Beranda blog Halaman 82

Dorong Percepatan Program Normalisasi Lahan, Tani Merdeka Aceh Tenggara Bertemu dengan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara bersama Kepala Dinas Pertanian setempat bertemu Kepala Badan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, S.Pi., M.Si. Pertemuan berlangsung di sela kunjungan kerja BRMP ke wilayah pertanian Aceh Tenggara, Senin, 28 Juli 2025.

Diskusi fokus pada percepatan program normalisasi lahan yang menjadi kebutuhan mendesak petani di Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan langsung kondisi lapangan kepada BRMP. Ia menekankan perlunya dukungan teknis dan percepatan implementasi program.

“Kami berharap pemerintah melalui BRMP bisa mempercepat normalisasi lahan, khususnya di wilayah yang terdampak banjir dan sedimentasi. Petani butuh lahan produktif agar panen tidak terus merugi. Ini penting untuk ketahanan pangan lokal,” kata Jeri.

Sementara itu Kepala BRMP Provinsi Aceh, Dr. Rachman Jaya, menanggapi langsung harapan tersebut. Ia menyatakan BRMP siap menindaklanjuti hasil kunjungan ini.

“Kami akan menurunkan tim untuk melakukan verifikasi teknis. Data dan masukan dari Tani Merdeka sangat penting. Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di rapat, tapi harus sampai ke petani,” ujar Rachman.

Ia juga menegaskan bahwa program modernisasi dan normalisasi lahan akan diarahkan sesuai dengan kebutuhan daerah.[]

Petani Kesulitan Air, Tani Merdeka Bireuen Tinjau Lahan Sawah di Peusangan Siblah Krueng

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen turun langsung ke lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Mereka ingin memastikan kebutuhan air irigasi bagi petani terpenuhi.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen ikut mendampingi. Kelompok tani juga hadir dalam kunjungan ini.

Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari, meninjau langsung ke lokasi lahan sawah petani. Ia bersama pengurus mendengar langsung keluhan para petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.

“Kami temui petani langsung di sawah. Mereka mengaku sudah beberapa kali gagal panen karena tidak cukup air,” kata Azhari.

Menurutnya, para petani berharap pemerintah dan semua pihak memberi perhatian serius terhadap masalah air irigasi ini.

“Mereka minta bantuan sumur dalam, sumur bor, dan jaringan pipa. Ini harapan mereka agar ke depan bisa bercocok tanam dengan tenang,” ujar Azhari.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia terus mengawal aspirasi petani dan menyampaikan kebutuhan itu kepada instansi terkait.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal kebutuhan dasar petani yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Azhari menilai solusi air yang permanen sangat mendesak. Dengan air yang cukup, petani bisa menanam tepat waktu dan hasil panen akan lebih terjamin.[]

Pemerintah Pangkas 145 Aturan Distribusi Pupuk, Produksi Beras Naik Signifikan

0

Tani Merdeka – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pertanian dengan melakukan langkah strategis melalui deregulasi kebijakan distribusi pupuk. Sebanyak 145 aturan yang selama ini dinilai menghambat distribusi dipangkas demi mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke tangan petani.

“Pemerintah melakukan deregulasi dengan memangkas 145 aturan yang meningkatkan kendala dalam distribusi pupuk. Dengan demikian, distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan langsung ke petani, tepat waktu dan tepat waktu tanam,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III, Senin (28/7/2025).

Langkah ini terbukti berdampak positif terhadap sektor pangan. Produksi beras nasional tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 13,2 persen secara kuartalan, mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025.

“Hal ini menopang produksi beras yang meningkat hingga 13,2 persen secara kuartalan (c-to-c), hingga mencapai 19,09 juta ton pada periode Januari hingga Juni 2025,” lanjut Sri Mulyani.

Tak hanya itu, pertumbuhan sektor pertanian khususnya pada subsektor tanaman pangan juga menunjukkan performa yang kuat. Pada triwulan pertama 2025, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,52 persen secara tahunan (year-on-year).

“Dengan kinerja di sektor tanam panganan beras tersebut maka pertumbuhan sektor pertanian agrikultur di triwulan 1 2025 mencapai 10,52 persen year on year,” tambahnya.

