Beranda blog Halaman 86

Bupati Landak Dukung Tani Merdeka: Harus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

0
Smabutan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa di Pelantikan DPD Tani Merdeka Landak Kalimantan Barat
Smabutan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa di Pelantikan DPD Tani Merdeka Landak Kalimantan Barat

Landak, Kalimantan Barat — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyambut baik kehadiran organisasi Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan sektor pertanian.

“Semoga dengan organisasi ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah, bisa berkolaborasi untuk membangun di Kabupaten Landak, terutama di bidang pertanian,” ujar Karolin saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Landak pada Sabtu, (19/07/25).

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi masyarakat sipil dalam pengembangan sektor pertanian. 

“Oleh karena itu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini memang harus didudukkan secara tepat dan kemudian teman-teman mitra Tani Merdeka Indonesia harus didudukkan secara tepat dimana posisi mereka, peran mereka apa saja sehingga kita bisa bersinergi dan berkolaborasi,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, Daud Yordan, juga menyampaikan harapan agar organisasi ini bisa menjadi penggerak kemajuan pertanian di Landak.

“Mudah-mudahan seperti yang beliau sampaikan, organisasi ini dapat bersinergi bersama dengan pemerintah untuk mengawal sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Landak,” kata Daud.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Landak yang baru dilantik, Taufik, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah.

“Kami siap menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah, khususnya dinas teknis seperti Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan. Semua akan dilakukan berdasarkan arahan DPW dan pusat,” tegas Taufik.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong kesejahteraan petani. “Petani harus merasakan manfaat nyata. Kami akan dorong agar mereka berkembang dan sejahtera,” pungkasnya.

DPD Tani Mardeka Landak Resmi Dilantik, Siap Gerakkan Petani

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Mardeka Indonesia Kabupaten Landak periode 2025–2030 resmi dilantik. Ketua DPW Tani Mardeka Kalimantan Barat, M. Saufi, memimpin pelantikan di Aula Hotel Hanura, pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Pelantikan ini dihadiri Bupati Landak Karolin Margret Natasa. Hadir juga Ketua Dewan Pembina Tani Mardeka Kalbar Daud Yordan, Wakil Ketua DPRD Landak, perwakilan Kodim 1210/LDK, sejumlah kepala OPD, dan anggota Tani Mardeka Landak.

Taufik, Ketua DPD yang baru dilantik, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini lebih progresif.

“Kami siap menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah, khususnya dinas-dinas teknis seperti Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan. Semua akan dilakukan berdasarkan arahan dari DPW dan pusat,” ujar Taufik.

Ia ingin kehadiran Tani Mardeka memberi manfaat nyata bagi petani.

“Kami tidak ingin organisasi ini hanya menjadi simbol. Petani harus merasakan manfaat nyata, dan kami akan dorong agar mereka berkembang dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu M. Saufi mengatakan, pelantikan ini merupakan yang kesembilan dari 14 kabupaten/kota di Kalbar. Ia ingin DPD Landak segera bergerak menjemput program dari pusat.

“Usai pelantikan, kami mendorong agar DPD Landak segera mengajukan usulan dari para petani. Bantuan alat, benih, irigasi, hingga peternakan perlu segera dimanfaatkan,” katanya.

Selain itu Ketua Dewan Pembina Tani Mardeka Kalbar, Daud Yordan, mengapresiasi pelantikan ini. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah mendukung terbentuknya organisasi ini. Harapannya, Tani Mardeka bisa jadi mitra strategis untuk mengawal sektor pertanian di Landak,” ujarnya.

Bupati Karolin berharap Tani Mardeka ikut mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Landak.

“Bantuan pemerintah saat ini banyak mengarah ke sektor pertanian. Tantangannya adalah bagaimana memaksimalkan pemanfaatan alat dan bantuan itu agar benar-benar berdampak pada peningkatan hasil tani,” tutup Karolin.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Magelang Terima Bantuan Traktor

0

TANIMERDEKA – Dua kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menerima bantuan dua unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian. Bantuan disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang, pada Kamis, 16 Juli 2025.

