Beranda blog Halaman 79

Koperasi Sawit Makmur Ajak Tani Merdeka Kalsel Kolaborasi Bangun Pabrik Minyak Goreng

0

TANIMEDERKA – Koperasi Sawit Makmur mengundang Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan untuk menjajaki kerja sama, Rabu, 6 Agustus 2025.

Pertemuan berlangsung di kantor koperasi. Ketua Koperasi Sawit Makmur, Samsul Bahri, menyambut langsung kedatang Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, bersama sejumlah pengurus.

Koperasi Sawit Makmur merupakan satu-satunya koperasi petani sawit di Indonesia yang telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS). Koperasi ini mengelola sekitar 11.750 hektare kebun sawit milik anggota.
Para petani yang tergabung dalam 32 kelompok tani.

“Kami ingin menggandeng Tani Merdeka Kalimantan Selatan untuk membantu menjembatani kerjasama dengan investor. Targetnya, kami ingin bangun pengolahan minyak goreng sendiri, dari hasil sawit anggota,” ujar Samsul.

Ia menyebutkan sudah pernah ada penjajakan kerjasama sebelumnya. Namun, rencana itu gagal terealisasi. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia kali ini diharapkan bisa membuka jalan baru untuk mewujudkan impian masyarakat.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, mengapresiasi gagasan tersebut. Ia menilai koperasi ini punya kekuatan besar karena berbasis petani dan sudah terbukti mandiri.

“Kami akan kawal penuh rencana ini. Produksi minyak makan dari koperasi sawit adalah lompatan besar. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tapi juga kedaulatan pangan,” tegas Alin.

Alin juga menambahkan bahwa Tani Merdeka Indonesia siap menjadi penghubung dengan pihak ketiga. Ia menyebutkan pengembangan produk turunan sawit bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Menurut Alin, pertemuan ini langkah awal pembicaraan teknis untuk menyusun langkah pengembangan industri pengolahan sawit tersebut. Pihaknya sepakat untuk melanjutkan diskusi lanjutan bersama mitra potensial.[]

DPD Tani Merdeka Rokan Hulu Dilantik, Oksi: Kami Hadir Jadi Solusi, Bukan Seremoni

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, resmi dilantik pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Oksi Saputra Malay, SE.

Acara berlangsung khidmat di Rokan Hulu. Sejumlah tokoh petani, Forkopimda, serta pemangku kepentingan hadir dalam prosesi pelantikan tersebut.

Oksi menegaskan Tani Merdeka Indonesia hadir untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi petani. Ia menolak menjadikan organisasi ini sekadar seremoni belaka.

“Tani Merdeka Indonesia hadir bukan untuk seremoni. Kami ingin menjadi solusi atas persoalan nyata yang dihadapi petani. Program-program pertanian harus benar-benar berpihak kepada petani, dan kami siap mengawalnya hingga ke tingkat desa,” tegas Oksi.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Rokan Hulu, Hendrik, menyampaikan kebanggaannya terhadap pengurus yang sudah bekerja aktif sebelum pelantikan.

“Kami telah mengajukan berbagai kebutuhan kelompok tani dan Gapoktan ke pusat, bahkan sebelum dilantik. Ini bukti bahwa kami siap langsung bekerja demi kesejahteraan petani di Rohul,” kata Hendrik.

Ia juga mengatakan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat gerakan pertanian di tingkat lokal.

Selain itu Sekretaris Wilayah Tani Merdeka Provinsi Riau, ND. Pane, menekankan peran penting petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia mendorong regenerasi petani sebagai agenda utama Tani Merdeka.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Karena itu, regenerasi petani dan penguatan pertanian berbasis desa harus menjadi agenda utama. Tani Merdeka harus menjadi rumah besar perjuangan petani,” ungkap ND. Pane.

ND. Pane juga mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Pertanian dan Kapolres dalam acara pelantikan tersebut. Ia menilai kehadiran mereka sebagai sinyal kuat untuk membangun kemitraan antara Tani Merdeka dan pemerintah daerah.

“Momentum pelantikan ini adalah titik awal perjuangan DPD Rohul. Kami ingin organisasi ini mampu membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat program pemberdayaan petani, baik skala lokal maupun nasional,” tutup ND. Pane.[]

Embung Terbengkalai 15 Tahun, Alin Wijaya: Jangan Sampai Sawah Petani Jadi Lahan Kosong

0

TANIMERDEKA – Embung air di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sudah lebih dari 15 tahun terbengkalai. Tak ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Embung itu tak lagi berfungsi. Padahal, menjadi sumber air utama warga.

Embung ini vital untuk menyuplai air ke lahan sawah seluas 300 hektare. Petani juga memanfaatkannya untuk kebutuhan ternak dan air bersih sehari-hari. Namun kini, banyak petani mengeluh kekurangan air.

