Beranda blog Halaman 62

Don Muzakir: Stop Impor Bahan Baku Rokok, Petani Harus Dilindungi

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi. Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan tarif cukai rokok tidak boleh mematikan industri legal dan mengorbankan pekerja.

Don Muzakir menilai pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen organisasinya dalam menjaga stabilitas sektor pertanian dan industri nasional. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil bagi petani dan pelaku usaha.

“Kami sangat mendukung langkah strategis yang diambil oleh Menteri Keuangan. Kebijakan cukai haruslah proporsional dan tidak memberatkan para pelaku usaha serta petani yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar Don Muzakir, pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir juga mendesak pemerintah menghentikan impor bahan baku rokok. Menurutnya, impor berlebihan telah menekan harga dan mengurangi serapan hasil panen petani lokal.

“Stop impor bahan baku rokok sekarang juga. Dengan demikian, petani tembakau dan cengkeh Indonesia dapat menikmati peningkatan kesejahteraan dan pasar yang stabil,” katanya.

Terkait maraknya peredaran rokok ilegal yang merusak ekosistem industri legal, Don Muzakir meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Kami mendorong Kementerian Keuangan, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung untuk melakukan operasi besar-besaran terhadap industri rokok ilegal. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak ekosistem industri legal dan mencekik hidup petani,” katanya.

Don Muzakir menyebutkan pendapatan petani tembakau di beberapa daerah seperti Temanggung dan Madura turun hingga 30 persen akibat rokok ilegal. Ia menilai moratorium kenaikan cukai dan penguatan pengawasan distribusi sebagai langkah konkret yang perlu segera dilakukan.

Sebagai bentuk komitmen, Tani Merdeka Indonesia siap mendampingi pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada petani dan menindak praktik kecurangan di sektor pangan dan tembakau.

“Kami akan turun langsung memastikan distribusi dan serapan hasil pertanian berjalan adil tanpa manipulasi,” pungkas Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penerimaan negara, tetapi juga pada keberlangsungan sektor riil dan kesejahteraan petani.[]

Foto | Pelantikan DPW Tani Merdeka DIY, Organisasi Harus Turun ke Desa, Bukan Hanya Ramai di Pusat

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir menyampaikan dengan tegas agar organisasi tidak hanya aktif di tingkat pusat, tetapi benar-benar hadir di desa-desa. Ia menekankan pentingnya membentuk kepengurusan hingga tingkat desa, melibatkan petani muda, dan menjalankan program yang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
“Jangan biarkan organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan, bentuk kepengurusan sampai tingkat desa, libatkan pemuda,
dengarkan petani, jangan tunggu arahan pusat, ambil inisiatif,” ujar Don Muzakir.

Pelantikan ini strategi nasional Tani Merdeka Indonesia untuk memperluas struktur organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan bahwa gerakan pertanian benar-benar berdampak bagi masyarakat akar rumput.

Bersihkan Irigasi di Montasik, Petani Harus Bisa ke Sawah Tepat Waktu

0

TANIMERDEKA – Kegiatan Bakti Teritorial Prima Karya Bakti kembali digelar di Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Pembersihan saluran irigasi dilakukan di areal persawahan Desa Bung Tujoh, pada Jumat 19 September 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif rutin TNI bersama masyarakat. Pembersihan irigasi melibatkan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan ini Dandim 01, Danramil, Kapolsek Montasik, Camat Montasik, Dewan Pakar Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar Tgk M Juli, Ketua DPK Tani Merdeka Kecamatan Montasik Zulfitri, serta warga sekitar.

Saluran irigasi yang dibersihkan mengaliri lahan pertanian milik warga. Kondisi saluran yang tersumbat sering mengganggu jadwal tanam. Kegiatan ini bertujuan menjaga aliran air tetap lancar agar petani bisa bekerja sesuai musim.

Ketua DPK Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Montasik, Zulfitri, menekankan pentingnya menjaga irigasi secara berkala.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Irigasi harus terawat supaya petani bisa ke sawah sesuai jadwal. Kalau air tersumbat, jadwal tanam terganggu. Dampaknya bisa ke hasil panen,” ujar Zulfitri.

Ia juga menyampaikan perlunya kerja sama lintas sektor agar kegiatan semacam ini tidak berhenti di satu titik.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga saluran irigasi tetap berfungsi.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dan melibatkan gotong royong warga. Pembersihan dilakukan secara manual dengan alat sederhana.

Beberapa titik yang sebelumnya tertutup lumpur berhasil dibuka kembali. TNI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di wilayah lain. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.[]

Lantik DPW Tani Merdeka DIY, Don Muzakir: Organisasi Harus Hadir Sampai ke Desa

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 20 September 2025.

Pelantikan berlangsung khitmad, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, petani muda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta mitra pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan gerakan Tani Merdeka Indonesia ini tidak boleh berhenti di pusat.

Ia menyebutkan perubahan sejati lahir dari desa, dari ladang, dan dari tangan petani serta anak muda yang bekerja dengan hati dan visi.

“DPW bukan hanya perpanjangan tangan organisasi. DPW adalah denyut nadi gerakan kita. Tanpa DPW yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, visi besar kita akan kehilangan pijakan,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menolak organisasi yang hanya sibuk di provinsi tapi tidak hadir di lapangan. Menurutnya, organisasi harus menyentuh langsung kebutuhan petani dan pemuda desa.

Ia meminta DPW Tani Merdeka Indonesia DIY segera membentuk kepengurusan hingga tingkat desa dan memastikan program benar-benar berjalan.

“Jangan biarkan organisasi ini menjadi simbol tanpa makna. Jadikan ia alat perjuangan yang nyata, yang dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya mendengar suara petani, suara petani muda. Ia meminta pengurus DPW untuk memfasilitasi mereka dan melibatkan mereka dalam setiap proses.

Ia menyebutkan pertanian bukan sekadar urusan produksi, tapi soal masa depan bangsa. Ia mendorong kerja sama lintas sektor.

Menurut Don Muzakir, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan sektor swasta harus dilibatkan. Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri.

“Saya tidak ingin organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan. Bentuk kepengurusan sampai tingkat desa. Libatkan petani. Dengarkan petani. Jangan tunggu arahan pusat. Ambil inisiatif,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengajak untuk bergerak bersama dan memastikan program menyentuh kebutuhan nyata petani.

“Kalau kita tidak bantu petani, siapa lagi? Kalau kita tidak bergerak sekarang, kapan lagi?,” pungkas Don Muzakir.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara Rampungkan Pembentukan Brigade Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara menyelesaikan tahapan inisiasi dan pendampingan pembentukan Brigade Pangan. Kegiatan berlangsung selama tiga pekan, sejak 28 Agustus hingga 17 September 2025. Lokasi kegiatan berada di wilayah program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Proses pembentukan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, Kodim 0108 Aceh Tenggara, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, petani milenial, dan kelompok tani. Seluruh pihak berperan aktif dalam menyusun struktur kepengurusan Brigade Pangan tingkat kabupaten.

Pengurus Brigade Pangan dari seluruh kecamatan dijadwalkan mengikuti pengukuhan dan pembekalan. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh Badan Respon Cepat Brigade Pangan (BRMP) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara langsung dan menyeluruh.

“Kami tidak hanya membentuk struktur. Kami dampingi langsung petani milenial agar mereka paham peran dan tanggung jawab dalam Brigade Pangan. Mereka harus siap turun ke lapangan, bukan hanya duduk di rapat,” kata Jeri.

Ia menekankan pentingnya kerja lintas sektor. “Kami libatkan penyuluh, TNI, dan dinas pertanian sejak awal. Semua pihak harus punya peran. Brigade Pangan bukan proyek, ini kerja nyata,” ujarnya.

Program Oplah di Aceh Tenggara menjadi prioritas dalam pemanfaatan lahan tidur. Fokus utamanya meningkatkan kapasitas petani muda dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Brigade Pangan dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program tersebut secara terstruktur dan berkelanjutan.

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara menargetkan pembentukan tim Brigade Pangan di seluruh kecamatan sebelum akhir tahun.

