Beranda blog Halaman 60

Dukung DPR Bentuk Pansus Konflik Agraria, Don Muzakir: Petani Sudah Lama Merugi

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia menyatakan mendukung rencana DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria pada 2 Oktober 2025.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai langkah ini penting untuk menyelesaikan persoalan agraria yang sudah berlangsung lama.

“Rencana pembentukan Pansus oleh DPR RI menunjukkan keseriusan negara dalam mengurai konflik agraria dari akar masalahnya. Ini langkah besar yang patut kita apresiasi,” ujar Don Muzakir, pada Kamis 25 September 2025.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap wacana pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria. Menurutnya, kelembagaan khusus dengan kewenangan yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengkoordinasikan program reforma agraria yang selama ini tersebar di banyak kementerian.

“Kami mendesak agar pembentukan Badan Reforma Agraria ini segera direalisasikan. Untuk menyelesaikan masalah yang sistemik dan masif, kita butuh lembaga yang fokus, tidak terfragmentasi, dan memiliki otoritas yang jelas,” kata Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia menilai sinergi DPR dan pemerintah dalam membenahi tata kelola agraria menjadi kabar baik bagi petani.

Don Muzakir menyoroti sejumlah langkah yang sudah dilakukan pemerintah, mulai dari pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan, pemberantasan mafia tanah dan tambang, hingga percepatan reforma agraria.

“Upaya ini menunjukkan bahwa perjuangan petani tidak diabaikan negara. Pemerintah dan DPR kini berjalan dalam visi yang sama: membereskan konflik agraria sekaligus memperkuat kedaulatan petani,” ujarnya.

Sementera itu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya memastikan pansus akan dibentuk sebagai wujud komitmen politik parlemen dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.

“DPR akan membentuk Pansus penyelesaian konflik agraria dan mendorong pemerintah mempercepat kebijakan satu peta serta pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria,” kata Dasco dalam audiensi bersama Konsorsium Pembaruan Agraria dan perwakilan organisasi petani di Senayan, pada Rabu 24 Sepetember 2025.

Hari Tani Nasional: Tani Merdeka Bogor Tanam Harapan Lewat Edamame

0

TANIMERDEKA – Memperingati Hari Tani Nasional 2025, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor menanam edamame di lahan pertanian Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, pada Kamis 25 September 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor, Cecep Gogom hadir bersama jajaran pengurus dan perwakilan petani setempat.

Penanaman edamame ini langkah nyata untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka peluang pasar baru.

“Petani adalah penyangga kehidupan. Tanpa petani, tidak mungkin kita bisa bicara soal kedaulatan pangan. Karena itu, kesejahteraan petani harus jadi prioritas,” kata Cecep Gogom.

Ia menjelaskan, edamame dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan potensi pasar luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Edamame ini contoh inovasi pertanian yang kita dorong. Petani Bogor harus mampu mengembangkan komoditas bernilai tinggi agar ekonomi mereka ikut meningkat,” ujarnya.

Cecep menegaskan DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor siap mendukung penuh petani. Dukungan mencakup pendampingan, edukasi, hingga akses pasar.

“Spirit Tani Merdeka adalah kemandirian dan kemerdekaan petani. Kita ingin petani berdiri tegak, tidak bergantung, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.[]

Panen Raya Indramayu, Sudaryono: Petani Kunci Swasembada Beras 2025

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bersama Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bersama Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono gelar panen raya di Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada Rabu 24 September 2025.

Acara ini digelar Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu bersama Gapoktan Tani Makmur.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono mengapresiasi kepada petani Indramayu yang telah menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kerja keras petani menjadi kunci tercapainya swasembada beras tahun 2025.

“Petani adalah pejuang bangsa di sektor pangan. Indramayu menjadi salah satu lumbung padi nasional yang kontribusinya luar biasa. Kehadiran saya di sini adalah bentuk penghormatan dan dukungan pemerintah kepada para petani yang tetap gigih berproduksi meski menghadapi tantangan iklim dan serangan hama,” ujar Wamentan Sudaryono.

