Beranda blog Halaman 4

Swarm Drone Jadi Solusi Pemantauan Pertanian Presisi

0

TANIMERDEKA – Perkembangan teknologi drone dan Artificial Intelligence membuka peluang baru dalam penerapan pertanian presisi. Inovasi ini memungkinkan proses pemantauan tanaman dilakukan lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Dua dosen Program Studi Ilmu Komputer pada Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Karlisa Priandana dan Medria Kusuma Dewi Hardhienata, mengembangkan teknologi swarm drone untuk mendukung sistem pertanian cerdas.

Pengembangan teknologi swarm drone tersebut diarahkan untuk mendukung sistem indoor farming atau pertanian dalam ruangan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pemantauan tanaman sekaligus membantu pengelolaan pertanian berbasis teknologi.

Teknologi swarm drone merupakan sekumpulan drone kecil yang dirancang bekerja secara terkoordinasi. Sistem ini meniru cara kerja kelompok serangga yang bergerak bersama untuk menjalankan satu tujuan.

“Swarm drone ini awalnya kami kembangkan untuk membantu pelaksanaan pemantauan atau surveillance untuk indoor farming. Swarm drone dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang mampu bekerja secara koordinatif layaknya segerombolan lebah,” kata Karlisa melalui keterangan tertulis, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Konsep indoor farming sendiri merupakan teknik budi daya tanaman yang tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca. Seluruh faktor lingkungan seperti suhu, cahaya, dan kelembapan dapat diatur secara terkontrol melalui sistem teknologi.

Pengelolaan pertanian dalam ruangan membutuhkan pemantauan tanaman secara berkelanjutan. Kondisi tanaman harus dipantau untuk memastikan pertumbuhan berjalan optimal.

Sistem pemantauan selama ini biasanya menggunakan kamera atau sensor statis. Perangkat tersebut dipasang di beberapa titik untuk memantau kondisi tanaman.

Keterbatasan perangkat statis menjadi salah satu tantangan dalam sistem tersebut. Kamera atau sensor dapat mengalami gangguan teknis sehingga pemantauan tidak berjalan maksimal.

“Swarm drone digunakan untuk meng-cover atau menjadi backup ketika sensor statis mengalami gangguan sehingga pemantauan tetap berjalan,” katanya.

Karlisa menjelaskan setiap drone dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan. Perangkat tersebut terhubung dengan sistem Internet of Things sehingga mampu mengumpulkan data kondisi tanaman secara menyeluruh.

Drone kemudian mengirimkan berbagai data terkait tanaman, mulai dari kondisi daun, tingkat kesehatan tanaman, hingga perubahan lingkungan di sekitar area tanam.

Sementara itu, Medria Kusuma Dewi Hardhienata menjelaskan seluruh data lapangan dikirimkan secara langsung ke komputer pusat. Sistem tersebut memungkinkan proses analisis dilakukan secara real-time dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.

“Hasil analisis ini membantu petani atau operator mengambil keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas dan kualitas tanaman dapat meningkat,” ujarnya.

Drone dalam sistem ini juga berfungsi mengambil citra berbagai jenis tanaman. Citra tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma cerdas untuk mengenali jenis tanaman secara otomatis.

Teknologi komunikasi berbasis AI memungkinkan drone saling berinteraksi dalam satu sistem. Setiap drone dapat menyesuaikan posisi, mengatur formasi terbang, serta menghindari tabrakan saat beroperasi.

Kemampuan tersebut menjadi penting terutama dalam ruang indoor farming yang relatif sempit. Sistem navigasi berbasis AI membuat drone tetap dapat bekerja secara efisien meski ruang geraknya terbatas.

Pengembangan teknologi swarm drone ini juga membuka peluang baru dalam modernisasi sektor pertanian. Integrasi drone, sensor lingkungan, dan sistem analisis data dinilai mampu mendukung praktik pertanian yang lebih presisi.

