Beranda blog Halaman 8

Perkuat Ketahanan Pangan, Dinas TPH Salurkan Bantuan Bibit Jagung ke Petani Lampung Barat

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menerima bantuan bibit jagung jenis Pertiwi 5 dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat. Penyerahan dilakukan di kantor dinas setempat, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Sebanyak 10 kilogram bibit disalurkan kepada kelompok tani di Desa Ringin Sari, Kecamatan Suoh, serta Desa Way Petay, Kecamatan Sumber Jaya. Kedua wilayah dikenal memiliki potensi pengembangan jagung cukup baik. Bantuan diharapkan memberi dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat, Maidar, menegaskan pentingnya penggunaan benih unggul dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian.

Ia menjelaskan bahwa bantuan bibit jagung Pertiwi 5 diberikan agar petani mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Bibit jagung Pertiwi 5 ini kami berikan agar petani bisa memaksimalkan lahan dan meningkatkan hasil panen. Benih unggul menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pertanian. Pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan kepada kelompok tani,” ujarnya.

Maidar menambahkan, dukungan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian benih semata. Pemerintah juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan agar produktivitas petani terus meningkat.

“Kami juga mendorong penerapan pola budidaya yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil produksi harus meningkat bukan hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas agar mampu bersaing di pasar,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menyambut positif bantuan yang diberikan kepada kelompok tani. Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen.

Haris menegaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani di lapangan.

“Dukungan pemerintah daerah sangat membantu petani menghadapi tantangan produksi, mulai dari keterbatasan sarana hingga fluktuasi hasil panen. Kami akan terus melakukan pendampingan agar bantuan bibit dimanfaatkan secara optimal,” ucapnya.

Haris juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memperkuat pembangunan pertanian daerah. Pendampingan yang dilakukan, menurut dia, tidak hanya terbatas pada proses tanam, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Pendampingan mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kemampuan budidaya, hingga dorongan pengelolaan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan pemangku kepentingan lain akan mempercepat peningkatan produksi jagung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani Lampung Barat,” katanya.

Program bantuan bibit ini diharapkan terus diperluas agar semakin banyak kelompok tani merasakan manfaatnya. Penguatan sektor pertanian melalui penyediaan benih unggul, pendampingan, dan dukungan kebijakan dinilai menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.[]

DPD Tani Merdeka Simeulue Dilantik, Cut Muhammad: Komoditas Pertanian Harus Dikembangkan

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue pada Kamis, 5 Februari 2026.

Pelantikan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Simeulue dengan dihadiri Sekda Kabupaten Simeulue Asludin, Sekjen DPW Tani Merdeka Aceh Nabhani, para kepala dinas, forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, dan tokoh adat. Ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Simeulue pada pelantikan tersebut.

Cut Muhammad mengajak pengurus baru membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pengembangan pertanian.

“Wilayah Simeulue punya banyak potensi. Kelapa, pinang, cengkeh, hingga komoditas lain seperti kelapa sawit, karet, pala, dan kakao. Semua harus dikembangkan agar petani sejahtera. Kami ingin pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah demi penguatan sektor pertanian,” ujar Cut Muhammad yang akrab disapa Mukim Amad.

Cut Muhammad menambahkan pemeritah Presiden Prabowo Subianto sedang berjuang hilirisasi, komoditas pertanian harus diolah langsung di dalam negeri. Ia mencontohkan kelapa asal Simeulue harus diolah menjadi minyak dan tepung, sehingga produk lokal punya nilai tinggi.

Selain itu, komoditas pinang dinilai memiliki potensi besar, sementara cengkeh tetap menjadi komoditas penting meski masih menghadapi tantangan produktivitas.

“Seluruh komoditas tersebut perlu dikelola secara baik dan berkelanjutan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh petani,” kata Cut Muhammad.

Cut Muhammad juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Dia meminta pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Simeulue harus menyampaikan dengan jelas kepada masyarakat, khususnya para petani terkait program presiden Presiden Prabowo.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue, Ridwan Panter, menyampaikan komitmen pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menegaskan kesiapan untuk mendampingi petani agar hasil panen tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan dapat diolah di daerah sendiri sehingga nilai tambahnya kembali kepada masyarakat.

