Beranda blog Halaman 38

Tani Merdeka Kendal Gelar Rakerda, Rozikin: Korcam dan Kordes Harus Jadi Energi Positif

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Kegiatan berlangsung di Johorejo, Kecamatan Gemuh, dan dihadiri seluruh pengurus serta Koordinator Kecamatan (Korcam).

Rakerda membahas penataan struktur organisasi sesuai arahan Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Fokus utama adalah pembentukan kepengurusan baru, termasuk perubahan di tingkat ketua bidang.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kendal, Rozikin, menyampaikan struktur organisasi sudah tersusun dan dilengkapi.

Ia menambahkan perubahan juga akan dilakukan di tingkat kecamatan dan desa akan diperkuat agar mampu menyerap aspirasi petani secara langsung.

Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus kerja mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan tambak.[]

Tani Merdeka Magelang Konsolidasi Korcam dan Kordes, Gerakan Kecamatan Makin Solid

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar konsolidasi pengurus pada Minggu, 5 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di Magelang dan dihadiri oleh 21 Koordinator Kecamatan (Korcam) dari berbagai wilayah.

Pertemuan ini fokus pada penguatan struktur organisasi dari kecamatan hingga tingkat desa. Pengurus membahas pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes), perekrutan anggota baru, dan pemetaan kelompok tani aktif.

Ketua DPD Tani Merdeka Magelang, Imam Susanto, menegaskan organisasi harus bergerak dari bawah. Ia menyampaikan bahwa Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar nama, tetapi gerakan yang hidup di lapangan.

“Kita tidak ingin Tani Merdeka hanya ada di atas. Kita ingin organisasi ini hadir sampai ke desa-desa. Kita harus punya struktur yang aktif, bukan hanya nama. Kita harus punya gerakan yang nyata, bukan hanya rapat dan seremonial,” ujar Imam.

Ia menekankan pentingnya peran Korcam dan Kordes sebagai penghubung langsung antara petani dan program kerja organisasi.

“Kita harus bisa menjangkau petani. Kita harus tahu apa yang mereka butuhkan. Kita harus hadir saat mereka panen, saat mereka kesulitan, dan saat mereka butuh pendampingan. Itu tugas kita,” tegas Imam.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang menargetkan seluruh desa di Magelang memiliki Kordes aktif sebelum akhir tahun. Struktur ini dianggap penting untuk mempercepat pelaksanaan program kerja dan memperkuat komunikasi antarwilayah.

Konsolidasi juga menjadi ruang evaluasi. Pengurus membahas strategi perekrutan anggota akar rumput, pembentukan kelompok tani binaan, dan penguatan koordinasi lintas kecamatan.

“Kita tidak bisa tunggu program datang dari atas. Kita harus siapkan diri. Kita harus siapkan struktur. Kita harus siapkan gerakan. Kalau kita kuat di bawah, kita bisa bicara di atas,” pungkas Imam.[]

 

 

Tani Merdeka OKU Timur Konsolidasi Struktur dan Hilirisasi Tebu

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menggelar konsolidasi pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes).

Pertemuan itu berlangsung di Desa Taraman, Kecamatan Semendawai Suku III, pada Sabtu, 5 Oktober 2025.

Pertemuan ini membahas penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa. Agenda utama juga menyoroti program hilirisasi pertanian tebu sebagai komoditas unggulan daerah.

Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud, menyampaikan program hilirisasi tebu menargetkan pengembangan lahan seluas 1.000 hektare di wilayah OKU Timur.

“Kita ingin petani tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah dan menikmati hasil dari rantai nilai tebu itu sendiri,” ujar M. Daud.

Ia menekankan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi desa. Petani diharapkan terlibat aktif dalam seluruh proses, dari budidaya hingga pengolahan.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan juga pembentukan Korcam di beberapa wilayah. Struktur Korcam telah terbentuk di Semendawai Barat, Semendawai Timur, dan Belitang II. Wilayah lain ditargetkan menyusul paling lambat 30 Oktober 2025.

Pertemuan ini dihadiri anggota Kelompok Tani Merdeka OKU Timur dan perwakilan desa yang terlibat dalam program hilirisasi.

DPD Tani Merdeka OKU Timur berharap seluruh pengurus dapat bersinergi. Struktur organisasi yang solid dianggap penting untuk mempercepat realisasi program hilirisasi tebu dan menjawab kebutuhan petani secara langsung.[]

Perkuat Akar Rumput, Tani Merdeka Lampung Kukuhkan Korcam dan Kordes

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menggelar pengukuhan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) pada Minggu, 5 Oktober 2025. Acara berlangsung di Sekretariat Korcam, wilayah Komplek Perkantoran Kabupaten Lampung Barat.

