Beranda blog Halaman 2

Halal Bihalal di Sepatan Timur, Don Muzakir: Bantuan Alsintan Bukti Dukungan Pemerintah ke Petani

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur menggelar acara halal bihalal yang dirangkai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 9 April 2026.

Acara ini sekaligus menjadi momen memperkuat silaturahmi antara pemerintah, petani, dan berbagai unsur masyarakat. Bantuan yang diserahkan berupa tiga unit traktor dari Presiden Prabowo Subianto kepada kelompok tani Desa Gempol Sari. Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, unsur Forkopimcam, prngurus DPW, dan DPD Tani Merdeka Indonesia, organisasi kepemudaan, PGRI, kepala desa, BPD, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku UMKM.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, mengatakan bantuan alsintan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Dengan luasnya lahan dan target swasembada pangan, pemerintah mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

Ia juga optimistis sektor pertanian di Kabupaten Tangerang akan semakin berkembang.

Sementara itu Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian acara halal bihalal yang digelar pemerintah kecamatan.

“Bantuan tiga unit traktor dari bapak Presiden Prabowo Subianto melalui DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang diberikan untuk kelompok tani Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan produksi pertanian di wilayah Sepatan Timur.

“Program ketahanan pangan dari bapak Presiden sudah mulai dijalankan oleh kelompok tani di Desa Gempol Sari,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa alsintan sangat dibutuhkan petani untuk mendukung aktivitas pertanian sehari-hari.

Di sisi lain, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Kurniawan DJ, mengatakan penyaluran tiga unit traktor ini menjadi bukti nyata program pemerintah sampai ke masyarakat bawah.

“Ini bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi, tapi untuk masyarakat. Kami akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan petani,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan alsintan ini sejalan dengan program Presiden dalam mendorong modernisasi pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.[]

Panen Jagung 100 Hektare di Aceh Besar, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Solusi Nyata

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar menggelar panen raya jagung di lahan seluas 100 hektare, Kecamatan Indrapuri, pada Rabu, 8 April 2026.

Acara panen dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, pejabat TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka se-Aceh.

Panen raya ini digerakkan dua kelompok tani binaan, yakni Kelompok Tani Agro Nusantara Maju dan Kelompok Tani Agro Sentosa Mandiri Tani di Gampong Cot Kareung.

Bupati Syeh Muharram menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pembinaan yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia.

Ia menilai capaian ini mampu mendorong produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi tani mampu menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan sentra jagung di Aceh Besar.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia terus menjadi penghubung antara petani dan pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan kebutuhan serta kendala di lapangan.

Panen raya ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk meningkatkan produktivitas. Jagung disebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa memperkuat upaya swasembada pangan nasional.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Tgk Bahagia, menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sebagai pembina, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum Don Muzakir, serta jajaran DPW Tani Merdeka Aceh aktif melakukan pendampingan di lapangan.

Menurut Tgk Bahagia, program budidaya jagung yang dijalankan merupakan langkah strategis membangun kemandirian ekonomi petani. Kebijakan pemerintah terkait penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram memberi kepastian pasar.

“Program ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan petani memiliki kepastian harga dan keberlanjutan usaha,” ungkapnya.

Suasana panen raya berlangsung meriah. Petani bersama aparat desa ikut turun ke lahan, menyaksikan hasil kerja keras mereka. Panen ini menjadi harapan baru bagi petani Aceh Besar untuk terus maju dengan dukungan organisasi dan pemerintah.[]

Tani Merdeka Aceh Gandeng Bulog, Petani Tak Lagi Khawatir Panen

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mengajak bersinergi dengan Perum Bulog Kanwil Aceh untuk menyerap hasil panen petani, terutama padi dan jagung.

Pertemuan berlangsung di kantor Bulog Kanwil Aceh, pada Selasa, 7 April 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, bertemu langsung dengan Kepala Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika. Suasana pertemuan berlangsung akrab menjelang panen raya jagung di Indrapuri, Aceh Besar, seluas 100 hektar.

Cut Muhammad mengatakan kerja sama ini sangat penting, agar hasil panen petani tidak menumpuk di gudang atau jatuh ke tengkulak dengan harga rendah.

