Beranda blog Halaman 63

Pupuk ZA Kembali Disubsidi, Petani Tebu Sambut Gembira

0

TANIMERDEKA – Pemerintah serius meningkatkan produksi gula nasional. Salah satu langkah barunya adalah memasukkan kembali pupuk ZA ke dalam skema subsidi, khusus untuk petani tebu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pupuk ZA kini bisa diberikan ke seluruh petani tebu di Indonesia melalui program subsidi.

“Untuk petani tebu seluruh Indonesia, ZA sudah bisa diberikan. Itu pupuk subsidi. Alhamdulillah, sekarang sudah sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Amran dalam keterangan resminya, pada Jumat, 18 Juli 2025.

Keputusan ini disambut positif oleh petani. Sebelumnya, pupuk ZA sempat dicabut dari skema subsidi. Petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.

Kondisi itu membuat biaya produksi melonjak. Keluhan pun muncul dari banyak petani.

Pupuk bersubsidi hanya tersedia untuk sembilan komoditas strategis yang terdaftar di sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Komoditas tersebut meliputi:

– Tanaman pangan: padi, jagung, kedelai

– Hortikultura: cabai, bawang merah, bawang putih

– Perkebunan: tebu rakyat, kakao, dan kopi

Meski tebu termasuk dalam daftar, pupuk ZA sempat tidak tersedia di lapangan sebagai pupuk bersubsidi. Padahal, pupuk ini penting dalam budidaya tebu.

“Kita ini diberi tugas langsung oleh Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada tebu. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa swasembada kalau tidak didukung pupuk yang memadai? Sekarang sudah dijawab. Pemerintah hadir untuk petani. ZA subsidi kembali dibuka untuk petani tebu,” tegas Amran.

Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi tebu. Distribusi pupuk subsidi yang tepat dan sesuai kebutuhan juga penting menjaga pasokan pangan serta menekan ongkos produksi.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendukung petani, terutama di sentra-sentra produksi pangan. Ketahanan pangan harus dibangun dari bawah, dari petani,” ujar Amran.

Dengan dibukanya kembali akses terhadap pupuk ZA subsidi, petani tebu khususnya petani plasma diharapkan bisa lebih optimal dalam budidaya. Produktivitas lahan pun bisa meningkat.

“Dengan kebijakan ini, produktivitas dan semangat petani tebu diharapkan meningkat. Target kita adalah swasembada gula nasional tercapai lebih cepat dan berkelanjutan,” lanjut Amran.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pupuk subsidi memang ditujukan bagi petani kecil, termasuk petani tebu.

“Pupuk itu untuk petani-petani dengan lahan dua hektare ke bawah, termasuk petani jagung dan petani tebu. Nah, tebu itu kan memang tidak pakai NPK, tapi ZA. Jadi, dalam rapat tadi kita tukar agar sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Zulkifli.[]

DPD Tani Merdeka Tulungagung Ajak Anak TK Kenal Dunia Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan edukasi pertanian bersama anak-anak Play Group dan TK Khalifah Tulungagung. Acara berlangsung di kebun semangka milik anggota Tani Merdeka Indonesia.

Anak-anak belajar langsung cara menyiram tanaman, mengenal sawah, dan memetik buah semangka. Mereka juga menikmati hasil panen bersama di kebun.

Ketua DPD Tani Merdeka Tulungagung, Moch Ervan Ari Wibowo, mengatakan kegiatan ini penting untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada anak sejak dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai dunia pertanian sejak kecil. Dengan mengenal tanaman, sawah, dan hasil kebun, mereka akan tumbuh dengan rasa peduli pada pangan dan alam,” kata Ervan.

Menurutnya, nilai-nilai pertanian perlu ditanamkan sejak usia dini.

“Generasi petani masa depan tidak lahir begitu saja. Mereka harus dibimbing. Kami mulai dari hal sederhana, seperti mengajak mereka ke kebun semangka. Mereka belajar langsung menyentuh tanah, menyiram tanaman, dan menikmati hasilnya,” ujarnya.

