Beranda blog Halaman 36

DPR Apresiasi Capaian Sektor Pangan di Bawah Pemerintahan Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menyampaikan apresiasi atas capaian sektor pangan selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai arah kebijakan pangan nasional yang dijalankan Kementerian Pertanian telah menunjukkan hasil nyata.

“Langkah-langkah yang diambil pemerintah menunjukkan arah yang tepat. Masyarakat, terutama petani, mulai merasakan hasilnya,” ujar Yohan, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Ia menyebutkan kebijakan menaikkan harga gabah, menjaga stabilitas pasokan beras, dan memperkuat koordinasi lintas lembaga sebagai bentuk keberpihakan kepada petani.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kebijakan pangan pemerintah tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Yohan.

Yohan mendorong agar Kementerian Pertanian melanjutkan kebijakan pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap petani.

“Fokus utamanya tetap pada tiga hal, yakni, meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan menjamin ketersediaan beras yang terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuh Yohan.

Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis 10 Oktober 2025 mencatat 77 persen publik meyakini kebijakan kenaikan harga gabah mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Melalui regulasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menugaskan Kementerian Pertanian dan lembaga pangan lainnya menjalankan program strategis nasional. Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, dengan target pengadaan 3 juta ton beras dalam negeri. Tujuannya memperkuat cadangan nasional dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Capaian sektor pangan selama setahun terakhir dinilai sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan petani. Yohan menegaskan bahwa kebijakan pangan tidak hanya berorientasi pada stok beras, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani.

Keberhasilan kebijakan tersebut tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang dirilis Badan Pusat Statistik per September 2025. Angka NTP mencapai 124,36, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Nilai di atas 100 menunjukkan pendapatan petani lebih besar dari biaya produksinya.

Pencapaian ini memperkuat komitmen Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen pangan.

Survei Litbang Kompas juga mencatat 83 persen responden menilai beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disalurkan pemerintah terjangkau dan berkualitas. Sebanyak 61,5 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kebijakan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pangan yang dijalankan Kementerian Pertanian mendapat kepercayaan publik dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta masyarakat luas.[]

Pengurus Wilayah Khusus Bonokeling Tani Merdeka Dilantik, Don Muzakir: Petani Menjaga Adat dan Ketahanan Pangan

0

JAWA TENGAH – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir melantik pengurus Wilayah Khusus Tani Merdeka Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Pelantikan berlangsung dalam suasana adat khas Bonokeling yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Don Muzakir tiba di lokasi dan disambut dengan prosesi adat oleh warga Bonokeling. Komunitas ini dikenal sebagai penganut Islam Kejawen yang diwariskan dari leluhur mereka, Eyang Bonokeling.

Ikatan sosial dan religius di antara anggota komunitas dibangun melalui tradisi, nilai kekerabatan, dan ajaran sinkretis yang telah bertahan lintas generasi.

Komunitas Bonokeling berpusat di Desa Pekuncen. Mereka memiliki kesadaran kolektif sebagai keturunan Eyang Bonokeling, yang diyakini sebagai tokoh penyebar ajaran kejawen bernuansa Islam. Identitas genealogis ini menjadi dasar pengorganisasian sosial dan spiritual masyarakat.

Usai pelantikan, Don Muzakir menyampaikan wilayah Bonokeling memiliki karakter khusus. Menurutnya, masyarakat petani di sana menjaga adat sekaligus berperan aktif dalam ketahanan pangan.

“Ini wilayah khusus. Masyarakat petani menjaga adat petani. Setahun Presiden Prabowo Subianto berhasil swasembada pangan, makan gizi gratis, membentuk koperasi. Semuanya ini telah dirasakan oleh masyarakat. Berhasil,” kata Don Muzakir.

Ia menambahkan Tani Merdeka Indonesia akan terus memperluas dan memperkuat pendampingan di wilayah adat. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas penting untuk menjaga kesinambungan antara tradisi dan pembangunan.

Selain itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah Wawan Pramono, menyambut baik pembentukan wilayah khusus ini. Ia menilai pelibatan komunitas adat dalam gerakan pertanian rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program.

