Beranda blog Halaman 64

Rakerwil Tani Merdeka Sumut, Don Muzakir: Kita Hadir Harus Bawa Perubahan Nyata untuk Pemerintah dan Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Grand Inna Hotel, Medan, Sabtu, 26 Juli 2025. Agenda ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan organisasi di tingkat daerah.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan bahwa Rakerwil menjadi momentum penting untuk menyatukan semangat juang petani Sumatera Utara. Ia juga menegaskan kesiapan jajarannya menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

“Rakerwil ini bukan hanya untuk menyusun program kerja, tapi juga memperkuat komitmen kami mendukung penuh program Presiden Prabowo di sektor pertanian. Kami siap bekerja keras demi petani,” kata Husni.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia meminta seluruh kader Tani Merdeka di seluruh Indonesia bekerja keras dan tuntas menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tegaskan, seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka dari pusat hingga daerah wajib bekerja keras, tuntas, dan terukur dalam menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo. Kita tidak boleh setengah hati,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya.

“Kita ingin membawa perubahan nyata terhadap pertanian nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. Itu misi utama kita. Semua harus turun tangan. Semua harus bergerak,” lanjutnya.

Don Muzakir juga menyampaikan program kerja Tani Merdeka di tingkat nasional akan difokuskan pada edukasi, inovasi pertanian, serta pemberdayaan generasi muda tani melalui pelatihan dan teknologi.

Rakerwil ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang mewakili Gubernur Sumut, pengurus DPN Tani Merdeka, pengurus DPW Tani Merdeka Sumut, ketua DPD Tani Merdeka kabupaten/kota se-Sumut, tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan ormas.

Bobby O Zulkarnain, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, juga hadir sebagai tamu kehormatan dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah Tani Merdeka yang konsisten mengawal sektor pertanian di tengah perubahan nasional.[]

Rakerwil, DPW Tani Merdeka Sumut dan Gerindra Teken MoU Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Grand Inna Hotel, pada Sabtu, 26 Juli 2025. Agenda ini dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama DPD Partai Gerindra Sumatera Utara.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara organisasi petani dan partai politik. Tujuannya mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto tentang ketahanan pangan.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Husni, mengatakan kerja sama ini langkah konkret untuk mempercepat program pemberdayaan petani berbasis kemandirian dan teknologi.

“Kami berharap melalui kerja sama ini, seluruh lini organisasi dapat lebih mudah bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Sumatera Utara,” ujar Husni.

Rapat turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumut dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara. Pemerintah provinsi mendukung penuh langkah pemberdayaan petani yang lebih masif dan terorganisir.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pentingnya konsolidasi nasional Tani Merdeka untuk menghadapi masa depan pertanian yang lebih profesional.

“Sinergi seperti ini adalah contoh nyata bahwa petani tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada dukungan politik, regulasi, dan sistem yang terintegrasi,” tegas Don Muzakir.

Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Bobby O Zulkarnain, menandatangani MoU secara resmi. Ia menyambut baik kolaborasi ini. Gerindra, kata dia, siap menjadi jembatan antara petani dan pemerintah.

“Partai Gerindra selalu berkomitmen terhadap kepentingan rakyat, termasuk para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Penandatanganan MoU disaksikan Don Muzakir, jajaran pengurus seperti Cut, Evie Yasmin, dan Maulida. Mereka menunjukkan komitmen bersama membangun pertanian Sumatera Utara yang berdaya saing dan berkelanjutan.[]

20 DPK Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar Dilantik, Ini Pesan Wakil Bupati Aceh Besar

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Nabhani, S.I.Kom, melantik pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar. Pelantikan berlangsung di Hijrah Hotel, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Pada pelantikan itu Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, menyerahkan bendera pataka kepada para pengurus sebagai simbol amanah dan tanggung jawab.

Hadir dalam acara ini Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP., M.Si, para camat, Forkopimcam Ingin Jaya, koordinator BPP se-Aceh Besar, serta para pengurus DPD dan DPK Tani Merdeka.

Dewan Pimpinan Kecamatan Tani Merdeka Indonesia se-Aceh Besar yang dilantik meliputi Kecamatan Blang Bintang, Darul Imarah, Darul Kamal, Darussalam, Indrapuri, Ingin Jaya, Kota Jantho, Kuta Baro, Kuta Cot Glie, Kuta Malaka, Lembah Seulawah, Lhoknga, Lhoong, Mesjid Raya, Montasik, Peukan Bada, Pulo Aceh, Seulimuem, Simpang Tiga, dan Suka Makmur.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani, mengatakan pelantikan ini langkah penting untuk memperluas kerja organisasi hingga ke akar rumput.

