TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendesak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh segera merealisasikan anggaran rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir.
Desakan itu disampaikan karena anggaran pemulihan telah dialokasikan pemerintah pusat, tetapi hingga kini pelaksanaannya dinilai belum berjalan.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan rehabilitasi lahan harus segera dilakukan agar petani bisa kembali menggarap sawah.
Menurutnya, anggaran tersebut memang disiapkan untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir pada tahun lalu.
Ia menilai keterlambatan pelaksanaan program dapat menghambat musim tanam dan berdampak pada produksi pangan di Aceh. Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi pendapatan petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil panen.
“Kami meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh segera merealisasikan anggaran rehabilitasi lahan pertanian. Arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sudah sangat jelas, yaitu menginginkan lahan pertanian yang terdampak banjir dapat kembali normal. Karena itu, dinas harus memiliki perencanaan yang matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Cut Muhammad, pada Kamis, 6 Agutsus 2026.
Menurut Cut, pemulihan lahan menjadi langkah penting untuk mengembalikan produktivitas pertanian di daerah yang terdampak banjir. Semakin cepat lahan diperbaiki, semakin cepat pula petani dapat kembali menanam dan meningkatkan hasil produksi.
Ia berharap pelaksanaan program dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan di lapangan sehingga bantuan benar-benar menyasar lahan yang mengalami kerusakan.
Pria yang disapa Mukim Amad menilai pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang sama dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Oleh karena itu, kami berharap Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh segera menyusun langkah-langkah yang terukur dan melakukan eksekusi program rehabilitasi sesuai dengan peruntukan anggaran yang telah disediakan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Tani Merdeka Aceh berharap rehabilitasi lahan dapat segera dimulai agar petani tidak kehilangan musim tanam. Program tersebut juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak banjir dan menjaga produksi pangan Aceh tetap stabil.
