Beranda blog Halaman 3

Lahan Pertanian Terendam, Dinas Pertanian Kutai Timur Petakan Dampak Banjir

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Sangatta Selatan mulai memengaruhi aktivitas pertanian warga. Lahan sayuran yang menjadi sumber pasokan pasar di Sangatta Selatan hingga Sangatta Utara ikut terdampak genangan air.

Dinas Pertanian Kutai Timur meninjau langsung kondisi tersebut. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kutai Timur, Aji Alimuddin, melakukan inspeksi lapangan ke kelompok tani di Desa Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan.

Rombongan menyusuri area pertanian yang terendam sekaligus berdialog dengan petani mengenai kondisi produksi setelah banjir.

“Identifikasi dampak menjadi fokus kami dalam menyikapi banjir ini, sehingga kami dapat memetakan wilayah terdampak dan tidak terdampak,” ujar Aji Alimuddin, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Desa Singa Geweh selama ini menjadi salah satu sentra sayuran di kawasan tersebut. Hasil panen dari wilayah ini memasok kebutuhan pasar di dua kecamatan. Genangan air yang berlangsung lama berpotensi menurunkan produksi dan mengganggu distribusi sayuran.

Dinas Pertanian Kutai Timur menyatakan pemantauan akan terus dilakukan. Koordinasi dengan kelompok tani disiapkan untuk menentukan langkah penanganan setelah air surut, termasuk upaya pemulihan lahan dan tanaman.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan,” pungkasnya.

Petani berharap genangan segera surut agar proses tanam dapat kembali berjalan.[]

Nelayan Wenami Panen Raya Ikan Laut, Hasil Melimpah

0

TANIMERDEKA – Panen raya ikan laut berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, di Distrik Napan, Kampung Wenami, Papua Tengah. Ini penanda keberhasilan nelayan dalam mengelola potensi laut secara berkelanjutan.

Ruben Magai dari Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Tengah hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Sejumlah pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah turut mendampingi.

Pengurus Tani Merdeka Indonesia mendukung upaya pemberdayaan nelayan serta penguatan sektor perikanan pesisir.

Panen raya kerja keras nelayan Kampung Wenami yang menjaga produktivitas hasil tangkapan. Ketua kelompok nelayan setempat, Abraham Wattemai, memimpin langsung proses panen bersama anggota kelompok.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Hasil tangkapan laut menjadi sumber pemenuhan gizi masyarakat sekaligus penopang ekonomi keluarga nelayan.

Sejumlah nelayan menyebutkan hasil panen kali ini meningkat dibanding periode sebelumnya. Peningkatan terlihat dari jumlah tangkapan maupun kualitas ikan yang diperoleh.

Panen raya dimanfaatkan untuk pertemuan antara nelayan, pengurus Tani Merdeka Indonesia, dan tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut membuka diskusi mengenai pengembangan usaha perikanan serta kebutuhan sarana pendukung di wilayah pesisir.

Ruben Magai mengapresiasi semangat nelayan dalam mengelola sumber daya laut secara mandiri. Ia menilai sektor perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah, Aser Yogi, menegaskan komitmen pendampingan kepada nelayan. Ia mengatakan kolaborasi antara organisasi masyarakat, nelayan, dan pemerintah menjadi kunci penguatan kemandirian ekonomi pesisir.

Potensi laut Distrik Napan dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Masyarakat Kampung Wenami menyambut kegiatan panen raya dengan antusias. Hasil tangkapan yang meningkat memberi dampak langsung terhadap pendapatan keluarga nelayan.[]

Ulang Tahun Ke-18 Gerindra, Tani Merdeka Aceh Nilai Perubahan Dirasakan Masyarakat

0
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-18 kepada Partai Gerindra. Ucapan tersebut disertai penilaian terhadap perjalanan partai yang dinilai membawa sejumlah perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Usia Partai Gerindra ke-18 disebut sudah mewujudkan perubahan penting dalam perkembangan organisasi politik. Sejumlah program dan kebijakan yang lahir dari kepemimpinan nasional dinilai mulai dirasakan dampaknya di berbagai daerah. Perubahan tersebut mencakup sektor sosial, kesehatan, pendidikan, dan pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan keberhasilan Partai Gerindra telah memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Di umur ke-18 Partai Gerindra sudah banyak melakukan perubahan, dan itu sudah dirasakan langsung oleh masyarakat seluruh Indonesia. Keberhasilan Partai Gerindra ini banyak untung bagi rakyat,” kata Cut Muhammad.

