Beranda blog Halaman 48

Pemerintah Kota Medan Dorong Tani Merdeka Indonesia Jadi Pelopor Urban Farming

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kota Medan mendorong Tani Merdeka Indonesia menjadi pelopor inovasi pertanian perkotaan. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Kota Medan, pada Senin 3 November 2025, di Thayyiba Hall, RM Wong Solo, Medan.

Rico menilai pertanian kota memiliki tantangan ruang dan sumber daya yang terbatas. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan teknologi dalam pengelolaan urban farming.

“Inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pertanian kota sangat penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan,” ujar Rico.

Ia meminta Tani Merdeka Indonesia Kota Medan melakukan terobosan berbasis teknologi agar pertanian kota lebih efisien dan berkelanjutan.

“Saya minta Tani Merdeka Indonesia untuk terus berinovasi dan membangun kerja sama dengan instansi yang lain,” katanya.

Rico juga mengatakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, revitalisasi pertanian membutuhkan tenaga kerja yang kuat dan pendekatan yang lebih modern.

“Ajak anak-anak muda perlu turun ke lapangan. Kita ingin petani menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton. Siapkan program kerja yang konkrit dan Pemkot Medan siap bekerja sama,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Agus Suriyono, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.

“Sejak dilantik 2024. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk senantiasa mendukung seluruh kegiatan yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kelautan Kota Medan,” ujar Agus.

Ia menyebutkan bahwa pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan telah memulai sejumlah kegiatan, seperti budidaya cabai, lele, maggot, dan anggur. Sistem hidroponik dan akuaponik juga mulai diterapkan. Limbah organik dari rumah tangga, hotel, dan restoran dikelola menjadi pupuk kompos dan pakan maggot.[]

Silaturahmi di Kota Langsa, Don Muzakir: Struktur Tani Merdeka Indonesia Harus Segera Dibentuk Hingga Tingkat Desa

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meminta seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di Aceh agar memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan saat silaturahmi bersama pengurus DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Timur, pada Senin 3 November 2025, di Kota Langsa.

Menurut Don Muzakir, penguatan struktur di tingkat desa penting untuk memastikan program pertanian nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita butuh pasukan yang kuat di tingkat desa. Mereka yang akan jadi penggerak utama, menyusun program, mendampingi petani, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke bawah,” ujar Don Muzakir.

Di hadapan para pengurus Tani Merdeka Indonesia itu Ia menegaskan, Tani Merdeka harus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” katanya.

Don Muzakir juga mengatakan pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi menjadi penting. Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah ikut memantau harga pupuk di lapangan.

“Kalau ada pupuk subsidi dijual di atas harga eceran tertinggi, tolong laporkan ke saya, agar segera ditindak. Kita ingin membasmi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari program subsidi yang seharusnya untuk petani,” tegasnya.

Sebelumnya Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Penurunan ini bertujuan meringankan beban petani dan mengurangi tekanan pada anggaran negara. Harga urea kini ditetapkan Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg, NPK Kakao Rp2.640/kg, ZA Rp1.360/kg, dan pupuk organik Rp640/kg.

Kebijakan ini itu bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Pemerintah juga menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru hingga 2029 untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Silaturahmi di Langsa ini bagian dari konsolidasi organisasi Tani Merdeka Indonesia di Aceh. Pengurus daerah menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk kebutuhan pendampingan teknis, akses alat pertanian, dan distribusi pupuk yang lebih adil.

Don Muzakir menyatakan Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat peran di lapangan, terutama dalam menyampaikan laporan langsung dari petani kepada pemerintah pusat.[]

Wali Kota Medan Dukung Tani Merdeka Indonesia, Ini Pesannya

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kota Medan menyatakan mendukung pengembangan pertanian perkotaan yang digerakkan Tani Merdeka Indonesia. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan Tani Merdeka se-Kota Medan, Minggu 2 November 2025, di Thayyiba Hall, RM Wong Solo, Medan.

