Beranda blog Halaman 81

Tani Merdeka NTB Temui Dinas Pertanian Lombok Utara, Bahas Sinergi Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Lombok Utara menggelar pertemuan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 30 Juli 2025.

Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Pertanian dan diterima langsung oleh Kepala Dinas, Trisna Hadi.

Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis sektor pertanian di daerah, terutama menyangkut pengembangan komoditas unggulan, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), dan peningkatan infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi keluhan utama petani.

Ketua DPW Tani Merdeka NTB, M. Haerul AR, mengatakan pertemuan ini menjadi bagian dari langkah awal Tani Merdeka untuk membangun sinergi bersama pemerintah daerah dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian.

“Kami ingin bersinergi menyukseskan program Presiden Prabowo. Fokus pada pengembangan jagung, perbaikan irigasi, dan penyediaan alat mesin pertanian untuk petani,” ujar Haerul.

Ia menambahkan, petani di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Utara, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan akses terhadap bantuan alat pertanian modern dan infrastruktur dasar pertanian.

“Kami mendengar langsung keluhan petani di lapangan. Banyak yang menginginkan perbaikan sistem irigasi, bantuan pupuk, serta akses ke pasar. Tani Merdeka hadir untuk menjembatani komunikasi antara petani dan pemerintah,” kata Haerul.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Trisna Hadi, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Ia menyatakan kesiapan Dinas Pertanian untuk bekerja sama dengan organisasi petani yang memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan petani di daerah.

“Kami siap bekerja sama. Selama untuk petani, kami dukung. Banyak hal yang bisa dikerjakan bersama, terutama penguatan produksi dan infrastruktur pertanian,” kata Trisna.

Ia juga mengakui tantangan sektor pertanian di Lombok Utara cukup kompleks, mulai dari fluktuasi harga hasil panen, keterbatasan lahan produktif, hingga dampak perubahan iklim.

Menurutnya, dibutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah dan komunitas petani agar program pusat bisa berjalan efektif di daerah.

Setelah pertemuan di kantor Dinas Pertanian, pengurus Tani Merdeka NTB dan Lombok Utara meninjau langsung lahan pertanian milik petani pisang di salah satu desa sentra produksi.

Dalam kunjungan itu, mereka berdialog dengan petani, mendengar langsung berbagai keluhan dan harapan, serta melihat dari dekat kondisi lahan dan proses produksi.

Beberapa petani menyampaikan kendala yang mereka alami, mulai dari ketersediaan bibit unggul, serangan hama, hingga rendahnya harga jual pisang di tingkat petani.

Mereka juga meminta agar ada pelatihan khusus terkait budidaya pisang yang berorientasi ekspor dan pengolahan pascapanen.

Ketua DPD Tani Merdeka Lombok Utara Tawadi, yang ikut mendampingi dalam kunjungan ini, menyebutkan hasil kunjungan lapangan ini akan dirangkum sebagai rekomendasi kebijakan untuk didiskusikan lebih lanjut bersama pemerintah daerah.

“Hasil dialog dengan petani ini sangat penting. Kami ingin aspirasi petani benar-benar sampai ke pengambil kebijakan. Tani Merdeka akan menjadi jembatan agar suara petani tidak lagi terabaikan,” katanya.[]

Wah Keren, Petani Kini Bisa Cek Keaslian Produk Lewat QR Code

0

TANIMERDEKA – Petani Indonesia kini memiliki cara baru untuk memastikan keaslian produk perlindungan tanaman.

Melalui program loyalitas digital bernama SETIA, petani cukup memindai kode QR pada kemasan untuk mengecek apakah produk itu asli.

Program ini diperkenalkan dalam kegiatan PIJAR (Plinazolin Maju dan Bersinar) yang digelar oleh Syngenta Indonesia. Acara itu telah berlangsung di 20 kota pada Mei hingga Juni 2025 lalu.

Lebih dari 1.600 petani dan 20 penyuluh pertanian ikut serta dalam kegiatan ini. Selain sosialisasi program, acara juga membahas manajemen resistensi hama.