Sudah tiga kali berganti bupati, kondisi embung tetap dibiarkan. Warga merasa diabaikan. Saat musim hujan, wilayah sekitar embung kerap banjir. Gorong-gorong tersumbat. Air meluap hingga ke jalan. Warga sulit melintas. Masalah ini sudah lama disuarakan, tapi tak pernah ditanggapi serius.

Anggaran perbaikan embung dan normalisasi gorong-gorong diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar. Masyarakat tak bisa menunggu lebih lama. Sawah mereka makin terancam gagal panen.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, bersama pengurus DPD Tani Merdeka Tanah Laut meninjau langsung embung tersebut. Mereka mengajak pejabat Dinas PUPR, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda untuk melihat langsung kondisi embung air itu.

“Petani tak mau lagi berharap sama pemerintah daerah yang tidak peduli. Jangan sampai sawah petani jadi lahan kosong,” tegas Alin saat meninjau lokasi, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Ia mendesak pemerintah pusat segera turun tangan. Menurutnya, nasib petani tak boleh terus dikorbankan karena abainya pemerintah daerah.

“Presiden Prabowo Subianto harus memperhatikan ini sesuai dengan cita-cita mewujudkan ketahanan pangan. Embung ini sangat vital bagi petani. Ini sumber air untuk 300 hektare sawah dan kebutuhan hidup warga,” kata Alin.

Alin menyebutkan, kerusakan embung tak bisa lagi dibiarkan. Perbaikan harus segera dilakukan.

Ia juga berharap sinergi lintas pihak bisa mendorong percepatan pembangunan embung demi menjamin ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian rakyat.

“Kalau bicara ketahanan pangan, maka infrastruktur air seperti ini harus jadi prioritas. Pemerintah pusat harus bantu petani kami,” tutup Alin.[]

Petani, Teknologi, dan Kerja Cerdas Pemerintah

0

Petani tidak butuh banyak janji. Mereka butuh bukti. Harga pupuk harus terjangkau. Irigasi harus mengalir. Jalan tani tidak boleh lagi rusak. Pasar tidak boleh terus dikuasai tengkulak. Itulah yang mereka harapkan dari negara.

Selama bertahun-tahun, petani berjalan sendiri. Hujan dan kemarau dihadapi tanpa perlindungan. Produksi menurun, harga anjlok, pupuk hilang dari kios. Tapi sekarang, arah mulai berubah.

Presiden Prabowo Subianto mulai turun ke hulu. Pupuk bersubsidi mulai dipastikan tersedia. Harganya ditekan. Infrastruktur irigasi mulai diperbaiki. Lahan tidur dibuka kembali. Ini bukan lagi wacana, melainkan kerja nyata.

Langkah awal ini sangat penting. Negara tidak boleh hanya hadir saat panen gagal atau harga melonjak. Negara harus terlibat sejak awal dari benih hingga distribusi. Itulah yang kini mulai dilakukan.

Pemerintah juga menyadari satu hal penting, petani tidak boleh tertinggal. Teknologi harus masuk desa. Mekanisasi pertanian diperluas. Akses internet untuk petani mulai disiapkan. Data pertanian dihimpun. Semua diarahkan agar petani bisa bekerja lebih cepat dan efisien.

Petani bukan sekadar buruh tani. Mereka bagian penting dari sistem pangan nasional. Jika petani kuat, negara tidak mudah goyah. Ketahanan pangan bukan teori. Ia lahir dari kebijakan yang menyentuh akar.

Bantuan dari pemerintah mulai dirasakan petani. Benih, pupuk bersubsidi, dan alat mesin pertanian (alsintan) telah sampai ke tangan petani. Sebagian disalurkan kepada kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia. Meski belum merata, distribusinya terus berjalan secara bertahap.

Tahun 2025, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp20 triliun untuk pengadaan berbagai jenis alsintan, mulai dari traktor roda dua dan empat, combine harvester, rice transplanter, hingga pompa air.

Pemerintah juga telah menetapkan alokasi anggaran pupuk bersubsidi sebesar Rp44 triliun, serta menganggarkan Rp12 triliun untuk pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi pertanian.

Langkah-langkah ini menunjukkan negara mulai benar-benar hadir. Pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah mulai bekerja secara terarah dan cerdas. Semua diarahkan untuk menyentuh kebutuhan paling dasar petani di lapangan.

Dari kebijakan pupuk, harga jual petani, irigasi, hingga teknologi semuanya ditujukan pada satu hal, petani sejahtera, negara kuat.

Tidak ada kedaulatan tanpa pangan. Tidak ada pangan tanpa petani. Dan tidak ada petani tanpa perhatian negara. Pemerintah harus melanjutkan langkah ini. Jangan berhenti di tengah jalan.

