Beranda blog Halaman 45

Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Kampar Dilantik, Fokus Penguatan Basis Petani

0

TANIMERDEKA – Dewan Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Kampar, Riau dan sejumlah desa resmi dilantik. Prosesi berlangsung di Aula Kantor Camat Kampar, Air Tiris, Senin, 10 November 2025.

Pelantikan ini dihadiri Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau Oksi S. Malay, Sekcam Kampar Zun Nasri Masur, perwakilan Kapolsek Air Tiris, Kepala Desa Koto Tibun Hasbirullah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kampar Bayu Amra Yuhmadi, serta tokoh masyarakat dan ratusan petani.

Pembacaan Surat Keputusan dilakukan oleh perwakilan DPD Kampar. Ismail Kasio ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) Kampar untuk masa bakti 2025–2030.

Ismail menyampaikan komitmennya dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Ia menekankan pentingnya penguatan struktur hingga tingkat desa.

“Kami siap bekerja dan merealisasikan program kerja Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat basis. Penguatan di tingkat kecamatan dan desa adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sekcam Kampar Zun Nasri Masur menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.

“Kami berharap pengurus Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik dapat berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah untuk mempercepat program swasembada pangan dan meningkatkan taraf hidup petani kita,” tutur Zun Nasri Masur.

Sementara itu Ketua DPW Riau Oksi S. Malay menyampaikan Tani Merdeka Indonesia terus memperjuangkan aspirasi petani. Ia mencontohkan isu harga gabah dan distribusi pupuk.

“Tani Merdeka Indonesia telah memperjuang aspirasi para petani, contohnya harga gabah, pupuk langsung ke petani, harga pupuk subsidi turun,” kata Oksi.

Selain itu Ketua DPD Kampar Bayu Amra Yuhmadi menambahkan bahwa pihaknya akan mengawal hasil panen agar sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Kami akan mengawal nantinya hasil panen dan harganya sesuai program di tempat. Kami upayakan dan sesuaikan juga di tempat harga panen raya jika Bulog membelinya sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan,” ujar Bayu.

Pelantikan pengurus ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan. Tani Merdeka Indonesia menargetkan penguatan basis petani sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan di daerah.[]

Panen Raya Jagung di Kota Magelang, Tani Merdeka Indonesia Peringati Hari Pahlawan di Ladang

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang menggelar panen raya jagung konsumsi di Dusun Tegalsari, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini digelar bersama Bigagro sebagai bagian dari peringatan Hari Pahlawan.

Hamparan jagung di lahan rakyat seluas 1 hektare menjadi latar perayaan. Petani, pengurus organisasi, dan mitra lokal hadir menyaksikan hasil kerja kolektif yang tumbuh dari benih kemandirian.

Ketua Tani Merdeka Kota Magelang, Sri Sumirat, mengatakan Hari Pahlawan harus dimaknai sebagai panggilan untuk membebaskan petani dari ketergantungan.

“Kami menyambut Hari Pahlawan ini dengan kemerdekaan para petani di lahan kemerdekaan mendapatkan pupuk, kemerdekaan penyerapan hasil panen, dan kemerdekaan keluarga dari kemiskinan,” ujarnya di hadapan petani dan pengurus.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki visi memperjuangkan kesejahteraan petani.

“Kami siap berkolaborasi dengan siapa pun untuk kesejahteraan anggota Tani Merdeka Kota Magelang,” katanya.

Sri Sumirat juga mengumumkan rencana pengembangan jagung konsumsi di lahan seluas 100 hektare. Fokus utama program ini adalah efisiensi biaya dan peningkatan hasil panen.

“Kami akan fokus pada tanaman jagung ini karena biaya olah lahan yang irit dan hasil yang melimpah,” ujarnya.

“Salah satu petani binaan kami bahkan mampu menghasilkan keuntungan Rp30 hingga Rp35 juta per hektare.”

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dalam kesempatan terpisah menegaskan gerakan Tani Merdeka Indonesia ini merupakan kelanjutan dari perjuangan kemerdekaan bangsa.

“Kemerdekaan petani bukanlah hadiah, tapi hasil perjuangan. Jika dulu pahlawan merebut tanah air, maka kini petani harus merebut kembali hak atas tanah, pupuk, dan hasil panennya sendiri. Tani Merdeka adalah gerakan untuk menjadikan petani tuan di negeri agraris ini,” ujar Don Muzakir.