“SETIA adalah jawaban atas kekhawatiran petani terhadap produk palsu yang kerap beredar di pasaran,” kata Tracy, Portfolio Manager Syngenta Indonesia.

“Dengan QR code, petani bisa langsung tahu apakah produk yang mereka pegang asli atau tidak.”

Program SETIA juga memberi insentif. Petani yang menggunakan produk resmi berbasis teknologi Plinazolin akan mendapat poin loyalitas. Poin ini bisa ditukar dengan potongan harga.

Produk palsu dianggap merugikan petani. Selain kerugian ekonomi, produk ilegal juga menurunkan efektivitas pengendalian hama. Jika terus digunakan, bisa mempercepat munculnya resistensi.

Kegiatan PIJAR bertujuan mengedukasi petani tentang pentingnya manajemen resistensi. Strategi ini membantu menjaga efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang.

Syngenta juga memperkenalkan dua produk baru berbasis Plinazolin, yaitu INCIPIO® dan SIMODIS. Keduanya ditujukan untuk melawan hama utama seperti penggerek batang kuning, Spodoptera exigua, dan thrips.

Pendekatan ini diharapkan membantu petani mempertahankan hasil panen. Juga mengurangi pemborosan pestisida dan mendorong pertanian yang lebih bertanggung jawab.

QR code dalam program SETIA jadi langkah konkret menuju digitalisasi layanan untuk petani. Sistem ini juga memperkuat transparansi distribusi produk di lapangan. Penyelenggara berharap cara ini bisa menekan peredaran produk ilegal yang selama ini meresahkan petani.

Pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Melawi Resmi Dilantik, Siap Bergerak

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat resmi dilantik pada Rabu, 30 Juli 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Melawi.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat yang juga anggota DPD RI, Daud Yordan. Bupati Melawi, Dadi Sunarya, ikut menyambut langsung kehadiran Tani Merdeka Indonesia. Sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan unsur organisasi masyarakat turut hadir.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, Erman Morolu. Dalam sambutannya, Erman menyatakan komitmen organisasi untuk terus mengembangkan kerja-kerja nyata di tingkat kabupaten dan desa.

“Tani Merdeka hadir bukan untuk seremoni. Kami ingin membantu menyelesaikan persoalan riil petani di lapangan. Kami akan kawal program-program pertanian agar berpihak pada petani,” ujar Erman Morolu.

Selain ituKetua DPD Tani Merdeka Kabupaten Melawi, Hermanus, menyatakan kesiapan organisasinya untuk langsung bekerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak, terutama pemerintah daerah.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, OPD, dan semua pemangku kepentingan untuk menjawab persoalan petani di Melawi. Kami ingin memastikan petani mendapatkan akses pupuk, benih, dan pasar yang adil,” ujar Hermanus S.Pd dalam sambutannya.

Sementara itu Dewan Pembina Tani Merdeka Kalimantan Barat, Daud Yordan, menyatakan kehadiran Tani Merdeka Indonesia ini harus berdampak langsung pada kehidupan petani. Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis desa dan partisipasi generasi muda.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Kita harus dorong regenerasi petani dan pastikan pertanian menjadi sektor yang menjanjikan. Tani Merdeka harus jadi rumah besar perjuangan petani,” kata Daud Yordan yang juga petinju dunia.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya, mengapresiasi kehadiran Tani Merdeka. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor pertanian daerah.

“Kami membuka ruang kerja sama dengan Tani Merdeka. Pemerintah daerah butuh mitra yang punya jaringan kuat dan visi jelas seperti Tani Merdeka. Kita ingin petani Melawi makin mandiri dan sejahtera,” ujar Bupati Dadi Sunarya.

Menurutnya pelantikan ini menjadi momentum awal bagi DPD Tani Merdeka Melawi untuk menjalankan program pemberdayaan petani. Organisasi ini juga harus berkomitmen membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pertanian nasional dan lokal.[]

Bertemu dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tani Merdeka Semarang Bahas Harga Pangan dan Keamanan Makanan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang menggelar pertemua dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Rabu, 30 Juli 2025.

