Beranda blog Halaman 60

Perubahan Iklim Global Ancam Pola Hujan dan Pertanian Indonesia

0

TANIMERDEKA – Perubahan iklim ekstrem mulai mengganggu sistem cuaca regional, termasuk di Asia Tenggara. Dampaknya tidak hanya pada pola hujan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan Indonesia karena meningkatnya risiko gagal panen.

Pakar agrometeorologi dan perubahan iklim dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho, menyebut pencairan es di Samudra Atlantik bisa memengaruhi pertanian di Indonesia. Ia menanggapi hasil studi paleoklimatologi dalam jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology edisi terbaru.

Studi itu menunjukkan hubungan erat antara sirkulasi iklim global dan dinamika musim hujan tropis. Intensitas monsun Indo-Australia meningkat, membuat Australia utara lebih basah.

Hal ini mempercepat pencairan es di Atlantik. Akibatnya, musim hujan di belahan Bumi utara melemah. Sebagian kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan lebih kering.

“Fluktuasi iklim berskala global ini perlu diantisipasi secara serius, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” kata Bayu, dikutip dari laman UGM, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Namun, Bayu menyebutkan lemahnya kualitas dan konsistensi data cuaca di Indonesia. Hal ini menyulitkan prediksi yang presisi.

“Sulitnya memprediksi cuaca secara presisi menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan strategis, terutama di sektor-sektor vital seperti pertanian dan pengelolaan sumber daya air,” ujarnya.

Bayu mendorong pembangunan embung dan pemanfaatan air tanah (water harvesting) untuk mengatasi kekeringan. Ia juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini berbasis dampak. Petani bisa memperkirakan waktu tanam lebih tepat.

Ia menyarankan penelitian bibit tahan kering dan revitalisasi irigasi. Semua ini, katanya, membutuhkan sinergi antara riset, kebijakan, dan inovasi.

Bayu juga menekankan perlunya kerja sama internasional antarilmuwan, pemerintah, dan masyarakat. Termasuk berbagi data cuaca, membangun model prediksi bersama, dan inovasi teknologi adaptasi dan mitigasi.

Ia mengingatkan pentingnya peran masyarakat. Edukasi iklim dan gaya hidup berkelanjutan bisa dimulai dari hal sederhana: berjalan kaki, hemat air, menanam pohon, dan menjaga tanah serta air.

“Perubahan besar dimulai dari kesadaran dan tindakan sederhana di tingkat komunitas,” ujarnya.

Bayu juga menekankan peran generasi muda sebagai agen perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Ancaman iklim nyata. Respons cepat dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Masa depan pertanian dan pangan bergantung pada adaptasi kolektif dan kesadaran bersama.[]

Kunjungi Petani Jamur, Yudhi Setia Kurniawan: Ini Harus Dikembangkan secara Modern

0

TANIMERDEKA – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat, Yudhi Setia Kurniawan, meninjau langsung kegiatan petani jamur di Kabupaten Cianjur.

Ia datang bersama jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Cianjur.

Yudhi melihat langsung proses budidaya jamur di lapangan. Ia menilai sektor ini punya prospek besar.

“Ini potensial. Permintaan pasar sangat tinggi. Petani jamur harus didukung agar bisa berkembang,” ujar Yudhi saat berbincang dengan para petani di lokasi budidaya, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Menurutnya, budidaya jamur perlu dikembangkan secara modern agar hasilnya lebih maksimal dan berdaya saing.

Ia menyebutkan perlunya pendampingan teknologi dan akses pasar yang lebih luas.

“Harus dikembangkan secara modern. Petani jamur punya peluang besar untuk sejahtera kalau ini dikelola dengan baik,” tegasnya.

Yudhi juga menyampaikan pihaknya mendorong kerjasama konkret antara Indonesia dan Cina dalam bidang pemberdayaan petani jamur.

Ia menilai kolaborasi ini bisa dimulai dari Kabupaten Cianjur sebagai daerah percontohan.

“Ada peluang kerja sama Indonesia dan Cina untuk pemberdayaan petani jamur. Ini harus dimanfaatkan. Cianjur bisa menjadi pusatnya,” kata Yudhi.

