Beranda blog Halaman 47

Tani Merdeka Indonesia Deiyai Sosialisasi ke Distrik di Papua Tengah

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Deiyai menggelar sosialisasi perdana di Distrik Tigi Timur, Papua Tengah, pada Kamis 6 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan visi dan misi organisasi kepada masyarakat di tingkat distrik dan kampung.

Ketua DPD Tani Merdeka Deiyai, Markus Magai, menyampaikan kegiatan hari pertama berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga.

“Selamat malam pimpinan, tugas kami dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Deiyai hari ini sudah melaksanakan sosialisasi hari pertama di Distrik Tigi Timur. Besok kami lanjut ke Distrik Tigi sebagai kegiatan hari kedua,” ujar Markus Magai.

Ia menambahkan setelah sosialisasi selesai di seluruh distrik, pihaknya akan mengirim data pengurus dan kelompok tani, lengkap dengan dokumentasi, sebagai laporan resmi kepada DPN Tani Merdeka Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan tanggung jawab penuh, agar data yang kami kumpulkan dapat menjadi dasar penguatan jaringan Tani Merdeka di Kabupaten Deiyai,” tambahnya.

Sosialisasi ini langkah awal pembentukan kelompok tani di kampung-kampung. Struktur organisasi akan diperkuat mulai dari tingkat distrik hingga desa, agar koordinasi antara DPP, DPW, dan DPD berjalan lebih efektif.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif pengurus Deiyai. Ia menekankan pentingnya membangun struktur organisasi yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan petani.

“Kalau kita ingin petani berdaya, maka organisasi harus hadir di lapangan. Kita tidak bisa bantu petani dari jauh. Harus ada pengurus yang tahu kondisi kampung, tahu masalah petani, dan bisa laporkan langsung,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia bukan hanya wadah advokasi, tetapi juga memantau program pemerintah agar tepat sasaran.

“Petani di Papua punya potensi besar. Kita harus bantu mereka dengan struktur yang kuat dan data yang jelas. Jangan sampai program pemerintah tidak sampai karena kita tidak siap,” katanya.

DPD Tani Merdeka Indonesia Deiyai menargetkan pembentukan kelompok tani di seluruh distrik rampung dalam dua bulan. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menyusun program kerja dan memperkuat akses petani terhadap bantuan pemerintah.[]

Silaturahmi dengan Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar, Don Muzakir: Petani Harus Dapat Akses BBM Subsidi

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendorong pemerintah segera menetapkan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk petani dan nelayan.

Pernyataan itu disampaikan saat silaturahmi dengan ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar dan 23 Koordinator Kecamatan, pada Kamis 6 November 2025.

Menurut Don Muzakir, banyak petani kesulitan mendapatkan BBM subsidi untuk mengoperasikan traktor, pompa air, dan mesin pertanian. Kondisi serupa juga dialami nelayan.

“Ini secepatnya kita dorong kepada pemerintah Presiden Prabowo untuk membuat suatu aturan yang benar-benar berpihak kepada petani mengenai masalah BBM subsidi, untuk para petani dan nelayan,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, perhatian terhadap petani sempat muncul pada masa pemerintahan Presiden Suharto, terutama melalui program ketahanan pangan. Namun, selama puluhan tahun setelahnya, sektor pertanian kurang mendapat prioritas.

“Ini lah saatnya revolusi petani. Revolusi petani dalam artian sudah puluhan tahun petani tidak menjadi perhatian dan prioritas pemerintah,” katanya.

Don Muzakir menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengakomodasi banyak program untuk petani. Ia menyebutkan periode ini sebagai awal kebangkitan petani.

“Hari ini saat Presiden Prabowo petani juga dimuliakan. Banyak program-program petani sekarang diakomodir oleh Presiden Prabowo Subianto. Jadi kita sebut dalam hal ini adalah revolusi petani,” ucapnya.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan bahwa swasembada pangan, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani serta nelayan telah tercapai pada periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo.

“Presiden Prabowo pada periode pertama berhasil swasembada pangan terutama beras dan jagung, harga-harga stabil, petani makmur, nelayan sejahtera, dan konsumen aman. Indonesia harus berdaulat dalam urusan pangan,” tegas Don Muzakir.

