Beranda blog Halaman 63

Konvoi Tani Merdeka Indonesia di Nabire, Suara Petani Terima Kasih Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Nabire siang itu berubah riuh. Ratusan kendaraan beriringan melewati jalan utama kota. Bendera merah putih berkibar berdampingan dengan bendera Tani Merdeka Indonesia. Dari mobil bak terbuka, suara orasi menggelegar melalui pengeras suara, menyapa warga yang berdiri di pinggir jalan.

Rabu 17 September 2025, DPW Tani Merdeka Papua Tengah bersama delapan DPD menggelar orasi keliling. Titik awal dimulai dari Kantor Sekretariat Kali Bobo, lalu bergerak menuju kawasan SP dan sekitarnya. Sepanjang rute, massa mengibarkan spanduk besar bertuliskan, “Terima Kasih Presiden Prabowo Subianto.”

Spanduk itu dibentangkan di depan mobil massa. Slogan di spanduk itu mengundang perhatian orang yang melintas. Beberapa pengendara motor sempat melambatkan laju kendaraannya hanya untuk melihat iring-iringan yang penuh semangat itu.

Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah, Aser Yogi, memimpin langsung jalannya aksi konvoi itu. Dari atas mobil komando, ia berdiri tegak sambil menggenggam mikrofon. Suaranya terdengar tegas, menembus deru mesin dan teriakan massa.

“Ini adalah bukti bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir dan siap mendukung program pemerintah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakkir, yang telah mempercayakan kami memimpin di Papua Tengah,” ujar Aser Yogi.

Ia menekankan bahwa petani Papua Tengah siap mendukung penuh program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Aser, kebijakan itu bukan sekadar agenda politik, tetapi kebutuhan nyata di Tanah Papua.

Konvoi itu tak hanya sekadar pawai. Setiap hentian singkat dimanfaatkan untuk menyuarakan pesan. Orator bergantian berbicara, menyerukan agar hak-hak petani dan masyarakat adat mendapat perlindungan.

Sorak-sorai peserta konvoi menegaskan suara petani tidak bisa diabaikan.

Selain orasi, massa juga menyampaikan sikap tertulis. Isi pernyataan dibacakan keras-keras di hadapan peserta yang mengangkat bendera setinggi mungkin.

Mereka menegaskan hak-hak petani dan rakyat adat Papua Tengah atas tanah dan sumber daya alam. Mereka menuntut perlindungan tanpa diskriminasi dan eksploitasi.

Mereka juga mendesak pemerintah pusat dan provinsi meningkatkan akses terhadap fasilitas pertanian, pendidikan, dan kesehatan bagi rakyat tani.

Mereka juga mengajak seluruh masyarakat bersatu mendukung kedaulatan pangan dan menjaga lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Aksi salah satu konsolidasi Tani Merdeka Indonesia di Papua Tengah. Bulan lalu, DPW Papua Tengah ikut diundang pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta. Kehadiran itu dianggap sebagai pijakan penting untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat kampung.

Suasana konvoi juga memperlihatkan wajah Nabire yang beragam. Beberapa pedagang kaki lima ikut menyaksikan sambil merekam dengan telepon genggam mereka. Aksi konvoi ini berjalan tertib mengikuti rute yang sudah ditentukan.[]

Menjaga Penyu, Menjaga Harapan Nelayan Blitar Selatan

0

TANIMEREKA – Upaya menjaga penyu di pesisir Blitar Selatan terus dilakukan masyarakat. Dari Pantai Serang hingga Pasirputih, kelompok warga bersama relawan merawat penangkaran penyu agar tetap lestari.

Konservasi ini bukan hanya soal melindungi satwa, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup nelayan. Penyu yang tetap ada akan menjaga keseimbangan ekosistem laut. Rantai makanan terjaga, ikan pun lebih banyak. Bagi nelayan, kondisi itu berarti hasil tangkapan bisa lebih baik.

Kalau laut sehat, nelayan ikut merasakan manfaatnya,” kata Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar, Enik Nurhayati saat menjadi pemeteri, pada Kamis 18 September 2025.

Ia menegaskan, menjaga penyu sama artinya menjaga masa depan masyarakat pesisir.