“Kami siap menjalankan amanah ini. Petani Simeulue harus mendapat pendampingan agar hasil panen tidak hanya dijual mentah. Kami ingin mendorong pengolahan komoditas di daerah sendiri supaya nilai tambahnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ridwan juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak dapat dicapai tanpa kerja sama lintas sektor yang kuat, baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun dunia usaha.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan dunia usaha. Semua pihak harus terlibat agar pertanian Simeulue bisa maju dan petani benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Simeulue, Asludin, menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh serta memfasilitasi berbagai program yang dijalankan, terutama yang berkaitan dengan upaya menyukseskan program Presiden Prabowo di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Penguatan sektor pertanian di Kabupaten Simeulue merupakan langkah strategis untuk mendorong terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Asludin usai pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue.

Asludin menilai sinergi antara pemerintah daerah, Tani Merdeka Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pemberdayaan pertanian dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Karena itu kata Asludin pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah Tani Merdeka Indonesia, khususnya dalam pendampingan petani, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.[]

Tani Merdeka Sulawesi Barat dan Dinas Perkebunan Pasangkayu Bahas Hilirisasi Kakao

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat membahas langkah pengembangan hilirisasi kakao. Pertemuan berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Pasangkayu, Rabu 4 Februari 2026.

Pembahasan menitikberatkan pada penguatan rantai produksi dari hulu hingga hilir. Hasil panen kakao diharapkan terserap optimal dan tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

Kakao yang dihasilkan petani didorong untuk diolah di dalam negeri agar memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat, Suwanto, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendampingi petani. Ia mengatakan kakao dari Sulawesi Barat tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk biji mentah.

“Kami ingin memastikan kakao Sulawesi Barat tidak hanya dijual dalam bentuk biji mentah. Petani harus mendapat nilai tambah dari hasil panen mereka. Hilirisasi ini jalan agar pendapatan meningkat dan kesejahteraan lebih terjamin,” ujarnya.

Suwanto juga menjelaskan bahwa hilirisasi kakao dapat membuka peluang kerja baru di daerah. Ia menilai industri pengolahan berbasis lokal memiliki potensi tumbuh dan memberi kesempatan bagi generasi muda desa untuk bekerja tanpa harus merantau jauh. Dengan adanya sektor pengolahan kakao di kampung sendiri, masyarakat setempat diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pasangkayu, Abidin, mengatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung langkah yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia.

“Kami siap mendukung penuh langkah hilirisasi kakao. Petani harus menjadi pelaku utama dalam rantai nilai kakao. Pemerintah daerah akan membantu dari sisi regulasi, pendampingan, dan akses pasar,” jelasnya.

Abidin menambahkan hilirisasi kakao juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Sulawesi Barat punya potensi besar. Kalau hilirisasi berjalan baik, daerah ini bisa menjadi pusat pengembangan kakao nasional. Petani akan lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada tengkulak,” ujarnya.[]

BULOG Siapkan Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

0

TANIMERDEKA – Perum BULOG bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan ekspor beras ke Arab Saudi. Beras ini khusus untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Rapat koordinasi digelar di Kantor Pusat BULOG.

Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin rapat bersama jajaran direksi. Dari Kemenhaj hadir Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jainul Effendi. Perwakilan Kementerian Perdagangan mengikuti rapat secara daring.

Pembahasan mencakup kualitas beras, kemasan, harga, hingga jadwal pengiriman. BULOG juga melakukan uji tanak terhadap sampel beras. Uji ini menilai rasa, tekstur, dan aroma nasi agar sesuai selera jamaah.

Ahmad Rizal optimis terhadap peluang ekspor beras untuk kebutuhan haji tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah membuka kesempatan tersebut, yang dinilainya sebagai warisan penting bagi pemerintah dalam mendorong ekspor beras nasional.