Rapimnas Tani Merdeka Indonesia pada 26–28 Agustus 2025 di Bogor menjadi forum penting. Di sana, para petani menyampaikan langsung kondisi nyata yang mereka hadapi di berbagai daerah. Harapan dan suara mereka harus sampai ke pemerintah, agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpijak pada kenyataan di lapangan.

Rapimnas Tani Merdeka Indonesia adalah pengingat suara petani bukan suara pinggiran. Itu suara pusat. Dari sanalah kekuatan negara dibangun.

Penulis

Zulkarnaini
Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia

DPW Tani Merdeka Kalsel Tinjau Bendungan Rusak, Alin Wijaya: Ini Urat Nadi Petani

0

TANIMERDEKA – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan meninjau langsung bendungan yang telah lama terbengkalai di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.

Bendungan itu berada di Desa Pulau Sari dan Gunung Raja. Dua lokasi ini mengandalkan bendungan sebagai sumber air utama untuk pertanian, ternak, dan kebutuhan sehari-hari warga. Namun kondisi bendungan kini dangkal dan tak lagi bisa digunakan.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya bersama pengurus, melihat langsung kondisi dua bendungan itu.

“Embung di Pulau Sari dan Gunung Raja sangat penting, karena menjadi sumber air utama untuk pertanian, perkebunan, serta kebutuhan sehari-hari warga. Ini adalah urat nadi kehidupan petani,” ujar Alin Wijaya saat ditemui di lokasi, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Selain meninjau lapangan, Alin dan tim menggelar audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Laut. Mereka diterima dengan baik oleh pejabat dinas.

“Kami ingin menyampaikan secara langsung pentingnya perbaikan embung ini. Keberlangsungan pertanian warga sangat bergantung pada infrastruktur air yang memadai,” tegas Alin.

Ia berharap pemerintah daerah segera bertindak. Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat penting untuk menyelamatkan sektor pertanian.

“Kalau tidak segera ditangani, masyarakat makin kesulitan. Embung ini harus dikelola dengan serius agar mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Alin mengaku Tani Merdeka Kalimatan Selatan berkomitmen mengawal terus aspirasi masyarakat, agar perbaikan dua bendungan itu segera masuk dalam agenda prioritas daerah dan pusat.[]

Tani Merdeka Kendal Bentuk Kelompok Perikanan, Ikut Pelatihan Bersama Penyuluh

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mulai membentuk kelompok yang bergerak di bidang perikanan. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan program pemberdayaan anggota di luar sektor pertanian darat.

Sejumlah pengurus dan warga ikut pelatihan dasar perikanan yang difasilitasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kendal. Pelatihan digelar langsung bersama para penyuluh yang memberi materi teknis terkait budidaya dan pengelolaan ikan air tawar.

Samawi, salah satu pengurus DPD Tani Merdeka Kendal yang juga ikut pelatihan, menilai kegiatan ini penting untuk memperluas pengetahuan anggota.

“Kami belajar langsung dari penyuluh. Materinya tentang budidaya ikan air tawar, mulai dari pemilihan bibit, pengelolaan kolam, sampai pengendalian hama. Ini sangat membantu kami yang baru mulai di bidang perikanan,” kata Samawi.

Menurutnya, banyak petani di Kendal tertarik mengembangkan usaha perikanan skala kecil sebagai sumber pendapatan tambahan. Ia berharap pelatihan ini berlanjut secara rutin agar anggota lebih siap mengelola usaha perikanan secara mandiri.

Samawi mengaku DPD Tani Merdeka Kendal akan terus mendorong anggotanya membentuk kelompok produktif berbasis potensi lokal. Setelah sektor pertanian, kini sektor perikanan menjadi perhatian serius karena dinilai memiliki prospek baik di wilayah tersebut.[]

Diundang ke Kampus UPM Malaysia, Don Muzakir: Tani Merdeka Siap Bangun Kerjasama Global

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bersama sejumlah pengurus, diundang resmi oleh Universiti Putra Malaysia (UPM), pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Mereka mengikuti rangkaian kunjungan dan diskusi strategis di Putra Science Park, kampus utama UPM di Serdang, Selangor.

Kunjungan ini difasilitasi oleh Terradeca Sdn. Bhd., perusahaan pemula di bawah InnoHub UPM.

Delegasi Tani Mereka Indonesia disambut langsung oleh pimpinan Putra Science Park dalam sesi temu teknologi dan inovasi pertanian.

UPM memperkenalkan sejumlah perusahaan dan inovasi unggulan di bidang bioekonomi. Mereka menampilkan inovasi di bidang pertanian presisi, teknologi pupuk, serta sistem pengelolaan hasil tani berkelanjutan.

