Beranda blog Halaman 39

Lantik DPW Tani Merdeka DIY, Don Muzakir: Organisasi Harus Hadir Sampai ke Desa

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 20 September 2025.

Pelantikan berlangsung khitmad, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, petani muda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta mitra pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan gerakan Tani Merdeka Indonesia ini tidak boleh berhenti di pusat.

Ia menyebutkan perubahan sejati lahir dari desa, dari ladang, dan dari tangan petani serta anak muda yang bekerja dengan hati dan visi.

“DPW bukan hanya perpanjangan tangan organisasi. DPW adalah denyut nadi gerakan kita. Tanpa DPW yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, visi besar kita akan kehilangan pijakan,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menolak organisasi yang hanya sibuk di provinsi tapi tidak hadir di lapangan. Menurutnya, organisasi harus menyentuh langsung kebutuhan petani dan pemuda desa.

Ia meminta DPW Tani Merdeka Indonesia DIY segera membentuk kepengurusan hingga tingkat desa dan memastikan program benar-benar berjalan.

“Jangan biarkan organisasi ini menjadi simbol tanpa makna. Jadikan ia alat perjuangan yang nyata, yang dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya mendengar suara petani, suara petani muda. Ia meminta pengurus DPW untuk memfasilitasi mereka dan melibatkan mereka dalam setiap proses.

Ia menyebutkan pertanian bukan sekadar urusan produksi, tapi soal masa depan bangsa. Ia mendorong kerja sama lintas sektor.

Menurut Don Muzakir, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan sektor swasta harus dilibatkan. Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri.

“Saya tidak ingin organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan. Bentuk kepengurusan sampai tingkat desa. Libatkan petani. Dengarkan petani. Jangan tunggu arahan pusat. Ambil inisiatif,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengajak untuk bergerak bersama dan memastikan program menyentuh kebutuhan nyata petani.

“Kalau kita tidak bantu petani, siapa lagi? Kalau kita tidak bergerak sekarang, kapan lagi?,” pungkas Don Muzakir.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara Rampungkan Pembentukan Brigade Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara menyelesaikan tahapan inisiasi dan pendampingan pembentukan Brigade Pangan. Kegiatan berlangsung selama tiga pekan, sejak 28 Agustus hingga 17 September 2025. Lokasi kegiatan berada di wilayah program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Proses pembentukan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, Kodim 0108 Aceh Tenggara, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, petani milenial, dan kelompok tani. Seluruh pihak berperan aktif dalam menyusun struktur kepengurusan Brigade Pangan tingkat kabupaten.

Pengurus Brigade Pangan dari seluruh kecamatan dijadwalkan mengikuti pengukuhan dan pembekalan. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh Badan Respon Cepat Brigade Pangan (BRMP) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara langsung dan menyeluruh.

“Kami tidak hanya membentuk struktur. Kami dampingi langsung petani milenial agar mereka paham peran dan tanggung jawab dalam Brigade Pangan. Mereka harus siap turun ke lapangan, bukan hanya duduk di rapat,” kata Jeri.

Ia menekankan pentingnya kerja lintas sektor. “Kami libatkan penyuluh, TNI, dan dinas pertanian sejak awal. Semua pihak harus punya peran. Brigade Pangan bukan proyek, ini kerja nyata,” ujarnya.

Program Oplah di Aceh Tenggara menjadi prioritas dalam pemanfaatan lahan tidur. Fokus utamanya meningkatkan kapasitas petani muda dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Brigade Pangan dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program tersebut secara terstruktur dan berkelanjutan.

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara menargetkan pembentukan tim Brigade Pangan di seluruh kecamatan sebelum akhir tahun.

Tim akan bertugas mendampingi petani, mengelola lahan, dan memastikan distribusi hasil panen berjalan efisien.
Brigade Pangan diharapkan menjadi ujung tombak transformasi pertanian di Aceh Tenggara.

“Struktur ini akan memperkuat koordinasi antarpetani, mempercepat pelaksanaan program, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian,” pungkas Jeri.[]

Wamentan Sudaryono dan Don Muzakir Disambut Meriah di Silangit

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, tiba di Bandara Internasional Silangit, pada Kamis 18 September 2025. Kedatangan dua tokoh nasional tersebut disambut meriah oleh ratusan anggota Tani Merdeka Indonesia dari wilayah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir.

Yel-yel “Tani Merdeka!” dan seruan “Jaya… Jaya… Jaya!” menggema di area bandara. Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotlan Nainggolan, memimpin langsung penyambutan. Sebagai bentuk penghormatan, Sudaryono dan Don Muzakir masing-masing menerima ulos Batak yang disematkan oleh Hotlan dan TBH Simamora, diiringi salam khas “Horas!”

