Beranda blog Halaman 61

Tani Merdeka Indonesia Kirim Pengurus ke Kampus UPM Malaysia, Don Muzakir: Petani Harus Berkembang

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia mengirim sejumlah pengurus ke Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk belajar khusus bidang pertanian.

UPM merupakan kampus riset publik ternama di Serdang, Selangor, yang dulunya dikenal sebagai Universiti Pertanian Malaysia. Kampus ini fokus pada ilmu pertanian dan bidang terkait lainnya.

Pengurus yang dikirim ke UPM antara lain Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Timur Riki Septiadi, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor H. Cecep Gogom, dan Pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia Ainnurrahim.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Sumatera Utara, Muhammad Husni, ikut mendampingi rombongan. Mereka berangkat bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang langsung mengantarkan para peserta ke kampus UPM.

Rombongan Tani Merdeka Indonesia ini disambut baik oleh petinggi kampus UPM. Pihak universitas menyampaikan dukungan terhadap kerja sama pendidikan pertanian ini.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyebutkan tugas belajar ini bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengurus dan petani di seluruh Indonesia.

“Mereka khusus kita utuskan untuk belajar di UPM sehingga mendapat ilmu sehingga bisa aplkasikan ke seluruh pengurus Tani Merdeka se Indonesia dan petani,” kata Don Muzakir, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menegaskan pengiriman pengurus ke luar negeri akan terus dilakukan agar petani Indonesia semakin terampil, khususnya dalam menguasai teknologi pertanian dan pengolahan pupuk.

“Nanti ada banyak lagi kirim ke luar negeri untuk belajar dan menerapkan ilmu pertanian,” tegas Don Muzakir.

Menurutnya, peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Petani kita harus bisa bersaing bertani secara teknologi dan mengolah pupuk,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir mengaku program ini menjadi langkah konkret Tani Merdeka Indonesia dalam mendukung agenda besar pemerintah di sektor pertanian.[]

Pelantikan DPD Tani Merdeka Mamasa, Wabup: Ini Langkah Nyata untuk Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Mamasa resmi dilantik pada Senin, 4 Agustus 2025. Pelantikan berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Mamasa.

Wakil Bupati Mamasa, Drs. H. Sudirman, hadir langsung dalam acara tersebut. Pelantikan ini menjadi penutup rangkaian pembentukan kepengurusan TMI tingkat kabupaten di Sulawesi Barat.

Ketua DPW Tani Merdeka Sulawesi Barat, H. Suwanto, menyampaikan apresiasi atas semangat pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamasa.

Ia menyebutkan pelantikan di Mamasa ini butuh persiapan yang sangat matang, agar semuanya bisa hadir.

“Meski pelantikan Mamasa yang terakhir, tapi persiapannya sangat matang. Saya salut karena bisa menghadirkan Wakil Bupati sebagai bentuk dukungan nyata untuk petani,” kata Suwanto.

Ia juga mendorong pengurus DPD Tani Merdeka Mamasa segera menyusun program kerja.

Menurutnya, salah satu hal penting yang harus diajukan adalah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar bisa terealisasi tahun ini.

Suwanto itu juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kesejahteraan petani di Mamasa.

Sementara itu Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, dalam sambutannya, menyambut baik terbentuknya DPD TMI. Ia berharap kehadiran organisasi ini bisa memperjuangkan hak-hak petani di daerahnya.

“Warga Mamasa harus bersyukur bisa ikut ambil bagian dalam program ketahanan pangan melalui Tani Merdeka Indonesia,” kata Sudirman.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat dan komitmen seluruh pengurus dalam mengawal perjuangan petani ke depan.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamasa yang dilantik yaitu Daud Demmappapa sebagai Ketua, Junedi sebagai Sekretaris, dan Oktovianus sebagai Bendahara.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Barat telah merampungkan seluruh pelantikan kepengurusan tingkat kabupaten yakni sebanyak 6 DPD Tani Merdeka Indonesia, diantaranya DPD Kabupaten Mamuju, DPD Kabupaten Majene, DPD Kabupaten Polewali Mandar, DPD Kabupaten Mamasa, DPD Kabupaten Pasangkayu, dan DPD Kabupaten Mamuju Tengah.[]

 

Wamentan Sudaryono: Bibit Unggul Jadi Kunci Swasembada Susu Nasional

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah memperkuat sektor peternakan. Fokus diarahkan pada pengembangan sistem pembibitan sapi dan kambing perah unggul.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung swasembada protein hewani dan program prioritas nasional.

“Balai ini memiliki peran strategis dalam mencetak bibit ternak unggul nasional. Kita ingin memperkuat ekosistem pembibitan dari hulu ke hilir, termasuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas yang menjadi fondasi utama produktivitas peternakan,” kata Sudaryono saat meninjau BBPTU HPT Baturraden, Banyumas, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Sudaryono menyebutkan pembibitan ternak perah akan jadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui.

Ia yakin peternak bisa menghasilkan susu berkualitas jika didukung bibit unggul dan pengelolaan yang tepat.

“Dengan kualitas bibit dan pengelolaan ternak yang tepat, peternak akan mampu menghasilkan susu dalam jumlah dan mutu tinggi, membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Wamentan meninjau Farm Manggala dan Farm Tegalsari. Ia menyaksikan pelepasan 70 ekor sapi bibit perah unggul produksi BBPTU HPT. Sebanyak 50 ekor dikirim ke Bandung dan 20 ekor ke Malang untuk memperkuat kelompok peternak binaan.

Sapi-sapi tersebut telah melalui seleksi genetik, reproduksi, dan kesehatan. Pemerintah berharap distribusi ini mempercepat pemerataan bibit unggul ke berbagai daerah dan mendorong industrialisasi susu dari hulu hingga konsumen.

BBPTU HPT Baturraden kini disiapkan menjadi Center of Excellence bidang persusuan nasional. Balai ini memiliki kapasitas produksi susu 7.000 liter per hari dan pembibitan 600 ekor ternak per tahun. Balai juga menyediakan pelatihan teknis, pemuliaan genetik, dan penyediaan pakan berkualitas.

“Kegiatan ini hanya akan berhasil jika seluruh pihak terlibat, dari pemerintah, koperasi, hingga peternak. Mari kita pastikan bahwa bibit unggul ini menjadi awal kebangkitan industri susu nasional. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat dari susu peternak lokal, dan peternak hidup sejahtera dari hasil usahanya sendiri,” kata Sudaryono.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda mendampingi kunjungan tersebut. Ia menyebut Banyumas kini menjadi sentra pembibitan ternak nasional.

“Kami akan terus mendukung pengembangan infrastruktur, kelembagaan, dan kapasitas SDM di unit-unit strategis seperti BBPTU HPT Baturraden,” ujar Agung.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Jambi Teken Kerja Sama Program Irigasi

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan Tani Merdeka Provinsi Jambi di Kabupaten Merangin menandatangani perjanjian kerja sama program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Penandatanganan ini salah satu untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Tani Merdeka Provinsi Jambi,” kata Candra.

Menurut Candra, kerja sama ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara kelompok tani, organisasi, dan pemerintah pusat.

Ia menegaskan perbaikan tata guna air sangat dibutuhkan oleh petani, khususnya di daerah-daerah yang rawan kekeringan.

Candra Andika mengaku, petani di Merangin menyambut baik kerja sama ini. Mereka berharap pembangunan irigasi bisa segera dilakukan agar tidak lagi bergantung pada musim hujan untuk mengolah lahan.

DPW Tani Merdeka Jambi menyatakan akan terus mengawal program ini hingga pelaksanaannya selesai. Mereka juga menargetkan agar lebih banyak kelompok tani binaan yang bisa mendapatkan akses program irigasi ke depan.[]

Kelompok Tani Binaan DPD Tani Merdeka Kubu Raya Terima Bantuan Traktor Roda 4

0

TANIMERDEKA – Dua unit traktor roda empat diserahkan kepada kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian diserahan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya.

Penyaluran alat dan mesin pertanian ini bertujuan mendukung percepatan pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi produksi di tingkat petani.

Kelompok tani ini merupakan binaan DPD Tani Merdeka yang selama ini aktif mengelola pertanian di wilayah Kubu Raya.

Sekretaris DPD Tani Merdeka Kubu Raya, Endi Suryadi, turun mendampingi langsung proses serah terima bantuan itu.

Endi Suryadi mengatakan, bantuan ini salah satu hasil kerjasama antara kelompok tani dengan Tani Merdeka Indonesia, dan pemerintah.

“Syukur, kelompok tani binaan kami menerima bantuan traktor dari Kementerian Pertanian. Ini hasil dari komunikasi yang terus kami bangun dengan dinas terkait dan kementerian. Kami kawal sejak awal proses pengajuan sampai disalurkan langsung ke petani,” ujar Endi.

Endi menegaskan DPD Tani Merdeka Indonesia berperan aktif mengusulkan kebutuhan petani kepada pemerintah. Tidak hanya soal alat, tetapi juga menyangkut pupuk, benih, pelatihan, dan akses pembiayaan.

“Kami tidak hanya mendorong petani agar produktif, tapi juga membantu mengatasi hambatan-hambatan teknis di lapangan. Bantuan traktor ini menjadi contoh nyata bahwa perjuangan organisasi tidak berhenti di wacana, tapi sampai ke tindakan nyata,” tegas Endi.

Ia juga berharap petani yang menerima traktor bisa merawat dan memanfaatkannya secara maksimal.

“Traktor ini bukan untuk diparkir. Harus digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama. Kami juga mendorong sistem bergiliran antaranggota agar semua petani merasakan manfaatnya,” kata dia.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, yang membantu kelompok tani,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Awalludin, menegaskan pihaknya terus berupaya mendukung peningkatan kapasitas petani.

“Penyaluran alat dan mesin pertanian ini adalah salah satu bentuk konkret dukungan kami terhadap kelompok tani yang aktif. Kami melihat Tani Merdeka sebagai organisasi yang serius membina petani. Maka, ketika ada usulan dari mereka, kami respons cepat,” ujar Awalludin.

Ia menjelaskan, bantuan traktor ini menjadi bagian dari program nasional untuk meningkatkan mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah hanya bertugas menyalurkan secara tepat kepada petani yang memang aktif di lapangan.

“Kami ingin alat ini tidak hanya dimiliki, tapi benar-benar digunakan. Kami harap bisa meningkatkan luas olah lahan dan efisiensi tenaga kerja di desa-desa,” lanjutnya.

Awalludin juga membuka ruang kerjasama dengan berbagai organisasi petani.

“Kami terbuka terhadap kerja sama dengan siapa pun yang mau turun tangan membina petani. Selama itu untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani, kami akan dukung,” tegasnya.

Bantuan traktor ini disambut antusias oleh kelompok tani penerima. Para petani menyatakan siap mengelola alat tersebut dengan sistem pinjam pakai antaranggota agar bisa digunakan secara bergilir.

“Kami tidak berhenti di bantuan ini. Kami akan lanjut dengan program pelatihan, pendampingan, bahkan akses permodalan dan pemasaran. Kami ingin petani Kubu Raya bisa mandiri dan punya daya saing,” pungkas Endi.[]

Don Muzakir: Tani Merdeka Jangan Terprovokasi, Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo untuk Rakyat

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menginstruksikan seluruh pengurus dan kader Tani Merdeka Indonesia dari tingkat pusat hingga desa untuk tidak terpengaruh dengan gerakan kelompok yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Don Muzakir menegaskan Tani Merdeka Indonesia ini lahir dan bergerak untuk membela petani, bukan menjadi alat politik untuk menggoyang pemerintahan sah hasil Pemilu 2024.