Don Muzakir menilai UPM sebagai mitra penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan petani Indonesia, terutama dalam transfer teknologi dan riset pertanian.

“Mereka khusus kita utuskan untuk belajar di UPM sehingga mendapat ilmu sehingga bisa ke seluruh pengurus Tani Merdeka se-Indonesia dan petani,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menegaskan kunjungan ini bukan yang terakhir. Ia berkomitmen akan mengirim lebih banyak petani yang bergabung dalam Tani Merdeka Indonesia ke luar negeri agar petani Indonesia tidak tertinggal.

“Nanti ada banyak lagi kita kirim ke luar negeri untuk belajar dan menerapkan ilmu pertanian,” ujarnya.

Menurutnya petani Indonesia harus bisa bertani secara modern.

“Petani kita harus bisa bertani secara teknologi dan mengolah pupuk,” tegasnya.

Don Muzakir menyebutkan langkah ini tindak lanjut langsung dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini untuk memperkuat kapasitas sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto,” kata Don Muzakir.

Tiga pengurus Tani Merdeka Indonesia ikut mengikuti program pembelajaran langsung di UPM. Mereka adalah Riki Septiadi Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jawa Timur, H. Cecep Gogom Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor, dan Ainnurrahim pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia.

Pimpinan UPM menyambut baik kerja sama ini. Mereka membuka ruang kolaborasi riset dan pelatihan bagi petani Indonesia dalam pengembangan sistem pertanian modern dan ramah lingkungan.[]

Kelompok Tani Wanita Binaan Tani Merdeka Aceh Tengah Terbentuk

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah membentuk Kelompok Tani Wanita sebagai bagian dari program pemberdayaan petani perempuan di wilayah tersebut.

Pembentukan kelompok ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan.

Kelompok ini dibentuk setelah melalui proses identifikasi dan pendataan yang dilakukan secara berjenjang oleh pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah.

Perempuan petani dari berbagai kecamatan di Aceh Tengah yang selama ini aktif dalam kegiatan pertanian, kini difasilitasi untuk berkumpul dalam satu wadah organisasi yang legal dan produktif.

Wakil Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah, Nurhilal, menyampaikan proses administrasi kelompok tani wanita ini sudah berjalan sudah sesuai ketentuan Kementerian Pertanian. Pihaknya telah memastikan bahwa kelompok ini sudah tercatat resmi melalui sistem milik pemerintah.

“Insyaallah kelompok tani wanita binaan kami sudah terdaftar di Simluhtan Kementerian Pertanian,” ujar Nurhilal.

Ia menegaskan pembentukan kelompok ini bukan hanya bersifat simbolis. Tujuannya agar perempuan petani memiliki ruang gerak yang jelas dan terstruktur dalam mengakses program pertanian, pelatihan, maupun bantuan dari pemerintah.

“Kelompok ini akan fokus pada aktivitas pertanian, kopi, dan yang berbasis rumah tangga, seperti hortikultura, pengolahan hasil pertanian, dan ekonomi kreatif berbasis pertanian,” tambah Nurhilal.

Menurutnya, pembentukan kelompok tani ini juga bagian dari strategi DPD Tani Merdeka Aceh Tengah untuk memperluas jaringan petani hingga kelompok-kelompok yang selama ini kurang tersentuh oleh kebijakan. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan memberikan arahan tentang kelembagaan dan pentingnya legalitas dalam pengelolaan kelompok tani wanita.[]

 

Ketemu Wali Kota Binjai, Tani Merdeka Sumut Ajak Pengembangan Penangkaran Benih Unggul

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Binjai bertemu Wali Kota Binjai, Amir Hamzah. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Pertemuan ini membahas rencana menjadikan Binjai sebagai kota penangkaran benih dan bibit unggulan. Beberapa komoditas yang dibahas meliputi rambutan, kakao, kopi, kelapa, alpukat, aren, cempedak guling, jambu madu, serta ikan air tawar.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Misbah, mengatakan pentingnya kesiapan lahan dan kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan efektif.

“Binjai memiliki potensi besar untuk menjadi kota penangkaran benih unggulan. Kami siap mendampingi, mulai dari pendataan hingga pembinaan teknis petani,” kata Misbah.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Pemkot Binjai dalam mendorong pertanian berbasis bibit unggulan yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka. Ia menilai kerja sama ini bisa memperkuat identitas Kota Binjai sebagai pusat pertanian modern dan mandiri.

“Kami akan siapkan lahan dan sarana penunjang lainnya. Saya ingin Binjai tidak hanya dikenal sebagai kota rambutan, tapi juga sebagai kota penghasil benih unggul dari berbagai komoditas,” ujar Amir Hamzah.

Amir juga mendorong perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam program ini.

Menurutnya, pertanian modern harus dibangun dari kolaborasi yang konkret, bukan hanya wacana.[]