Setelah prosesi penyambutan, rombongan melanjutkan kegiatan ramah tamah dan makan siang di Rumah Makan Sipirok, Dolok Hole, Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri ke wilayah Tapanuli.

Pada Jumat 19 September 2025, Sudaryono dijadwalkan mengunjungi lokasi Tempat Sapi dan Tanaman Hijauan Pakan Ternak (TSTH2) di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi petani dan meninjau langsung perkembangan program pertanian di daerah.

Dalam pertemuan santai, Ketua Harian Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Misbah, menyampaikan terkait bantuan alat pertanian yang telah diterima wilayah Humbahas.

Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor besar, tiga traktor crawler, dan satu unit mesin combine harvester untuk panen jagung. Seluruh alat dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Misbah juga menyampaikan usulan CPCL untuk irigasi, pipanisasi, dan sistem perpompaan kepada Kementerian Pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tani Merdeka Humbahas. Ia memastikan bahwa realisasi program akan dimulai Oktober mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono dan Don Muzakir kembali memberikan arahan kepada pengurus daerah. Keduanya menekankan pentingnya percepatan pelantikan pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan dan desa.

Kunjungan ini momentum penting bagi penguatan organisasi Tani Merdeka Indonesia di wilayah Tapanuli. Selain mempererat hubungan antara petani dan pemerintah pusat, kegiatan ini juga memperkuat komitmen terhadap gerakan petani mandiri yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.[]

Tani Merdeka Riau Bahas Pabrik Minyak Kelapa, Bupati Inhil Siap Sediakan Lahan

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau gelar bertemu dengan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, pada Jumat 19 September 2025. Pertemuan membahas rencana pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa.

Kabupaten Inhil dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Riau. Luas perkebunan kelapa di kabupaten itu mencapai 400 ribu hektar. Produksi sudah tembuh 5 juta ton per hari. Potensi besar itu menjadi alasan pembangunan pabrik perlu segera diwujudkan.

Bupati Inhil Herman menyambut baik rencana ini. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberi dukungan penuh.

“Kami mendukung penuh pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa ini. Pemerintah daerah siap menyediakan lahan dan membantu proses perizinan agar proyek ini bisa segera berjalan,” kata Herman.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Riau, Nila D Pane, menilai pabrik ini lebih dari sekadar proyek industri. Ia menyebutnya sebagai langkah menuju keadilan ekonomi.

“Kami ingin petani kelapa di Inhil tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menikmati hasil dari produk olahan. Ini soal keberpihakan dan pemerataan ekonomi,” ujar Nila.

Pembangunan pabrik ini sejalan dengan program hilirisasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini menekankan pentingnya pengolahan komoditas di dalam negeri agar nilai tambah ekonomi dirasakan masyarakat.

Pabrik direncanakan menjadi pusat produksi sekaligus pemberdayaan petani lokal. Hasil panen akan diserap langsung.

Selain itu, pabrik diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memicu industri turunan berbasis kelapa.

DPW Tani Merdeka Riau berharap pembangunan dimulai dalam waktu dekat. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah memperkuat program hilirisasi dapat berlangsung dengan baik.[]

Wamentan Sudaryono: Balai Ternak Siborongborong Harus Jadi Penggerak Ekonomi Warga

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Tapanuli Utara, Kamis (18/9/2025). (Foto: Garuda TV)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Tapanuli Utara, Kamis (18/9/2025). (Foto: Garuda TV)

TANIMERDEKA – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kini diarahkan menjadi pusat kemitraan dan inovasi peternakan. Balai ini tidak lagi hanya berfungsi menjaga plasma nutfah, tetapi juga diharapkan memberi dampak nyata bagi ekonomi warga.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan peran balai harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke BPTUHPT Siborongborong, Kamis, 18 September 2025.

“Pemerintah itu intinya bukan berbisnis, melainkan menjaga aset bangsa seperti kekayaan hayati, plasma nutfah, dan bibit unggul. Namun, aset ini harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” kata Sudaryono.

Menurutnya peternakan kerbau di Sumatera Utara sangat menjanjikan karena bernilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dipelihara. Sudaryono mengingatkan agar peternakan tidak dilakukan sekadar coba-coba.

“Jangan sampai masyarakat beternak hanya mengandalkan informasi dari media sosial yang belum tentu benar,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya pendampingan langsung dari balai.

“Di sinilah peran balai untuk membimbing, memberikan bibit unggul, dan mendampingi masyarakat agar usaha ternak bisa lebih produktif dan berdaya saing,” tegasnya.

