Beranda blog Halaman 66

Sudaryono: Mahasiswa Harus Berani Masuk Hilirisasi dan Ekspor Pertanian

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta mahasiswa pertanian berani mengambil peluang besar dalam hilirisasi dan ekspor produk pangan.

Menurutnya, generasi muda punya peran penting membawa pertanian Indonesia menembus pasar global.

“Pertanian dan industri bukan pilihan yang saling meniadakan. Kalau pertanian maju, industrinya ikut maju. Dua sektor ini justru saling menopang,” kata Sudaryono usai membuka Musyawarah Kerja Nasional Popmasepi di Kementerian Pertanian, pada Rabu 10 September 2025.

Ia menegaskan Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada sejumlah komoditas utama. Sawit, kopi, kakao, beras, jagung, dan gula disebutnya sebagai kekuatan besar yang bisa diolah agar bernilai tambah lebih tinggi.

“Kita eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Kita punya kakao terbaik, kopi terbaik. Kita harus swasembada beras, jagung, gula. Kalau itu bisa tercapai, cita-cita jadi lumbung pangan dunia bukan mustahil,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menilai kerja sama dagang melalui Indonesia-European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka jalan besar bagi generasi muda. Produk pertanian olahan dari Indonesia bisa masuk ke pasar Eropa tanpa dikenai tarif.

“Artinya harga produk kita lebih kompetitif dibanding Vietnam atau Thailand. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak anak muda sudah aktif terjun ke bisnis ekspor, mulai dari sapi hingga gula aren. Mereka memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jejaring.

“Dulu mau telepon luar negeri saja sulit dan mahal. Sekarang cukup pakai internet. Tidak ada alasan untuk tidak terhubung dengan pasar global,” kata Sudaryono.

Menurut dia, mahasiswa agribisnis tidak boleh hanya berhenti pada budidaya. Mereka harus masuk ke rantai nilai pertanian, termasuk pengolahan dan pemasaran.

“Mahasiswa agribisnis jangan rendah diri. Kalian harus percaya diri, karena masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda,” tegasnya.[]

Don Muzakir: Distribusi Pupuk Subsidi Harus Tepat Sasaran dan Terbuka

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung penuh terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sistem subsidi pupuk dan memastikan distribusi yang transparan dan tepat sasaran.

Menurutnya, langkah PT Pupuk Indonesia dalam membuka pendaftaran calon pelaku usaha distribusi (PUD) secara terbuka merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga integritas penyaluran pupuk bersubsidi.

“Petani Indonesia membutuhkan jaminan bahwa pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan mereka, bukan terhambat oleh rantai distribusi yang tidak efisien. Kami mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia yang membuka ruang partisipasi secara terbuka dan berbasis sistem digital,” ujar Don Muzakir di Jakarta, pada Rabu 10 September 2025.

Ia menambahkan, transparansi dalam proses pendaftaran dan penyaluran pupuk bersubsidi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kami di Tani Merdeka percaya bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan komunitas petani akan mempercepat transformasi sektor pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkeadilan,” katanya.

Program subsidi pupuk selama ini menjadi tulang punggung produktivitas petani kecil. Namun, tantangan distribusi dan pengawasan masih menjadi sorotan publik.

Dengan sistem digital seperti yang diterapkan melalui aplikasi dimas.pupuk-indonesia.com, Don Muzakir berharap tidak ada lagi celah penyimpangan dalam penyaluran.

“Kami mendukung penuh kebijakan yang berpihak pada petani. Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen terhadap swasembada pangan. Kini saatnya semua pihak bekerja bersama agar pupuk subsidi benar-benar menjadi alat pemerataan dan peningkatan kesejahteraan petani,” pungkasnya.[]

Wamentan Sudaryono: Pertanian dan Industri Harus Tumbuh Bersama

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan sektor pertanian dan industri harus berjalan beriringan. Ia menolak anggapan bahwa kemajuan pertanian akan membuat industri tertinggal.

