Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Bulog Serap 3,17 Juta Ton Beras

TANIMERDEKA – Perum Bulog menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui keikutsertaan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan yang berlangsung pada 20-27 Juni 2026 itu menjadi ajang pertemuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pangan dari seluruh Indonesia.

PENAS juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendorong penerapan teknologi di bidang pertanian dan perikanan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” ungkap dia, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan keikutsertaan Bulog merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dengan petani, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pangan.

Menurut dia, keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, mulai dari sektor produksi hingga distribusi.

“PENAS menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Perum Bulog tidak hanya hadir di hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan, tetapi juga terus memperkuat peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah. Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Bulog mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional” dalam keikutsertaannya di PENAS 2026. Tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu langkah yang terus dijalankan Bulog adalah penyerapan gabah dan beras hasil produksi petani dalam negeri. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Bulog membeli gabah kering panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani saat musim panen berlangsung.

Hingga 20 Juni 2026, Bulog telah menyerap sekitar 3,17 juta ton setara beras dari petani dalam negeri. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari target penyerapan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Capaian itu menunjukkan tingginya aktivitas penyerapan hasil panen yang dilakukan Bulog di berbagai daerah sentra produksi. Penyerapan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Bulog memastikan seluruh proses penyerapan dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses di lapangan melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta dukungan unsur TNI dan Polri untuk memastikan penyerapan berjalan lancar.

Kehadiran Bulog dalam PENAS 2026 juga menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai masukan dari petani dan pelaku sektor pangan. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Bulog berharap sinergi antara petani, nelayan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjaga produksi pangan, memperkuat cadangan nasional, serta mendukung target swasembada pangan yang berkelanjutan.[]

Berita Terkait

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini