Beranda blog Halaman 64

Gagas Greenhouse Kebun Melon, Tani Merdeka Kota Pekalongan Ajak Kerja Sama Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan menggagas pembangunan greenhouse untuk kebun melon. Rencana itu dibicarakan dalam pertemuan dengan Dinas Pertanian Kota Pekalongan, pada Rabu 17 Sepetember 2025, di kantor dinas setempat.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, hadir bersama sejumlah pengurus. Mereka diterima Kepala Bidang Pertanian, Karmani, beserta jajaran pegawai.

Mungki Retnosari menjelaskan, melon menjadi pilihan karena potensi pasarnya besar. Permintaan buah ini terus meningkat, baik di pasar tradisional maupun modern. Harga melon relatif stabil dibandingkan beberapa komoditas hortikultura lain.

Permintaan pasar terhadap melon banyak. Lahan kita sudah siap. Kalau ini jalan, ekonomi petani akan sangat terbantu. Melon bisa menjadi komoditas andalan di Pekalongan,” kata perempuan yang akrab disapa Kikie.

Menurut Kikie, program greenhouse bukan sekadar untuk meningkatkan produksi. Teknologi sederhana itu juga berfungsi menjaga kualitas panen. Dengan greenhouse, tanaman bisa terlindung dari hujan lebat, angin kencang, dan serangan hama.

“Kita ingin petani Pekalongan mengenal teknologi ini. Dengan begitu hasil lebih terjamin, dan mereka bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain greenhouse, Kikie juga ingin menghadirkan konsep wisata buah. Lahan yang disiapkan bukan hanya untuk produksi, tetapi juga untuk edukasi dan wisata.

“Kita ingin ada lokasi wisata buah. Pengunjung bisa langsung datang, melihat kebun, dan memetik buah, salah satunya melon. Konsep ini bisa menambah nilai ekonomi sekaligus mengenalkan pertanian ke generasi muda,” kata Kikie.

Selain itu Kikie berharap, melon itu tidak hanya bisa menjual di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus jaringan supermarket.

Kikie menegaskan, Tani Merdeka Kota Pekalongan siap menjadi motor penggerak.

“Kami ingin petani punya model usaha yang berkelanjutan. Dengan greenhouse dan wisata buah, petani bisa menanam lebih terukur, panen lebih berkualitas, dan harga lebih baik,” katanya.

Sementara itu Karmani Kepala Bidang Pertanian menyambut baik inisiatif Tani Merdeka Indonesia. Ia menilai langkah itu sejalan dengan program pemerintah kota untuk mendorong diversifikasi pertanian.

“Melon punya peluang besar di Pekalongan. Pasar terbuka, petani tinggal masuk. Pemerintah daerah mendukung gagasan ini. Kami siap berkolaborasi,” kata Karmani.

Ia menambahkan, rencana pembangunan demplot juga penting. Menurutnya, demplot bisa menjadi tempat belajar bersama.

Kalau ada demplot, petani bisa praktik langsung. Mereka melihat cara menanam, merawat, sampai panen. Itu jauh lebih efektif daripada hanya teori,” ucapnya.

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan A. Latief, Iwan Riyanto dan Koordinator Kecamatan Pekalongan Timur Eko Bejo Dinarko, serta pegawai Dinas Pertanian.[]

Tani Merdeka Lampung Ajak Kerja Sama PT Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung menggelar pertemuan dengan PT Pupuk Indonesia Wilayah 1 Lampung.

Pertemuan berlangsung di kantor perusahaan itu pada Rabu 17 Sepetember 2025. Suasananya cair, penuh diskusi soal pupuk, distribusi, hingga arah kebijakan pangan nasional.

Ketua DPW Tani Merdeka Lampung, Muhammad Fikri Thamrin, datang bersama sejumlah pengurus. Mereka diterima langsung oleh General Manager Wilayah 1 PT Pupuk Indonesia Lampung, Wilman.