Anak-anak terlihat senang mengikuti kegiatan. Beberapa di antaranya bahkan tampak tidak ingin segera pulang.

“Kami ingin mencetak petani muda yang bangga dengan profesinya. Pertanian bukan pekerjaan kuno, tapi masa depan bangsa,” tutup Ervan.[]

Bahas Program Bersama, DPD Tani Merdeka Pidie Jaya Gelar Pertemuan dengan Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya melakukan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya. Pertemuan berlangsung di kantor dinas setempat. Mereka diterima langsung oleh Rusdi, SP, Sekretaris Dinas Pertanian.

Muslem Marzuki, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pidie Jaya, menyampaikan harapan agar kolaborasi antara organisasi petani dan pemerintah daerah dapat diperkuat. Menurutnya, kerja sama ini penting untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Pidie Jaya.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi petani dan menawarkan kerja sama. DPD Tani Merdeka siap mendukung program pemerintah, terutama dalam pendampingan kelompok tani, penguatan kelembagaan petani, serta perluasan akses bantuan alat dan mesin pertanian. Kami ingin membangun hubungan yang strategis, bukan hanya seremonial,” kata Muslem Marzuki.

Semenatar itu Rusdi, SP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, menyambut baik kedatangan pengurus DPD Tani Merdeka Pidie Jaya. Ia menilai Tani Merdeka sebagai mitra potensial dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

“Kami terbuka bekerja sama dengan siapa saja yang ingin memajukan pertanian. Apalagi Tani Merdeka telah aktif di lapangan, mendampingi kelompok tani. Ini bisa menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat realisasi program-program pertanian di Pidie Jaya,” ujar Rusdi.

Rusdi juga menyampaikan bahwa pihaknya siap menampung aspirasi yang disampaikan. Menurutnya, keterlibatan organisasi petani seperti Tani Merdeka bisa mempercepat realisasi program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan petani.

“Selama ini banyak program dari pusat yang butuh pendampingan di lapangan. Kalau Tani Merdeka sudah punya orang dan struktur sampai ke desa, itu tentu sangat membantu,” kata Rusdi.[]

Kelompok Tani di Magelang Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan Alsintan dari Presiden Prabowo

0

Magelang, – Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat yang telah mereka terima. Ucapan itu disampaikan pada Kamis (17/07/2025).

Kelompok Tani Sidomulyo, yang berasal dari Dusun Suruh, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur atas realisasi permohonan yang telah mereka ajukan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo, juga kepada Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono, jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, serta Tani Merdeka Kabupaten Magelang atas terkabulnya permohonan kami berupa alsintan traktor roda empat,” ujar para anggota Kelompok Tani Sidomulyo secara bersama-sama.

Mereka juga berharap dukungan dari para pemangku kepentingan agar dapat menjalankan tanggung jawab tersebut secara optimal.

“Kami mohon doa dan dukungan dari jajaran pengurus Koperasi Tani Merdeka Kabupaten Magelang agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya di lapangan,” tambah mereka.

Ucapan serupa juga disampaikan oleh Kelompok Tani Mukti Rahayu dari Dusun Kembang, Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun. Mereka merasa bantuan alsintan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah mereka.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran DPN dan Tani Merdeka Kabupaten Magelang atas dikabulkannya permohonan alsintan traktor roda empat,” kata perwakilan Kelompok Tani Mukti Rahayu.

Mereka pun menyampaikan harapan agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.

“Kami mohon doa restu dan dukungan dari jajaran pengurus Koperasi Tani Merdeka Kabupaten Magelang agar amanah ini bisa kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ucap mereka dengan kompak.

Bantuan alsintan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

 

Wamentan: Pemalsuan Pupuk Itu Zalim, Harus Diberantas

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai pemalsuan pupuk sebagai kejahatan serius. Tindakan itu merugikan petani dan mengancam ketahanan pangan.

Ia menegaskan pemalsuan pupuk harus diberantas dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

“Memalsukan pupuk itu zalim. Sangat zalim! Karena ini bukan hanya menipu soal kandungan nutrisi, tetapi juga menghancurkan harapan dan kerja keras petani selama satu musim,” kata Sudaryono di Jakarta, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Ia menegaskan kejahatan tersebut tak bisa dibiarkan. Dampaknya langsung menyasar kelompok rentan.