Tim akan bertugas mendampingi petani, mengelola lahan, dan memastikan distribusi hasil panen berjalan efisien.
Brigade Pangan diharapkan menjadi ujung tombak transformasi pertanian di Aceh Tenggara.

“Struktur ini akan memperkuat koordinasi antarpetani, mempercepat pelaksanaan program, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian,” pungkas Jeri.[]

Wamentan Sudaryono dan Don Muzakir Disambut Meriah di Silangit

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, tiba di Bandara Internasional Silangit, pada Kamis 18 September 2025. Kedatangan dua tokoh nasional tersebut disambut meriah oleh ratusan anggota Tani Merdeka Indonesia dari wilayah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir.

Yel-yel “Tani Merdeka!” dan seruan “Jaya… Jaya… Jaya!” menggema di area bandara. Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotlan Nainggolan, memimpin langsung penyambutan. Sebagai bentuk penghormatan, Sudaryono dan Don Muzakir masing-masing menerima ulos Batak yang disematkan oleh Hotlan dan TBH Simamora, diiringi salam khas “Horas!”

Setelah prosesi penyambutan, rombongan melanjutkan kegiatan ramah tamah dan makan siang di Rumah Makan Sipirok, Dolok Hole, Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri ke wilayah Tapanuli.

Pada Jumat 19 September 2025, Sudaryono dijadwalkan mengunjungi lokasi Tempat Sapi dan Tanaman Hijauan Pakan Ternak (TSTH2) di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi petani dan meninjau langsung perkembangan program pertanian di daerah.

Dalam pertemuan santai, Ketua Harian Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Misbah, menyampaikan terkait bantuan alat pertanian yang telah diterima wilayah Humbahas.

Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor besar, tiga traktor crawler, dan satu unit mesin combine harvester untuk panen jagung. Seluruh alat dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Misbah juga menyampaikan usulan CPCL untuk irigasi, pipanisasi, dan sistem perpompaan kepada Kementerian Pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tani Merdeka Humbahas. Ia memastikan bahwa realisasi program akan dimulai Oktober mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono dan Don Muzakir kembali memberikan arahan kepada pengurus daerah. Keduanya menekankan pentingnya percepatan pelantikan pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan dan desa.

Kunjungan ini momentum penting bagi penguatan organisasi Tani Merdeka Indonesia di wilayah Tapanuli. Selain mempererat hubungan antara petani dan pemerintah pusat, kegiatan ini juga memperkuat komitmen terhadap gerakan petani mandiri yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.[]

Tani Merdeka Riau Bahas Pabrik Minyak Kelapa, Bupati Inhil Siap Sediakan Lahan

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau gelar bertemu dengan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, pada Jumat 19 September 2025. Pertemuan membahas rencana pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa.

Kabupaten Inhil dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Riau. Luas perkebunan kelapa di kabupaten itu mencapai 400 ribu hektar. Produksi sudah tembuh 5 juta ton per hari. Potensi besar itu menjadi alasan pembangunan pabrik perlu segera diwujudkan.

Bupati Inhil Herman menyambut baik rencana ini. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberi dukungan penuh.

“Kami mendukung penuh pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa ini. Pemerintah daerah siap menyediakan lahan dan membantu proses perizinan agar proyek ini bisa segera berjalan,” kata Herman.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Riau, Nila D Pane, menilai pabrik ini lebih dari sekadar proyek industri. Ia menyebutnya sebagai langkah menuju keadilan ekonomi.

“Kami ingin petani kelapa di Inhil tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menikmati hasil dari produk olahan. Ini soal keberpihakan dan pemerataan ekonomi,” ujar Nila.

Pembangunan pabrik ini sejalan dengan program hilirisasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini menekankan pentingnya pengolahan komoditas di dalam negeri agar nilai tambah ekonomi dirasakan masyarakat.

Pabrik direncanakan menjadi pusat produksi sekaligus pemberdayaan petani lokal. Hasil panen akan diserap langsung.

Selain itu, pabrik diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memicu industri turunan berbasis kelapa.

