Beranda blog Halaman 65

Tani Merdeka Aceh Temui Balai Wilayah Sungai, Bahas Masalah Irigasi Petani

0

TANI MERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh menggelar pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I untuk membahas persoalan air irigasi yang selama ini dikeluhkan petani.

Pertemuan digelar di kantor BWS Sumatera I dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, didampingi Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani. Mereka disambut oleh Satker Program BWS Sumatera I, Iskandar.

Dalam pertemuan itu, Cut Muhammad menyebutkan sulitnya petani mendapatkan pasokan air secara merata. Menurutnya, masalah ini berdampak langsung pada hasil panen dan produktivitas pertanian di berbagai daerah.

“Selama ini petani sering mengeluh soal air. Irigasi tidak sampai ke sawah, atau kalau pun sampai, tidak sesuai waktu tanam. Ini membuat panen tidak maksimal,” kata Cut Muhammad dalam pertemuan tersebut, pada Kamis 10 Juli 2025.

Ia berharap Balai Wilayah Sungai bisa menampung keluhan tersebut dan mencari solusi bersama agar petani tidak lagi kesulitan air saat musim tanam tiba.

Cut Muhammad menginginkan ke depan ada kerja sama lebih erat antara pemerintah, petani, dan lembaga terkait.

“Kita ingin petani dan pemerintah bisa duduk bersama dan mencari solusi. Jangan sampai irigasi sudah dibangun tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal hanya karena komunikasi yang kurang,” tutup Cut Muhammad.

Menanggapi hal itu, Iskandar dari BWS Sumatera I menyampaikan bahwa memang banyak masalah terkait jaringan irigasi di Aceh. Salah satu masalah utama yang sering ditemukan adalah bangunan liar yang berdiri di atas jalur irigasi.

“Di banyak lokasi, kami temukan bangunan berdiri di atas saluran irigasi. Ini sangat mengganggu aliran air. Kami himbau masyarakat agar tidak membangun di atas bangunan irigasi, karena itu akan merusak sistem yang sudah ada,” jelas Iskandar.

Ia juga mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan perbaikan infrastruktur irigasi di berbagai wilayah di Aceh, namun dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan jaringan tersebut.[]

Wamen Pertanian Sudaryono Panen Raya di Jember, Dorong Petani Tingkatkan Produksi

0
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

TANI MERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, ikut panen raya dan bertemu langsung dengan ratusan petani di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat, 11 Juli 2025.

Dalam kunjungan ini, Sudaryono yang juga Dewan Pembina Tani Indonesia mendorong petani Jember untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Kegiatan diawali dengan peninjauan budidaya maggot oleh kelompok tani setempat. Setelah itu, Sudaryono melakukan panen padi secara simbolis dan berdialog langsung dengan para petani.

“Presiden Prabowo terus mendorong agar Indonesia menjadi negara swasembada pangan. Kita punya lahan yang luas, tidak boleh lagi bergantung pada impor beras, jagung, dan gula,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, untuk mendukung petani, Presiden Prabowo telah memerintahkan Bulog agar menyerap gabah langsung dari petani. Sudaryono pun mengapresiasi Bulog Jember dan Jawa Timur yang memiliki angka serapan gabah tertinggi saat ini.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah berkisar Rp6.500 hingga Rp7.100 per kilogram, dan HPP jagung sebesar Rp5.500 per kilogram. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk perbaikan infrastruktur pertanian, pengadaan alat dan mesin pertanian, serta menjamin ketersediaan pupuk dan benih unggul.

“Berkat program yang mendukung petani, saat ini kita punya stok beras 4 juta ton. Ini jumlah terbanyak dalam beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

Sudaryono juga menargetkan petani Jember bisa panen tiga kali setahun di lahan yang sama tanpa harus membuka lahan baru.

“Dengan panen tiga kali, kebutuhan pangan nasional bisa tercukupi. Petani pun tidak perlu mencangkul di tempat lain,” tambahnya.

