Beranda blog Halaman 88

Panen Jadi Ringan, Petani Jabar Rasakan Sentuhan Nyata dari Pemerintah

0

TANI MERDEKA – Petani binaan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat melakukan panen padi dengan menggunakan mesin panen modern atau combine harvester bantuan dari Kementerian Pertanian.

Kegiatan panen ini berlangsung lancar dan dinilai sangat membantu pekerjaan para petani. Dengan alat tersebut, proses panen menjadi lebih cepat, efisien, dan hasilnya lebih maksimal.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, Rohman Firmansyah menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan combine dari Presiden Prabowo Subianto.

“Combine ini sangat membantu petani. Panen jadi lebih mudah dan cepat. Kita sangat terbantu, dan ke depannya kami berharap ada penambahan unit combine lagi agar lebih banyak kelompok tani yang bisa menggunakannya,” ujar Rohman, pada Sabtu, 13 Juli 2025.

Rohman juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas perhatian mereka terhadap petani di Jawa Barat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wamentan Sudaryono, dan Ketum Tani Merdeka Don Muzakir. Bantuan ini nyata dan sangat dirasakan manfaatnya oleh petani kami,” katanya.

Ia berharap, dukungan terhadap petani terus ditingkatkan agar produktivitas pertanian di Jawa Barat semakin tinggi dan petani semakin sejahtera.[]

Wujudkan Swasembada Pangan, Tani Merdeka Aceh Tamiang Jalin Sinergi dengan Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M Prawira Haji, bersama jajaran pengurus melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus.

Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi Tani Merdeka dengan pemerintah daerah dalam memajukan sektor pertanian.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis dan peluang pengembangan pertanian di Aceh Tamiang.

M Prawira Haji menyampaikan bahwa Tani Merdeka siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang tengah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ingin ke depan program kerja Tani Merdeka Aceh Tamiang bisa sejalan dan bersinergi dengan program-program dari Dinas Pertanian. Tujuannya adalah mempercepat terwujudnya kemandirian pangan di daerah, seperti yang diamanatkan Presiden Prabowo,” ujar M Prawira Haji, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Yunus, menyambut baik kehadiran pengurus Tani Merdeka. Ia menilai kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat gerakan pertanian di tingkat lokal.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Tani Merdeka. Tentu kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama, terutama dalam mendukung program-program petani dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Aceh Tamiang,” kata Yunus.

Ia juga berharap sinergi ini bisa melahirkan program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan para petani di lapangan, baik dari sisi penyuluhan, sarana produksi, hingga akses pasar.[]

Wamen Pertanian Sudaryono: Hilirisasi Kunci Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan adalah kunci utama untuk mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional. Hal ini disampaikan Sudaryono dalam pernyataannya di Jakarta, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Menurut Sudaryono, Indonesia punya potensi besar di sektor hulu. Mulai dari produksi beras, jagung, kedelai, hingga komoditas perkebunan seperti sawit, gula, kopi, dan kakao. Tapi, agar potensi ini benar-benar bermanfaat untuk rakyat, perlu penguatan di sektor hilir.

“Tanpa hilirisasi yang kuat, kita akan terus bergantung pada impor. Visi Presiden Prabowo sangat jelas: Indonesia harus berdikari di bidang pangan. Maka hilirisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Sudaryono yang Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menjelaskan hilirisasi tidak hanya soal membangun industri pengolahan, tapi juga memperkuat sistem logistik, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran berbasis teknologi.

Menurutnya, ini penting agar nilai tambah dari hasil pertanian bisa dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha di dalam negeri, bukan justru dinikmati oleh pihak luar.

“Kita ingin produk pertanian tidak lagi dijual mentah. Kita ingin lihat beras premium dalam kemasan nasional, kopi Indonesia mendunia dengan merek lokal, dan petani kita jadi pemain utama, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Sudaryono juga menyampaikan, keberhasilan hilirisasi bisa membawa efek besar bagi ekonomi desa. Ia yakin hilirisasi bisa membuka lapangan kerja baru, memperkuat industri pangan nasional, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan BUMN. Tujuannya agar bisa menciptakan ekosistem hilirisasi pertanian yang berkelanjutan.

“Visi Presiden Prabowo yang menempatkan swasembada pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional harus dimulai dari desa, dari sawah, dan dari pabrik pengolahan milik rakyat sendiri. Dengan begitu, Indonesia bisa jadi negara yang kuat, maju, dan sejahtera untuk semua,” pungkas Sudaryono.[]

Tani Merdeka Aceh Temui Balai Wilayah Sungai, Bahas Masalah Irigasi Petani

0

TANI MERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menggelar pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I untuk membahas persoalan air irigasi yang selama ini dikeluhkan petani.

Pertemuan digelar di kantor BWS Sumatera I dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, didampingi Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani. Mereka disambut oleh Satker Program BWS Sumatera I, Iskandar.