Suasana panen berlangsung sederhana. Tidak ada barisan atau bendera, hanya senyum dan syukur para petani yang memanen hasil di lahan sendiri. Panen raya ini pengingat Hari Pahlawan tidak hanya diperingati setiap 10 November, tetapi juga dihidupkan setiap kali petani menanam benih harapan di ladangnya.

Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara Konsolidasi Pengurus Kecamatan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara menggelar konsolidasi pembentukan pengurus tingkat kecamatan. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Syamtalira Aron, pada Senin, 10 November 2025.

Langkah ini bertujuan memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah agar lebih dekat dengan kebutuhan petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara, H. Abdul Mutaleb, menegaskan pentingnya kehadiran organisasi di lapangan.

“Kita ingin Tani Merdeka bukan hanya ada sebagai nama, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi petani di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris DPD, Asnawi, menekankan perlunya peningkatan kesejahteraan petani, terutama di masa pemerintahan Presiden Prabowo yang menjadikan ketahanan pangan sebagai visi utama.

“Tujuan kita jelas, petani harus sejahtera. Dengan dukungan pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan, kita harus bergerak lebih solid,” katanya.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Utara berharap pengurus kecamatan segera terbentuk secara lengkap dan mampu mengawal program pertanian yang berdampak langsung bagi petani Aceh Utara.[]

 

Resmikan Dapur Gizi di Blora, Don Muzakir: Dulu Diejek, Kini Anak-anak Bisa Makan Sama Rata

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Padaan, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Minggu, 9 November 2025. Dapur ini bagian dari pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk anak sekolah.

Dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Tri Boga Nusantara binaan Tani Merdeka Indonesia, mitra pelaksana program gizi dan pemerintah daerah.

Usai peresmian, Don Muzakir meninjau langsung fasilitas dapur dan peralatan masak. Ia memastikan dapur telah sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.

“Ini program Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi untuk anak-anak. Jaga dengan baik. Petugas kerja dengan baik, kerja dengan ikhlas. Ini program yang sangat luar biasa untuk memberikan makan bergizi untuk anak bangsa,” kata Don Muzakir.

Ia menyebutkan dapur gizi sebagai bukti nyata program makan bergizi gratis bukan sekadar wacana. Menurutnya, pelaksanaan di lapangan telah menunjukkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah.

“Dulu banyak orang yang mengejek saya karena program makan bergizi gratis ini. Tapi hari ini terbukti anak-anak bisa menikmati dengan baik. Di sekolah mereka bisa makan sama rata, tidak ada lagi anak-anak yang tidak makan. Semua makan, semua buka omprengan makanan yang sama,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah Wawan Pramono turut hadir dalam peresmian. Ia menyampaikan bahwa dapur gizi di Blora menjadi model pelaksanaan program di tingkat desa.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan program ini. Dapur gizi di Blora bisa jadi contoh untuk daerah lain. Petani juga ikut terlibat dalam penyediaan bahan pangan,” kata Wawan.

Ia menambahkan DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah akan memperluas koordinasi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan program makan bergizi berjalan konsisten dan tepat sasaran.[]

Don Muzakir Temui Dewan Pembina Tani Merdeka Jateng, Sudaryono Ikut Terhubung

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menggelar pertemuan khusus dengan para Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Pertemuan berlangsung di Semarang, Sabtu malam, 9 November 2025.

Pertemuan juga terhubung secara daring dengan Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono yang menjabat Wakil Menteri Pertanian RI.

Sudaryono menyampaikan apresiasi kepada pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Tengah yang telah bergabung dan aktif dalam organisasi petani ini.

“Terima kasih sudah bergabung dengan Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Saya akan bertemu langsung dengan para pengurus. Tetap semangat memberikan ide-ide untuk pengembangan organisasi dan petani,” kata Sudaryono.

Sementara itu Don Muzakir menyampaikan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam organisasi. Ia menekankan bahwa Tani Merdeka Indonesia harus diisi oleh orang-orang yang mampu berpikir strategis dan bekerja lintas sektor.

“Ini organisasi petani, butuh orang-orang cerdas untuk membantu pengembangan petani Indonesia. Tani Merdeka Indonesia harus punya SDM di segala bidang,” ujar Don Muzakir.

Ia menambahkan penguatan struktur organisasi di tingkat provinsi menjadi bagian dari konsolidasi nasional menjelang pelaksanaan program strategis nasional. Menurutnya, DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah memiliki peran penting dalam menyukseskan agenda organisasi.