“Banyak yang bilang kalau pertanian maju berarti industrinya tertinggal. Itu salah. Kalau pertanian maju, industrinya juga ikut maju,” kata Sudaryono usai membuka Seminar Nasional Mahasiswa Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, pada Rabu 10 September 2025.

Pria yang akrab disapa Mas Dar menyebutkan pertanian Indonesia memiliki keunggulan komparatif, terutama pada komoditas pangan. Keunggulan ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keragaman hasil pertanian. Namun, ia menekankan industri menjadi penting untuk memberi nilai tambah.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci agar pertanian tidak berhenti di produksi bahan mentah. “Kita harus menjadi lumbung pangan dunia. Di sisi lain, industri pengolahan berbasis agro, mineral, dan migas juga perlu hilirisasi untuk memperkuat daya saing,” ujarnya.

Mas Dar menilai daya saing Indonesia akan meningkat bila pertanian dan industri bisa saling menopang. Pertanian menyediakan bahan baku, sementara industri mengolah dan membuka akses pasar yang lebih luas. Kombinasi keduanya, kata Sudaryono, bisa memperkuat ekonomi nasional.

Sudaryono juga memberi perhatian pada peran generasi muda. Ia menyebutkan mahasiswa pertanian harus mampu melihat peluang dari hilirisasi pangan. Tantangan pertanian modern membutuhkan tenaga muda yang melek teknologi sekaligus berani masuk ke rantai industri.

Ia mencontohkan peluang yang lahir dari kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan itu membuka pintu bagi produk pangan olahan Indonesia masuk pasar Eropa tanpa dikenai tarif.

“Artinya kita bisa mengekspor berbagai produk ke Uni Eropa tanpa bea masuk. Harga produk Indonesia akan lebih kompetitif dibandingkan negara lain seperti Vietnam atau Thailand. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” kata Sudaryono.

Sudaryono menekankan pentingnya menata ulang strategi ekspor. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak hanya mengandalkan produk mentah. Sebaliknya, produk hilir seperti kopi olahan, cokelat, dan minyak nabati harus diperkuat agar memiliki posisi tawar yang lebih tinggi di pasar global.

Sudaryono juga menyinggung soal ketahanan pangan. Ia mengatakan ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan beras atau jagung, tetapi juga bagaimana produk pertanian bisa dikelola dengan baik melalui industri pengolahan.

“Kalau pertanian dan industri saling mendukung, maka bukan hanya pangan kita cukup, tetapi juga ekonomi nasional ikut terangkat,” ujarnya.[]

Tani Merdeka Banten Dorong Program Hilirisasi, Siapkan Produksi Pupuk Organik

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Banten mendorong program hilirisasi pertanian di wilayahnya. Dalam rapat bersama delapan DPD kabupaten/kota, pengurus DPW membicarakan dua program hilirisasi yang kini menunggu persetujuan Kementerian Pertanian serta rencana produksi pupuk cair organik melalui koperasi.

Ketua DPW Tani Merdeka Banten, Yuki Purnama, mengatakan hilirisasi menjadi kunci agar petani tidak hanya menjual bahan mentah.

Banten, menurutnya, memiliki potensi besar pada komoditas pala dan kopi yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Banten punya potensi besar pada pala dan kopi dan komoditas lain harus dikembangkan agar petani bisa mandiri dan sejahtera,” ujar Yuki, pada Rabu 10 Septermber 2025.

Ia menambahkan, usulan dua program hilirisasi sudah disampaikan ke Kementerian Pertanian. Program itu diharapkan segera disetujui agar bisa dijalankan bersama petani di tingkat kabupaten dan kota. Yuki menilai, jika program ini berjalan, nilai tambah dari pala bisa lebih banyak dinikmati petani.

Selain hilirisasi, rapat juga membahas rencana kerja Koperasi Tani Sejahtera Mandiri Banten. Koperasi ini yang menjadi wadah produksi pupuk cair organik yang ditargetkan mampu menekan biaya produksi petani. Pupuk cair organik dianggap penting karena bisa menjadi alternatif di tengah keterbatasan pupuk kimia bersubsidi.