Dalam pertemuan itu, Cut Muhammad menyebutkan sulitnya petani mendapatkan pasokan air secara merata. Menurutnya, masalah ini berdampak langsung pada hasil panen dan produktivitas pertanian di berbagai daerah.

“Selama ini petani sering mengeluh soal air. Irigasi tidak sampai ke sawah, atau kalau pun sampai, tidak sesuai waktu tanam. Ini membuat panen tidak maksimal,” kata Cut Muhammad dalam pertemuan tersebut, pada Kamis 10 Juli 2025.

Ia berharap Balai Wilayah Sungai bisa menampung keluhan tersebut dan mencari solusi bersama agar petani tidak lagi kesulitan air saat musim tanam tiba.

Cut Muhammad menginginkan ke depan ada kerja sama lebih erat antara pemerintah, petani, dan lembaga terkait.

“Kita ingin petani dan pemerintah bisa duduk bersama dan mencari solusi. Jangan sampai irigasi sudah dibangun tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal hanya karena komunikasi yang kurang,” tutup Cut Muhammad.

Menanggapi hal itu, Iskandar dari BWS Sumatera I menyampaikan bahwa memang banyak masalah terkait jaringan irigasi di Aceh. Salah satu masalah utama yang sering ditemukan adalah bangunan liar yang berdiri di atas jalur irigasi.

“Di banyak lokasi, kami temukan bangunan berdiri di atas saluran irigasi. Ini sangat mengganggu aliran air. Kami himbau masyarakat agar tidak membangun di atas bangunan irigasi, karena itu akan merusak sistem yang sudah ada,” jelas Iskandar.

Ia juga mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan perbaikan infrastruktur irigasi di berbagai wilayah di Aceh, namun dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan jaringan tersebut.[]

Wamen Pertanian Sudaryono Panen Raya di Jember, Dorong Petani Tingkatkan Produksi

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

TANI MERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, ikut panen raya dan bertemu langsung dengan ratusan petani di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat, 11 Juli 2025.

Dalam kunjungan ini, Sudaryono yang juga Dewan Pembina Tani Indonesia mendorong petani Jember untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Kegiatan diawali dengan peninjauan budidaya maggot oleh kelompok tani setempat. Setelah itu, Sudaryono melakukan panen padi secara simbolis dan berdialog langsung dengan para petani.

“Presiden Prabowo terus mendorong agar Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Kita punya lahan yang luas, tidak boleh lagi bergantung pada impor beras, jagung, dan gula,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, untuk mendukung petani, Presiden Prabowo telah memerintahkan Bulog agar menyerap gabah langsung dari petani. Sudaryono pun mengapresiasi Bulog Jember dan Jawa Timur yang memiliki angka serapan gabah tertinggi saat ini.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah berkisar Rp6.500 hingga Rp7.100 per kilogram, dan HPP jagung sebesar Rp5.500 per kilogram. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk perbaikan infrastruktur pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta menjamin ketersediaan pupuk dan benih unggul.

“Berkat program yang mendukung petani, saat ini kita punya stok beras 4 juta ton. Ini jumlah terbanyak dalam beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

Sudaryono juga menargetkan petani Jember bisa panen tiga kali setahun di lahan yang sama tanpa harus membuka lahan baru.

“Dengan panen tiga kali, kebutuhan pangan nasional bisa tercukupi. Petani pun tidak perlu mencangkul di tempat lain,” tambahnya.

Ia menilai Kabupaten Jember punya potensi besar menjadi lumbung pangan nasional. Selain memiliki lahan pertanian yang luas, daerah ini juga dipimpin oleh bupati muda yang energik.

Sudaryono juga menyebutkan potensi tembakau Jember yang unik dan layak dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Ia berharap ke depan ada industri tembakau yang dibangun di Jember.

“Tembakau Jember berbeda karena faktor geografis. Kita akan dorong agar investor mau bangun industri di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa pihaknya bertekad menjadikan Jember sebagai lumbung pangan nomor satu di Jawa Timur. Saat ini Jember berada di posisi keempat.

Pemkab Jember, kata Fawait, sudah menurunkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mengelola sekitar 6.000 hektare lahan. Pihaknya juga tengah menguji coba pupuk tambahan yang dikembangkan oleh Prof Nur Sucipto. Pupuk ini terbukti mampu mengusir hama dan meningkatkan hasil panen.

Fawait pun berharap dukungan dari Kementerian Pertanian terus berlanjut. “Puluhan alat pertanian sudah dibagikan hari ini, tapi masih belum cukup. Kami mohon di tahun berikutnya bisa ditambah lagi. Petani Jember ini pemilih setia Presiden Prabowo sejak 2014,” pungkasnya.[]

Bupati Tulungagung Dukung Penuh Program Tani Merdeka Indonesia dan Presiden Prabowo

0

Tulungagung, — Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program-program yang digagas oleh organisasi Tani Merdeka Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima perwakilan organisasi tersebut di kantornya pada Kamis (10/7/2025).