Pertemuan ini membahas sejumlah isu krusial terkait ketahanan pangan kota, termasuk harga pangan di tingkat pasar, kebersihan dan keamanan makanan, serta pemanfaatan makanan sisa yang masih layak konsumsi.

Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan diterima langsung oleh Kepala Dinas, Endang Sarwiningsih. Dari Tani Merdeka Indonesia, hadir langsung Ketua DPD Tani Merdeka Semarang, Tera Anggrea Cita, didampingi jajaran pengurus lainnya.

Dalam pertemuan itu, Tani Merdeka menyampaikan komitmennya untuk ikut mengawal stabilitas harga pangan, terutama produk-produk lokal di pasar-pasar tradisional. Selain itu, mereka juga mendorong adanya kerjasama dalam mengawasi kebersihan dan keamanan makanan yang dijual di toko-toko dan pasar rakyat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang, Tera Anggrea Cita mengatakan masyarakat tidak hanya membutuhkan bahan pangan yang terjangkau, tetapi juga harus aman dan sehat.

“Kami ingin mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap kebersihan dan keamanan makanan yang beredar di pasar maupun toko. Makanan yang dikonsumsi masyarakat harus benar-benar sehat dan layak,” kata Tera.

Tera juga menyampaikan isu penting lain, yaitu soal pemanfaatan makanan sisa yang masih sangat layak konsumsi, terutama yang berasal dari restoran, hotel, katering, dan tempat usaha makanan lainnya.

“Masih banyak makanan dari restoran, hotel, dan katering yang belum tersentuh dan sangat layak konsumsi. Kami mendorong agar ini bisa dimanfaatkan dengan sistem yang baik, disalurkan ke panti asuhan atau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tera.

Menurutnya, sistem ini harus disiapkan bersama, sehingga distribusi makanan sisa layak konsumsi bisa berjalan teratur, terjamin kebersihannya, dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Ia juga menambahkan, program ini sekaligus merupakan bentuk nyata pengurangan limbah makanan (food waste) yang kini menjadi isu global.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyambut baik masukan dari Tani Merdeka. Ia mengakui isu harga pangan, keamanan makanan, dan pengelolaan makanan sisa merupakan tantangan yang perlu ditangani secara bersama-sama.

“Kami sangat apresiasi langkah Tani Merdeka. Apa yang disampaikan sangat sejalan dengan misi kami untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Semarang. Kami siap bekerja sama dalam mengawasi pasar dan mengembangkan program distribusi makanan sisa yang layak konsumsi,” kata Endang.

Ia menambahkan, pihaknya juga terbuka untuk membangun sistem pengawasan berbasis komunitas, di mana organisasi seperti Tani Merdeka bisa berperan aktif melakukan pengawasan di tingkat pasar dan lingkungan.

Selain itu, pertemuan juga membahas upaya pengendalian inflasi dari sektor pangan. Endang menyebutkan, produk lokal harus terus diberdayakan dan dipromosikan agar masyarakat lebih memilih hasil pertanian lokal, sehingga dapat menekan ketergantungan terhadap produk luar daerah.[]

Don Muzakir: Kebijakan Pupuk Subsidi Pemerintah Menjawab Keresahan Petani

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk subsidi di tengah lonjakan harga pupuk global. Ia menilai kebijakan yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian merupakan jawaban atas keresahan petani terkait tingginya biaya produksi.

“Kita tahu harga pupuk dunia sedang tidak stabil, dan ini sangat berdampak ke petani di lapangan. Tapi sekarang pemerintah sudah ambil langkah yang tepat, bahwa ketersediaan pupuk subsidi tidak lagi dibatasi anggaran, melainkan volume,” ujar Don Muzakir, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, pendekatan berbasis volume yang diterapkan pemerintah adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani.

“Ini bentuk keberanian pemerintah dalam mendengar dan menindaklanjuti keluhan petani. Kita mendukung penuh kebijakan ini, karena sangat realistis dan memang dibutuhkan,” ujarnya.

Don juga menekankan pentingnya pengawasan dalam distribusi pupuk agar benar-benar sampai ke tangan petani.