Fikri menjelaskan tujuan pertemuan itu. Ia ingin memastikan petani Lampung tidak lagi kesulitan pupuk saat musim tanam.

“Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi saja, tetapi juga membuka ruang kolaborasi. Petani membutuhkan kepastian pupuk, sementara pemerintah menargetkan ketahanan pangan. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Fikri.

Menurut Fikri, keluhan petani soal pupuk bersubsidi masih sering terdengar di lapangan. Distribusi yang lambat dan stok yang menipis kerap membuat petani terhambat.

“Kita ingin ada mekanisme distribusi yang lebih transparan dan cepat. Petani tidak boleh lagi bingung saat musim tanam tiba. Ini soal nasib pangan kita bersama,” ujarnya.

Fikri menekankan Tani Merdeka Indonesia Lampung berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan. Ia menilai kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia bisa menjadi langkah konkret untuk memperkuat basis ketahanan pangan.

“Pemerintah sudah menegaskan bahwa pertanian menjadi prioritas. Kami di daerah harus menyambut itu dengan aksi nyata. Pupuk adalah kunci. Kalau distribusinya lancar, petani bisa tenang bekerja,” kata Fikri.

Ia juga mengingatkan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi, jagung, dan singkong dari Lampung memberi kontribusi besar bagi kebutuhan pangan Indonesia.

“Lampung punya potensi besar. Tapi tanpa dukungan pupuk, produktivitas tidak akan maksimal. Itu sebabnya kami ingin PT Pupuk Indonesia lebih dekat dengan petani,” tambahnya.

Fikri menegaskan Tani Merdeka Indonesia Lampung siap menjadi mitra pemerintah sekaligus jembatan antara petani dan perusahaan pupuk.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyalur aspirasi, tetapi juga bagian dari solusi. Petani butuh kepastian. Negara hadir melalui kebijakan, perusahaan hadir dengan distribusi, organisasi hadir dengan gerakan. Semua harus terhubung,” katanya.

Sementara itu General Manager PT Pupuk Indonesia Wilayah 1 Lampung, Wilman, menyambut baik ajakan itu. Ia menilai sinergi dengan organisasi petani seperti Tani Merdeka Indonesia sangat penting.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Tani Merdeka Indonesia Lampung. Kami siap bekerja sama dan kami terbuka mendengar masukan langsung dari petani. Ini penting untuk memperbaiki sistem yang ada,” ujar Wilman.

Pria yang akrab disapa Mas Boy mengakui distribusi pupuk bersubsidi sering menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan alokasi hingga persoalan pendataan.

“Kami berupaya menyalurkan pupuk tepat sasaran. Tapi di lapangan ada tantangan tersendiri. Peran organisasi petani menjadi sangat penting agar pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah skema untuk memperkuat distribusi di Lampung. Salah satunya adalah digitalisasi data penerima pupuk bersubsidi agar lebih transparan.

“Kalau data valid, distribusi bisa lebih cepat. Kami juga mendorong kios resmi agar aktif melayani petani,” jelasnya.[]

Dari Peternak ke Petani Melon, Raup Omzet Rp 25 Juta per Bulan

0

TANIMERDEKA – Pagi itu, aroma tanah basah bercampur dengan segarnya daun melon yang baru disiram memenuhi di belakang rumah Indah Jarwati di wilayah Blitar Selatan. Sinar matahari menembus celah-celah paranet yang membentang di atas kebun seluas 11 x 50 meter.

Di sanalah deretan tanaman melon tumbuh subur, berbaris rapi menggantikan kandang ayam yang dulu penuh sesak oleh ribuan ekor ayam petelur.

Suara ayam berkokok yang biasa membangunkan Indah, kini telah berganti dengan suara serangga kecil yang bersembunyi di sela-sela tanaman.