Dalam pernyataannya, Gatut Sunu Wibowo menyebut bahwa program-program Tani Merdeka Indonesia sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan sektor pertanian di wilayah Tulungagung.

“Saya mendukung penuh semua program Tani Merdeka Indonesia, dan saya juga mendukung penuh program-program dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gatut Sunu Wibowo di sela-sela pertemuan tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi atas kiprah organisasi petani tersebut, Bupati Tulungagung juga menyampaikan semangat dan harapannya untuk terus bersinergi membangun sektor pertanian nasional.

Di akhir pertemuan, Gatut Sunu Wibowo dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel, “Tani Merdeka Jaya Jaya!”, sebagai simbol dukungan dan motivasi bagi seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi petani dalam upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Dukung Swasembada Pangan, Penanaman Jagung Kuartal III Dimulai

0
Penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupatan Grobogan, Jawa Tengah. Foto: Dok istimewa
Penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupatan Grobogan, Jawa Tengah. Foto: Dok istimewa

TANI MERDEKA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung serentak di kuartal III tahun 2025 di atas lahan seluas 795 ribu hektare lebih yang tersebar di 36 wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Penanaman jagung secara simbolis dilakukan di lahan Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kapolri hadir bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni.

Di lokasi itu, penanaman dilakukan di lahan seluas 38.750 hektare, terdiri dari 36.287 hektare lahan produktif dan 2.463 hektare lahan perhutanan sosial. Nantinya, lahan ini akan dikelola oleh 220 petani binaan Polres dan Polsek setempat hingga masa panen tiba.

“Pada kuartal III ini, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 168.432 hektare. Sebagian besar di antaranya adalah lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami,” kata Kapolri.

Kapolri menjelaskan, program ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Perhutani dan Inhutani. Tujuannya adalah mendorong swasembada pangan nasional sekaligus memberdayakan petani lokal.

“Total potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan jagung mencapai 795 ribu hektare. Saat ini, lebih dari 431 ribu hektare sudah ditanami,” ujarnya.

Selain mendampingi petani dalam penanaman, Polri juga terlibat langsung sejak tahap awal. Mulai dari pencarian lahan, penyediaan bibit, proses tanam, perawatan, hingga penyerapan hasil panen.

“Polri juga menyiapkan dukungan operasional bagi penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, dan koperasi,” tambahnya.

Untuk mendukung hasil panen, Polri tengah membangun 18 gudang pangan di 12 provinsi dengan kapasitas total 18.000 ton. Gudang-gudang ini akan dilengkapi alat pengering (dryer) agar jagung bisa langsung diproses dan disimpan dengan baik.

“Gudang-gudang ini ditargetkan selesai Agustus 2025. Kami juga akan menambah gudang khusus jagung pipil dan menyediakan alat pipil serta dryer mobile untuk memudahkan petani di berbagai lokasi,” ujar Kapolri.

Kapolri menambahkan, hasil panen jagung akan diserap oleh Bulog sebagai mitra utama. Jika kapasitas gudang Bulog penuh, akan dilakukan kerja sama dengan perusahaan lain agar penyerapan tetap berjalan optimal.[]

Perkuat Program Presiden Prabowo, DPD Tani Merdeka Aceh Besar Siap Lantik Pengurus di 20 Kecamatan

0

TANI MERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar memperkuat struktur hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Dalam waktu dekat, mereka akan melantik pengurus Tani Merdeka Indonesa di 20 kecamatan se-Aceh Besar. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani mengatakan langkah ini bukan sekadar urusan jabatan, tetapi bagian dari komitmen untuk memperkuat program Presiden Prabowo Subianto dan memperjuangkan masa depan petani.

“Ini bukan soal jabatan, ini soal pengabdian. Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan Presiden Prabowo benar-benar jalan di Aceh Besar,” ujar Nabhani.

Ia menegaskan membangun organisasi yang kuat hingga ke pelosok adalah perintah langsung dari DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh. Tujuannya agar program nasional tidak berhenti di atas kertas, melainkan hadir nyata di lapangan.

“Dengan struktur yang rapi, komunikasi yang lancar, dan semangat gotong royong, kami yakin bisa mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dari bawah,” tambahnya.

Rapat koordinasi pembentukan pengurus kecamatan ini dibuka oleh Sekretaris DPD, Bahagia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat gerakan tani.

“Kami ingin Tani Merdeka jadi mitra strategis. Kami akan bekerja bersama Pemkab, TNI/Polri, serta para stakeholder lainnya untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan mandiri,” kata Bahagia.

