Beranda blog Halaman 87

Tani Merdeka Aceh Tamiang Siap Kawal Ketahanan Pangan, Dukung Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program ketahanan pangan di wilayahnya. Dukungan ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan melalui program Asta Cita.

Pria yang akrab disapa Aji, menyampaikan kesiapan seluruh jajaran Tani Merdeka Aceh Tamiang untuk terlibat aktif dalam setiap langkah pembangunan sektor pertanian, baik diminta maupun tidak.

“Kami siap berkontribusi, memberikan tenaga dan pikiran demi menyukseskan program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo. Ketahanan pangan adalah kebutuhan mendasar bangsa ini. Kami berdiri bersama pemerintah untuk mewujudkannya,” ujar Aji, pada Rabu, 15 Juli 2025.

Menurut Aji, pertanian harus menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional. Untuk itu, seluruh stakeholder diminta untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan.

Ia menyoroti gerakan positif yang dilakukan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang yang baru saja melaksanakan penanaman jagung di lahan Kompi Produksi Kodim bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan seperti ini. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antar lembaga yang mendukung program Presiden Prabowo menjaga ketahanan pangan. Jika ini terus berjalan, saya yakin hasilnya akan besar,” ucapnya.

Aji juga menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen, termasuk masyarakat dan ormas, dalam mendukung langkah strategis pemerintah di bidang pangan. Ia menyebut kehadiran Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai angin segar yang mendorong lahirnya inovasi dan terobosan bagi petani di daerah.

“Bapak Sudaryono hadir membawa semangat baru. Beliau turun langsung, mengerti apa yang dibutuhkan petani. Ini bentuk nyata kehadiran negara. Maka tugas kami sebagai Tani Merdeka adalah memastikan program-program tersebut berjalan sampai ke akar rumput,” katanya.

Tani Merdeka Aceh Tamiang bertekad menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pangan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga harga, distribusi pupuk, serta memastikan petani mendapat dukungan yang layak.

“Kami siap bekerja bersama. Bila petani sejahtera, negara pasti kuat,” pungkas Aji.[]

Tani Merdeka Aceh Jaya Resmi Dilantik, Bupati Safwandi Jadi Ketua Dewan Pembina

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Jaya periode 2025–2030 di Aula Setdakab Aceh Jaya, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Selain pengurus inti, Cut Muhammad juga mengukuhkan Bupati Aceh Jaya, Safwandi sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Aceh Jaya.

Pengukuhan ini sebagai bentuk penghormatan atas perhatian Safwandi terhadap petani dan masa depan sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Cut Muhammad menyampaikan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk menyatukan tekad membangun kembali kejayaan pertanian rakyat.

“Pengurus yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar. Kita ingin Tani Merdeka hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai gerakan rakyat,” kata Cut Muhammad

“Gerakan ini harus menyentuh petani secara langsung, mengangkat harkat dan martabat petani, nelayan, dan peternak. Kita tidak boleh diam saat petani masih kesulitan pupuk, masih sulit akses alat dan pembiayaan,” tambah Cut Muhammad.

Ia juga menekankan Tani Merdeka Indonesia adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

“Kita semua paham, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo tidak akan berhasil tanpa dukungan petani yang kuat. Maka Tani Merdeka harus hadir di tengah-tengah mereka, menjadi penghubung antara petani dan negara. Kita harus menyampaikan suara petani ke ruang-ruang kebijakan. Kita kawal bersama distribusi pupuk bersubsidi, teknologi pertanian, pembukaan lahan baru, hingga pelatihan bagi petani muda,” ucapnya.

Cut Muhammad juga mendorong pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Jaya untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

“Jangan tunggu undangan. Datangi dinas-dinas, ajak bicara, ajukan program. Kita tidak bisa hanya berharap, tapi harus bergerak. Kalau kita konsisten dan serius, saya yakin petani Aceh Jaya akan bangkit,” kata Cut Muhammad dengan penuh semangat.

Sementara itu, Bupati Safwandi dalam sambutannya mengucapkan selamat dan menyampaikan dukungan penuh atas kiprah Tani Merdeka Indonesia di Aceh Jaya.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial. Ini adalah awal untuk membawa perubahan. Kita ingin Tani Merdeka menjadi mitra pemerintah dalam setiap proses pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Safwandi.