“Ke depan, teknologi swarm drone diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data,” ujarnya.

Kanada Minat Investasi di Jawa Tengah, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton.

TANIMERDEKA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan Pemerintah Kanada menunjukkan minat berinvestasi di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton di Semarang, pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Realisasi investasi di Jateng tahun lalu (2025) sekitar Rp88,6 triliun. Kanada baru di urutan ke 40-an negara sumber investasi. Makanya, saya ingin Kanada meningkatkan investasi di sektor lain dan dapat membantu memajukan Jateng,” ujar Luthfi dalam siaran pers.

Data mencatat pada periode 2021–2025, Kanada menempati peringkat ke-49 sebagai negara sumber investasi di Jateng dengan total Rp4,35 miliar.

Sektor unggulan mencakup industri kimia dan farmasi (52 persen), perdagangan dan reparasi (25 persen), hotel dan restoran (1 persen), serta industri lainnya (22 persen).

Luthfi menawarkan peluang investasi di sektor pertanian dan kesehatan. Pada 2026, Pemprov Jateng memprioritaskan program penguatan ketahanan pangan untuk mendukung swasembada nasional.

Menanggapi tawaran tersebut, Duta Besar Kanada Jess Dutton membenarkan ketertarikan negaranya.

“Hubungan Kanada dan Indonesia sudah terjalin baik selama ini. Pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto juga menandatangani kerja sama perdagangan yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara pada 2026. Karenanya, Kanada siap menjadi partner kerja sama,” kata Jess.

Menurut Jess, Jawa Tengah dinilai strategis. Ia memahami sektor pertanian menjadi penopang penting perekonomian provinsi tersebut.

“Sebenarnya, kami memiliki program di Jateng yang (dapat) membantu petani skala kecil untuk memastikan pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahan mereka benar-benar digunakan secara lebih efisien,” ucapnya.

Jess menambahkan Kanada memiliki sumber bahan baku pupuk terbaik serta teknologi pertanian yang berkembang pesat. Ia berharap kontribusi Kanada dapat memperluas pengembangan sektor pertanian di Jateng.

Selain pertanian, Jess menyoroti peluang kerja sama di bidang kesehatan. Kanada disebut memiliki teknologi kesehatan canggih.

“Kerja sama bidang kesehatan dapat mencakup pengembangan teknologi kesehatan, program pertukaran maupun pendidikan dokter, serta pemanfaatan teknologi pengobatan berbasis robotik,” katanya.

Jess menegaskan universitas di Kanada siap menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat hubungan kedua negara melalui investasi di sektor strategis.

Harga Cabai Rawit Terjangkau, Pasokan Aman Jelang Lebaran

0

TANIMERDEKA – Pergerakan harga cabai rawit merah di sejumlah daerah menunjukkan tren penurunan pada pekan kedua Ramadan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pedagang di Pasar Moulo Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Wanda, warga yang berbelanja di pasar tersebut, mengaku harga cabai rawit merah kini jauh lebih terjangkau.

“Saya hari ini belanja bawang, tomat, rica (cabai). Rica saya beli 30 ribu setengah kilo. Menurut saya harga murah, sudah turun harganya dari sebelum puasa. Menjelang puasa harga rica cabai rawit merah 50 ribu setengah kilo. Sekarang turun 30 ribu setengah kilo,” ujarnya, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Penurunan harga juga dibenarkan Madani, pedagang di Pasar Moulo Kwandang. Ia menyebutkan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, turun signifikan dari sebelumnya Rp80 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah terjangkau, bawang putih sekilo 40 ribu, bawang merah 40 ribu per kilo, cabai rawit merah 50 ribu per kg, ini sudah turun, kemarin sampai 80 ribu per kg. Untuk stok, sekarang kalau untuk lebaran alhamdulillah aman stoknya, tersedia, sampai hari raya Idulfitri,” tuturnya.

Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat harga rata-rata cabai rawit merah nasional sepekan terakhir turun 4,95 persen, dari Rp77.937 per kg pada 24 Februari 2026 menjadi Rp74.082 per kg pada 3 Maret 2026. Di Provinsi Gorontalo, penurunan mencapai 3,63 persen, dari Rp55.917 per kg menjadi Rp53.889 per kg.

Penurunan harga ini menjadi indikasi membaiknya pasokan di tingkat pasar. Ketersediaan stok yang cukup hingga Idulfitri memberi rasa tenang bagi konsumen maupun pedagang.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan ketersediaan pangan pokok menjelang Lebaran 2026 dalam kondisi aman.

“Insyaallah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus untuk komoditas utama. Beras kita sangat cukup, jagung cukup, gula konsumsi cukup, cabai cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Amran yang juga Menteri Pertanian menambahkan pengawasan intensif terus dilakukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum puasa dan Lebaran.

“Ini kami pantau harian. Jadi, stok ada, produksi jalan, distribusi kita kawal. Target kita sederhana, Lebaran tenang, harga stabil, masyarakat tersenyum,” pungkasnya.[]

Mentan Amran: Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Tak Lagi “Berteiak”

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tidak ada lagi keluhan petani setelah kebijakan penyesuaian harga pupuk subsidi turun 20 persen. Kebijakan ini disebut mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus keberlanjutan swasembada pangan nasional.

“Sekarang petani mana ada ‘berteriak’? Enggak ada!,” kata Mentan Amran saat dikonfirmasi mengenai perkembangan pupuk subsidi di sela kegiatan pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak positif. Keluhan petani terkait pupuk semakin berkurang. Pemerintah menyelesaikan persoalan distribusi secara bertahap.

“Dan (memang masalah pertanian) tidak bisa selesai sekaligus,” tegasnya.

Amran menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi tetap berlanjut.

“Masih lanjut lah. Itulah hebatnya Presiden kita (Prabowo Subianto), pemerintahan sekarang. Volume pupuk dipenuhi, kemudian harga turun 20 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan pemerintah tidak hanya menurunkan harga, tetapi juga menjamin ketersediaan volume pupuk subsidi agar kebutuhan petani terpenuhi. Musim tanam di sentra produksi tidak boleh terganggu.

Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/Kpts./SR.310/M/09/2025.

Amran menegaskan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo.

“Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada kebocoran,” ujarnya.

Ia mangatakan langkah konkret sudah dilakukan, mulai dari revitalisasi industri, pemangkasan rantai distribusi, hingga penurunan harga tanpa menambah subsidi dari APBN.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton senilai Rp46,87 triliun. Dari jumlah itu, alokasi untuk sektor pertanian ditetapkan 9,55 juta ton, sama dengan volume tahun 2025.

Rincian alokasi mencakup 4,42 juta ton Urea dan 4,47 juta ton NPK, serta dukungan untuk komoditas khusus seperti NPK Kakao, ZA, dan pupuk organik.

Kementerian Pertanian menyebut sembilan komoditas pangan pokok strategis saat ini telah mencapai swasembada.

Komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.[]

Mentan Amran: MBG Jadi Penopang Stabilitas Harga Telur

0
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar agenda sosial. Skema ini disebut menjadi penopang stabilitas harga komoditas pangan, khususnya telur ayam ras.

Ia menegaskan keberadaan MBG memberi pemerintah mekanisme serapan ketika harga melemah di pasar. Dengan begitu, gejolak harga bisa ditekan tanpa merugikan peternak.

“Kan kini sekarang ada MBG. Ini yang Alhamdulillah luar biasa MBG, MBG ini membuat harga telur stabil. Kenapa ada MBG. Kalau harga turun, MBG yang menyerap. Kemudian swasta mengekspor. Indahnya kalau kita kolaborasi,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, pola tersebut membentuk pembagian peran antara peternak rakyat dan perusahaan besar. Produksi peternak rakyat diserap untuk kebutuhan MBG, sementara perusahaan diarahkan memperluas pasar ekspor agar kelebihan pasokan tetap tersalurkan.