Wawan Pramono mengakau DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah akan mendampingi penuh pengurus wilayah khusus Bonokeling. Fokus pendampingan mencakup pelatihan teknis, penguatan koperasi, dan integrasi dengan program ketahanan pangan nasional.

“Pelantikan pengurus Wilayah Khusus Bonokeling menjadi bagian dari ekspansi Tani Merdeka Indonesia ke wilayah adat dan komunitas berbasis tradisi. Organisasi ini menargetkan pembentukan struktur di desa-desa yang memiliki potensi pertanian dan kekuatan sosial berbasis budaya,” katanya.

Sementara itu Ketua Wilayah Khusus Tani Merdeka Bonokeling Aris Munandar, mengatakan masyarakat adat di wilayahnya mendukung program pemerintah.

Aris Munandar menyebutkan petani di wilayahnya terbantu sejak ada Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya.

“Kami merasakan dengan program Presiden Prabowo yang sangat peduli dengan petani. Melalui oraginasasi Tani Merdeka Indonesia wilayah kami akan berkembang,” ujar Aris.

Ia menilai penguatan kelembagaan petani di wilayah adat menjadi langkah penting agar masyarakat tidak tertinggal dalam program nasional.

Selain itu Tokoh Muda Adat Bonokeling, Ritam, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan tersebut. Ia berharap program yang dijalankan Tani Merdeka Indonesia dapat selaras dengan nilai-nilai lokal yang selama ini dijaga oleh komunitas.

Ia menambahkan masyarakat Bonokeling terbuka terhadap kerja sama, selama tetap menghormati adat dan struktur sosial yang berlaku.

Menurutnya, pelibatan generasi muda dalam program pertanian menjadi kunci keberlanjutan komunitas.[]

Kedatangan Don Muzakir Disambut Adat Bonokeling

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir kembali mengunjungi warga adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Kedatangan Don Muzakir disambut dengan prosesi adat yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Warga Bonokeling menunggu rombongan Don Muzakir bersama Wawan Pramno Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan pengurusnya. Prosesi penyambutan berlangsung di halaman utama desa, dengan iringan doa dan simbol adat yang mencerminkan nilai-nilai warisan leluhur.

Kunjungan kali ini bertujuan melantik pengurus Wilayah Khusus Tani Merdeka Bonokeling. Struktur organisasi dibentuk untuk memperkuat pendampingan petani berbasis komunitas adat.

Komunitas Bonokeling dikenal sebagai penganut Islam Kejawen yang diwariskan dari Eyang Bonokeling. Mereka hidup dalam ikatan sosial dan religius yang dibangun melalui tradisi, nilai kekerabatan, dan ajaran sinkretis. Identitas genealogis sebagai keturunan Eyang Bonokeling menjadi dasar pengorganisasian sosial dan spiritual masyarakat.

Don Muzakir menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Bonokeling yang masih menjaga adat dan nilai-nilai leluhur.

“Terima kasih banyak telah menerima kami, warga di sini sangat luar biasa. Masih menjaga adat nenek moyang,” kata Don Muzakir.

Ia menilai bahwa wilayah Bonokeling memiliki karakter khusus. Menurutnya, masyarakat petani di sana tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berperan aktif dalam ketahanan pangan.

“Ini wilayah khusus. Masyarakat petani menjaga adat petani. Ini patut dijaga,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan pelestarian adat dan penguatan ekonomi desa harus berjalan beriringan. Tani Merdeka Indonesia akan mendampingi petani Bonokeling melalui program koperasi, pelatihan teknis, dan penguatan kelembagaan.

Menurut Don Muzakir, wilayah Bonokeling menjadi contoh integrasi antara pelestarian tradisi dan penguatan ekonomi lokal. Pemerintah dan organisasi masyarakat sipil diharapkan dapat menjalin kerja sama yang setara dan menghormati struktur sosial yang telah ada.[]

Dukung Pencabutan Izin 2.039 Kios Pupuk Subsidi, Don Muzakir: Petani Tidak Boleh Dirugikan

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir mendukung langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mencabut izin 2.039 kios, distributor, dan pengecer pupuk subsidi.