“Pemerintah sudah memberi ruang dan kepastian. Sekarang tinggal bagaimana distribusinya diawasi bersama, agar tepat sasaran,” pungkas Don Muzakir.

Dorong Percepatan Program Normalisasi Lahan, Tani Merdeka Aceh Tenggara Bertemu dengan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara bersama Kepala Dinas Pertanian setempat bertemu Kepala Badan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si. Pertemuan berlangsung di sela kunjungan kerja BRMP ke wilayah pertanian Aceh Tenggara, Senin, 28 Juli 2025.

Diskusi fokus pada percepatan program normalisasi lahan yang menjadi kebutuhan mendesak petani di Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan langsung kondisi lapangan kepada BRMP. Ia menekankan perlunya dukungan teknis dan percepatan implementasi program.

“Kami berharap pemerintah melalui BRMP bisa mempercepat normalisasi lahan, khususnya di wilayah yang terdampak banjir dan sedimentasi. Petani butuh lahan produktif agar panen tidak terus merugi. Ini penting untuk ketahanan pangan lokal,” kata Jeri.

Sementara itu Kepala BRMP Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, menanggapi langsung harapan tersebut. Ia menyatakan BRMP siap menindaklanjuti hasil kunjungan ini.

“Kami akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi teknis. Data dan masukan dari Tani Merdeka sangat penting. Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di rapat, tapi harus sampai ke petani,” ujar Rachman.

Ia juga menegaskan bahwa program modernisasi dan normalisasi lahan akan diarahkan sesuai dengan kebutuhan daerah.[]

Petani Kesulitan Air, Tani Merdeka Bireuen Tinjau Lahan Sawah di Peusangan Siblah Krueng

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen turun langsung ke lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Mereka ingin memastikan kebutuhan air irigasi bagi petani terpenuhi.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen ikut mendampingi. Kelompok tani juga hadir dalam kunjungan ini.

Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari, meninjau langsung ke lokasi lahan sawah petani. Ia bersama pengurus mendengar langsung keluhan para petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.

“Kami temui petani langsung di sawah. Mereka mengaku sudah beberapa kali gagal panen karena tidak cukup air,” kata Azhari.

Menurutnya, para petani berharap pemerintah dan semua pihak memberi perhatian serius terhadap masalah air irigasi ini.

“Mereka minta bantuan sumur dalam, sumur bor, dan jaringan pipa. Ini harapan mereka agar ke depan bisa bercocok tanam dengan tenang,” ujar Azhari.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia terus mengawal aspirasi petani dan menyampaikan kebutuhan itu kepada instansi terkait.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal kebutuhan dasar petani yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Azhari menilai solusi air yang permanen sangat mendesak. Dengan air yang cukup, petani bisa menanam tepat waktu dan hasil panen akan lebih terjamin.[]

Pemerintah Pangkas 145 Aturan Distribusi Pupuk, Produksi Beras Naik Signifikan

0

Tani Merdeka – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pertanian dengan melakukan langkah strategis melalui deregulasi kebijakan distribusi pupuk. Sebanyak 145 aturan yang selama ini dinilai menghambat distribusi dipangkas demi mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke tangan petani.

“Pemerintah melakukan deregulasi dengan memangkas 145 aturan yang meningkatkan kendala dalam distribusi pupuk. Dengan demikian, distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan langsung ke petani, tepat waktu dan tepat waktu tanam,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III, Senin (28/7/2025).

Langkah ini terbukti berdampak positif terhadap sektor pangan. Produksi beras nasional tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,2 persen secara kuartalan, mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025.

“Hal ini menopang produksi beras yang meningkat hingga 13,2 persen secara kuartalan (c-to-c), hingga mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025,” lanjut Sri Mulyani.

Tak hanya itu, pertumbuhan sektor pertanian khususnya pada subsektor tanaman pangan juga menunjukkan performa yang kuat. Pada triwulan pertama 2025, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,52 persen secara tahunan (year-on-year).