Ia juga menyinggung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah program disebut telah berjalan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Presiden Prabowo sudah menjalankan dengan baik program prioritas pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pertanian, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan, telah menunjukkan capaian nyata sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Cut Muhammad mengaku Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendukung terhadap arah kebijakan nasional yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Program di sektor pangan, pendidikan dan kesehatan dinilai memiliki hubungan langsung dengan kondisi petani serta masyarakat pedesaan.

Peringatan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra juga dipandang sebagai waktu untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan mendorong keberlanjutan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di berbagai daerah.[]

Potensi Pertanian Simeulue Bagus, Cut Muhamamd: Hilirisasi Jadi Kunci Kesejahteraan Petani

0
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad

TANIMERDEKA – Wilayah Simeulue dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Beragam komoditas tumbuh di daerah ini, mulai dari kelapa, pinang, cengkeh, kelapa sawit, karet, pala, hingga kakao. Pengembangan komoditas tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Cut Muhammad usai melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi daerah secara terarah dan berkelanjutan.

“Wilayah Simeulue punya banyak potensi. Kelapa, pinang, cengkeh, hingga komoditas lain seperti kelapa sawit, karet, pala, dan kakao. Semua harus dikembangkan agar petani sejahtera. Kami ingin pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah demi penguatan sektor pertanian,” ujar pria yang akrab disapa Mukim Amad.

Pemerintah Presiden Prabowo Subianto saat ini mendorong hilirisasi komoditas pertanian. Kebijakan tersebut menitikberatkan pada pengolahan hasil pertanian di dalam negeri agar memberi nilai tambah ekonomi.

Cut Muhammad mencontohkan komoditas kelapa asal Simeulue yang diolah menjadi minyak dan tepung sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

Potensi komoditas lain juga menjadi perhatian. Pinang dinilai memiliki peluang pasar yang besar. Cengkeh tetap menjadi komoditas penting meski masih menghadapi tantangan produktivitas. Pengelolaan seluruh komoditas secara baik dan berkelanjutan dinilai penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan petani.

Cut Muhammad menegaskan Tani Merdeka Indonesia mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Ia meminta pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue menyampaikan program tersebut secara jelas kepada masyarakat, khususnya para petani. Sosialisasi dinilai penting agar kebijakan pemerintah dapat dipahami sekaligus dijalankan di tingkat desa.[]

Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas TPH Salurkan Bantuan Bibit Jagung ke Petani Lampung Barat

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menerima bantuan bibit jagung jenis Pertiwi 5 dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat. Penyerahan dilakukan di kantor dinas setempat, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Sebanyak 10 kilogram bibit disalurkan kepada kelompok tani di Desa Ringin Sari, Kecamatan Suoh, serta Desa Way Petay, Kecamatan Sumber Jaya. Kedua wilayah dikenal memiliki potensi pengembangan jagung cukup baik. Bantuan diharapkan memberi dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, Maidar, menegaskan pentingnya penggunaan benih unggul dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian.

Ia menjelaskan bahwa bantuan bibit jagung Pertiwi 5 diberikan agar petani mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Bibit jagung Pertiwi 5 ini kami berikan agar petani bisa memaksimalkan lahan dan meningkatkan hasil panen. Benih unggul menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pertanian. Pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan kepada kelompok tani,” ujarnya.

Maidar menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian benih semata. Pemerintah juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan agar produktivitas petani terus meningkat.

“Kami juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil produksi harus meningkat bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas agar mampu bersaing di pasar,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menyambut positif bantuan yang diberikan kepada kelompok tani. Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen.

Haris menegaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani di lapangan.

“Dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani menghadapi tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen. Kami akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dimanfaatkan secara optimal,” ucapnya.