Ia menegaskan komitmen Tani Merdeka Jawa Barat untuk terus mendampingi petani dan mendorong model pertanian berbasis inovasi dan teknologi.[]

Don Muzakir Desak Usut Tuntas Kasus Beras Tak Sesuai Mutu: Petani Jangan Dirugikan Lagi

0
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan beras tak sesuai mutu yang diklaim di kemasan atau yang dikenal sebagai beras oplosan.

Ia menilai tindakan ini merugikan para petani dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap distribusi pangan nasional.

“Harus diusut tuntas. Jangan biarkan praktik-praktik manipulatif seperti ini terus berlangsung. Kita ingin pertanian kita maju, bukan malah dirugikan oleh mafia yang bermain di rantai distribusi,” tegas Don Muzakir.

Menurutnya, praktik pengoplosan dan pemasaran beras yang tidak sesuai standar mutu sangat merusak tatanan pasar, serta mencederai semangat petani dalam meningkatkan produksi. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara tegas.

“Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memberantas mafia beras. Ini langkah konkret untuk menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.

Don Muzakir juga menyampaikan praktek kecurangan dalam distribusi pangan harus diberantas dari hulu ke hilir.

Ia mengingatkan agar pemerintah dan aparat terkait tak hanya berhenti pada penindakan semata, tetapi juga memperbaiki sistem pengawasan.

“Kami mendorong reformasi menyeluruh dalam pengawasan mutu beras dan sistem distribusinya. Jangan ada lagi permainan kualitas yang menyesatkan masyarakat. Petani harus dilindungi, bukan dikorbankan,” katanya.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kedaulatan dan ketahanan pangan, serta mendampingi petani agar tidak menjadi korban dari praktik curang oknum tak bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin ada satu petani pun yang kecewa karena hasil kerja kerasnya dihancurkan oleh ulah mafia,” pungkas Don Muzakir.[]

Jelang Pelantikan, DPD Tani Merdeka Aceh Tengah Silaturahmi ke Kapolres

0

TANIMERDEKA – Menjelang pelantikan, pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah bersilaturahmi dengan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. Pertemuan ini berlangsung di Mapolres Aceh Tengah, pada Jumat, 25 Juli 2025.

Dalam pertemua itu Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra menyerahkan undangan pelantikan kepada Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq.

Eka Saputra mengatakan, Tani Merdeka Indonesia membangun komunikasi dengan semua unsur pemerintahan agar sinergisitas tarbangun dengan baik.

Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal.

Menurutnya, DPD Tani Merdeka Aceh Tengah siap mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengembangan pertanian kopi.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan. Dalam kesempatan ini, kami juga berdiskusi banyak hal tentang masa depan pertanian Aceh Tengah. Kami ingin memastikan bahwa program Tani Merdeka sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian seperti kopi,” ujar Eka Saputra.

Ia menegaskan Aceh Tengah punya potensi besar pada komoditas kopi arabika.

“Kopi Gayo adalah identitas kita. Tapi di balik itu ada petani yang harus diperkuat secara kelembagaan, pengetahuan, dan akses pasar. Tani Merdeka hadir untuk menjembatani kebutuhan itu, termasuk lewat pelatihan, advokasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mendukung langkah DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah dan mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

“Saya menyambut baik kehadiran Tani Merdeka. Ini langkah positif jika benar-benar fokus pada pemberdayaan petani. Apalagi sektor kopi Gayo memiliki nilai strategis, tidak hanya secara ekonomi, tapi juga identitas daerah,” ujar Kapolres.

Ia berharap Tani Merdeka hadir secara nyata dan menjadi mitra aktif menyuarakan serta menyelesaikan persoalan petani.

“Harapan saya, Tani Merdeka mampu menjadi jembatan solusi, bukan sekadar simbolik. Masih banyak tantangan yang dihadapi petani kita. Di sinilah pentingnya peran organisasi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegas Taufiq.

Selain itu, pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah akan berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025.

Acara ini dijadwalkan dihadiri pejabat daerah, Forkopimda, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh Cut Muhammad, organisasi masyarakat, kelompok petani, serta tokoh masyarakat dan pemuda.[]

DPD Tani Merdeka Bogor Gelar Rakerda, Bahas Ketahanan Pangan dan Potensi Daerah

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama di Saung Bogania, Cibinong, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Rakerda ini menjadi langkah awal memperkuat organisasi dan menunjukkan keseriusan Tani Merdeka dalam mendorong kemajuan pertanian di Kabupaten Bogor.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Barat Yudi Setia Kurniawan, Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor H. Cecep Gogom, Danramil Cibinong Kapten Infanteri Tatang Taryono, perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Puri, perwakilan Distanhorbun, dan Dewan Pengawas Tani Merdeka H. Munim Niin Kisan. Para anggota dari 40 kecamatan juga hadir.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bogor H. Cecep Gogom mengatakan Rakerda bertujuan menggali potensi dari berbagai sektor. Antara lain pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

“Sesuai yang diarahkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, bagaimana ketahanan pangan ini bisa betul-betul dirasakan para petani dan masyarakat,” ujar H. Cecep.