Sebagai dampak dari lonjakan produksi dan distribusi yang lebih efisien, cadangan beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog pun mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. “Cadangan beras di Bulog juga mencatatkan tertinggi dalam sejarah,” tutup Sri Mulyani.

Langkah deregulasi ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus berlanjut dan menunjukkan hasil yang nyata.

 

Harga Pupuk Dunia Menggila, Sudaryono: Pupuk Subsidi Kini Berdasarkan Volume, Bukan Anggaran

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pupuk subsidi. Langkah ini diambil saat harga pupuk non-subsidi melonjak di pasar global.

Ia merespons kekhawatiran petani yang terbebani biaya produksi akibat harga pupuk yang tak terkendali. Kenaikan ini dipicu sejumlah faktor dari negara-negara produsen pupuk.

Harga pupuk naik karena kondisi dunia tidak stabil. Konflik antarnegara, fluktuasi harga gas alam, dan pembatasan ekspor pupuk jadi penyebab utamanya.

Sudaryono menegaskan, kebijakan baru di bawah Presiden RI Prabowo Subianto memberi kepastian bagi petani. Pupuk subsidi akan tersedia dalam jumlah memadai, tidak lagi dibatasi anggaran.

“Presiden Prabowo telah memutuskan bahwa untuk pengadaan pupuk dalam rangka kepentingan petani seluruh Indonesia, pupuk subsidi itu tidak berdasarkan anggaran, tapi berdasarkan volume,” ujar Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia, pada Selasa, 29 Juli 2025.

“Jadi, harga bahan baku di dunia naik atau turun itu tidak menjadi masalah, karena anggarannya akan menyesuaikan dengan volume yang diberikan kepada petani. Dengan demikian, jaminan mendapatkan pupuk subsidi dalam kuantitas atau volume yang cukup sudah menjadi komitmen pemerintah,” tegasnya.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Gelar Rapimda, Bahas Potensi Kopi hingga Hortikultura

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Senin 29 Juli 2025 malam.

Seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah hadir. Agenda ini menjadi momen konsolidasi organisasi dan pembahasan arah kerja ke depan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, memimpin langsung jalannya rapimda tersebut.
Ia menilai Aceh Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian.

“Kita ingin Tani Merdeka jadi motor perubahan. Petani di Aceh Tengah butuh dukungan nyata, bukan sekadar janji,” kata Cut Muhammad di hadapan peserta rapimda.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani.

“Petani jangan dibiarkan bergerak sendiri. Harus ada organisasi yang mengarahkan, seperti Tani Merdeka. Kita siap kawal,” tegasnya.

Cut Muhammad juga mengapresiasi semangat para pengurus di Aceh Tengah. Ia mengingatkan bahwa ini bagian dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang kemudian menjadi kepentingan dan mensejahterakan petani juga.

“Kita melihat energi luar biasa dari pengurus di sini. Ini modal kuat untuk memperjuangkan hak-hak petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, mengatakan rapimda ini membahas program kerja dan potensi pertanian local yang bisa dikembangkan untuk menwujudkan kesejahteraan petani.

“Rapimda ini kami gunakan untuk menyusun arah kerja ke depan. Kami bahas pengembangan kopi Gayo yang sudah terkenal di dunia,” kata Eka.

Menurutnya, kopi Gayo bukan satu-satunya potensi di Aceh Tengah, banyak potensi lain yang bisa dikembangkan dan digarap di Aceh Tengah.

“Selain kopi, kami juga punya komoditas lain seperti alpukat, tomat, dan berbagai jenis tanaman hortikultura. Semua ini punya peluang besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Eka menegaskan, petani lokal masih menghadapi banyak tantangan.

“Masih banyak lahan produktif yang belum optimal. Petani juga masih kesulitan akses ke pasar dan modal,” jelasnya.

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, lanjut Eka, siap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan investor yang ingin terlibat secara adil dan berkelanjutan.

“Tujuan kita satu: meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Eka.[]

Petani Sulit Air Irigasi, Tani Merdeka Polewali Mandar Usulkan Pembangunan ke Pusat

0

TANIMERDEKA – Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, turun langsung ke lapangan bersama aparat dan pemerintah kelurahan. Mereka mendata dan memotret titik koordinat calon lokasi pembangunan irigasi tersier.

