Beranda blog Halaman 40

Pertemuan Petani di Sukananti, Bahas Soal Pupuk Hingga Harapan Kopi

0

TANIMERDEKA – Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, menggelar pertemuan dengan kelompok tani di Desa Sukananti.

Pertemuan ini dihadiri penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator penyuluh (Korluh), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), pada Selasa 30 September 2025.

Para petani membahas persoalan pupuk, ketersediaannya, serta cara merawat tanaman kopi agar hasil panen lebih baik.

Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Way Tenong, Erson, menyampaikan langsung arah kerja organisasi.

“Kami ingin petani di Way Tenong benar-benar merasakan manfaat kehadiran Tani Merdeka. Permasalahan pupuk harus kita cari jalan keluarnya bersama. Tanaman kopi juga perlu perhatian serius, mulai dari pemeliharaan hingga panen, supaya kualitasnya bisa bersaing,” kata Erson.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia akan menjembatani kebutuhan petani dengan pihak terkait. Menurutnya, pertemuan semacam ini penting agar suara petani bisa ditampung dan ditindaklanjuti.

Petani yang hadir menyampaikan kondisi lahan dan kesulitan teknis di lapangan. Diskusi berlangsung terbuka. Setiap kelompok menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi.[]

Koperasi Tani Merdeka Indonesia Magelang, dari Ladang ke Harapan Baru

0

TANIMERDEKA – Di tengah sejuknya udara pegunungan Magelang, Jawa Tengah, sebuah gerakan kecil mulai tumbuh sejak Juni 2025. Namanya Koperasi Cabang Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang. Meski baru berjalan beberapa bulan, koperasi ini sudah menunjukkan dampak nyata bagi petani lokal.

Koperasi ini dikelola oleh Imam Susanto, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, bergerak dengan semangat gotong royong. Imam bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga penggerak yang percaya bahwa petani harus jadi pelaku utama dalam rantai pangan.

Setiap hari, koperasi ini mengemas sendiri berbagai jenis sayuran segar hasil panen petani lokal. Mulai dari bayam, kangkung, sawi, hingga tomat, semuanya ditata rapi dalam kemasan bersih dan menarik. Yang membedakan, di setiap kemasan terdapat logo Koperasi Tani Merdeka Indonesia sebagai penanda identitas dan kebanggaan. Logo ini bukan sekadar simbol, tapi bukti bahwa produk tersebut berasal dari tangan petani yang tergabung dalam gerakan kemandirian.

Tak hanya sayur, koperasi juga mengelola kolam ikan yang menjadi sumber tambahan pendapatan. Gabungan usaha ini kini menghasilkan omzet sekitar Rp 17 juta per bulan, ini angka yang cukup menjanjikan untuk koperasi yang baru lahir.

Yang menarik, semua sayur yang dijual berasal langsung dari tangan petani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang. Imam memastikan bahwa hasil panen mereka dibeli dengan harga layak, tanpa tengkulak, tanpa permainan pasar.

“Kami ingin petani tidak hanya menanam, tapi juga menikmati hasilnya,” ujar Imam.

Imam punya mimpi besar. Ia ingin mengembangkan koperasi ini ke tingkat kecamatan, bahkan ke seluruh pelosok Magelang. Rencananya, koperasi akan menggandeng pengurus Tani Merdeka Indonesia di tiap kecamatan untuk menjadi pemasok sayur. Dengan begitu, semakin banyak petani yang bisa ikut merasakan manfaatnya.

“Kalau koperasi ini tumbuh di banyak tempat, petani akan punya kepastian. Mereka tidak lagi bingung soal harga atau pasar. Kita bantu dari hulu sampai hilir,” kata Imam penuh semangat.

Koperasi Cabang Tani Merdeka Indonesia ini bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah simbol harapan. Harapan petani bisa hidup lebih sejahtera, lebih mandiri, dan lebih dihargai. Dari Magelang, gerakan ini mulai menyebar. Dari ladang-ladang kecil, lahir mimpi besar untuk masa depan pertanian Indonesia.[]

Minta MBG Distop, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat: Gubernur Jangan Asal Hentikan Program Presiden Prabowo

0
Yudi Setia Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Yudi Setia Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat.