Penyerahan dilakukan langsung di kantor Dinas Pertanian dan Pangan. Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Triyana, menyambut baik bantuan ini.

“Traktor ini akan mempermudah kerja petani. Harapannya hasil panen meningkat dan kesejahteraan ikut naik,” ujarnya.

Kelompok Tani Sidomulyo memiliki 75 anggota. Mereka mengelola lahan padi dan hortikultura.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Edy Kuntoro. Kelompoknya menerima satu unit traktor yang akan dikelola bersama oleh 30 petani.

“Usulan bantuan awalnya dari Tani Merdeka. Setelah kami ajukan kebutuhan dari Poktan, akhirnya terealisasi,” kata Edy.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, menyatakan bantuan ini bertujuan mempercepat mekanisasi pertanian.

Menurutnya, usia petani yang semakin tua dan biaya tenaga kerja yang tinggi menjadi tantangan tersendiri.

“Traktor ini bisa jadi solusi. Kerja lebih cepat, biaya bisa ditekan,” jelasnya.

Romza mengingatkan agar petani memikirkan biaya operasional dan perawatan traktor agar bisa digunakan berkelanjutan.

“Traktor diberikan ke kelompok tani. Jadi pikirkan juga biaya perawatan,” imbuhnya.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, Gus Imam Santoso, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas perhatian kepada petani di Magelang.

“Bantuan traktor ini bukti nyata negara hadir untuk petani. Kami dari Tani Merdeka terus mengawal agar program pertanian berjalan tepat sasaran. Petani binaan kami siap bekerja lebih keras dan disiplin dalam mengelola bantuan ini,” kata Gus Imam Santoso.[]

Pupuk ZA Kembali Disubsidi, Petani Tebu Sambut Gembira

0

TANIMERDEKA – Pemerintah serius meningkatkan produksi gula nasional. Salah satu langkah barunya adalah memasukkan kembali pupuk ZA ke dalam skema subsidi, khusus untuk petani tebu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pupuk ZA kini bisa diberikan ke seluruh petani tebu di Indonesia melalui program subsidi.

“Untuk petani tebu seluruh Indonesia, ZA sudah bisa diberikan. Itu pupuk subsidi. Alhamdulillah, sekarang sudah sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Amran dalam keterangan resminya, pada Jumat, 18 Juli 2025.

Keputusan ini disambut positif oleh petani. Sebelumnya, pupuk ZA sempat dicabut dari skema subsidi. Petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Kondisi itu membuat biaya produksi melonjak. Keluhan pun muncul dari banyak petani.

Pupuk bersubsidi hanya tersedia untuk sembilan komoditas strategis yang terdaftar di sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Komoditas tersebut meliputi:

– Tanaman pangan: padi, jagung, kedelai

– Hortikultura: cabai, bawang merah, bawang putih

– Perkebunan: tebu rakyat, kakao, dan kopi

Meski tebu termasuk dalam daftar, pupuk ZA sempat tidak tersedia di lapangan sebagai pupuk bersubsidi. Padahal, pupuk ini penting dalam budidaya tebu.

“Kita ini diberi tugas langsung oleh Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada tebu. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa swasembada kalau tidak didukung pupuk yang memadai? Sekarang sudah dijawab. Pemerintah hadir untuk petani. ZA subsidi kembali dibuka untuk petani tebu,” tegas Amran.

Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi tebu. Distribusi pupuk subsidi yang tepat dan sesuai kebutuhan juga penting menjaga pasokan pangan serta menekan ongkos produksi.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendukung petani, terutama di sentra-sentra produksi pangan. Ketahanan pangan harus dibangun dari bawah, dari petani,” ujar Amran.