Ia merinci bahwa ketahanan pangan mencakup swasembada, subsidi pupuk, modernisasi alat pertanian, dan pembelian gabah oleh pemerintah. RAPBN 2026 mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk program ketahanan pangan, termasuk Rp46,9 triliun untuk subsidi pupuk dan Rp22,7 triliun untuk Bulog.

Don Muzakir mengajak petani seluruh Indonesia khususnya di Aceh Besar untuk lebih semangat menggarap lahan, terutama lahan kosong yang belum dimanfaatkan.

“Kita berharap kepada kawan-kawan para petani yang di mana pun berada, khususnya di Aceh Besar, harus lebih semangat menggarap lahan pertanian. Kita manfaatkan lahan-lahan kosong yang terbengkalai, kita garap dan tanam. Insya Allah, Presiden Prabowo Subianto senantiasa membantu rakyat, membantu petani yang hidup di desa-desa,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa petani kini telah mendapat tempat dalam kebijakan nasional. “Ini kita sebut dengan revolusi petani. Petani saat ini sudah mulai merdeka,” tutup Don Muzakir.[]

Tani Merdeka Aceh Tamiang Bentuk Korcam dan Kordes, Petani Diajak Bergabung

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang membuka rekrutmen anggota baru. Mekanisme dilakukan melalui pembentukan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes), ini bertujuan memperkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan petani hingga tingkat desa.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Tani Merdeka Aceh Tamiang, Rizki Ananda, mengatakan rekrutmen terbuka bagi seluruh petani, baik yang sudah tergabung dalam kelompok tani maupun yang belum memiliki wadah.

“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh petani, baik yang telah tergabung pada kelompok tani ataupun yang belum bergabung yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang untuk dapat bergabung bersama kami melalui mekanisme pembentukan kepengurusan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes),” ujar Rizki.

Rizki menjelaskan Korcam dan Kordes akan menjadi struktur penting dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpetani. Ia menekankan keberadaan Tani Merdeka memberi manfaat nyata, terutama dalam mempermudah akses informasi, kebutuhan pertanian, dan jejaring strategis tingkat nasional.

“Kita bisa berjalan sama-sama untuk memajukan pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang ini sebagai bentuk komitmen mendukung program nasional, termasuk agenda ketahanan pangan dalam program Asta Cita Presiden. Melalui wadah Tani Merdeka, petani dapat lebih mudah mengakses kebutuhan, informasi, dan solusi atas persoalan pertanian,” jelasnya.

Diskusi dalam pertemuan juga menyinggung tantangan petani di lapangan, seperti keterbatasan akses BBM untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perlunya pendampingan teknis. Rizki menyebutkan bahwa Tani Merdeka akan menjadi penghubung antara petani dan kebijakan pemerintah.

Ia juga mengatakan posisi strategis Tani Merdeka dalam sektor pertanian nasional. Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, saat ini menjabat Wakil Menteri Pertanian dan Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia. Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pupuk Pestisida Nasional (ASPEKNAS).

“Tentunya peluang ini dapat kita manfaatkan untuk mendapatkan akses informasi dan solusi atas permasalahan pertanian yang ada di Aceh Tamiang,” tambahnya.[]

Don Muzakir Ajak Tani Merdeka Indonesia Bireuen Sukseskan Program Pangan Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menggelar silaturahmi bersama ratusan pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Bireuen, pada Selasa 4 November 2025).

Pertemuan berlangsung di Bireuen dan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum diskusi terbuka mengenai arah kebijakan pertanian nasional.

Don Muzakir mengatakan peran Tani Merdeka Indonesia sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Presiden Prabowo sangat membantu petani. Banyak program langsung menyentuh masyarakat, seperti penetapan harga gabah, singkong, dan jagung. Termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan alsintan, dan bibit jagung,” ujar Don Muzakir.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program nasional sangat bergantung pada kesiapan organisasi di tingkat daerah. Karena itu, ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh memperkuat struktur hingga ke tingkat desa.