Menurutnya Bulog punya peran besar dalam menjaga harga tetap stabil.

“Petani butuh kepastian. Kalau hasil panen bisa langsung diserap Bulog, mereka tidak lagi khawatir soal harga,” ujarnya.

Sementara itu Budi Sultika menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan Bulog siap mendukung penyerapan hasil panen petani Aceh.

Menurutnya, kolaborasi dengan Tani Merdeka Indonesia akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga pasokan nasional.

“Bulog selalu terbuka untuk kerja sama. Kita ingin hasil panen petani Aceh bisa terserap maksimal,” kata Budi.

Sinergi antara Tani Merdeka dan Bulog di Aceh diharapkan mampu mengurangi praktik tengkulak yang sering merugikan petani. Dengan adanya kepastian penyerapan, petani bisa lebih fokus meningkatkan kualitas produksi.[]

Konsolidasi Tani Merdeka Indonesia Pekalongan, Don Muzakir Ingatkan Pentingnya Administrasi Organisasi

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan merapikan administrasi dan membenahi tata kelola organisasi sangat penting. Ia ingin memastikan pasukan Iani Merdeka Indonesia tetap solid dan terorganisir dalam menghadapi dinamika pertanian di daerah.

“Kita harus hadir di titik nadi petani. Tani Merdeka bukan sekadar nama, tapi harus menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan petani dan kelompok tani di setiap desa,” ujar Don Muzakir.

Hal tersebut diungkapkan pada Konsolidasi Organisasi se-Karesidenan Pekalongan, Jawa Tengah. Pertemuan itu melibatkan pengurus dari Kota/Kabupaten Pekalongan, Tegal, Brebes, Pemalang, dan Batang. Ketua, sekretaris dan bendahara Tani Merdeka Indonesia dari lima wilayah itu berkumpul untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat akar rumput.

Konsolidasi menjadi ruang menyerap aspirasi pengurus daerah mengenai kendala yang dihadapi petani. Don Muzakir meminta jajaran pengurus untuk saling menguatkan, menjaga marwah organisasi, dan terus bergerak mengawal program Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memakmurkan petani serta mencapai kedaulatan pangan.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia berkomitmen mendampingi petani agar program pemerintah pusat terserap tepat sasaran. Dengan penguatan struktur di Karesidenan Pekalongan, Tani Merdeka Indonesia diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan kesejahteraan petani melalui kebijakan dan bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan di sawah dan ladang.

Don Muzakir juga menyinggung tantangan iklim dan fluktuasi harga pangan. Ia menekankan kesiapan organisasi menghadapi situasi darurat agar petani tetap terlindungi.[]

Ulu-Ulu Vak Pemalang, Don Muzakir: Penopang Swasembada di Akar Rumput

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Halal Bi Halal Keluarga Besar Perkumpulan Ulu-Ulu Vak Laskar Banyu Aji Kabupaten Pemalang menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi peran pengatur air tradisional.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, hadir langsung dan menekankan pentingnya peran Ulu-Ulu Vak dalam menjaga kedaulatan pangan.

Ia menilai organisasi ini paling solid dibanding komunitas pengairan lain yang pernah ia temui.

“Saya sudah berkeliling hampir 95% wilayah Indonesia, dari Papua hingga Sulawesi, namun belum pernah menemui komunitas pengairan sesolid Ulu-Ulu Vak di Pemalang. Ini adalah perjuangan luar biasa yang dilakukan dengan penuh amanah di saat orang lain tertidur,” kata Don Muzakir.

Peran Ulu-Ulu Vak disebut krusial dalam memastikan distribusi air merata ke sawah petani. Mereka bekerja di tengah malam, menghadapi risiko cuaca ekstrem, demi keberhasilan panen. Dukungan mereka sejak 2024 juga disebut berkontribusi pada pencapaian swasembada beras 3,7 juta ton. Pemerintah kini menargetkan panen 5 juta ton.

Don Muzakir mengingatkan ancaman fenomena Godzilla El Nino bisa mengganggu pasokan air.

“Tugas kita menjadi sangat krusial dalam memastikan target 5 juta ton tercapai melalui perairan yang cukup di tengah ancaman kekeringan,” tegasnya.