Ia menilai Kabupaten Jember punya potensi besar menjadi lumbung pangan nasional. Selain memiliki lahan pertanian yang luas, daerah ini juga dipimpin oleh bupati muda yang energik.

Sudaryono juga menyebutkan potensi tembakau Jember yang unik dan layak dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Ia berharap ke depan ada industri tembakau yang dibangun di Jember.

“Tembakau Jember berbeda karena faktor geografis. Kita akan dorong agar investor mau bangun industri di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa pihaknya bertekad menjadikan Jember sebagai lumbung pangan nomor satu di Jawa Timur. Saat ini Jember berada di posisi keempat.

Pemkab Jember, kata Fawait, sudah menurunkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mengelola sekitar 6.000 hektare lahan. Pihaknya juga tengah menguji coba pupuk tambahan yang dikembangkan oleh Prof Nur Sucipto. Pupuk ini terbukti mampu mengusir hama dan meningkatkan hasil panen.

Fawait pun berharap dukungan dari Kementerian Pertanian terus berlanjut. “Puluhan alat pertanian sudah dibagikan hari ini, tapi masih belum cukup. Kami mohon di tahun berikutnya bisa ditambah lagi. Petani Jember ini pemilih setia Presiden Prabowo sejak 2014,” pungkasnya.[]

Bupati Tulungagung Dukung Penuh Program Tani Merdeka Indonesia dan Presiden Prabowo

0

Tulungagung, — Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program-program yang digagas oleh organisasi Tani Merdeka Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima perwakilan organisasi tersebut di kantornya pada Kamis (10/7/2025).

Dalam pernyataannya, Gatut Sunu Wibowo menyebut bahwa program-program Tani Merdeka Indonesia sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan sektor pertanian di wilayah Tulungagung.

“Saya mendukung penuh semua program Tani Merdeka Indonesia, dan saya juga mendukung penuh program-program dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gatut Sunu Wibowo di sela-sela pertemuan tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi atas kiprah organisasi petani tersebut, Bupati Tulungagung juga menyampaikan semangat dan harapannya untuk terus bersinergi membangun sektor pertanian nasional.

Di akhir pertemuan, Gatut Sunu Wibowo dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel, “Tani Merdeka Jaya Jaya!”, sebagai simbol dukungan dan motivasi bagi seluruh anggota Tani Merdeka Indonesia.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi petani dalam upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Dukung Swasembada Pangan, Penanaman Jagung Kuartal III Dimulai

0
Penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupatan Grobogan, Jawa Tengah. Foto: Dok istimewa
Penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupatan Grobogan, Jawa Tengah. Foto: Dok istimewa

TANI MERDEKA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung serentak di kuartal III tahun 2025 di atas lahan seluas 795 ribu hektare lebih yang tersebar di 36 wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Penanaman jagung secara simbolis dilakukan di lahan Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kapolri hadir bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni.

Di lokasi itu, penanaman dilakukan di lahan seluas 38.750 hektare, terdiri dari 36.287 hektare lahan produktif dan 2.463 hektare lahan perhutanan sosial. Nantinya, lahan ini akan dikelola oleh 220 petani binaan Polres dan Polsek setempat hingga masa panen tiba.

“Pada kuartal III ini, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 168.432 hektare. Sebagian besar di antaranya adalah lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami,” kata Kapolri.

Kapolri menjelaskan, program ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Perhutani dan Inhutani. Tujuannya adalah mendorong swasembada pangan nasional sekaligus memberdayakan petani lokal.

“Total potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan jagung mencapai 795 ribu hektare. Saat ini, lebih dari 431 ribu hektare sudah ditanami,” ujarnya.

Selain mendampingi petani dalam penanaman, Polri juga terlibat langsung sejak tahap awal. Mulai dari pencarian lahan, penyediaan bibit, proses tanam, perawatan, hingga penyerapan hasil panen.

“Polri juga menyiapkan dukungan operasional bagi penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, dan koperasi,” tambahnya.