Ia menambahkan pendamping petani ingin memperjuangkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi di wilayah masing-masing.

“Kami ingin mengawal dan mengedukasi petani, fokus tidak hanya pada agrohortikultura, tetapi juga agrowisata, agrobisnis, industri, dan konsep agropolitan nanti di Kabupaten Bogor ini,” katanya.

Ia menyebutkan Kabupaten Bogor memiliki lahan luas dan potensi besar, berdasarkan data dari BPP serta instansi peternakan dan perikanan.

Ia berharap kehadiran Tani Merdeka bisa mendampingi petani dari proses produksi, pengelolaan lahan, hingga pemasaran.

Salah satu anggota Tani Merdeka dari Cigombong, Mardiana Rizik atau akrab disapa Kang Habib, mengaku senang bergabung.

“Selain dapat menambah ilmu, juga bisa berbagi pengalaman,” katanya.

Ia bercerita tentang pengalaman pahit yang pernah dilalui. Namun dengan niat tulus, ikhlas, dan perjuangan tanpa pamrih, manfaat dari organisasi mulai terasa.

“Alhamdulillah, kami bisa diundang langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto,” ucapnya.

Ia berharap Tani Merdeka menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan dan penggerak ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Bogor.[]

Jelang Pelantikan, Pengurus Tani Merdeka Aceh Tengah Temui Wakil Bupati Bahas Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Menjelang pelantikan, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menggelar silaturahmi dengan Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan. Pertemuan berlangsung di kediaman Wakil Bupati, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Rombongan pengurus dipimpin langsung oleh Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tengah, Eka Saputra. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyerahkan undangan resmi pelantikan pengurus sekaligus berdiskusi mengenai rencana kolaborasi dalam bidang pertanian.

Eka mengatakan, pertemuan itu menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara Tani Merdeka Indonesia dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah siap mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berbasis kopi.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan. Dalam kesempatan ini, kami juga berdiskusi banyak hal tentang masa depan pertanian Aceh Tengah. Kami ingin memastikan bahwa program Tani Merdeka sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian seperti kopi,” ujar Eka Saputra.

Ia menegaskan Aceh Tengah memiliki potensi besar, terutama dalam komoditas kopi arabika yang sudah mendunia.

Menurut Eka, potensi itu harus tergarap dengan maksimal.

“Kopi Gayo adalah identitas kita. Tapi di balik itu ada petani yang harus diperkuat secara kelembagaan, pengetahuan, dan akses pasar. Tani Merdeka hadir untuk menjembatani kebutuhan itu, termasuk lewat pelatihan, advokasi, dan kolaborasi dengan pemerintah,” tambah Eka.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menyambut baik silaturahmi tersebut.

Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Tani Merdeka Aceh Tengah dan berharap organisasi ini bisa berperan aktif dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah.

“Saya mendukung penuh gerakan Tani Merdeka. Ini organisasi yang tepat jika fokusnya untuk petani dan penguatan pangan lokal. Apalagi jika menyasar sektor unggulan seperti kopi Gayo, maka kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting,” ujar Muchsin Hasan.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran Tani Merdeka Indonesia yang benar-benar berpihak kepada kepentingan petani kecil, bukan sekadar hadir sebagai penonton dalam proses pembangunan pertanian.

“Saya berharap Tani Merdeka tidak hanya berhenti pada kegiatan simbolik. Harus ada gerakan nyata di lapangan. Petani kita masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari harga, distribusi pupuk, sampai akses ke pasar. Di sinilah peran Tani Merdeka dibutuhkan,” tegas Muchsin.

Pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Aceh Tengah akan berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025 mendatang. Acara ini direncanakan akan dihadiri langsung pejabat daerah, Forkopimda, Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, sejumlah organisasi masyarakat, kelompok petaniserta, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.[]

DPD Tani Merdeka Lampung Barat Jalin Kolaborasi dengan Disbunnak, Dorong Modernisasi Perkebunan

0

TANIMERDEKA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menjalin silaturahmi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak). Pertemuan berlangsung di Kantor Disbunnak Lampung Barat, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Pertemuan ini menjadi langkah awal kerjasama dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat sektor perkebunan dan peternakan yang menjadi andalan masyarakat Lampung Barat.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, mengatakan petani saat ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya keterbatasan alat dan teknologi untuk mengelola lahan secara maksimal.

“Petani kami di Lampung Barat banyak yang mengelola kebun dan sawah secara tradisional. Mereka sangat memerlukan dukungan alat-alat modern seperti mesin alat pertanian untuk pengolahan hasil panen. Modernisasi sangat dibutuhkan agar produksi meningkat dan petani bisa bersaing,” ujar Haris Arifin Lubis.

Ia menambahkan, kelompok tani juga membutuhkan pelatihan teknis dan akses pendampingan yang berkelanjutan.

Menurutnya, program swasembada pangan tidak bisa dicapai jika petani tidak dibekali alat dan kemampuan yang memadai.

“Kami sampaikan langsung kepada Disbunnak bahwa petani perlu dukungan nyata. Tidak hanya bantuan alat, tapi juga pembinaan dan keterhubungan dengan pasar. Tani Merdeka siap menjadi penghubung antara pemerintah dan petani di lapangan,” tegas Haris.

Dalam pertemuan itu, pihak Disbunnak menyambut baik usulan dari DPD Tani Merdeka. Disbunnak kemudian menyerahkan surat rekomendasi resmi. Surat itu menjadi syarat utama untuk pengajuan bantuan alat ke pemerintah pusat.

Kolaborasi antara DPD Tani Merdeka Lampung Barat dan Disbunnak ini menjadi bagian dari strategi mendorong swasembada pangan berbasis lokal. Lampung Barat dikenal sebagai daerah penghasil kopi robusta dan kakao, yang selama ini menjadi komoditas andalan petani setempat.

DPD Tani Merdeka Lampung Barat berkomitmen mendorong setiap program nasional agar bisa diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan petani di daerah.

“Kami percaya, ketahanan pangan tidak hanya urusan pusat. Ini tanggung jawab bersama. Daerah harus ambil peran. Petani harus diperlengkapi,” kata Haris Arifin Lubis.

DPD Tani Merdeka Lampung Barat akan terus menjalin komunikasi dengan dinas teknis lainnya. Termasuk merancang pelatihan, membangun koperasi, dan menguatkan kelembagaan petani.[]

DPD Tani Merdeka Kotabaru Silaturahmi ke Kapolres, Bahas Kolaborasi untuk Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, gelar pertemuan dengan jajaran Polres Kotabaru. Pertemuan ini dilakukan dalam bentuk silaturahmi, sebagai bagian dari upaya membangun sinergi untuk memperkuat peran petani di daerah.

Pengurus DPD Tani Merdeka Kotabaru hadir langsung ke Mapolres Kotabaru. Mereka disambut oleh KAUR Bin Ops Satintelkam mewakili Kapolres AKBP Doli M. Tanjung, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan sektor pertanian, mulai dari kondisi petani, perlindungan lahan pertanian, hingga rencana kolaborasi jangka panjang.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kotabaru, Sujiono, menyampaikan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penguatan komunikasi antara Tani Merdeka Indonesia dan institusi keamanan di tingkat daerah.

“Kami datang ke Polres Kotabaru untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan keinginan kami agar ada perhatian bersama terhadap nasib petani di Kotabaru. Kami melihat masih banyak persoalan petani yang belum tersentuh kebijakan secara serius,” ujar Sujiono.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, petani tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari lintas sektor, termasuk kepolisian.

“Kami ingin program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo bisa sampai ke akar rumput. Untuk itu, butuh dukungan semua pihak. Kami percaya Polres bisa jadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian,” kata Sujiono.

Sujiono menegaskan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kotabaru tidak sekadar bicara soal program, tapi juga siap ikut mengawalnya.

Ia menilai, banyak tantangan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari akses pupuk, harga hasil panen, hingga gangguan keamanan di wilayah produksi pertanian.

