Beranda blog Halaman 79

Catatan Pinggir: Petani Sejahtera

0

Di tengah hiruk-pikuk politik yang terus berubah, satu isu tetap menjadi sorotan penting: kesejahteraan petani. Bagi banyak orang, ini bukan hanya tentang pertanian atau ekonomi semata, melainkan tentang kehidupan dan masa depan ribuan keluarga di pelosok negeri. Prabowo Subianto, yang kini memimpin arah kebijakan di sektor pertanian, menghadirkan harapan baru dengan visinya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Prabowo Subianto, sebagai Presiden terpilih, membawa semangat dan komitmen kuat dalam memberdayakan petani. Program-program yang diusungnya tidak sekadar retorika politik, melainkan langkah konkret yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kehidupan petani. Salah satu langkah penting adalah pengembangan program bantuan langsung untuk petani yang bertujuan mengurangi beban mereka, serta meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi modern dan pelatihan.

Melihat lebih jauh, program Bio Conversion yang diinisiasi oleh Tani Merdeka Indonesia adalah contoh nyata dari komitmen ini. Dengan dukungan Prabowo, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui inovasi ini, diharapkan petani bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas tanpa merusak lingkungan.

Tentu saja, transformasi ini tidak tanpa tantangan. Keterbatasan infrastruktur, akses ke teknologi, dan masalah lain yang dihadapi petani perlu menjadi perhatian utama. Namun, semangat dan tekad Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesejahteraan petani menjadi dorongan yang kuat untuk mengatasi rintangan-rintangan tersebut.

Dalam konteks ini, keberhasilan Prabowo Subianto tidak hanya diukur dari seberapa banyak bantuan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana perubahan nyata dirasakan oleh petani.

Setiap langkah yang diambil adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kesejahteraan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk kita sebagai masyarakat, untuk terus mendukung dan memantau implementasi kebijakan ini agar cita-cita kesejahteraan petani benar-benar menjadi kenyataan.

Seiring waktu, semangat dan visi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perubahan positif yang lebih luas, menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

Penulis Sekjen DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh

Tani Merdeka Aceh Dukung Program Ketahanan Pangan, Begini Penjelasan Ketua Tani Merdeka Aceh

0
Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad
Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad

BANDA ACEH – Tani Merdeka Provinsi Aceh mendukung penuh program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan bahwa organisasi ini akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan di Aceh.

Menurut Cut Muhammad, tantangan di sektor pertanian di Aceh memerlukan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Tani Merdeka akan fokus pada beberapa inisiatif, termasuk peningkatan teknologi pertanian dan pelatihan untuk petani.

“Teknologi seperti sistem pemantauan cuaca dan mesin pertanian terbaru akan membantu petani mengelola lahan dengan lebih efisien,” kata Cut Muhammad, yang juga dikenal sebagai Pak Mukim, Senin, 19 Agustus 2024.

Tani Merdeka juga akan membantu petani dengan pelatihan teknik pertanian terbaru, serta membangun dan memperbaiki sistem irigasi untuk mengatasi masalah pasokan air.

Selain itu, mereka akan memperkenalkan varietas tanaman unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit. Cut Muhammad menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai ketahanan pangan di Aceh.

Dengan komitmen ini, Tani Merdeka berharap dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Aceh dan mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan.[]

Wamentan Sudaryono: Optimis Pertanian Indonesia Makin Kuat

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono

JAKARATA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yakin bahwa sektor pertanian Indonesia akan semakin kuat. Ia menyatakan, ini penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, mencegah krisis pangan, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sudaryono menjelaskan bahwa luas lahan tanam padi di Indonesia meningkat hingga 1 juta hektar dari target 1,7 juta hektar. Jika target ini tercapai, Indonesia diharapkan tidak perlu impor beras tahun depan.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung. Pemerintah berencana mengoptimalkan lahan rawa, melakukan pompanisasi, dan mencetak sawah baru. Teknologi pertanian modern juga akan diterapkan untuk membuat produksi lebih efisien dan hasil pertanian meningkat.

“Kami akan optimalkan lahan rawa, pompanisasi, cetak sawah, serta modernisasi alat pertanian. Penyuluh pertanian juga akan diperkuat,” kata Sudaryono.

Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya memperkuat lumbung pangan untuk masa depan bangsa. Pada tahun 2025, pemerintah berencana meningkatkan anggaran ketahanan pangan menjadi Rp124,4 triliun, lebih tinggi dari anggaran 2024 sebesar Rp108,8 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga ketersediaan dan harga pangan, memperbaiki distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses pembiayaan. Presiden berharap pembangunan infrastruktur pangan akan mendukung transformasi ekonomi dan menjaga perekonomian nasional

Tani Merdeka Jabar Teken Kerja Sama dengan Ikopin untuk Beasiswa Anak Petani

0

JAWA BARAT – Tani Merdeka organisasi yang fokus pada pengembangan dan pemberdayaan petani di Indonesia, terus berupaya membantu petani melalui berbagai program.

Kali ini, DPW Tani Merdeka Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis, 15 Agustus 2024.

Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang meliputi program Bio Konversi Pupuk Organik dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak petani desa.

Rektor Ikopin, Agus Pakpakhan, mengatakan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian.

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan Tani Merdeka adalah langkah strategis untuk mendukung dunia pertanian dan pendidikan bagi anak-anak petani.

“Salah satu yang harus kita sinergikan adalah Bio Konversi di sektor pertanian dan pendidikan untuk anak petani,” ujar Agus Pakpakhan.

Mantan Dirjen Perkebunan ini juga menyambut baik kerja sama dengan Tani Merdeka, khususnya dalam menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD), yang merupakan wadah penting bagi usaha petani. Agus menilai bahwa Tani Merdeka memiliki visi kuat dalam menyinergikan dunia pertanian dengan koperasi.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, merasa tersanjung bisa bekerja sama dengan Ikopin.

“Ini adalah peluang terbaik bagi kami, para petani, untuk bersinergi dengan dunia kampus, terutama dalam hal bio konversi di bidang pertanian dan beasiswa untuk anak petani,” katanya.

Menurut Yudi, program ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak petani untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri atau swasta. Kerja sama ini merupakan bagian dari program kerja Tani Merdeka Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Ikopin, Trida Gunadi, dan jajaran pengurus DPW Tani Merdeka Jabar, termasuk Sekretaris DPW, Danu Hamidi, serta Bendahara dan Wakil Ketua Bidang Inovasi.[]

42 DPC dan Korcam Tani Merdeka Kabupaten Garut Dilantik

0

JAWA BARAT – Sebanyak 42 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Garut resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Provinsi Jawa Barat.

Pelantikan ini berlangsung di aula Kantor DPD Tani Merdeka Kabupaten Garut, yang terletak di Kampung Sinar Terang, Desa Pasir Wangi, Kecamatan Pasir Wangi, pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, serta jajaran pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Barat.

Hadir pula Forkopimcam Pasir Wangi, perwakilan Dinas Pertanian Kabid Hortikultura, serta pengurus DPD Tani Merdeka Garut.

Dalam sambutannya, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, mengatakan pentingnya peran Tani Merdeka sebagai solusi bagi permasalahan petani di Garut.

Yudi berkomitmen untuk mendorong Garut tetap menjadi sentral pertanian hortikultura dan penyuplai sayuran di Jawa Barat.

“Kami dari DPW Tani Merdeka Jawa Barat akan terus mendukung Kabupaten Garut sebagai sentral pertanian di Jawa Barat dan lumbung sayuran. Kami siap membantu petani mengusulkan keluhan mereka dan mendorong kebijakan anggaran pemerintah untuk kesejahteraan petani, melalui program seperti pompanisasi dan penyediaan alat tani. Selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik, segera bergerak untuk melindungi dan membantu petani,” ujar Yudi.

Sementara itu Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, juga menyampaikan dukungannya terhadap hadirnya Tani Merdeka di Garut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut siap bersinergi dengan Tani Merdeka untuk memajukan dunia pertanian di Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut siap bekerja sama dengan Tani Merdeka Indonesia, terutama dalam akses ke pusat demi kemajuan pertanian di Garut. Kami bisa berkolaborasi dalam berbagai hal. Selamat kepada pengurus Tani Merdeka yang baru dilantik,” ucap Nurdin Yana.[]

Wamentan Sudaryono Serahkan 143 Pompa Air ke Petani Aceh Besar

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

ACEH BESAR – Petani di Aceh Besar mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan setelah lima tahun mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyerahkan 143 unit pompa air yang bernilai Rp 2,3 miliar untuk membantu meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya ke Desa Keureuweung Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, pada Selasa, 13 Agustus 2024, Sudaryono menjelaskan bahwa pompa air ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian.

“Sungai di sini selalu penuh air, meski musim kemarau. Pompa ini akan membantu mengalirkan air ke sawah, sehingga petani bisa menanam padi lebih dari sekali setahun,” ungkap Sudaryono.