DPW Tani Merdeka Riau berharap pembangunan dimulai dalam waktu dekat. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah memperkuat program hilirisasi dapat berlangsung dengan baik.[]

Wamentan Sudaryono: Balai Ternak Siborongborong Harus Jadi Penggerak Ekonomi Warga

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Tapanuli Utara, Kamis (18/9/2025). (Foto: Garuda TV)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat meninjau Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Tapanuli Utara, Kamis (18/9/2025). (Foto: Garuda TV)

TANIMERDEKA – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kini diarahkan menjadi pusat kemitraan dan inovasi peternakan. Balai ini tidak lagi hanya berfungsi menjaga plasma nutfah, tetapi juga diharapkan memberi dampak nyata bagi ekonomi warga.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan peran balai harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke BPTUHPT Siborongborong, Kamis, 18 September 2025.

“Pemerintah itu intinya bukan berbisnis, melainkan menjaga aset bangsa seperti kekayaan hayati, plasma nutfah, dan bibit unggul. Namun, aset ini harus bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” kata Sudaryono.

Menurutnya peternakan kerbau di Sumatera Utara sangat menjanjikan karena bernilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dipelihara. Sudaryono mengingatkan agar peternakan tidak dilakukan sekadar coba-coba.

“Jangan sampai masyarakat beternak hanya mengandalkan informasi dari media sosial yang belum tentu benar,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya pendampingan langsung dari balai.

“Di sinilah peran balai untuk membimbing, memberikan bibit unggul, dan mendampingi masyarakat agar usaha ternak bisa lebih produktif dan berdaya saing,” tegasnya.

Sebagai unit kerja Kementerian Pertanian, BPTUHPT Siborongborong memiliki misi menghasilkan bibit kerbau unggul, sekaligus menyediakan hijauan pakan ternak berkualitas. Bibit dan benih itu diproduksi dengan seleksi ketat, pencatatan silsilah, serta distribusi bersertifikat untuk memastikan kualitasnya.

Balai juga menjadi pusat peningkatan kapasitas peternak. Pelatihan dan bimbingan teknis rutin digelar agar masyarakat memiliki keterampilan beternak berbasis ilmu.

Harapannya, peternak lokal bisa lebih inovatif, efisien, dan siap bersaing di pasar modern.

Kunjungan Wamentan berlangsung hangat. Petugas balai menampilkan koleksi kerbau unggulan dan bibit hijauan pakan. Sejumlah peternak lokal turut hadir dan menyampaikan pengalaman mereka mendapat manfaat dari program balai.

Dengan penguatan fungsi balai, Kementerian Pertanian berharap Siborongborong dapat berkembang sebagai sentra peternakan yang mandiri.

Usaha ternak berbasis kemitraan ini diyakini akan membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi rumah tangga, dan menumbuhkan kepercayaan diri peternak menghadapi persaingan global.[]

Pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu Dilantik, Daud Yordan: Kita Perluas Hingga Tingkat Desa

0
Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kanan) menyerahkan SK kepada pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi (kiri).
Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (kanan) menyerahkan SK kepada pengurus Tani Merdeka Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi (kiri).

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kapuas Hulu resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula DPRD Kapuas Hulu, pada Jumat 19 September 2025.

Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.

Ia menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada jajaran pengurus DPD yang baru dilantik.

Acara dihadiri oleh unsur Forkopimda, Daud Yordan, Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Asisten III mewakili Bupati Kapuas Hulu, Dandim 1206, Kapolres, Perwakilan Kajati, Ketua DPRD, para Wakil Ketua DPRA Kapuas Hulu, Ketua DPW Tani Merdeka Kalbar M. Saufi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Lintas elemen ini mendukung terhadap gerakan Tani Merdeka Indonesia yang semakin terstruktur dan meluas.

Dalam sambutannya, Daud Yordan yang juga anggota DPD RI menekankan peran organisasi Tani Merdeka Indonesia ini sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani.

“Ini organisasi besar. Harus dibesarkan, terus bergerak dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah membantu membantu petani melalui program yang nyata,” kata Daud dengan nada tegas.