Ia meminta pengurus menyiapkan konsep kerja konkret untuk diperjuangkan ke Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal SDA.

Don Muzakir mengajak anggota menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Ia juga meminta masyarakat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi desa-desa.

“Mari kita tingkatkan kinerja dengan penuh tanggung jawab dan hindari fitnah serta hoaks. Kita harus bersatu padu membangun Indonesia yang lebih baik bersama Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan petani yang sukses dan sejahtera,” ujarnya.[]

Gejolak di Selat Hormuz, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Urea Aman

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk urea nasional tetap aman meski konflik di Selat Hormuz mengganggu jalur perdagangan global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan jalur energi dan perdagangan pupuk dunia memang terdampak, namun Indonesia tidak terpengaruh.

“Insya Allah untuk Indonesia aman karena ureanya diproduksi dalam negeri. Bahkan hari ini Indonesia bisa menjadi stabilisator atau bahkan penyelamat ekosistem pangan dunia,” kata Rahmad dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada Kamis, 2 April 2026.

Ia menjelaskan sekitar 30 persen perdagangan pupuk dunia melewati Selat Hormuz dengan volume 4 juta ton per bulan. Dari jumlah itu, 1,5 juta ton berupa urea, 1,5 juta ton sulfur, dan 1 juta ton lainnya terdiri dari pupuk lain termasuk metanol.

Indonesia dinilai aman karena kapasitas produksi urea dalam negeri cukup tinggi. Pupuk Indonesia mencatat kapasitas operasional mencapai 8,8 juta ton dari total terpasang 9,4 juta ton, meski sebagian fasilitas produksi sudah berusia tua.

Rahmad mengatakan harga urea global melonjak tajam.

“Harga urea global tercatat mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya sekitar 400 dolar Amerika Serikat (AS) per ton menjadi 800 dolar AS per ton atau meningkat dua kali lipat akibat dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.

Meski harga dunia naik, Indonesia tidak mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan pupuk urea karena produksi dilakukan di dalam negeri. Untuk pupuk lain seperti fosfat dan potas, potensi gangguan lebih pada pengiriman. Produsen global memastikan produksi tetap berjalan.

“Kembali lagi kami tegaskan khusus mengenai pupuk kita tidak terjadi gangguan khususnya kecukupan pupuk urea yang memang terganggu (di Selat) Hormuz,” kata Rahmad.

“Kemungkinan yang lain-lain paling kalaupun terpengaruh karena faktor freight, tetapi kami baru saja pulang dari konferensi pupuk (di Bali) dan hadir banyak sekali supplier-supplier fosfat dan potas, semuanya meyakinkan tidak terjadi gangguan produksi di daerah-daerahnya,” tambahnya.

Pupuk Indonesia juga memastikan kebutuhan pupuk urea, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap terpenuhi. Harga eceran tertinggi turun 20 persen dan tidak ada rencana kenaikan kembali.

Pasokan pupuk yang terjaga diharapkan mendukung musim tanam dan menjaga stabilitas produksi pangan nasional.[]

Alsintan Menumpuk di Rumah Dinas Bupati Sumba Barat, Petani Minta Segera Disalurkan

0

TANIMERDEKA – Video alat dan mesin pertanian (alsintan) menumpuk di halaman rumah dinas Bupati Sumba Barat viral di media sosial. Video itu diunggah Stepanus Ummbu Pati melalui akun Facebook dan memicu pertanyaan publik.

Dalam video, sejumlah awak media menanyakan langsung ke Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla. “Itu baru sampai, siapapun bisa dipakai, tapi ada mekanismenya,” kata Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya, Kristina Bili, menilai alsintan bantuan Kementerian Pertanian seharusnya diserahkan ke kelompok tani sesuai usulan.

“Alsintan bantuan kementerian pertanian itu berdasarkan usulan kelompok tani, harusnya itu diserahkan ke kelompok tani,” ujarnya.

Kristina menambahkan, lokasi penyimpanan juga tidak tepat.

“Selain itu alsintan diparkir di Gudang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat, bukan di rumah dinas bupati,” katanya.

Tercatat beberapa unit alsintan yang masih diparkir di halaman rumah dinas bupati.

Diantaranya traktor roda empat, rotary, combine ukuran besar, dan combine kecil.

