Beranda blog Halaman 94

Wamentan Sudaryono Ajak Anak Muda Ambil Peran di Sektor Pertanian

0

Jakarta — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong anak muda Indonesia untuk aktif mengambil peran di sektor pertanian. Menurutnya, generasi muda adalah kunci utama dalam membangkitkan kembali pertanian nasional.

Dalam sebuah kesempatan, Sudaryono menyampaikan pandangannya soal potensi besar sektor pertanian jika dikelola oleh anak muda. Ia menegaskan bahwa citra bertani saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu.

“Di era modern ini, bertani tidak lagi identik dengan lumpur dan hidup pas-pasan. Di kalangan anak muda, pertanian kini menjelma jadi ladang cuan yang menjanjikan dan memiliki masa depan cerah,” kata Sudaryono.

Pada acara Forum Nasional Petani Muda dan Forum Nasional Organisasi Kepemudaan Bidang Pertanian di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada  Kamis 22 Mei 2025 yang dimana ia menekankan anak muda untuk mengambil peran.

“Anak muda harus ambil peran. Hari ini kita satukan gerakan pemuda pertanian dalam Forum Petani Muda Indonesia. kita ingin melahirkan lebih banyak petani dan pengusaha muda yang bisa menjadi motor penggerak pertanian.“ ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka, Sudaryono juga menjelaskan bahwa peluang di sektor pertanian sangat terbuka lebar. Anak muda bisa tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pengusaha di bidang ekspor hasil pertanian.

“Selain menjadi petani, ada yang jadi pengusaha, ada yang ekspor sayur, ekspor buah, kemudian ada ekspor gula aren,gula kelapa, dan seterusnya. kita ingin mereka yang sudah mandiri dapat meneruskan dan mengajarkan kepada yang belum,“ tambahnya.

Lebih lanjut, Sudaryono atau akrab dipanggil Mas Dar  menekankan pentingnya dukungan bagi anak muda yang ingin terjun di dunia pertanian. Menurutnya, asal ada kemauan dan pendampingan yang tepat, siapapun bisa sukses di bidang ini.

“Kalau di pertanian ini asal ada kemauan, kemudian pertanian kita sia dukung, mulai dari metode cara bertani, cara packaging, pasca panen, perawatan, penanaman, dan seterusnya kita bisa ikut kombinasi” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendapatan para petani muda tidak berasal dari gaji negara, melainkan dari hasil pengolahan lahan sendiri melalui berbagai skema, salah satunya bagi hasil.

“ini bukan gaji dari negara, tapi hasil dari pengolahan lahan mereka dengan skema bagi hasil dan seterusnya.” pungkasnya.

Dengan adanya forum-forum seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk terjun ke sektor pertanian. Selain membuka peluang usaha yang menjanjikan, kehadiran petani muda juga diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

 

DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan Siap Bersinergi Dengan Dinperpa Jalankan Program Urban Farming dan Tani Milenial

0

Pekalongan — DPD Tani Muda Merdeka (TMI) Kota Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan program urban farming percontohan dan sosialisasi tani milenial yang akan digelar bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, pada Jumat (23/05/2025).

Mungki Retnosari selaku Ketua DPD TMI Kota Pekalongan menyebutkan sinergi ini merupakan bagian dari upaya TMI untuk memastikan program-program ketahanan pangan dari pemerintah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani di daerah.

“Ya, kita di TMI memang bertugas untuk mengawal program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kita bersinergi dengan Dinas Pertanian agar program dari pemerintah bisa sampai ke petani dan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan petani,” ujar Mungki Retnosari Ketua DPD TMI Kota Pekalongan.

Mungki Retnosari yang kerap di sapa Kikie ini menyampaikan bahwa tak hanya menyasar petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), program ini juga secara aktif mengajak kalangan muda untuk ikut terlibat dalam sektor pertanian melalui program petani milenial.

“Semua kalangan masyarakat tani kita libatkan, bahkan para muda-mudi kita dorong untuk ikut bergabung sebagai petani milenial,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, DPD TMI Kota Pekalongan tetap bersinergi dengan Dinperpa. Bahkan, dalam kegiatan sosialisasi nanti, rencananya akan menghadirkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinperpa sebagai pembicara, bersama salah satu dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan.