Ia juga menyampaikan Tani Merdeka Indonesia bukan sekadar wadah formal, melainkan gerakan kolektif yang bertujuan memperkuat posisi petani dalam ekosistem pembangunan daerah.

Menurutnya, pelantikan pengurus di Kabupaten Kapuas Hulu ini bagian memperluas jaringan organisasi hingga ke pelosok desa.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Barat, M. Saufi, menyampaikan pihaknya telah membentukan DPD di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

“Kami akan terus membentuk Tani Merdeka Indonesia di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Target kami sampai ke tingkat desa. Petani harus punya wadah yang bisa memperjuangkan kepentingan mereka,” ujar Saufi.

Ia menambahkan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, sebanyak 11 daerah telah dilantik, dan sudah diserahan SKS. Daerah tersebut meliputi Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Singkawang, Landak, Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi, dan Sambas. Tiga daerah lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Dia berharap Tani Merdeka Indonesia mampu menjadi jembatan antara aspirasi petani dan kebijakan publik, terutama dalam hal distribusi subsidi, akses terhadap pupuk, dan penguatan kelembagaan petani.

Organisasi Tani Merdeka Indonesia telah terbentuk di 30 provinsi di seluruh Indonesia. Beberapa provinsi bahkan telah membentuk struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Tani Merdeka Indonesia salah satu organisasi yang sudah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang mendorong penguatan kelembagaan petani sebagai bagian dari strategi nasional ketahanan pangan.[]

Bertemu dengan Pengurus DPW Tani Merdeka Sumut, Don Muzakir: Perkuat Barisan dan Perluas Jangkauan

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, bertemu langsung dengan jajaran pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara.

Pertemuan itu berlangsung di sela kunjungan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis 18 September 2025.

Suasana pertemuan berlangsung penuh kehangatan. Para pengurus DPW dan DPD Sumut menyambut kedatangan Don Muzakir dengan antusias. Senyum, jabat tangan, dan percakapan akrab. Pertemuan ini diisi dengan dialog terbuka yang menumbuhkan rasa kebersamaan.

Dalam arahannya, Don Muzakir menegaskan memperluas jangkauan organisasi hingga ke akar rumput menjadi sangat penting.

“Tani Merdeka Indonesia harus hadir di setiap desa, menjadi wadah perjuangan dan pemberdayaan petani secara nyata. Kita tidak hanya membangun organisasi, tetapi membangun harapan dan masa depan petani Indonesia,” kata Don Muzakir di hadapan para pengurus DPW dan DPD Tani Merdeka Indonesia Sumut.

Tani Merdeka Indonesia kini sudah terbentuk di 30 provinsi. Di sejumlah daerah, struktur organisasi bahkan menjangkau hingga ke tingkat desa. Pertumbuhan cepat ini menunjukkan bahwa visi dan misi Tani Merdeka mendapat tempat di hati petani yang menginginkan wadah perjuangan bersama.

Don Muzakir juga menekankan penting membangun solidaritas antarpetani. Menurutnya, keberadaan organisasi bukan sekadar struktur, tetapi gerakan yang lahir dari kebutuhan petani itu sendiri.

Organisasi ini disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi bukti bahwa aspirasi petani kini semakin didengar dalam kebijakan nasional.

Don Muzakir mendengarkan dengan seksama setiap masukan. Ia menanggapi dengan penekanan bahwa Tani Merdeka harus hadir sebagai jembatan antara aspirasi petani dengan kebijakan pemerintah.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada keluhan. Kita harus bergerak mencari solusi bersama, memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar sampai kepada petani,” ujarnya.

Keakraban terasa saat diskusi berlangsung. Tidak ada jarak antara pengurus pusat dan daerah. Beberapa pengurus bahkan menyampaikan pandangan dengan nada bercanda, yang disambut tawa ringan dari peserta pertemuan. Suasana hangat itu membuat pertemuan lebih cair, meski isu yang dibahas sangat serius.

Para pengurus optimistis organisasi ini akan semakin kuat. Harapan bersama adalah agar Tani Merdeka mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan petani sekaligus penjaga ketahanan pangan nasional.[]