Bertahun-tahun Indah menggantungkan hidup dari beternak ayam petelur. Namun, usaha itu tak selalu membawa keuntungan. Harga pakan yang terus naik, ditambah harga telur yang kerap anjlok, membuat penghasilannya tidak menentu.

“Dulu saya sering pusing. Harga telur turun, sementara harga pakan tinggi. Lama-lama tidak kuat menutup biaya,” kenang Indah, sambil memegang daun melon.

Keputusan besar diambil dua tahun lalu. Kandang ayam yang berdinding bambu dan beratap seng itu dibongkar. Lahan bekas kandang disulap menjadi kebun melon. Di sanalah awal babak baru kehidupannya dimulai.

Dengan menanam 1.750 batang melon, setiap panen bisa menghasilkan omzet hingga Rp 21 juta. Jika harga pasar bagus, keuntungan bersih mencapai Rp 25 juta per musim panen yang berlangsung sekitar 45 hari sekali.

Rutinitas harian Indah kini berubah total. Pagi ia menyiram tanaman, siang memberi pupuk, sore memeriksa buah yang mulai membesar.

“Capeknya memang ada, apalagi kalau musim hujan harus ekstra menjaga dari penyakit. Tapi melihat buahnya bagus-bagus dan laku keras di pasar, lelah langsung terbayar,” katanya sambil tersenyum.

Indah Jarwati pemilik kebun melon
Indah Jarwati pemilik kebun melon

Melon hasil panennya dipasarkan ke supermarket dan pasar buah di Blitar serta daerah sekitarnya. Permintaan pasar yang stabil membuat Indah bisa bernapas lega.

“Kalau kualitas bagus, cepat sekali habis. Bahkan ada pedagang yang sudah pesan sebelum panen,” ujarnya.

Bagi Indah, melon bukan sekadar buah manis untuk dijual. Melon adalah simbol keberanian, kerja keras, dan harapan baru. Dari sana, ia membuktikan bahwa keberanian meninggalkan zona lama bisa membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Indah tidak sendiri. Ia merupakan salah satu petani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar. Organisasi ini aktif mendampingi petani agar bisa mengembangkan usaha pertanian modern, termasuk memberikan pendampingan teknis dan jaringan pemasaran.

Bagi Indah, melon bukan sekadar buah manis untuk dijual. Melon adalah simbol keberanian, kerja keras, dan harapan baru. Dari sana, ia membuktikan bahwa keberanian meninggalkan zona lama bisa membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Enik Nurhayati, Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar, ikut mengawal perjalanan Indah dari peternak ayam menjadi petani melon.

“Kami mendampingi sejak awal. Dari cara menanam, memilih bibit, hingga mencari pasar. Bu Indah ini contoh nyata bahwa petani bisa berhasil kalau serius dan tekun,” kata Enik.

Enik menambahkan, banyak peternak yang menghadapi masalah serupa dengan Indah. Harga pakan mahal, harga telur tidak stabil.

“Usaha melon bisa jadi alternatif. Dengan pendampingan yang tepat, hasilnya sangat menjanjikan,” ujarnya.

Meski sudah terbukti sukses, perjalanan Indah belum sepenuhnya mulus. Ia ingin memperluas kebun ke lahan lain, tetapi terbentur modal.

“Saya yakin petani ini bisa tambah lahan, hasilnya juga lebih besar. Permintaan pasar ada, tapi modalnya yang masih berat,” kata Enak.

Enik pun menyadari masalah itu. “Kami sedang mendorong agar petani mendapat akses permodalan lebih mudah. Jangan sampai semangat petani seperti Bu Indah terhenti karena persoalan modal,” tegasnya.

Bagi warga Enik, kisah Indah menjadi inspirasi. Perubahan besar dari peternak ayam yang penuh risiko menjadi petani melon yang stabil membuat banyak tetangga mulai melirik usaha serupa. Ada yang mulai menanam dalam skala kecil di pekarangan, ada pula yang berkonsultasi langsung dengan Indah.

