Beranda blog Halaman 80

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Jambi Teken Kerja Sama Program Irigasi

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan Tani Merdeka Provinsi Jambi di Kabupaten Merangin menandatangani perjanjian kerja sama program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Penandatanganan ini salah satu untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Tani Merdeka Provinsi Jambi,” kata Candra.

Menurut Candra, kerja sama ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara kelompok tani, organisasi, dan pemerintah pusat.

Ia menegaskan perbaikan tata guna air sangat dibutuhkan oleh petani, khususnya di daerah-daerah yang rawan kekeringan.

Candra Andika mengaku, petani di Merangin menyambut baik kerja sama ini. Mereka berharap pembangunan irigasi bisa segera dilakukan agar tidak lagi bergantung pada musim hujan untuk mengolah lahan.

DPW Tani Merdeka Jambi menyatakan akan terus mengawal program ini hingga pelaksanaannya selesai. Mereka juga menargetkan agar lebih banyak kelompok tani binaan yang bisa mendapatkan akses program irigasi ke depan.[]

Kelompok Tani Binaan DPD Tani Merdeka Kubu Raya Terima Bantuan Traktor Roda 4

0

TANIMERDEKA – Dua unit traktor roda empat diserahkan kepada kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian diserahan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya.

Penyaluran alat dan mesin pertanian ini bertujuan mendukung percepatan pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi produksi di tingkat petani.

Kelompok tani ini merupakan binaan DPD Tani Merdeka yang selama ini aktif mengelola pertanian di wilayah Kubu Raya.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Kubu Raya, Endi Suryadi, turun mendampingi langsung proses serah terima bantuan itu.

Endi Suryadi mengatakan, bantuan ini salah satu hasil kerjasama antara kelompok tani dengan Tani Merdeka Indonesia, dan pemerintah.

“Syukur, kelompok tani binaan kami menerima bantuan traktor dari Kementerian Pertanian. Ini hasil dari komunikasi yang terus kami bangun dengan dinas terkait dan kementerian. Kami kawal sejak awal proses pengajuan sampai disalurkan langsung ke petani,” ujar Endi.

Endi menegaskan DPD Tani Merdeka Indonesia berperan aktif mengusulkan kebutuhan petani kepada pemerintah. Tidak hanya soal alat, tetapi juga menyangkut pupuk, benih, pelatihan, dan akses pembiayaan.

“Kami tidak hanya mendorong petani agar produktif, tapi juga membantu mengatasi hambatan-hambatan teknis di lapangan. Bantuan traktor ini menjadi contoh nyata bahwa perjuangan organisasi tidak berhenti di wacana, tapi sampai ke tindakan nyata,” tegas Endi.

Ia juga berharap petani yang menerima traktor bisa merawat dan memanfaatkannya secara maksimal.

“Traktor ini bukan untuk diparkir. Harus digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama. Kami juga mendorong sistem bergiliran antaranggota agar semua petani merasakan manfaatnya,” kata dia.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, yang membantu kelompok tani,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Awalludin, menegaskan pihaknya terus berupaya mendukung peningkatan kapasitas petani.

“Penyaluran alat dan mesin pertanian ini adalah salah satu bentuk konkret dukungan kami terhadap kelompok tani yang aktif. Kami melihat Tani Merdeka sebagai organisasi yang serius membina petani. Maka, ketika ada usulan dari mereka, kami respons cepat,” ujar Awalludin.

Ia menjelaskan, bantuan traktor ini menjadi bagian dari program nasional untuk meningkatkan mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah hanya bertugas menyalurkan secara tepat kepada petani yang memang aktif di lapangan.

“Kami ingin alat ini tidak hanya dimiliki, tapi benar-benar digunakan. Kami harap bisa meningkatkan luas olah lahan dan efisiensi tenaga kerja di desa-desa,” lanjutnya.

Awalludin juga membuka ruang kerjasama dengan berbagai organisasi petani.

“Kami terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun yang mau turun tangan membina petani. Selama itu untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani, kami akan dukung,” tegasnya.

Bantuan traktor ini disambut antusias oleh kelompok tani penerima. Para petani menyatakan siap mengelola alat tersebut dengan sistem pinjam pakai antaranggota agar bisa digunakan secara bergilir.

“Kami tidak berhenti di bantuan ini. Kami akan lanjut dengan program pelatihan, pendampingan, bahkan akses permodalan dan pemasaran. Kami ingin petani Kubu Raya bisa mandiri dan punya daya saing,” pungkas Endi.[]

Don Muzakir: Tani Merdeka Jangan Terprovokasi, Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo untuk Rakyat

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menginstruksikan seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka Indonesia dari tingkat pusat hingga desa untuk tidak terpengaruh dengan gerakan kelompok yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Don Muzakir menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini lahir dan bergerak untuk membela petani, bukan menjadi alat politik untuk menggoyang pemerintahan sah hasil Pemilu 2024.