Menurutnya, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Aceh Besar bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan rakyat dari petani untuk petani yang tumbuh dari kebutuhan nyata di lapangan.

Gerakan ini akan dijalankan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan petani, seperti peningkatan hasil panen, pelatihan teknologi pertanian, penguatan pasar, dan pembinaan kelembagaan kelompok tani.

“Kami tak ingin petani hanya jadi obyek. Mereka harus jadi subyek—pemilik masa depan pertanian itu sendiri,” tegas Nabhani.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, atas dukungan penuh yang diberikan untuk gerakan Tani Merdeka di Aceh Besar.[]

Kelompok Tani Terima Bantuan Alsintan, Tani Merdeka Sragen: Terima Pak Presiden Prabowo

0

TANI MERDEKA – Kelompok petani di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah binaan Tani Merdeka Indonesia, menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat.

Bantuan ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui mekanisasi pertanian.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada petani di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Hadir pada penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Setyo Widodo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Ketua Satgas Pangan DPD Tani Merdeka Sragen Purn TNI Koeswanto, serta Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Kecamatan Miri, Paimin.

Ketua DPD Tani Merdeka Sragen, Setyo Widodo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Bantuan traktor ini sangat bermanfaat bagi petani di Sragen, terutama dalam mempercepat proses olah lahan saat musim tanam. Ini bukan hanya soal alat, tapi ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani kecil,” ujar Setyo.

Setyo Widodo menambahkan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai jembatan antara petani dan pemerintah, dengan tujuan memastikan setiap kebijakan dan bantuan dapat benar-benar dirasakan langsung oleh para petani di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa program bantuan alat pertanian ini merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tani Merdeka sebagai mitra strategis dalam pembangunan pertanian. Dengan mekanisasi, petani bisa menghemat waktu, tenaga, dan meningkatkan hasil panen. Ini akan mempercepat langkah kita menuju swasembada pangan,” ujar Eka Rini.

Eka Rini juga menyebut bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Sragen tengah menggalakkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi. Ia berharap petani tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga bisa mengelola alsintan secara mandiri melalui kelompok tani dan koperasi.

Ketua Satgas Pangan DPD Tani Merdeka Sragen, Purn TNI Koeswanto, menambahkan bahwa program ini tidak akan berhenti hanya pada pemberian bantuan. Pihaknya bersama pengurus lainnya akan terus melakukan pendampingan kepada petani, termasuk dalam pelatihan pengoperasian traktor, perawatan, hingga manajemen pertanian berbasis koperasi.

“Kami ingin petani tidak hanya menggunakan bantuan ini secara maksimal, tetapi juga memahami cara merawat dan memanfaatkannya untuk jangka panjang. Kita ingin petani Sragen menjadi mandiri dan kuat,” tegas Koeswanto.

“Dengan adanya alat ini, petani sangat terbantu. Biasanya kami olah lahan bisa butuh waktu sampai dua minggu, sekarang bisa lebih cepat. Harapan kami, bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.[]

Harga Gabah Naik, Petani Lamongan Nikmati Hasil Panen Kedua

0

TANI MERDEKA – Para petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menikmati panen padi musim tanam kedua dengan harga gabah yang menggembirakan.

Harga gabah kering panen (GKP) kini mencapai Rp7.000 per kilogram, bahkan di wilayah selatan Lamongan bisa tembus Rp7.300 per kilogram. Harga ini jauh lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengaku senang dengan hasil panen petani tahun ini. Ia menyebutkan kondisi tanaman padi sangat bagus karena tidak terserang hama, pupuk tersedia, dan air cukup.

“Panennya bagus, harganya juga bagus. Di sini Rp7.000, di daerah selatan bahkan sampai Rp7.300. Ini tentu sangat menggembirakan,” kata Pak Yes saat menghadiri panen raya di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Tahun ini, target luas tanam padi di Lamongan mencapai 192.373 hektare, dengan luas baku sawah sekitar 96.805 hektare. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi tanam musim ketiga (MT III) untuk mendukung program swasembada pangan.

“Kita gunakan bibit yang cepat panen seperti Inpari 32, pupuk juga disiapkan, saluran irigasi terus kita perbaiki, termasuk normalisasi waduk-waduk besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Mugito, menyampaikan bahwa hingga 7 Juli 2025, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) sudah mencapai 49,6 persen dari target seluas 95.425 hektare.

“Hari ini kemungkinan bertambah lagi karena beberapa titik sudah mulai panen, termasuk di Desa Kedali,” kata Mugito.

Ia menambahkan, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 110.000 hektare dengan total produksi sekitar 817.000 ton gabah. Untuk mendukung petani, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit dan pupuk cair.

“Kondisi musim cukup baik, air tersedia, jadi kami harap petani bisa segera menyiapkan lahan untuk tanam berikutnya,” pungkas Mugito.[]