“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jainul Efendi, menegaskan pentingnya ekspor beras lokal untuk menunjang kenyamanan sekaligus menjaga kesehatan jamaah Indonesia.

Ia menyebutlan upaya tersebut menjadi semangat bersama antara BULOG, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak terkait agar pengiriman beras ke Arab Saudi dapat terwujud.

Menurutnya, jamaah asal Indonesia umumnya tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal, sehingga perbedaan jenis beras berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

Ekspor ini memanfaatkan surplus beras nasional tahun 2025. Surplus menjadi bukti swasembada pangan sekaligus membuka peluang Indonesia masuk pasar global.

Bagi petani, rencana ekspor ini berarti hasil panen bisa terserap lebih luas. Beras yang ditanam di sawah tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bisa dikirim ke luar negeri. Langkah ini memberi harapan baru bahwa kerja keras petani ikut mendukung jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.[]

Konflik Lahan dengan PT CBS, Tani Merdeka Sumsel Dampingi Petani Banyuasin

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan mendampingi petani menyelesaikan sengketa lahan seluas sekitar 500 hektar dengan PT Cinta Mas Bumi Subur (CBS), pada Selasa 3 Februari 2026.

Perusahaan mengklaim lahan tersebut masuk wilayah kerja mereka, sementara warga menegaskan tanah itu milik mereka. Kerancuan hak atas tanah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan belum terselesaikan hingga kini.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Banyuasin, koordinator kecamatan, serta tim advokasi hadir meninjau langsung tata letak lahan pada Selasa, 3 Februari 2026. Kehadiran mereka mendampingi sekaligus memperjuangkan hak petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Selatan, Medi Amazon, menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia akan terus berjuang dan berada di garis depan dalam membela serta memperjuangkan hak-hak petani.

“Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk memperjuangkan hak-hak warga petani Dusun Cahaya Kenten Desa Timbul Jaya, bukti fisik dan pengelolaan lahan sudah jelas, hanya legalitas tanah yang memang belum dimiliki. Karena lahan tersebut masih masuk dalam kawasan hutan produksi (HP),” jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya akan mengoordinasikan masalah ini dengan Dinas Kehutanan daerah, serta menyampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami DPW Tani Merdeka beserta seluruh jajaran akan berusaha semaksimal mungkin, dan akan mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Dinas Kehutanan baik Daerah maupun pusat. Yang sekaligus akan kami tembuskan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI),” tandasnya.

Medi Amazon mengingatkan seluruh pihak agar senantiasa menjunjung dan mematuhi prosedur hukum yang berlaku. Ia juga berharap adanya dukungan serta kerja sama dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga seluruh elemen masyarakat agar setiap proses dapat berjalan dengan tertib dan berkeadilan.

“Kami minta dukungan serta kerjasamanya, baik dari pihak pemerintah desa, kecamatan, dan seluruh lapisan masyarakatnya,” katanya.

Kepala Dusun Cahaya Kenten, Kemis, menjelaskan lahan itu sudah dikelola warga sejak 1983 untuk pertanian padi. Lahan itu sudah dikelola oleh petani setempat sejak tahun 1983.

“Lahan seluas ± 500 hektare ini sudah kami buka, kami budidayakan untuk pertanian padi sejak tahun 1983. Kenapa sekarang kok malah mau diambil alih fungsi dan kegunaanya oleh PT CBS,” ungkapnya.

Ia menambahkan warga kerap mengalami intimidasi. Bahkan, setiap kali warga hendak membuka lahan tersebut, mereka selalu mendapat tekanan dan ancaman dari para petugas yang mengatasnamakan perusahaan.

“Bahkan jika warga mau membuka lahan tersebut selalu ditakut-takuti oleh para petugas yang bekerja atas nama perusahaan. Warga kami selalu dihantui dengan rasa ketakutan,” tandasnya.