“Kalau ada yang tanya, dia senang berbagi pengalaman. Saya bilang ke mereka, yang penting telaten dan jangan cepat menyerah. Melon itu butuh perhatian penuh, tapi hasilnya sepadan,” tutur Enik.

Kini, setiap kali panen tiba, halaman rumah Indah berubah ramai. Truk-truk kecil mengangkut melon pesanan. Bukan hanya omzet Rp 25 juta yang menjadi pencapaiannya, tetapi juga rasa percaya diri bahwa perempuan desa pun bisa berdiri tegak di tengah kerasnya persaingan usaha.[]

Don Muzakir Bakar Semangat Tani Merdeka Jawa Tengah di Rakerwil, Ini Pesannya

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi membuka Rakerwil di Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membakar semangat para pengurus dalam Rapat Kerja Nasional Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu 14 September 2025.

“Jawa Tengah adalah tempat lahirnya Tani Merdeka pada 2023 lalu. Saya bangga organisasi ini masih solid sampai hari ini,” kata Don Muzakir dalam sambutannya.

Ia mengingatkan bahwa penguatan organisasi tidak boleh berhenti di tingkat provinsi. Struktur harus berjalan hingga desa.

“Kita harus perkuat sampai ke tingkat desa. Basis desa adalah kunci. Dari sana kita bisa bergerak bersama petani,” ujarnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya menjaga jati diri organisasi di Jawa Tengah.
“Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah harus tetap mengakar ke tingkat desa seperti dulu. Jangan sampai hilang jati diri. Dari desa kita tumbuh, dari desa pula kita harus terus berjuang,” katanya.

Ia mengingatkan kiprah Tani Merdeka Indonesia pada Pilpres 2024. Menurutnya, kerja keras para anggota Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah membuahkan hasil dengan terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden.

“Kita sudah mampu memenangkan Presiden Prabowo pada Pemilu 2024 lalu. Itu bukti kekuatan kita. Tapi perjuangan belum selesai,” tegas Don Muzakir.

Dukungan, kata dia, tidak sebatas pemilu. Tani Merdeka Indonesia harus tetap berada di garis depan, khususnya untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo di sektor pangan.

“Kita tetap bergerak mendukung program Presiden Prabowo. Kita juga harus membantu pemerintah di sektor pertanian dan membantu petani secara langsung,” ucapnya.

Rakerwil Jawa Tengah dihadiri pengurus 35 kabupaten dan kota. Agenda utama membahas strategi memperkuat jaringan petani, menghadapi tantangan pangan, serta merumuskan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk swasembada beras dan peningkatan produktivitas jagung.

Sejumlah peserta mendorong agar Rakerwil tidak hanya berhenti pada rekomendasi, tetapi menghasilkan program konkret untuk petani di lapangan.

Dalam rapat daerah itu juga menyinggung soal ketersediaan pupuk bersubsidi, akses permodalan, hingga peran koperasi tani dalam memperkuat posisi tawar petani.[]

Tani Merdeka Lampung Selatan Bangun Kerja Sama dengan Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Selatan bersilaturahmi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Lampung Selatan.

Mereka diterima oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) di kantor dinas. Pertemuan membahas peluang kerja sama antara pemerintah daerah dengan Tani Merdeka, khususnya untuk mendukung kebutuhan petani di desa-desa.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Selatan, Firdaus Setiawan, yang ikut hadir, menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini sudah terbentuk hingga tingkat desa, organisasi petani ini solid sehingga perlu berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Kami ingin Tani Merdeka hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Petani butuh pendampingan, mulai dari akses pupuk, benih, hingga teknologi pertanian. Kami berharap kerja sama ini bisa menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” kata Firdaus.

Ia juga menyoroti persoalan yang kerab dialami petani, yakni sulitnya akses modal dan pasar. Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat penting untuk membuka jalan.

