Beranda blog Halaman 82

Petani Sulit Air Irigasi, Tani Merdeka Polewali Mandar Usulkan Pembangunan ke Pusat

0

TANIMERDEKA – Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turun langsung ke lapangan bersama aparat dan pemerintah kelurahan. Mereka mendata dan memotret titik koordinat calon lokasi pembangunan irigasi tersier.

Lokasi yang diusulkan berada di wilayah Sulewatang, kawasan irigasi di bawah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Assamaleuang. Rencana ini akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur pertanian.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Muchlis Syukur, menyatakan usulan ini telah diteruskan ke tingkat pusat.

“Usulan pembangunan irigasi ini sebenarnya telah sampai ke tingkat pusat, tepatnya di DPN (Dewan Pimpinan Nasional) TMI. Kini, harapan besar datang dari masyarakat agar proses tersebut segera ditindaklanjuti,” kata Muchlis.

Para petani di Sulewatang mengeluhkan kondisi saluran air yang belum permanen. Saat musim hujan tiba, pematang sawah kerap jebol. Air meluap dan merendam lahan pertanian. Banjir terjadi berulang. Petani gagal panen.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar. Ketahanan pangan warga terancam. Ekonomi petani terpukul.

Masyarakat berharap pembangunan irigasi tersier permanen bisa segera terwujud. Petani ingin hasil panen meningkat dan kerugian akibat banjir tak lagi terulang.[]

DPD Tani Merdeka Langkat Hadiri Rakerwil Sumut, Don Muzakir Dorong Konsolidasi dan Kolaborasi Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Acara digelar di Inna Grand Hotel, Sabtu, 26 Juli 2025.

Rakerwil dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Turut hadir Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, jajaran Wanita Tani Merdeka Indonesia, dan pengurus DPD dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Hadir pula Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Bobby O Zulkarnain. Kadis Ketapang Provinsi Sumut mewakili Gubernur. Perwakilan dari Wali Kota Medan juga turut hadir. Selain itu, hadir pengurus HIPTANI, Pemuda Tani Indonesia, HKTI, KTNA, dan Perum Bulog Wilayah Sumut.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan Tani Merdeka hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. Organisasi ini bertujuan menciptakan petani yang inovatif dan berkembang.

“Konsolidasi dari tingkat provinsi hingga desa sangat penting. Rakerwil ini adalah bentuk nyata konsolidasi untuk mengawal dan mewujudkan program Presiden RI Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan. Tujuannya untuk menciptakan petani yang sejahtera,” ujar Husni.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Sumut memiliki pengurus yang kuat, terdiri dari akademisi dan praktisi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan di tingkat DPD kabupaten/kota.

“Tinggal bagaimana kita jalankan ini dengan tulus dan kerja keras. Kita tahu ini tidak mudah, tapi kalau dikerjakan bersama, pelan-pelan bisa terwujud,” ujarnya.

Husni juga mengajak seluruh pengurus bersinergi dengan pemerintah untuk menjalankan program hilirisasi komoditas pertanian. Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Sambutan Gubernur Sumatera Utara dibacakan oleh Kadis Ketapang Provinsi. Dalam sambutannya, Pemprov Sumut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakerwil ini. Pemerintah provinsi menyatakan siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk mewujudkan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya percepatan kolaborasi dengan kelompok tani. Tujuannya untuk menampung aspirasi petani secara langsung.

“Semua ini akan kita bahas di Rapat Pimpinan Nasional yang mungkin akan kita laksanakan bulan depan. Organisasi harus pro aktif ke masyarakat untuk membuat permohonan-permohonan apa-apa saja yang diperlukan atau dibutuhkan sesuai wilayah masing-masing,” ujar Don Muzakir.

Ia juga mengingatkan pentingnya gerak bersama. Menurutnya, organisasi bukan hanya soal struktural, tetapi menyangkut keberpihakan kepada nasib petani.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Resmi Dilantik, Cut Muhammad: Aceh Tengah Pusat Kopi di Aceh

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah resmi dilantik, Senin, 28 Juli 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di Aceh Tengah dan dipimpin langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad.

Pelantikan dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. H. Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Kapolres Aceh Tengah, Dandim Aceh Tengah, unsur Forkopimda, sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Cut Muhammad dalam sambutannya menekankan pentingnya Aceh Tengah sebagai salah satu lumbung pangan di Aceh. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap pelantikan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, dan Dandim yang telah hadir dan memberikan dukungan penuh. Ini bukti bahwa petani di Aceh Tengah tidak bekerja sendiri,” ujar Cut Muhammad.