Ia menyatakan siap membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dan mendengar aspirasi petani melalui organisasi Tani Merdeka.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Jaya, Fitra Akhyar, juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dan membangun kerja sama dengan semua pihak.

“InsyaAllah, kami akan hadir di tengah petani, mendengar mereka, dan memperjuangkan kebutuhan mereka,” ucap Fitra.

Pelantikan turut dihadiri Forkopimda, kepala dinas, tokoh masyarakat dari PCNU, PD Muhammadiyah, dan kelompok tani. Acara ini menjadi bukti dukungan luas terhadap semangat kemandirian pangan dan peran penting petani dalam membangun daerah.[]

DPW Tani Merdeka Jawa Barat Resmi Lantik DPD Kota Sukabumi, Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan

0
Foto bersama Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat dan seluruh Pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi
Foto bersama Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat dan seluruh Pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi

Sukabumi — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat resmi melantik susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Kota Sukabumi untuk periode 2024-2029, pada Selasa (15/07/25).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Tani Merdeka Jawa Barat dalam memperkuat peran petani lokal serta mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Kurniawan, menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan bahwa organisasi Tani Merdeka sepenuhnya mendukung program swasembada pangan dan hilirisasi pertanian yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyatakan diri mendukung program penuh swasembada pangan dan ketahanan pangan serta program hilirisasi pertanian Presiden Prabowo Subianto,” ujar Yudi Kurniawan bersama seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi 

Selain itu, Yudi juga menegaskan pentingnya kerja sama antara petani dan pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang kuat. Menurutnya, kehadiran Tani Merdeka justru menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dinas-dinas terkait di bidang pertanian.

“Kita harus bersinergi dengan pemerintah. Dan kita ini nggak menghambat mereka, justru mendorong dan membantu dinas-dinas yang ada. Anggap saja kita ini seperti penyuluh pertanian, tapi nggak digaji ya. Bener nggak? Kalau penyuluh pertanian kan ada gaji, kalau kita mah swadaya,” ujar Yudi dalam sambutannya

Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan kerja sama antara petani dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

Koperasi Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Presiden Prabowo untuk Petani dan Rakyat Kecil

0

TANIMERDEKA – Pemerintah terus membuktikan komitmennya dalam membangun ekonomi rakyat melalui program Koperasi Merah Putih.

Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono meninjau langsung kesiapan Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu, 13 Juli 2025.
Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Di koperasi ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan seperti pupuk, beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Semua tersedia dalam satu titik pelayanan.

“Kita ingin semua kebutuhan masyarakat, terutama petani, bisa diperoleh dengan mudah. Koperasi ini bukti negara hadir di tengah rakyat. Terima kasih atas arahan Presiden Prabowo, inilah bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat kecil,” ujar Wamentan Sudaryono.

Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat ekonomi rakyat di desa-desa.
Koperasi ini juga diharapkan bisa menjaga stabilitas harga dan mempermudah akses pangan untuk masyarakat.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan koperasi ini merupakan gagasan langsung dari Presiden Prabowo. Pemerintah pusat dan daerah terus bekerja bersama agar koperasi ini bisa segera diluncurkan secara nasional.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Presiden waktu di Brasil, Jawa Tengah siap diluncurkan. Kita semua bekerja keras agar koperasi ini benar-benar bisa melayani rakyat dengan baik. Ini bukan hanya proyek, ini kehadiran negara untuk rakyat,” kata Zulhas.

Hingga kini, sudah ada 78 ribu koperasi Merah Putih yang siap diresmikan dari total target 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Langkah besar ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Kementerian Pertanian juga mendukung penuh dengan memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian bisa sampai ke koperasi-koperasi di desa.

Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian ini menjadi simbol kuatnya tekad pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi hingga ke pelosok desa.

“Ini adalah langkah besar menuju Indonesia yang lebih adil dan makmur. Semua elemen bekerja, dari menteri, wamen, pemda, BUMN, semuanya bersatu demi rakyat,” kata Zulhas.

Kebijakan Pemerintah Dorong Harga Gabah Naik, Petani Trenggalek Semangat Panen

0

TANIMERDEKA – Harga gabah yang terus naik menjadi angin segar bagi petani di Trenggalek. Kenaikan ini tidak lepas dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Petani pun kini semakin bersemangat melanjutkan musim tanam meski sempat diganggu serangan hama wereng.