Dengan dibukanya kembali akses terhadap pupuk ZA subsidi, petani tebu khususnya petani plasma diharapkan bisa lebih optimal dalam budidaya. Produktivitas lahan pun bisa meningkat.

“Dengan kebijakan ini, produktivitas dan semangat petani tebu diharapkan meningkat. Target kita adalah swasembada gula nasional tercapai lebih cepat dan berkelanjutan,” lanjut Amran.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pupuk subsidi memang ditujukan bagi petani kecil, termasuk petani tebu.

“Pupuk itu untuk petani-petani dengan lahan dua hektare ke bawah, termasuk petani jagung dan petani tebu. Nah, tebu itu kan memang tidak pakai NPK, tapi ZA. Jadi, dalam rapat tadi kita tukar agar sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Zulkifli.[]

DPD Tani Merdeka Tulungagung Ajak Anak TK Kenal Dunia Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan edukasi pertanian bersama anak-anak Play Group dan TK Khalifah Tulungagung. Acara berlangsung di kebun semangka milik anggota Tani Merdeka Indonesia.

Anak-anak belajar langsung cara menyiram tanaman, mengenal sawah, dan memetik buah semangka. Mereka juga menikmati hasil panen bersama di kebun.

Ketua DPD Tani Merdeka Tulungagung, Moch Ervan Ari Wibowo, mengatakan kegiatan ini penting untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak sejak dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai dunia pertanian sejak kecil. Dengan mengenal tanaman, sawah, dan hasil kebun, mereka akan tumbuh dengan rasa peduli pada pangan dan alam,” kata Ervan.

Menurutnya, nilai-nilai pertanian perlu ditanamkan sejak usia dini.

“Generasi petani masa depan tidak lahir begitu saja. Mereka harus dibimbing. Kami mulai dari hal sederhana, seperti mengajak mereka ke kebun semangka. Mereka belajar langsung menyentuh tanah, menyiram tanaman, dan menikmati hasilnya,” ujarnya.

Anak-anak terlihat senang mengikuti kegiatan. Beberapa di antaranya bahkan tampak tidak ingin segera pulang.

“Kami ingin mencetak petani muda yang bangga dengan profesinya. Pertanian bukan pekerjaan kuno, tapi masa depan bangsa,” tutup Ervan.[]

Bahas Program Bersama, DPD Tani Merdeka Pidie Jaya Gelar Pertemuan dengan Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya melakukan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya. Pertemuan berlangsung di kantor dinas setempat. Mereka diterima langsung oleh Rusdi, SP, Sekretaris Dinas Pertanian.

Muslem Marzuki, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya, menyampaikan harapan agar kolaborasi antara organisasi petani dan pemerintah daerah dapat diperkuat. Menurutnya, kerja sama ini penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Pidie Jaya.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi petani dan menawarkan kerja sama. DPD Tani Merdeka siap mendukung program pemerintah, terutama dalam pendampingan kelompok tani, penguatan kelembagaan petani, serta perluasan akses bantuan alat dan mesin pertanian. Kami ingin membangun hubungan yang strategis, bukan hanya seremonial,” kata Muslem Marzuki.

Semenatar itu Rusdi, SP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, menyambut baik kedatangan pengurus DPD Tani Merdeka Pidie Jaya. Ia menilai Tani Merdeka sebagai mitra potensial dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

“Kami terbuka bekerja sama dengan siapa saja yang ingin memajukan pertanian. Apalagi Tani Merdeka telah aktif di lapangan, mendampingi kelompok tani. Ini bisa menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat realisasi program-program pertanian di Pidie Jaya,” ujar Rusdi.

Rusdi juga menyampaikan bahwa pihaknya siap menampung aspirasi yang disampaikan. Menurutnya, keterlibatan organisasi petani seperti Tani Merdeka bisa mempercepat realisasi program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan petani.