“Harapan besar kami dari seluruh warga petani kepada pemerintah melalui Tani Merdeka, agar segera menertibkan lahan tersebut. Sehingga kami bisa mendapatkan kepastian hukum, serta memiliki legalitas atau alas hak yang baku dan kuat. Karena lahan tersebut merupakan sumber penghidupan bagi kami,” tutupnya.[]

Bertemu Wamentan, Ketua DPW Tani Merdeka Jambi Sampaikan Aspirasi Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono.

Pertemuan itu membahas terkait penguatan sinergi program ketahanan pangan nasional dan percepatan peningkatan kesejahteraan petani.

Tani Merdeka Indonesia menegaskan peran sebagai jembatan antara kebutuhan riil petani di tingkat akar rumput dengan kebijakan strategis Kementerian Pertanian.

Isu yang diangkat mencakup kelangkaan pupuk, distribusi sarana dan prasarana pertanian, serta percepatan penyaluran alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan aspirasi petani agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan petani di desa, sehingga petani menikmati langsung program pemerintah.

“DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi hadir sebagai saluran aspirasi petani. Kami mendorong agar persoalan klasik seperti pupuk, akses sarana produksi, hingga percepatan distribusi alat-alat pertanian dapat segera dituntaskan, sehingga petani bisa lebih produktif dan sejahtera,” ujar Candra, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Candra menambahkan pihaknya akan mengundang Wakil Menteri Pertanian berkunjung ke Jambi pada April 2026 mendatang. Kunjungan itu direncanakan bertepatan dengan pertemuan seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia dan petani se-Provinsi Jambi.

“Momentum itu kami harapkan menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah pusat dan petani Jambi, sekaligus penguatan konsolidasi gerakan Tani Merdeka Indonesia di daerah,” katanya.

Sudaryono yang juga Pembina Tani Merdeka Indonesia menyampaikan apresiasi atas konsistensi DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, perlu gerakan yang masif untuk membantu petani di desa-desa.

“Saya bangga dengan langkah DPW Tani Merdeka Indonesia Jambi yang terus hadir menggerakkan roda organisasi dengan satu tujuan, yakni bersama-sama membangun sektor pangan. Gerakan seperti inilah yang kita butuhkan, yang lahir dari kepedulian dan diwujudkan dalam kerja nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah membutuhkan mitra strategis di lapangan untuk memastikan kebijakan pertanian berjalan efektif dan tepat sasaran. Pertemuan ini menjadi ruang memperkuat komitmen organisasi tani dalam mengawal program ketahanan pangan nasional.

DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi menegaskan posisi petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian di daerah. Sinergi antara organisasi tani dan pemerintah diharapkan mempercepat transformasi sektor pertanian, khususnya di Provinsi Jambi.[]

Serapan Beras Awal 2026 Naik 700 Persen

0

TANIMERDEKA – Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kebijakan penyerapan hasil produksi pangan nasional. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Memasuki awal 2026, realisasi serapan CBP dari produksi dalam negeri melonjak signifikan. Serapan setara beras mencapai 112 ribu ton, naik lebih dari 700 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 14 ribu ton.

“Serapan bulan ini, kami terima kasih pada Dirut Bulog dan seluruh Direksi, serapan awal tahun ini meningkat pesat. Tahun lalu itu 14 ribu ton satu bulan. Tahun ini 112 ribu ton. Laporan harian kami terima dan ini naik 700 persen di Januari,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Amran yang juga Menteri Pertanian berharap tren positif ini bertahan. Dengan serapan stabil dan produksi kuat, Indonesia berpeluang membantu negara sahabat yang membutuhkan beras.

“Mudah-mudahan ini bertahan, tetap konstan. Kalau kami lihat tadi, masuk Februari itu 112 ribu ton. Jadi aku hafal datanya Bulog. Ini kalau berlanjut, insya Allah hampir pasti mudah-mudahnya, kalau ada negara sahabat yang butuh beras, mungkin kita bisa supply,” ujarnya.

Bapanas mencatat capaian 112 ribu ton menjadi realisasi tertinggi di awal tahun dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, Januari 2025 tercatat 14,9 ribu ton dan Februari 2025 sebesar 171,1 ribu ton.