Selain itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menyampaikan kesiapan pengurus wilayah dalam menjalankan program kerja dan memperkuat koordinasi dengan DPD di seluruh kabupaten/kota, Koordinator Kecamatan dan Koordinator Desa.

“Kami siap menjalankan arahan organisasi dan memperkuat konsolidasi di tingkat daerah. Jawa Tengah punya potensi besar, dan kami ingin petani di sini ikut terlibat aktif dalam program nasional,” kata Wawan.

Pertemuan berlangsung tertutup dan membahas sejumlah agenda internal, termasuk persiapan Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 yang akan digelar di Semarang. Kegiatan tersebut dijadwalkan menghadirkan 10 ribu petani dari berbagai provinsi.[]

Don Muzakir Kunjungi Kantor DPW Tani Merdeka Indonesia Jateng, Begini Responnya

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meninjau kantor DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan dilakukan di Gedung Wisma PKK Lantai 2, Jalan Letjend Suprapto No.25–27, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Don Muzakir melihat langsung aktivitas pengurus, termasuk proses pencetakan kartu anggota yang dilakukan secara mandiri oleh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah. Mesin cetak telah tersedia dan digunakan untuk mempercepat pendataan anggota di tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.

Menurut Don Muzakir, keberadaan kantor ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kerja organisasi, terutama dalam advokasi petani.

“Kantor ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan Tani Merdeka Indonesia. Termasuk untuk bantu advokasi petani, fasilitasi program, dan konsolidasi organisasi,” kata Don Muzakir, pada Sabtu, 9 November 2025.

Ia menambahkan penguatan kelembagaan di tingkat wilayah menjadi bagian penting dari strategi organisasi. Menurutnya, kantor DPW bukan hanya tempat administrasi, tetapi juga pusat koordinasi dan komunikasi antarpetani.

“Kita ingin kantor ini aktif, bukan hanya papan nama. Harus ada kegiatan, ada data, ada gerakan,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyampaikan pengurus wilayah telah menyiapkan sejumlah program kerja, termasuk pendataan anggota dan pelatihan kader.

“Kami sudah mulai cetak kartu anggota secara mandiri. Ini bagian dari konsolidasi internal agar data petani yang tergabung bisa lebih rapi dan terverifikasi,” kata Wawan.

Ia menyebutkan DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah juga sedang menyiapkan kegiatan Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 yang akan digelar di Semarang. Kegiatan tersebut akan menghadirkan 10 ribu petani dari berbagai daerah.

“Kantor ini jadi titik koordinasi utama untuk persiapan Gebyar Tani Merdeka. Kami pastikan semua pengurus kabupaten terlibat aktif,” ujar Wawan.

Kunjungan Don Muzakir ke Jawa Tengah bagian dari agenda konsolidasi dan monitoring Gebyar Tani Merdeka 2025. Tani Merdeka Indonesia saat ini tengah memperkuat struktur di tingkat desa untuk mendukung program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan dan hilirisasi pertanian.

Pemerintah Sepakati Hilirisasi Pertanian Senilai Rp371 Triliun

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

TANIMERDEKA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyepakati percepatan hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Nilai investasi dari kesepakatan ini mencapai Rp371 triliun.

Kesepakatan dihasilkan dalam rapat finalisasi hilirisasi yang dipimpin langsung oleh kedua menteri. Rapat digelar sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini atas arahan Bapak Presiden, kita melakukan hilirisasi bersama Pak Menteri Investasi juga CEO Danantara. Nah, tadi total rencana investasi kurang lebih total rencana Rp371 triliun,” kata Amran, dikutip pada Senin, 10 November 2025.

Kementerian Pertanian dan Kementerian Investasi sepakat memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir. Tujuannya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan memperbaiki kesejahteraan petani serta peternak.

Sektor prioritas dalam program ini meliputi kelapa, kakao, mente, sawit, dan kelapa dalam. Pengembangan sektor tersebut diharapkan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekspor.

Amran menyebutkan potensi ekspor kelapa bisa meningkat signifikan jika pengolahan dilakukan di dalam negeri. Nilai ekspor kelapa disebut bisa naik dari Rp24 triliun menjadi Rp2.400 triliun.

Ia mencontohkan dampak hilirisasi di Maluku Utara. Harga kelapa naik dari Rp600 menjadi Rp3.500 per butir setelah pengolahan dimulai.