Haris juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memperkuat pembangunan pertanian daerah. Pendampingan yang dilakukan, menurut dia, tidak hanya terbatas pada proses tanam, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Pendampingan mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan pemangku kepentingan lain akan mempercepat peningkatan produksi jagung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani Lampung Barat,” katanya.

Program bantuan bibit ini diharapkan terus diperluas agar semakin banyak kelompok tani merasakan manfaatnya. Penguatan sektor pertanian melalui penyediaan benih unggul, pendampingan, dan dukungan kebijakan dinilai menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.[]

DPD Tani Merdeka Simeulue Dilantik, Cut Muhammad: Komoditas Pertanian Harus Dikembangkan

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue pada Kamis, 5 Februari 2026.

Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Simeulue dengan dihadiri Sekda Kabupaten Simeulue Asludin, Sekjen DPW Tani Merdeka Aceh Nabhani, para kepala dinas, forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, dan tokoh adat. Ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Simeulue pada pelantikan tersebut.

Cut Muhammad mengajak pengurus baru membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pengembangan pertanian.

“Wilayah Simeulue punya banyak potensi. Kelapa, pinang, cengkeh, hingga komoditas lain seperti kelapa sawit, karet, pala, dan kakao. Semua harus dikembangkan agar petani sejahtera. Kami ingin pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah demi penguatan sektor pertanian,” ujar Cut Muhammad yang akrab disapa Mukim Amad.

Cut Muhammad menambahkan pemeritah Presiden Prabowo Subianto sedang berjuang hilirisasi, komoditas pertanian harus diolah langsung di dalam negeri. Ia mencontohkan kelapa asal Simeulue harus diolah menjadi minyak dan tepung, sehingga produk lokal punya nilai tinggi.

Selain itu, komoditas pinang dinilai memiliki potensi besar, sementara cengkeh tetap menjadi komoditas penting meski masih menghadapi tantangan produktivitas.

“Seluruh komoditas tersebut perlu dikelola secara baik dan berkelanjutan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh petani,” kata Cut Muhammad.

Cut Muhammad juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Dia meminta pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue harus menyampaikan dengan jelas kepada masyarakat, khususnya para petani terkait program presiden Presiden Prabowo.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue, Ridwan Panter, menyampaikan komitmen pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menegaskan kesiapan untuk mendampingi petani agar hasil panen tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan dapat diolah di daerah sendiri sehingga nilai tambahnya kembali kepada masyarakat.

“Kami siap menjalankan amanah ini. Petani Simeulue harus mendapat pendampingan agar hasil panen tidak hanya dijual mentah. Kami ingin mendorong pengolahan komoditas di daerah sendiri supaya nilai tambahnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ridwan juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak dapat dicapai tanpa kerja sama lintas sektor yang kuat, baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun dunia usaha.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dunia usaha. Semua pihak harus terlibat agar pertanian Simeulue bisa maju dan petani benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Simeulue, Asludin, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi berbagai program yang dijalankan, terutama yang berkaitan dengan upaya menyukseskan program Presiden Prabowo di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Penguatan sektor pertanian di Kabupaten Simeulue merupakan langkah strategis untuk mendorong terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Asludin usai pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue.

Asludin menilai sinergi antara pemerintah daerah, Tani Merdeka Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pemberdayaan pertanian dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Karena itu kata Asludin pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah Tani Merdeka Indonesia, khususnya dalam pendampingan petani, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.[]

Tani Merdeka Sulawesi Barat dan Dinas Perkebunan Pasangkayu Bahas Hilirisasi Kakao

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat membahas langkah pengembangan hilirisasi kakao. Pertemuan berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Pasangkayu, Rabu 4 Februari 2026.

Pembahasan menitikberatkan pada penguatan rantai produksi dari hulu hingga hilir. Hasil panen kakao diharapkan terserap optimal dan tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

Kakao yang dihasilkan petani didorong untuk diolah di dalam negeri agar memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat, Suwanto, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendampingi petani. Ia mengatakan kakao dari Sulawesi Barat tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk biji mentah.

“Kami ingin memastikan kakao Sulawesi Barat tidak hanya dijual dalam bentuk biji mentah. Petani harus mendapat nilai tambah dari hasil panen mereka. Hilirisasi ini jalan agar pendapatan meningkat dan kesejahteraan lebih terjamin,” ujarnya.