Sebagai unit kerja Kementerian Pertanian, BPTUHPT Siborongborong memiliki misi menghasilkan bibit kerbau unggul, sekaligus menyediakan hijauan pakan ternak berkualitas. Bibit dan benih itu diproduksi dengan seleksi ketat, pencatatan silsilah, serta distribusi bersertifikat untuk memastikan kualitasnya.

Balai juga menjadi pusat peningkatan kapasitas peternak. Pelatihan dan bimbingan teknis rutin digelar agar masyarakat memiliki keterampilan beternak berbasis ilmu.

Harapannya, peternak lokal bisa lebih inovatif, efisien, dan siap bersaing di pasar modern.

Kunjungan Wamentan berlangsung hangat. Petugas balai menampilkan koleksi kerbau unggulan dan bibit hijauan pakan. Sejumlah peternak lokal turut hadir dan menyampaikan pengalaman mereka mendapat manfaat dari program balai.

Dengan penguatan fungsi balai, Kementerian Pertanian berharap Siborongborong dapat berkembang sebagai sentra peternakan yang mandiri.

Usaha ternak berbasis kemitraan ini diyakini akan membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi rumah tangga, dan menumbuhkan kepercayaan diri peternak menghadapi persaingan global.[]

Pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu Dilantik, Daud Yordan: Kita Perluas Hingga Tingkat Desa

0
Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kanan) menyerahkan SK kepada pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi (kiri).
Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kanan) menyerahkan SK kepada pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi (kiri).

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kapuas Hulu resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula DPRD Kapuas Hulu, pada Jumat 19 September 2025.

Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

Ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada jajaran pengurus DPD yang baru dilantik.

Acara dihadiri oleh unsur Forkopimda, Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Asisten III mewakili Bupati Kapuas Hulu, Dandim 1206, Kapolres, Perwakilan Kajati, Ketua DPRD, para Wakil Ketua DPRA Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Kalbar M. Saufi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Lintas elemen ini mendukung terhadap gerakan Tani Merdeka Indonesia yang semakin terstruktur dan meluas.

Dalam sambutannya, Daud Yordan yang juga anggota DPD RI menekankan peran organisasi Tani Merdeka Indonesia ini sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani.

“Ini organisasi besar. Harus dibesarkan, terus bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah membantu membantu petani melalui program yang nyata,” kata Daud dengan nada tegas.

Ia juga menyampaikan Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar wadah formal, melainkan gerakan kolektif yang bertujuan memperkuat posisi petani dalam ekosistem pembangunan daerah.

Menurutnya, pelantikan pengurus di Kabupaten Kapuas Hulu ini bagian memperluas jaringan organisasi hingga ke pelosok desa.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi, menyampaikan pihaknya telah membentukan DPD di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

“Kami akan terus membentuk Tani Merdeka Indonesia di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Target kami sampai ke tingkat desa. Petani harus punya wadah yang bisa memperjuangkan kepentingan mereka,” ujar Saufi.

Ia menambahkan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, sebanyak 11 daerah telah dilantik, dan sudah diserahan SKS. Daerah tersebut meliputi Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Singkawang, Landak, Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi, dan Sambas. Tiga daerah lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Dia berharap Tani Merdeka Indonesia mampu menjadi jembatan antara aspirasi petani dan kebijakan publik, terutama dalam hal distribusi subsidi, akses terhadap pupuk, dan penguatan kelembagaan petani.

Organisasi Tani Merdeka Indonesia telah terbentuk di 30 provinsi di seluruh Indonesia. Beberapa provinsi bahkan telah membentuk struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Tani Merdeka Indonesia salah satu organisasi yang sudah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang mendorong penguatan kelembagaan petani sebagai bagian dari strategi nasional ketahanan pangan.[]

Bertemu dengan Pengurus DPW Tani Merdeka Sumut, Don Muzakir: Perkuat Barisan dan Perluas Jangkauan

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bertemu langsung dengan jajaran pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Pertemuan itu berlangsung di sela kunjungan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis 18 September 2025.

Suasana pertemuan berlangsung penuh kehangatan. Para pengurus DPW dan DPD Sumut menyambut kedatangan Don Muzakir dengan antusias. Senyum, jabat tangan, dan percakapan akrab. Pertemuan ini diisi dengan dialog terbuka yang menumbuhkan rasa kebersamaan.

Dalam arahannya, Don Muzakir menegaskan memperluas jangkauan organisasi hingga ke akar rumput menjadi sangat penting.

“Tani Merdeka Indonesia harus hadir di setiap desa, menjadi wadah perjuangan dan pemberdayaan petani secara nyata. Kita tidak hanya membangun organisasi, tetapi membangun harapan dan masa depan petani Indonesia,” kata Don Muzakir di hadapan para pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Sumut.