Ia menjelaskan, panen di Desa Karangmulya menjadi prestasi besar. Petani mampu panen dua kali setahun meski sebelumnya kesulitan air. Berkat kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sistem irigasi kini bisa mengalirkan air ke lahan Karangmulya.

Sementara itu Bupati Indramayu, Lucky Hakim, juga hadir. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan petani Karangmulya.

“Saya menyambut baik dan turut gembira serta bersyukur, di tengah perubahan iklim serta berbagai serangan hama terutama tikus, para petani di Desa Karangmulya masih bisa panen padi. Keberhasilan ini membuktikan kemampuan petani dalam mengelola lahan dengan baik, dan patut kita apresiasi bersama,” kata Lucky.

Ia menegaskan capaian ini sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pertanian sebagai program strategis nasional. Menurutnya, pertanian juga menjadi sektor andalan Pemerintah Kabupaten Indramayu sesuai visi Indramayu Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, Gotong Royong.

“Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu yang menjadikan pertanian sebagai sektor andalan, sesuai visi Indramayu REANG. Kami berkomitmen menjadikan Indramayu unggul dan berdaya saing melalui kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri pertanian,” imbuhnya.

Panen raya ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional ke-64. Momen ini menjadi ajang refleksi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian.

Lucky Hakim menegaskan, Indramayu tetap menjadi lumbung padi nasional. Panen raya ini membuktikan bahwa kerja keras dan ketangguhan petani adalah kunci menjaga ketahanan pangan Indonesia.[]

Peringati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Oku Timur Ajak Petani Dukung Program Prabowo

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan menggelar peringatan Hari Tani Nasional di kawasan BK 9, Desa Tambak Boyo. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus, anggota, dan masyarakat petani setempat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Oku Timur, M Daud, menegaskan Hari Tani Nasional menjadi momen penting bagi petani untuk terus bekerja cerdas dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

“Dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto, para petani kini mendapatkan banyak kemudahan di berbagai sisi. Program ini membuka peluang besar agar petani bisa maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Ia menekankan visi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo memberi arah jelas menuju swasembada pangan nasional. Dengan itu Indonesia diharapkan mampu mandiri dalam ketahanan pangan.

Selain itu Tani Merdeka Indonesia Oku Timur juga menyatakan mendukung penuh terhadap pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB, yang menekankan pentingnya perdamaian dunia.

“Indonesia selalu siap mendukung perdamaian dunia, sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden di PBB. Kami, para petani, ikut bangga dan mendukung komitmen tersebut,” tegas M Daud.

Peringatan Hari Tani Nasional di OKU Timur ini menunjukkan bahwa petani tidak hanya berperan dalam ketahanan pangan. Mereka juga ikut mendukung cita-cita besar bangsa, termasuk di kancah internasional.[]

DPW Tani Merdeka Jateng Gelar Konsolidasi, Perkuat Komitmen untuk Petani

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat konsolidasi di Gedung PKK Ungaran. Pertemuan itu langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.

Rapat dihadiri Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan jajaran pengurus.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan keseriusan Tani Merdeka dalam membangun kekuatan petani hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan.

Agenda rapat membahas penguatan kepengurusan, penyusunan program prioritas berbasis potensi lokal, serta skema pendanaan yang transparan. Pemberdayaan petani milenial dan perempuan tani juga mendapat perhatian besar agar mampu menjadi motor penggerak regenerasi pertanian.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan Jawa Tengah punya potensi besar di bidang pertanian. Namun tantangan masih banyak, mulai dari akses pasar, keterbatasan teknologi, hingga dampak perubahan iklim.

“Melalui konsolidasi ini, kita ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor agar petani Jawa Tengah benar-benar merdeka, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Perwakilan Dewan Pembina dan Penasehat juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah, swasta, dan lembaga pendidikan. Kolaborasi ini dinilai penting agar program berjalan efektif. Dukungan juga diberikan pada penguatan rantai nilai agribisnis, digitalisasi pertanian, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada petani.