Kunjungan dan pembahasan awal mengenai program ini pun mendapat sambutan positif dari pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan.

“Respon dan sambutannya sangat positif serta mendapat dukungan penuh,” tambahnya.

TMI berharap, melalui program ini ketahanan pangan di Kota Pekalongan semakin kuat, kesejahteraan petani meningkat, dan ekonomi masyarakat ikut terdongkrak.

“Semoga dengan adanya program ini, ketahanan pangan di Kota Pekalongan semakin terjaga, petani makin sejahtera, dan ekonomi masyarakat terus berkembang,” pungkasnya.

Cara Mudah Petani Jualan Hasil Panen Lewat Media Sosial

0
Petani bisa jualan lewat HandPhone

Di era digital seperti sekarang, petani tidak cuma bisa berjualan hasil panen lewat tengkulak atau pasar tradisional saja. Lewat media sosial, petani bisa langsung promosi dan jual hasil panennya ke konsumen tanpa perantara. Selain lebih cepat, hasilnya juga bisa lebih menguntungkan! 

Buat para petani atau komunitas tani yang ingin mulai, berikut panduan sederhana cara memanfaatkan media sosial untuk jualan produk pertanian.

Media sosial seperti Tiktok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp bisa jadi alat promosi gratis yang menjangkau banyak orang. Apalagi sekarang banyak orang belanja sayur, buah, hingga beras organik langsung dari petani lewat media sosial. Adapun manfaat dari penggunaan media sosial untuk petani yaitu seperti: 

  1. Bisa jual langsung ke konsumen
  2. Dapat harga lebih bagus tanpa dipotong tengkulak
  3. Lebih dikenal banyak orang
  4. Bangun komunitas pelanggan loyal

Inilah beberapa tips yang mesti dilakukan petani dalam memasarkan hasil panennya ke media sosial.

  1. Foto Produk yang Menarik

Gunakan kamera HandPhon yang cukup bagus. Foto hasil panen di bawah sinar matahari biar warnanya lebih cerah atau mendapatkan cahaya yang cukup dan pastikan produk terlihat segar dan bersih.

  1. Tulis Deskripsi Produk yang Jelas

 Contoh:
“Pepaya California, manis, segar dari kebun sendiri. 1 kg Rp 10.000. Bisa pesan lewat WA, kirim area Purbalingga & sekitarnya.”

  1. Aktif Posting Setiap Hari

Update hasil panen, proses di kebun, atau testimoni pelanggan. Orang jadi tahu kalau kebunnya aktif.

  1. Berikan Promo Menarik

Misal: beli 3 kg, gratis ongkir. Atau diskon khusus pelanggan pertama.

Selain media sosial, tentu para petani juga bisa jual melalui Marketplace, seperti Tokopedia dan Shopee. Petani zaman sekarang tidak boleh ketinggalan teknologi. Lewat media sosial, petani bisa promosi, jualan, dan membangun jaringan pelanggan lebih luas. Cara ini juga bisa bantu petani muda yang ingin usaha pertanian tanpa harus buka toko fisik. Jadi, mulai manfaatkan HandPhone dan media sosial buat jualan hasil kebun sendiri.

Tani Merdeka Pidie Kunjungi Pabrik Garam di Simpang Tiga

0

Pidie, 21 Mei 2025 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Kabupaten Pidie melakukan kunjungan ke pabrik garam yang berlokasi di Kampung Cek Brek, Kecamatan Simpang Tiga, Rabu (21/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati langsung proses produksi garam serta berdialog dengan para petani garam setempat.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Pidie, Sabirin SE, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar petani sekaligus memahami potensi pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas garam di wilayah tersebut.

“Kunjungan ini bukan hanya sekedar kunjungan biasa, melainkan memiliki tujuan yang spesifik, yaitu Memahami Proses Produksi”, ujar Sabirin.

Kunjungan ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan, sekaligus menggali peluang pengembangan usaha garam berbasis teknologi.

“Melalui kunjungan ini, Tani Merdeka DPD Pidie ingin melihat langsung bagaimana garam diproduksi, mulai dari pengolahan air laut hingga menjadi garam siap pakai”, tambahnya.