Program hilirisasi ditargetkan menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja baru dalam empat tahun ke depan. Sektor yang disasar meliputi perkebunan, peternakan, dan hortikultura.

Sementara itu Rosan Perkasa Roeslani mengatakan rapat finalisasi ini sebagai puncak dari serangkaian pertemuan sebelumnya. Ia menyatakan kedua pihak telah mencapai kesepakatan untuk mendorong realisasi investasi.

“Kita sudah mencapai pada suatu kesepakatan, yang dimana memang program realisasi ini terutama di bidang peternakan, perkebunan, pertanian akan kita dorong dan kita akan akselerasi sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada kami,” kata Rosan.

Ia menambahkan seluruh program hilirisasi telah diidentifikasi oleh Kementerian Pertanian. Rencana pelaksanaan akan ditindaklanjuti oleh badan atau BUMN yang ditunjuk.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap proyek hilirisasi. Dukungan mencakup evaluasi dan percepatan implementasi di lapangan.

“Tentunya dari kami, dari Danantara akan men-support penuh. Dan juga ikut mengevaluasi semua yang tadi sudah disampaikan,” ucap Rosan.

Program hilirisasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi, ekspor, dan kesejahteraan petani secara simultan.[]

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Timur Temui Petani Madat, Ini yang Dibahas

0

TANIMERDKA – Tani Merdeka Indonesia Aceh Timur melakukan kunjungan ke Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan program nasional Tani Merdeka Indonesia dan menjaring kebutuhan pertanian masyarakat setempat.

Ketua Tani Merdeka Aceh Timur, Zubir Yahya alias Capang bersama sejumlah pengurus hadir bertemu dengan petani dari berbagai desa. Diskusi berlangsung terbuka dan menghasilkan sejumlah masukan strategis dari petani.

Dari dialog tersebut, teridentifikasi kebutuhan mendesak di lima desa: Lueng Dua, Matang Guru, Pante Bayam, Meunasah Tingkeum, dan Meunasah Hasan.

Petani menyampaikan sawah mereka berdekatan dengan tambak. Air asin kerap masuk ke lahan pertanian dan merusak tanaman. Mereka mengusulkan pembangunan saluran pembuangan air asin dan peninggian dinding lening sepanjang satu kilometer untuk mencegah intrusi air laut.

Petani juga membutuhkan pipa air sepanjang tiga kilometer dari Matang Guru ke Pante Bayam. Pipa ini diperlukan untuk mengatur distribusi air bersih ke lahan pertanian. Selain itu, pengadaan alat dan mesin pertanian dinilai penting untuk mendukung produktivitas lahan seluas 200 hektare di lima desa tersebut.

Di sektor perikanan tambak, petani mengusulkan pengadaan beko untuk peremajaan tambak. Mereka juga membutuhkan Combine Bimo, traktor, dan Mexxi untuk mendukung pengolahan sawah dan pemanenan. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali potensi ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perikanan di Madat.

Ketua Tani Merdeka Aceh Timur, Zubir Yahya, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaksanaan program unggulan yang relevan dengan kondisi lokal.

Ia menjelaskan pendampingan langsung di lapangan, pembentukan pasar tani, edukasi pertanian organik, serta pelatihan teknik pertanian modern menjadi bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan petani.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana pembentukan koordinator Tani Merdeka Indonesia tingkat kecamatan dan desa, agar pelaksanaan program lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan petani.

Masyarakat berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dan masuk dalam skema program nasional Tani Merdeka yang digagas pemerintah pusat.[]

DPD Tani Merdeka Indonesia Lebak Apresiasi Bakti Sosial YONIF TP 840 di Hari Pahlawan

0

TANIMERDEKA – Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang digelar Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YONIF TP) 840 “Golok Sakti” dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Lebak, termasuk Rangkasbitung, Senin, 10 November 2025.

Ellen menyebut kegiatan tersebut tepat sasaran. Bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa perantara.

“Sesuai dengan tagline kegiatannya, yakni ‘Bakti Untuk Negeri, Semangat dari Kelautan’. Menjadi pahlawan hari ini bukan dengan mengangkat senjata, tapi dengan menundukkan hati untuk mengabdi,” kata Ellen Herdyansyah.

Ia menyampaikan penghormatan atas nama Keluarga Besar Tani Merdeka Indonesia Lebak kepada YONIF TP 840 yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial.