“Kami ingin petani dilindungi dan dihargai. Mereka adalah ujung tombak ketahanan pangan. Kalau petani terus dibiarkan menghadapi masalah sendiri, tidak akan tercapai swasembada pangan. Maka kami mengajak Polres untuk bisa bersama turun ke lapangan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, DPD Tani Merdeka Kotabaru juga menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung program-program pemerintah, termasuk pembentukan koperasi pertanian dan pemberdayaan petani melalui pelatihan serta akses modal.

Pertemuan berlangsung terbuka dan disambut positif oleh jajaran Polres Kotabaru. Kedua pihak sepakat menjaga komunikasi, membangun kemitraan, dan menciptakan ruang kerja sama nyata yang bermanfaat bagi petani di Kotabaru.[]

Harga Bawang Merah dan Putih Naik, Cabai Merah Turun

0

TANIMERDEKA – Harga sejumlah bahan pangan pokok tercatat stabil. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan tidak ada perubahan harga pada beras, daging, telur, hingga gula pasir bila dibandingkan pada Rabu 23 Juli 2025 kemarin.

Beras medium tetap Rp15.000 per kilogram. Beras premium juga tidak berubah, Rp16.800 per kilogram. Gula pasir curah bertahan di Rp18.500. Minyak goreng kemasan premium masih dijual Rp22.300 per liter. Minyakita juga tidak berubah, Rp16.600 per liter.

Minyak goreng curah naik tipis 0,57 persen menjadi Rp17.600 dari sebelumnya Rp17.500 per liter.

Harga daging sapi paha belakang tetap Rp140.500 per kilogram. Daging ayam ras juga stabil di Rp37.700. Telur ayam ras masih di angka Rp31.600 per kilogram.

Tepung terigu tetap Rp13.400 per kilogram. Kedelai impor masih Rp15.000 per kilogram.

Harga cabai cenderung menurun. Cabai merah keriting turun 0,99 persen menjadi Rp50.100. Cabai rawit merah turun 1,04 persen ke Rp66.600. Cabai merah besar turun tipis 0,20 persen menjadi Rp48.700.

Sebaliknya, bawang merah naik 1,57 persen ke Rp51.800 dari sebelumnya Rp51.000. Bawang putih Honan naik ringan, dari Rp39.500 menjadi Rp39.600 atau naik 0,25 persen.[]

DPD Tani Merdeka Tanggamus Temui Wakil Ketua I DPRD, Bahas Aspirasi Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus mengunjungi kediaman Wakil Ketua I DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, dari Fraksi Gerindra.

Pertemuan berlangsung hangat di rumah pribadi Rangga. Hadir Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus Isralludin, Sekretaris Ali, Bendahara Bonar, serta pengurus lain, pada Rabu, 23 Juli 2025 malam.

Kunjungan ini untuk menjalin komunikasi dengan legislatif. Selain bersilaturahmi, mereka menyampaikan sejumlah persoalan dan harapan petani Tanggamus.

Rangga Putra Hakim menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan komitmen untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi petani di DPRD.

“Saya siap menjadi mitra strategis bagi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus. Aspirasi dan keluhan para petani tentu menjadi prioritas kami di DPRD, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada pertanian,” ujar Rangga.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus, Isralludin menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Rangga. Ia menilai pertemuan ini langkah awal membangun sinergi antara petani dan wakil rakyat.

Ia menyebutkan pentingnya peran anak muda di sektor pertanian. Menurutnya, petani milenial membawa semangat baru yang sesuai dengan visi Tani Merdeka Indonesia.

“Kami percaya, petani milenial adalah agen perubahan yang membawa semangat inovatif namun tetap berakar pada kearifan lokal. Inilah semangat Tani Merdeka yang ingin kami dorong: merdeka dalam berpikir, merdeka dalam bertani, dan merdeka dari ketergantungan,” ujar Isralludin.

Ia menyebutkan perjuangan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus sejalan dengan slogan Bupati Tanggamus, “Jalan Lurus.”

Menurutnya, jalan lurus berarti berpihak pada rakyat kecil, termasuk petani sebagai tulang punggung pangan daerah.

“Semangat Jalan Lurus kami maknai sebagai komitmen untuk berjalan bersama rakyat, transparan dalam perjuangan, dan tegas dalam memperjuangkan hak-hak petani. Maka dari itu, kami sangat berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam menjadikan Tanggamus sebagai kabupaten agraris yang maju dan mandiri,” pungkas Isralludin.