Don Muzakir menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap petani dari praktik curang yang merugikan. “Kita mendukung gerak cepat Kementerian Pertanian ini,” kata Don Muzakir, Selasa 14 Oktober 2025.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pengumuman resmi Kementerian Pertanian yang mencabut izin 2.039 kios dan distributor pupuk subsidi karena terbukti menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET). Investigasi menemukan adanya kenaikan harga pupuk NPK dan urea sebesar 18 hingga 20 persen dari HET yang ditetapkan pemerintah.

Don Muzakir menegaskan pupuk subsidi tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas dagang. Ia menyebutkan pupuk bersubsidi adalah hak petani dan harus disalurkan secara adil dan tepat sasaran.

“Pupuk subsidi itu harus diperuntukkan untuk petani, bukan untuk dibisniskan, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Don Muzakir juga meminta PT Pupuk Indonesia memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, pengawasan distribusi harus diperketat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

“Pupuk subsidi ini harus distribusinya tetap sasaran, jangan rugikan petani dan jangan rugikan negara,” tegas Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia, lanjut Don Muzakir, telah mengaktifkan jaringan pengawasan di berbagai daerah untuk memantau jalur distribusi pupuk subsidi. Tani Merdeka Indonesia juga siap bekerja sama dengan pemerintah dalam memperbaiki sistem distribusi dan tata kelola pupuk nasional.

“Kami ikut mengawasi distribusi pupuk subsidi. Jangan sampai petani dirugikan, jangan sampai negara dirugikan,” katanya.

Ia menilai perbaikan sistem distribusi pupuk akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian nasional. Menurutnya, tata kelola yang bersih dan transparan menjadi syarat mutlak untuk mencapai kemandirian pangan.

“Pemerintah harus memastikan subsidi pupuk benar-benar sampai ke petani. Ini soal ketahanan pangan,” ujar Don Muzakir.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mengumumkan pencabutan izin 2.039 kios dan distributor pupuk subsidi dalam jumpa pers di Jakarta, pada Senin 13 Oktober 2025, keputusan itu diambil setelah tim Kementerian melakukan investigasi lapangan secara diam-diam.

Don Muzakir mengapresiasi PT Pupuk Indonesia yang telah menjalankan distribusi pupuk ke berbagai daerah. Namun, ia menilai pengawasan harus diperketat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

“Kita berterima kasih kepada PT Pupuk Indonesia yang mendistribusikan pupuk kepada petani, tapi harus memperketat pengawasan,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menyampaikan bahwa arahan pengawasan datang langsung dari Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian. Menurutnya, seluruh pasukan Tani Merdeka Indonesia harus menjadi pengawas.

“Sesuai perintah Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono, pasukan Tani Merdeka Indonesia harus menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa, termasuk pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Don Muzakir.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang Apresiasi Ketua Umum untuk Perkuat Ekonomi Petani

0
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi langkah cepat Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang menggagas kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) demi peningkatan kesejahteraan petani.

Ketua DPD Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, mengatakan kolaborasi tersebut sebagai terobosan yang sangat dinantikan oleh para petani, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi pascapandemi dan ketidakstabilan harga komoditas.

“Langkah Ketua Umum dalam menjalin sinergi dengan Kemensos bukan sekadar program, tapi gerakan nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan petani,” ujar Prawira Haji.

Program kerja sama ini mencakup pelatihan kewirausahaan tani dan fasilitasi akses pasar bagi petani kecil, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak serta meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai distribusi hasil pertanian.

Prawira Haji yang mantan Koordinator Provinsi TKSK Dinsos Aceh, menilai inisiatif ini sejalan dengan visi besar Tani Merdeka Indonesia untuk mewujudkan petani yang berdaulat, sejahtera, dan mandiri secara ekonomi.

“Petani harus menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, bukan hanya penghasil bahan mentah. Mereka perlu didukung untuk mengelola hasil produksi secara berkelanjutan,” tegasnya.

DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang menyatakan mendukung implementasi program tersebut di wilayah Aceh, termasuk dengan menyiapkan data petani binaan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kami siap menjadi mitra aktif di lapangan. Semoga sinergi ini benar-benar membawa dampak besar bagi petani Aceh dan Indonesia secara luas,” tutup Prawira Haji.[]

Wamensos Ajak Tani Merdeka Indonesia Kolaborasi Pemberdayaan Petani dan Ketahanan Pangan Keluarga

0
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono (kiri) dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono (kiri) dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono mengajak Tani Merdeka Indonesia berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat. Fokus kerja sama mencakup ketahanan pangan keluarga dan pengolahan potensi lokal agar bernilai ekonomi tinggi.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dan pengurus di ruang pertemuan Kementerian Sosial, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat, dan berkomitmen bersama mendukung program-program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pemberdayaan masyarakat.

Agus Jabo Priyono menyampaikan Kementerian Sosial memiliki program pendampingan yang mungkin dapat disinergikan dengan Tani Merdeka Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan wirausaha, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

“Kita perlu membangun sinergi yang nyata di lapangan. Pendampingan petani adalah kunci untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa,” ujar Agus.

Ia menekankan tujuan utama program adalah mendorong masyarakat agar lepas dari ketergantungan bantuan sosial. Menurutnya, potensi lokal harus diolah menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu model yang telah dijalankan Kemensos adalah Kampung Berdaya, yang mengintegrasikan pelatihan, produksi, dan pemasaran dalam satu ekosistem komunitas.

Agus meminta Tani Merdeka Indonesia menyerahkan data konkret petani dan kelompok binaan agar pendampingan bisa dilakukan secara terarah. Ia menegaskan bahwa program harus berbasis kebutuhan lapangan dan dijalankan secara bertahap.

“Kita tidak bisa hanya bicara konsep. Kita perlu program konkret yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir menyambut baik ajakan kolaborasi itu. Ia menyatakan Tani Merdeka Indonesia siap untuk bekerja sama dengan Kemensos dalam mendukung agenda pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi keluarga.

“Tani Merdeka Indonesia siap bekerja sama untuk memberantas kemiskinan, mewujudkan petani sejahtera, masyarakat sejahtera seperti Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Don Muzakir.

Ia menambahkan Tani Merdeka Indonesia telah memiliki jaringan petani di 30 provinsi se Indonesia yang aktif dalam program pelatihan, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran produk lokal.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kemensos dapat mempercepat transformasi sosial di desa.

Don Muzakir menyebutkan pendekatan yang digunakan Tani Merdeka Indonesia selama ini berbasis komunitas dan partisipatif. Ia menilai bahwa pendampingan harus dilakukan secara konsisten, dengan melibatkan petani sebagai subjek pembangunan.

“Kami tidak ingin petani hanya jadi penerima bantuan. Kami ingin mereka jadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi desa,” ujarnya.

Kemensos dan Tani Merdeka Indonesia sepakat untuk menyusun rencana kerja bersama. Fokus awal akan diarahkan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan wilayah yang memiliki kerajian yang potensial untuk dikembangkan.[]

Petani Sukamaju Terima Bantuan Alsintan, Daud Yordan: Petani Bisa Sejahtera

0

TANIMERDEKA – Kelompok Tani Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada Senin sore, 13 Oktober 2025. Bantuan disalurkan melalui kerja sama antara Tani Merdeka Indonesia dan Kementerian Pertanian.

Penyaluran bantuan ini bagian dari mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Daud Yordan, menyampaikan alsintan yang diberikan diharapkan dapat mendorong petani beralih ke sistem pertanian yang lebih efisien.

“Alat ini tergolong canggih, sehingga akan memudahkan masyarakat dalam menyiapkan lahan, mengolah tanah, hingga proses panen. Harapannya, kesejahteraan petani pun meningkat,” ujar Daud usai bersilaturahmi bersama Kelompok Tani Desa Sukamaju.

Ia menyebutkan Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah prioritas dalam program alsintan. Hingga kini, Tani Merdeka Indonesia telah terbentuk di sepuluh kabupaten/kota di Kalbar. Sekitar 70 unit alsintan telah disalurkan ke kelompok tani.