Sebanyak 21 koordinator kecamatan resmi dilantik dalam acara tersebut. Pelantikan dihadiri Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara Muhammad Husni, dan Ketua DPD Tani Merdeka Kota Medan Agus Suriyono.

Wali Kota Medan mengapresiasi semangat para pengurus yang baru dilantik. Ia menilai pertanian kota tidak lagi bergantung pada lahan luas, melainkan bisa dikembangkan melalui teknologi seperti urban farming dan vertical farming.

“Mari kita cari teknologi terbaik dan ajak anak-anak muda ikut membangun pertanian kota yang modern,” ujar Rico.

Ia menyebutkan salah satu penyebab inflasi di Medan adalah naiknya harga cabai akibat gagal panen. Karena itu, program Tani Merdeka di 21 kecamatan diharapkan menjadi cadangan produksi yang membantu menjaga kestabilan harga pangan dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini peluang besar bagi Tani Merdeka untuk menjadi pemasok utama bahan pangan lokal,” tegasnya.
Ketua DPD Tani Merdeka Kota Medan, H. Agus Suriyono, menyampaikan bahwa setelah pelantikan tingkat kecamatan, kepengurusan akan dibentuk di 151 kelurahan dalam waktu tiga bulan.
“Kami siap menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan, membantu menekan inflasi dan memperkuat ekonomi warga,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan pertanian telah berjalan di beberapa kecamatan, seperti budidaya cabai, lele, maggot, dan anggur. Selain itu, pengembangan sistem hidroponik dan akuaponik mulai diterapkan. Limbah organik dari rumah tangga, hotel, dan restoran juga dikelola menjadi pupuk kompos, pakan ternak, dan pakan maggot.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Husni, menegaskan pentingnya struktur organisasi yang kuat hingga tingkat kelurahan.

“Kalau kita ingin petani didengar, maka organisasi harus hadir sampai ke bawah. Korcam dan pengurus kelurahan akan jadi penghubung langsung antara petani dan kebijakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Tani Merdeka bukan hanya wadah advokasi, tetapi juga alat distribusi informasi dan program pemerintah agar tepat sasaran.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan apresiasi atas konsolidasi yang dilakukan di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Kita ingin Tani Merdeka benar-benar menjadi rumah besar bagi petani Indonesia. Di sinilah kita bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan dan kemandirian pangan bangsa,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengelolaan limbah sampah organik dan makanan berlebih antara Tani Merdeka Medan, PD Pasar Medan, PHRI Sumut, dan IHGMA Sumut. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan di wilayah perkotaan.[]

21 Korcam Kota Medan Dilantik, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Rumah Besar Petani Indonesia

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara resmi melantik 21 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka se-Kota Medan, pada Minggu 2 November 2025. Pelantikan dihadiri lebih dari 600 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Medan.

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, jajaran pengurus Partai Gerindra Kota Medan, serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Medan.

Pelantikan Korcam ini guna memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini dinilai strategis dalam memperluas jangkauan pendampingan petani dan mempercepat distribusi program bantuan pemerintah.

Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Husni, mengatakan pelantikan ini sebagai tonggak penting dalam membangun gerakan petani yang lebih terorganisasi dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.

“Korcam akan menjadi ujung tombak gerakan petani di daerah. Mereka yang akan menyampaikan aspirasi dan mengawal program sampai ke lapangan,” ujar Muhammad Husni.

Ia menambahkan bahwa struktur organisasi yang kuat di tingkat kecamatan akan memudahkan koordinasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam hal distribusi pupuk, bibit, dan alat pertanian.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan apresiasi atas soliditas pengurus Tani Merdeka di Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita ingin Tani Merdeka benar-benar menjadi rumah besar bagi petani Indonesia. Di sinilah kita bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan dan kemandirian pangan bangsa,” kata Don Muzakir.

Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas pembangunan nasional.

“Kita dukung semua program Presiden Prabowo Subianto agar bisa berjalan dirasakan oleh seluruh rakyat dan petani,” tambahnya.