“Jangan terprovokasi dengan manuver kelompok-kelompok yang sengaja memainkan isu negatif untuk menggiring opini publik agar menjatuhkan Presiden Prabowo. Mereka yang mencoba mengacaukan situasi hanyalah sekelompok elite yang kecewa dan haus kekuasaan. Mereka tidak pernah peduli pada nasib petani, mereka hanya peduli pada kepentingan pribadi,” tegas Don Muzakir, di Jakarta, pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Don Muzakir menyebutkan, Tani Merdeka Indoesia akan tetap solid mendukung program-program strategis pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kehidupan petani dan rakyat kecil.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam urusan ketahanan pangan, pembangunan pertanian berbasis teknologi, dan peningkatan kesejahteraan petani adalah langkah konkret yang harus dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Tani Merdeka Indonesia.

“Tugas kita bukan ikut-ikutan gaduh. Tugas kita menjaga agar program ketahanan pangan Presiden berjalan. Kita kawal agar petani mendapatkan akses teknologi, modal, pupuk, dan pasar. Kita bantu pemerintah memberantas mafia pangan dan menjamin ketersediaan pangan nasional. Itu garis perjuangan kita,” ujar Don dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus Tani Merdeka di seluruh Indonesia untuk tetap fokus bekerja mendampingi petani. Menurutnya, saat ini bukan waktunya membuang energi untuk meladeni narasi provokatif yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami tidak akan ikut dalam gerakan-gerakan politik yang tidak berpihak pada rakyat. Kami lahir bukan untuk kepentingan elit, tapi untuk memperjuangkan hak-hak petani, nelayan, buruh tani, dan masyarakat akar rumput. Siapa pun yang mencoba mengganggu pemerintahan pak Prabowo, secara langsung juga mengganggu cita-cita besar Tani Merdeka dalam menciptakan keadilan pangan,” tambah Don.

Don juga menyatakan bahwa struktur Tani Merdeka Indonesia saat ini sudah terbentuk di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Bahkan hingga level kecamatan dan desa, kader-kader Tani Merdeka telah aktif mendampingi kelompok tani, mengedukasi petani tentang teknologi pertanian, dan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan kembali Tani Merdeka Indonesia adalah pasukan terdepan dalam revolusi pangan Indonesia, bukan bagian dari orkestra elite yang ingin menggagalkan perubahan.

“Kita ini petarung. Kita pejuang pangan. Kita bukan pion dalam permainan elit-elit politik yang sedang frustrasi. Kita akan terus bergerak bersama Presiden Prabowo membangun negeri ini dari sawah, ladang, dan kebun. Tidak ada waktu untuk ikut-ikutan gaduh,” pungkas Don Muzakir.[]

Tani Merdeka Tanggamus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Agung Barat

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Pekon Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya telah menyebabkan kerusakan fisik pada rumah warga dan infrastruktur lingkungan.

Sejumlah rumah terendam air dan akses jalan terganggu. Masyarakat terdampak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, terutama bahan pangan.

Bantuan yang disalurkan DPD Tani Merdeka berupa beras, telur, dan mi instan. Bantuan ini dibawa langsung ke Posko Kesehatan Darurat Bencana di UPTD Puskesmas Negara Batin.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD Tani Merdeka Tanggamus, Isralludin, dan diterima langsung oleh Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB.

“Kami datang untuk menyerahkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa petani juga hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujar Isralludin saat berada di lokasi, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Isralludin menambahkan bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian organisasi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran Tani Merdeka di tengah masyarakat.

“Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memengaruhi semangat mereka. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang mereka rasakan,” lanjutnya.

Selain Isralludin, pengurus lain yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Bendahara DPD Tani Merdeka Tanggamus, Bonar Margian.

Ia menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami memahami bahwa dalam situasi seperti ini, kebutuhan utama adalah pangan. Kami datang membawa apa yang kami bisa. Kami juga berharap masyarakat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Bonar.

Ia menyebutkan DPD Tani Merdeka Tanggamus akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan tim relawan, untuk memantau situasi dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Sementara itu, warga terdampak banjir menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Mereka mengaku masih sangat membutuhkan bantuan, terutama dalam bentuk logistik, obat-obatan, dan perbaikan fasilitas umum.

Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui saat ini bantuan masih terbatas dan belum mencakup seluruh kebutuhan warga.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Tani Merdeka. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang dalam masa sulit,” ucap Mirza.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan secara lebih luas. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dari lembaga swadaya masyarakat.