Cut Muhammad menyebutkan potensi unggulan daerah, terutama di sektor kopi, yang sudah mendunia. Selain kopi, Aceh Tengah juga memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas lain seperti kentang dan hortikultura.

“Kopi Gayo sudah dikenal dunia. Kami memandang ini harus terus dikembangkan melalui kolaborasi yang terencana. Selain itu, Aceh Tengah juga kaya dengan komoditas lain seperti kentang, sayuran dataran tinggi, dan hortikultura. Ini kekuatan besar bagi daerah,” kata Cut Muhammad.

Cut Muhammad juga menyampaikan pelantikan ini adalah bagian dari konsolidasi organisasi dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sepakat mendukung pengembangan potensi daerah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tani Merdeka menjadi bagian dari kekuatan rakyat untuk wujudkan kedaulatan pangan dari daerah,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tengah yang baru dilantik, Eka Saputra, menyampaikan komitmennya dalam menggerakkan organisasi berbasis petani. Ia menegaskan pengurus yang dilantik berasal dari latar belakang yang benar-benar paham kondisi pertanian di lapangan.

“Kami tidak akan sekadar jadi organisasi seremonial. Kami akan turun ke sawah, ke kebun, berdiskusi dengan petani. Kami ingin menjadi perpanjangan tangan bagi petani Aceh Tengah agar suara mereka didengar,” kata Eka Saputra.

Ia menyebutkan program prioritas yang akan dijalankan meliputi pendampingan petani kopi, pengembangan pertanian organik, dan peningkatan akses pasar hasil pertanian lokal.

“Petani harus naik kelas. Itu target kami. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk membuka akses teknologi, permodalan, dan pasar,” ujarnya.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam sambutannya menyambut baik keberadaan Tani Merdeka di wilayahnya. Ia menilai Tani Merdeka bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pertanian.

“Petani adalah pilar ekonomi daerah. Jika Tani Merdeka hadir dengan semangat membangun, kami siap bersinergi. Kami ingin Aceh Tengah tidak hanya dikenal karena kopinya, tapi juga sebagai pusat inovasi dan ketahanan pangan,” tutur Haili Yoga.

Ia juga menyampaikan harapan agar Tani Merdeka bisa menjadi ruang belajar, diskusi, dan kerja nyata bagi generasi muda agar mau kembali ke sektor pertanian.

“Pertanian jangan hanya dilihat sebagai masa lalu. Pertanian adalah masa depan. Kita butuh anak muda untuk hadir sebagai petani masa kini yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya.[]

Don Muzakir: Kerjasama Jamur Cianjur dan Investor Cina Bukti Petani Siap Naik Kelas

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyambut positif kerjasama petani jamur Cianjur dengan investor Cina, HuangFeng Ltd. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk konkret keberanian petani membuka diri terhadap teknologi dan pasar global.

“Ini kerja cerdas. Petani Cianjur tidak hanya menanam, tapi juga membuka peluang industri. Mereka menyambut teknologi, membangun jaringan ekspor, dan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan pertanian modern dan berdaulat,” kata Don Muzakir, pada Senin, 28 Juli 2025.

Menurut Don Muzakir, program pengembangan jamur yang melibatkan investasi asing harus dimaknai secara positif, selama tetap menjunjung prinsip keadilan dan kedaulatan pangan.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia akan hadir sebagai jembatan antara petani, investor, dan pemerintah, agar seluruh proses berjalan secara sehat, terbuka, dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani lokal.

“Petani tidak boleh jadi penonton. Mereka harus dilibatkan secara penuh dalam proses perencanaan, produksi, distribusi hingga ekspor. Tani Merdeka siap mengawal agar tidak ada praktik yang merugikan petani. Justru kerja sama ini harus memperkuat posisi tawar petani di hadapan pasar, baik domestik maupun internasional,” tegas Don Muzakir.

Ia juga mengungkapkan langkah ini menjadi contoh konkret dari semangat transformasi pertanian yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto yang dekat dengan gerakan Tani Merdeka Indonesia.

“Kita semua tahu, Pak Presiden Prabowo sejak awal selalu mendorong model-model kemitraan yang sehat dan berpihak kepada petani. Beliau ingin pertanian kita tidak stagnan di lahan, tapi berkembang jadi sektor industri. Maka inisiatif dari petani Cianjur ini menjadi contoh nyata implementasi semangat itu,” katanya.

Don Muzakir juga menilai, komoditas jamur sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang luas, terutama untuk ekspor ke Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Ia menyebutkan, jika pola budidaya dan pascapanen dilakukan dengan baik, jamur bisa menjadi komoditas unggulan baru bagi banyak daerah di Indonesia.