Selain itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Medan, Agus Suriyono, menyampaikan bahwa setelah pelantikan tingkat kecamatan, kepengurusan akan segera dibentuk di 151 kelurahan dalam waktu tiga bulan ke depan.

“Struktur organisasi harus menjangkau hingga kelurahan agar kerja-kerja pendampingan petani lebih terarah dan merata,” ujar Agus.

Ia menyebutkan bahwa pengurus kelurahan akan difokuskan pada pendataan kelompok tani, identifikasi kebutuhan dasar, serta penguatan kapasitas petani melalui pelatihan dan advokasi kebijakan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap gerakan Tani Merdeka. Ia menilai pelantikan ini sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian.

“Pemerintah Kota Medan terbuka untuk berkolaborasi. Kami ingin program pertanian menyentuh langsung kebutuhan petani, bukan hanya berhenti di atas meja,” ujarnya.

Pelantikan Korcam juga diisi dengan diskusi terbuka dengan mahasiswa. Sejumlah isu mengemuka, seperti distribusi pupuk bersubsidi, akses alat pertanian, dan perlunya pendampingan teknis di lapangan.[]

Wamentan Sudaryono: Pertanian Tak Lagi Lambat, Mekanisasi Jadi Kunci

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan transformasi pertanian Indonesia memasuki babak baru. Pola kerja konvensional mulai ditinggalkan. Mekanisasi menjadi arah baru yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai lompatan besar menuju pertanian yang maju dan mandiri.

“Sekarang zamannya bukan lagi mekanisapi, tapi mekanisasi. Bedanya jauh sekali. Kalau mekanisapi itu lambat, melelahkan, dan anak muda kurang tertarik. Dengan mekanisasi, pekerjaan lebih cepat, efektif, efisien, dan hasilnya meningkat. Petani tidak lagi capek, tapi produktif,” kata Sudaryono saat menyerahkan bantuan alsintan kepada petani Sumatera Selatan di Palembang, pada Rabu 29 Oktober 2025.

Ia menjelaskan mekanisasi mampu mempercepat seluruh rantai produksi, mulai dari tanam, panen, hingga pengolahan lahan. Frekuensi panen bisa meningkat dalam satu tahun.

Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun di lahan yang sama.

“Kalau tadinya nanam dan panen manual butuh waktu lama, sekarang pakai mesin bisa dipercepat. Panen selesai hari ini, besok tanah bisa langsung diolah dan ditanami lagi. Itu kuncinya supaya hasil meningkat dan petani makin sejahtera,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, Sudaryono menyerahkan bantuan alsintan berupa traktor roda empat, combine harvester, benih unggul, dan paket pengembangan pekarangan pangan. Bantuan ini bagian dari program prioritas Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Apa yang dibutuhkan rakyat, Insyaallah kita penuhi. Bantuan hari ini adalah contoh nyata: ada alsintan, benih, dan paket bantuan pertanian lainnya. Semua untuk mempercepat tanam, memperbanyak panen, dan meningkatkan penghasilan petani,” ujar Sudaryono.

Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Berdasarkan data Kementan, produksi beras di Sumsel hingga September 2025 mencapai lebih dari 700 ribu ton. Angka ini diperkirakan menembus satu juta ton hingga akhir tahun.

“Sumatera Selatan ini luar biasa. Peningkatan
produktivitasnya signifikan. Kita ucapkan selamat kepada Pak Gubernur, Dinas Pertanian, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota yang sudah bekerja keras di lapangan,” katanya.

Sudaryono menekankan bahwa mekanisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga daya tarik bagi generasi muda.

“Dengan teknologi modern, pertanian itu keren. Ini bukan pekerjaan masa lalu, tapi masa depan. Kalau dulu orang enggan jadi petani karena berat, sekarang justru anak muda bisa bangga jadi pelaku utama pertanian modern,” kata Wamentan.