Salah satu petani di Kelurahan Ngantru, Ahmad Yani, mengatakan harga Gabah Kering Panen (GKP) kini berada di kisaran Rp6.900 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500.

“Harganya sedang bagus. Biasanya Rp6.300 sampai Rp6.600 per kilo, sekarang bisa sampai Rp7.000,” kata Yani, dikutip pada Selasa, 15 Juli 2025.

Yani memilih untuk menjemur sebagian hasil panennya terlebih dahulu agar nilai jualnya lebih tinggi. Harga Gabah Kering Giling (GKG) saat ini juga naik signifikan, mencapai Rp800.000 per kuintal dari sebelumnya hanya sekitar Rp740.000.

“Dijual sebagian untuk beli pupuk, karena habis ini mau ditanami padi lagi. Panen sebelumnya masih cukup buat makan di rumah,” ujarnya.

Meski hasil panen menurun akibat wereng, Yani tetap bersyukur harga gabah di pasar tetap stabil bahkan menguntungkan.

“Biasanya dapat 21 sampai 22 karung, sekarang cuma 15. Tapi karena harganya bagus, masih bisa balik modal,” katanya.

Kenaikan harga ini tidak lepas dari peran Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong program swasembada pangan dan melindungi kesejahteraan petani.

Lewat kebijakan harga gabah tanpa rafaksi dan penyerapan hasil panen oleh Bulog, petani kini merasa lebih terlindungi dan dihargai.

Pemerintah juga terus mendorong percepatan musim tanam berikutnya melalui distribusi pupuk, alat mesin pertanian, dan dukungan langsung di lapangan. Komitmen Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia kini mulai dirasakan petani hingga ke daerah.[]

Kebijakan Presiden Prabowo Jaga Harga Gabah, Petani Terbantu Saat Panen

0

TANIMERDEKA – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmen nyata dalam membela nasib petani. Salah satunya melalui kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) tanpa potongan atau rafaksi yang saat ini terbukti menjaga harga gabah tetap stabil, bahkan saat panen raya.

Ketua Kelompok Tani asal Jawa Barat, Otong Wiranta, mengatakan kebijakan ini sangat membantu petani agar tidak merugi. Menurutnya, tanpa perlindungan harga dari pemerintah, harga gabah bisa saja anjlok.

“Kalau tidak diperhatikan dan tidak dikawal, harga gabah bisa jatuh sampai Rp5.000 per kilogram. Tapi sekarang, kebijakan HPP ini membuat harga tetap stabil di angka Rp6.500. Ini sangat membantu petani,” kata Otong dalam webinar PERHEPI, dikutip pada Selasa, 15 Juli 2025.

Otong mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang bergerak cepat menjaga harga di tengah gejolak pasar.
Ia menambahkan, meskipun masih ada kendala di lapangan, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil.

“Walaupun di beberapa daerah masih ada yang bandel dengan alasan transportasi atau kadar air tinggi, selisih harga tidak terlalu jauh. Artinya, kebijakan ini berhasil menjaga harga,” ujar Otong.

Otong juga menjelaskan tidak semua petani bisa menikmati harga tinggi karena sebagian besar sudah selesai panen. Namun, setidaknya kebijakan ini memberi harapan baru bagi petani yang masih melakukan panen, terutama di daerah pesisir.

“Yang masih panen adalah petani di daerah telat tanam. Mereka yang menikmati harga gabah tinggi saat ini,” katanya.

Otong turut mengingatkan agar publik memahami perbedaan kategori petani saat melihat siapa yang diuntungkan.

“Buruh tani, penyewa lahan, dan pemilik lahan semuanya disebut petani. Jadi harus jelas dulu siapa yang benar-benar diuntungkan. Tapi intinya, pemerintah sudah hadir,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan tingginya biaya usaha tani yang kini hampir menyentuh Rp28 juta per hektare. Oleh karena itu, kebijakan yang berpihak pada petani sangat dibutuhkan.

“Dengan produksi rata-rata 6 ton per hektare dan harga Rp6.500, pendapatan petani sekitar Rp39 juta. Setelah dikurangi biaya, keuntungannya hanya Rp11 juta. Jadi penting sekali peran negara,” ujarnya.

Langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo ini sekaligus menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Presiden tak hanya berbicara soal swasembada, tapi langsung mengawal kebijakan yang melindungi petani dari kerugian saat panen.

“Pemerintah hadir. Petani merasa didampingi. Kami harap kebijakan seperti ini terus berlanjut,” pungkas Otong.[]

Panen Padi Pakai Combine, Petani: Terima Kasih Presiden Prabowo dan Wamentan Sudaryono

0

TANI MERDEKA – Petani binaan Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, melaksanakan panen padi secara modern menggunakan alat combine harvester bantuan dari Kementerian Pertanian. Kegiatan panen ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saupi, bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Ketapang serta kelompok tani binaan.

Panen padi kali ini terasa lebih mudah dan cepat karena menggunakan combine, mesin pertanian yang mampu memanen dengan cepat. Para petani pun menyambut gembira uji coba penggunaan alat ini di sawah mereka.

M. Saupi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir. Menurutnya, perhatian dan kepedulian terhadap petani terus ditunjukkan dengan tindakan nyata.

“Ini bukan sekadar bantuan alat. Ini adalah wujud kehadiran negara di tengah-tengah kami, para petani kecil. Di pelosok Kalimantan Barat, kami merasa didengar dan diperhatikan. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, terima kasih Sudaryono, dan terima kasih Bang Don Muzakir atas dukungannya,” ujar M. Saupi, pada Senin, 14 Juli 2025.

Ia menambahkan, penggunaan combine harvester ini menjadi angin segar bagi para petani di Kalimantan Barat. Selain menghemat waktu dan tenaga, alat ini juga membantu mengurangi kerugian hasil saat panen.

“Combine ini sangat membantu kami. Dulu, untuk satu hektare sawah, butuh waktu dan tenaga banyak orang untuk panen. Sekarang bisa jauh lebih cepat dan hasilnya bersih. Ini betul-betul meningkatkan semangat petani,” ungkapnya.

M. Saupi berharap program-program seperti ini terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak petani di Kalimantan Barat yang bisa merasakan manfaatnya. Ia juga menyebut Tani Merdeka akan terus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional.

“Kalau petani dibantu dan diperhatikan seperti ini, saya yakin Indonesia bisa mandiri pangan. Kami siap mendukung program swasembada yang dicanangkan Presiden Prabowo. Tani Merdeka akan terus bersama rakyat tani,” pungkasnya.[]

Pertanian Indonesia Dapat Angin Segar dari Kesepakatan IEU-CEPA

0
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen
Presiden Prabowo Bertemu Presiden Komisi Eropa, Sepakati Perundingan IEU-CEPA

Brussels — Indonesia dan Uni Eropa sepakat menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor strategis, termasuk pertanian. Kesepakatan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar Indonesia ke kawasan Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan bahwa perjanjian ini akan membuka pasar baru serta menciptakan lebih banyak peluang di berbagai sektor, di antaranya pertanian, otomotif, jasa, dan industri lainnya. Ursula menambahkan, kesepakatan tersebut juga berperan penting dalam memperkuat rantai pasok bahan baku penting yang dibutuhkan di tengah transisi energi dan digital yang tengah berlangsung di Eropa.

“Perjanjian ini akan membuka pasar baru, menciptakan lebih banyak peluang di sektor-sektor kunci seperti pertanian, otomotif, jasa, dan lainnya. Selain itu, memperkuat rantai pasok untuk bahan baku penting yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi dan digital,” ujar Ursula dalam konferensi pers bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Brussels, Belgia, Minggu (13/07/25), seperti dikutip dari Antaranews.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut, yang disebutnya sebagai bentuk komitmen kedua pihak untuk mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Kita telah menyepakati untuk menandatangani CEPA. Kita telah mencapai banyak kesepakatan yang akan mengakomodasi kepentingan ekonomi masing-masing pihak,” ujar Prabowo, seperti dilansir dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah mulai melunaknya sikap Uni Eropa terkait pembatasan impor sejumlah produk pertanian Indonesia. Selama ini, beberapa komoditas seperti minyak sawit, kedelai, karet, coklat, kopi, kayu, hingga ternak dibatasi melalui aturan European Union Deforestation Regulation (EUDR) karena dianggap sebagai pemicu deforestasi.