“Jahat terhadap orang susah itu kejahatan kemanusiaan. Di era Presiden Prabowo, hal seperti ini tidak akan dibiarkan,” ujarnya.

Sudaryono menyebut kerugian akibat pupuk palsu bisa mencapai triliunan rupiah. Beban itu harus ditanggung petani.

“Jika ada ribuan atau bahkan jutaan petani yang menjadi korban, kerugiannya bisa mencapai triliunan rupiah dan mengancam ketahanan pangan kita,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus pupuk palsu. Sudaryono menyebut tindakan itu penting untuk melindungi petani.

“Terima kasih jajaran Polri sudah menindaklanjuti. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi petani dan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa kekhawatiran akan pupuk palsu,” ujarnya.

Ia menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan terus bekerja sama dengan aparat hukum. Tujuannya menghentikan peredaran pupuk palsu sampai ke akar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengungkap lima jenis pupuk palsu telah ditemukan. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp3,2 triliun.

“Bayangkan kalau pupuk palsu, itu kerugian petani baru kita temukan lima pupuk palsu, Rp3,2 triliun, tapi bukan Rp3,2 triliunnya, petani langsung bangkrut, ini pinjaman, pinjaman KUR,” kata Amran di Makassar.

Amran belum memaparkan detail lokasi dan merek pupuk yang ditemukan. Namun ia menegaskan pelaku harus ditindak tegas tanpa toleransi.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Aceh Tenggara Ikuti Pelatihan Traktor

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tenggara bersama Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara mendampingi kelompok tani binaannya dalam pelatihan pengoperasian traktor roda empat. Pelatihan ini difasilitasi oleh mekanik dari PT Harfia Construction Machinery, asal Jakarta.

Kegiatan berlangsung di lokasi Dinas Pertanian Aceh Tenggara. Para petani langsung mempraktikkan cara mengoperasikan dan merawat traktor. Mekanik dari Jakarta itu memberi penjelasan teknis dan membimbing petani saat mencoba alat berat tersebut.

Kelompok tani peserta pelatihan merupakan kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tenggara. Mereka telah mendapat pendampingan dalam berbagai program, termasuk pelatihan teknis pertanian berbasis mekanisasi.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menegaskan pentingnya pelatihan ini agar petani tidak terus bergantung pada operator dari luar.

“Petani harus mampu menjalankan alatnya sendiri. Kalau kita terus bergantung pada operator dari luar, kita akan tertinggal. Pelatihan seperti ini harus rutin dilakukan,” ujar Jeri.

Menurutnya, kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan traktor menjadi bagian dari kemandirian pertanian. Apalagi ke depan, pertanian tidak bisa lagi hanya mengandalkan tenaga manusia.

“Teknologi itu hadir untuk mempercepat kerja dan meningkatkan hasil. Tapi kalau kita tidak siap, teknologi itu akan jadi beban,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas perhatian dan dukungan mereka terhadap petani.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum Don Muzakir. Traktor ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah dan Tani Merdeka terhadap nasib petani di daerah,” ujar Jeri.

Dinas Pertanian Aceh Tenggara yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pelatihan itu. Kolaborasi antara kelompok tani dan Tani Merdeka membuka ruang baru bagi transfer pengetahuan secara langsung di lapangan.

Para petani terlihat antusias. Mereka mengaku baru pertama kali mengoperasikan traktor secara langsung. Sebelumnya, sebagian besar hanya menyewa jasa operator.[]

Bertemu Kadis Ketahanan Pangan, Tani Merdeka Sumut Bahas Rakerwil dan Penguatan Pangan

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Rajali, S.Sos., M.SP.