Dalam dialog bersama kelompok tani dan penyuluh, sejumlah petani menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan tambahan alat panen. Sudaryono menyatakan komitmennya untuk menambah bantuan sesuai produktivitas di lapangan.

“Kalau hasilnya naik, panennya makin banyak, kesejahteraan meningkat, laporkan ke kami. Tahun depan insyaallah kami tambah bantuannya. Prinsipnya, siapa yang rajin bekerja dan terbukti berhasil, pasti kami dukung,” tegasnya disambut tepuk tangan petani.

Sudaryono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan pertanian di Sumatera Selatan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh, perbankan, hingga legislatif.

“Pertanian ini kerja gotong royong. Pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani semua harus jalan bersama. Tujuannya satu: supaya rakyat sejahtera dan Indonesia kuat karena pangan kita cukup,” pungkas Sudaryono.[]

Wamentan Sudaryono Ajak Mahasiswa Jadi Pelopor Kemandirian Pangan

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Sumatera Selatan untuk menjadi generasi solutif dan pelopor kemandirian pangan.

Ajakan itu disampaikan dalam pembukaan Kongres ke-V Forum Komunikasi BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (Forkom BEM PTAI) se-Indonesia di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah, Palembang, pada Rabu 29 Oktober 2025.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menegaskan bahwa masa depan pangan Indonesia bergantung pada peran aktif generasi muda dalam menciptakan inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan sektor pertanian.

“Jangan salah, semua negara maju, pertaniannya juga maju. Pertanian adalah fondasi ekonomi dan kedaulatan bangsa. Karena itu Presiden Prabowo menempatkan sektor pangan dan pertanian sebagai prioritas utama dalam membangun negara ini,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan pemerintah tengah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Langkah itu mencakup peningkatan produksi, perbaikan irigasi, perluasan lahan sawah, dan efisiensi harga pupuk.

“Jadi jangan pernah bilang Indonesia tidak punya uang. Kita punya, tapi harus digunakan untuk hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat. Salah satunya untuk memperkuat pangan dan SDM pertanian,” tuturnya.

Sudaryono juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi. Ia menekankan pentingnya sikap aktif dan konstruktif dalam menghadapi tantangan.

“Mahasiswa boleh kritis, tapi harus konstruktif. Saya ingin adik-adik bukan hanya bertanya ‘apa yang negara bisa beri’, tapi juga berpikir ‘apa yang bisa saya kontribusikan’. Jadilah solusi dari setiap masalah, bukan justru bagian dari masalah,” kata Wamentan.

Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan program Duta Milenial Pertanian. Program ini dirancang untuk melatih anak muda mengembangkan produk pertanian bernilai ekspor, seperti olahan kelapa, gula aren, buah-buahan, dan sayuran tropis.

“Melalui Duta Milenial, kami ingin mencetak anak muda yang tangguh, mandiri, dan melek ekspor. Anak muda bukan hanya bisa jadi petani, tapi juga petani-pengusaha. Siapa pun yang mau, saya siap jadi jembatan, siap bantu buka akses pelatihan dan pasar,” kata Sudaryono disambut tepuk tangan peserta.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian bukan hanya soal menanam, tetapi juga membangun manusia yang berkualitas dan bermental kuat.

“Saya dulu sama seperti kalian mahasiswa biasa, tidak punya apa-apa. Tapi saya percaya, masa depan hanya bisa dijemput oleh mereka yang mau menyiapkan diri. Maka siapkan diri kalian untuk menjadi generasi penerus bangsa yang membawa kemajuan sektor pertanian,” kata Wamentan.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamentan dalam kongres tersebut. Ia menilai momentum ini relevan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.

“Alhamdulillah, hari ini sangat istimewa karena Kongres ke-5 BEM/PTAI dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian RI, yang sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini,” ujarnya.

Gubernur mengatakan Sumatera Selatan telah melampaui target pertanian nasional. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian terus diperkuat, termasuk dalam pengembangan pendidikan pertanian.