Setiap tahun, ratusan tukik dilepas ke laut. Kegiatan ini bukan sekadar simbol, tetapi cara untuk mengajak masyarakat ikut peduli. Anak-anak sekolah hingga kelompok nelayan ikut terlibat, sehingga tumbuh kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan laut.

Kesadaran itu makin terasa ketika masalah sampah plastik kerap mengancam. “Kita ingin masyarakat paham, sampah jangan dibuang ke laut. Kalau laut rusak, yang rugi juga manusia,” ujar Enik.

Saat ini, sedikitnya ada 12 lokasi lain di pesisir Blitar Selatan yang masih bisa diselamatkan telur penyu. Beberapa di antaranya berada di Pantai Pehpulau, Serit, Pudak, dan kawasan kecil lain yang masih terjaga. Lokasi-lokasi tersebut berpotensi menjadi titik penangkaran baru jika dikelola dengan baik.

Kegiatan konservasi kini juga menarik perhatian dari luar negeri. Mahasiswa asal Inggris dan Swedia pernah tinggal bersama warga untuk meneliti proses konservasi penyu. Kehadiran mereka memberi warna baru, sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan ini punya daya tarik wisata edukasi.

Tani Merdeka Indonesia ikut aktif dalam sosialisasi. Lewat pertemuan desa dan kerja sama dengan kelompok nelayan, organisasi ini mendorong kesadaran bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga.

kita berharap gerakan ini bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan. Dengan penyu tetap hidup di laut, nelayan bisa tetap menggantungkan harapan pada hasil tangkapan mereka,” pungkas Enik.[]

Bahas Program dan Penguatan Organisasi, Tani Merdeka Lampung Selatan Gelar Rakerda

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kantor DPD Tani Merdeka, di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, pada Kamis 18 September 2025.

Seluruh pengurus kabupaten hadir. Para ketua koordinator kecamatan juga datang untuk menyampaikan laporan dan masukan. Rakerda ini menjadi tindak lanjut perintah Rapimnas Tani Merdeka Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu.

Rapat membahas jalannya organisasi dan program yang akan dijalankan. Salah satu pokok bahasan adalah peran Tani Merdeka dalam mendukung ketahanan pangan di Lampung Selatan.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Selatan, Firdaus Setiawan, menegaskan Rakerda ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah.

“Kami ingin setiap pengurus di tingkat kecamatan bisa bergerak seragam. Aspirasi petani harus sampai ke kabupaten agar bisa kita perjuangkan bersama,” kata Firdaus.

Ia juga ikut prihatin persoalan klasik yang selalu muncul di lapangan, seperti ketersediaan pupuk, harga hasil panen yang tidak stabil, dan minimnya akses petani pada teknologi modern.

Petani di Lampung Selatan butuh dukungan nyata. Masalah pupuk dan harga gabah masih jadi keluhan utama. Rakerda ini kami gunakan untuk mencari jalan keluarnya,” ujar Firdaus.

Firdaus menekankan Tani Merdeka harus mampu hadir sebagai wadah yang memberi manfaat langsung.

“Kami tidak mau organisasi ini berhenti hanya di rapat. Semua keputusan di sini harus ditindaklanjuti di desa dan kecamatan. Itu yang jadi ukuran keberhasilan,” ucapnya.

Para koordinator kecamatan juga menambahkan masukan soal pentingnya pelatihan petani muda, penguatan kelompok tani, serta peluang hilirisasi hasil pertanian agar petani tidak hanya menjual dalam bentuk bahan mentah.[]

Kerja Sama dengan DLH, Tani Merdeka Kota Pekalongan Ubah Sampah Jadi Bernilai

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan terus mendorong pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos. Program ini dijalankan bukan hanya untuk mengurangi sampah, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pupuk organik petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyebutkan program ini sudah berjalan meski masih dalam skala kecil. Ia menegaskan rencana penguatan kapasitas menjadi penting bagi kemandirian petani.

“Kami ingin produksi kompos tidak hanya kecil-kecilan, tetapi bisa lebih besar dengan mesin berkapasitas tinggi. Permintaan pupuk organik dari petani semakin banyak, ini peluang yang harus kita tangkap,” kata Mungki saat kunjungan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, pada Kamis 17 September 2025.