“Program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Daud.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalbar, M. Saupi, menjelaskan organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang pertanian. Mereka juga mengembangkan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Tani Merdeka Indonesia juga membentuk lembaga hukum untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan lahan.

“Kami juga bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan briket sebagai bahan bakar campuran batu bara, serta dengan Pertamina dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Kami mohon dukungan seluruh masyarakat agar TMI tetap konsisten memperjuangkan kemaslahatan petani,” tutur Saupi.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Ketapang, Damianus Yordan, menambahkan bahwa organisasi ini berperan sebagai penghubung antara petani dan pemerintah.

Ia berharap bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik agar berfungsi dalam jangka panjang.

Ketua Kelompok Tani Sukamaju, Mulyadi, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima.

“Kalau dulu dengan traktor roda dua, satu hari hanya bisa mengolah satu hektar. Dengan alat besar dan modern ini, kami bisa menggarap hingga dua hektar per hari,” ucap Mulyadi.

Namun, ia mengakui masih ada kendala dalam ketersediaan bahan bakar. Untuk mengolah satu hektar lahan, petani membutuhkan sekitar 40 liter solar.

“Kami berharap bisa memperoleh akses solar bersubsidi agar biaya operasional lebih terjangkau,” katanya.

Mulyadi menyebutkan luas lahan sawah di Desa Sukamaju saat ini mencapai sekitar 200 hektar. Meski ada peningkatan luas tanam, pertumbuhannya masih terbatas, sekitar 2–3 persen per tahun.[]

Petani di Kayong Utara Terima Bantuan Alsintan, Ini Pesan Daud Yordan

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.
Bantuan disalurkan melalui kerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Anggota DPD RI sekaligus pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia, Daud Yordan, kepada Bupati Kayong Utara Romi Wijaya.

Acara berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Sukadana, pada Senin 13 Oktober 2025.

Bupati Romi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menilai bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap petani di daerahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Senator kita Daud Yordan dan Tani Merdeka Indonesia, yang telah berkolaborasi membantu petani kami, terhadap kebutuhan alat mesin pertanian, semoga ini bagian dari ikhtiar kita bersama untuk membangun serta mengabdi kepada daerah dan bangsa ini,” ucapnya.

Ia menegaskan sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kayong Utara.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kesejahteraan masyarakat tani,” ujar Romi.

Namun, ia juga menyoroti tantangan geografis yang dihadapi. Sekitar 50 persen wilayah Kayong Utara merupakan kawasan hutan, termasuk hutan lindung dan hutan produksi.

“Daerah kita ini sekitar 50 persen merupakan kawasan hutan dengan berbagai jenis, ada hutan lindung, hutan produksi, dan lain-lain. Jadi, kalau kita hanya terpaku pada ekstensifikasi (usaha penambahan luas lahan) untuk meningkatkan produksi pertanian, tentu banyak kendala karena terbentur regulasi terkait kawasan hutan,” jelasnya.

Ia menilai strategi intensifikasi lebih tepat diterapkan di wilayahnya.
“Oleh karena itu, strategi yang paling efektif adalah intensifikasi pertanian, yaitu bagaimana kita mengoptimalkan lahan yang sudah ada dengan cara yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Romi berharap Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama dalam pendampingan teknis dan pengembangan pasar.

“Kami juga berharap TMI dapat terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai bentuk program baik berupa pendampingan, pelatihan, bantuan sarana produksi, maupun pengembangan pasar hasil pertanian di masa mendatang,” kata Romi.

Ia juga mengingatkan para petani agar merawat alsintan dengan baik.

“Kepada para petani yang nanti mendapatkan bantuan ini dapat memanfaatkannya dengan baik sekaligus melakukan perawatan karena barang ini tidak murah, barang yang mahal, dan ini adalah niat baik pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, kita wajib mendukung program dan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu Daud Yordan menyampaikan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pangan di daerah.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa petani di daerah seperti Kayong Utara tidak tertinggal. Bantuan alsintan ini bukan hanya soal alat, tapi soal keadilan akses dan keberpihakan terhadap petani,” ujar Daud.

Ia menambahkan bahwa Tani Merdeka Indonesia akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program pertanian berjalan efektif dan merata.[]

BP Taskin Uji Coba Pertanian Digital di Cirebon

0

TANIMERDEKA – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI bersama Kementerian Pertanian menguji coba sistem pertanian digital di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Program ini langkah awal penerapan model pengentasan kemiskinan berbasis teknologi.

Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko, mengatakan uji coba dimulai di Kecamatan Sumber. Wilayah ini dipilih sebagai lokasi proyek percontohan integrasi digital sektor pertanian.

BP Taskin menggandeng 570 petani miskin dengan total lahan garapan 26 hektare. Lahan tersebut digunakan untuk menanam padi.

“Di Jawa Barat, ada 7.000 hektare kita akan targetkan tahun ini untuk menjadi bagian dari ekosistem ini,” ujar Budiman.

Ia menjelaskan peningkatan produktivitas dilakukan melalui intensifikasi. Metode tanam yang dikenalkan memungkinkan satu kali tanam menghasilkan empat kali panen.

“Produktivitas ditingkatkan tanpa harus ekstensifikasi. Intensifikasi lahannya sama, cuman frekuensi panennya dibanyakin jadi empat kali,” katanya.

Proses pertanian dalam program ini diatur melalui aplikasi tandur.id untuk jadwal tanam dan panen. Sementara aplikasi asupan.id digunakan untuk pencatatan hasil dan pembagian keuntungan.

Budiman menekankan sistem ini menghubungkan pelaku pertanian dari hulu hingga hilir. Petani diharapkan memperoleh nilai tambah secara adil.

Menurutnya, sistem digital ini menjamin transparansi dan keadilan ekonomi. Produktivitas petani dapat dilacak langsung melalui aplikasi.

Konsep tersebut akan dikembangkan melalui Koperasi Multi Pihak Taskin (KMP Taskin).

Koperasi ini mempertemukan petani, pengusaha penggilingan padi, dan konsumen dalam satu ekosistem digital.

“Dengan intervensi teknologi di hulu, distribusi, dapat menghubungkan (petani) dengan gudang, penggilingan beras, konsumen,” katanya.

BP Taskin juga menyiapkan replikasi program di Indramayu, Kuningan, Brebes, dan Kota Cirebon. Daerah tersebut telah menandatangani nota kesepahaman untuk membangun aglomerasi pertanian digital.

Budiman memastikan bahwa uji coba ini dapat menjadi dasar pengembangan sistem serupa di sektor lain.

Sementara itu Bupati Cirebon, Imron, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menyebutkan program ini sebagai peluang baru bagi petani di wilayahnya.

“Namun, kami berharap pendampingan terus dilakukan agar petani dapat beradaptasi dengan sistem baru,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan di desa.[]

Maxxi Sena, Combine Harvester Cocok untuk Lahan Sempit dan Berlumpur

0

TANIMERDEKA – PT Corin Mulia Gemilang telah meluncurkan Maxxi Sena, mesin panen padi berukuran sedang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan petani di lahan sempit dan berlumpur.

Mesin ini memiliki tenaga 61 HP dan sistem hidrolik HST 37 cc.

Maxxi Sena dikembangkan sebagai solusi panen yang lincah namun tetap bertenaga. Mesin ini dilengkapi ground clearance setinggi 33 cm, tertinggi di kelasnya.

Sistem roda menggunakan rubber track tipe highwave, yang memungkinkan mobilitas optimal di medan berlumpur.

Desain ini memungkinkan proses panen berlangsung cepat dan hasil panen lebih bersih. Efisiensi operasional juga menjadi keunggulan.

Maxxi Sena menggunakan sistem transmisi otomatis dan konsumsi bahan bakar hanya 6,1 liter per jam.

Dengan spesifikasi tersebut, Maxxi Sena dinilai cocok untuk petani skala menengah yang membutuhkan mesin panen praktis, hemat, dan tangguh di berbagai kondisi lahan.

PT Corin Mulia Gemilang menyebut peluncuran ini sebagai bagian dari komitmen mendukung mekanisasi pertanian nasional.