Sudaryono juga menekankan pentingnya program ini untuk memastikan petani tidak lagi mengalami gagal panen.

“Pompa ini memungkinkan petani yang sebelumnya hanya bisa menanam sekali dalam setahun, sekarang bisa menanam dua kali. Ini kabar baik yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Marlina, seorang petani setempat, mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi selama lima tahun terakhir. “Sawah kami tidak teraliri air, sehingga sering gagal panen. Banyak warga yang terpaksa bekerja serabutan,” kata Marlina kepada Sudaryono.

Dengan bantuan pompa air ini, petani di Aceh Besar kini memiliki harapan baru untuk kembali menanam padi dengan hasil panen yang lebih baik.[]

Kementan Bantu 1.051 Mesin Pompa Air untuk Petani Aceh

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.

BANDA ACEH – Kementerian Pertanian (Kementan) RI membantu petani sawah di Aceh yang terdampak kemarau panjang akibat El Nino.

Sebagai upaya konkret, Kementan membantu 1.051 unit mesin pompa air ke 23 kabupaten/kota di Aceh pada akhir Agustus 2024.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memastikan petani bisa tetap mengairi lahan mereka selama musim tanam meskipun sedang terjadi kekeringan.

“Kami sedang mengadakan pompa, dan distribusinya akan selesai sebelum akhir bulan ini,” kata Sudaryono pada Selasa, 13 Agustus 2024, di Banda Aceh.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa Kementan bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan cepat sampai ke petani.

“Dukungan dari Kodam Iskandar Muda sangat berarti dalam mempercepat distribusi dan memastikan keamanan di lapangan,” tambahnya.

Ia berharap bantuan ini bisa membantu petani memanfaatkan musim tanam dengan optimal, bahkan meningkatkan jumlah panen dalam setahun.

“Kami di Kementan siap mendukung segala kebutuhan petani untuk mencapai swasembada pangan,” ujar Sudaryono.[]

Ribuan Petani Minta Sudaryono Maju Gubernur Jawa Tengah

0

JAWA TENGAH – Ribuan petani se-Indonesia mendaulat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menjadi Ketua Umum Tani Merdeka.

Pengangkatan Sudaryono sebagai Ketua Umum Tani Merdeka diputuskan dalam Kongres Tani Merdeka I di Semarang.

Selain mendaulat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka, mereka juga mendeklarasikan dukungan terhadap Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, untuk maju sebagai Calon Gubernur dalam Pilkada Jateng 2024.

“Kami siap mendukung dan memenangkan Bapak Sudaryono sebagai Gubernur Jateng. Surat pernyataan ini untuk bisa diberikan rekomendasi Bapak Sudaryono sebagai Calon Gubernur Jateng,” kata Ainurrohim selaku Ketua DPD Tani Merdeka Jateng saat memimpin deklarasi dukungan Tani Merdeka kepada Sudaryono, Semarang, Jateng, Minggu (30/6/2024).

Don Muzakir yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka menyatakan Sudaryono merupakan sosok yang sangat pantas menjadi pemimpin bagi kaum tani.

“Setelah kemarin kita memenangkan Pak Prabowo, hari ini, kita siap memenangkan Mas Dar sebagai Calon Gubernur Jateng. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai tempat perjuangan kita, jangan jadi tempat permusuhan. Saatnya kaum tani, buruh tani bangkit,” kata Don Muzakir seraya disambut seruan Sadaryono Gubernur dari para peserta Kongres Tani Merdeka.

Adapun Kongres Tani Merdeka I yang digelar pada 29 hingga 30 Juni 2024 ini dihadiri 1800 peserta dari para pengurus DPD Tani Merdeka se-Indonesia dan 35 DPC Tani Merdeka se-Jateng.

Sudaryono yang hadir dalam kongres itu mengungkapkan perasaan haru ketika mendapat kepercayaan dari petani-petani se-Indonesia untuk memimpin Tani Merdeka.

“Saya terharu sekali ternyata organisasi yang kita inisiasi selama ini, kita dirikan atas dasar cita-cita, bisa terwujud melakanakan kongres dan dihadiri seluruh Korcab se-Jateng ditambah 38 DPD se-Indonesia,” jelas Sudaryono.

Selanjutnya, Sudaryono mengajak kepada kader-kader Tani Merdeka untuk bahu membahu bekerjasama meningkatkan kesejahteraan kaum tani di Indonesia.