Pengukuhan ini guna memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa memastikan program kesejahteraan petani bisa dijalankan secara langsung dan tepat sasaran.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menegaskan pengurus di tingkat bawah harus aktif dan responsif terhadap kondisi petani.

“Kita tidak bisa hanya bicara di atas. Kita harus bergerak dari desa. Korcam dan Kordes adalah ujung tombak. Mereka harus tahu persoalan petani, harus hadir di lapangan, dan harus mampu menjembatani program ke masyarakat,” ujar Haris.

Ia menyampaikan bahwa pengukuhan ini harus menjadi alat kerja nyata, bukan hanya daftar nama.

“Kita ingin organisasi ini hidup. Jangan hanya ada di papan nama. Harus ada gerak, ada pendampingan, ada hasil. Petani butuh dukungan yang konkret,” tegas Haris.

Pengurus yang baru dikukuhkan diminta segera menjaring kelompok tani aktif di wilayah masing-masing. Mereka juga diminta membangun komunikasi dengan Dinas Pertanian, BUMD, dan pihak lain yang relevan.

“Petani kita tidak hanya butuh alat. Mereka butuh pendampingan, butuh kepastian harga, dan butuh perlindungan dari permainan pasar. Itu tugas kita,” kata Haris.

Ia juga mengingatkan agar pengurus tetap waspada terhadap isu provokasi yang bisa memecah konsolidasi petani.

“Jangan mudah terpengaruh. Kita harus jaga soliditas. Kita harus fokus pada kerja, bukan pada isu yang tidak jelas,” pungkas Haris.[]

Wah, Keren Petani Purbalingga Rayakan HUT Ke-80 TNI dengan Balap Traktor

0

TANIMERDEKA – Puluhan petani dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti lomba balap traktor di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Lomba digelar di atas lintasan sawah sepanjang 335 meter.

Warga berdesakan di tepi pematang, menyaksikan para petani memacu traktor dengan penuh semangat.

Ajang ini digelar untuk memperingati HUT TNI ke-80, HUT Kodam IV/Diponegoro ke-75, dan Hari Tani Nasional 2025. Acara dibuka dengan penyerahan piala bergilir Bupati Purbalingga oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan kepada panitia lomba.

Lomba dilepas secara resmi oleh Dandim 0702 Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi. Ia hadir bersama jajaran Pemkab, Dinas Pertanian, panitia, dan Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Purbalingga.

“Lomba balap traktor ini merupakan event perdana yang kami selenggarakan untuk memperingati momen penting bagi TNI dan petani Indonesia,” ujar Letkol Inf Untung Iswahyudi.

Sebanyak 51 peserta dari Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas ikut berlaga. Mereka berasal dari berbagai kelompok tani aktif. Dukungan datang dari Pemkab Purbalingga, Gapoktan, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purbalingga, serta sejumlah OPD terkait.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Purbalingga, Zulhasdi, menyampaikan lomba ini bukan sekadar hiburan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi petani sekaligus ajang silaturahmi antarwilayah.

“Kami ingin petani punya ruang untuk tampil. Traktor bukan hanya alat kerja, tapi juga simbol ketangguhan petani. Lomba ini jadi cara kami menyatukan semangat, menyambung komunikasi, dan menunjukkan bahwa petani bisa kreatif,” ujar Zulhasdi.

Ia menambahkan kegiatan ini akan terus dikembangkan. DPD Tani Merdeka berencana menjadikan lomba balap traktor sebagai agenda tahunan.

“Kami akan evaluasi dan kembangkan. Kalau bisa, tahun depan kita buat lebih besar, lebih banyak peserta, dan lebih banyak hadiah. Tapi tetap fokus pada petani,” tegas Zulhasdi.

Salah satu peserta, Wawas Sutriono, mengaku senang bisa ikut. Ia menyiapkan traktornya sejak jauh hari, mulai dari pengecekan mesin hingga setelan gas.

Lomba berlangsung meriah. Sorakan warga terdengar sepanjang lintasan. Traktor berlumpur melaju cepat, beberapa peserta tergelincir, beberapa lainnya melaju mulus hingga garis akhir. Juara satu, dua, dan tiga mendapat trofi, uang pembinaan, dan sertifikat penghargaan.

DPW Tani Merdeka Riau Lantik 8 Korcam dan 12 Kordes, Oksi: Kita Terus Bergerak ke Desa

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau melantik delapan Kordinator Kecamatan (Korcam) dan dua belas Kordinator Desa (Kordes) pada Sabtu, 5 Oktober 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di hadapan tokoh politik, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Oksi Saputra Malay. Ia menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi memperluas struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Ia menyebutkan bahwa Provinsi Riau memiliki 169 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten dan 2 kota. Menurutnya, kerja organisasi harus menjangkau seluruh wilayah tersebut secara bertahap dan terukur.