TANIMERDEKA – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satu kritikan dari Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, yang menyebutkan langkah Dedi Mulyadi sebagai bentuk pembangkangan terhadap kebijakan nasional yang sedang diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto sedang gencar memperjuangkan masa depan anak-anak dengan program MBG agar IQ mereka meningkat. Justru gubernur malah bicara soal penghentian. Ini jelas melawan arah kebijakan nasional,” kata Yudi, pada Senin 29 September 2025.

Yudi menilai, pernyataan Dedi Mulyadi tidak pantas disampaikan di tengah semangat pemerintah pusat menghadirkan gizi layak bagi generasi muda Indonesia.

Ia menyebutkan sikap gubernur sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kebutuhan rakyat, terutama petani dan anak-anak sekolah.

“Dapur MBG itu bisa jadi offtaker hasil panen petani lokal. Kalau programnya distop, petani ikut terdampak. Kami sudah berharap banyak. Ini bukan sekadar urusan dapur, ini soal masa depan,” ujarnya.

Yudi juga menyinggung bahwa pelaksanaan MBG memang belum sempurna, namun bukan berarti harus dihentikan. Ia menyarankan evaluasi teknis dan perbaikan sistem, bukan pembatalan program.

“Evaluasi itu perlu, tapi bukan berarti programnya dimatikan. Memangnya dia siapa? Raja? Kan ada presiden,” tegas Yudi.

Ia bahkan menyindir gaya komunikasi Dedi Mulyadi yang dinilai lebih mencari panggung ketimbang solusi.

“Kasus keracunan jangan dijadikan alasan untuk stop total. Sudahlah KDM, jangan cari panggung. Hidup ini tidak seindah konten,” ucapnya.

Kritik ini menjadi sorotan karena Dedi Mulyadi merupakan gubernur yang diusung oleh koalisi besar dalam Pilkada Jawa Barat 2024 lalu. Ia didukung oleh Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, dan PSI, lima partai yang juga menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo.

Langkah Dedi yang berseberangan dengan program MBG dinilai kontradiktif dengan semangat koalisi nasional.

“Kalau sudah diusung oleh partai-partai pendukung presiden, mestinya satu arah. Jangan bikin gaduh. Petani dan anak-anak sekolah bukan alat politik,” kata Yudi.

Tani Merdeka Indonesia menegaskan mendukung penuh terhadap kebijakan MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Yudi berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan evaluasi teknis agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan lebih aman, sehat, dan tepat sasaran.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan penghentian sementara MBG. Ia juga berencana membentuk tim khusus untuk mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan di sekolah.

“Evaluasinya satu dihentikan (sementara), yang kedua ada langkah-langkah teknik dan administratif yang segera ditempuh,” ujar Dedi seusai rapat evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor.

Dedi juga menyebutkan akan membentuk tim khusus untuk mencicipi makanan MBG, menerima aduan dari kabupaten/kota, dan menindak dapur penyedia makanan yang tidak sesuai standar.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Aceh Tamiang Terima Alsintan dari Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang mendampingi kelompok tani binaannya menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 29 September 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M Prawira Haji, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan jajaran Tani Merdeka.

“Bantuan Alsintan ini datang pada saat yang sangat tepat dan menjadi pesan jelas dari Bapak Presiden Prabowo bahwa petani adalah prioritas. Dengan adanya alat-alat ini, kita harapkan mempermudah proses panen dan mengolah hasil produksi dapat segera terwujud. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi signifikan pada peningkatan cadangan pangan dan, yang paling penting, kesejahteraan kita semua, khususnya para petani,” kata Prawira Haji.

Ia menyebutkan perhatian Presiden Prabowo sejalan dengan komitmen Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh Cut Muhammad, yang terus mendorong agar petani mendapat dukungan nyata.

