Beranda blog Halaman 7

Tani Merdeka Barito Kuala Dilantik, Petani Diminta Lebih Solid

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan melantik pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Barito Kuala. Pada kesempatan yang sama juga dilantik koordinator kecamatan (korcam) Tani Merdeka se-Kabupaten Barito Kuala, pada Senin, 26 Januari 2025.

Wakil Bupati Barito Kuala Herman Susilo, jajaran pengurus, serta anggota Tani Merdeka hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menegaskan organisasi ini hadir sebagai wadah perjuangan petani.

“Tani Merdeka harus menjadi rumah besar bagi petani. Organisasi ini menjadi tempat petani menyampaikan aspirasi, mencari solusi, dan membangun kekuatan bersama. Kami tidak ingin petani berjalan sendiri-sendiri,” tegas Alin.

Ia menilai Kabupaten Barito Kuala memiliki potensi pertanian besar dan strategis. Potensi itu harus dikelola dengan baik agar mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Alin mendorong DPD Tani Merdeka Barito Kuala menjadi motor penggerak perjuangan kepentingan petani secara terorganisir dan berkelanjutan.

Alin juga mengajak pengurus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparatur desa, dan pemangku kepentingan sektor pertanian.

“Kolaborasi yang solid akan mempercepat penyelesaian persoalan klasik pertanian, mulai dari ketersediaan pupuk, sarana produksi, hingga pemasaran hasil panen,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru bekerja aktif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan petani. Dialog dan musyawarah disebut penting untuk menjaga marwah organisasi.

“Dengan kepengurusan yang lengkap hingga tingkat kecamatan, kami optimistis Tani Merdeka Barito Kuala mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Barito Kuala, Darmono, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPW Kalimantan Selatan dan Pemkab Barito Kuala.

Ia menegaskan komitmennya menjadikan Tani Merdeka sebagai wadah yang mengayomi petani sekaligus menjembatani komunikasi dengan pemerintah.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Fokus kami membantu petani mencari solusi atas persoalan di lapangan, mulai dari pupuk, sarana produksi, hingga peningkatan hasil dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Darmono berharap kepengurusan hingga tingkat kecamatan mempercepat gerak organisasi. Ia menilai struktur yang lengkap akan memudahkan koordinasi dan memperkuat perjuangan kepentingan petani.[]

Pemerintah Kabupaten Tangerang Minta Tani Merdeka Indonesia Kawal Program Prioritas

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Tangerang meminta DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang ikut menyukseskan sejumlah program prioritas. Dukungan organisasi petani dinilai penting agar pelaksanaan berjalan efektif di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menegaskan keterlibatan petani menjadi kunci keberhasilan program.

“Ketahanan pangan nasional, makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, serta pembangunan desa dan UMKM membutuhkan dukungan penuh masyarakat. Petani harus ikut serta agar hasilnya nyata,” ujarnya, pada saat silaturahmi dengan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tangerang, Senin 26 Januari 2026.

Ia menambahkan, bantuan alsintan dan pupuk bersubsidi tidak akan berdampak besar jika tidak dimanfaatkan dengan benar.

“Program pemerintah harus digunakan sesuai peruntukan. Jangan sampai ada penyalahgunaan yang merugikan petani sendiri,” kata Ujang.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Tangerang, Kurniawan Dwi Juliyanto, menyatakan siap mendukung langkah pemerintah.

“Partisipasi aktif berarti terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat desa atau daerah untuk menyampaikan masukan dan usulan,” ucapnya.

Kurniawan menekankan pentingnya pengawasan sosial. “Turut mengawasi pelaksanaan program di lapangan untuk memastikan transparansi dan mencegah penyelewengan, serta melaporkan jika ada oknum yang meminta pungutan liar,” tegasnya.

Ia juga mendukung penerapan teknologi digital dalam penyaluran bantuan sosial. “Menerima dan mengadopsi program digitalisasi, seperti yang direncanakan untuk penyaluran bantuan sosial digital,” katanya.

Pemkab menilai dukungan Tani Merdeka Indonesia memperkuat posisi masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan. Dengan partisipasi aktif, manfaat program diharapkan benar-benar dirasakan petani dan warga desa.[]

DPW Tani Merdeka Aceh Desak Pemerintah Segara Bangun Irigasi Pascabencana

0
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.
Cut Muhammad Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh.