Rapat konsolidasi ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat kepengurusan hingga ke desa-desa. Program prioritas berbasis potensi lokal seperti padi, hortikultura, peternakan, dan perikanan akan menjadi fokus utama. Sistem pendanaan berbasis gotong royong juga dipersiapkan. Pengurus menegaskan pentingnya komunikasi yang kuat serta digitalisasi data anggota.

DPW Tani Merdeka Jawa Tengah optimistis hasil konsolidasi ini akan memperkuat organisasi dan memberi dampak nyata. Langkah ini diharapkan menjadi pondasi bagi petani agar lebih solid, modern, dan berdaya saing, sejalan dengan visi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.[]

Peringati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Pali Tanam Jagung di Simpang Tais

0

TANIMERDEKA – Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September diperingati dengan cara berbeda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatera Selatan.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pali menggelar penanaman jagung di Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, pada Kamis 25 September 2025.

Lahan yang digunakan seluas 1,5 hektare. Penanaman ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Pali, Heriadi, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah awal memperkuat pertanian di Bumi Serepat Serasan. Ia juga mengajak masyarakat terlibat langsung.

“Penanaman jagung ini menjadi langkah awal yang kami harap bisa mendorong semangat masyarakat untuk bertani dan membangun ketahanan pangan di wilayah Kabupaten PALI,” kata Heriadi.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat Pali untuk kembali menghidupkan semangat bertani.

Menurutnya, gerakan ini juga butuh dukungan pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Harapan kami, melalui lembaga ini, masyarakat PALI bisa lebih maju dalam bidang pertanian, usaha mikro, dan merasakan peningkatan kesejahteraan secara nyata,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Pali, Ahmad Jhoni, ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh penanaman jagung.

“Dalam pengawasan penanaman jagung ini kita melibatkan pihak Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya,” kata Ahmad Jhoni.

Menurutnya, program ini akan diperluas dengan target satu desa satu hektare. Hasil panen nantinya akan dipasarkan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Sementara itu Kepala Desa Simpang Tais, Erika Peru menilai kegiatan ini selaras dengan program nasional.

“Kita selaku pemerintah desa tentunya sangat mendukung, dan diharapkan produksi hasil tanaman jagung ini bisa berdampak positif bagi para petani,” ujar Erika.[]

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Petani Tasikmalaya

0

TANIMERDEKA – Petani di Kota Tasikmalaya kini punya harapan baru. Mereka tidak lagi harus menanam dengan penuh ketidakpastian karena harga pasar yang sering naik turun.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Tasikmalaya, Nandang Suryana, menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto sebagai peluang emas bagi petani. Program ini dianggap bisa membuat petani lebih tenang dan sejahtera.

“Bayangkan saja sekarang ini para petani memiliki kepastian pasar yang jelas dengan harga yang jelas,” kata Nandang saat peringatan Hari Tani Nasional, pada Rabu 24 September 2025.

Selama ini, kata Nandang, petani selalu menanam dengan harapan harga panen tinggi. Namun kenyataannya, ketika panen tiba, harga sering jatuh dan mereka rugi. Akibatnya petani hanya dapat lelah. “Tani tinggal daki,” ucap Nandang.

Lewat MBG, semua itu bisa berubah. Setiap dapur yang memasak makanan bergizi untuk anak-anak sekolah membutuhkan bahan pokok dalam jumlah besar dan rutin. Mulai dari beras, ayam, sayuran, sampai buah-buahan. Semua ini bisa dipasok dari petani lokal.

“Untuk telur ayam saja, satu dapur SPPG, dengan 4.000 penerima manfaat, membutuhkan 4.000 butir telur sehari. Jika di Kota Tasikmalaya ada 74 dapur, coba hitung sendiri berapa kebutuhan total komoditas pangan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Dengan kebutuhan sebesar itu, petani tidak perlu lagi bingung mencari pembeli. Hasil panen bisa langsung dijual ke koperasi yang bekerja sama dengan dapur MBG. Cara ini lebih cepat, harga lebih jelas, dan petani tidak lagi dipermainkan tengkulak.