Tani Merdeka sebagai organisasi yang fokus pada pemberdayaan petani terus mendorong adanya inovasi dan kolaborasi antar petani demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

 

Tani Merdeka Indonesia Turut Serta dalam Penyerahan 63 Unit Alsintan untuk Petani Kuningan

0
Tani Merdeka Jabar Ketua DPW turut Serta dalam Penyerahan Bantuan Alsintan

Kuningan, Jawa Barat — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Jawa Barat turut serta  dalam kegiatan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (19/5/2025).

Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional percepatan luas tambah tanam yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, bersama jajaran pemerintah daerah dan para petani.

Bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis alat modern seperti combine harvester, traktor tangan, traktor rotary, drone penyemprot pertanian, mesin pencacah, hingga pompa air. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.

“Kelompok Tani Beber Jaya binaan Tani Merdeka kabupaten kuningan alhamdulillah  menerima combine harvester dari kementerian pertanian. Saya berharap semua pada kelompok tani di Jawa Barat harus semangat lagi dalam menjalankan pertanian karena bagaimanapun swasembada pangan dan ketahanan pangan adalah program utama dari Presiden RI Prabowo Subianto“ ujar Yudi Setia Kurniawan.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam realisasi bantuan alsintan tersebut.

“Penyerahan 63 unit alsintan ini adalah hasil dari perhatian luar biasa Anggota DPR RI Komisi IV Pak Dadang M. Naser, Bu Rina Sa’ada, serta dukungan dari para kelompok Tani Merdeka. Ini ikhtiar bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kuningan,” ucap Bupati Dian.

Bupati menegaskan bahwa kehadiran alsintan ini akan memudahkan para petani dalam mengolah lahan dan memanen hasil pertanian dengan lebih cepat dan efisien. Ia berharap sektor pertanian di Kuningan semakin berkembang dan mampu berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Wildan, salah satu perwakilan kelompok tani, turut mengungkapkan harapannya agar pemerintah terus mendukung para petani dengan berbagai teknologi pertanian modern ke depannya.

“Kami berharap di desa kami dan daerah-daerah lain yang punya potensi pertanian tinggi bisa mendapatkan dukungan alsintan dan teknologi pertanian lainnya agar hasil panen semakin maksimal,“ ujarnya.

Pemberian bantuan menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan optimal di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi bersama pemerintah dan petani dalam memperkuat sektor pertanian.

 

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sambas Resmi Dilantik, Siap Sukseskan Ketahanan Pangan Daerah

0
Prosesi Pelantikan DPD Tani Merdeka Kab. Sambas Kalimantan Barat
Prosesi Pelantikan DPD Tani Merdeka Kab. Sambas Kalimantan Barat

Sambas, Kalimantan Barat — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sambas periode 2025-2029 resmi dilantik. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW TMI Kalimantan Barat, M. Saufi, pada Senin (19/5/2025).

Pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Bupati Sambas, Satono, Dewan Pembina DPW TMI Kalbar sekaligus anggota DPD RI, Daud Yordan, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sambas. Tidak hanya dari unsur pemerintah, acara ini juga diikuti oleh para petani dari Brigade Pangan, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), penyuluh pertanian, hingga para pengusaha kios pupuk di wilayah Sambas.

Ketua DPD TMI Kabupaten Sambas, Gulma Pujianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran TMI di Kabupaten Sambas merupakan upaya untuk menghadirkan wadah bagi para petani dalam meningkatkan kesejahteraan serta menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

“TMI dibentuk sebagai wadah petani untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Gulma Pujianto.

Ia menegaskan, TMI juga akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah, menjembatani para petani dengan berbagai program ketahanan pangan yang tengah dijalankan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Sambas dapat terus berkembang.

“Sebagai mitra pemerintah, TMI hadir untuk menjembatani program kerja ketahanan pangan pemerintah,” tambahnya.

Kabupaten Sambas dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Barat. Selain itu, wilayah ini juga memiliki keunggulan di sektor perkebunan dengan komoditas unggulan seperti jeruk dan buah naga. Gulma berharap, dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan melalui penerapan teknologi dan modernisasi pertanian.

“Kami harap TMI dapat bersinergi mendukung program Pemerintahan Kabupaten Sambas. Peningkatan produktivitas pertanian dengan peningkatan teknologi dan modernisasi pertanian,” jelas Gulma.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta mewujudkan kemandirian pangan di daerah.

“Kami komitmen untuk kolaborasi dan mendukung program prioritas Kabupaten Sambas untuk mencapai kemandirian pangan,”pungkasnya.