“Saya minta dukungan dari Kementerian Pertanian agar UIN Sumsel dapat membentuk Fakultas Pertanian yang kuat. Kami ingin menyiapkan pemuda-pemuda yang bukan hanya petani tradisional, tetapi petani modern yang berjiwa entrepreneur, mampu mengangkat kedaulatan pangan bangsa,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah kunci ketahanan negara.
“Banyak yang bilang militer kita kuat, tapi tanpa ketahanan pangan yang kokoh, kekuatan itu tidak akan bertahan lama. Karena itu, ketahanan negara dimulai dari ketahanan pangan,” tutup Herman.[]

Resmi Kantor Tani Merdeka Indonesia di Papua Tengah, Don Muzakir Dijuluki Bapak Perekonomian

0

TANIMERDEKA – Suasana hangat menyambut kedatangan Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia di Nabire, Papua Tengah, pada Selasa 28 Oktober 2025.

Ratusan warga dan pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Papua Tengah berkumpul di halaman kantor baru.

Mereka menyebutnya “Bapak perekonomian Provinsi Papua Tengah.” tokoh yang dinanti oleh semua suku, yang datang bukan membawa janji, tetapi mengajak untuk perubahan ekonomi masyarakat Papua Tengah.

Kantor DPW Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) diresmikan.

Gedung sederhana itu kini menjadi pusat koordinasi program kerakyatan yang menyasar petani, pedagang, dan masyarakat desa.

“Kantor ini harus jadi tempat menyusun program, menggelar rapat, dan merancang strategi kesejahteraan Papua Tengah,” ujar Don Muzakir.

Ia berdiri di tengah kerumunan, menyapa satu per satu pengurus dan warga, “Terima kasih sudah datang ke tempat kami.”

Di mata mereka, kehadiran Don Muzakir bukan sekadar kunjungan, tetapi simbol bahwa suara petani Papua mulai didengar.

“Presiden Prabowo ingin pembangunan dirasakan langsung oleh rakyat terutama Papua Tengah. Petani, pedagang, dan nelayan harus terlibat, bukan hanya jadi objek,” kata Don Muzakir.

Setelah peresmian kantor, Don Muzakir menyempatkan diri berdiskusi dengan pengurus dan warga. Ia mengajak semua pihak tetap bersatu, mendukung program pemerintah pusat, dan aktif menyampaikan aspirasi.

“Kita harus kompak. Program Presiden Prabowo tidak akan berjalan kalau kita terpecah. Tugas kita menyampaikan aspirasi dan memastikan bantuan sampai ke desa,” tegasnya.

Don Muzakir juga memberikan edukasi tentang cara membentuk kelompok tani dan mengakses bantuan pemerintah. Ia menekankan pentingnya administrasi yang rapi dan komunikasi yang terbuka antara petani dan pemerintah daerah.

“Kelompok tani harus aktif. Jangan hanya dibentuk di atas kertas. Harus ada kegiatan, ada laporan, dan ada hasil,” katanya.

Kantor itu diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan petani dan pedagang di Papua Tengah. Program-program seperti bantuan alat pertanian, pelatihan usaha, dan revitalisasi pasar akan dikawal langsung.[]

Lantik Pengurus Tani Merdeka, Papera dan APPSI, Don Muzakir: Masyarakat Papua Harus Sejahtera

0

TANIMERDEKA – Tiga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) resmi dilantik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Selasa 28 Oktober 2025. Ketiganya yakni Tani Merdeka Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dan Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera).

Mereka dilantik oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir di Guest House, Jalan Merdeka, Papua Tengah.

Don Muzakir mengatakan ketiga organisasi dibentuk untuk memperkuat pendampingan terhadap petani dan pedagang, sekaligus membina kelompok tani di Papua Tengah.

“Kita berharap keberadaan ketiga organisasi dapat menjadi mata dan telinga bagi petani serta pengusaha di Papua Tengah,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir yang juga Ketua Umum Papera menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar terhadap pembangunan Papua. Menurutnya, program pemerintah harus benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok.