“Kita harus perkuat struktur sampai desa. Petani tidak boleh jalan sendiri. Organisasi harus hadir, mendampingi, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke tangan petani,” katanya.

Silaturahmi ini juga diisi dengan diskusi. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari distribusi pupuk bersubsidi, akses alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.

Pengurus DPD Bireuen menyampaikan petani di beberapa kecamatan masih kesulitan mengakses pupuk bersubsidi tepat waktu. Selain itu, mereka menyoroti perlunya pelatihan teknis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara efisien.

Menanggapi hal itu, Don Muzakir meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia segera melapor jika ada kesulitan akses pupuk dan kendala di lapangan.

“Kita tidak boleh diam. Kalau ada pupuk tidak sampai, harga tidak sesuai, atau bantuan tidak tepat sasaran, laporkan. Kita akan kawal bersama,” tegasnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya integrasi program pertanian dengan agenda ketahanan pangan nasional. Don Muzakir mengatakan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi, akses, dan keberlanjutan.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya soal tanam dan panen. Kita harus pastikan hasilnya sampai ke pasar, harganya adil, dan petaninya untung. Itu baru namanya berdaulat,” ujarnya.

Don Muzakir mendorong pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh untuk aktif menyusun program kerja yang konkret dan berbasis kebutuhan lokal. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi komoditas unggulan yang bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Tugas kita adalah menyusun program yang sesuai dengan kondisi petani di sini,” katanya.

“Kita harus jadi penghubung antara petani dan kebijakan. Kalau kita solid, program Presiden pasti sukses. Kita harus jadi mitra aktif, bukan hanya penonton,” pungkas Don Muzakir.[]

Bupati Lilis Nuryani Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kebumen

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten Kebumen resmi menjalin sinergi dengan DPD Tani Merdeka Indonesia Kebumen. Kolaborasi ini ditandai dengan kesediaan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menjadi Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Kebumen.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan berlangsung di ruang kerja bupati, pada Rabu 5 November 2025, dan dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen, Parjono, bersama jajaran pengurus.

Turut mendampingi Bupati Lilis, Kepala Bapperida Bahrun Munawir dan Kepala Distapang Teguh Yuliono.

Parjono mengatakan pertemuan ini tindak lanjut arahan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Pusat.

“Kami datang menyampaikan arahan Bapak Wamentan agar pengurus di daerah aktif berkoordinasi dengan kepala daerah, sebagai bagian dari struktur pembinaan Tani Merdeka,” ujar Parjono.

Ia menjelaskan secara kelembagaan, Tani Merdeka Indonesia memiliki dewan pembina berjenjang dari pusat hingga kabupaten/kota. Organisasi ini menaungi gabungan kelompok tani (Gapoktan), tokoh tani, pemerhati pertanian, kelompok perikanan, dan peternakan.

Parjono menambahkan banyak program pemerintah pusat akan disalurkan melalui Tani Merdeka Indonesia, termasuk hilirisasi pertanian dan pendampingan teknis.

Ia juga menyoroti kendala lapangan yang kerap dihadapi petani, seperti kesulitan memperoleh BBM (solar) untuk alat dan mesin pertanian.

Sementara itu Bupati Lilis menyambut baik sinergi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Tani Merdeka Indonesia di Kebumen.

“Saya sangat mendukung Tani Merdeka Indonesia. Yang terpenting, petani di Kebumen bisa sejahtera,” tegas Bupati Lilis.

Ia memastikan bahwa Pemkab Kebumen siap bersinergi dalam menjalankan program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.

Diskusi juga membahas strategi penguatan ketahanan pangan melalui integrasi program pertanian, distribusi bantuan, dan perlindungan lahan produktif.

Pemkab dan Tani Merdeka Indonesia sepakat untuk menyusun agenda kerja bersama yang melibatkan dinas teknis dan kelompok tani.

