TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir bertemu langsung dengan kelompok tani di Nangah-Nangah, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pertemuan itu kesempatan bagi Don Muzakir untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan petani.
Sejumlah petani menyampaikan bahwa akses terhadap bantuan pemerintah untuk sektor pertanian saat ini semakin mudah. Mereka berharap dukungan tersebut bisa dibuat lebih spesifik sesuai potensi setiap wilayah.
Petani juga mendorong pemerintah melihat komoditas yang paling cocok dikembangkan di daerah mereka. Salah satunya pengembangan tanaman buah di wilayah Nangah-Nangah.
Don Muzakir mengatakan potensi tersebut perlu mendapat perhatian. Menurut dia, pengembangan pertanian harus disesuaikan dengan kondisi dan keunggulan masing-masing wilayah.
“Wilayah Nangah-Nangah, Kecamatan Baruga, Kendari sangat cocok pengembangan buah-buahan, ini harus digarap.”
Don Muzakir mengatakan suara petani harus menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan pertanian. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan. Program pertanian juga perlu disesuaikan dengan potensi lahan, komoditas dan kebutuhan petani.
Pertemuan tersebut mendapat sambutan baik dari para petani. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Tenggara Luky Julianto, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Muiz, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari Sahuryanto, tokoh masyarakat, serta para petani.
Don Muzakir mengatakan Tani Merdeka Indonesia terus membawa aspirasi petani kepada pemerintah. Dia meminta pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia di daerah tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga rutin turun ke lapangan.
Menurut Don Muzakir, persoalan petani tidak selalu sama di setiap daerah. Karena itu, kebutuhan petani harus dilihat berdasarkan kondisi wilayah.
Pengembangan komoditas buah di Nangah-Nangah menjadi peluang yang bisa dikembangkan. Potensi tersebut dapat membuka pilihan usaha baru bagi petani sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat jika dikelola secara serius.
Don Muzakir juga meminta pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia ikut mengawal kebutuhan petani. Aspirasi yang ditemukan di lapangan perlu disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pertanian sesuai potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Imran mengatakan potensi pertanian di Kota Kendari tidak bisa dilihat hanya dari satu jenis komoditas. Pengembangan pertanian perlu mempertimbangkan kondisi lahan, kemampuan petani, kebutuhan pasar, serta peluang ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat.
Pertemuan seperti ini kata Imran Ismail menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada pemerintah daerah dan organisasi petani. Masukan dari petani dapat menjadi bahan dalam menentukan program pertanian yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.[]