Untuk mendukung hasil panen, Polri tengah membangun 18 gudang pangan di 12 provinsi dengan kapasitas total 18.000 ton. Gudang-gudang ini akan dilengkapi alat pengering (dryer) agar jagung bisa langsung diproses dan disimpan dengan baik.

“Gudang-gudang ini ditargetkan selesai Agustus 2025. Kami juga akan menambah gudang khusus jagung pipil dan menyediakan alat pipil serta dryer mobile untuk memudahkan petani di berbagai lokasi,” ujar Kapolri.

Kapolri menambahkan, hasil panen jagung akan diserap oleh Bulog sebagai mitra utama. Jika kapasitas gudang Bulog penuh, akan dilakukan kerja sama dengan perusahaan lain agar penyerapan tetap berjalan optimal.[]

Perkuat Program Presiden Prabowo, DPD Tani Merdeka Aceh Besar Siap Lantik Pengurus di 20 Kecamatan

0

TANI MERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar memperkuat struktur hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Dalam waktu dekat, mereka akan melantik pengurus Tani Merdeka Indonesa di 20 kecamatan se-Aceh Besar. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani mengatakan langkah ini bukan sekadar urusan jabatan, tetapi bagian dari komitmen untuk memperkuat program Presiden Prabowo Subianto dan memperjuangkan masa depan petani.

“Ini bukan soal jabatan, ini soal pengabdian. Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan Presiden Prabowo benar-benar jalan di Aceh Besar,” ujar Nabhani.

Ia menegaskan membangun organisasi yang kuat hingga ke pelosok adalah perintah langsung dari DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh. Tujuannya agar program nasional tidak berhenti di atas kertas, melainkan hadir nyata di lapangan.

“Dengan struktur yang rapi, komunikasi yang lancar, dan semangat gotong royong, kami yakin bisa mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dari bawah,” tambahnya.

Rapat koordinasi pembentukan pengurus kecamatan ini dibuka oleh Sekretaris DPD, Bahagia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat gerakan tani.

“Kami ingin Tani Merdeka jadi mitra strategis. Kami akan bekerja bersama Pemkab, TNI/Polri, serta para stakeholder lainnya untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan mandiri,” kata Bahagia.

Menurutnya, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Aceh Besar bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan rakyat dari petani untuk petani yang tumbuh dari kebutuhan nyata di lapangan.

Gerakan ini akan dijalankan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan petani, seperti peningkatan hasil panen, pelatihan teknologi pertanian, penguatan pasar, dan pembinaan kelembagaan kelompok tani.

“Kami tak ingin petani hanya jadi obyek. Mereka harus jadi subyek—pemilik masa depan pertanian itu sendiri,” tegas Nabhani.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, atas dukungan penuh yang diberikan untuk gerakan Tani Merdeka di Aceh Besar.[]

Kelompok Tani Terima Bantuan Alsintan, Tani Merdeka Sragen: Terima Pak Presiden Prabowo

0

TANI MERDEKA – Kelompok petani di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah binaan Tani Merdeka Indonesia, menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat.

Bantuan ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui mekanisasi pertanian.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada petani di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Hadir pada penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Setyo Widodo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Ketua Satgas Pangan DPD Tani Merdeka Sragen Purn TNI Koeswanto, serta Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Kecamatan Miri, Paimin.

Ketua DPD Tani Merdeka Sragen, Setyo Widodo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Bantuan traktor ini sangat bermanfaat bagi petani di Sragen, terutama dalam mempercepat proses olah lahan saat musim tanam. Ini bukan hanya soal alat, tapi ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani kecil,” ujar Setyo.

Setyo Widodo menambahkan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai jembatan antara petani dan pemerintah, dengan tujuan memastikan setiap kebijakan dan bantuan dapat benar-benar dirasakan langsung oleh para petani di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa program bantuan alat pertanian ini merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dan meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tani Merdeka sebagai mitra strategis dalam pembangunan pertanian. Dengan mekanisasi, petani bisa menghemat waktu, tenaga, dan meningkatkan hasil panen. Ini akan mempercepat langkah kita menuju swasembada pangan,” ujar Eka Rini.