Korcam yang dilantik di antara lain Pusako, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Srigading, Simpang Perak, Kerinci Kiri, Seminai, dan Buatan Baru. Mereka akan bertugas menjaring kelompok tani, menyerap aspirasi, dan menyusun agenda kerja sesuai arahan organisasi.

Oksi juga menyampaikan pelantikan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya peran organisasi dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam aksi nyata di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi membangun wilayah Provinsi Riau.

Oksi mengaku, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau akan melanjutkan pelantikan di kabupaten, kecamatan dan desa lain dalam waktu dekat. Fokus utama tetap pada pembentukan struktur desa dan penguatan kelembagaan petani.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang Gelar Rakor, Targetkan Pembentukan 12 Korcam dan 200 Kordes

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang menggelar rapat koordinasi pengurus pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Rakor berlangsung di sekretariat SKB, Komplek Perkantoran Bupati Aceh Tamiang. Agenda utama membahas pembentukan struktur organisasi tingkat kecamatan hingga desa.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menegaskan pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) harus segera dilakukan.

“Kepada teman-teman semuanya, khususnya para ketua bidang, kita harus bergerak cepat dalam melaksanakan amanah pimpinan pusat untuk segera membentuk Kordes di masing-masing desa dan Korcam di masing-masing kecamatan. Kita diberikan waktu sepuluh hari sejak hari ini, jadi saya berharap teman-teman semua untuk dapat menjaring kelompok-kelompok tani yang ada di masing-masing tempat teman-teman tinggal,” ujar Prawira Haji.

Ia menekankan struktur organisasi harus mampu menjangkau petani langsung di lapangan. Pembentukan Korcam dan Kordes bukan sekadar memenuhi instruksi, tetapi menjadi alat untuk menyerap persoalan petani dari bawah.

“Kami akan terus bergerak memperkuat struktur organisasi dari tingkat kecamatan sampai desa. Target kita sampai 12 Korcam dan 200 Kordes, ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam kesejahteraan petani dan swasembada pangan. Kami ingin Tani Merdeka hadir nyata di lapangan, bukan hanya di tingkat atas. Pembentukan struktur hingga ke desa-desa ini bukan sekadar formalitas. Tani Merdeka Indonesia harus mampu menjangkau petani langsung ke bawah dan menjadi ruang komunikasi yang aktif sebagai wadah bagi para petani,” tegas Prawira Haji.

Rakor ini juga membahas strategi penjaringan kelompok tani aktif di setiap wilayah. Pengurus bidang diminta segera menyusun daftar kelompok tani yang bisa diajak bergabung. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat basis organisasi dan mempercepat pelaksanaan program kerja.

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang menyatakan komitmen untuk mendukung penuh program kesejahteraan petani dan swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Struktur organisasi yang kuat di tingkat lokal fondasi utama untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan petani.[]

Wah, Keren Petani Kota Pekalongan Sulap Lahan Tidur Jadi Kolam Produktif

0

TANIMERDEKA – Di sudut Kelurahan Klego, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, hamparan lahan tidur seluas 3 hektar kini berubah menjadi deretan kolam ikan nila.

Sebanyak 167 petak kolam berukuran 5×10 meter berderet rapi di atas tanah yang dulunya tak terpakai. Air tenang memantulkan langit, sementara petani sibuk memeriksa jaring dan memberi pakan.

Lahan ini milik Pemerintah Kota Pekalongan. Kini dimanfaatkan oleh Kelompok Tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan.

Kolam-kolam tersebut bukan hanya menghasilkan ikan, tetapi juga harapan baru bagi ekonomi warga sekitar.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyampaikan inisiatif ini lahir dari kebutuhan petani untuk tetap produktif di tengah keterbatasan lahan pertanian aktif.

“Kami melihat banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan. Padahal potensi ekonominya besar. Kami ajukan kerja sama dengan pemerintah kota dan dinas kelautan, lalu kami bentuk sistem kolam nila yang bisa dikelola langsung oleh petani,” ujar perempuan yang akrab disapa Kikie.

Ia menambahkan bibit ikan ini bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan. Kelompok tani juga mendapat dukungan pembiayaan dari Bank Kredit Kecamatan, yang membantu pengadaan alat dan kebutuhan awal budidaya.

“Kami tidak hanya bicara soal produksi. Kami ingin petani punya sistem ekonomi yang berkelanjutan. Kolam ini bukan proyek sesaat. Ini model yang bisa direplikasi di tempat lain,” tegas Mungki.

Kolam-kolam tersebut sudah mulai menghasilkan, setiap kali panen bisa mendapatkan Rp 37 juta. Ikan nila dari Klego mulai masuk pasar lokal dan beberapa titik distribusi di Pekalongan.