Penyaluran alsintan ini juga menegaskan upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan pangan nasional. DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang hadir sebagai mitra untuk memastikan bantuan sampai ke petani dan benar-benar digunakan di lapangan.

Kepada kelompok tani penerima, Prawira Haji menekankan perawatan alsintan menjadi penting agar manfaatnya bertahan lama.

“Kami harap para petani dapat menjaga dan menggunakan alat ini dengan sebaik-baiknya. Ini bukan hanya bantuan sementara, tetapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menilai penyaluran alsintan ini bukti Presiden Prabowo Subianto sangat berpihak terhadap petani di daerah.

“Ini bukti nyata Presiden Prabowo hadir untuk petani. Kita akan kawal agar bantuan ini benar-benar dipakai dan memberi hasil nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Aceh Tamiang,” kata Cut Muhammad.

Jelang Pelantikan, DPD Tani Merdeka Kota Banjarmasin Gelar Silaturahmi ke DPW

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Banjarmasin
menggelar silaturahmi dengan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin 29 September 2025. Pertemuan berlangsung menjelang pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Banjarmasin.

Silaturahmi ini menjadi ajang memperkuat jaringan organisasi sekaligus memperluas kerja Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Selatan hingga ke tingkat desa agar lebih dekat dengan petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel, Alin Wijaya, mengatakan silaturahmi ini penting untuk menguatkan soliditas sebelum pelantikan.

“Kami ingin memastikan Tani Merdeka di Kalimantan Selatan tumbuh kokoh, tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke desa-desa. Petani di akar rumput harus merasakan manfaat hadirnya organisasi ini,” ujar Alin Wijaya.

Alin menambahkan, Tani Merdeka Kalsel akan terus membangun komunikasi dengan semua pihak. Ia berharap ke depan organisasi ini menjadi wadah aspirasi petani sekaligus mitra pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani.[]

Tinjau Gudang Calon Distributor Pupuk, Begini Kata Ketua DPW Tani Merdeka Lampung

0
, M. Fikri Thamrin Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung (tengah) bersama tim meninjau gudang calon distributor pupuk
, M. Fikri Thamrin Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung (tengah) bersama tim meninjau gudang calon distributor pupuk

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung bersama DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Tengah meninjau gudang calon distributor pupuk di Desa Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Perwakilan dari PT Pupuk Indonesia ikut mendampingi.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas penyimpanan dan distribusi pupuk. Gudang ini diproyeksikan menjadi titik utama distribusi bagi petani di sejumlah kecamatan, ini dilakukan karena kebutuhan pupuk di Lampung terus meningkat seiring musim tanam.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung, M. Fikri Thamrin, mengatakan peninjauan ini sebagai upaya awal memperkuat jaringan distribusi pupuk di Lampung. Ia menekankan pemerataan dan ketepatan sasaran distribusi menjadi penting agar petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk.

“Kami ingin memastikan gudang ini memenuhi standar penyimpanan dan distribusi, sehingga kebutuhan petani di Provinsi Lampung dapat terpenuhi secara maksimal. Ketersediaan pupuk tepat waktu akan sangat menentukan keberhasilan panen petani kita,” ujar Fikri Thamrin.

Selain itu pengurus DPW Tani Merdeka Lampung juga mendengar penjelasan dari calon distributor, mereka memaparkan kapasitas gudang, sistem distribusi, hingga mekanisme pengawasan stok.

DPW Tani Merdeka Lampung menegaskan akan ikut mengawal distribusi pupuk di lapangan. Mekanisme pengawasan ini dilakukan agar pupuk subsidi maupun non-subsidi benar-benar sampai ke tangan petani.

Fikri menilai pengawasan langsung dari organisasi tani akan membuat distribusi lebih transparan.

“Fungsi Tani Merdeka Indonesia juga sebagai pengawasan, salah satunya di sektor pendistribusian pupuk sesuai arahan DPN. Tujuannya agar tidak ada lagi kelangkaan pupuk yang terjadi di lapangan,” tegas Fikri.[]

Kelompok Tani Terima Alsintan, Ini Pesan Ketua DPD Tani Merdeka Sragen

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen ikut menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester kepada kelompok tani binaan.