“Ini peluang besar. Kita harus bantu petani agar bisa menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi. Dengan teknologi yang tepat dan kemitraan yang adil, kita bisa jadikan jamur sebagai produk ekspor andalan. Dan bukan cuma Cianjur, model ini bisa direplikasi ke Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Timur,” jelasnya.

Don Muzakir juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian dan koperasi, ikut terlibat aktif mendampingi petani.

Ia berharap Tani Merdeka di seluruh Indonesia ikut menyukseskan pola pengembangan komoditas berbasis kawasan, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden dan Menteri Pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sektor pangan.

“Ini bukan hanya soal bisnis. Ini soal perubahan struktur pertanian kita. Kalau petani sudah punya akses pasar, teknologi, dan modal, maka kesejahteraan akan ikut naik. Dan itulah tugas utama Tani Merdeka: memperjuangkan petani agar tidak tertinggal dalam arus transformasi,” pungkas Don Muzakir.

Sebelumnya diberitakan, pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat memfalitasi investor asal Cina berkunjung ke lokasi budidaya jamur di Cianjur, para investor menarik untuk pengembangan jamur di sana.[]

Tani Merdeka Jawa Barat Ajak Investor Cina Kerjasama Pengembangan Jamur

1

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Cianjur menerima kunjungan investor pertanian dari perusahaan HuangFeng Ltd, Cina, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Pertemuan ini berlangsung di salah satu sentra budidaya jamur di Kabupaten Cianjur. Agenda pertemuan membahas kerja sama pengembangan teknologi pertanian, khususnya pada sektor budidaya jamur, dan membuka peluang investasi lanjutan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat, Yudhi Setia Kurniawan, mengatakan kerjasama ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam mempercepat ketahanan pangan nasional berbasis teknologi.

“Kami mendukung penuh langkah petani jamur Cianjur yang ingin berkembang lebih besar. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar petani naik kelas. Harus ada peningkatan teknologi, produktivitas, dan kesejahteraan,” ujar Yudhi.

Menurutnya, peran petani dalam menjaga ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi kuat antara petani, organisasi, dan investor.

“Kita kawal semua proses ini secara profesional. Petani harus mendapat manfaat nyata,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Capt. Marcellus Jayawibawa, juga hadir dalam pertemuan ini. Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka akan menjadi jembatan strategis antara petani lokal dan mitra global.

“Kami tidak ingin petani hanya jadi penonton di tanah sendiri. Petani harus berdaulat secara ekonomi. Itu komitmen kami,” kata Marcellus.

Ia juga menyampaikan kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan uji coba teknologi budidaya jamur dari Cina dan pendampingan produksi dari Tani Merdeka.

Hadir pada kunjungan itu sejumlah tokoh tani Cianjur, kelompok tani jamur, serta perwakilan dari HuangFeng Ltd. Diskusi berlangsung terbuka, membahas rencana produksi, skema pembinaan petani, hingga potensi ekspor.

Menurut Marcellus Jayawibawa, rencana tindak lanjut kerja sama akan disusun dalam waktu dekat. Tim gabungan dari Tani Merdeka Jawa Barat dan DPD Cianjur akan mendampingi proses penjajakan lanjutan bersama investor.[]

Ketum DPN Tani Merdeka Hadiri Pelantikan DPD Kabupaten Tangerang, Soroti Praktik ‘Serakahnomic’ dalam Perdagangan Pangan

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir berpidato di acara Pelantikan DPD Tani Merdeka Kab. Tangerang
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir berpidato di acara Pelantikan DPD Tani Merdeka Kab. Tangerang

Tangerang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir, menghadiri acara pelantikan pengurus Tani Merdeka Indonesia Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Tangerang yang digelar pada Minggu, 27 Juli 2025. Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Tangerang beserta sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang pertanian wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menyampaikan apresiasi terhadap capaian pemerintah dalam sektor ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa saat ini Indonesia telah berhasil meningkatkan cadangan beras nasional secara signifikan.

“Pemerintah sudah mencapai swasembada pangan. Cadangan negara terhadap beras sangat luar biasa, sekarang ada sekitar 5 juta ton,” ujarnya di hadapan para hadirin.

Namun, Don juga menyoroti praktik perdagangan yang merugikan petani dan masyarakat kecil. Ia mengkritik keberadaan oknum-oknum yang mencari keuntungan dengan cara curang, seperti menjual beras oplosan. Praktik ini disebutnya sebagai bagian dari fenomena ‘Serakahnomic’, istilah yang pernah dilontarkan oleh Presiden Prabowo untuk menggambarkan tindakan ekonomi yang serakah.