Manfaat MBG juga terasa bagi warga lain. Satu dapur MBG bisa menyerap 50 pekerja. Jika di Tasikmalaya ada 74 dapur, ribuan orang mendapat pekerjaan baru.

Menurut Nandang, uang dari pemerintah untuk MBG sebagian besar digunakan membeli bahan pangan. Artinya, uang itu berputar di desa-desa, membuat ekonomi masyarakat bergerak.

Selain soal ekonomi, Nandang juga menekankan nilai kemanusiaan. Program ini memberi gizi yang sama bagi semua anak-anak, tanpa membedakan kaya atau miskin.[]

Hari Tani Nasional, Don Muzakir: Lawan Mafia Tanah, Kawal Program Presiden

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Suasana Desa Karangmulya, Indramayu, pada Selasa 24 September 2025 tampak berbeda. Ratusan petani berkumpul memperingati Hari Tani Nasional. Di tengah barisan mereka, bendera dan spanduk Tani Merdeka Indonesia dibentangkan, sebagian bertuliskan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat, berdiri di depan massa. Dengan suara lantang ia membacakan pernyataan sikap Tani Merdeka Indonesia yang menegaskan petani sebagai jantung pembangunan bangsa. Dari sawah dan ladang, kehidupan 280 juta rakyat Indonesia bergantung.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan petani bukan beban, melainkan penopang utama negara.

“Petani adalah sumber ketahanan bangsa. Pembangunan tidak bisa berjalan tanpa petani yang sejahtera dan merdeka,” ujar Don Muzakir.

Dalam momentum itu, Tani Merdeka juga menyatakan diri mengamalkan ajaran yang mereka sebut “Prabowoisme”. Don Muzakir menjelaskan, gagasan itu menempatkan kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan sebagai prinsip utama. Menurutnya, Indonesia hanya bisa berdaulat jika desa menjadi titik awal pembangunan.

“Prabowoisme adalah penolakan terhadap dominasi oligarki. Kita membangun Indonesia dari desa menuju negara yang kuat,” kata Don Mzuakir.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh program pemerintahan Presiden Prabowo. Mulai dari swasembada pangan, distribusi pupuk bersubsidi, pembangunan bendungan, hingga hilirisasi produk pertanian.

“Kami akan kawal setiap kebijakan yang berpihak kepada petani. Kami berdiri di garis depan bersama Presiden,” ujarnya.

Di sisi lain, Tani Merdeka Indonesia menolak alih fungsi lahan dan perampasan tanah dengan alasan investasi. Mereka menyerukan revolusi pangan dan mengajak generasi muda kembali ke desa.

“Bangun kembali sawah, ladang, dan kebun. Masa depan bangsa ada di sana,” kata Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia mendesak penyelesaian konflik agraria, pemerintah segera menindak mafia tanah, dan pangan. Menurut Don Muzakir, praktik mafia itu telah lama merugikan petani sekaligus negara.

Don Muzakir menilai keberpihakan Presiden telah memberi harapan baru. “Kami berterima kasih kepada Presiden yang berdiri di sisi rakyat. Perjuangan ini akan terus kami kawal,” ujarnya.[]

Peringati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Aceh Besar Jaga Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Tani Nasional di Balai Tani Kemukiman Bukit Baro, Gampong Buengtujoh, Kecamatan Montasik, Rabu 24 September 2025.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.

Tema peringatan tahun ini, “Peningkatan Hasil Panen dengan Teknologi Modern: Petani Aceh Besar Bergerak Bersama Menjaga Air, Air adalah Sumber Petani Menuju Cemerlang”.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Pertanian Jakfar, perwakilan Camat Montasik, Danramil, Kapolsek, Mukim Bukit Baroe, para keuchik, serta jajaran Balai Penyuluh Pertanian dari berbagai kecamatan. Ketua DPK Tani Merdeka se-Kabupaten Aceh Besar juga turut hadir.