Tak hanya itu, ia menegaskan Tani Merdeka akan mengawal kebijakan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, terkait program-program pertanian di Tanah Air.

“Saya selaku Ketua Umum meminta kepada saudara-saudara semuanya untuk saling bahu membahu bekerjasama untuk kebaikan organisasi dan anggota kita. Kita harus jaga cita-cita Tani Merdeka menjadi mitra pemerintah ikut membantu ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahtetaan petani,” tegas Sudaryono.

Dalam jangka pendek, Sudaryono, menegaskan akan mengirim hingga 100 orang kader Tani Merdeka ke Atambua, Nusa Tenggara Timur, selama 12 hari.

Mereka diberi tugas mengikuti pelatihan sebagai Training of Trainer pengolahan pupuk organik.

“Sehingga kebutuhan pupuk nanti berkurang dengan hasil capaian pangan yang lebihbaik. Kita biayai semua, cukup mereka fokus belajar bagaimana memproduksi pupuk,” jelas Sudaryono.

Selain itu, Sudaryono juga menyatakan akan menggalakkan program intensivikasi lahan. Program ini bertujuan memberdayakan lahan-lahan kosong menjadi lahan produktif.

“Misal ada tanah tadah hujan yang sangat luas, maka Tani Merdeka bisa diusulkan program pompanisasi untuk mengairi sawah. Sehingga tanah tadah hujan bisa ditanami dan paben tiga kali dalam setahun,” tegas Sudaryono.

Terkait deklarasi dukungan sebagai Calon Gubernur Jateng dari Tani Merdeka, Sudaryono, menyatakan siap menjaga amanah mereka untuk memimpin Jateng menjadi provinsi yang maju dan mapan.

“Itu aspirasi yang harus saya jaga. Kalau mereka menghendaki saya maju, saya jawab akan gaspoll,” terang Sudaryono.[]

Ribuan Petani Tunjuk Sudaryono Jadi Ketua Umum Tani Merdeka

0

JAWA TENGAH – Ribuan petani se-Indonesia mendaulat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menjadi Ketua Umum Tani Merdeka. Pengangkatan Sudaryono sebagai Ketua Umum Tani Merdeka diputuskan dalam Kongres Tani Merdeka I di Semarang.

Selain mendaulat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka, mereka juga mendeklarasikan dukungan terhadap Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, untuk maju sebagai Calon Gubernur dalam Pilkada Jateng 2024.

“Kami siap mendukung dan memenangkan Bapak Sudaryono sebagai Gubernur Jateng. Surat pernyataan ini untuk bisa diberikan rekomendasi Bapak Sudaryono sebagai Calon Gubernur Jateng,” kata Ainurrohim selaku Ketua DPD Tani Merdeka Jateng saat memimpin deklarasi dukungan Tani Merdeka kepada Sudaryono, Semarang, Jateng, Minggu, 30 Juni 2024.

Don Muzakir yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka menyatakan Sudaryono merupakan sosok yang sangat pantas menjadi pemimpin bagi kaum tani.

“Setelah kemarin kita memenangkan Pak Prabowo, hari ini, kita siap memenangkan Mas Dar sebagai Calon Gubernur Jateng. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai tempat perjuangan kita, jangan jadi tempat permusuhan. Saatnya kaum tani, buruh tani bangkit,” kata Don Muzakir seraya disambut seruan Sadaryono Gubernur dari para peserta Kongres Tani Merdeka.

Adapun Kongres Tani Merdeka I yang digelar pada 29 hingga 30 Juni 2024 ini dihadiri 1800 peserta dari para pengurus DPD Tani Merdeka se-Indonesia dan 35 DPC Tani Merdeka se-Jateng.

Sudaryono yang hadir dalam kongres itu mengungkapkan perasaan haru ketika mendapat kepercayaan dari petani-petani se-Indonesia untuk memimpin Tani Merdeka.

“Saya terharu sekali ternyata organisasi yang kita inisiasi selama ini, kita dirikan atas dasar cita-cita, bisa terwujud melakanakan kongres dan dihadiri seluruh Korcab se-Jateng ditambah 38 DPD se-Indonesia,” jelas Sudaryono.

 

Selanjutnya, Sudaryono mengajak kepada kader-kader Tani Merdeka untuk bahu membahu bekerjasama meningkatkan kesejahteraan kaum tani di Indonesia. Tak hanya itu, ia menegaskan Tani Merdeka akan mengawal kebijakan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, terkait program-program pertanian di Tanah Air.