Yuki menegaskan, Tani Merdeka Indonesia Provnsi Banten tidak ingin program hilirisasi hanya berhenti di wacana. “Kami ingin program ini benar-benar berjalan. Petani di Banten tidak boleh lagi berada di posisi lemah. Harus ada keberanian untuk mengolah, menjual, dan menentukan harga. Itu tujuan kami mendorong hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Banten, Yusuf Wibisono, menilai langkah koperasi ini sangat tepat. Menurutnya, kemandirian petani tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada akses sarana produksi yang terjangkau.

“Produksi pupuk cair organik melalui koperasi adalah langkah nyata. Petani bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan punya akses yang lebih mudah terhadap pupuk berkualitas,” kata Yusuf.

Ia menekankan, kemandirian pupuk organik juga menjadi jalan untuk menjaga kesuburan lahan dalam jangka panjang. Yusuf menambahkan, DPW Tani Merdeka Banten perlu memastikan produksi pupuk organik ini tidak hanya berjalan, tetapi juga bisa dipasarkan dengan baik.

Rapat yang digelar dihadiri Ketua DPW Yuki Purnama, Sekretaris Jenderal DPW Iim Ibrahim, Pembina Yusuf Wibisono, pengurus DPW, serta delapan ketua DPD kabupaten/kota. Pertemuan berlangsung dengan pembahasan teknis mengenai pola kerja sama antara koperasi, petani, dan pemerintah daerah.

Banten selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan sejarah panjang pada komoditas perkebunan. Banyak potensi menjadi perhatian karena memiliki nilai ekspor yang tinggi. Namun, sebagian besar petani masih menjual hasil dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, Tani Merdeka Indonesia berharap ada industri kecil yang bisa mengolah hasil bumi yang dimilik oleh Provinsi Banten.[]

Ingin Jadi Mitra Distribusi Pupuk Subsidi 2026, Ini Syaratnya

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia bersama Danantara Indonesia membuka pendaftaran bagi pelaku usaha yang ingin menjadi Calon Pelaku Usaha Distribusi pupuk subsidi tahun 2026. Pendaftaran berlangsung 8 sampai 20 September 2025 melalui laman resmi https://dimas.pupuk-indonesia.com.

Program ini menjadi penting untuk menjaga kelancaran distribusi pupuk subsidi. PT Pupuk Indonesia mengajak para pelaku usaha bergabung sebagai mitra distribusi. Tujuannya agar ketersediaan pupuk subsidi bagi petani tetap terjamin dan sesuai ketentuan pemerintah.

Setiap calon mitra wajib menyiapkan dokumen legalitas perusahaan, bukti kepemilikan gudang minimal berkapasitas 20 ton, serta sarana angkut yang memadai. Selain itu, diperlukan juga surat pernyataan kesanggupan menjalankan pengadaan dan penyaluran pupuk sesuai aturan pemerintah dan kebijakan perusahaan.

Penyaluran pupuk subsidi tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap mitra wajib mematuhi aturan yang ada. Komitmen ini bukan hanya soal bisnis, tetapi untuk mendukung petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Pupuk Indonesia berharap mekanisme distribusi tahun depan berjalan lebih tertib, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan petani di berbagai daerah.

Banjir Rendam Sawah di Suoh, Petani Lampung Barat Minta Bantuan Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Suoh, Lampung Barat, selama lebih dari empat jam pada Senin, 8 September 2025 membuat ratusan hektar lahan persawahan di Pekon Sukamarga dan Pekon Tuguratu terendam banjir. Air yang meluap dari sungai dan saluran irigasi berpotensi memicu gagal panen jika hujan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Banjir ini terjadi akibat pendangkalan sungai dan siring (saluran irigasi) di sekitar wilayah persawahan. Air tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga meluap ke areal pertanian. Kondisi ini membuat petani resah karena padi yang baru berusia satu hingga dua bulan mulai terendam.