“Jangan terprovokasi dengan manuver kelompok-kelompok yang sengaja memainkan isu negatif untuk menggiring opini publik agar menjatuhkan Presiden Prabowo. Mereka yang mencoba mengacaukan situasi hanyalah sekelompok elite yang kecewa dan haus kekuasaan. Mereka tidak pernah peduli pada nasib petani, mereka hanya peduli pada kepentingan pribadi,” tegas Don Muzakir, di Jakarta, pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Don Muzakir menyebutkan, Tani Merdeka Indoesia akan tetap solid mendukung program-program strategis pemerintah, terutama yang menyentuh langsung kehidupan petani dan rakyat kecil.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam urusan ketahanan pangan, pembangunan pertanian berbasis teknologi, dan peningkatan kesejahteraan petani adalah langkah konkret yang harus dikawal bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Tani Merdeka Indonesia.

“Tugas kita bukan ikut-ikutan gaduh. Tugas kita menjaga agar program ketahanan pangan Presiden berjalan. Kita kawal agar petani mendapatkan akses teknologi, modal, pupuk, dan pasar. Kita bantu pemerintah memberantas mafia pangan dan menjamin ketersediaan pangan nasional. Itu garis perjuangan kita,” ujar Don dengan nada tegas.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus Tani Merdeka di seluruh Indonesia untuk tetap fokus bekerja mendampingi petani. Menurutnya, saat ini bukan waktunya membuang energi untuk meladeni narasi provokatif yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami tidak akan ikut dalam gerakan-gerakan politik yang tidak berpihak pada rakyat. Kami lahir bukan untuk kepentingan elit, tapi untuk memperjuangkan hak-hak petani, nelayan, buruh tani, dan masyarakat akar rumput. Siapa pun yang mencoba mengganggu pemerintahan pak Prabowo, secara langsung juga mengganggu cita-cita besar Tani Merdeka dalam menciptakan keadilan pangan,” tambah Don.

Don juga menyatakan bahwa struktur Tani Merdeka Indonesia saat ini sudah terbentuk di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Bahkan hingga level kecamatan dan desa, kader-kader Tani Merdeka telah aktif mendampingi kelompok tani, mengedukasi petani tentang teknologi pertanian, dan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan kembali Tani Merdeka Indonesia adalah pasukan terdepan dalam revolusi pangan Indonesia, bukan bagian dari orkestra elite yang ingin menggagalkan perubahan.

“Kita ini petarung. Kita pejuang pangan. Kita bukan pion dalam permainan elit-elit politik yang sedang frustrasi. Kita akan terus bergerak bersama Presiden Prabowo membangun negeri ini dari sawah, ladang, dan kebun. Tidak ada waktu untuk ikut-ikutan gaduh,” pungkas Don Muzakir.[]

Tani Merdeka Tanggamus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Agung Barat

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Pekon Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya telah menyebabkan kerusakan fisik pada rumah warga dan infrastruktur lingkungan.

Sejumlah rumah terendam air dan akses jalan terganggu. Masyarakat terdampak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, terutama bahan pangan.

Bantuan yang disalurkan DPD Tani Merdeka berupa beras, telur, dan mi instan. Bantuan ini dibawa langsung ke Posko Kesehatan Darurat Bencana di UPTD Puskesmas Negara Batin.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD Tani Merdeka Tanggamus, Isralludin, dan diterima langsung oleh Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB.

“Kami datang untuk menyerahkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa petani juga hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujar Isralludin saat berada di lokasi, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Isralludin menambahkan bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian organisasi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran Tani Merdeka di tengah masyarakat.

“Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memengaruhi semangat mereka. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang mereka rasakan,” lanjutnya.

Selain Isralludin, pengurus lain yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Bendahara DPD Tani Merdeka Tanggamus, Bonar Margian.

Ia menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami memahami bahwa dalam situasi seperti ini, kebutuhan utama adalah pangan. Kami datang membawa apa yang kami bisa. Kami juga berharap masyarakat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Bonar.

