi penyimpanan juga tidak tepat.

“Selain itu alsintan diparkir di Gudang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat, bukan di rumah dinas bupati,” katanya.

Tercatat beberapa unit alsintan yang masih diparkir di halaman rumah dinas bupati.

Diantaranya traktor roda empat, rotary, combine ukuran besar, dan combine kecil.

Dalam video itu terlihat alsintan dengan beragam merek dan warna, itu bantuan Kementerian Pertanian tahun 2025-2026.

Kristina menegaskan agar distribusi dilakukan sesuai aturan dan transparan. “Ini harus disalurkan kepada kelompok tani yang mengusulkan ke kementerian pertanian. Jangan salah digunakan, dan sampaikan ini diperjualbelikan. Ini hak milik kelompok tani yang sudah mengusulkan ke kementerian pertanian melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan setempat,” ucapnya.

Alsintan yang diparkir di rumah dinas bupati menjadi perhatian publik dan petani. Mereka berharap alat segera disalurkan agar bisa dipakai untuk mendukung musim tanam yang sedang berjalan.[]