Peremuan itu berlangsung di kantor dinas, di Medan. Pertemuan ini bertujuan menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Sumut. Kegiatan itu akan digelar pada 26 Juli 2025. Dalam kesempatan itu, pengurus juga menyampaikan gagasan kolaborasi di sektor pertanian.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut, Muhammad Misbah, menegaskan pentingnya kerjasama antara organisasi petani dan pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan beberapa hal, termasuk peluang kolaborasi dalam penguatan rantai pasok dan distribusi pangan. Apalagi Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu provinsi dengan keunggulan produksi pangan,” ujar Muhammad Misbah.

Ia mengatakan, agenda Rakerwil akan menjadi penting untuk menyusun strategi kerja organisasi. Rakerwil juga menjadi ruang konsolidasi petani dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Menurut Misbah, Rakerwil juga akan mempertegas arah dukungan organisasi terhadap kebijakan pangan nasional. Termasuk program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan TPH Sumut, Rajali, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah penting untuk membangun kolaborasi konkret.

“Kami siap bersinergi. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terbuka untuk kolaborasi selama tujuannya jelas dan dapat memberikan dampak langsung kepada petani dan masyarakat,” kata Rajali.

Menurutnya, kerjasama seperti ini penting untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah. Terutama di bidang distribusi pangan, penguatan petani, dan pengelolaan hasil pertanian yang berkelanjutan.

DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut menilai daerahnya punya potensi besar mendukung kebijakan Presiden Prabowo. Mereka menyoroti keberhasilan petani lokal dalam menjaga stabilitas pangan di berbagai wilayah kabupaten.

Tani Merdeka Indonesia Sumut berharap kerjasama dengan pemerintah provinsi dapat mempercepat tercapainya target ketahanan pangan nasional. Selain itu, mereka ingin menjadikan Sumatera Utara sebagai model pengembangan pertanian berbasis partisipasi masyarakat.[]

Tani Merdeka Aceh Tamiang Siap Kawal Ketahanan Pangan, Dukung Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program ketahanan pangan di wilayahnya. Dukungan ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan melalui program Asta Cita.

Pria yang akrab disapa Aji, menyampaikan kesiapan seluruh jajaran Tani Merdeka Aceh Tamiang untuk terlibat aktif dalam setiap langkah pembangunan sektor pertanian, baik diminta maupun tidak.

“Kami siap berkontribusi, memberikan tenaga dan pikiran demi menyukseskan program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo. Ketahanan pangan adalah kebutuhan mendasar bangsa ini. Kami berdiri bersama pemerintah untuk mewujudkannya,” ujar Aji, pada Rabu, 15 Juli 2025.

Menurut Aji, pertanian harus menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional. Untuk itu, seluruh stakeholder diminta untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan.

Ia menyoroti gerakan positif yang dilakukan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang yang baru saja melaksanakan penanaman jagung di lahan Kompi Produksi Kodim bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan seperti ini. Ini adalah contoh nyata kolaborasi antar lembaga yang mendukung program Presiden Prabowo menjaga ketahanan pangan. Jika ini terus berjalan, saya yakin hasilnya akan besar,” ucapnya.

Aji juga menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen, termasuk masyarakat dan ormas, dalam mendukung langkah strategis pemerintah di bidang pangan. Ia menyebut kehadiran Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai angin segar yang mendorong lahirnya inovasi dan terobosan bagi petani di daerah.

“Bapak Sudaryono hadir membawa semangat baru. Beliau turun langsung, mengerti apa yang dibutuhkan petani. Ini bentuk nyata kehadiran negara. Maka tugas kami sebagai Tani Merdeka adalah memastikan program-program tersebut berjalan sampai ke akar rumput,” katanya.

Tani Merdeka Aceh Tamiang bertekad menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pangan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga harga, distribusi pupuk, serta memastikan petani mendapat dukungan yang layak.

“Kami siap bekerja bersama. Bila petani sejahtera, negara pasti kuat,” pungkas Aji.[]

Tani Merdeka Aceh Jaya Resmi Dilantik, Bupati Safwandi Jadi Ketua Dewan Pembina

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Jaya periode 2025–2030 di Aula Setdakab Aceh Jaya, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Selain pengurus inti, Cut Muhammad juga mengukuhkan Bupati Aceh Jaya, Safwandi sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Aceh Jaya.