Lokasi yang diusulkan berada di wilayah Sulewatang, kawasan irigasi di bawah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Assamaleuang. Rencana ini akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur pertanian.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Polewali Mandar, Muchlis Syukur, menyatakan usulan ini telah diteruskan ke tingkat pusat.

“Usulan pembangunan irigasi ini sebenarnya telah sampai ke tingkat pusat, tepatnya di DPN (Dewan Pimpinan Nasional) TMI. Kini, harapan besar datang dari masyarakat agar proses tersebut segera ditindaklanjuti,” kata Muchlis.

Para petani di Sulewatang mengeluhkan kondisi saluran air yang belum permanen. Saat musim hujan tiba, pematang sawah kerap jebol. Air meluap dan merendam lahan pertanian. Banjir terjadi berulang. Petani gagal panen.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar. Ketahanan pangan warga terancam. Ekonomi petani terpukul.

Masyarakat berharap pembangunan irigasi tersier permanen bisa segera terwujud. Petani ingin hasil panen meningkat dan kerugian akibat banjir tak lagi terulang.[]

DPD Tani Merdeka Langkat Hadiri Rakerwil Sumut, Don Muzakir Dorong Konsolidasi dan Kolaborasi Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Langkat mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Acara digelar di Inna Grand Hotel, Sabtu, 26 Juli 2025.

Rakerwil dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Turut hadir Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, jajaran Wanita Tani Merdeka Indonesia, dan pengurus DPD dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Hadir pula Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Bobby O Zulkarnain. Kadis Ketapang Provinsi Sumut mewakili Gubernur. Perwakilan dari Wali Kota Medan juga turut hadir. Selain itu, hadir pengurus HIPTANI, Pemuda Tani Indonesia, HKTI, KTNA, dan Perum Bulog Wilayah Sumut.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan Tani Merdeka hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. Organisasi ini bertujuan menciptakan petani yang inovatif dan berkembang.

“Konsolidasi dari tingkat provinsi hingga desa sangat penting. Rakerwil ini adalah bentuk nyata konsolidasi untuk mengawal dan mewujudkan program Presiden RI Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan. Tujuannya untuk menciptakan petani yang sejahtera,” ujar Husni.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Sumut memiliki pengurus yang kuat, terdiri dari akademisi dan praktisi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan di tingkat DPD kabupaten/kota.

“Tinggal bagaimana kita jalankan ini dengan tulus dan kerja keras. Kita tahu ini tidak mudah, tapi kalau dikerjakan bersama, pelan-pelan bisa terwujud,” ujarnya.

Husni juga mengajak seluruh pengurus bersinergi dengan pemerintah untuk menjalankan program hilirisasi komoditas pertanian. Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Sambutan Gubernur Sumatera Utara dibacakan oleh Kadis Ketapang Provinsi. Dalam sambutannya, Pemprov Sumut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rakerwil ini. Pemerintah provinsi menyatakan siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk mewujudkan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menekankan pentingnya percepatan kolaborasi dengan kelompok tani. Tujuannya untuk menampung aspirasi petani secara langsung.

“Semua ini akan kita bahas di Rapat Pimpinan Nasional yang mungkin akan kita laksanakan bulan depan. Organisasi harus pro aktif ke masyarakat untuk membuat permohonan-permohonan apa-apa saja yang diperlukan atau dibutuhkan sesuai wilayah masing-masing,” ujar Don Muzakir.

Ia juga mengingatkan pentingnya gerak bersama. Menurutnya, organisasi bukan hanya soal struktural, tetapi menyangkut keberpihakan kepada nasib petani.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Resmi Dilantik, Cut Muhammad: Aceh Tengah Pusat Kopi di Aceh

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah resmi dilantik, Senin, 28 Juli 2025. Pelantikan berlangsung khidmat di Aceh Tengah dan dipimpin langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad.