“Saya selaku Ketua Umum meminta kepada saudara-saudara semuanya untuk saling bahu membahu bekerjasama untuk kebaikan organisasi dan anggota kita. Kita harus jaga cita-cita Tani Merdeka menjadi mitra pemerintah ikut membantu ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahtetaan petani,” tegas Sudaryono.

Dalam jangka pendek, Sudaryono, menegaskan akan mengirim hingga 100 orang kader Tani Merdeka ke Atambua, Nusa Tenggara Timur, selama 12 hari. Mereka diberi tugas mengikuti pelatihan sebagai Training of Trainer pengolahan pupuk organik.

“Sehingga kebutuhan pupuk nanti berkurang dengan hasil capaian pangan yang lebihbaik. Kita biayai semua, cukup mereka fokus belajar bagaimana memproduksi pupuk,” jelas Sudaryono.

Selain itu, Sudaryono juga menyatakan akan menggalakkan program intensivikasi lahan. Program ini bertujuan memberdayakan lahan-lahan kosong menjadi lahan produktif.

“Misal ada tanah tadah hujan yang sangat luas, maka Tani Merdeka bisa diusulkan program pompanisasi untuk mengairi sawah. Sehingga tanah tadah hujan bisa ditanami dan paben tiga kali dalam setahun,” tegas Sudaryono.

Terkait deklarasi dukungan sebagai Calon Gubernur Jateng dari Tani Merdeka, Sudaryono, menyatakan siap menjaga amanah mereka untuk memimpin Jateng menjadi provinsi yang maju dan mapan.

“Itu aspirasi yang harus saya jaga. Kalau mereka menghendaki saya maju, saya jawab akan gaspoll,” terang Sudaryono.

 

Kongres ke I Tani Merdeka: Wujudkan Ketahanan Pangan dan Masa Depan Petani

0

JAWA TENGAH – Tani Merdeka menggelar Kongres ke I di Hotel Setos, Semarang, mulai Sabtu 29 Juni hingga Minggu 30 Juni 2024.

Kongres ini bertujuan untuk mencari format dan formulasi kebijakan di bidang pertanian agar kesejahteraan petani dapat tercapai.

Ketua Umum DPP Tani Merdeka, Don Muzakir, mengatakan ketahanan pangan adalah salah satu program yang gencar digalakkan pemerintah. Namun, program tersebut harus diimbangi dengan jaminan kesejahteraan bagi para petani.

“Kami ingin menjembatani pemerintah agar semua program pro-petani benar-benar dirasakan oleh petani, hingga ke tingkat desa,” ujarnya di sela-sela acara Kongres Tani Merdeka.

Ia menambahkan bahwa di Jawa Tengah sudah ada 7.200 Posko Tani Merdeka yang tersebar di 8.500 desa dan 29 kabupaten.

Menurutnya posko-posko ini akan menjadi tempat berbagai program dan menyelesaikan masalah petani. Di posko tersebut, petani juga bisa menanyakan program Prabowo-Gibran.

“Termasuk masalah pupuk langka. Kami ingin program pemerintah Prabowo-Gibran memiliki dampak langsung di daerah, khususnya di Jawa Tengah,” tambahnya.

Tani Merdeka terdiri dari petani, buruh, nelayan, dan peternak. Masalah yang dihadapi di lapangan adalah kesulitan petani dalam mendapatkan pupuk subsidi.

Tani Merdeka adalah organisasi relawan yang dibentuk atas usul Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang sangat peduli terhadap petani, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan pupuk.

“Jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan, kesejahteraan dan masa depan petani harus diperhatikan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Pembina Tani Merdeka, Sudaryono, mengatakan masalah yang dihadapi petani cukup kompleks dan perlu solusi konkret.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menghapuskan kartu tani karena dianggap tidak efektif.

“Kartu tani sudah dihapus. Dengan begitu, petani lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Sudaryono, yang juga calon gubernur Jateng, mengatakan masalah lain yang dihadapi petani adalah harga yang turun setiap musim panen, sehingga petani dirugikan.

Ia berjanji untuk memperjuangkan agar harga saat panen bisa stabil sehingga petani bisa untung.

“Saya sudah berkeliling Jawa Tengah, dan salah satu masalahnya adalah tengkulak. Kami ingin memberikan solusi dan memperjuangkan agar harga saat panen stabil. Petani harus dilindungi dan disejahterakan, tetapi harga jual juga tidak boleh merugikan konsumen. Jadi semua diuntungkan,” tambahnya.[]