Tani Merdeka Siap Dorong Kesejahteraan Petani di Kabupaten Sambas

0
Tani Merdeka Sambas Kalimantan Barat

Sambas, Kalimantan Barat — Daud Yordan, anggota DPD RI dan pembina DPW TMI Kalbar, menegaskan TMI hadir untuk mendukung swasembada pangan Indonesia dengan fokus utama pada lumbung padi, Senin (19/5/2025).

Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Sambas. Melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai stakeholder terkait.

“Tentu bisa mensejahterakan masyarakat, tentu ada goals yang kita harapkan, oleh sebab itu melalui organisasi ini kita bentuk bekerja sama dengan pemerintah, dengan semua stakeholder terkait supaya Tani Merdeka dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan terhadap masyarakat,

Kabupaten Sambas sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Kalimantan Barat, khususnya untuk sektor padi. Melihat potensi besar tersebut, pihak TMI akan memprioritaskan berbagai program dan dukungan di daerah penghasil pangan utama ini.

“Kabupaten Sambas lumbung pangan padi terbesar untuk sektor pertanian di Kalbar. Maka, dari itu tentu kami sebagai pembina pengurus dari dewan TMI akan memprioritaskan daerah-daerah yang memang menghasilkan lumbung padi atau pangan atau pertanian namun tetap bersama-sama dengan daerah-daerah lain,” katanya

TMI juga berencana untuk terus mengajukan berbagai usulan kebutuhan petani di Kabupaten Sambas kepada pemerintah, seperti bantuan alat dan mesin pertanian serta fasilitas penunjang lainnya.

“Tentu organisasi akan mengusulkan usulan-usulan yang ada, yang dibutuhkan oleh para petani,” tutupnya.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan taraf hidup petani melalui modernisasi alat pertanian dan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

DPN Tani Merdeka Indonesia Lantik Pengurus SULUT, Don Muzakir: Kawal Program Presiden Prabowo sampai ke Desa-Desa

0
Sambutan Ketua Umum di Pelantikan DPD Sumatera Utara

SULUT  — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Prosesi pelantikan ini berlangsung di Four Points Hotel, Manado, pada Senin (19/5/2025).

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, secara langsung memimpin jalannya pelantikan. Dalam sambutannya, Don menegaskan bahwa Tani Merdeka memiliki peran penting dalam mengawal program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pertanian.

“Tugas Tani Merdeka adalah menyampaikan apa yang sudah diprogramkan oleh Pak Prabowo ke desa-desa terpencil,” ujar Don Muzakir di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Don juga menyoroti masih minimnya informasi terkait program-program pemerintah yang diterima oleh petani di berbagai daerah. Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya saat berdialog dengan kelompok tani tembakau di Boyolali, Jawa Tengah, yang ternyata belum mengetahui adanya dana bagi hasil tembakau yang seharusnya bisa mereka manfaatkan.

“Ada kejadian di Boyolali, yang notabene berdekatan dengan Solo. Saat saya bertanya kepada kelompok tani tembakau, apakah mereka pernah menerima dana bagi hasil tembakau, mereka jawab tidak tahu. Sudah bertahun-tahun jadi kelompok tani tapi tidak pernah mendengar soal itu. Itu di tengah kota, apalagi masyarakat yang ada di pelosok desa, betul?” jelas Don.

Oleh karena itu, ia berharap keberadaan Tani Merdeka di berbagai wilayah Indonesia bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan para petani, sekaligus memastikan program-program yang telah dicanangkan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh petani di seluruh pelosok negeri.

Lantik DPD Tani Merdeka Aceh Timur, Cut Muhammad: Aceh Jadi Lumbung Pangan, Butuh Alat dan Infrastruktur Pertanian

0

TANI MERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, optimis modernisasi pertanian akan mempercepat pengembangan Aceh Timur sebagai lumbung pangan nasional di ujung barat Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat melantik Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 17 Mei 2025, di Aula Pendopo Bupati Aceh Timur.

Menurut Cut Muhammad, Aceh Timur ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan, terutama beras. Namun, untuk mencapainya dibutuhkan dukungan peralatan dan infrastruktur yang memadai.