“Beberapa di antaranya. YONIF TP 840 telah menggelar giat donor darah, khitanan massal, dan sejumlah kegiatan lain,” tegasnya.

Menurut Ellen, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan masih hidup di tubuh prajurit. Ia menilai aksi nyata yang menyentuh rakyat kecil menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menjaga kehidupan.

“Kami, para petani dan masyarakat Lebak, merasakan langsung makna dari pengabdian itu. Tetes darah para pendonor, tawa anak-anak yang dikhitan, dan wajah-wajah haru masyarakat adalah saksi bahwa pengabdian tidak harus besar, asal tulus dan menyentuh,” ungkapnya.

“Di tanah tempat padi tumbuh dan keringat rakyat mengalir, para prajurit datang bukan untuk disanjung tetapi untuk berbagi,” ujarnya.

Ellen menambahkan bahwa TMI Lebak bangga atas keteladanan YONIF TP 840. Ia berharap semangat gotong royong terus hidup dan menjadi jembatan antara kekuatan negara dan kearifan rakyat.

“Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025. Semoga dari Lebak hingga penjuru nusantara, api pengabdian ini terus menyala — dari tanah petani, untuk Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan,” pungkasnya.

Kegiatan bakti sosial YONIF TP 840 “Golok Sakti” di Lebak melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk petani, anak-anak, dan keluarga dari desa-desa terpencil. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sipil-militer di wilayah pedesaan.[]

Dukung Gelar Pahlawan Nasional, Don Muzakir: Pak Harto Bawa Swasembada dan Gus Dur Jaga Keutuhan Bangsa

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden Soeharto dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurutnya, keduanya memberi kontribusi nyata dalam pembangunan, stabilitas, dan penguatan sektor pertanian.

“Presiden Soeharto pekerja keras untuk rakyat. Di zamannya, Indonesia bisa swasembada pangan, ekonomi tumbuh, dan rakyat hidup tenang. Itu bukan hal kecil dan sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Don Muzakir, pada Sabtu 8 November 2025.

Don Muzakir menyebutkan swasembada beras tercapai pada era Soeharto melalui program intensifikasi pertanian. Pemerintah memperkenalkan Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus, dan Intensifikasi Khusus. Produksi pangan meningkat tajam, terutama beras. Saat itu, budi daya padi Indonesia disebut terbaik di Asia.

Penyediaan sarana penunjang diamankan dengan membangun pabrik pupuk. Pemerintah mendirikan Petro Kimia Gresik di Gresik, Pupuk Sriwijaya di Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer di Aceh. Subsidi pupuk, benih unggul, dan pestisida dikontrol ketat.

Selain itu petani juga dimodali lewat kredit bank yang mudah diakses. Pemasaran hasil panen dijamin melalui kebijakan harga dasar dan pengadaan pangan oleh pemerintah.

“Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, sampai program Pertanian, itu semua hasil kerja Pak Harto saat itu. Beliau adalah penjaga Pancasila dan UUD 45, itu harus kita akui” kata Don Muzakir.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan, stabilitas ekonomi saat itu memberi ruang bagi petani untuk berkembang. Inflasi terkendali, harga gabah dijaga, dan alsintan mulai diperkenalkan ke desa-desa.

“Ekonomi Indonesia saat itu ditakuti, saat itu dikenal sebagai macan Asia. Jasa Pak Harto tidak bisa dinafikan. Dengan banyaknya pengusulan dari berbagai pihak, saya pikir beliau pantas mendapat gelar itu (Pahlawan Nasional),” ucapnya.

Selain itu Don Muzakir juga menyebutkan peran Gus Dur dalam menjaga keutuhan bangsa pasca-reformasi. Menurutnya, Gus Dur memberi ruang bagi kelompok tani dan masyarakat adat untuk bersuara.

“Gus Dur kita kenal seorang yang visioner, punya pemikiran jauh ke depan, bagaimana bisa membangun dan menyatukan seluruh komponen masyarakat sehingga kesatuan negara Indonesia ini terjaga,” ujar Don Muzakir.

Menurut Don Muzakir, stabilitas politik pada masa Gus Dur menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan reformasi kelembagaan, termasuk di sektor pertanian. Program otonomi daerah memberi peluang bagi petani di wilayah terpencil untuk mengakses bantuan langsung.

“Yang kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya dan saya kira itu juga merupakan sebuah jasa besar dari seorang presiden pada saat itu,” pungkas Don Muzakir.[]