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah luar biasa memperbaiki irigasi yang rusak akibat banjir dan longsor. Hal itu penting untuk menyelamatkan lumbung pangan nasional.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menilai lambannya penanganan pembangunan irigasi tersier dan sekunder berpotensi menghambat pemulihan lahan pertanian.

“Hampir seluruh titik irigasi yang terkena banjir dan longsor rusak pascabencana belum tertangani. Kondisi ini merugikan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk kembali berproduksi,” ujarnya, pada Senin, 26 Januari 2026.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat segera mempercepat pemulihan pertanian pascabencana.

“Terkait kondisi sawah yang rusak berat akibat banjir dan tertimbun lumpur, pemulihan harus didukung oleh alat berat supaya lahan pertanian dapat segera diolah kembali,” katanya.

Cut Muhammad menekankan pembangunan irigasi harus menjadi bagian dari strategi pemulihan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting agar sektor pertanian di daerah terdampak kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kerusakan irigasi ini membuat ribuan hektare sawah di Aceh tidak bisa ditanami. Petani terpaksa menunda musim tanam karena saluran air terputus. Sawah yang tertimbun lumpur tebal membutuhkan penanganan cepat. Tanpa irigasi, ancaman gagal panen semakin nyata.

Aceh dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera. Gangguan produksi di wilayah ini berpotensi memengaruhi pasokan beras nasional.

Pemerintah pusat sebelumnya menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai program prioritas, namun hingga saat ini pembangunan belum dilakukan.

Lebih lanjut Cut Muhammad mengatakan, petani sangat berharap pemerintah segera hadir dengan solusi nyata. Perbaikan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup ribuan keluarga.

“Pembangunan irigasi dapat menjadi bagian dari strategi pemulihan yang berkelanjutan sehingga sektor pertanian di daerah terdampak bencana dapat kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas pria pria yang akrab disapa Cut Muhammad.[]

Temui Bulog, Tani Merdeka Maluku Utara Bahas Strategi Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Maluku Utara, Mislan Syarif, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bulog Cabang Maluku Utara, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Mislan hadir bersama Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Hany Kastili Sitaba. Mereka disambut Kepala Bulog Cabang Maluku Utara, Jefri Tanase.

Mislan menjelaskan, kedatangan Tani Merdeka Indonesia memastikan arah dan keberlanjutan program ketahanan pangan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya strategi menuju swasembada pangan berkelanjutan di Maluku Utara.

Menurutnya, pemerintah telah mencapai swasembada beras. Fokus ke depan diarahkan pada jagung dan komoditas strategis lain yang memiliki potensi besar di Maluku Utara.

“Kami melakukan koordinasi dengan Bulog untuk memastikan kesiapan dalam menyerap hasil panen petani, sehingga program swasembada benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani,” ujar Mislan Syarif.

Ia menegaskan keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari produksi. Kepastian pasar bagi petani menjadi faktor penting agar hasil pertanian terserap optimal. Mislan juga berharap program pemerintah di bidang pangan dirasakan merata oleh seluruh petani.

“Petani di wilayah terjauh juga harus merasakan manfaat dan kesejahteraan dari program ketahanan pangan nasional ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Bulog Cabang Maluku Utara, Jefri Tanase, mengatakan mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan dan swasembada nasional.

“Bulog siap bersinergi dan mendukung Tani Merdeka Indonesia dalam menyerap hasil panen petani di Maluku Utara,” pungkasnya.

Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, terutama di wilayah terpencil dan pulau terluar Maluku Utara.

Jagung, sagu, dan umbi-umbian dinilai dapat menjadi komoditas unggulan untuk mengurangi ketergantungan pada beras. Pemerintah daerah bersama Bulog dan Tani Merdeka berkomitmen memperbarui data neraca bahan makanan secara berkala agar distribusi pangan lebih merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.[]

Bigini Cara Kelola Hasil Panen Agar Bernilai Tinggi

0

TANIMERDEKA – Hasil panen menjadi aset penting bagi petani. Panen yang baik mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun, hasil panen tidak cukup hanya ditanam lalu dipanen. Petani harus mengelolanya agar tetap segar, berkualitas, dan bernilai tinggi.