Sebagai tindak lanjut, Parjono menyampaikan bahwa hasil audiensi akan dibawa ke Semarang sebagai bagian dari persiapan Gebyar Tani tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada akhir November 2025.[]

Tani Merdeka Indonesia Sulut Tinjau Persiapan Ekspor Vanili di Mitra

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Sulawesi Utara meninjau persiapan ekspor vanili di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pada Selasa 4 November 2025. Vanili menjadi komoditas unggulan yang dikembangkan oleh DPD Tani Merdeka Mitra.

Ketua DPW Tani Merdeka Sulut, Daniel Palit, hadir bersama jajaran pengurus. Rombongan disambut Ketua DPD Tani Merdeka Mitra, Amelius Manoppo, beserta anggota kelompok tani.

Daniel Palit menyampaikan apresiasi atas kerja keras DPD Mitra dalam membangun kualitas vanili yang siap ekspor.

“Saya sangat bangga dengan DPD TMI Mitra yang mampu menghasilkan vanili berkualitas tinggi dan siap bersaing di pasar internasional. Ini adalah bukti nyata bahwa petani kita mampu berinovasi dan menghasilkan produk unggulan,” ujar Daniel.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran Amelius Manoppo sebagai ketua sekaligus penangkar benih rempah terbaik tingkat nasional.

“Pak Ir Amelius Manoppo, kelompok tani Loor dan petani teladan oleh Pemerintah Provinsi tahun 2021 adalah sosok inspiratif bagi petani lainnya. Penghargaan yang diraihnya dari Kementerian Pertanian pada tahun 2021 adalah bukti nyata kualitas dan komitmennya dalam mengembangkan vanili,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut mengapresiasi terhadap capaian DPD Mitra.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian DPD TMI Mitra. Ini adalah contoh sukses bagaimana TMI dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas unggulan,” kata Don Muzakir.

Amelius Manoppo menyampaikan terima kasih atas dukungan dari DPW Tani Merdeka Indonesia Sulut dan DPN Tani Merdeka Indonesia. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas pasar vanili.

“Kami sangat termotivasi dengan dukungan ini. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas vanili kami dan memperluas pasar ekspor,” ujar Amelius.

Ekspor vanili dari Mitra diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah. Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan komoditas unggulan dan memperluas daya saing di pasar global.[]

Tani Merdeka Indonesia Mamuju Tengah Kawal Harga Gabah di Tingkat Petani

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah bersama Bulog meninjau sawah tadah hujan di Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, pada Selasa 4 November 2025, pukul 13.30 WITA.

Kunjungan ini bertujuan memastikan harga gabah sesuai ketetapan pemerintah dapat diterapkan di lapangan.

Kegiatan dihadiri perwakilan Bulog, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kanit Reskrim, Babinsa, petani, dan pembeli.

Ketua DPD Tani Merdeka Mamuju Tengah, Sujarno, mengatakan pentingnya pengawasan agar harga yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterima petani.

“Harga sudah ditentukan oleh pemerintah. Jangan sampai petani dirugikan karena permainan tengkulak atau pembeli yang tidak patuh,” ujar Sujarno.

Ia menambahkan bahwa Tani Merdeka Indonesia akan terus mengawal distribusi dan transaksi hasil panen agar petani memperoleh nilai jual yang layak.

“Kami ingin petani tidak hanya panen, tapi juga untung. Harga harus adil dan transparan,” katanya.

Sujarno juga mengatakan perlunya keterlibatan semua pihak, termasuk aparat dan lembaga distribusi, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Kalau ada penyimpangan, kami siap laporkan. Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri,” tegasnya.[]

Pengurus Tani Merdeka Indonesia Batang Hari Dilantik, Wakil Bupati: Petani Adalah Pahlawan Pangan Sejati

0

TANIMERDEKA – Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar, menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Batang Hari, pada Senin 3 November 2025.

Acara digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati dan dihadiri Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi, Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan organisasi masyarakat, serta kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Bakhtiar menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari terhadap sektor pertanian dan menyebut petani sebagai aktor utama ketahanan pangan nasional.

“Petani adalah profesi yang mulia. Petani adalah pahlawan pangan sejati,” tegas Bakhtiar.

Ia menilai Tani Merdeka Indonesia memiliki peran strategis sebagai wadah perjuangan hak dan aspirasi petani, sekaligus mitra pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian.
“Tani Merdeka harus menjadi jembatan aspirasi petani ke pemerintah,” ujarnya.