Dalam video itu terlihat alsintan dengan beragam merek dan warna, itu bantuan Kementerian Pertanian tahun 2025-2026.

Kristina menegaskan agar distribusi dilakukan sesuai aturan dan transparan. “Ini harus disalurkan kepada kelompok tani yang mengusulkan ke kementerian pertanian. Jangan salah digunakan, dan sampaikan ini diperjualbelikan. Ini hak milik kelompok tani yang sudah mengusulkan ke kementerian pertanian melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan setempat,” ucapnya.

Alsintan yang diparkir di rumah dinas bupati menjadi perhatian publik dan petani. Mereka berharap alat segera disalurkan agar bisa dipakai untuk mendukung musim tanam yang sedang berjalan.[]

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel Terima Kunjungan Para Kepala Desa, Ini yang Dibahas

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menerima kunjungan sejumlah kepala desa dari Kabupaten Banjar, pada Rabu, 1 April 2026 sore.

Pertemuan berlangsung di Sekretariat DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Agenda ini membahas penguatan sektor pertanian dan perkebunan di tingkat desa.

Sejumlah kepala desa yang hadir berasal dari Desa Pingaran Ulu, Desa Baru, dan Desa Limamar. Pertemuan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi terkait pengembangan pertanian serta peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan.

“Kita hari ini mendapat kunjungan dari beberapa kepala desa di Kabupaten Banjar, selain untuk silaturahmi juga berdiskusi terkait pertanian dan perkebunan,” ujar Alin Wijaya.

Diskusi mengerucut pada potensi pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah desa. Para kepala desa menilai pentingnya skema yang memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki dan mengelola kebun sawit secara mandiri. Skema ini dinilai penting agar warga tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh tantangan akses permodalan dan pendampingan teknis bagi petani.

Keterbatasan tersebut selama ini menjadi kendala dalam pengembangan usaha perkebunan di desa.

Menanggapi hal itu, Alin Wijaya menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia dalam mendorong kemandirian petani melalui penguatan organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Ke depan, kami ingin Tani Merdeka tidak hanya hadir di tingkat kabupaten/kota, tetapi juga memiliki kepengurusan hingga kecamatan dan desa. Dengan begitu, program-program yang menyentuh langsung masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan kelembagaan petani menjadi kunci agar program pertanian dan perkebunan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Pingaran Ulu, Halimi, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai kehadiran Tani Merdeka Indonesia hingga ke desa akan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung, apalagi Tani Merdeka bergerak membantu masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan,” ungkap Halimi.[]

Kementan Ingatkan Petani Lindungi Hasil Panen Lewat AUTP

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian meminta petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi produksi di tengah ancaman El Nino. Fenomena iklim tersebut diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan AUTP menjadi salah satu langkah antisipasi yang terus didorong pemerintah.

“Salah satu langkah (antisipasi menghadapi El Nino) yang terus didorong pemerintah adalah pemanfaatan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026.

Program tersebut dirancang untuk melindungi petani dari berbagai risiko. Risiko yang dimaksud meliputi kekeringan, banjir, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Kondisi tersebut kerap muncul saat cuaca ekstrem terjadi.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah lain. Langkah itu mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian dan penguatan sistem pengairan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Program pompanisasi menjadi salah satu strategi utama. Puluhan ribu pompa telah dipasang di berbagai sentra produksi beras. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan air saat musim kemarau.

Sistem irigasi berbasis pompa juga diperkuat. Sistem ini membantu distribusi air ke lahan pertanian yang sebelumnya bergantung pada curah hujan.

Amran menegaskan kesiapan di tingkat petani tetap menjadi faktor penentu. Pengelolaan air, kesiapan lahan, dan perlindungan usaha tani harus dilakukan sejak awal.

“El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan (April-September), Insya Allah sektor pangan tetap aman,” ujar Mentan.

Sementara itu Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah, menilai perlindungan usaha tani semakin penting di tengah ketidakpastian iklim.

“Risiko dalam usaha tani tidak bisa dihindari, apalagi saat terjadi El Nino. Melalui AUTP, risiko tersebut dapat dialihkan, sehingga ketika terjadi gagal panen, petani tetap memiliki kemampuan untuk melanjutkan usaha tani,” jelasnya.