Bantuan ini diterima berdepatan dengan memperingati Hari Tani Nasional, pada Rabu 24 September 2025.

Alsintan ini diharapkan bisa mempermudah proses panen, mengurangi kehilangan hasil, sekaligus menekan biaya produksi petani. Mekanisasi ini juga dianggap lebih efisien dibanding cara panen manual yang selama ini banyak dilakukan petani.

Ketua Tani Merdeka Sragen, Setyo Widodo, menegaskan bantuan alsinta ini sangat bermanfaat bagi petani, maka harus digunakan untuk kepentingan petani, tidak boleh diperjual belikan.

“Melalui penyaluran bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa petani di Sragen dapat merasakan langsung manfaat mekanisasi pertanian modern. Harapannya, hasil panen semakin meningkat, kesejahteraan petani terjamin, dan Sragen menjadi salah satu lumbung pangan andalan Indonesia,” ujar Setyo Widodo.

Sementara itu Sekretaris Tani Merdeka Sragen, Rohmad Musthofa, menambahkan bantuan alsintan diserahkan kepada dua kelompok tani.

“Alsintan diserahkan kepada Poktan Ngudi Rejeki Desa Njirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, selanjutnya Poktan Ngudi Rahayu VI Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, untuk kelangsungan program ini akan terus kita kawal sesuai procedural, agar petani merasakan langsung penekanan penurunan biaya operasional secara merata dan bergilir,” kata Rohmad.

Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Sragen. Kehadiran kelompok tani penerima menjadi penanda nyata bahwa program ini langsung menyentuh kebutuhan lapangan.

Bantuan alsintan ini sekaligus sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Modernisasi pertanian dan pemberdayaan petani terus didorong agar desa-desa menjadi basis produksi pangan yang lebih kuat.[]

Tani Merdeka Deliserdang Gandeng PT Bio Energi untuk Uji Coba Pupuk Organik

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Kabupaten Deliserdang bekerja sama dengan PT Bio Energi Rimba untuk memperkuat ketahanan pangan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada peringatan Hari Tani Nasional, di Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua DPD Tani Merdeka Deliserdang, Khoirum Rijal bersama Manager PT Bio Energi Rimba, Riduan. MoU tersebut berfokus pada penyediaan pupuk dan pestisida organik bagi petani.

Khoirum menjelaskan, uji coba akan dilakukan di lahan seluas 100 hektare. Desa Pematang Johar sendiri memiliki lahan pertanian seluas 1.700 hektare dari total wilayah 2.218 hektare.

“Jadi untuk uji cobanya dilahan pertanian seluas 100 Ha. Dimana Desa Pematang Johar luas lahan pertaniannya ada seluas 1.700 Ha. Luas wilayah Desa Pematang Johar 2.218 Ha. Sebelumnya hasil panen 1 Ha hanya 5-6 Ton. Sehingga diharapkan dengan adanya demplot uji coba ini dilahan yang 100 Ha tersebut bisa menghasilkan 7-8 Ton/ha,” kata Khoirum.

Menurutnya, pemakaian pupuk organik diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

“Sehingga petani kedepannya disarankan untuk dapat menggunakan bahan pupuk organik dan pestisida organik, membatasi penggunaan bahan-bahan kimia yang berefek pada kost produksi murah hasilnya menjadi meningkat,” tambahnya.

Khoirum menegaskan, Tani Merdeka Indonesia mengajak semua pihak ikut mendukung. Penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga dinas terkait diminta bergerak bersama.
“Kita wajib dukung program Bapak Bupati bidang ketahanan pangan sesuai Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Bagaimana petani itu sejahtera dan produktifitas hasil pertanian bisa meningkat, misal biasa 1 Ha, hasilnya 7-8 Ton padi,” ujarnya.[]

Melon Golden Jadi Harapan Baru Petani Aceh Tamiang

0

TANIMERDEKA – Petani di Desa Balai, Aceh Tamiang, mulai melirik melon golden sebagai komoditas andalan. Lahan subur di daerah itu dinilai cocok untuk pengembangan hortikultura bernilai tinggi.