“Selama ini petani kita masih kesulitan modal dan pasar. Kalau ini bisa diatasi lewat kolaborasi, kesejahteraan petani Lampung Selatan akan meningkat. Dan kami siap mengawal agar program benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Firdaus menegaskan pertemuan ini juga bagian dari upaya mendukung program Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.

Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah ke depan akan menjadi kunci memperkuat cadangan pangan nasional.

“Program ketahanan pangan Presiden Prabowo harus kita sukseskan bersama. Petani adalah ujung tombak. Tani Merdeka akan terus bergerak agar kebijakan nasional bisa benar-benar dirasakan petani di desa,” tegasnya.

Dinas Pertanian Lampung Selatan menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai kolaborasi dengan organisasi petani dapat memperkuat program pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan.

Pertemuan itu juga membahas rencana tindak lanjut berupa pembentukan tim kecil. Tim ini akan mengidentifikasi kebutuhan mendesak petani, seperti irigasi, pupuk bersubsidi, dan pelatihan teknis.[]

Reshuffle Prabowo Jadi Angin Segar, Tani Merdeka Desak Stimulus Rp200 Triliun Mengalir ke Petani

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).

TANIMERDEKA – Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto membuka ruang baru bagi kebijakan ekonomi, terutama setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penempatan dana Rp200 triliun ke perbankan. Kebijakan ini diharapkan memberi napas segar bagi sektor pertanian.

Tani Merdeka Indonesia, organisasi yang menghimpun petani dari berbagai daerah, menyebutkan langkah ini harus dipastikan benar-benar sampai ke desa.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menilai stimulus tidak boleh berhenti pada angka, tetapi diterjemahkan menjadi akses kredit yang murah dan mudah bagi petani.

“Kebijakan Pak Menteri Keuangan yang baru ini adalah sebuah langkah awal yang brilliant dan harus diterjemahkan dengan baik oleh para direksi di bank Himbara. Aliran dana sebesar Rp200 triliun ke perbankan, khususnya BUMN, diharapkan dapat segera ditransformasikan menjadi kredit atau pembiayaan untuk sektor riil. Sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir, petani, koperasi, hingga industri pengolahan hasil pertanian, harus menjadi prioritas utama penyaluran dana ini,” ujar Don Muzakir, pada Senin, 15 September 2025.

Ia menekankan bahwa petani masih menghadapi hambatan besar dalam memperoleh modal. Tanpa akses pembiayaan, modernisasi pertanian sulit terwujud.

Di sisi lain, reshuffle kabinet dinilai memberi sinyal politik yang kuat. Perubahan di posisi Menteri Keuangan dianggap sebagai upaya mempercepat distribusi stimulus, sekaligus memastikan program pangan dan pertanian yang dicanangkan pemerintah berjalan efektif.

Sementara itu Ketua Bidang Pengembangan Organisasi Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan, menyebutkan komitmen petani tidak hanya sebatas dukungan politik, tetapi juga dorongan agar kebijakan benar-benar berpihak pada lapangan.

“Kami sebagai organisasi tani berdedikasi untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan petani Indonesia, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan hal ini selaras dengan visi Presiden Prabowo terkait Asta Cita,” kata Aiman.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan dana Rp200 triliun yang selama ini mengendap di Bank Indonesia akan dipindahkan ke sistem perbankan. Uang itu ditempatkan di rekening pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kredit.[]

Tani Merdeka dan Bulog Sepakat Perkuat Serapan Gabah di Sulawesi Tengah

0

TANIMERDEKA – Pertemuan antara DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Tengah dengan Perum Bulog Kanwil Sulteng tak sekadar membahas harga gabah.

Kedua pihak menegaskan pentingnya membangun mekanisme jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Sulawesi Tengah, Hari Soetjahyo, menilai Bulog tidak hanya berperan sebagai pembeli gabah, tetapi juga penentu arah stabilitas pangan di daerah.