“Produk-produk tersebut sebelumnya dibatasi melalui aturan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Aturan itu sempat menjadi batu sandungan utama dalam perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA),” ungkap Budi dalam keterangan terpisah, seperti dikutip dari Tvonenews.com.

Dengan adanya pelonggaran tersebut, diharapkan produk-produk unggulan pertanian Indonesia dapat kembali memperluas pasarnya di Uni Eropa. Pemerintah Indonesia optimistis perjanjian ini akan memberi dampak positif bagi petani, pelaku usaha pertanian, dan ekonomi nasional secara umum.

Kedua belah pihak menargetkan implementasi perjanjian dapat segera dilakukan demi mendorong pertumbuhan perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

 

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Dorong Penguatan Organisasi Hingga Tingkat Desa

0
Sambuatan Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
sambutan Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi dalam pelantikan DPW TMI Provinsi Riau

Pekanbaru — Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI), Don Muzakir, menegaskan komitmennya untuk menjadikan TMI sebagai organisasi yang hadir langsung di tengah-tengah petani, khususnya di wilayah pedesaan. Hal itu disampaikannya saat pelantikan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) TMI Provinsi Riau di Gedung Daerah Gubernur, Pekanbaru, Sabtu (12/7/25).

Dalam sambutannya, Ketua Umum mengajak seluruh pengurus dan anggota TMI menjadi garda terdepan dalam menjembatani kebutuhan petani desa dengan pemerintah

“Mungkin ada kekurangan pemerintah yang terlalu jauh dan tidak terlihat, itu tugas kita di TMI ini. Makanya saya berharap kepada pengurus, bentuklah struktur sampai ke tingkat desa-desa,” tegas Don Muzakir.

Lebih lanjut, Don Muzakir menegaskan bahwa TMI bukan sekadar organisasi biasa, melainkan sebuah gerakan nyata yang harus memberikan dampak langsung kepada petani. Ia juga menekankan pentingnya peran pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

“Kita ingin TMI ini menjadi organisasi yang fokus mengurus para petani yang hidup di desa-desa. Karena itu tanggung jawab kita. Sebagai pengurus, tanggung jawab kita berat,” ujarnya.

Selaras dengan itu Ketua DPW Oki Saputra Malay yang baru dilantik juga mengajak seluruh elemen DPW TMI Provinsi Riau dan petani untuk terus belajar dan berinovasi, seiring dengan perkembangan teknologi pertanian yang semakin pesat.

“Mari kita buktikan bahwa Tani Merdeka Indonesia ini bukan hanya sekedar nama, tapi gerakan nyata yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kepada para petani, teruslah belajar berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi yang semakin canggih dari masa ke masa. Kita harus membuktikan bahwa petani adalah profesi yang sangat-sangat membanggakan dan menjanjikan, serta dapat menjadi penopang ekonomi keluarga dan daerah,” pungkas Oki Saputra Malay

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Lantik Pengurus DPW Provinsi Riau

0
Foto bersama Ketua Umum DPN TMI dan seleuruh pengurus DPW TMI Riau

Pekanbaru — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Riau resmi dilantik pada Sabtu, (12/07/25). Acara pelantikan berlangsung di Gedung Daerah Gubernur Riau dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) TMI, Don Muzakir.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang telah resmi dilantik. Ia menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Oki Saputra Malay, kesejahteraan petani di Provinsi Riau akan semakin meningkat.

“Selamat bekerja kepada pengurus DPW TMI Provinsi Riau. Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Oki, petani Riau akan semakin sejahtera,” ujar Don Muzakir.

Lebih lanjut, Don Muzakir mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk menjaga komitmen organisasi dan tetap setia terhadap nilai-nilai perjuangan Tani Merdeka Indonesia.

“Saya harap kepada para pengurus, jaga baik-baik bendera TMI. Ini organisasi yang langsung di bawah arahan Bapak Prabowo, makanya logonya wajah Pak Prabowo,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW TMI Provinsi Riau yang baru dilantik, Oki Saputra Malay mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan sektor pertanian di Riau.

“Saya mengajak kepada seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi, saling bahu-membahu, dan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, mitra swasta, perguruan tinggi, serta para petani di seluruh Provinsi Riau,” ucap Oki Saputra.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya pelantikan ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan DPW TMI Riau.

“Kita semua hadir di sini dengan visi yang sama, yaitu menjadikan pertanian sebagai sektor strategis untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tutupnya.