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang bertemu langsung dengan petani. Mereka membahas cara budidaya hingga strategi pemasaran agar hasil panen bisa bersaing.

“Kami merasa lebih diperhatikan. Harapan kami, ada dukungan lanjutan dari berbagai pihak agar usaha tani melon ini bisa berkelanjutan dan berkembang,” kata Suroso, petani melon.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang, Prawira Haji, menyebutkan pihaknya siap menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku industri.

“Kami melihat potensi besar jika petani diberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang baik antara petani, pemerintah, dan organisasi masyarakat, sektor pertanian bisa menjadi pilar utama ekonomi daerah,” ujarnya.

Tani Merdeka Indonesia juga menekankan pentingnya regenerasi petani muda. Pertanian harus dipandang sebagai bidang yang menjanjikan, bukan lagi pekerjaan yang ditinggalkan generasi milenial dan Gen Z.

“Petani adalah ujung tombak kedaulatan pangan. Jika mereka sejahtera, maka daerah akan kuat, dan bangsa pun akan tangguh,” tegas Prawira.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Aceh Tamiang berharap dukungan dari pemerintah tetap berlanjut.

“Tani Merdeka Aceh Tamiang berharap kepada pemerintah baik tingkat kabupaten, provinsi dan juga pemerintah pusat untuk terus memperhatikan dan terus mensupport petani hortikultura, karena mengingat kondisi lahan pertanian yang subur sehingga banyak jenis tanaman yang dapat dibudidayakan salah satunya melon golden,” pungkasnya.[]

DPD Tani Merdeka Pekalongan Ikut Panen Raya Jagung

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan ikut dalam panen raya jagung yang digelar bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan Polres Pekalongan Kota.

Panen Raya ini berlangsung pada Sabtu 27 September 2025 di persawahan Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur.

Acara dihadiri Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, jajaran Forkopimda, perwakilan Bulog, BPS, kelompok tani, dan Tani Merdeka.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyebutkan panen ini menjadi bukti nyata kerja sama lintas sektor.

“Petani tidak bisa bergerak sendiri. Kami butuh dukungan pemerintah, aparat, dan semua pihak. Panen hari ini memperlihatkan bahwa kolaborasi bisa menghasilkan sesuatu yang konkret. Jagung yang dipanen bukan hanya hasil kerja petani, tapi juga hasil sinergi bersama,” kata perempuan yang akrab disapa Kikie.

Sementara itu Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen tersebut.

“Alhamdulillah, lahan yang beberapa bulan lalu kita tanami jagung hari ini bisa dipanen. Kolaborasi Pemkot dengan Kodim maupun Polres luar biasa. Sinergi semua pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan padi dan jagung ini harus dilanjutkan. Bulog juga siap menampung hasil panen, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Afzan.

Lahan yang digunakan merupakan milik Pemerintah Kota Pekalongan seluas 3,4 hektare. Lahan itu ditanami benih jagung B2 Hibrida dari PT Maxxi Agri sebanyak 51 kilogram. Lahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 ton jagung.

Kegiatan ini juga terhubung dengan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten OKU Timur melalui Zoom.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, menegaskan program ini menjadi bukti komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

“Mudah-mudahan hasil panen ini memberi manfaat bagi masyarakat. Meski lahan yang tersedia terbatas, Polres Pekalongan Kota tetap berupaya mendukung Asta Cita Presiden melalui program tanam jagung ini. Ini wujud keseriusan kami menjaga ketersediaan pangan,” kata Riki.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pekalongan.

“Terima kasih kepada Wali Kota beserta jajaran atas fasilitas lahan yang diberikan. Kami jalankan dengan semangat agar hasilnya optimal dan bisa bermanfaat bagi warga,” tambahnya.[]