Suasana di lokasi terasa berbeda dari gambaran lahan tidur pada umumnya.

Petani setempat menyebutkan kolam ini memberi alternatif pendapatan di luar musim tanam. Mereka tidak perlu meninggalkan kegiatan lain, cukup mengelola kolam di sela waktu.

“Kami ingin lahan tidur jadi sumber hidup. Petani bisa tetap kerja, tetap produktif, dan tetap punya penghasilan,” pungkas Kikie.[]

Bagikan 1.000 Anak Bebek ke Petani, Tani Merdeka Pidie Dorong Produktivitas Sawah Pasca Panen

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie membagikan 1.000 anak bebek kepada petani di wilayah setempat. Program ini dirancang untuk membangkitkan ekonomi petani setelah masa panen padi. Tujuan utamanya memanfaatkan lahan sawah agar tetap produktif meskipun tidak sedang ditanami.

Setelah panen, banyak petani membiarkan sawah kosong hingga musim tanam berikutnya. Padahal, lahan tersebut masih bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi lain. Salah satunya dengan beternak bebek langsung di sawah.

Melalui pola integrasi sawah dan bebek, petani dapat memelihara bebek di lahan yang sudah dipanen. Bebek akan mencari pakan alami seperti sisa gabah, serangga, dan keong. Aktivitas ini membantu membersihkan lahan sekaligus menambah pendapatan petani. Selain itu, proses ini mempercepat pemulihan tanah sebelum musim tanam berikutnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Pidie, Sabirin, menyampaikan program ini bukan sekadar bantuan bibit ternak. Ia menekankan pentingnya pendampingan teknis agar petani mampu mengelola ternak secara mandiri.

“Kami tidak hanya membagikan anak bebek. Kami juga siapkan pendampingan teknis agar petani tahu cara pelihara, tahu cara jual, dan tahu cara hitung untungnya. Jangan sampai bebek dibagi, tapi tidak ada hasil,” ujar Sabirin.

Ia menjelaskan pembagian dilakukan secara terukur kepada kelompok tani aktif. Petani yang menerima bantuan akan didampingi dalam proses pemeliharaan.

“Kami ingin sawah tidak kosong setelah panen. Petani bisa pelihara bebek, bisa jual telur, bisa jual daging. Itu tambahan penghasilan yang nyata. Sawah tetap hidup, petani tetap kerja,” tegas Sabirin.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem pertanian terpadu. Sawah tidak hanya menjadi tempat menanam padi, tetapi juga ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan dan ekonomi petani secara langsung.

DPD Tani Merdeka Pidie juga berencana memperluas pola ini ke kecamatan lain. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program dan kesiapan kelembagaan petani.

“Kalau ini berhasil, kita akan dorong ke kecamatan lain. Tapi harus ada laporan, harus ada hasil. Kita tidak mau program berhenti di tengah jalan,” pungkas Sabirin.[]

Tani Merdeka dan Pemerintah Kabupaten Magelang Sepakat Kawal Program Pertanian Presiden

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang menggelar pertemuan dengan Wakil Bupati Magelang, Sahid, pada Jumat, 4 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati.

Agenda utama membahas kerja sama antara Tani Merdeka Indonesia dan pemerintah daerah dalam menyukseskan program pertanian dan ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Magelang, Imam Susanto, menyampaikan pemerintah Kabupaten Magelang bersama Tani Merdeka Indonesia siap mendukung penuh arah kebijakan nasional. Ia menekankan sinergi ini sangat penting.

Pria yang akrab disapa Gus Imam menyebutkan petani di Magelang masih menghadapi persoalan klasik seperti harga hasil panen yang tidak stabil, akses pupuk yang terbatas, dan minimnya regenerasi.

Ia juga menegaskan Tani Merdeka Magelang terus bergerak, untuk menjawab kebutuhan petani di kecamatan.

“Kami tidak ingin hanya punya nama. Kami ingin punya gerakan. Kantor kami sudah berdiri, pengurus sudah terbentuk, sekarang saatnya kerja nyata,” tegas Gus Imam.

Sementara itu Wakil Bupati Magelang, Sahid, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyebutkan pemerintah daerah membutuhkan mitra yang bisa menjangkau langsung masyarakat tani.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh organisasi seperti Tani Merdeka yang punya struktur sampai ke bawah, yang tahu kondisi petani, dan bisa menyampaikan aspirasi mereka,” kata Sahid.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Program Presiden Prabowo harus kita kawal bersama. Daerah harus ikut bergerak. Kami di Magelang siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera,” ujar Sahid.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang dan pemerintah daerah sepakat akan melakukan pemetaan untuk bantu kebutuhan petani.[]