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar soal peningkatan produksi. Lebih dari itu, pengolahan sampah menjadi kompos dapat mengurangi beban lingkungan dan membangun ekosistem pertanian yang ramah lingkungan.

“Petani tidak boleh lagi bergantung penuh pada pupuk kimia. Dari sampah rumah tangga, kita bisa hasilkan pupuk organik yang sehat dan berkelanjutan. Kita ingin memanfaatkan sampah ini supaya berharga, bukan jadi masalah,” ujar Mungki.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup, mereka diterima langsung oleh Kadis Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso.

Sri Budi Santoso menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menilai upaya Tani Merdeka Indonesia sebagai terobosan untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Langkah Tani Merdeka Indonesia sejalan dengan visi kami di DLH. Kami butuh model pengelolaan sampah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rumah kompos bisa jadi contoh nyata bagaimana sampah tidak hanya jadi masalah, tetapi bisa jadi berkah,” kata Sri Budi Santoso.

Budi menegaskan pihaknya akan mendukung program percontohan rumah pembuatan kompos. DLH berencana menjadikan kerja sama ini sebagai model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

Kunjungan ini dihadiri pengurus DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan bersama sejumlah pejabat DLH. Mereka membahas rencana pembangunan rumah kompos, penyediaan mesin berkapasitas besar, serta peluang menjadikan Pekalongan sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.[]

Don Muzakir: Paket Ekonomi 2025 Harapan Baru untuk Petani

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai paket ekonomi 2025 menjadi sinyal jelas bahwa pemerintah kini berpihak pada petani kecil dan pelaku usaha mikro.

Satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah rencana perpanjangan insentif PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029.

Ini adalah kebijakan yang progresif dan kami harap dapat didukung dengan implementasi yang tepat sasaran,” kata Don Muzakir, Rabu 17 September 2025.

Tani Merdeka Indonesia ini Organisasi yang disetujui Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Gerakan Tani Merdeka Indonesia fokus pada praktik pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Arah ini dimaksudkan agar petani tak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem.

Muzakir menilai kebijakan pemerintah kali ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyoroti bantuan pangan untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat serta program replanting perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare yang diproyeksikan menyerap 1,6 juta tenaga kerja.

“Langkah ini tidak hanya membantu petani secara ekonomi, tetapi juga menjamin stabilitas pasokan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga memberi perhatian pada program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, penguatan koperasi akan memperbaiki kelembagaan ekonomi petani sekaligus mendorong kemandirian desa.

Tani Merdeka berharap seluruh rancangan program pemerintah bisa segera dijalankan. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan.

“Program-program ini selaras dengan perjuangan kami untuk menyejahterakan petani Indonesia. Kami siap mendukung pemerintah dalam memastikan implementasinya berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas Muzakir.

Lima program unggulan pemerintah itu sebelumnya diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut seluruh program merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 15 September 2025.

“Nah, kemudian juga tadi dibahas langsung dengan Bapak Presiden paket penyerapan tenaga kerja dari program unggulan Bapak Presiden,” kata Airlangga dalam konferensi pers.

Airlangga menjelaskan program itu akan menjadi motor penciptaan lapangan kerja di sektor strategis. Pemerintah menyiapkan penguatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 100 titik, revitalisasi tambak di Pantura seluas 20.000 hektare, serta modernisasi 1.000 kapal nelayan.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan replanting perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare dengan komoditas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala, itu ditargetkan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dalam dua tahun mendatang.[]

Kerja Sama Tani Merdeka dan Kodim 0702, Penyemprotan Jagung di Kemangkon Pakai Drone Maxxi

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purbalingga mulai memperkenalkan teknologi pertanian modern lewat uji coba penyemprotan jagung menggunakan drone. Uji coba dilakukan di lahan seluas sekitar 1 hektar di Kecamatan Kemangkon, pada Kamis 18 September 2025.

Lahan yang digunakan merupakan aset milik Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga. Pengelolaannya melibatkan DPD Tani Merdeka bersama Kompi Produksi Kodim 0702, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kemangkon.

PT Maxxi, perusahaan produsen alat mesin pertanian modern ini menyediakan bibit jagung serta peralatan drone.