Mengelola hasil panen bagian dari manajemen pertanian. Tujuannya menjaga kualitas dan kuantitas sekaligus memaksimalkan nilai ekonomi.

Manfaatnya antara lain meningkatkan pendapatan, mengurangi kerugian akibat kerusakan, menjaga ketersediaan pangan sehat, serta memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun global.

1. Kebersihan Tempat Penyimpanan
Tempat penyimpanan harus bersih dan bebas kotoran. Debu, serangga, tikus, jamur, atau bakteri bisa merusak kualitas panen. Ventilasi udara juga harus baik agar sirkulasi lancar. Tempat penyimpanan yang sehat menjaga hasil panen tetap segar.

2. Sorting dengan Benar
Sorting memisahkan hasil panen berdasarkan ukuran, bentuk, warna, atau tingkat kematangan. Panen yang rusak atau terinfeksi penyakit harus dipisahkan agar tidak mencemari panen lain. Sorting juga menentukan harga dan kelas produk. Panen berkualitas tinggi bisa dijual lebih mahal, sementara panen berkualitas rendah dapat diolah menjadi produk lain.

3. Pengemasan Tepat
Pengemasan melindungi hasil panen selama penyimpanan dan perjalanan. Buah-buahan perlu dikemas dengan bahan lembut dan berlubang agar tidak terhimpit. Biji-bijian bisa dikemas dengan bahan kuat dan rapat agar tidak tumpah atau terpapar air. Pengemasan yang tepat mencegah kerusakan fisik maupun biologis.

4. Penyimpanan Sesuai Kondisi
Sayuran harus disimpan di tempat dingin dan lembab agar tidak cepat busuk. Rempah-rempah perlu disimpan di tempat kering dan gelap agar aroma tetap terjaga. Penyimpanan yang sesuai mampu memperpanjang umur simpan dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

5. Transportasi Tepat
Transportasi harus aman dan sesuai jenis panen. Bunga perlu kendaraan berpendingin agar tidak layu. Ubi memerlukan kendaraan kuat agar tidak rusak. Ketepatan waktu pengiriman juga penting agar panen sampai sesuai jadwal dan tidak kehilangan nilai jual.

Manajemen Panen

Mengelola hasil panen dengan baik bukan hanya soal keuntungan petani. Panen yang terjaga kualitasnya memberi kontribusi pada kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan. Petani yang mampu menjaga kualitas panen akan lebih siap menghadapi persaingan pasar sekaligus memastikan produk pertanian tetap bernilai tinggi.

Langkah-langkah sederhana seperti kebersihan, sorting, pengemasan, penyimpanan, dan transportasi menjadi penentu apakah hasil panen bisa bertahan lama atau justru cepat rusak. Petani yang konsisten menerapkan manajemen panen akan merasakan manfaat langsung, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan usaha.[]

Gebyar Tani untuk UMKM, DPW Tani Merdeka Jambi Dorong Perkuat Ekonomi Rakyat

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan langkah memperkuat kebangkitan UMKM agar naik kelas dan berdaya saing.

Salah satunya melalui Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro bertema Gebyar Tani untuk UMKM. Acara direncanakan berlangsung di GOR Kota Baru, Jambi, pada 26 April 2026.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sector guna mempermudah akses pelaku UMKM dan petani untuk meningkatkan usaha dan promosi.

“Inilah cara agar semua pihak bisa berkoordinasi dan berkolaborasi, mencari jalan cepat serta solusi efektif. Tujuannya agar UMKM bangkit, naik kelas, dan maju bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Lebih lanjut Candra mengatakan penguatan UMKM harus dilakukan sistematis dan berkelanjutan. Pertama, mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas diri. Kedua, memfasilitasi UMKM agar mampu naik kelas melalui pelatihan, pendampingan, dan kemudahan akses usaha. Ia menambahkan dukungan infrastruktur, transportasi, dan sektor pariwisata yang terintegrasi akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM daerah.

“Tidak ada hari tanpa kolaborasi. UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi rakyat sekaligus solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh hadir membantu UMKM mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Festival ini direncanakan melibatkan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian UMKM dan Kementerian Pertanian. Candra berharap Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, selaku Ketua Pembina Tani Merdeka Indonesia, dapat hadir bersama Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir.