Eka Rini juga menyebut bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Sragen tengah menggalakkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi. Ia berharap petani tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga bisa mengelola alsintan secara mandiri melalui kelompok tani dan koperasi.

Ketua Satgas Pangan DPD Tani Merdeka Sragen, Purn TNI Koeswanto, menambahkan bahwa program ini tidak akan berhenti hanya pada pemberian bantuan. Pihaknya bersama pengurus lainnya akan terus melakukan pendampingan kepada petani, termasuk dalam pelatihan pengoperasian traktor, perawatan, hingga manajemen pertanian berbasis koperasi.

“Kami ingin petani tidak hanya menggunakan bantuan ini secara maksimal, tetapi juga memahami cara merawat dan memanfaatkannya untuk jangka panjang. Kita ingin petani Sragen menjadi mandiri dan kuat,” tegas Koeswanto.

“Dengan adanya alat ini, petani sangat terbantu. Biasanya kami olah lahan bisa butuh waktu sampai dua minggu, sekarang bisa lebih cepat. Harapan kami, bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.[]

Harga Gabah Naik, Petani Lamongan Nikmati Hasil Panen Kedua

0

TANI MERDEKA – Para petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menikmati panen padi musim tanam kedua dengan harga gabah yang menggembirakan.

Harga gabah kering panen (GKP) kini mencapai Rp7.000 per kilogram, bahkan di wilayah selatan Lamongan bisa tembus Rp7.300 per kilogram. Harga ini jauh lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengaku senang dengan hasil panen petani tahun ini. Ia menyebutkan kondisi tanaman padi sangat bagus karena tidak terserang hama, pupuk tersedia, dan air cukup.

“Panennya bagus, harganya juga bagus. Di sini Rp7.000, di daerah selatan bahkan sampai Rp7.300. Ini tentu sangat menggembirakan,” kata Pak Yes saat menghadiri panen raya di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Tahun ini, target luas tanam padi di Lamongan mencapai 192.373 hektare, dengan luas baku sawah sekitar 96.805 hektare. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi tanam musim ketiga (MT III) untuk mendukung program swasembada pangan.

“Kita gunakan bibit yang cepat panen seperti Inpari 32, pupuk juga disiapkan, saluran irigasi terus kita perbaiki, termasuk normalisasi waduk-waduk besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Mugito, menyampaikan bahwa hingga 7 Juli 2025, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) sudah mencapai 49,6 persen dari target seluas 95.425 hektare.

“Hari ini kemungkinan bertambah lagi karena beberapa titik sudah mulai panen, termasuk di Desa Kedali,” kata Mugito.

Ia menambahkan, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 110.000 hektare dengan total produksi sekitar 817.000 ton gabah. Untuk mendukung petani, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit dan pupuk cair.

“Kondisi musim cukup baik, air tersedia, jadi kami harap petani bisa segera menyiapkan lahan untuk tanam berikutnya,” pungkas Mugito.[]

Harga Capai Naik Hingga Rp 70 Ribu, Petani Cabai di Tapin Raup Untung

0
Petani cabai kaliber Supriadi saat memanen cabai dilahan miliknya, di Desa Sawang, di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (8/7/2025). (Foto: ANTARA)
Petani cabai kaliber Supriadi saat memanen cabai dilahan miliknya, di Desa Sawang, di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa (8/7/2025). (Foto: ANTARA)

TANI MERDEKA – Petani cabai di Desa Sawang, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan, kini menikmati hasil panen yang menguntungkan.

Harga cabai melonjak tajam hingga mencapai Rp70 ribu per kilogram, meski mereka tetap harus menghadapi tantangan cuaca dan serangan hama.

Supriadi, salah satu petani cabai di desa itu, mengaku bisa memanen sekitar 35 kilogram cabai setiap kali panen. Dengan harga saat ini, ia mampu meraih penghasilan sekitar Rp 2,4 juta dalam sekali panen.

“Awalnya harga cuma Rp 25 ribu, sekarang naik terus hingga hampir Rp 70 ribu per kilogram. Alhamdulillah,” kata Supriadi Pada Selasa, 8 Juli 2025.