“Kami mengajak Bulog bekerja sama dalam penyerapan gabah. Petani kita harus sejahtera. Kita ingin program Presiden Prabowo Subianto bisa diwujudkan dengan baik di daerah. Salah satunya dengan memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak,” ujar Hari.

Ia menekankan agar Bulog ikut membangun sistem distribusi yang kuat, sehingga beras hasil panen petani Sulawesi Tengah bisa langsung menjangkau pasar tanpa harus berputar lewat tangan tengkulak.

“Jika distribusi diperkuat, spekulasi harga bisa ditekan, dan konsumen juga akan mendapat harga yang wajar,” katanya.

Menurut Hari, pertemuan ini bukan hanya soal melindungi harga gabah, melainkan juga membangun kemandirian pangan.

Dia menilai petani di Sulawesi Tengah seharusnya tidak lagi bergantung pada pasar spekulatif, tetapi mendapat kepastian melalui kemitraan dengan Bulog.

Sementara itu Kepala Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, keterlibatan organisasi tani bisa memperpendek rantai penyaluran beras.

“Kami terbuka untuk bersinergi dengan Tani Merdeka. Bulog punya tanggung jawab menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras di masyarakat. Kolaborasi dengan organisasi petani akan membuat kerja kami lebih efektif, karena petani adalah mitra utama dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Jusri.

Pembahasan berlanjut pada wacana pembentukan skema khusus pembelian gabah langsung dari petani melalui koperasi. Model ini dinilai lebih efisien karena memperkuat kelembagaan petani sekaligus menjamin harga di tingkat petani tetap stabil.[]

Bahas Penyerapan Gabah Petani, DPW Tani Merdeka Kalsel Jalin Silaturahmi dengan Bulog

0
DPW Tani Merdeka Kalsel Jalin Silaturahmi dengan Bulog
DPW Tani Merdeka Kalsel Jalin Silaturahmi dengan Bulog

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersilaturahmi dengan Perum Bulog Kanwil Kalsel. Pertemuan berlangsung di kantor Bulog.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel, Alin Wijaya, bersama pengurus diterima langsung oleh Kepala Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said.

Dalam pertemuan itu, Alin Wijaya menegaskan pentingnya kerja sama dengan Bulog untuk memperkuat posisi petani di tengah fluktuasi harga gabah.

Ia menilai Bulog bisa menjadi mitra strategis dalam menjaga kestabilan pangan sekaligus melindungi petani dari permainan harga tengkulak.

“Kami mengajak Bulog bekerja sama dalam penyerapan gabah. Petani kita harus sejahtera. Kita ingin program Presiden Prabowo Subianto bisa diwujudkan dengan baik di daerah. Salah satunya dengan memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak,” ujar Alin Wijaya.

Alin juga mendorong Bulog tidak hanya fokus pada penyerapan, tetapi juga memperkuat jaringan distribusi beras di Kalimantan Selatan.

Ia menilai langkah ini akan menekan spekulasi harga di pasaran sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Menanggapi hal itu, Muhammad Akbar Said menyambut positif ajakan Tani Merdeka Indonesia. Ia menegaskan Bulog siap menjadi mitra bagi petani, termasuk dalam menyalurkan beras hasil serapan ke pasar.

“Kami terbuka untuk bersinergi dengan Tani Merdeka. Bulog punya tanggung jawab menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras di masyarakat. Kolaborasi dengan organisasi petani akan membuat kerja kami lebih efektif, karena petani adalah mitra utama dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Muhammad Akbar Said.

Pertemuan ini juga membahas rencana pembentukan mekanisme khusus agar Bulog lebih cepat menyerap gabah dari petani di musim panen raya. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan dengan program konkret di lapangan, seperti skema pembelian langsung dari petani dan penguatan peran koperasi tani.[]

Sah, Wawan Pramono Ditunjuk Jadi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah

0

TANIMERDEKA – Wawan Pramono resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Penunjukan dilakukan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Tani Merdeka Jawa Tengah pada Minggu, 14 September 2025.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta kepengurusan baru segera bergerak. Struktur organisasi harus rampung dalam waktu satu bulan.

“Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah harus tetap solid dan kembali mengakar hingga ke tingkat desa. Ini sejarah, kita mampu membangun organisasi petani ini sampai ke desa. Ini bukan organisasi papan nama. Harus terus bergerak, jangan diam. Kita berikan ide-ide yang membangun ke pemerintah agar petani kita hidup sejahtera,” tegas Don Muzakir.

Ia mengingatkan Jawa Tengah punya arti penting bagi perjalanan Tani Merdeka Indonesia. “Jawa Tengah bukan hanya tempat lahirnya Tani Merdeka pada 2023, tapi juga basis kemenangan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Dari sini kita sudah buktikan kekuatan petani bersatu dan solid hingga saat ini,” katanya.

Sementara itu, Wawan Pramono yang juga anggota DPRD Karanganyar menyatakan siap menjalankan Amanah ini. Ia menegaskan kepemimpinannya tidak akan berhenti pada seremoni.

“Saya siap menjalankan amanah dan tugas ini. Kami tidak akan diam. Cita-cita kami untuk membangun pertanian di Jawa Tengah semakin bagus. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Wawan.

Rakerwil Jawa Tengah kali ini dihadiri pengurus 35 kabupaten dan kota Se Jawa Tengah. Forum membahas strategi memperluas jaringan hingga desa, memperkuat ketahanan pangan, serta memperjuangkan akses petani terhadap pupuk dan pasar.

Penunjukan Wawan ini langkah strategis mengingat latar belakangnya sebagai legislator yang memahami persoalan rakyat kecil.[]

Buka Rakerwil Tani Merdeka Jawa Tengah, Don Muzakir: Harus Tetap Mengakar ke Tingkat Desa

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi membuka Rakerwil di Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka Rapat Kerja Nasional Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu 14 September 2025. Rakerwil ini digelar untuk menyusun langkah organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi.

“Jawa Tengah adalah tempat lahirnya Tani Merdeka pada 2023 lalu. Saya bangga organisasi ini masih solid sampai hari ini,” kata Don Muzakir dalam sambutannya.

Ia menegaskan penguatan organisasi tidak boleh berhenti di tingkat provinsi. Struktur harus berjalan hingga desa. “Kita harus perkuat sampai ke tingkat desa. Basis desa adalah kunci. Dari sana kita bisa bergerak bersama petani,” ucapnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pergerakan di Jawa Tengah. “Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah harus tetap mengakar ke tingkat seperti dulu. Jangan sampai hilang jati diri. Dari desa kita tumbuh, dari desa pula kita harus terus berjuang,” katanya.

Ia mengingatkan kiprah Tani Merdeka Indonesia dalam kontestasi politik 2024. Menurutnya, kerja keras Tani Merdeka Indonesia membuahkan hasil dengan terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden.

“Kita sudah mampu memenangkan Presiden Prabowo pada Pemilu 2024 lalu. Itu bukti kekuatan kita. Tapi perjuangan belum selesai,” tegasnya.

Ia menambahkan dukungan Tani Merdeka Indonesia tidak sebatas pada pemilu. Organisasi ini tetap berada di garis depan untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo, terutama di sektor pertanian.

“Kita tetap bergerak mendukung program Presiden Prabowo. Kita juga harus membantu pemerintah di sektor pertanian dan membantu petani secara langsung,” ujarnya.

Rakerwil Jawa Tengah dihadiri pengurus kabupaten dan kota. Agenda utama membahas strategi memperkuat jaringan petani, menghadapi tantangan pangan, serta merumuskan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk swasembada beras dan peningkatan produktivitas jagung.[]