Candra menegaskan gagasan program ini tidak lepas dari arahan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza. Ia menilai Helvi sebagai sosok inspiratif dan kolaboratif yang memberi ruang bagi putra-putri Jambi menyelenggarakan program strategis untuk penguatan UMKM daerah.

“Mari kita teruskan kolaborasi ini. Mari kita wujudkan kemajuan Jambi dengan sungguh-sungguh. Kita doakan para pemimpin daerah senantiasa sukses dalam memajukan kesejahteraan masyarakat,” tutup Candra.

Festival ini diharapkan jadi momentum mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kolaborasi, UMKM Jambi diharapkan mampu naik kelas, memperkuat sektor pertanian, dan membuka peluang usaha baru yang lebih berdaya saing.[]

DPW Tani Merdeka Kalteng Dilantik, Aspirasi Petani Siap Disuarakan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi dilantik oleh Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat.

Pelantikan berlangsung di Hotel Luwansa, Palangka Raya, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Nandang Sudrajat mengatakan, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Tengah diharapkan mampu mengimplementasikan program nasional yang telah disusun di tingkat pusat.

“Program-program tersebut telah melalui Kongres dan Rapat Pimpinan Nasional, sehingga dapat diterapkan di daerah dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Ia menekankan salah satu program prioritas nasional adalah swasembada pangan, termasuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat serta kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nandang, Kalimantan Tengah memiliki potensi pertanian besar yang perlu terus dikembangkan. Komoditas unggulan seperti semangka, perkebunan, dan padi dinilai memiliki prospek menjanjikan.

“Di Kalimantan Tengah juga ada hasil pertanian yang sudah bertahan lebih dari lima tahun, meskipun berada di lahan rawa. Hal ini tentu perlu didukung dengan pemilihan varietas yang tepat,” katanya.

Ia menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Kalteng diharapkan menjadi solusi atas persoalan dan keluhan petani di tingkat bawah.

“Keberadaan Tani Merdeka diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi petani, serta memperkuat sektor pertanian di daerah,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Kalimantan Tengah, Sumiasih, menyatakan siap memperjuangkan kepentingan petani melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Kami bertekad memperjuangkan kesejahteraan petani. Program-program dari pusat akan kami manfaatkan untuk mendukung program pemerintah daerah sekaligus membantu program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Sumiasih menambahkan potensi pertanian Kalimantan Tengah sangat luar biasa.

“Harapan kami, melalui Tani Merdeka, petani-petani di Kalimantan Tengah bisa merasakan langsung manfaat program-program Presiden RI,” ujarnya.

Ia berharap meski DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Tengah baru dikukuhkan pada 2026, hal itu tidak menjadi hambatan untuk memberikan dukungan nyata bagi petani. Fokus diarahkan pada kesejahteraan dan peningkatan produksi, khususnya hortikultura dan tanaman pangan padi.

Pelantikan turut dihadiri tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, perwakilan TNI dan Polri, serta para ketua dan anggota Tani Merdeka kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.[]

Petani Harus Tahu, Sains Jadi Kunci Produktivitas

0

TANIMERDEKA – Pertanian berbasis sains menjadi kunci peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan. Inovasi benih unggul melalui pemuliaan berbasis bioteknologi menghasilkan varietas tahan hama, penyakit, dan perubahan iklim.

Pemanfaatan teknologi digital semakin meluas. Smart farming, sensor IoT, drone, dan big data membantu petani mengelola lahan lebih efisien. Data yang terkumpul memberi gambaran akurat tentang kondisi tanah, cuaca, hingga kebutuhan tanaman.

Pengelolaan sumber daya alam juga lebih terarah. Sains pertanian mendukung penggunaan air, pupuk, dan energi secara optimal. Efisiensi ini penting di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Teknologi pascapanen berperan mengurangi kehilangan hasil. Ilmu pangan dan rekayasa pengolahan memperpanjang daya simpan sekaligus menjaga kualitas produk. Pertanian presisi memastikan input seperti air, pupuk, dan pestisida digunakan tepat sasaran.

Penerapan sains dalam pertanian membawa manfaat strategis. Produktivitas meningkat melalui teknologi inovatif. Kualitas dan keamanan pangan terjamin sesuai standar internasional. Kapasitas produksi dalam negeri bertambah sehingga ketergantungan impor berkurang.

Lingkungan lebih terjaga dengan praktik ramah lingkungan. Petani memperoleh nilai tambah melalui efisiensi produksi.

Jika teknologi diterapkan dengan benar, hasil panen bisa meningkat tanpa merusak lingkungan.

Indonesia lebih siap menghadapi dinamika pasar global dengan kombinasi inovasi dan keberlanjutan. Ketersediaan pangan dalam negeri terjaga, sementara posisi petani diperkuat sebagai garda terdepan ketahanan pangan.

Penerapan sains di sektor pertanian bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak.

Tantangan iklim, keterbatasan lahan, dan fluktuasi pasar menuntut solusi berbasis ilmu pengetahuan agar pangan tetap tersedia bagi masyarakat.[]

Pelatihan Bioteknologi di Kudus, Tani Merdeka Jawa Tengah Perkuat Jaringan Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar konsolidasi DPD se-Karesidenan Pati di Hotel Kenari Asri, Kudus, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Forum ini diisi pelatihan Bioteknologi Petani dengan narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dhimas Driessen.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan pentingnya kemandirian petani Muria Raya.

“Konsolidasi ini kita lakukan agar petani Muria Raya bisa mandiri dan lebih sejahtera. Kita ingin jaringan Tani Merdeka semakin kuat, sehingga aspirasi petani bisa tersampaikan dengan jelas,” ujarnya.

Sementara itu Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, menekankan pelatihan bioteknologi sebagai bekal penting bagi kader.

“Para anggota Tani Merdeka harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan para petani. Karena dari keluhan para petani tersebut, berbagai persoalan bisa diketahui dan kemudian bapak Presiden Prabowo hadir memberikan solusi,” katanya.

Sri Hartini mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani, seperti kemudahan pupuk bersubsidi, penyerapan hasil panen padi oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai daerah.

“Sekarang ini kita adakan pelatihan Bioteknologi Petani. Tujuannya agar para petani punya bekal ilmu, supaya ke depan para petani bisa membuat pupuk sendiri,” bebernya.

Ia menambahkan, petani adalah garda terdepan dalam program ketahanan pangan.

“Terobosan-terobosan tersebut harus kita tempuh. Supaya hasil panen petani makin banyak. Ketika hasil panen melimpah, maka akan berdampak pada kesejahteraan petani dan sekaligus mensukseskan program ketahanan pangan,” jelasnya.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Aziz, menyambut antusias pelatihan bioteknologi.

“Supaya para petani punya ilmunya untuk membuat pupuk sendiri. Sehingga ke depan para petani bisa mandiri, tidak menggantungkan subsidi dari pemerintah. Serta hasil panennya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Konsolidasi ini momentum memperkuat jaringan Tani Merdeka di Jawa Tengah. Para petani Muria Raya diharapkan mampu mengembangkan inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat peran mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional.[]

Gerindra Minta Anggaran Riset Pertanian Diperkuat

0

TANIMERDEKA – Fraksi Partai Gerindra ikut bersuara di DPR RI terkait pentingnya penguatan regulasi dan anggaran riset untuk menopang political will Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, mengatakan dukungan pendanaan terhadap inovasi teknologi pertanian masih lemah. Banyak hasil riset lembaga penelitian belum bisa disebarluaskan secara optimal kepada petani karena keterbatasan anggaran.

Endang menekankan percepatan pengesahan Undang-Undang Sumber Daya Genetik (SDG) agar kekayaan genetik nasional terlindungi.

“Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya. Karena itu, potensi lokal harus dilindungi secara regulatif,” ujarnya, pada Sabtu, 25 Januari 2026.

Ia mengingatkan tren penurunan anggaran riset di Kementerian Pertanian. Menurutnya, riset seharusnya diperkuat sebagai fondasi utama menuju swasembada pangan. Idealnya, anggaran riset bisa mencapai 20 persen dari total anggaran kementerian.

Endang menyampaikan hal itu usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura di Bogor, Jawa Barat.

Ia menilai BRMP sebagai penerus badan litbang harus menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional.

Fraksi Gerindra menegaskan political will Presiden Prabowo sudah terlihat kuat. Namun, langkah strategis berkelanjutan diperlukan agar kebijakan riset pertanian tidak berubah setiap kali terjadi pergantian menteri.[]