“Langkah ini bukan hanya soal jabatan, tapi merupakan bagian dari komitmen memperkuat program Presiden Prabowo Subianto. Tujuan kami jelas, program ketahanan pangan nasional harus benar-benar hadir di lapangan, bukan sekadar tertulis di atas kertas,” ujar Nabhani.

Ia menegaskan pengurus di tingkat kecamatan berperan penting untuk menjangkau petani secara langsung.

“Dengan gotong royong dan struktur yang rapi, kita yakin dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan dari bawah,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, Cut Muhammad, menekankan pelantikan ini bukan sekadar acara formal, tetapi bagian dari upaya konsolidasi organisasi.

“DPK adalah ujung tombak kerja organisasi. Tidak boleh hanya duduk-duduk. Harus bekerja, membangun jaringan dengan penyuluh, camat, dinas, dan petani. Jangan jadi organisasi papan nama,” ujar Cut Muhammad.

Ia juga menyampaikan pihak DPW mendukung penuh kerja pengurus kabupaten dan siap mendorong program petani berbasis data.

Selain itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, mengapresiasi keberadaan Tani Merdeka dan berharap organisasi ini dapat menjadi mitra aktif pemerintah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar merasa bersyukur dan mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Kami berharap kehadiran DPK Tani Merdeka ini benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Syukri.

Syukri menekankan pentingnya peran Tani Merdeka Indonesia dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia juga menyebutkan harga eceran padi yang kini ditetapkan pada angka Rp 6.500 per kilogram merupakan kebijakan penting dan pertama kali terjadi di Indonesia sebuah pencapaian yang memberi harapan baru bagi petani.

“Jika hari ini kita sudah menemukan petani berusia 25 hingga 40 tahun, maka insya Allah Aceh Besar dapat menjadi kabupaten lumbung padi di masa depan,” tambahnya.[]

DPW Tani Merdeka Sumut Gelar Rakerwil, Fokus Konsolidasi dan Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Grand Inna Hotel, Medan, Sabtu, 26 Juli 2025.

Rakerwil ini dihadiri berbagai pihak. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara hadir mewakili Gubernur. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut hadir memberi arahan. Sejumlah tokoh politik dan organisasi masyarakat juga ikut serta.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Bobby O Zulkarnain, hadir bersama pengurus DPD Gerindra lainnya. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut ikut serta dalam acara ini. Ketua-ketua DPD Tani Merdeka Indonesia dari kabupaten dan kota di Sumut juga hadir untuk konsolidasi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut, Muhammad Husni, menyampaikan tujuan utama Rakerwil kali ini. Ia menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa dan fokus pada program ketahanan pangan di Sumatera Utara.

“Kami ingin memperkuat barisan. Semua pengurus DPD harus bekerja, aktif di tengah masyarakat, dan hadir memberi solusi bagi petani. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam membangun kedaulatan pangan,” kata Muhammad Husni.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan arah kebijakan nasional organisasi. Ia meminta pengurus Tani Merdeka Sumatera Utara serius membangun kerja sama strategis dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha.

“Gerakan Tani Merdeka harus mampu menjadi jembatan antara petani dan kebijakan negara. Tugas kita menjaga petani tetap merdeka, punya akses teknologi, modal, dan pasar,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menekankan perlunya penguatan organisasi secara menyeluruh. Menurutnya, DPW dan DPD harus proaktif mendorong program yang nyata di lapangan.

“Tidak cukup hanya rapat dan konsolidasi. Kita butuh program. Kita butuh kerja nyata di tengah sawah, di ladang, dan di tengah masyarakat petani,” tegasnya.

Rakerwil DPW Tani Merdeka Sumut dijadwalkan berlangsung satu hari penuh. Sejumlah agenda strategis dibahas, termasuk penguatan kelembagaan, pengembangan program ekonomi tani, dan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah.

Staf Ahli Wamentan Kunjungi Lokasi Sumur Dalam 600 Hektare di Garut

0

TANIMERDEKA – Staf Ahli Wakil Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat, meninjau langsung kawasan irigasi dan lokasi program sumur dalam seluas 600 hektare di Desa Jati Mulya, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Kunjungan ini dilakukan untuk monitoring combine, sekaligus menelusuri kawasan irigasi yang sedang dalam pengkondisian.

Nandang didampingi Babinsa, UPT, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan Kepala Desa setempat.

Hadir pula Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Garut, Mamat Acek, serta Ketua Kasatgas DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, Rohman Firmansyah.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten PALI, H. Heriadi, mengatakan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program irigasi dan sumur dalam.

“Kami berharap kunjungan ini bisa memberi semangat bagi petani. Kawasan ini sangat potensial. Sumur dalam sangat dibutuhkan petani kami untuk menjaga produktivitas,” kata H. Heriadi.[]

Panen Raya, Tani Merdeka Kabupaten Pali Dorong Kesejahteraan Petani Lokal

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten PALI menggelar panen raya bersama petani di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Talang Ubi Utara, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Panen dilakukan di lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 5,2 ton per hektare.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten PALI, H. Heriadi, menyebutkan panen ini sebagai hasil nyata kerja kolektif antara petani dan pemerintah. Ia menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan kepada petani.