“Kita libatkan semua pihak. Peternak rakyat mengisi MBG. Kemudian ini (perusahaan) mengisi ekspor. Cantik nggak? Inilah hasil dari hilirisasi,” ujarnya.

Amran menilai MBG memberi efek ganda terhadap pergerakan ekonomi daerah. Permintaan bahan pangan meningkat, termasuk komoditas hortikultura yang kerap anjlok saat panen raya.

“MBG itu adalah dia multiplier effect-nya menggerakkan ekonomi di masyarakat. Harga sayur naik, kemudian harga tomat naik, yang biasa jatuh dengan harga rendah. MBG adalah solusi permanen untuk ekonomi rakyat,” ucapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga telur ayam ras nasional pada pekan keempat Februari 2026 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp30.000 per kilogram.

Secara nasional, harga tercatat Rp32.006 per kg. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur bertambah menjadi 131 wilayah, dari sebelumnya 105 wilayah. Harga tertinggi tercatat Rp100.000 per kg, sedangkan harga terendah Rp25.000 per kg.

Meski demikian, secara bulanan harga telur ayam ras turun 0,85 persen dibandingkan Januari 2026. Sebanyak 43,33 persen wilayah Indonesia justru mengalami penurunan harga pada periode tersebut.

Kondisi serupa terlihat pada daging ayam ras. Rata-rata harga nasional pada pekan keempat Februari 2026 mencapai Rp41.013 per kg, berada di atas HAP Rp40.000 per kg. Angka ini naik 2,21 persen dibandingkan Januari 2026.

Harga tertinggi daging ayam ras tercatat Rp100.000 per kg, sedangkan harga terendah Rp25.000 per kg. Sebanyak 58,06 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga. Jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan meningkat menjadi 209 wilayah, dari 198 wilayah pada pekan sebelumnya.[]

Tani Merdeka Indonesia Nilai Kritik MBG Tidak Berdasar

0
Wilfridus Yons Ebit Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Wilfridus Yons Ebit Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menilai sebagian besar kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berdasar. Kritik disebut cenderung menyesatkan karena anggaran pendidikan tetap terjaga.

Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, mengatakan anggaran pendidikan dalam APBN 2026 sebesar Rp769 triliun itu sesuai amanat konstitusi 20 persen.

Dari jumlah itu, pria yang akrab disapa Ebit menyebutkan, Rp223 triliun dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional (BGN).

“Coba dibaca dengan utuh, tidak ada anggaran pendidikan dalam APBN 2026 yang dikurangi, justru anggaran pendidikan mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya, pada Senin, 2 Maret 2026.

Ia menegaskan pos-pos strategis tetap berjalan. Dana transfer ke daerah, alokasi kementerian teknis pendidikan, tunjangan guru, hingga dukungan infrastruktur pendidikan tidak terganggu.

“Tahun 2024 total anggaran pendidikan melalui kementerian terkait hanya Rp91 triliun, pada tahun 2026 naik menjadi Rp119,5 triliun. Disini jelas terlihat bagaimana komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Ebit.

Ia menambahkan anggaran tunjangan guru ASN daerah naik dari Rp70 triliun menjadi Rp74,7 triliun. Anggaran revitalisasi sekolah juga bertambah dari Rp21,24 triliun pada 2024 menjadi Rp23,06 triliun di 2026.

Menurut Ebit, kebijakan pendidikan Presiden Prabowo memiliki cakupan luas. Kuota beasiswa LPDP ditambah. Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat dikembangkan agar menjangkau lebih banyak anak dari keluarga miskin dan rentan.

“Semua kebijakan ini menunjukan keberpihakan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” katanya.