Suwanto juga menjelaskan bahwa hilirisasi kakao dapat membuka peluang kerja baru di daerah. Ia menilai industri pengolahan berbasis lokal memiliki potensi tumbuh dan memberi kesempatan bagi generasi muda desa untuk bekerja tanpa harus merantau jauh. Dengan adanya sektor pengolahan kakao di kampung sendiri, masyarakat setempat diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pasangkayu, Abidin, mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung langkah yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia.

“Kami siap mendukung penuh langkah hilirisasi kakao. Petani harus menjadi pelaku utama dalam rantai nilai kakao. Pemerintah daerah akan membantu dari sisi regulasi, pendampingan, dan akses pasar,” jelasnya.

Abidin menambahkan hilirisasi kakao juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Sulawesi Barat punya potensi besar. Kalau hilirisasi berjalan baik, daerah ini bisa menjadi pusat pengembangan kakao nasional. Petani akan lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada tengkulak,” ujarnya.[]

BULOG Siapkan Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

0

TANIMERDEKA – Perum BULOG bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan ekspor beras ke Arab Saudi. Beras ini khusus untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Rapat koordinasi digelar di Kantor Pusat BULOG.

Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin rapat bersama jajaran direksi. Dari Kemenhaj hadir Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jainul Effendi. Perwakilan Kementerian Perdagangan mengikuti rapat secara daring.

Pembahasan mencakup kualitas beras, kemasan, harga, hingga jadwal pengiriman. BULOG juga melakukan uji tanak terhadap sampel beras. Uji ini menilai rasa, tekstur, dan aroma nasi agar sesuai selera jamaah.

Ahmad Rizal optimis terhadap peluang ekspor beras untuk kebutuhan haji tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah membuka kesempatan tersebut, yang dinilainya sebagai warisan penting bagi pemerintah dalam mendorong ekspor beras nasional.

“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menegaskan pentingnya ekspor beras lokal untuk menunjang kenyamanan sekaligus menjaga kesehatan jamaah Indonesia.

Ia menyebutlan upaya tersebut menjadi semangat bersama antara BULOG, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak terkait agar pengiriman beras ke Arab Saudi dapat terwujud.

Menurutnya, jamaah asal Indonesia umumnya tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal, sehingga perbedaan jenis beras berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

Ekspor ini memanfaatkan surplus beras nasional tahun 2025. Surplus menjadi bukti swasembada pangan sekaligus membuka peluang Indonesia masuk pasar global.

Bagi petani, rencana ekspor ini berarti hasil panen bisa terserap lebih luas. Beras yang ditanam di sawah tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa dikirim ke luar negeri. Langkah ini memberi harapan baru bahwa kerja keras petani ikut mendukung jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.[]

Konflik Lahan dengan PT CBS, Tani Merdeka Sumsel Dampingi Petani Banyuasin

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan mendampingi petani menyelesaikan sengketa lahan seluas sekitar 500 hektar dengan PT Cinta Mas Bumi Subur (CBS), pada Selasa 3 Februari 2026.

Perusahaan mengklaim lahan tersebut masuk wilayah kerja mereka, sementara warga menegaskan tanah itu milik mereka. Kerancuan hak atas tanah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan belum terselesaikan hingga kini.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Banyuasin, koordinator kecamatan, serta tim advokasi hadir meninjau langsung tata letak lahan pada Selasa, 3 Februari 2026. Kehadiran mereka mendampingi sekaligus memperjuangkan hak petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan, Medi Amazon, menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia akan terus berjuang dan berada di garis depan dalam membela serta memperjuangkan hak-hak petani.

“Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk memperjuangkan hak-hak warga petani Dusun Cahaya Kenten Desa Timbul Jaya, bukti fisik dan pengelolaan lahan sudah jelas, hanya legalitas tanah yang memang belum dimiliki. Karena lahan tersebut masih masuk dalam kawasan hutan produksi (HP),” jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya akan mengoordinasikan masalah ini dengan Dinas Kehutanan daerah, serta menyampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami DPW Tani Merdeka beserta seluruh jajaran akan berusaha semaksimal mungkin, dan akan mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Dinas Kehutanan baik Daerah maupun pusat. Yang sekaligus akan kami tembuskan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI),” tandasnya.