Tani Merdeka Indonesia kini sudah terbentuk di 30 provinsi. Di sejumlah daerah, struktur organisasi bahkan menjangkau hingga ke tingkat desa. Pertumbuhan cepat ini menunjukkan bahwa visi dan misi Tani Merdeka mendapat tempat di hati petani yang menginginkan wadah perjuangan bersama.

Don Muzakir juga menekankan penting membangun solidaritas antarpetani. Menurutnya, keberadaan organisasi bukan sekadar struktur, tetapi gerakan yang lahir dari kebutuhan petani itu sendiri.

Organisasi ini disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi bukti bahwa aspirasi petani kini semakin didengar dalam kebijakan nasional.

Don Muzakir mendengarkan dengan seksama setiap masukan. Ia menanggapi dengan penekanan bahwa Tani Merdeka harus hadir sebagai jembatan antara aspirasi petani dengan kebijakan pemerintah.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada keluhan. Kita harus bergerak mencari solusi bersama, memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar sampai kepada petani,” ujarnya.

Keakraban terasa saat diskusi berlangsung. Tidak ada jarak antara pengurus pusat dan daerah. Beberapa pengurus bahkan menyampaikan pandangan dengan nada bercanda, yang disambut tawa ringan dari peserta pertemuan. Suasana hangat itu membuat pertemuan lebih cair, meski isu yang dibahas sangat serius.

Para pengurus optimistis organisasi ini akan semakin kuat. Harapan bersama adalah agar Tani Merdeka mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani sekaligus penjaga ketahanan pangan nasional.[]

Konvoi Tani Merdeka Indonesia di Nabire, Suara Petani Terima Kasih Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Nabire siang itu berubah riuh. Ratusan kendaraan beriringan melewati jalan utama kota. Bendera merah putih berkibar berdampingan dengan bendera Tani Merdeka Indonesia. Dari mobil bak terbuka, suara orasi menggelegar melalui pengeras suara, menyapa warga yang berdiri di pinggir jalan.

Rabu 17 September 2025, DPW Tani Merdeka Papua Tengah bersama delapan DPD menggelar orasi keliling. Titik awal dimulai dari Kantor Sekretariat Kali Bobo, lalu bergerak menuju kawasan SP dan sekitarnya. Sepanjang rute, massa mengibarkan spanduk besar bertuliskan, “Terima Kasih Presiden Prabowo Subianto.”

Spanduk itu dibentangkan di depan mobil massa. Slogan di spanduk itu mengundang perhatian orang yang melintas. Beberapa pengendara motor sempat melambatkan laju kendaraannya hanya untuk melihat iring-iringan yang penuh semangat itu.

Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah, Aser Yogi, memimpin langsung jalannya aksi konvoi itu. Dari atas mobil komando, ia berdiri tegak sambil menggenggam mikrofon. Suaranya terdengar tegas, menembus deru mesin dan teriakan massa.

“Ini adalah bukti bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir dan siap mendukung program pemerintah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakkir, yang telah mempercayakan kami memimpin di Papua Tengah,” ujar Aser Yogi.

Ia menekankan bahwa petani Papua Tengah siap mendukung penuh program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Aser, kebijakan itu bukan sekadar agenda politik, tetapi kebutuhan nyata di Tanah Papua.

Konvoi itu tak hanya sekadar pawai. Setiap hentian singkat dimanfaatkan untuk menyuarakan pesan. Orator bergantian berbicara, menyerukan agar hak-hak petani dan masyarakat adat mendapat perlindungan.

Sorak-sorai peserta konvoi menegaskan suara petani tidak bisa diabaikan.

Selain orasi, massa juga menyampaikan sikap tertulis. Isi pernyataan dibacakan keras-keras di hadapan peserta yang mengangkat bendera setinggi mungkin.

Mereka menegaskan hak-hak petani dan rakyat adat Papua Tengah atas tanah dan sumber daya alam. Mereka menuntut perlindungan tanpa diskriminasi dan eksploitasi.

Mereka juga mendesak pemerintah pusat dan provinsi meningkatkan akses terhadap fasilitas pertanian, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat tani.

Mereka juga mengajak seluruh masyarakat bersatu mendukung kedaulatan pangan dan menjaga lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Aksi salah satu konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Papua Tengah. Bulan lalu, DPW Papua Tengah ikut diundang pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta. Kehadiran itu dianggap sebagai pijakan penting untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat kampung.