Ia menegaskan program MBG perlu dilihat sebagai upaya pemerataan keadilan sosial. Pemenuhan gizi peserta didik menjadi fondasi penting bagi kualitas generasi masa depan.

“Pemenuhan gizi adalah fondasi penting bagi kualitas generasi masa depan,” pungkasnya.[]

Program MBG Jadi Pasar Tetap, Petani Karanganyar Rasakan Dampak

0

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa perubahan nyata bagi petani di Karanganyar. Hasil panen yang sebelumnya bergantung pada fluktuasi harga pasar kini memiliki pembeli tetap. Anak-anak sekolah mendapat asupan bergizi setiap hari.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menilai program MBG sangat strategis.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani. Petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” ujar Wawan Pramono yang juga anggota DPRD Karanganyar itu saat berbincang di Gedung Dewan, pada Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut Wawan, dampak ekonomi mulai terasa di desa. Perputaran ekonomi bergerak seiring stabilnya penyerapan hasil panen. Petani semakin bersemangat meningkatkan produksi.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” tegasnya.

Ia menekankan keberlanjutan program menjadi faktor kunci.

“Program ini harus terus diperkuat. Keberlanjutan sangat penting agar petani tetap semangat menanam dan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi,” ucapnya.

Tani Merdeka Indonesia mendukung langkah Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi. Ketersediaan hasil pertanian berkualitas menjadi penentu kelancaran pasokan bahan pangan untuk MBG. Wawan juga menekankan pentingnya evaluasi berkala.

“Jika masih ada kekurangan, segera diperbaiki. Pengawasan dan distribusi harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” katanya.

Di sejumlah kabupaten, produksi hortikultura meningkat tajam seiring melonjaknya permintaan dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Petani mulai menyesuaikan pola tanam dengan permintaan, khususnya komoditas sayuran. Seluruh hasil panen terserap. Kepastian pasar membuat petani berani menanam dalam skala lebih besar.

Petani asal Tawangmangu, Lartono Wisnu Hanggono, kini menjalin kerja sama dengan Yayasan Bali Ndeso Berbakti, pengelola program MBG di Karanganyar. Ia memasok sayuran untuk kebutuhan MBG.

“Dulu kami jual ke pasar semampunya. Bawa dua kuintal pun belum tentu habis, bahkan kadang sampai besok pagi masih tersisa. Sekarang dengan MBG, jumlahnya jelas, ada pesanan harian, dan dibayar,” ujarnya.

Lartono menyebutkan sistem kerja sama ini memberi kepastian pasar sekaligus harga yang lebih layak.

“Yang paling terasa itu jaminan pasar dan jaminan pembayaran. Petani itu sering ‘kena prank’, sudah kirim barang tapi pembayarannya molor. Di sini tidak,” katanya.

Ia mencontohkan harga selada air di tingkat tengkulak biasanya hanya Rp2.000–Rp3.000 per ikat. Melalui kerja sama MBG, harga yang diterima petani lebih tinggi karena mengikuti standar kualitas.

Rantai distribusi lebih pendek, langsung ke dapur MBG, sehingga selisih harga dapat dinikmati petani.

Program MBG tidak hanya memberi gizi bagi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa. Kepastian pasar membuat petani lebih percaya diri, sementara anak-anak sekolah mendapat asupan bergizi setiap hari.[]

Reformasi Pertanian dan Hilirisasi Jadi Kunci Kedaulatan Pangan

0
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi
Amran Sulaiman Menteri Pertanian Andi

TANIMERDEKA – Visi besar Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan kini bertumpu pada reformasi sistem dan penguatan hilirisasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kepemimpinan yang berani membongkar regulasi usang menjadi fondasi utama bagi kemandirian bangsa.

Mentan Amran memaparkan keberhasilan deregulasi 145 aturan pupuk bersubsidi. Kebijakan ini membuat sistem lebih efisien dan transparan. Transformasi tersebut memangkas biaya hingga 20 persen dan meningkatkan pasokan sebanyak 700 ribu ton tanpa membebani anggaran negara.