Ketua DPD Tani Merdeka Purbalingga, Zulhasbi, mengatakan penggunaan drone merupakan langkah penting untuk mengurangi beban kerja petani dan operasionalnya lebih murah.

“Kami ingin petani di Kecamatan Kemangkon mengenal teknologi baru. Drone ini bisa mempercepat penyemprotan, lebih hemat tenaga, lebih murah operasionalnya dan hasilnya merata,” kata Zulhasbi.

Ia menambahkan, jika biasanya penyemprotan manual di lahan satu hektar membutuhkan Waktu lebih lama dengan tenaga beberapa orang, drone mampu menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ini efisiensi besar. Petani tidak perlu lagi menguras tenaga berjam-jam, apalagi di bawah terik matahari. Kami ingin teknologi ini hadir di sawah dan kebun jagung petani Purbalingga,” ujarnya.

Kabupaten Purbalingga memiliki potensi besar dalam produksi pangan, khususnya padi dan jagung. Kecamatan Kemangkon dikenal sebagai salah satu lumbung pangan daerah dengan luas sawah sekitar 5.000 hektar dan lahan jagung 2.000 hektar.

Potensi ini membuat Kemangkon strategis untuk program ketahanan pangan sekaligus pengembangan jagung sebagai komoditas andalan.

Kemangkon punya lahan luas dan subur. Kalau teknologi modern masuk, produksi jagung bisa naik dan petani akan lebih sejahtera,” ujar Zulhasbi.

Uji coba penyemprotan drone ini tidak hanya menghadirkan petani, tetapi juga dukungan berbagai pihak. Hadir perwakilan PT Maxxi, anggota Kodim 0702, unsur Forkopimda kecamatan, pengurus Tani Merdeka dari kabupaten, kecamatan, hingga desa. Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda setempat ikut menyaksikan langsung.

Menurut Zulhasbi, kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan semangat kolaborasi. TNI, pemerintah daerah, hingga pihak swasta berkomitmen mendorong mekanisasi pertanian. Dengan demikian, petani tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan produksi dan kebutuhan pasar.

Zulhasbi mengatakan penerapan teknologi diharapkan bisa berlangsung berkelanjutan, terutama di lahan jagung dan padi dengan skala luas.

Kalau hanya sekali dua kali, tentu belum terasa dampaknya. Kami ingin drone ini hadir terus di lapangan, sehingga petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” kata salah satu tokoh petani yang hadir.

Zulhasbi menegaskan Tani Merdeka Purbalingga siap menjadi jembatan antara petani dan pihak swasta penyedia teknologi. Ia percaya langkah kecil ini bisa menjadi pintu masuk transformasi pertanian di Purbalingga.

“Kami tidak mau petani tertinggal. Teknologi harus masuk ke desa-desa. Petani harus merasakan manfaat inovasi, bukan hanya mendengar ceritanya,” ujar Zulhasbi.[]

Silaturahmi ke Wakil DPRD, Tani Merdeka Tanggamus Dorong Hilirisasi Pertanian

0

TANIMEREKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus bersilaturahmi dengan Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, pada Rabu 17 September 2025. Pertemuan berlangsung di kediaman Rangga.

Pertemuan itu membahas komunikasi dan kolaborasi antara organisasi petani dengan legislatif daerah. Fokusnya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian lewat program hilirisasi komoditas.

Ketua DPD Tani Merdeka Tanggamus, Isralludin, menyampaikan aspirasi dan gagasan mengenai optimalisasi hasil pertanian lokal. Ia menilai hilirisasi langkah strategis agar petani tidak berhenti pada menjual hasil mentah.

“Kami dari Tani Merdeka Indonesia ingin agar petani di Tanggamus bisa lebih sejahtera. Dengan hilirisasi, hasil pertanian kita bisa diolah sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi petani,” ungkap Isralludin.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, menyambut baik silaturahmi ini. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung pemberdayaan petani.

“Kami di DPRD akan selalu terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Hilirisasi pertanian ini penting agar petani Tanggamus tidak hanya menjadi penyuplai bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah,” ujar Rangga Putra Hakim.[]

Tani Merdeka Riau Ajak Masyarakat Riau Jaga Kedamaian di Tengah Dinamika Politik

0
Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane
Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane

TANIMERDEKA – Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane, mengajak masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika politik dan tantangan ekonomi.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi cara menyampaikannya harus bijak.