Suasana konvoi juga memperlihatkan wajah Nabire yang beragam. Beberapa pedagang kaki lima ikut menyaksikan sambil merekam dengan telepon genggam mereka. Aksi konvoi ini berjalan tertib mengikuti rute yang sudah ditentukan.[]

Menjaga Penyu, Menjaga Harapan Nelayan Blitar Selatan

0

TANIMEREKA – Upaya menjaga penyu di pesisir Blitar Selatan terus dilakukan masyarakat. Dari Pantai Serang hingga Pasirputih, kelompok warga bersama relawan merawat penangkaran penyu agar tetap lestari.

Konservasi ini bukan hanya soal melindungi satwa, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup nelayan. Penyu yang tetap ada akan menjaga keseimbangan ekosistem laut. Rantai makanan terjaga, ikan pun lebih banyak. Bagi nelayan, kondisi itu berarti hasil tangkapan bisa lebih baik.

Kalau laut sehat, nelayan ikut merasakan manfaatnya,” kata Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar, Enik Nurhayati saat menjadi pemeteri, pada Kamis 18 September 2025.

Ia menegaskan, menjaga penyu sama artinya menjaga masa depan masyarakat pesisir.

Setiap tahun, ratusan tukik dilepas ke laut. Kegiatan ini bukan sekadar simbol, tetapi cara untuk mengajak masyarakat ikut peduli. Anak-anak sekolah hingga kelompok nelayan ikut terlibat, sehingga tumbuh kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan laut.

Kesadaran itu makin terasa ketika masalah sampah plastik kerap mengancam. “Kita ingin masyarakat paham, sampah jangan dibuang ke laut. Kalau laut rusak, yang rugi juga manusia,” ujar Enik.

Saat ini, sedikitnya ada 12 lokasi lain di pesisir Blitar Selatan yang masih bisa diselamatkan telur penyu. Beberapa di antaranya berada di Pantai Pehpulau, Serit, Pudak, dan kawasan kecil lain yang masih terjaga. Lokasi-lokasi tersebut berpotensi menjadi titik penangkaran baru jika dikelola dengan baik.

Kegiatan konservasi kini juga menarik perhatian dari luar negeri. Mahasiswa asal Inggris dan Swedia pernah tinggal bersama warga untuk meneliti proses konservasi penyu. Kehadiran mereka memberi warna baru, sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan ini punya daya tarik wisata edukasi.

Tani Merdeka Indonesia ikut aktif dalam sosialisasi. Lewat pertemuan desa dan kerja sama dengan kelompok nelayan, organisasi ini mendorong kesadaran bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga.

kita berharap gerakan ini bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan. Dengan penyu tetap hidup di laut, nelayan bisa tetap menggantungkan harapan pada hasil tangkapan mereka,” pungkas Enik.[]

Bahas Program dan Penguatan Organisasi, Tani Merdeka Lampung Selatan Gelar Rakerda

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kantor DPD Tani Merdeka, di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, pada Kamis 18 September 2025.

Seluruh pengurus kabupaten hadir. Para ketua koordinator kecamatan juga datang untuk menyampaikan laporan dan masukan. Rakerda ini menjadi tindak lanjut perintah Rapimnas Tani Merdeka Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu.

Rapat membahas jalannya organisasi dan program yang akan dijalankan. Salah satu pokok bahasan adalah peran Tani Merdeka dalam mendukung ketahanan pangan di Lampung Selatan.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Selatan, Firdaus Setiawan, menegaskan Rakerda ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah.

“Kami ingin setiap pengurus di tingkat kecamatan bisa bergerak seragam. Aspirasi petani harus sampai ke kabupaten agar bisa kita perjuangkan bersama,” kata Firdaus.

Ia juga ikut prihatin persoalan klasik yang selalu muncul di lapangan, seperti ketersediaan pupuk, harga hasil panen yang tidak stabil, dan minimnya akses petani pada teknologi modern.

Petani di Lampung Selatan butuh dukungan nyata. Masalah pupuk dan harga gabah masih jadi keluhan utama. Rakerda ini kami gunakan untuk mencari jalan keluarnya,” ujar Firdaus.

Firdaus menekankan Tani Merdeka harus mampu hadir sebagai wadah yang memberi manfaat langsung.

“Kami tidak mau organisasi ini berhenti hanya di rapat. Semua keputusan di sini harus ditindaklanjuti di desa dan kecamatan. Itu yang jadi ukuran keberhasilan,” ucapnya.

Para koordinator kecamatan juga menambahkan masukan soal pentingnya pelatihan petani muda, penguatan kelompok tani, serta peluang hilirisasi hasil pertanian agar petani tidak hanya menjual dalam bentuk bahan mentah.[]