“Kami ingin memastikan petani tidak berjalan sendiri. Petani harus punya tempat untuk menyampaikan kebutuhan dan mendapat dukungan. Tani Merdeka hadir untuk itu,” ujar H. Heriadi di lokasi panen.

Panen raya ini turut dihadiri Bupati PALI Ir. H. Asgianto, ST. Ia memberikan apresiasi kepada petani yang mampu menjaga produktivitas lahan secara konsisten.

“Saya senang melihat langsung hasil panen ini. Ini bukti bahwa kerja keras petani tidak sia-sia. Pemerintah akan terus hadir untuk mendukung kebutuhan pertanian,” kata Asgianto.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, petani, dan organisasi seperti Tani Merdeka menjadi kunci keberhasilan sektor pangan di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dwi Septaria, SE, Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH, Danramil 0403 Talang Ubi Kapten Czi Sujarwo, Senior Manager Pertamina Field Pendopo Hermansyah, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Jhoni, SP, MM.

Hadir pula Ketua Harian DPD Tani Merdeka Kabupaten PALI, H. Imam Turmudi, jajaran Forkopimda, dan perwakilan petani dari berbagai desa di sekitar Rejosari.[]

Perubahan Iklim Global Ancam Pola Hujan dan Pertanian Indonesia

0

TANIMERDEKA – Perubahan iklim ekstrem mulai mengganggu sistem cuaca regional, termasuk di Asia Tenggara. Dampaknya tidak hanya pada pola hujan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan Indonesia karena meningkatnya risiko gagal panen.

Pakar agrometeorologi dan perubahan iklim dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho, menyebut pencairan es di Samudra Atlantik bisa memengaruhi pertanian di Indonesia. Ia menanggapi hasil studi paleoklimatologi dalam jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology edisi terbaru.

Studi itu menunjukkan hubungan erat antara sirkulasi iklim global dan dinamika musim hujan tropis. Intensitas monsun Indo-Australia meningkat, membuat Australia utara lebih basah.

Hal ini mempercepat pencairan es di Atlantik. Akibatnya, musim hujan di belahan Bumi utara melemah. Sebagian kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan lebih kering.

“Fluktuasi iklim berskala global ini perlu diantisipasi secara serius, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” kata Bayu, dikutip dari laman UGM, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Namun, Bayu menyebutkan lemahnya kualitas dan konsistensi data cuaca di Indonesia. Hal ini menyulitkan prediksi yang presisi.

“Sulitnya memprediksi cuaca secara presisi menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan strategis, terutama di sektor-sektor vital seperti pertanian dan pengelolaan sumber daya air,” ujarnya.

Bayu mendorong pembangunan embung dan pemanfaatan air tanah (water harvesting) untuk mengatasi kekeringan. Ia juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini berbasis dampak. Petani bisa memperkirakan waktu tanam lebih tepat.

Ia menyarankan penelitian bibit tahan kering dan revitalisasi irigasi. Semua ini, katanya, membutuhkan sinergi antara riset, kebijakan, dan inovasi.

Bayu juga menekankan perlunya kerja sama internasional antarilmuwan, pemerintah, dan masyarakat. Termasuk berbagi data cuaca, membangun model prediksi bersama, dan inovasi teknologi adaptasi dan mitigasi.

Ia mengingatkan pentingnya peran masyarakat. Edukasi iklim dan gaya hidup berkelanjutan bisa dimulai dari hal sederhana: berjalan kaki, hemat air, menanam pohon, dan menjaga tanah serta air.

“Perubahan besar dimulai dari kesadaran dan tindakan sederhana di tingkat komunitas,” ujarnya.

Bayu juga menekankan peran generasi muda sebagai agen perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Ancaman iklim nyata. Respons cepat dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Masa depan pertanian dan pangan bergantung pada adaptasi kolektif dan kesadaran bersama.[]

Kunjungi Petani Jamur, Yudhi Setia Kurniawan: Ini Harus Dikembangkan secara Modern

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, Yudhi Setia Kurniawan, meninjau langsung kegiatan petani jamur di Kabupaten Cianjur.

Ia datang bersama jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Cianjur.

Yudhi melihat langsung proses budidaya jamur di lapangan. Ia menilai sektor ini punya prospek besar.

“Ini potensial. Permintaan pasar sangat tinggi. Petani jamur harus didukung agar bisa berkembang,” ujar Yudhi saat berbincang dengan para petani di lokasi budidaya, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Menurutnya, budidaya jamur perlu dikembangkan secara modern agar hasilnya lebih maksimal dan berdaya saing.