“Perbedaan pendapat bagian dari demokrasi, tetapi cara kita menyuarakannya menentukan arah bangsa ini,” kata Nila D Pane, di Pekanbaru, pada Rabu 17 September 2025.

Nila meminta masyarakat menghindari aksi yang berpotensi merusak. Ia menilai, demonstrasi adalah hak konstitusional, namun harus dilakukan secara damai.

“Demonstrasi damai dan tertib sah menurut undang-undang. Kekerasan bukan solusi,” ujar pria yang akrab disapa Pane.

Menurut Pane, masyarakat Indonesia menginginkan situasi stabil dan sejuk. Karena itu, ia mendorong agar semua pihak menjaga keutuhan bangsa dan menghormati proses demokrasi.

“Kita jangan biarkan emosi sesaat merusak masa depan bersama. Bangun dialog yang konstruktif,” tutur Pane.

Ia menambahkan, persatuan menjadi kekuatan utama bangsa. “Kekuatan bangsa ini terletak pada persatuan dan kesadaran kolektif menjaga kedamaian. Mari rawat Indonesia dengan akal sehat, hati jernih, dan semangat gotong royong,” kata Pane.

Dalam pernyataannya, Nila juga menyinggung peran masyarakat Riau. Ia menekankan, daerah dengan kekayaan sumber daya alam seperti Riau harus menjadi contoh dalam menjaga keseimbangan politik dan sosial.

“Riau punya sejarah panjang dengan budaya gotong royong. Saya percaya masyarakat Riau bisa menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” ucapnya.[]

Kunjungi BPBD, DPW Tani Merdeka Bali Sampaikan Laporan Dampak Bencana

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.

Ketua DPW Tani Merdeka Bali, Zulfikar, menyampaikan laporan terkait wilayah yang belum tersentuh bantuan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa korban bencana butuh perhatian cepat dari pemerintah daerah maupun pusat.

Berdasarkan data sementara, ada 18 orang meninggal dunia dan 4 orang masih hilang. Banyak wilayah juga belum mendapat bantuan. Kami minta penanganan lebih cepat agar kebutuhan dasar masyarakat bisa segera terpenuhi,” kata Zulfikar yang juga anggota DPRD Provinsi Bali.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah, relawan, dan organisasi masyarakat sipil sangat penting dalam mempercepat pemulihan. Menurutnya, kolaborasi dapat memperkecil risiko keterlambatan distribusi bantuan.

“Kami berharap penanganan bencana bisa segera tuntas. Masyarakat terdampak harus mendapat bantuan yang layak. Ke depan, kami juga berharap Bali terhindar dari musibah serupa,” ujar Zulfikar.

Dalam kunjungan itu, DPW Tani Merdeka Bali menegaskan komitmennya untuk ikut serta membantu masyarakat terdampak, baik melalui jaringan petani maupun relawan. Mereka juga mendorong agar ada upaya mitigasi yang lebih kuat, mengingat Bali merupakan wilayah yang rawan bencana.[]

Foto | Rakerwil, Wawan Pramono Jadi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah

0

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Dalam momentum tersebut, Don Muzakir juga menunjuk Wawan Pramono sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Rakerwil ini adalah forum penting untuk menyatukan langkah petani Jawa Tengah. Dengan kepemimpinan saudara Wawan Pramono, saya percaya DPW Tani Merdeka Jawa Tengah akan semakin solid, bekerja nyata, dan hadir membawa manfaat bagi petani,” kata Don Muzakir dalam sambutannya.

Penunjukan Wawan Pramono disambut hangat oleh peserta Rakerwil. Ia dinilai memiliki pengalaman dan komitmen dalam menggerakkan jaringan petani di daerah serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Rakerwil ini dihadiri pengurus DPN, perwakilan DPW, DPD kabupaten/kota, serta tokoh petani Jawa Tengah. Forum ini juga membahas rencana kerja strategis, termasuk penguatan program pemberdayaan petani, akses permodalan, dan dukungan penuh terhadap agenda swasembada pangan nasional.[]