“Presiden Prabowo sangat sayang dengan Papua. Beliau ingin masyarakat sejahtera. Kita harus bergerak bersama membangun Papua,” kata Don Muzakir.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi agar pengajuan program ke pemerintah pusat berjalan lancar.

“Saya akan arahkan kawan-kawan pengurus untuk urusan administrasi. Tujuannya agar program Presiden Prabowo benar-benar sampai ke masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Norbertus Mote, mengatakan ketiga organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Melalui mereka, kita bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan ekonomi di Papua Tengah,” kata Norbertus.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi rakyat terus terjaga. “Kita secara bersama dapat mewujudkan kesejahteraan di tengah masyarakat Papua Tengah,” ujarnya.[]

Wamentan Sudaryono Tinjau Program MBG dan Dorong Peran Pemuda dalam Swasembada Pangan

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan, pada Rabu 29 Oktober 2025. Agenda kunjungan mencakup peninjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 238 Palembang dan partisipasi sebagai pembicara utama dalam Kongres V Forum Komunikasi BEM/DEMA PTAI se-Indonesia di Kampus UIN Raden Fatah.

Kunjungan bertujuan memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai rencana. Fokus peninjauan mencakup ketersediaan bahan pangan sebagai komponen utama program.

Sudaryono mengatakan program MBG sebagai inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gizi anak melalui penyediaan makanan bergizi gratis.

“Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak-anak yang akan mendukung pertumbuhan jasmani dan intelektual mereka secara optimal,” katanya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar menambahkan program MBG juga diharapkan mampu menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Setelah meninjau SDN 238, Sudaryono menghadiri Kongres V Forkom BEM/DEMA PTAI. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan.

“Dengan adanya peranan generasi muda akan memberikan motivasi kepada semua pihak khususnya bagi kaum tani untuk berupaya lebih produktif dalam meningkatkan produksi pangan yang akan mengurangi ketergantungan pada impor,” harapnya.

Sudaryono juga memaparkan strategi pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan lokal. Ia mengatakan pentingnya teknologi dan inovasi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat ketahanan pangan.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat implementasi program MBG dan mendorong kesadaran generasi muda terhadap peran mereka dalam pembangunan sektor pangan.

“Kunjungan ini akan jadi momentum untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah, akademisi, pemuda dan masyarakat dalam mencapai swasembada pangan nasional demi kesejahteraan kita semua,” pungkasnya.[]

Don Muzakir: Presiden Prabowo Sayang ke Masyarakat Papua

0

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menolak pendekatan pembangunan yang hanya berhenti di tataran kebijakan. Ia ingin agar seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lapisan terbawah mulai dari petani, pedagang, buruh, nelayan, hingga rakyat kecil di wilayah timur seperti Papua Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat pelantikan pengurus Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), dan Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APPSI) di Guest House, Jalan Merdeka, Papua Tengah, pada Rabu, 28 Oktober 2025.

Menurut Don Muzakir, arah kebijakan Presiden Prabowo menekankan hasil nyata, bukan laporan administratif. “Presiden Prabowo tidak ingin pembangunan berhenti di meja rapat. Beliau ingin agar setiap bantuan, pelatihan, dan fasilitas usaha menjangkau desa-desa, pasar tradisional, serta ladang yang selama ini tidak tersentuh program pusat,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menjelaskan, melalui Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI, pemerintah mendorong program revitalisasi pasar di seluruh Indonesia agar kegiatan ekonomi rakyat bisa tumbuh merata.

“Pasar adalah jantung ekonomi rakyat. Di situlah para pedagang kecil berjuang setiap hari untuk menghidupi keluarga mereka. Karena itu, kami mengawal program revitalisasi pasar agar betul-betul menyentuh kebutuhan pedagang kecil,” kata Don Muzakir.