“Cuma ada orang-orang yang disebut Pak Prabowo sebagai Serakahnomic. Ingat nih, Serakahnomic itu orang yang serakah, menjual beras oplosan dan yang sengsara itu rakyat. Kalau keuntungan dinikmati petani, itu tidak masalah. Tapi ini mereka bermain di atas penderitaan petani dan rakyat,” tegasnya.

Pelantikan DPD Tani Merdeka Kabupaten Tangerang ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak petani dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok pangan nasional.

Don Muzakir Tegaskan Komitmen Tani Merdeka Kawal Program Prabowo 

0
Sambutan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dalam kegiatan RAKERWIL Tani merdeka Sumatera Utara
Sambutan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dalam kegiatan RAKERWIL Tani merdeka Sumatera Utara

Medan – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Sumatera Utara pada Sabtu, 26 Juli 2025 di Grand Inna Medan. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi gerakan petani dalam menyambut kebijakan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Acara dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir, serta sejumlah tokoh dari unsur pemerintah daerah, partai politik, lembaga negara, dan organisasi petani se-Sumatera Utara. Dalam forum tersebut, Don Muzakir menekankan pentingnya peran strategis Tani Merdeka dalam mengawal program-program kerakyatan pemerintah.

Dalam pidatonya, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir menyoroti ketimpangan yang terjadi di sektor pangan dan pertanian. Ia menyebut ada oknum-oknum pengusaha yang justru hidup mewah di atas penderitaan rakyat.

“Ini yang disebut ‘serakahcomics’ oleh Prabowo Subianto. Intinya orang-orang seperti ini tidak pernah merasa cukup,” tegas Don Muzakir di hadapan peserta rapat kerja.

Don juga mengajak seluruh kader dan relawan Tani Merdeka untuk menjadi garda terdepan dalam menyampaikan dan mengawal program-program Presiden Prabowo, termasuk program unggulan seperti Koperasi Merah Putih.

“Masalah beras, masalah pertanian, semua ini tugas kita untuk menyampaikan program-program Pak Prabowo. Mungkin ada yang mengejek koperasi Merah Putih, tapi kita ini pasukan Pak Prabowo. Kita harus sampaikan apa yang sedang dilakukan pemerintah hari ini,” ujar Don.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi perilaku pengusaha serakah yang menyerobot lahan petani. Menurutnya, kini masyarakat sudah mulai berani melapor ke pihak berwajib.

“Syukur masyarakat sudah mulai berani melaporkan. Ada perusahaan-perusahaan yang menyerobot lahan petani dan sekarang sudah mulai dilaporkan ke polisi,” pungkasnya.

Rapat kerja ini diharapkan memperkuat konsolidasi gerakan petani dalam menyambut kebijakan pemerintahan baru dan menjaga kedaulatan pangan nasional.

Rakerwil Tani Merdeka Sumut, Don Muzakir: Kita Hadir Harus Bawa Perubahan Nyata untuk Pemerintah dan Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Grand Inna Hotel, Medan, Sabtu, 26 Juli 2025. Agenda ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan organisasi di tingkat daerah.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan bahwa Rakerwil menjadi momentum penting untuk menyatukan semangat juang petani Sumatera Utara. Ia juga menegaskan kesiapan jajarannya menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Rakerwil ini bukan hanya untuk menyusun program kerja, tapi juga memperkuat komitmen kami mendukung penuh program Presiden Prabowo di sektor pertanian. Kami siap bekerja keras demi petani,” kata Husni.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia meminta seluruh kader Tani Merdeka di seluruh Indonesia bekerja keras dan tuntas menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tegaskan, seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka dari pusat hingga daerah wajib bekerja keras, tuntas, dan terukur dalam menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo. Kita tidak boleh setengah hati,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya.

“Kita ingin membawa perubahan nyata terhadap pertanian nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. Itu misi utama kita. Semua harus turun tangan. Semua harus bergerak,” lanjutnya.

Don Muzakir juga menyampaikan program kerja Tani Merdeka di tingkat nasional akan difokuskan pada edukasi, inovasi pertanian, serta pemberdayaan generasi muda tani melalui pelatihan dan teknologi.

Rakerwil ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang mewakili Gubernur Sumut, pengurus DPN Tani Merdeka, pengurus DPW Tani Merdeka Sumut, ketua DPD Tani Merdeka kabupaten/kota se-Sumut, tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan ormas.