Supriadi menanam sekitar 2.000 pohon cabai jenis kaliber di lahan seluas tiga hektare bersama kelompok tani setempat.

Ia menanam cabai secara bertahap agar waktu panen tidak bersamaan. “Sekarang sudah masuk tahap keempat,” ujarnya.

Meski sempat terganggu oleh hama dan penyakit seperti bercak daun, Supriadi tetap memilih menanam cabai kaliber karena permintaan pasar tinggi. Jenis ini dikenal lebih pedas dan disukai konsumen.

Kepala Desa Sawang, Hairullah, berharap keberhasilan para petani bisa menarik perhatian pemerintah untuk memberi dukungan.

“Kalau ada bantuan bibit, pupuk, atau pelatihan dari dinas pertanian, tentu akan sangat membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai juga menunjukkan potensi pertanian desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi hortikultura di daerah.[]

Tani Merdeka Aceh Bahas Hilirisasi Kopi dan Kesejahteraan Petani di Aceh

0

TANI MERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh terus memperkuat organisasinya untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menggelar rapat koordinasi dengan Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tengah, Eka Saputra, pada Senin, 7 Juli 2025. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, membahas sejumlah hal penting terkait masa depan petani di dataran tinggi Gayo.

Cut Muhammad menyampaikan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama pada komoditas kopi. Namun menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memikirkan keberlanjutan melalui hilirisasi produk agar petani bisa menikmati hasil yang lebih maksimal.

“Kita ingin petani kopi di Aceh Tengah tidak hanya menjual hasil panen mentah, tapi juga mampu mengolah dan memasarkannya. Hilirisasi adalah kunci agar nilai tambah dinikmati langsung oleh petani,” ujar Cut Muhammad.

Selain itu, rapat koordinasi ini juga membahas agenda pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, serta membicarakan isu-isu strategis lain seperti lahan budidaya dan penguatan kelembagaan petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra, menyambut baik langkah Tani Merdeka Indonesia dalam mendorong program-program nyata di lapangan. Ia menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pertanian di wilayahnya.

“Kopi Gayo sudah dikenal dunia. Tugas kita sekarang adalah menjaga kualitas dan memperkuat posisi petani agar mereka tak lagi jadi pihak yang lemah dalam rantai dagang. Kami siap mendukung penuh program hilirisasi yang diinisiasi oleh Tani Merdeka,” kata Eka.

Eka juga berharap ke depan petani di Aceh Tengah bisa lebih sejahtera melalui pendampingan yang tepat, akses pasar yang luas, dan dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah.[]

Petani Lampung Barat Terima Bantuan Alsintan, Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo

0

Lampung Barat — Kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Lampung Barat menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester, pada Senin (07/07/25). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kelompok tani menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan organisasi Tani Merdeka Indonesia yang selama ini aktif mendampingi petani.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Sudaryono, serta kepada Pak Don Muzakir, Ketua Tani Merdeka Indonesia. Kami dari kelompok tani binaan Tani Merdeka DPD Lampung Barat sangat bersyukur atas bantuan alsintan ini,” ujar perwakilan petani.

Setelah menyampaikan ucapan terima kasih, para petani dengan penuh semangat membentangkan banner bertuliskan terima kasih untuk Pak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Sudaryono dan kepada Pak Don Muzakir. Mereka pun serentak meneriakkan yel-yel “Tani Merdeka Indonesia, sejahtera!” berulang kali, menandakan antusiasme dan semangat baru bagi petani di Lampung Barat.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat menyambut baik bantuan alsintan ini. Ia menyebut, keberadaan combine harvester akan mempercepat proses panen, menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.

“Dampaknya sangat positif. Adanya bantuan alat alsintan combine ini akan mempercepat upaya ketahanan dan swasembada pangan bagi para petani di Lampung Barat,” ungkap Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat.

Dengan adanya bantuan ini, para petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen, menjaga stabilitas pangan daerah, serta turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.