“Dengan kinerja di sektor tanam panganan beras tersebut maka pertumbuhan sektor pertanian agrikultur di triwulan 1 2025 mencapai 10,52 persen year on year,” tambahnya.

Sebagai dampak dari lonjakan produksi dan distribusi yang lebih efisien, cadangan beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog pun mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. “Cadangan beras di Bulog juga mencatatkan tertinggi dalam sejarah,” tutup Sri Mulyani.

Langkah deregulasi ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus berlanjut dan menunjukkan hasil yang nyata.

 

Harga Pupuk Dunia Menggila, Sudaryono: Pupuk Subsidi Kini Berdasarkan Volume, Bukan Anggaran

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pupuk subsidi. Langkah ini diambil saat harga pupuk non-subsidi melonjak di pasar global.

Ia merespons kekhawatiran petani yang terbebani biaya produksi akibat harga pupuk yang tak terkendali. Kenaikan ini dipicu sejumlah faktor dari negara-negara produsen pupuk.

Harga pupuk naik karena kondisi dunia tidak stabil. Konflik antarnegara, fluktuasi harga gas alam, dan pembatasan ekspor pupuk jadi penyebab utamanya.

Sudaryono menegaskan, kebijakan baru di bawah Presiden RI Prabowo Subianto memberi kepastian bagi petani. Pupuk subsidi akan tersedia dalam jumlah memadai, tidak lagi dibatasi anggaran.

“Presiden Prabowo telah memutuskan bahwa untuk pengadaan pupuk dalam rangka kepentingan petani seluruh Indonesia, pupuk subsidi itu tidak berdasarkan anggaran, tapi berdasarkan volume,” ujar Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia, pada Selasa, 29 Juli 2025.

“Jadi, harga bahan baku di dunia naik atau turun itu tidak menjadi masalah, karena anggarannya akan menyesuaikan dengan volume yang diberikan kepada petani. Dengan demikian, jaminan mendapatkan pupuk subsidi dalam kuantitas atau volume yang cukup sudah menjadi komitmen pemerintah,” tegasnya.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Gelar Rapimda, Bahas Potensi Kopi hingga Hortikultura

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Senin 29 Juli 2025 malam.

Seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah hadir. Agenda ini menjadi momen konsolidasi organisasi dan pembahasan arah kerja ke depan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, memimpin langsung jalannya rapimda tersebut.
Ia menilai Aceh Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian.

“Kita ingin Tani Merdeka jadi motor perubahan. Petani di Aceh Tengah butuh dukungan nyata, bukan sekadar janji,” kata Cut Muhammad di hadapan peserta rapimda.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani.

“Petani jangan dibiarkan bergerak sendiri. Harus ada organisasi yang mengarahkan, seperti Tani Merdeka. Kita siap kawal,” tegasnya.

Cut Muhammad juga mengapresiasi semangat para pengurus di Aceh Tengah. Ia mengingatkan bahwa ini bagian dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang kemudian menjadi kepentingan dan mensejahterakan petani juga.

“Kita melihat energi luar biasa dari pengurus di sini. Ini modal kuat untuk memperjuangkan hak-hak petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, mengatakan rapimda ini membahas program kerja dan potensi pertanian local yang bisa dikembangkan untuk menwujudkan kesejahteraan petani.

“Rapimda ini kami gunakan untuk menyusun arah kerja ke depan. Kami bahas pengembangan kopi Gayo yang sudah terkenal di dunia,” kata Eka.

Menurutnya, kopi Gayo bukan satu-satunya potensi di Aceh Tengah, banyak potensi lain yang bisa dikembangkan dan digarap di Aceh Tengah.

“Selain kopi, kami juga punya komoditas lain seperti alpukat, tomat, dan berbagai jenis tanaman hortikultura. Semua ini punya peluang besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Eka menegaskan, petani lokal masih menghadapi banyak tantangan.

“Masih banyak lahan produktif yang belum optimal. Petani juga masih kesulitan akses ke pasar dan modal,” jelasnya.

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, lanjut Eka, siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan investor yang ingin terlibat secara adil dan berkelanjutan.

“Tujuan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Eka.[]