Dukungan terhadap AUTP juga datang dari pemerintah daerah. Sejumlah daerah mulai mengalokasikan anggaran untuk program tersebut.

“Sejauh ini sudah ada 13 provinsi yang berkomitmen melalui APBD I dan APBD II untuk mengasuransikan lahan sawah dengan total luasan mencapai 92.986,67 hektare,” ujarnya.

Program AUTP merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Aturan tersebut mengamanatkan negara untuk melindungi petani dari risiko usaha.

Pemerintah terus mempermudah akses program ini. Proses pendaftaran kini dibuat lebih sederhana dan terintegrasi secara digital. Langkah ini diharapkan meningkatkan partisipasi petani.

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

Pemerintah mengingatkan pentingnya perlindungan usaha tani sejak awal musim tanam. AUTP diharapkan menjadi bagian dari perencanaan usaha, bukan hanya digunakan saat terjadi kerugian. Dengan langkah tersebut, risiko gagal panen dapat ditekan dan produksi tetap terjaga.[]

BRIN dan FAO Perkuat Transformasi Peternakan Berbasis Sains

0

TANIMERDEKA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bersama Food and Agriculture Organization (FAO) mendorong transformasi industri peternakan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi global.

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas negara dan sektor.

Pertemuan ini mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, serta pelaku industri. Diskusi difokuskan pada perumusan arah baru sistem peternakan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Sektor peternakan memiliki peran penting dalam sistem agripangan global. Sektor ini menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan protein dunia. Sektor tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 1,3 miliar orang, terutama peternak kecil di wilayah pedesaan.

Kebutuhan pangan yang terus meningkat menghadirkan tantangan baru. Sektor peternakan dihadapkan pada isu keberlanjutan, perubahan iklim, serta efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan sektor peternakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

“Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. Dengan memperkuat kapasitas riset dan mengadopsi praktik berkelanjutan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor peternakan terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menyampaikan kolaborasi dalam forum ini akan memperkuat sistem peternakan nasional.

“Diskusi dan kemitraan yang lahir dari pertemuan ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peternakan yang selaras dengan prioritas nasional dan tujuan global. FAO berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam transformasi ini melalui pendekatan berbasis sains dan kemitraan strategis,” jelasnya.

Forum ini menghadirkan berbagai sesi diskusi. Kegiatan meliputi pleno, panel pakar, serta forum ilmiah paralel yang membahas temuan terbaru di bidang peternakan berkelanjutan.

Kompetisi riset pemuda juga digelar dalam rangkaian acara. Kegiatan ini bertujuan mendorong inovasi dari generasi muda dalam sektor peternakan.

Salah satu agenda penting adalah peluncuran fase terbaru Global Livestock Environmental Assessment Model (GLEAM) dari FAO. Model ini menjadi kerangka analisis untuk mengukur dampak lingkungan dari sistem peternakan.

GLEAM juga memberikan rekomendasi strategi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Model ini diharapkan membantu pembuat kebijakan, peneliti, serta pelaku industri dalam menyusun kebijakan berbasis data.

Pemanfaatan model tersebut juga diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

FAO sebelumnya telah menggelar pelatihan teknis bagi sekitar 100 pakar dan spesialis. Pelatihan tersebut membahas penggunaan model GLEAM serta pedoman teknis terbaru melalui kemitraan Livestock Environmental Assessment and Performance (LEAP).

Inisiatif tersebut membantu negara dalam menilai dan mengoptimalkan jasa ekosistem dalam sistem peternakan.

Asisten Direktur Jenderal FAO, Thanawat Tiensin, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif global.

“Dunia membutuhkan visi bersama, tanggung jawab kolektif, dan pendekatan One Health sebagai solusi menyeluruh untuk transformasi peternakan yang berkelanjutan. Sains dan inovasi menjadi kunci dalam memastikan ketahanan pangan, gizi, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat,” tegasnya.

Forum ini upaya memperkuat sinergi global dalam sektor peternakan. Kolaborasi berbasis sains diharapkan mampu menjawab tantangan saat ini sekaligus menjadi fondasi pembangunan agripangan yang lebih tangguh di masa depan.[]