Pelantikan dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. H. Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Kapolres Aceh Tengah, Dandim Aceh Tengah, unsur Forkopimda, sejumlah kepala dinas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Cut Muhammad dalam sambutannya menekankan pentingnya Aceh Tengah sebagai salah satu lumbung pangan di Aceh. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap pelantikan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, dan Dandim yang telah hadir dan memberikan dukungan penuh. Ini bukti bahwa petani di Aceh Tengah tidak bekerja sendiri,” ujar Cut Muhammad.

Cut Muhammad menyebutkan potensi unggulan daerah, terutama di sektor kopi, yang sudah mendunia. Selain kopi, Aceh Tengah juga memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas lain seperti kentang dan hortikultura.

“Kopi Gayo sudah dikenal dunia. Kami memandang ini harus terus dikembangkan melalui kolaborasi yang terencana. Selain itu, Aceh Tengah juga kaya dengan komoditas lain seperti kentang, sayuran dataran tinggi, dan hortikultura. Ini kekuatan besar bagi daerah,” kata Cut Muhammad.

Cut Muhammad juga menyampaikan pelantikan ini adalah bagian dari konsolidasi organisasi dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sepakat mendukung pengembangan potensi daerah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tani Merdeka menjadi bagian dari kekuatan rakyat untuk wujudkan kedaulatan pangan dari daerah,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tengah yang baru dilantik, Eka Saputra, menyampaikan komitmennya dalam menggerakkan organisasi berbasis petani. Ia menegaskan pengurus yang dilantik berasal dari latar belakang yang benar-benar paham kondisi pertanian di lapangan.

“Kami tidak akan sekadar jadi organisasi seremonial. Kami akan turun ke sawah, ke kebun, berdiskusi dengan petani. Kami ingin menjadi perpanjangan tangan bagi petani Aceh Tengah agar suara mereka didengar,” kata Eka Saputra.

Ia menyebutkan program prioritas yang akan dijalankan meliputi pendampingan petani kopi, pengembangan pertanian organik, dan peningkatan akses pasar hasil pertanian lokal.

“Petani harus naik kelas. Itu target kami. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk membuka akses teknologi, permodalan, dan pasar,” ujarnya.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dalam sambutannya menyambut baik keberadaan Tani Merdeka di wilayahnya. Ia menilai Tani Merdeka bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pertanian.

“Petani adalah pilar ekonomi daerah. Jika Tani Merdeka hadir dengan semangat membangun, kami siap bersinergi. Kami ingin Aceh Tengah tidak hanya dikenal karena kopinya, tapi juga sebagai pusat inovasi dan ketahanan pangan,” tutur Haili Yoga.

Ia juga menyampaikan harapan agar Tani Merdeka bisa menjadi ruang belajar, diskusi, dan kerja nyata bagi generasi muda agar mau kembali ke sektor pertanian.

“Pertanian jangan hanya dilihat sebagai masa lalu. Pertanian adalah masa depan. Kita butuh anak muda untuk hadir sebagai petani masa kini yang cerdas dan berdaya saing,” pungkasnya.[]

Don Muzakir: Kerjasama Jamur Cianjur dan Investor Cina Bukti Petani Siap Naik Kelas

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyambut positif kerjasama petani jamur Cianjur dengan investor Cina, HuangFeng Ltd. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk konkret keberanian petani membuka diri terhadap teknologi dan pasar global.

“Ini kerja cerdas. Petani Cianjur tidak hanya menanam, tapi juga membuka peluang industri. Mereka menyambut teknologi, membangun jaringan ekspor, dan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan pertanian modern dan berdaulat,” kata Don Muzakir, pada Senin, 28 Juli 2025.

Menurut Don Muzakir, program pengembangan jamur yang melibatkan investasi asing harus dimaknai secara positif, selama tetap menjunjung prinsip keadilan dan kedaulatan pangan.

Ia menegaskan, Tani Merdeka Indonesia akan hadir sebagai jembatan antara petani, investor, dan pemerintah, agar seluruh proses berjalan secara sehat, terbuka, dan memberikan manfaat maksimal bagi para petani lokal.

“Petani tidak boleh jadi penonton. Mereka harus dilibatkan secara penuh dalam proses perencanaan, produksi, distribusi hingga ekspor. Tani Merdeka siap mengawal agar tidak ada praktik yang merugikan petani. Justru kerja sama ini harus memperkuat posisi tawar petani di hadapan pasar, baik domestik maupun internasional,” tegas Don Muzakir.