Pengukuhan ini sebagai bentuk penghormatan atas perhatian Safwandi terhadap petani dan masa depan sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Cut Muhammad menyampaikan pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk menyatukan tekad membangun kembali kejayaan pertanian rakyat.

“Pengurus yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar. Kita ingin Tani Merdeka hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai gerakan rakyat,” kata Cut Muhammad

“Gerakan ini harus menyentuh petani secara langsung, mengangkat harkat dan martabat petani, nelayan, dan peternak. Kita tidak boleh diam saat petani masih kesulitan pupuk, masih sulit akses alat dan pembiayaan,” tambah Cut Muhammad.

Ia juga menekankan Tani Merdeka Indonesia adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

“Kita semua paham, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo tidak akan berhasil tanpa dukungan petani yang kuat. Maka Tani Merdeka harus hadir di tengah-tengah mereka, menjadi penghubung antara petani dan negara. Kita harus menyampaikan suara petani ke ruang-ruang kebijakan. Kita kawal bersama distribusi pupuk bersubsidi, teknologi pertanian, pembukaan lahan baru, hingga pelatihan bagi petani muda,” ucapnya.

Cut Muhammad juga mendorong pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Jaya untuk aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

“Jangan tunggu undangan. Datangi dinas-dinas, ajak bicara, ajukan program. Kita tidak bisa hanya berharap, tapi harus bergerak. Kalau kita konsisten dan serius, saya yakin petani Aceh Jaya akan bangkit,” kata Cut Muhammad dengan penuh semangat.

Sementara itu, Bupati Safwandi dalam sambutannya mengucapkan selamat dan menyampaikan dukungan penuh atas kiprah Tani Merdeka Indonesia di Aceh Jaya.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial. Ini adalah awal untuk membawa perubahan. Kita ingin Tani Merdeka menjadi mitra pemerintah dalam setiap proses pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” kata Safwandi.

Ia menyatakan siap membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dan mendengar aspirasi petani melalui organisasi Tani Merdeka.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Jaya, Fitra Akhyar, juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dan membangun kerja sama dengan semua pihak.

“InsyaAllah, kami akan hadir di tengah petani, mendengar mereka, dan memperjuangkan kebutuhan mereka,” ucap Fitra.

Pelantikan turut dihadiri Forkopimda, kepala dinas, tokoh masyarakat dari PCNU, PD Muhammadiyah, dan kelompok tani. Acara ini menjadi bukti dukungan luas terhadap semangat kemandirian pangan dan peran penting petani dalam membangun daerah.[]

DPW Tani Merdeka Jawa Barat Resmi Lantik DPD Kota Sukabumi, Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan

0
Foto bersama Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat dan seluruh Pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi
Foto bersama Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat dan seluruh Pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi

Sukabumi — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat resmi melantik susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Kota Sukabumi untuk periode 2024-2029, pada Selasa (15/07/25).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Tani Merdeka Jawa Barat dalam memperkuat peran petani lokal serta mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat, Yudi Kurniawan, menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan bahwa organisasi Tani Merdeka sepenuhnya mendukung program swasembada pangan dan hilirisasi pertanian yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyatakan diri mendukung program penuh swasembada pangan dan ketahanan pangan serta program hilirisasi pertanian Presiden Prabowo Subianto,” ujar Yudi Kurniawan bersama seluruh pengurus DPD Tani Merdeka Kota Sukabumi 

Selain itu, Yudi juga menegaskan pentingnya kerja sama antara petani dan pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian yang kuat. Menurutnya, kehadiran Tani Merdeka justru menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dinas-dinas terkait di bidang pertanian.

“Kita harus bersinergi dengan pemerintah. Dan kita ini nggak menghambat mereka, justru mendorong dan membantu dinas-dinas yang ada. Anggap saja kita ini seperti penyuluh pertanian, tapi nggak digaji ya. Bener nggak? Kalau penyuluh pertanian kan ada gaji, kalau kita mah swadaya,” ujar Yudi dalam sambutannya

Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan kerja sama antara petani dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.