Sekretaris Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia Suoh, Andia Rohman Sawiri, menyampaikan keresahan petani sekaligus meminta pemerintah segera memberikan bantuan.

Menurutnya, masalah banjir yang berulang kali terjadi bisa diatasi jika ada pengerukan sungai dan saluran irigasi secara menyeluruh.

“Saya memohon bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo dan Wakil Menteri Pertanian. Kami butuh alat berat berupa ekskavator untuk melakukan pengerukan sungai dan siring,” ujar Andia di Lampung Barat, pada Selasa 9 September 2025.

Ia menambahkan, tanpa penanganan serius, sawah di dua pekon tersebut terancam gagal panen. “Harapan kami, masalah ini segera ditangani agar petani bisa kembali fokus bekerja dan mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Banjir yang menggenangi sawah di Suoh bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut setiap musim hujan deras, genangan air kerap merendam lahan pertanian. Para petani biasanya berusaha membuat saluran tambahan secara swadaya, namun langkah itu tidak cukup karena sedimentasi di sungai semakin parah.

Menurut Andia, jika pengerukan dilakukan secara menyeluruh, petani di Suoh akan lebih tenang menghadapi musim tanam. “Dengan adanya pengerukan, banjir bisa dicegah, hasil panen petani meningkat, dan ekonomi masyarakat lebih terjaga,” ucapnya.[]

Pupuk Indonesia Buka Pendaftaran Distributor 2026, Ini Cara dan Syaratnya

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi (PUD) pupuk bersubsidi. Pendaftaran berlangsung mulai 8 sampai 20 September 2025 di seluruh Indonesia.

Senior Vice President (SVP) Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia, Deni Dwiguna Sulaeman, mengatakan pendaftaran ini dijalankan sesuai mekanisme baru penyaluran pupuk bersubsidi. Mekanisme tersebut diatur dalam Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025 sebagai aturan pelaksana.

“Pupuk Indonesia merupakan operator atas regulasi yang telah ditetapkan. Bertanggung jawab penuh penyaluran pupuk bersubsidi hingga Penerima Pupuk di Titik Serah (PPTS). Dalam regulasi yang baru pelaku usaha distribusi menjadi bagian dari Pupuk Indonesia,” kata Deni di Jakarta, pada Selasa 9 September 2025.

Pendaftaran terbuka untuk umum. Calon PUD wajib mengajukan surat permohonan, memiliki akta legalitas perusahaan, dan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 46652 (Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia). Calon distributor juga harus memiliki kantor aktif, pengurus, serta gudang berkapasitas minimal 20 ton dengan Tanda Daftar Gudang (TDG).

Selain itu, calon PUD wajib menguasai sarana angkut, membuat pernyataan sanggup melaksanakan pengadaan dan penyaluran sesuai aturan, memiliki NPWP, serta Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP).

Calon juga diminta menyerahkan rekening koran tiga bulan terakhir, laporan keuangan, surat keterangan tidak bermasalah dengan lembaga keuangan, dan permodalan sesuai ketentuan.

“Persyaratan tersebut ditetapkan dengan tujuan agar Pupuk Indonesia dapat menjaring calon PUD dengan memiliki kapabilitas yang baik dalam menjalankan tugas penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan Perpres dan Permentan terbaru,” ujar Deni.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Distributor Management System (DIMAS) di laman dimas.pupuk-indonesia.com.

Menurut Deni, aplikasi DIMAS sudah digunakan sejak 2021. Sistem ini berbasis efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Aplikasi membantu mempercepat pendaftaran, penilaian, pemilihan distributor, serta integrasi data.

“Pendaftar yang terpilih menjadi PUD nantinya akan ditunjuk dan dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) gus menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan wilayah kerja yang ditentukan sepanjang periode penyaluran tahun 2026,” pungkas Deni.[]

Subsidi Pupuk Kini Lebih Mudah Diakses Petani

0

TANIMERDEKA – Subsidi pupuk kini benar-benar hadir untuk mendukung para petani. Proses penebusannya semakin mudah tanpa birokrasi berbelit. Petani cukup membawa KTP atau Kartu Tani, lalu bisa langsung menebus pupuk bersubsidi di kios resmi yang telah ditunjuk pemerintah.