Ia menyebutkan DPD Tani Merdeka Tanggamus akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pekon dan tim relawan, untuk memantau situasi dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

Sementara itu, warga terdampak banjir menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Mereka mengaku masih sangat membutuhkan bantuan, terutama dalam bentuk logistik, obat-obatan, dan perbaikan fasilitas umum.

Kepala Pekon Negara Batin, Mirza YB, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui saat ini bantuan masih terbatas dan belum mencakup seluruh kebutuhan warga.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Tani Merdeka. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang dalam masa sulit,” ucap Mirza.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan secara lebih luas. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dari lembaga swadaya masyarakat.

Ia meminta perhatian lebih dari instansi terkait, terutama untuk membantu proses pemulihan rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.[]

Don Muzakir: Petani Harus Ramah Teknologi, Ini Masa Depan Pertanian Indonesia

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan transformasi pertanian nasional hanya bisa dicapai bila para petani siap dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Don Muzakir menyebutkan, era pertanian konvensional yang hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun kini harus beriringan dengan pendekatan ilmiah, data, dan pemanfaatan teknologi digital secara aktif di lapangan.

“Petani ramah teknologi bukan lagi pilihan, tapi sebuah keharusan. Jika kita ingin bicara soal swasembada pangan, efisiensi produksi, hingga daya saing global, maka kita tidak bisa lepas dari keterlibatan teknologi secara menyeluruh di sektor pertanian,” kata Don Muzakir, Kamis, 31 Juli 2025.

Ia menambahkan, Tani Merdeka Indonesia melihat langsung bagaimana petani yang mulai menggunakan teknologi, mulai dari aplikasi pemantauan cuaca, sensor kelembaban tanah, drone pemetaan lahan, hingga platform digital pemasaran hasil panen mengalami peningkatan hasil panen dan keuntungan yang signifikan.

“Kami mendatangi langsung para petani binaan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kami melihat perubahan pola pikir yang luar biasa. Ketika petani sudah paham manfaat teknologi, mereka mulai mengurangi ketergantungan pada cara-cara lama yang tidak lagi efektif. Ini yang kami dorong terus,” ujar Don Muzakir.

Menurutnya, teknologi pertanian kini hadir dalam bentuk yang lebih mudah dijangkau oleh petani kecil. Ia mencontohkan penggunaan irigasi tetes berbasis sensor yang dapat menghemat air dan pupuk secara signifikan, atau aplikasi manajemen pertanian yang bisa memberikan notifikasi waktu tanam dan panen terbaik berbasis data cuaca dan kondisi tanah.

“Teknologi pertanian kini tidak harus mahal dan rumit. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk mengenalkan dan mendampingi petani agar tidak takut mencoba hal baru. Di sinilah peran organisasi seperti Tani Merdeka, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha,” jelas Don Muzakir.

Ia juga menyebutkan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi pertanian. Mulai dari subsidi teknologi tepat guna, pelatihan berkelanjutan, hingga integrasi program bantuan dengan platform digital.

“Kami sangat berharap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bisa terus memperkuat program-program yang menyasar pada pemanfaatan teknologi di kalangan petani. Bukan hanya alat dan aplikasi, tapi juga ekosistem yang mendukung seperti infrastruktur internet di desa, pelatihan operator teknologi lapangan, dan pembukaan akses pasar berbasis digital,” tegasnya.

Don Muzakir mengaku Tani Merdeka Indonesia terus menjadi garda terdepan dalam mendorong petani melek teknologi melalui berbagai program edukasi dan kemitraan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan kampus pertanian dan startup agritech untuk membuat program inkubasi bagi petani muda.

“Kami ingin lahir generasi petani baru yang bukan hanya paham cara bertani, tapi juga bisa membaca data, menggunakan perangkat cerdas, dan tahu bagaimana mengekspor produknya lewat platform digital. Ini masa depan yang harus kita bangun bersama,” pungkas Don Muzakir.[]