“Selama ini banyak program dari pusat yang butuh pendampingan di lapangan. Kalau Tani Merdeka sudah punya orang dan struktur sampai ke desa, itu tentu sangat membantu,” kata Rusdi.[]

Kelompok Tani di Magelang Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan Alsintan dari Presiden Prabowo

0

Magelang, – Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat yang telah mereka terima. Ucapan itu disampaikan pada Kamis (17/07/2025).

Kelompok Tani Sidomulyo, yang berasal dari Dusun Suruh, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur atas realisasi permohonan yang telah mereka ajukan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo, juga kepada Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono, jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, serta Tani Merdeka Kabupaten Magelang atas terkabulnya permohonan kami berupa alsintan traktor roda empat,” ujar para anggota Kelompok Tani Sidomulyo secara bersama-sama.

Mereka juga berharap dukungan dari para pemangku kepentingan agar dapat menjalankan tanggung jawab tersebut secara optimal.

“Kami mohon doa dan dukungan dari jajaran pengurus Koperasi Tani Merdeka Kabupaten Magelang agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya di lapangan,” tambah mereka.

Ucapan serupa juga disampaikan oleh Kelompok Tani Mukti Rahayu dari Dusun Kembang, Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun. Mereka merasa bantuan alsintan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah mereka.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran DPN dan Tani Merdeka Kabupaten Magelang atas dikabulkannya permohonan alsintan traktor roda empat,” kata perwakilan Kelompok Tani Mukti Rahayu.

Mereka pun menyampaikan harapan agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.

“Kami mohon doa restu dan dukungan dari jajaran pengurus Koperasi Tani Merdeka Kabupaten Magelang agar amanah ini bisa kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ucap mereka dengan kompak.

Bantuan alsintan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

 

Wamentan: Pemalsuan Pupuk Itu Zalim, Harus Diberantas

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai pemalsuan pupuk sebagai kejahatan serius. Tindakan itu merugikan petani dan mengancam ketahanan pangan.

Ia menegaskan pemalsuan pupuk harus diberantas dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

“Memalsukan pupuk itu zalim. Sangat zalim! Karena ini bukan hanya menipu soal kandungan nutrisi, tetapi juga menghancurkan harapan dan kerja keras petani selama satu musim,” kata Sudaryono di Jakarta, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Ia menegaskan kejahatan tersebut tak bisa dibiarkan. Dampaknya langsung menyasar kelompok rentan.

“Jahat terhadap orang susah itu kejahatan kemanusiaan. Di era Presiden Prabowo, hal seperti ini tidak akan dibiarkan,” ujarnya.

Sudaryono menyebut kerugian akibat pupuk palsu bisa mencapai triliunan rupiah. Beban itu harus ditanggung petani.

“Jika ada ribuan atau bahkan jutaan petani yang menjadi korban, kerugiannya bisa mencapai triliunan rupiah dan mengancam ketahanan pangan kita,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus pupuk palsu. Sudaryono menyebut tindakan itu penting untuk melindungi petani.

“Terima kasih jajaran Polri sudah menindaklanjuti. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi petani dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa kekhawatiran akan pupuk palsu,” ujarnya.

Ia menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan terus bekerja sama dengan aparat hukum. Tujuannya menghentikan peredaran pupuk palsu sampai ke akar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkap lima jenis pupuk palsu telah ditemukan. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp3,2 triliun.

“Bayangkan kalau pupuk palsu, itu kerugian petani baru kita temukan lima pupuk palsu, Rp3,2 triliun, tapi bukan Rp3,2 triliunnya, petani langsung bangkrut, ini pinjaman, pinjaman KUR,” kata Amran di Makassar.

Amran belum memaparkan detail lokasi dan merek pupuk yang ditemukan. Namun ia menegaskan pelaku harus ditindak tegas tanpa toleransi.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Aceh Tenggara Ikuti Pelatihan Traktor

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tenggara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara mendampingi kelompok tani binaannya dalam pelatihan pengoperasian traktor roda empat. Pelatihan ini difasilitasi oleh mekanik dari PT Harfia Construction Machinery, asal Jakarta.