Kemudahan ini membuat penyaluran pupuk menjadi lebih cepat, praktis, dan transparan. Dengan sistem baru ini, pupuk bersubsidi dipastikan sampai langsung ke tangan petani yang berhak. Tidak ada lagi keraguan soal kejelasan, karena seluruh proses dilakukan secara terbuka.

Hadirnya subsidi pupuk bukan hanya sekadar bantuan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan akses yang lebih mudah, petani bisa fokus bekerja di sawah, meningkatkan hasil panen, dan menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.[]

Ini Fungsi dan Manfaat Alat Pertanian Modern

0

TANIMERDKA – Peralatan modern membuat pertanian lebih cepat, mudah, dan efisien. Proses kerja jadi singkat, hasil lebih maksimal.

Namun sebagian besar petani di Indonesia masih belum memanfaatkan teknologi ini. Di negara maju seperti Jepang, hampir seluruh proses pertanian sudah memakai mesin, mulai dari memilih bibit, menanam, merawat, hingga memanen.

Jenis Alat Pertanian Modern

Alat pertanian modern umumnya dipakai pada tiga tahap: sebelum tanam, saat tanam, dan panen. Traktor menjadi penggerak utama yang menggantikan tenaga hewan. Ada traktor tangan, roda tunggal, mini, hingga traktor besar. Semuanya berfungsi untuk mengolah tanah sesuai kebutuhan lahan.

Selain itu, ada alat pengolah tanah seperti rotavator, kultivator, bajak singkal, garu, dan bajak subsoil. Fungsinya membuat tanah lebih gembur, membersihkan gulma, dan menyiapkan lahan agar mudah ditanami.

Pada tahap penanaman, mesin penanam padi, jagung, dan kentang membantu petani bekerja lebih cepat dengan tenaga lebih ringan. Setelah itu, alat semprot, penebar pupuk, dan mesin irigasi dipakai untuk merawat tanaman hingga siap panen.

Tahap akhir adalah pemanenan. Mesin pemanen padi, gandum, kentang, kapas, hingga tebu mempercepat pengumpulan hasil dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Manfaat Alat Pertanian Modern

Mesin modern membuat pekerjaan lebih cepat dan beban petani lebih ringan. Petani bisa mengolah lahan lebih luas dengan waktu singkat.

Produktivitas meningkat, perekonomian petani ikut terangkat. Swasembada pangan lebih mudah dicapai karena hasil panen lebih melimpah.

Alat modern juga membantu pemeliharaan lahan. Tanah tetap subur, risiko degradasi bisa ditekan, dan aktivitas pertanian berjalan lebih berkelanjutan.

Dengan pemanfaatan teknologi, pertanian Indonesia berpeluang maju dan mampu bersaing dengan negara lain.[]

Fofo | Tani Merdeka Gelar Aksi Damai Dukung Program Presiden Prabowo

0

Sejumlah massa petani, nelayan, buruh tani, hingga pengusaha yang tergabung dalam Tani Merdeka Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Selatan, Kamis 28 Agustus 2025.

Dalam aksi ini, mereka menyuarakan dukungan penuh terhadap berbagai program Presiden Prabowo Subianto, mulai dari swasembada pangan, pengembangan food estate, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga pembangunan lumbung pangan di setiap kabupaten.

Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mendukung kebijakan Presiden, tetapi juga menganut ajaran dan gagasan yang disebut Prabowoisme.

“Kami Tani Merdeka Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa kami adalah organisasi yang menganut, menyebarluaskan, dan mengajarkan ide dan gagasan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh petani dan rakyat. Ajaran tersebut kami sebut dengan nama Prabowoisme,” kata Don Muzakir.[]