Ia juga mengungkapkan langkah ini menjadi contoh konkret dari semangat transformasi pertanian yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto yang dekat dengan gerakan Tani Merdeka Indonesia.

“Kita semua tahu, Pak Presiden Prabowo sejak awal selalu mendorong model-model kemitraan yang sehat dan berpihak kepada petani. Beliau ingin pertanian kita tidak stagnan di lahan, tapi berkembang jadi sektor industri. Maka inisiatif dari petani Cianjur ini menjadi contoh nyata implementasi semangat itu,” katanya.

Don Muzakir juga menilai, komoditas jamur sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang luas, terutama untuk ekspor ke Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Ia menyebutkan, jika pola budidaya dan pascapanen dilakukan dengan baik, jamur bisa menjadi komoditas unggulan baru bagi banyak daerah di Indonesia.

“Ini peluang besar. Kita harus bantu petani agar bisa menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi. Dengan teknologi yang tepat dan kemitraan yang adil, kita bisa jadikan jamur sebagai produk ekspor andalan. Dan bukan cuma Cianjur, model ini bisa direplikasi ke Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Timur,” jelasnya.

Don Muzakir juga meminta agar pemerintah daerah, khususnya dinas pertanian dan koperasi, ikut terlibat aktif mendampingi petani.

Ia berharap Tani Merdeka di seluruh Indonesia ikut menyukseskan pola pengembangan komoditas berbasis kawasan, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden dan Menteri Pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sektor pangan.

“Ini bukan hanya soal bisnis. Ini soal perubahan struktur pertanian kita. Kalau petani sudah punya akses pasar, teknologi, dan modal, maka kesejahteraan akan ikut naik. Dan itulah tugas utama Tani Merdeka: memperjuangkan petani agar tidak tertinggal dalam arus transformasi,” pungkas Don Muzakir.

Sebelumnya diberitakan, pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat memfalitasi investor asal Cina berkunjung ke lokasi budidaya jamur di Cianjur, para investor menarik untuk pengembangan jamur di sana.[]

Tani Merdeka Jawa Barat Ajak Investor Cina Kerjasama Pengembangan Jamur

1

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Cianjur menerima kunjungan investor pertanian dari perusahaan HuangFeng Ltd, Cina, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Pertemuan ini berlangsung di salah satu sentra budidaya jamur di Kabupaten Cianjur. Agenda pertemuan membahas kerja sama pengembangan teknologi pertanian, khususnya pada sektor budidaya jamur, dan membuka peluang investasi lanjutan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat, Yudhi Setia Kurniawan, mengatakan kerjasama ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam mempercepat ketahanan pangan nasional berbasis teknologi.

“Kami mendukung penuh langkah petani jamur Cianjur yang ingin berkembang lebih besar. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar petani naik kelas. Harus ada peningkatan teknologi, produktivitas, dan kesejahteraan,” ujar Yudhi.

Menurutnya, peran petani dalam menjaga ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi kuat antara petani, organisasi, dan investor.

“Kita kawal semua proses ini secara profesional. Petani harus mendapat manfaat nyata,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Capt. Marcellus Jayawibawa, juga hadir dalam pertemuan ini. Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka akan menjadi jembatan strategis antara petani lokal dan mitra global.

“Kami tidak ingin petani hanya jadi penonton di tanah sendiri. Petani harus berdaulat secara ekonomi. Itu komitmen kami,” kata Marcellus.

Ia juga menyampaikan kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan uji coba teknologi budidaya jamur dari Cina dan pendampingan produksi dari Tani Merdeka.

Hadir pada kunjungan itu sejumlah tokoh tani Cianjur, kelompok tani jamur, serta perwakilan dari HuangFeng Ltd. Diskusi berlangsung terbuka, membahas rencana produksi, skema pembinaan petani, hingga potensi ekspor.

Menurut Marcellus Jayawibawa, rencana tindak lanjut kerja sama akan disusun dalam waktu dekat. Tim gabungan dari Tani Merdeka Jawa Barat dan DPD Cianjur akan mendampingi proses penjajakan lanjutan bersama investor.[]