Ia menyebutkan perlunya pendampingan teknologi dan akses pasar yang lebih luas.

“Harus dikembangkan secara modern. Petani jamur punya peluang besar untuk sejahtera kalau ini dikelola dengan baik,” tegasnya.

Yudhi juga menyampaikan pihaknya mendorong kerjasama konkret antara Indonesia dan Cina dalam bidang pemberdayaan petani jamur.

Ia menilai kolaborasi ini bisa dimulai dari Kabupaten Cianjur sebagai daerah percontohan.

“Ada peluang kerja sama Indonesia dan Cina untuk pemberdayaan petani jamur. Ini harus dimanfaatkan. Cianjur bisa menjadi pusatnya,” kata Yudhi.

Ia menegaskan komitmen Tani Merdeka Jawa Barat untuk terus mendampingi petani dan mendorong model pertanian berbasis inovasi dan teknologi.[]

Don Muzakir Desak Usut Tuntas Kasus Beras Tak Sesuai Mutu: Petani Jangan Dirugikan Lagi

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan beras tak sesuai mutu yang diklaim di kemasan atau yang dikenal sebagai beras oplosan.

Ia menilai tindakan ini merugikan para petani dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap distribusi pangan nasional.

“Harus diusut tuntas. Jangan biarkan praktik-praktik manipulatif seperti ini terus berlangsung. Kita ingin pertanian kita maju, bukan malah dirugikan oleh mafia yang bermain di rantai distribusi,” tegas Don Muzakir.

Menurutnya, praktik pengoplosan dan pemasaran beras yang tidak sesuai standar mutu sangat merusak tatanan pasar, serta mencederai semangat petani dalam meningkatkan produksi. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara tegas.

“Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memberantas mafia beras. Ini langkah konkret untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.

Don Muzakir juga menyampaikan praktek kecurangan dalam distribusi pangan harus diberantas dari hulu ke hilir.

Ia mengingatkan agar pemerintah dan aparat terkait tak hanya berhenti pada penindakan semata, tetapi juga memperbaiki sistem pengawasan.

“Kami mendorong reformasi menyeluruh dalam pengawasan mutu beras dan sistem distribusinya. Jangan ada lagi permainan kualitas yang menyesatkan masyarakat. Petani harus dilindungi, bukan dikorbankan,” katanya.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kedaulatan dan ketahanan pangan, serta mendampingi petani agar tidak menjadi korban dari praktik curang oknum tak bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin ada satu petani pun yang kecewa karena hasil kerja kerasnya dihancurkan oleh ulah mafia,” pungkas Don Muzakir.[]

Jelang Pelantikan, DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Silaturahmi ke Kapolres

0

TANIMERDEKA – Menjelang pelantikan, pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah bersilaturahmi dengan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. Pertemuan ini berlangsung di Mapolres Aceh Tengah, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam pertemua itu Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra menyerahkan undangan pelantikan kepada Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq.

Eka Saputra mengatakan, Tani Merdeka Indonesia membangun komunikasi dengan semua unsur pemerintahan agar sinergisitas tarbangun dengan baik.

Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal.

Menurutnya, DPD Tani Merdeka Aceh Tengah siap mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan pertanian kopi.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan. Dalam kesempatan ini, kami juga berdiskusi banyak hal tentang masa depan pertanian Aceh Tengah. Kami ingin memastikan bahwa program Tani Merdeka sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian seperti kopi,” ujar Eka Saputra.

Ia menegaskan Aceh Tengah punya potensi besar pada komoditas kopi arabika.

“Kopi Gayo adalah identitas kita. Tapi di balik itu ada petani yang harus diperkuat secara kelembagaan, pengetahuan, dan akses pasar. Tani Merdeka hadir untuk menjembatani kebutuhan itu, termasuk lewat pelatihan, advokasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mendukung langkah DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah dan mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

“Saya menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Ini langkah positif jika benar-benar fokus pada pemberdayaan petani. Apalagi sektor kopi Gayo memiliki nilai strategis, tidak hanya secara ekonomi, tapi juga identitas daerah,” ujar Kapolres.

Ia berharap Tani Merdeka hadir secara nyata dan menjadi mitra aktif menyuarakan serta menyelesaikan persoalan petani.

“Harapan saya, Tani Merdeka mampu menjadi jembatan solusi, bukan sekadar simbolik. Masih banyak tantangan yang dihadapi petani kita. Di sinilah pentingnya peran organisasi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegas Taufiq.

Selain itu, pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah akan berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025.

Acara ini dijadwalkan dihadiri pejabat daerah, Forkopimda, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh Cut Muhammad, organisasi masyarakat, kelompok petani, serta tokoh masyarakat dan pemuda.[]