Bobby O Zulkarnain, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, juga hadir sebagai tamu kehormatan dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah Tani Merdeka yang konsisten mengawal sektor pertanian di tengah perubahan nasional.[]

Rakerwil, DPW Tani Merdeka Sumut dan Gerindra Teken MoU Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Grand Inna Hotel, pada Sabtu, 26 Juli 2025. Agenda ini dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama DPD Partai Gerindra Sumatera Utara.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara organisasi petani dan partai politik. Tujuannya mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Husni, mengatakan kerja sama ini langkah konkret untuk mempercepat program pemberdayaan petani berbasis kemandirian dan teknologi.

“Kami berharap melalui kerja sama ini, seluruh lini organisasi dapat lebih mudah bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Sumatera Utara,” ujar Husni.

Rapat turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumut dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah provinsi mendukung penuh langkah pemberdayaan petani yang lebih masif dan terorganisir.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pentingnya konsolidasi nasional Tani Merdeka untuk menghadapi masa depan pertanian yang lebih profesional.

“Sinergi seperti ini adalah contoh nyata bahwa petani tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada dukungan politik, regulasi, dan sistem yang terintegrasi,” tegas Don Muzakir.

Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Bobby O Zulkarnain, menandatangani MoU secara resmi. Ia menyambut baik kolaborasi ini. Gerindra, kata dia, siap menjadi jembatan antara petani dan pemerintah.

“Partai Gerindra selalu berkomitmen terhadap kepentingan rakyat, termasuk para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Penandatanganan MoU disaksikan Don Muzakir, jajaran pengurus seperti Cut, Evie Yasmin, dan Maulida. Mereka menunjukkan komitmen bersama membangun pertanian Sumatera Utara yang berdaya saing dan berkelanjutan.[]

20 DPK Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar Dilantik, Ini Pesan Wakil Bupati Aceh Besar

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Nabhani, S.I.Kom, melantik pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar. Pelantikan berlangsung di Hijrah Hotel, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Pada pelantikan itu Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, menyerahkan bendera pataka kepada para pengurus sebagai simbol amanah dan tanggung jawab.

Hadir dalam acara ini Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP., M.Si, para camat, Forkopimcam Ingin Jaya, koordinator BPP se-Aceh Besar, serta para pengurus DPD dan DPK Tani Merdeka.

Dewan Pimpinan Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar yang dilantik meliputi Kecamatan Blang Bintang, Darul Imarah, Darul Kamal, Darussalam, Indrapuri, Ingin Jaya, Kota Jantho, Kuta Baro, Kuta Cot Glie, Kuta Malaka, Lembah Seulawah, Lhoknga, Lhoong, Mesjid Raya, Montasik, Peukan Bada, Pulo Aceh, Seulimuem, Simpang Tiga, dan Suka Makmur.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani, mengatakan pelantikan ini langkah penting untuk memperluas kerja organisasi hingga ke akar rumput.

“Langkah ini bukan hanya soal jabatan, tapi merupakan bagian dari komitmen memperkuat program Presiden Prabowo Subianto. Tujuan kami jelas, program ketahanan pangan nasional harus benar-benar hadir di lapangan, bukan sekadar tertulis di atas kertas,” ujar Nabhani.

Ia menegaskan pengurus di tingkat kecamatan berperan penting untuk menjangkau petani secara langsung.

“Dengan gotong royong dan struktur yang rapi, kita yakin dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dari bawah,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menekankan pelantikan ini bukan sekadar acara formal, tetapi bagian dari upaya konsolidasi organisasi.

“DPK adalah ujung tombak kerja organisasi. Tidak boleh hanya duduk-duduk. Harus bekerja, membangun jaringan dengan penyuluh, camat, dinas, dan petani. Jangan jadi organisasi papan nama,” ujar Cut Muhammad.

Ia juga menyampaikan pihak DPW mendukung penuh kerja pengurus kabupaten dan siap mendorong program petani berbasis data.

Selain itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, mengapresiasi keberadaan Tani Merdeka dan berharap organisasi ini dapat menjadi mitra aktif pemerintah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar merasa bersyukur dan mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Kami berharap kehadiran DPK Tani Merdeka ini benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Syukri.

Syukri menekankan pentingnya peran Tani Merdeka Indonesia dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia juga menyebutkan harga eceran padi yang kini ditetapkan pada angka Rp 6.500 per kilogram merupakan kebijakan penting dan pertama kali terjadi di Indonesia sebuah pencapaian yang memberi harapan baru bagi petani.

“Jika hari ini kita sudah menemukan petani berusia 25 hingga 40 tahun, maka insya Allah Aceh Besar dapat menjadi kabupaten lumbung padi di masa depan,” tambahnya.[]