Bakhtiar mendorong penerapan praktik pertanian ramah lingkungan dan modernisasi yang tetap menjaga kelestarian alam. Ia juga menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang masih menjadi tantangan di lapangan.

“Banyak petani masih kesulitan mengakses pupuk bersubsidi,” ungkapnya.

Ia menyatakan Pemkab Batang Hari akan terus memperjuangkan akses sarana produksi yang adil bagi petani. Dukungan juga diberikan terhadap program strategis pemerintah seperti pengembangan food estate dan perlindungan lahan pertanian produktif.[]

Pemerintah Kota Medan Dorong Tani Merdeka Indonesia Jadi Pelopor Urban Farming

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kota Medan mendorong Tani Merdeka Indonesia menjadi pelopor inovasi pertanian perkotaan. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Kota Medan, pada Senin 3 November 2025, di Thayyiba Hall, RM Wong Solo, Medan.

Rico menilai pertanian kota memiliki tantangan ruang dan sumber daya yang terbatas. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan teknologi dalam pengelolaan urban farming.

“Inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pertanian kota sangat penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan,” ujar Rico.

Ia meminta Tani Merdeka Indonesia Kota Medan melakukan terobosan berbasis teknologi agar pertanian kota lebih efisien dan berkelanjutan.

“Saya minta Tani Merdeka Indonesia untuk terus berinovasi dan membangun kerja sama dengan instansi yang lain,” katanya.

Rico juga mengatakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, revitalisasi pertanian membutuhkan tenaga kerja yang kuat dan pendekatan yang lebih modern.

“Ajak anak-anak muda perlu turun ke lapangan. Kita ingin petani menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton. Siapkan program kerja yang konkrit dan Pemkot Medan siap bekerja sama,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Agus Suriyono, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.

“Sejak dilantik 2024. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mendukung seluruh kegiatan yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kelautan Kota Medan,” ujar Agus.

Ia menyebutkan bahwa pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan telah memulai sejumlah kegiatan, seperti budidaya cabai, lele, maggot, dan anggur. Sistem hidroponik dan akuaponik juga mulai diterapkan. Limbah organik dari rumah tangga, hotel, dan restoran dikelola menjadi pupuk kompos dan pakan maggot.[]

Silaturahmi di Kota Langsa, Don Muzakir: Struktur Tani Merdeka Indonesia Harus Segera Dibentuk Hingga Tingkat Desa

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh agar memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan saat silaturahmi bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, pada Senin 3 November 2025, di Kota Langsa.

Menurut Don Muzakir, penguatan struktur di tingkat desa penting untuk memastikan program pertanian nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita butuh pasukan yang kuat di tingkat desa. Mereka yang akan jadi penggerak utama, menyusun program, mendampingi petani, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke bawah,” ujar Don Muzakir.

Di hadapan para pengurus Tani Merdeka Indonesia itu Ia menegaskan, Tani Merdeka harus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” katanya.

Don Muzakir juga mengatakan pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi menjadi penting. Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah ikut memantau harga pupuk di lapangan.

“Kalau ada pupuk subsidi dijual di atas harga eceran tertinggi, tolong laporkan ke saya, agar segera ditindak. Kita ingin membasmi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari program subsidi yang seharusnya untuk petani,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Penurunan ini bertujuan meringankan beban petani dan mengurangi tekanan pada anggaran negara. Harga urea kini ditetapkan Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg, NPK Kakao Rp2.640/kg, ZA Rp1.360/kg, dan pupuk organik Rp640/kg.

Kebijakan ini itu bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Pemerintah juga menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga 2029 untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Silaturahmi di Langsa ini bagian dari konsolidasi organisasi Tani Merdeka Indonesia di Aceh. Pengurus daerah menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan pendampingan teknis, akses alat pertanian, dan distribusi pupuk yang lebih adil.

Don Muzakir menyatakan Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat peran di lapangan, terutama dalam menyampaikan laporan langsung dari petani kepada pemerintah pusat.[]