Kegiatan berlangsung di lokasi Dinas Pertanian Aceh Tenggara. Para petani langsung mempraktikkan cara mengoperasikan dan merawat traktor. Mekanik dari Jakarta itu memberi penjelasan teknis dan membimbing petani saat mencoba alat berat tersebut.

Kelompok tani peserta pelatihan merupakan kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tenggara. Mereka telah mendapat pendampingan dalam berbagai program, termasuk pelatihan teknis pertanian berbasis mekanisasi.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan pentingnya pelatihan ini agar petani tidak terus bergantung pada operator dari luar.

“Petani harus mampu menjalankan alatnya sendiri. Kalau kita terus bergantung pada operator dari luar, kita akan tertinggal. Pelatihan seperti ini harus rutin dilakukan,” ujar Jeri.

Menurutnya, kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan traktor menjadi bagian dari kemandirian pertanian. Apalagi ke depan, pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan tenaga manusia.

“Teknologi itu hadir untuk mempercepat kerja dan meningkatkan hasil. Tapi kalau kita tidak siap, teknologi itu akan jadi beban,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas perhatian dan dukungan mereka terhadap petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum Don Muzakir. Traktor ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah dan Tani Merdeka terhadap nasib petani di daerah,” ujar Jeri.

Dinas Pertanian Aceh Tenggara yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pelatihan itu. Kolaborasi antara kelompok tani dan Tani Merdeka membuka ruang baru bagi transfer pengetahuan secara langsung di lapangan.

Para petani terlihat antusias. Mereka mengaku baru pertama kali mengoperasikan traktor secara langsung. Sebelumnya, sebagian besar hanya menyewa jasa operator.[]

Bertemu Kadis Ketahanan Pangan, Tani Merdeka Sumut Bahas Rakerwil dan Penguatan Pangan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Rajali, S.Sos., M.SP.

Peremuan itu berlangsung di kantor dinas, di Medan. Pertemuan ini bertujuan menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Sumut. Kegiatan itu akan digelar pada 26 Juli 2025. Dalam kesempatan itu, pengurus juga menyampaikan gagasan kolaborasi di sektor pertanian.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut, Muhammad Misbah, menegaskan pentingnya kerjasama antara organisasi petani dan pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan beberapa hal, termasuk peluang kolaborasi dalam penguatan rantai pasok dan distribusi pangan. Apalagi Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi dengan keunggulan produksi pangan,” ujar Muhammad Misbah.

Ia mengatakan, agenda Rakerwil akan menjadi penting untuk menyusun strategi kerja organisasi. Rakerwil juga menjadi ruang konsolidasi petani dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Menurut Misbah, Rakerwil juga akan mempertegas arah dukungan organisasi terhadap kebijakan pangan nasional. Termasuk program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Sumut, Rajali, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah penting untuk membangun kolaborasi konkret.

“Kami siap bersinergi. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terbuka untuk kolaborasi selama tujuannya jelas dan dapat memberikan dampak langsung kepada petani dan masyarakat,” kata Rajali.

Menurutnya, kerjasama seperti ini penting untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah. Terutama di bidang distribusi pangan, penguatan petani, dan pengelolaan hasil pertanian yang berkelanjutan.

DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut menilai daerahnya punya potensi besar mendukung kebijakan Presiden Prabowo. Mereka menyoroti keberhasilan petani lokal dalam menjaga stabilitas pangan di berbagai wilayah kabupaten.

Tani Merdeka Indonesia Sumut berharap kerjasama dengan pemerintah provinsi dapat mempercepat tercapainya target ketahanan pangan nasional. Selain itu, mereka ingin menjadikan Sumatera Utara sebagai model pengembangan pertanian berbasis partisipasi masyarakat.[]