Peningkatan serapan CBP sejalan dengan proyeksi produksi beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton, naik 1,39 juta ton dibanding periode sama 2025.

Untuk menyambut lonjakan produksi, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Bapanas, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan BUMN pada 9 Januari 2026.

SKB ini menugaskan BUMN pangan menyelenggarakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan prioritas pembelian produksi dalam negeri. Target pengadaan CBP ditetapkan 4 juta ton.

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen perusahaan untuk memaksimalkan penyerapan hasil produksi petani nasional sebagai wujud kehadiran negara.

“Sesuai dengan mandat dalam Rakortas yang menetapkan target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras yang berasal dari gabah kering panen dengan catatan any quality yang memasuki usia panen, sebagai wujud komitmen tersebut, per tanggal 2 Februari 2026, realisasi pengadaan dalam negeri mencapai 112.032 ton setara beras,” urainya.

Ia menambahkan Bulog mengoptimalkan tim jemput pangan untuk gabah kering panen dan jagung pipil kering.

“(Kami) selalu sinergi dengan TNI, Polri dan petugas PPL, petugas penyuluh pertanian, untuk memastikan serapan GKP any quality telah memasuki usia panen,” katanya.

Harga gabah di tingkat petani juga terpantau stabil. Panel Harga Pangan Bapanas mencatat rata-rata harga gabah kering panen per 2 Februari 2026 sebesar Rp 6.790 per kilogram. Angka ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram.[]

Tani Merdeka Aceh Tenggara Kukuhkan 42 Kordes

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara menggelar road show ke tingkat kecamatan dan desa. Agenda ini bertujuan memperkuat struktur organisasi sekaligus mengukuhkan 42 koordinator desa (kordes) di Kecamatan Lawe Alas dan Tanoh Alas.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan penguatan akar rumput menjadi prioritas.

Ia menyebutkan tahun 2026 seluruh struktur tingkat desa di Aceh Tenggara sudah terbentuk.

“Kami terus bergerak memperkuat struktur organisasi dari tingkat kecamatan sampai desa. Ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin Tani Merdeka Indonesia hadir nyata di lapangan, bukan hanya di tingkat atas,” ujarnya, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Lebih lanjur Jeri mengatakan korcam dan kordes berperan penting memperkuat koordinasi antarpetani. Ia menekankan keberadaan Tani Merdeka Indonesia ini harus memberi manfaat nyata, terutama dalam mempermudah akses informasi, kebutuhan pertanian, dan jejaring strategis tingkat nasional.

“Kita bisa bergerak sama-sama untuk memajukan pertanian di Kabupaten Aceh Tenggara ini sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional, termasuk agenda ketahanan pangan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.

Dalam pertemuan dengan para pengurus Korcam dan Kordes membahas kebutuhan dasar petani serta perlunya pendampingan teknis. Jeri menegaskan Tani Merdeka Indonesia akan menjadi penghubung antara petani dan kebijakan pemerintah.

Ia juga menyoroti posisi strategis organisasi ini karena Dewan Pembina Sudaryono saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian sekaligus Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia, sedangkan Ketua Umum Don Muzakir memimpin Asosiasi Pupuk Pestisida Nasional (ASPEKNAS).

“Tentunya peluang ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan akses informasi dan solusi atas persoalan pertanian yang ada di Aceh Tenggara,” tambahnya.

Road show ini sudah berlangsung selama dua bulan penuh. Kecamatan dan desa akan dikunjungi secara bertahap sesuai zona dan jadwal yang telah ditentukan.

Pengukuhan kordes ini diharapkan memperkuat jaringan Tani Merdeka di tingkat desa. Struktur yang lebih solid diyakini mampu mempercepat penyelesaian persoalan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.[]

Bali Hidupkan Kembali Padi Lokal Cicih Gonrong Sudaji

0

TANIMERDEKA – Gerakan Tanam Padi Tetua Bali jenis Cicih Gonrong Sudaji digelar di Subak Uma Kumbuh, Desa Mas, Ubud, Gianyar, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan ini dilakukan Pemprov Bali bersama Bali Sri Organik sebagai upaya menjaga kedaulatan benih dan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Langkah ini menjadi cara melawan dominasi benih impor yang semakin masif. Bali memilih menghidupkan kembali varietas padi lokal sebagai strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan pertanian dan sistem subak.