Ia meminta perhatian lebih dari instansi terkait, terutama untuk membantu proses pemulihan rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.[]

Don Muzakir: Petani Harus Ramah Teknologi, Ini Masa Depan Pertanian Indonesia

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan transformasi pertanian nasional hanya bisa dicapai bila para petani siap dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Don Muzakir menyebutkan, era pertanian konvensional yang hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun kini harus beriringan dengan pendekatan ilmiah, data, dan pemanfaatan teknologi digital secara aktif di lapangan.

“Petani ramah teknologi bukan lagi pilihan, tapi sebuah keharusan. Jika kita ingin bicara soal swasembada pangan, efisiensi produksi, hingga daya saing global, maka kita tidak bisa lepas dari keterlibatan teknologi secara menyeluruh di sektor pertanian,” kata Don Muzakir, Kamis, 31 Juli 2025.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Indonesia melihat langsung bagaimana petani yang mulai menggunakan teknologi, mulai dari aplikasi pemantauan cuaca, sensor kelembaban tanah, drone pemetaan lahan, hingga platform digital pemasaran hasil panen mengalami peningkatan hasil panen dan keuntungan yang signifikan.

“Kami mendatangi langsung para petani binaan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kami melihat perubahan pola pikir yang luar biasa. Ketika petani sudah paham manfaat teknologi, mereka mulai mengurangi ketergantungan pada cara-cara lama yang tidak lagi efektif. Ini yang kami dorong terus,” ujar Don Muzakir.

Menurutnya, teknologi pertanian kini hadir dalam bentuk yang lebih mudah dijangkau oleh petani kecil. Ia mencontohkan penggunaan irigasi tetes berbasis sensor yang dapat menghemat air dan pupuk secara signifikan, atau aplikasi manajemen pertanian yang bisa memberikan notifikasi waktu tanam dan panen terbaik berbasis data cuaca dan kondisi tanah.

“Teknologi pertanian kini tidak harus mahal dan rumit. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk mengenalkan dan mendampingi petani agar tidak takut mencoba hal baru. Di sinilah peran organisasi seperti Tani Merdeka, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha,” jelas Don Muzakir.

Ia juga menyebutkan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pertanian. Mulai dari subsidi teknologi tepat guna, pelatihan berkelanjutan, hingga integrasi program bantuan dengan platform digital.

“Kami sangat berharap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bisa terus memperkuat program-program yang menyasar pada pemanfaatan teknologi di kalangan petani. Bukan hanya alat dan aplikasi, tapi juga ekosistem yang mendukung seperti infrastruktur internet di desa, pelatihan operator teknologi lapangan, dan pembukaan akses pasar berbasis digital,” tegasnya.

Don Muzakir mengaku Tani Merdeka Indonesia terus menjadi garda terdepan dalam mendorong petani melek teknologi melalui berbagai program edukasi dan kemitraan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan kampus pertanian dan startup agritech untuk membuat program inkubasi bagi petani muda.

“Kami ingin lahir generasi petani baru yang bukan hanya paham cara bertani, tapi juga bisa membaca data, menggunakan perangkat cerdas, dan tahu bagaimana mengekspor produknya lewat platform digital. Ini masa depan yang harus kita bangun bersama,” pungkas Don Muzakir.[]

Petani Jangan Khawatir Lagi soal Gagal Panen, Jasindo Tanggung Risiko

0

TANIMERDEKA – Musim tanam tak selalu berakhir panen. Bagi banyak petani, masa tanam bisa jadi ujian berat saat cuaca ekstrem dan hama menyerang. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Jasindo menjadi penyelamat.

Hingga Juni 2025, Jasindo membayar klaim sekitar Rp15,18 miliar kepada petani yang terdampak.

Klaim ini mencakup petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, dan wilayah lain di Indonesia.

Pemberian klaim ini membuktikan bahwa asuransi pertanian bukan formalitas. Ini jadi solusi nyata menjaga usaha tani dari risiko cuaca dan hama.

“Kami memahami betul bahwa petani adalah tulang punggung pangan nasional. Maka dari itu, Jasindo berkomitmen hadir memberikan perlindungan nyata melalui penyelesaian klaim yang cepat dan tepat sasaran,” ujar Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Jasindo, di Jakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Data Jasindo menunjukkan, kekeringan jadi penyebab utama klaim (48,54%). Banjir menyusul dengan 19,06%. Sisanya akibat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), seperti tikus (25,05%), penggerek batang (5,52%), wereng batang cokelat (0,70%), dan OPT lainnya (1,13%).