Ia menambahkan, organisasi yang ia pimpin berperan sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah, terutama dalam sektor pertanian dan perdagangan rakyat. Menurutnya, Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap masyarakat kecil, termasuk para pelaku usaha mikro di Papua.

“Beliau ingin petani dan pedagang di wilayah timur, seperti Papua, tidak tertinggal. Mereka harus mendapat akses modal, pelatihan, dan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memadai agar ekonomi rakyat tumbuh dari bawah, bukan hanya dari pusat,” tutur Don Muzakir.

Don Muzakir mengungkapkan, perhatian Presiden terhadap Papua tidak hanya berupa wacana. Ia menyebutkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono telah menyetujui pembukaan lahan seluas 2.000 hektare di Papua Tengah untuk penanaman jagung. Program tersebut akan dimulai dalam waktu dekat.

“Langkah ini bukan hanya soal peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Papua bukan sekadar simbol. Para kader organisasi, katanya, akan bekerja langsung di lapangan, mendampingi petani dan pedagang agar bisa mengakses berbagai program pemerintah.

“Saya mendapat amanah langsung dari Presiden Prabowo dan Wakil Menteri Pertanian untuk turun ke pelosok-pelosok negeri, termasuk Papua. Kami tidak ingin hanya bicara di ruangan berpendingin udara. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar sampai ke tangan rakyat,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menegaskan, tiga organisasi yang ia pimpin tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Ia mengingatkan agar seluruh pengurus aktif mengawal pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

“Tani Merdeka, Papera, dan APPSI tidak boleh hanya ramai saat acara pelantikan. Organisasi harus hidup. Harus mendengar aspirasi masyarakat, menyalurkan program pemerintah, dan memastikan semua berjalan hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

Menurut Don Muzakir, ketiga organisasi itu diperintahkan untuk menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap wilayah Indonesia. Tugasnya bukan hanya menyampaikan laporan, tetapi juga mendeteksi persoalan yang dihadapi rakyat, terutama petani dan pedagang kecil.

“Kami diperintah untuk menjadi mata dan telinga Presiden. Artinya, kami harus tahu apa yang terjadi di lapangan, mendengarkan keluhan rakyat, dan membantu mencari solusi. Ini cara Presiden memastikan pemerintahan berjalan dekat dengan rakyat,” katanya.

Don Muzakir menegaskan, fokus utama Presiden Prabowo adalah kedaulatan pangan nasional. Sejak memimpin, Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Saat ini stok beras nasional mencapai 4,2 juta ton.

“Angka itu bukan sekadar data. Ini bukti bahwa petani Indonesia mulai berdaulat di negeri sendiri,” ujar Don Muzakir.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan Prabowo menempatkan sektor pangan dan ekonomi rakyat sebagai prioritas utama. Pembangunan tidak lagi hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh sendi-sendi kehidupan rakyat kecil.

“Pembangunan itu tidak hanya soal jalan tol dan gedung tinggi. Bagi Presiden Prabowo, pembangunan sejati adalah ketika rakyat kecil bisa makan cukup, anak petani bisa sekolah, dan pedagang kecil bisa hidup layak,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir memastikan Tani Merdeka Indonesia, Papera, dan APPSI akan terus membawa sebanyak mungkin program Presiden Prabowo ke Papua Tengah dan seluruh wilayah Indonesia.

Ia menyebutkan Papua menjadi salah satu prioritas utama karena wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan rakyat.

“Kami ingin rakyat Papua merasakan manfaat yang sama seperti rakyat di daerah lain. Tani Merdeka, Papera, dan APPSI akan menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan rakyat di lapangan,” ujarnya.

Don Muzakir juga menegaskan seluruh program yang dijalankan akan melibatkan masyarakat lokal agar mereka menjadi bagian dari pembangunan.

“Kita ingin rakyat Papua menjadi pelaku, bukan penonton. Semua program harus melibatkan mereka dari perencanaan sampai pelaksanaan,” pungkas Don Muzakir.[]