Namun, reformasi di hulu saja tidak cukup. Masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada hilirisasi komoditas.

Mentan Amran menyoroti potensi kelapa yang nilainya diprediksi mencapai Rp5.000 triliun seiring tren konsumsi dunia bergeser ke susu nabati.

Hal serupa terlihat pada gambir dan CPO. Indonesia memegang kendali atas sebagian besar pasokan global. Dengan berhenti mengekspor bahan mentah dan fokus pada pengolahan dalam negeri, nilai tambah diproyeksikan mencapai belasan ribu triliun rupiah.

Semangat transformasi nasional diterjemahkan ke target konkret di daerah. Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menargetkan surplus beras 2026 naik 10 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, menekankan kerja berbasis data dan perlindungan petani sebagai harga mati. Strategi diarahkan pada optimalisasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta penguatan manajemen irigasi.

Surplus beras 120 ribu ton pada 2025 diyakini dapat ditingkatkan. Wahyu menegaskan komitmen ketahanan pangan tidak boleh melemah meski terjadi pergantian jabatan struktural. Wilayah timur Indonesia juga mulai menunjukkan peran melalui strategi swasembada berbasis kearifan lokal.

Pemerintah Provinsi Maluku mendorong hilirisasi komoditas unggulan kepulauan seperti sagu, ubi kayu, dan sukun. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan kemandirian bangsa tidak boleh terpaku pada beras.

“Dengan luas lahan sagu yang mencapai puluhan ribu hektare di Seram Bagian Timur, Maluku optimistis mampu menjadikan sagu sebagai komoditas industri melalui dukungan infrastruktur pengolahan yang kini tengah diperjuangkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional,” katanya.

Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian 2026 di Ambon juga memetakan kembali kejayaan historis Maluku melalui pala dan cengkih. Pada 2026, Maluku akan memperoleh alokasi hilirisasi besar untuk kelapa dalam dan pala melalui kolaborasi dengan PTPN I Regional VIII.

Selain itu, pengembangan peternakan ayam terintegrasi disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Pasokan pangan lokal diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di pelosok kepulauan.

Sinergi antara kebijakan pusat yang berani melakukan deregulasi dengan determinasi daerah dalam mengawal produksi dan hilirisasi menjadi kunci menuju Indonesia Emas.

Dari pemangkasan aturan pupuk, target surplus beras di Kuningan, hingga hilirisasi sagu di Maluku, seluruh langkah bermuara pada satu tujuan: memastikan kedaulatan pangan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan petani di seluruh pelosok nusantara.[]

Program MBG Jadi Pasar Tetap, Petani Tangerang Rasakan Dampak

0

TANIMERDEKA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membawa angin segar bagi petani di berbagai daerah. Sejak program ini berjalan, para petani merasakan perubahan nyata.

Hasil panen petani tidak lagi bergantung pada naik turunnya harga di pasar. Dapur MBG hadir sebagai pembeli tetap yang menyerap hasil pertanian secara rutin dan terencana.

Kondisi ini membuat petani mulai kembali bergairah. Jika sebelumnya mereka cemas saat panen tiba karena khawatir harga jatuh atau barang tidak terserap, kini ada kepastian pasar.

Sayur-mayur, beras, telur, hingga hasil hortikultura lainnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Anak-anak sekolah mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang serta konsentrasi belajar. Di sisi lain, petani memperoleh kepastian bahwa hasil tanam mereka dibutuhkan dan menjadi bagian penting dari program pemerintah.

Perputaran ekonomi desa pun mulai terasa bergerak. Ketika hasil panen terserap secara stabil, pendapatan petani meningkat. Aktivitas produksi kembali bergeliat.