“Kita butuh alat mesin pertanian (alsintan), sistem irigasi yang baik, pola tanam yang modern, serta perluasan lahan tanam. Kalau ini terpenuhi, maka Aceh Timur dan Aceh bisa lebih cepat menjadi lumbung pangan,” ujar Cut Muhammad yang akrab disapa Mukim.

Cut Muhammad juga berharap sinergi antara petani, pemerintah, dan semua pihak dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

“Kami di Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra pemerintah dan petani untuk mewujudkan modernisasi pertanian. Kami ingin petani di Aceh Timur naik kelas, lebih sejahtera, dan lebih produktif,” kata Cut Muhammad.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Timur, Zubir, menyampaikan pihaknya siap bekerjsama dengan semua pihak terutama dengan Demerintah Daerah Aceh Timur untuk mendukung program pertanian berkelanjutan dan katahanan pangan di Aceh Timur.

“Kami akan fokus membantu petani agar bisa meningkatkan hasil panen. Kita juga akan dorong pelatihan dan pemanfaatan teknologi pertanian agar petani kita lebih maju,” kata Zubir.

Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, yang hadir dan juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Aceh Timur, menyampaikan Aceh Timur merupakan wilayah dengan serapan gabah terbesar kedua di Aceh.

“Potensi kita besar. Tapi kita masih butuh banyak hal, terutama infrastruktur saluran irigasi dan normalisasi saluran air. Alsintan juga masih kurang,” kata Zainal.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus mendukung gerakan Tani Merdeka Indonesia, agar pertanian bisa menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

“Kita masih butuh saluran irigasi yang memadai, normalisasi saluran air, dan tambahan alsintan. Pemerintah daerah siap bekerja sama dengan Tani Merdeka untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Acara pelantikan tersebut juga dihadiri Wakapolres Aceh Timur Kompol Abdul Muin, Dandim, Kepala Dinas Peternakan, dan tokoh ulama Aceh Timur, Abon Keude Dua, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, Abdul Muthalib dan para pengurus.[]

5 Tahun Gagal Panen, Petani Bireuen Desak Pemerintah Bangun Saluran Pembuangan Air

0

TANI MERDEKA – Ratusan petani di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, sudah lima tahun berturut-turut mengalami gagal panen dan sebagian tidak maksimal mendapatkan hasil panen. Penyebabnya saluran pembuangan air yang buruk dan masih bersifat dasar.

Akibatnya, setiap musim hujan, air menggenangi sawah dan merusak tanaman padi. Bahkan saat musim tanam dua kali dalam setahun, petani tetap gagal panen karena kondisi sawah selalu tergenang air.

“Kalau hujan deras, sawah langsung tergenang. Padi jadi merah dan busuk,” kata Abdul Muataleb, Ketua Kelompok Tani Makmu Jaya, pada Kamis, 9 Mei 2025.

Ia mengaku persoalan yang dihadapi petani ini sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Bireuen, namun sampai sekarang belum ada solusi.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad bersama pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen dan para petani turun langsung melihat kondisi sawah yang gagal panen itu.

Ia mengunjungi tujuh desa yang terdampak, yaitu Abeuk Tingkeum, Abeuk Usong, Blang Bladeh, Blang Me, Cot Ulim, dan desa lainnya di Kecamatan Jeumpa.

“Ada sekitar 300 hektare sawah di sini yang sangat butuh saluran pembuangan air. Ini bukan masalah baru. Sudah lima tahun petani di sini menderita, tapi belum ada tanggapan serius dari pemerintah,” ujar Cut Muhammad.

Cut Muhammad menegaskan, masalah ini seharusnya menjadi perhatian Kementerian Pertanian. Ia mendesak agar pemerintah pusat turun tangan langsung membangun saluran pembuangan air yang layak untuk petani.

“Kalau pemerintah pusat dan daerah tidak segera bertindak, petani akan terus rugi. Kemandirian pangan yang diharapkan oleh Presiden Prabowo tidak akan tercapai jika petani terus dibiarkan gagal panen seperti ini,” tegasnya.

Cut Muhammad berharap Menteri Pertanian mau datang melihat langsung kondisi sawah mereka, dan segera mengalokasikan anggaran untuk membangun sistem drainase yang layak.

“Selama ini kami hanya dijanjikan, tapi tak pernah dibantu. Sekarang kami butuh bukti, bukan janji lagi,” pungkas Cut Muhammad.[]