Cicih Gonrong Sudaji berasal dari Buleleng. Varietas ini tengah diproses melalui pemurnian dan persilangan. Usia panen yang sebelumnya 120 hari kini bisa dipangkas menjadi rata-rata 105 hari. Tanaman lebih kuat, tidak mudah rebah, serta tahan hama dan penyakit. Karakter bulu halus yang dulu tajam kini hilang. Beras yang dihasilkan dikenal pulen dan sesuai selera konsumen lokal.

Penanaman dimulai pukul 07.00 WITA. Petani subak, pegiat pertanian organik, dan pemangku kepentingan hadir untuk mendukung pelestarian benih lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan padi lokal, agar varitas lokal tidak hilang.

“Varietas padi Bali bukan sekadar warisan sejarah, tetapi juga solusi menghadapi perubahan iklim serta ketergantungan terhadap benih dari luar daerah,” ujarnya.

Sunada menyebutkan hasil persilangan Cicih Gonrong Sudaji tengah diajukan sebagai varietas unggul nasional dengan nama Sri Sedana. Ia menekankan perlunya kolaborasi pemerintah, petani, komunitas, dan lembaga terkait. Tanpa kerja bersama, padi lokal Bali bisa terpinggirkan oleh benih komersial.

Subak Uma Kumbuh dipilih karena masih konsisten menerapkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan keseimbangan dengan alam.

Bali Sri Organik berharap gerakan ini menumbuhkan kesadaran petani dan masyarakat untuk menanam serta menggunakan benih lokal Bali secara berkelanjutan.

Padi Cicih Gonrong Sudaji ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketergantungan benih impor sekaligus penguat ketahanan pangan daerah.[]

Inflasi Pangan Turun, Harga Menjelang Ramadan Terkendali

0

TANIMERDEKA – Harga pangan nasional hingga awal Februari 2026 tercatat stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pangan tahunan hanya 1,14 persen. Secara bulanan bahkan terjadi deflasi 1,96 persen.

Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan komponen harga bergejolak memberi andil deflasi terbesar.

“Komponen harga bergejolak ini mengalami deflasi 1,96 persen. Komponen ini memberikan andil deflasi terbesar yaitu 0,33 persen,” ujarnya di Jakarta, pada Senin, 2 Februari 2026.

Ateng menjelaskan beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan bawang merah masih menyumbang inflasi. Namun kontribusinya dinilai wajar dan tidak mengganggu stabilitas harga pangan.

Inflasi pangan Januari 2026 turun tajam dibanding Desember 2025. Saat itu inflasi tahunan sempat mencapai 6,21 persen, kini hanya 1,14 persen. Inflasi bulanan yang sebelumnya 2,74 persen berubah menjadi deflasi 1,96 persen.

Inflasi umum nasional juga terkendali. BPS mencatat inflasi tahunan 3,55 persen, sedangkan bulanan deflasi 0,15 persen. Penurunan harga pangan turut menekan inflasi di daerah yang sebelumnya terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan program intervensi pangan akan terus diperkuat. Gerakan Pangan Murah (GPM) sudah digelar 296 kali di 56 kabupaten/kota hingga 29 Januari 2026, naik 71 persen dibanding tahun lalu. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung juga dilanjutkan dengan dukungan anggaran tambahan.

Pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk Februari dan Maret 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat akan mendapat 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan melalui Perum Bulog.

Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pengawasan harga akan diperketat. “Ini perintah Bapak Presiden. Stabilkan harga. Kita jaga harga pangan sampai Ramadan hingga selesai. Tidak boleh ada pengusaha di seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya,” katanya.

Ia memastikan pasokan pangan strategis dalam kondisi aman. “Beras aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang, telur, daging. Ini semua aman. Fokus kita sekarang memastikan stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.[]