Medi Amazon mengingatkan seluruh pihak agar senantiasa menjunjung dan mematuhi prosedur hukum yang berlaku. Ia juga berharap adanya dukungan serta kerja sama dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga seluruh elemen masyarakat agar setiap proses dapat berjalan dengan tertib dan berkeadilan.

“Kami minta dukungan serta kerjasamanya, baik dari pihak pemerintah desa, kecamatan, dan seluruh lapisan masyarakatnya,” katanya.

Kepala Dusun Cahaya Kenten, Kemis, menjelaskan lahan itu sudah dikelola warga sejak 1983 untuk pertanian padi. Lahan itu sudah dikelola oleh petani setempat sejak tahun 1983.

“Lahan seluas ± 500 hektare ini sudah kami buka, kami budidayakan untuk pertanian padi sejak tahun 1983. Kenapa sekarang kok malah mau diambil alih fungsi dan kegunaanya oleh PT CBS,” ungkapnya.

Ia menambahkan warga kerap mengalami intimidasi. Bahkan, setiap kali warga hendak membuka lahan tersebut, mereka selalu mendapat tekanan dan ancaman dari para petugas yang mengatasnamakan perusahaan.

“Bahkan jika warga mau membuka lahan tersebut selalu ditakut-takuti oleh para petugas yang bekerja atas nama perusahaan. Warga kami selalu dihantui dengan rasa ketakutan,” tandasnya.

“Harapan besar kami dari seluruh warga petani kepada pemerintah melalui Tani Merdeka, agar segera menertibkan lahan tersebut. Sehingga kami bisa mendapatkan kepastian hukum, serta memiliki legalitas atau alas hak yang baku dan kuat. Karena lahan tersebut merupakan sumber penghidupan bagi kami,” tutupnya.[]

Bertemu Wamentan, Ketua DPW Tani Merdeka Jambi Sampaikan Aspirasi Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono.

Pertemuan itu membahas terkait penguatan sinergi program ketahanan pangan nasional dan percepatan peningkatan kesejahteraan petani.

Tani Merdeka Indonesia menegaskan peran sebagai jembatan antara kebutuhan riil petani di tingkat akar rumput dengan kebijakan strategis Kementerian Pertanian.

Isu yang diangkat mencakup kelangkaan pupuk, distribusi sarana dan prasarana pertanian, serta percepatan penyaluran alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan aspirasi petani agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan petani di desa, sehingga petani menikmati langsung program pemerintah.

“DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi hadir sebagai saluran aspirasi petani. Kami mendorong agar persoalan klasik seperti pupuk, akses sarana produksi, hingga percepatan distribusi alat-alat pertanian dapat segera dituntaskan, sehingga petani bisa lebih produktif dan sejahtera,” ujar Candra, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Candra menambahkan pihaknya akan mengundang Wakil Menteri Pertanian berkunjung ke Jambi pada April 2026 mendatang. Kunjungan itu direncanakan bertepatan dengan pertemuan seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia dan petani se-Provinsi Jambi.

“Momentum itu kami harapkan menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan petani Jambi, sekaligus penguatan konsolidasi gerakan Tani Merdeka Indonesia di daerah,” katanya.

Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia menyampaikan apresiasi atas konsistensi DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, perlu gerakan yang masif untuk membantu petani di desa-desa.

“Saya bangga dengan langkah DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi yang terus hadir menggerakkan roda organisasi dengan satu tujuan, yakni bersama-sama membangun sektor pangan. Gerakan seperti inilah yang kita butuhkan, yang lahir dari kepedulian dan diwujudkan dalam kerja nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah membutuhkan mitra strategis di lapangan untuk memastikan kebijakan pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran. Pertemuan ini menjadi ruang memperkuat komitmen organisasi tani dalam mengawal program ketahanan pangan nasional.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menegaskan posisi petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian di daerah. Sinergi antara organisasi tani dan pemerintah diharapkan mempercepat transformasi sektor pertanian, khususnya di Provinsi Jambi.[]