Acara dilengkapi dengan santunan anak yatim dan pembagian susu dalam gerakan Revolusi Putih.

Petani, tokoh masyarakat, dan anak-anak duduk bersama dalam jamuan makan sederhana.

Mukim Bukit Baroe, H Muktar, mengatakan pentingnya menjaga air sebagai penentu keberhasilan panen.

“Air adalah sumber utama yang menyelamatkan hasil panen padi maupun komoditas lainnya. Tanpa air, tidak ada kehidupan pertanian,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Nabhani mengapresiasi kepada masyarakat Montasik, khususnya Ketua DPK Tani Merdeka Montasik, Yusri, dan jajaran.

“Petani adalah pahlawan. Tanpa mereka, bangsa ini tidak bisa berdiri kokoh. Mari terus dukung perjuangan petani Aceh Besar menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.[]

Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Kota Pekalongan Sinergikan Petani dan Pemerintah Kota

0

TANIMERDEKA – Peringatan Hari Tani Nasional Kota Pekalongan berlangsung di Griya Farm DPD Tani Merdeka Indonesia, Jalan H. Sabrawi, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, pada Rabu 24 September 2025.

Acara digelar oleh DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan dan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati.

Lili Sulistyawati menilai Hari Tani bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebutkan momen ini penting untuk membangkitkan semangat petani.

“Alhamdulillah, 24 September selalu kita peringati sebagai Hari Tani Nasional. Harapannya, para petani di Kota Pekalongan semakin semangat mengelola lahan, meningkatkan produktivitas, dan mampu menyediakan bahan pangan yang berkualitas, tidak hanya untuk masyarakat Kota Pekalongan, tetapi juga untuk bangsa Indonesia secara luas,” ungkapnya.

Ia menyebutkan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian sudah jelas. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong lahirnya petani milenial yang kreatif dan melek teknologi.

“Regenerasi petani menjadi PR besar. Saat ini jumlah petani muda masih terbatas, sehingga Dinperpa berupaya menumbuhkan minat generasi milenial melalui program pertanian modern, seperti hidroponik, urban farming, hingga pengembangan greenhouse. Kami bahkan sudah memulai percontohan greenhouse melon, dan ke depan akan merambah buah-buahan serta hortikultura bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harga gabah tahun ini naik signifikan.
“Kalau tahun lalu (2024) pemerintah mematok harga Rp6.500 per kilogram, tahun ini di pasaran sudah menembus lebih dari Rp7.000 per kilogram. Ini luar biasa dan menjadi motivasi bagi petani untuk lebih produktif,” imbuhnya.

Lili menyebutkan Pemeritah Kota Pekalongan terus mendukung melalui fasilitas, bantuan bibit, saprodi, dan bimbingan teknis.

“Dinperpa selalu siap mendampingi petani agar lebih berdaya, produktif, dan sejahtera,” tegas Lili.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, walaupun usia DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan baru satu tahun, semangat kami tidak pernah surut. Kami sudah membangun urban farming dan satu demplot Griya Farm di Kelurahan Tirto. Saat ini kami mengelola dua lahan, membuat pupuk organik berupa kompos, serta menjalin kerja sama dengan DLH Kota Pekalongan untuk pengelolaan sampah organik,” kata prempuan yang akrab disapa Kikie.

Ia menyebutkan kontribusi Tani Merdeka Indonesia tidak hanya soal pangan, tetapi juga penanganan sampah.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir: mulai dari semai bibit, distribusi bibit kepada warga, hingga pemanfaatan kompos. Insya Allah, ini akan membantu petani, ibu rumah tangga, dan masyarakat agar lebih sejahtera,” katanya.

Kikie menambahkan pihaknya sedang menyiapkan program Tani Merdeka Milenial di sektor wisata agro.

“Doakan, setelah Desember 2025 kami bisa mewujudkan wisata buah di Kota Pekalongan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinperpa agar langkah ini tepat sasaran,” pungkasnya.