“Dengan tantangan pertanian yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan dinamika lingkungan, keberadaan AUTP menjadi instrumen penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia,” tambah Brellian.

Jasindo terus mengajak petani mendaftarkan lahannya ke program ini. AUTP memberi perlindungan usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.[]

Pemerintah Serahkan Penyaluran Pupuk ke Koperasi Desa

0

TANIMERDEKA – Pemerintah mengalihkan penyaluran pupuk nasional ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini menghapus 27.000 distributor dari rantai distribusi pupuk.

Langkah tersebut bagian dari reformasi sistem distribusi pupuk yang lebih efisien dan tepat sasaran.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan di Kemenko Perekonomian, Tatang Yuliono, mengatakan, kebijakan dimulai sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025. Perpres ini menyederhanakan distribusi pupuk dengan memangkas rantai pasok dan memasukkan koperasi sebagai aktor utama.

“Pada saat itu keluarlah Perpres yang memang betul-betul memotong prosesnya, dan di salah satu Perpres itu ada koperasi. Waktu itu memang belum ada yang bisa membentuk KDMP,” ujar Tatang dalam Diskusi Redaksi bertema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Menggerakkan Ekonomi Desa, Menjaga Ketahanan Pangan Bangsa, pada Senin, 28 Juli 2025.

Ia menjelaskan, sistem lama rawan penyimpangan. Banyak ketidaksesuaian antara data petani, luas lahan, dan jumlah pupuk. Hal ini menimbulkan potensi pidana dan sering melibatkan penyuluh pertanian. Permainan dalam distribusi menjadi persoalan serius.

“Memang betul-betul penuh dengan potensi pidana, antara angka, hektarnya, dengan petaninya, dengan penyuluhnya, itu gak nyambung, gak nyambung sama sekali,” ungkap Tatang.

Setelah Perpres Nomor 6 diterbitkan, tidak ada penolakan dari distributor lama. Pemerintah menetapkan KDMP sebagai distributor baru untuk pupuk subsidi dan non-subsidi. KDMP dianggap lebih dekat dengan petani dan dapat memangkas jalur distribusi yang selama ini rumit dan mahal.

Program ini sejalan dengan agenda nasional penguatan ekonomi desa. Pemerintah meluncurkan KDMP secara resmi pada 21 Juli 2025. Peran koperasi diharapkan mampu memperbaiki distribusi pupuk dan memberdayakan desa secara ekonomi.

“Mereka ya sudah memang kondisinya mereka harus dipotong. Jika pada saat munculkan KDMP, di manakah KDMP ini menjadi distributor pupuk, tidak ada isu lagi, karena dia sudah diselesaikan dengan kebijakan yang awal terkait Perpres,” kata Tatang.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara Silaturahmi ke Kapolres, Bahas Kemitraan untuk Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara bersilaturahmi ke Polres Aceh Tenggara, Kamis, 31 Juli 2025.

Kunjungan ini dilakukan untuk membangun sinergi antara Tani Merdeka Aceh Tenggara dan kepolisian dalam memperkuat sektor pertanian.

Pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara diterima oleh Kasat Samapta Iptu Syafrizal Amri yang mewakili Kapolres AKBP Yulhendri di Mapolres Aceh Tenggara.

Pertemuan itu membahas isu strategis seputar pertanian, mulai dari kondisi petani hingga rencana kemitraan jangka panjang antara Tani Merdeka dan institusi Polri.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan pentingnya penguatan komunikasi lintas sector, agar program Persiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan bisa berlangsung dengan baik.

“Kami datang ke Polres Aceh Tenggara untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan pentingnya sinergi dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan. Petani tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari lintas sektor, termasuk kepolisian,” ungkap Jeri.

“Kami ingin program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo bisa sampai ke akar rumput. Untuk itu, butuh dukungan semua pihak. Kami percaya Polres bisa jadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian,” kata Jeri.

Ia juga menegaskan DPD Tani Merdeka siap mengawal program pertanian, tidak hanya membuat agenda.

Jeri turut menyampaikan pembentukan kepengurusan Satgas Tani Merdeka Indonesia di tingkat pusat, wilayah, dan daerah. Satgas ini akan berkolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Bulog, dan dinas terkait untuk mengawal program pertanian dari Kementerian Pertanian.

Kasat Samapta Polres Aceh Tenggara, Iptu Syafrizal Amri, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Tani Merdeka Indonesia. Ia menyebut Aceh Tenggara kaya potensi pertanian yang harus dijaga bersama.

Iptu Syafrizal menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dengan generasi muda. Ia berharap semua elemen masyarakat ikut berperan menyukseskan program ketahanan pangan yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.[]