Petani berani menanam lebih banyak karena ada kepastian pembeli. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Pedagang, pengangkut, hingga pelaku usaha kecil di sekitar desa ikut merasakan dampaknya. Rantai ekonomi dari hulu ke hilir menjadi lebih hidup.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Angga Rensa H, menilai program MBG sangat strategis. Ia menyebutkan, program ini bukan hanya memberikan makan bergizi gratis kepada siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di desa-desa.

“Program MBG sangat baik karena mampu menyerap banyak hasil panen petani, dan petani tidak lagi bingung mencari pasar. Hasil tanam mereka jelas dibutuhkan dan terserap,” kata Angga Rensa H, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Angga, dampak ekonomi dari program ini terasa langsung. Petani mulai kembali semangat mengolah lahan. Kepercayaan diri mereka tumbuh karena ada kepastian permintaan. Roda ekonomi desa berputar lebih cepat. Produksi meningkat, distribusi berjalan lancar, dan konsumsi masyarakat ikut terdorong.

“Ketika hasil panen terserap dengan baik, pendapatan petani meningkat. Roda ekonomi desa ikut bergerak. Produksi, distribusi, sampai konsumsi menjadi lebih hidup,” tegasnya.

Program MBG dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup untuk belajar dengan optimal.

Petani memperoleh jaminan pasar yang lebih stabil. Desa tidak lagi hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga bagian penting dari ekosistem program nasional.[]

MBG Bangun Generasi, Tumbuhkan Ekonomi Petani

0
Ilustrasi. tanimerdeka.com
Ilustrasi. tanimerdeka.com

Bangsa besar bukan hanya diukur dari banyaknya sekolah berdiri. Bangsa yang kuat dinilai dari bagaimana anak-anaknya tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar.

Masih ada anak datang ke kelas dengan perut kosong. Masih ada yang menahan lapar sampai jam pulang. Masih ada yang tidak bisa berkonsentrasi karena kurang gizi. Kondisi ini melemahkan kualitas generasi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo hadir menjawab persoalan itu. Anak yang mendapat asupan gizi cukup lebih siap menerima pelajaran, lebih tahan menghadapi aktivitas, dan lebih bersemangat.

Manfaat MBG tidak berhenti di ruang kelas. Dapur bergerak, tenaga kerja terserap, petani dan peternak punya pasar yang jelas, UMKM pangan ikut hidup. Perputaran ekonomi terjadi dari desa ke kota.

Di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, produksi pertanian meningkat tajam sejak MBG berjalan. Permintaan hortikultura melonjak, terutama dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lonjakan permintaan itu membuat sejumlah petani kewalahan, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hasil panen terserap baik. Pengalaman itu mendorong petani memperluas jenis hortikultura. Kepastian pasar membuat mereka berani meningkatkan produksi. Dampak ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya soal gizi anak sekolah, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

Ada yang menilai MBG membebani anggaran pendidikan. Pandangan itu keliru. Sekolah tetap gratis, anggaran pendidikan tetap berjalan. MBG justru menambah perlindungan gizi agar anak belajar dengan kondisi terbaik.

Kalau ada yang bilang program ini tidak penting, lihat fakta di lapangan. Anak yang lapar sulit fokus. Anak yang kenyang lebih siap belajar. Itu bukan teori, itu kenyataan sehari-hari.

Program besar selalu butuh penyempurnaan. MBG harus diawasi agar makanan sampai ke anak yang berhak. Menu harus sesuai kebutuhan gizi, bukan sekadar mengenyangkan. Pemerintah daerah perlu melibatkan petani lokal agar bahan pangan berasal dari desa sendiri.

Transparansi anggaran penting, begitu juga evaluasi rutin. Dengan begitu, program berjalan bersih dan tepat sasaran.

Bangsa besar lahir dari keputusan berani. MBG adalah langkah berani. Anak-anak tidak butuh kritik pesimis, mereka butuh dukungan nyata.

Negara hadir memastikan mereka belajar dengan perut kenyang. Itu tanda keseriusan menjaga masa depan Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.[]

Penulis

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia