Beranda blog Halaman 45

Tani Merdeka Indonesia Gelar Aksi Damai di Patung Kuda, Terima Kasih Presiden Prabowo

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia sedang berorasi di Patung Kuda.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia sedang berorasi di Patung Kuda.

TANIMERDEKA – Sebanyak 3000 ribu petani, nelayan, dan buruh tani menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Selatan. Mereka tergabung dalam organisasi Tani Merdeka Indonesia dan menyatakan dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.

Dalam aksi ini, massa memberi dukungan penuh untuk program swasembada pangan, food estate, pupuk bersubsidi, dan pembangunan lumbung pangan di setiap kabupaten. Mereka juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia menganut Prabowoisme.

“Kami Tani Merdeka Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa organisasi yang menganut, menyebarluaskan, dan mengajarkan ide dan gagasan Presiden Prabowo Subianto, kepada seluruh petani dan rakyat. Ajaran tersebut kami sebut dengan nama Prabowoisme,” kata Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia kepada wartawan, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Massa yang hadir ini dari 30 provinsi dan 500 lebih kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilai berpihak kepada rakyat, khususnya petani. Seusai aksi di Patung Kuda, massa Tani Merdeka Indonesia bergerak menuju Kementerian Pertanian untuk mengikuti pengukuhan.

“Kita ingin pastikan sektor pertanian dapat terus tumbuh dengan berbagai kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kami Tani Merdeka Indonesia akan terus menjadi garda terdepan untuk mengawal program pemerintah,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menegaskan peran Tani Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah. Terutama untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo menjadikan pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa.

“Tani Merdeka dapat menjadi jaringan aspirasi petani, mendengarkan berbagai keluh kesah dan harapan petani terkait pupuk, benih, irigasi, alat mesin pertanian, tata niaga, dan lainnya,” harapnya.

Sebelumnya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengapresiasi soliditas jaringan Tani Merdeka. Ia berharap organisasi ini tidak hanya fokus pada advokasi, tetapi juga mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah.

“Fokusnya dua. Pertama, mengadvokasi kepentingan petani apa pun keluh kesah petani. Kedua adalah fungsi top-down, menjadi organisasi petani yang mengedukasi petani terkait kebijakan pemerintah pusat,” pungkasi pria yang akrab disapa Mas Dar.[]

Lantik Pengurus DPN Tani Merdeka, Sudaryono: Perbesar Organisa, Perluas Hingga Desa

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian.

TANIMERDEKA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia resmi berakhir hari ini. Penutupan berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. Ribuan petani dari berbagai daerah hadir dalam acara yang digelar sejak 27 Agustus 2025.

Suasana rapat dipenuhi semangat. Ratusan kursi penuh. Di luar ruangan, peserta duduk dengan tertib.

Acara ini diikuti pengurus Tani Merdeka dari 30 provinsi, lebih dari 500 kabupaten/kota dan sekitar 3.000 petani hadir. Mereka datang dengan berbagai latar belakang: petani padi, pekebun sawit, petani hortikultura, nelayan, hingga pengusaha pertanian.

Acara puncak Rapimnas diisi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia. Pelantikan dilakukan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang juga Ketua Pembina Tani Merdeka Indonesia.

“Perbesar Tani Merdeka Indonesia, perluas Tani Merdeka Indonesia hingga tingkat desa, sebarkan Tani Merdeka Indonesia berlandaskan ideologi Prabowonisme,” kata Sudaryono di hadapan peserta.

Tepuk tangan panjang terdengar setelah pernyataan itu. Para pengurus berdiri. Beberapa mengangkat tangan, mengulang yel-yel Tani Merdeka.

Sudaryono menekankan kehadiran Tani Merdeka di desa sangat penting. Menurutnya, organisasi petani tidak boleh hanya berhenti di tingkat kota.

“Kalau kita ingin petani kuat, organisasi harus ada sampai desa. Jangan hanya di kabupaten atau provinsi. Kita harus masuk ke sawah, ke ladang, ke kebun. Dari situ kita mulai membangun kekuatan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kembali landasan ideologi Tani Merdeka. Prinsip itu mereka sebut sebagai Prabowonisme. Sudaryono menjelaskan, Prabowonisme bukan sekadar slogan politik. Ajaran ini mencakup kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan, serta penolakan dominasi oligarki terhadap rakyat kecil.

“Kita harus membangun Indonesia dari desa. Kita tolak dominasi oligarki. Kita pastikan petani, nelayan, dan rakyat kecil berdiri tegak di tanahnya sendiri,” katanya.

Prabowonisme menjadi istilah yang kerap muncul dalam Rapimnas kali ini. Konsep ini mengacu pada gagasan Presiden Prabowo Subianto tentang kedaulatan bangsa. Isi utamanya antara lain kedaulatan rakyat atas sumber daya, penguatan ekonomi desa, dan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyambut instruksi Sudaryono dengan sikap siap siaga. “Kami siap menjalankan perintah dan amanah,” tegasnya.

Menurut Don Muzakir, arahan Sudaryono bukan sekadar seremonial. Itu menjadi dasar langkah organisasi ke depan.

“Kami akan bergerak lebih luas. Kita tidak boleh berhenti di kota. Kita harus turun ke desa. Kita pastikan petani tidak berjalan sendiri. Semua program Rapimnas akan kita jalankan sampai ke akar,” kata Don Muzakir.

Ia mengingatkan Tani Merdeka lahir dari semangat kemandirian petani. Organisasi ini berdiri untuk memperjuangkan hak petani dan memastikan mereka tidak tersingkir oleh arus besar investasi yang merampas lahan.

“Petani itu bukan masa lalu. Petani adalah masa depan. Kalau kita mau Indonesia kuat, pangan harus kuat. Kalau pangan mau kuat, petani harus sejahtera,” ujarnya.

Rapimnas menghasilkan beberapa keputusan strategis. Salah satunya konsolidasi organisasi hingga tingkat desa. Semua DPW dan DPD wajib membentuk struktur sampai akar rumput.

Keputusan lain adalah dukungan penuh terhadap program pemerintah di bidang pangan. Program itu antara lain swasembada, pupuk bersubsidi tepat sasaran, pembangunan bendungan dan irigasi, serta hilirisasi produk pertanian.

Don Muzakir menegaskan bahwa Rapimnas kali ini bukan akhir, melainkan awal gerakan besar.

“Ini bukan sekadar acara. Ini langkah awal perjuangan panjang. Kita harus buktikan bahwa petani Indonesia bisa berdiri tegak dan berdaulat di negeri sendiri,” kata Don Muzakir.[]

Buka Rapimnas Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono: Kita Terus Berjuang Mensejahterakan Petani

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, secara resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Rabu 27 Agustus 2025.

Acara ini dihadiri oleh pengurus Tani Merdeka Indonesia dari 30 provinsi dan 500 lebih kabupaten/kota seluruh Indonesia, Rapimnas ini berlangsung mulai dari 27-29 Agustus 2025.

Forum nasional ini menjadi ajang konsolidasi besar pertama setelah Pemilu 2024, yang turut meneguhkan posisi Tani Merdeka Indonesia sebagai salah satu kekuatan sosial berbasis desa.

Dalam sambutannya, Sudaryono yang juga Ketua Pembina Tani Merdeka Indonesia menegaskan organisasi petani ini telah tumbuh pesat hingga ke tingkat kabupaten dan desa.

“Kita 26 provinsi. Dimana di setiap provinsi itu semua kabupaten kotanya sudah terbentuk, jadi mungkin sudah lebih dari 500 kabupaten kota seluruh Indonesia. Yang Alhamdulillah, aktif terus, tambah besar dan kita memberikan sumbangsi yang nyata bagi masyarakat khususnya petani yang ada di desa-desa. Saya kira itu, oke,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menekankan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi petani menjadi penting dalam menggerakkan pertanian nasional.

“Kementerian pertanian punya infrastruktur, ada dinas pertanian di kabupaten dan kota dengan melibatkan organisasi seperti Tani Merdeka Indonesia, kan jadi makin banyak yang bisa kita libatkan,” jelasnya.

Bagi Sudaryono, melibatkan banyak pihak bukan hanya pilihan, tapi keharusan.

“Karena intinya negara kita ini besar, desanya banyak, penduduknya besar, jadi nggak mungkin hanya ngandalkan personal dari birokrasi yang ada. Jadi harus melibatkan banyak-banyak stakeholder dan tentu saja. Ini satu gembira ya, kita Tani Merdeka Indonesia sudah terbentuk ditingat desa,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan perjuangan memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 hanyalah langkah awal, akan terus berlangsung hingga menyukseskan program swasembada pangan nasional.

“Kita berkumpul di sini, kita ini adalah orang-orang yang mencintai sepenuh hati Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dan kita telah berjuang dari desa ke desa, dari kelompok tani ke kelompok tani yang membentuk membangun diri, mengorganisir diri. Dan kemudian kita telah berhasil memenangkan Bapak Prabowo Subianto bersama Pak Gibran Rakabuming Raka,” kata Don Muzakir.

Namun, ia mengingatkan kemenangan ini bukan akhir, Tani Merdeka terus bergerak berkolaborasi dengan pemerintah untuk membantu petani

“Dengan Tani Merdeka, kita mewujudkan kesejahteraan petani. Pak Prabowo yang kita perjuangkan jadi presiden sudah berhasil kita perjuangkan. Sekarang kita kawal program-program kerakyatannya Pak Prabowo ini, kemudian sampai ke rakyat,” ucapnya.

Menurut Don Muzakir, Rapimnas kali ini merupakan forum strategis untuk merumuskan masa depan Tani Merdeka Indonesia.

“Tani Merdeka harus semakin besar, semakin solid, dan semakin berdampak. Karena itu, Rapimnas ini menjadi panggung untuk menyusun peta jalan perjuangan berikutnya, memastikan bahwa kekuatan besar yang telah terbentuk di akar rumput tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan memberi manfaat nyata,” pungkas Don Muzakir.

Don Muzakir Buka Expo Rapimnas Tani Merdeka, Petani Pamer Inovasi Kedaulatan Pangan

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka Expo Rapimnas Tani Merdeka Indonesia di halaman Auditorium Kementerian Pertanian, Rabu pagi 27 Agustus 2025.

Expo ini salah satu bagian penting dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia yang digelar 27–28 Agustus 2025.

Expo menghadirkan puluhan stan. Produk yang dipamerkan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.

Stan-stand tersebut memamerkan benih unggul, hasil pertanian organik, olahan pangan, hingga alat dan mesin pertanian modern. Traktor multifungsi, alat tanam otomatis, hingga drone untuk pemupukan menarik perhatian banyak pengunjung.

Sejak pagi, stan-stan di halaman Auditorium Kementerian Pertanian sudah ramai dikunjungi oleh warga dan peserta Rapimnas.

Usai memotong pita tanda pembukaan, Don Muzakir mengelilingi area pameran. Ia menghampiri satu per satu stan, berbincang dengan petani, dan menanyakan asal daerah mereka. Suasana hangat. Beberapa pengunjung mengajak Don Muzakir berfoto.

Don Muzakir mengatakan expo ini bukan sekadar ajang pamer, tetapi ruang kolaborasi untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Hari ini kita buktikan bahwa petani Indonesia tidak tertinggal. Kita punya benih unggul, kita punya produk berkualitas, kita juga punya teknologi modern. Semua ini harus kita manfaatkan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan,” ujar Don Muzakir.

Ia mengingatkan, Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor pertanian. Namun, potensi itu tidak akan berarti jika petani tetap bergantung pada pihak lain.

Menurutnya, kemandirian pangan hanya bisa dicapai jika petani, pengusaha, dan pemerintah berjalan bersama.

“Kita tidak boleh lagi bergantung pada impor pangan. Kita harus mandiri. Kita punya lahan, kita punya tenaga, kita punya teknologi. Tinggal kita kelola dengan baik dan disiplin. Tani Merdeka siap menjadi garda terdepan dalam perjuangan ini,” tegasnya.

Menurut Don Muzakir inovasi di sektor pertanian menjadi penting. Ia mengajak petani untuk tidak takut menggunakan teknologi baru. Alat pertanian modern bukan sekadar untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga untuk meningkatkan hasil dan menekan biaya produksi.

Setelah memberikan sambutan, Don Muzakir berkeliling melihat stan-stan pameran. Di salah satu stan, ia menyaksikan drone penyemprot pupuk secara modern.

Expo semakin ramai menjelang sore. Pengunjung berdiskusi tentang teknik budidaya, pemupukan, hingga pemasaran digital.

Expo Rapimnas Tani Merdeka Indonesia ini menjadi salah satu rangkaian acara penting. Selain pameran, Rapimnas juga menggelar sidang pleno, diskusi strategi nasional, dan penyusunan program kerja untuk memperkuat peran petani dalam pembangunan ekonomi.

Di akhir kunjungannya, Don Muzakir menegaskan expo ini hanyalah awal dari langkah besar Tani Merdeka Indonesia.

“Expo ini hanya langkah awal. Setelah ini kita akan susun program besar. Petani harus lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih sejahtera. Itu janji kita,” katanya.[]

Hadir di Rapimnas, DPD Tani Merdeka Asahan Siap Suarakan Aspirasi Petani

0
Anda Rambe Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan.
Anda Rambe Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan.

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan akan membawa aspirasi dan persoalan petani pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tani Merdeka Indonesia.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan juga menegaskan kesiapannya menyukseskan Rapimnas yang digelar 27–29 Agustus 2025 di Aula Kementerian Pertanian RI, Jakarta.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan, Anda Rambe, menyebutkan Rapimnas sebagai momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus mempertemukan ribuan petani dari berbagai daerah.

Rapimnas Tani Merdeka Indonesia adalah forum konsolidasi akbar untuk mengawal program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi, penguatan struktur organisasi, serta penyatuan persepsi antara pusat dan daerah dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para petani,” ujar Anda Rambe, pada Senin 25 Agustus 2025.

Menurut Anda Rambe, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan akan menyampaikan langsung aspirasi dan persoalan petani kepada pengurus pusat. Hal ini sejalan dengan komitmen organisasi sebagai jembatan antara petani dan pengambil kebijakan nasional.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan telah melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan di 25 kecamatan. Pada Juni lalu, kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan di Kecamatan Rawang Panca Arga menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian.

“Atas nama petani Asahan, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Bapak Sudaryono, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Bapak Don Muzakir. Kami berharap usulan-usulan ke depan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan petani,” pungkas Anda Rambe.[]

Don Muzakir: Rapimnas Tani Merdeka Jadi Momentum Besar Wujudkan Kedaulatan Pangan

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka akan menjadi ajang konsolidasi besar untuk memperkuat peran petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

“Rapimnas ini merupakan wadah menyatukan komitmen dan langkah nyata agar petani Indonesia semakin kuat, sejahtera, dan berdaulat,” kata Don Muzakir di Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Menurutnya, Rapimnas nantinya dihadiri seluruh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia dari berbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia. Forum nasional ini menjadi ruang bagi pengurus untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan demi kemajuan petani.

“Kita akan merumuskan strategi besar yang mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan nasional. Petani harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

Don Muzakir juga menegaskan Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Petani harus adaptif dengan teknologi, tapi tetap menjaga kelestarian lingkungan. Ini penting untuk keberlanjutan pangan,” tegasnya.

Selain itu, ia menyinggung soal peran petani milenial dalam memajukan sektor pertanian menjadi penting. Menurutnya, generasi muda harus berani terjun ke dunia pertanian dengan cara yang modern dan produktif.

“Kita akan bahas program-program yang bisa menarik minat generasi muda agar pertanian menjadi sektor yang menjanjikan, bukan lagi dianggap kuno,” kata Don Muzakir.

Menjelang Rapimnas ini, Don Muzakir juga mengajak seluruh pengurus dan peserta menjaga situasi agar kegiatan berlangsung sukses, aman, dan tertib. Ia menekankan kedisiplinan dan soliditas merupakan kunci keberhasilan acara besar ini.

“Saya mengimbau seluruh pengurus yang hadir untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan panitia. Kita ingin Rapimnas ini berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan strategis untuk kepentingan petani Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rapimnas juga akan melahirkan sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi pedoman gerak organisasi dalam lima tahun ke depan.

“Rapimnas ini harus jadi sejarah baru bagi Tani Merdeka. Kita akan melahirkan gagasan konkret yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan petani,” kata Don Muzakir.[]

Terima Bantuan Alsintan, Kelompok Tani: Terima Kasih Pak Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan ini merupakan dari Kementerian Pertanian dan diserahkan oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus. Penyerahannya berlangsung di Lapangan Pekon Suoh, Kecamatan Banjar Negeri Suoh, pada Sabtu 23 Agustus 2025.

Kelompok Tani Berkah Tani yang menerima bantuan tersebut berupa 2 unit komben, 1 unit traktor roda empat, dan 3 unit traktor roda dua.

Ketua Kelompok Tani Berkah Tani, Wibi Sunarto, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah kepada petani.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Wamentan Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakkir atas bantuan alat dan mesin pertanian,” kata Wibi Sunarto.

Menurut Wibi, bantuan alsintan ini mempermudah petani dalam mengolah lahan yang selama ini dikerjakan secara manual. Ia menilai bantuan tersebut bisa menjadi solusi atas kendala tenaga kerja yang semakin terbatas.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menyampaikan pihaknya akan mendampingi kelompok tani dalam pemanfaatan alsintan agar hasilnya optimal.

“Kami berkomitmen mendampingi kelompok tani agar memanfaatkan bantuan ini secara maksimal. Harapan kami, alat dan mesin ini mampu mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan hasil panen,” ujar Haris Arifin Lubis.

Haris menambahkan, bantuan ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, keberadaan alsintan akan memangkas waktu pengolahan lahan, sehingga petani bisa menanam lebih cepat dan meningkatkan produktivitas.

Selain itu kata Haris, program bantuan alsintan ini sejalan dengan upaya pemerintah mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Pemerintah menargetkan produksi pangan meningkat melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang langsung menyentuh petani di lapangan.[]

Bupati Aceh Tengah Ucap Selamat Rapimnas Tani Merdekas Indonesia, Ini Pesannya

0
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyerahkan Pataka Tani Merdeka Indonesia kepada Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Eka Saputra
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyerahkan Pataka Tani Merdeka Indonesia kepada Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Eka Saputra

TANIMERDEKA – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2025 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta.

Rapimnas tersebut diikuti pengurus Tani Merdeka Indonesia dari seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia. Forum ini akan membahas penguatan organisasi, strategi mendukung program pemerintah, serta langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Saya ucapkan selamat dan sukses untuk Rapimnas Tani Merdeka Indonesia di Jakarta. Semoga berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang berpihak pada petani serta kemajuan pertanian Indonesia,” ujar Haili Yoga, pada Senin 25 Agustus 2025.

Ia memandang Tani Merdeka Indonesia memiliki peran penting, terutama bagi daerah seperti Aceh Tengah yang perekonomiannya bertumpu pada pertanian. Organisasi petani ini dinilai mampu menjadi penghubung antara petani dan pemerintah.

Kehadiran Tani Merdeka membawa manfaat besar. Petani bisa mendapat pendampingan, alat, dan informasi lebih cepat. Ini jelas membantu saudara-saudara kita di lapangan,” katanya.

Menurut Haili Yoga, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi petani seperti Tani Merdeka Indonesia harus diperkuat. Ia menekankan kebersamaan agar hasilnya nyata menjadi penting.

Kalau bekerja bersama dan bergandengan tangan, dampaknya akan lebih besar. Tani Merdeka bisa jadi motor penggerak perubahan,” tegasnya.

Aceh Tengah dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian. Kopi Gayo yang sudah mendunia menjadi komoditas unggulan, selain tanaman hortikultura dan palawija yang menjadi andalan petani. Namun, Haili Yoga mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi.

Persoalan keterbatasan alat, distribusi pupuk, akses pasar, dan keterbatasan teknologi masih membayangi petani. Kondisi ini membuat pendapatan petani tidak selalu stabil.

Haili Yoga yakin kehadiran organisasi yang fokus pada pendampingan petani bisa memberi solusi nyata.

Kalau Tani Merdeka sudah hadir di Aceh Tengah, saya yakin persoalan itu bisa kita atasi bersama,” katanya.

Bupati menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di lapangan tidak hanya sebatas simbol. Ia berharap program yang dirumuskan dalam Rapimnas benar-benar menyentuh petani. Bukan sekadar rencana di atas kertas.

“Harapan saya, Rapimnas Tani Merdeka melahirkan langkah konkret. Semua keputusan harus dirasakan petani, bukan hanya menjadi dokumen,” ujarnya.

Lebih jauh, Haili Yoga menilai forum ini strategis. Rapimnas membahas penguatan peran organisasi petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketahanan pangan saat ini menjadi isu global. Indonesia membutuhkan organisasi petani yang solid agar program pemerintah berjalan sesuai target. Haili Yoga percaya Tani Merdeka Indonesia mampu memainkan peran tersebut jika hasil Rapimnas benar-benar dijalankan.[]

Presiden Prabowo Beri Gelar Bintang Mahaputera Pratama kepada Wamen Pertanian Sudaryono

0
Presiden Prabowo Subianto berikan gelar Bintang Mahaputra Pratama kepada Sudaryono Wakil Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025). (Foto: Tim Media)
Presiden Prabowo Subianto berikan gelar Bintang Mahaputra Pratama kepada Sudaryono Wakil Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025). (Foto: Tim Media)

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama kepada Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian yang juga Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia. Penghargaan itu diserahkan dalam prosesi kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 25 Agustus 2025.

Sudaryono dinilai berjasa besar mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia. Pemerintah menilai kontribusinya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Beliau berjasa luar biasa dalam mendorong pertumbuhan pertanian. Beliau membangun kiprah pertanian sehingga semua program swasembada pangan berhasil,” demikian keterangan pembawa acara, dikutip dari tayangan TV.

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo tampak mengalungkan selempang tanda kehormatan kepada Sudaryono. Setelah itu, Presiden menyematkan patra Bintang Mahaputera Pratama di bagian dada kiri Sudaryono.

Penghargaan ini merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi di Indonesia. Bintang Mahaputera Pratama diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa luar biasa terhadap bangsa dan negara.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Negara menjelaskan, tanda kehormatan ini diberikan berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Penerima penghargaan harus memenuhi tiga kriteria penting.

Pertama, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara. Kedua, berjasa karena pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang lain yang memberi manfaat besar bagi bangsa dan negara. Ketiga, darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional maupun internasional.

Sudaryono dikenal sebagai sosok yang aktif dalam program pembangunan pertanian berkelanjutan. Ia mendukung berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk pengembangan pupuk, mekanisasi pertanian, serta program pemberdayaan petani. Perannya juga terlihat melalui dukungan terhadap Tani Merdeka Indonesia, yang berfokus pada penguatan petani dari tingkat akar rumput.

Penghargaan ini menegaskan posisi Sudaryono sebagai salah satu figur penting dalam pembangunan sektor pertanian. Kiprahnya diharapkan terus berlanjut untuk menjawab tantangan pangan di masa mendatang.

117 Tokoh termasuk Menteri

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 117 tokoh yang terdiri dari purnawirawan TNI, anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga legislatif, tokoh kehakiman dan kepolisian, musisi, sastrawan, dan budayawan menerima tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo.

Para tokoh tersebut mendapatkan tanda kehormatan yang terdiri dari 10 bintang kehormatan yakni, Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Mahaputera Nararya, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Nararya, Bintang Kemanusiaan, Bintang Sakti.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang menerima tanda kehormatan di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Pemberdayaan Manusia, Muhaimin Iskandar; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Kemudian, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Mensesneg Prasetyo Hadi; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti; Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid; dan Menteri Luar Negeri, Sugiono.

Selain itu, ada Ketua DPR RI Puan Maharani; Ketua MPR RI Ahmad Muzani; Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin; dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Berikut ini daftar lengkap penerima tanda kehormatan RI:

Bintang Republik Indonesia Utama:

  • Puan Maharani
  • Ahmad Muzani
  • Sultan Bachtiar Najamuddin
  • Sufmi Dasco Ahmad
  • Zulkifli Hasan
  • Wiranto
  • Agum Gumelar
  • AM Hendropriyono
  • Alm Moerdiono
  • Alm Jenderal Hoegeng Imam Santoso
  • Almh Rachmawati Soekarnoputri
  • Alm Abdul Rachman Ramly
  • Alm Aloysius Benedictus Mboi
  • Alm Muhammad Noer.

Bintang Mahaputera Adipurna:

  • Abdul Muhaimin Iskandar
  • Bahlil Lahadalia
  • Saifullah Yusuf
  • Andi Amran Sulaiman
  • Marty Natalegawa
  • Retno Lestari Priansari Marsudi
  • Juwono Sudarsono
  • Noer Hassan Wirajuda
  • Alm Baharuddin Lopa
  • Alm Ida Cokorda Pemecutan
  • Alm Letjen TNI (Purn) Dading Kalbuadi
  • Purnomo Yusgiantoro
  • Letjen TNI (Purn) Tarub.

Bintang Mahaputera Adipradana:

  • Suhartoyo
  • Letjen TNI (Purn) Herman Bernhard Leopold Mantiri
  • Dino Pati Djalal
  • Alm Bismar Siregar
  • Alm Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo
  • Burhanuddin Abdullah
  • Terawan Agus Putranto

Bintang Mahaputera Utama:

  • Hashim Djojohadikusumo
  • Agus Harimurti Yudhoyono
  • Sugiono
  • Abdul Mu’ti
  • Fadli Zon
  • Andi Syamsuddin Arsyad
  • Suhardi (Alm)
  • Siti Hardjanti Wismoyo
  • Prasetyo Hadi
  • Meutya Hafid
  • Teddy Indra Wijaya
  • Muhammad Yusuf Ateh
  • Ivan Yustiavandana
  • Dadan Hindayana
  • Perry Warjiyo
  • Miftachul Akhyar
  • Haedar Nashir
  • Sigit Puji Santosa
  • Mayjen TNI (Purn) Syamsudin
  • Johanes Gluba Gebze
  • Herlina Christine Natalia Hakim
  • Francisco Xavier Lopez da Cruz
  • Almarhum Prof Fahmi Idris
  • Almarhum Letjen TNI (Purn) F. X. Sudjasmin
  • Almarhum Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto
  • Almarhum K. H. Yusuf Hasyim
  • Almarhum K. H. Maimoen Zubair
  • Almarhum K. H. Abdullah Abbas
  • Almarhum Letjen TNI (Purn) Rais Abin
  • Almarhum Jose Fernando Osorio Soares
  • Almarhum Abilio Jose Osorio Soares
  • Almarhum Arnaldo dos Reis Araujo
  • Almarhum AKBP (Purn) H. Soekitman
  • Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.

Bintang Mahaputera Pratama

  • Abdul Ghofur
  • Abdul Rasyid
  • Abdussamad Sulaiman HB (H. Sulaiman)
  • Angga Raka Prabowo
  • Anwar Iskandar
  • Angky Retno Yudianti
  • H. Abidin (Alm)
  • Juri Ardiantoro
  • Simon Aloysius Mantiri
  • Soepriyatno (Alm)
  • Sudaryono
  • Widjono Hardjanto
  • Yusuf AR Maher Al Gadri
  • Nanik Sudaryati Deyang

Bintang Mahaputera Nararya

  • Amzulian Rifai
  • Asep Saifuddin Chalim
  • Benyamin Sueb (Alm)
  • Cornel Simanjuntak (Alm)
  • Isma Yatun
  • Kardin
  • Lydia Silvanna Djaman
  • Teddy Sutadi
  • Titiek Puspa (Alm)
  • Taufiq Ismail

Bintang Jasa Utama

Carina Citra Dewi

Teungku Nyak Sandang bin Lamudin

Bintang Jasa Nararya

  • Almarhum Atmakusumah Astraatmadja (Alm)
  • Senny Marbun
  • Seto Mulyadi

Bintang Kemanusiaan

  • Abdul Muis
  • Aipda Muhammad Irvan

Bintang Budaya Parama Dharma

  • Alm Mochtar Lubis
  • Alm Soedjarwoto Soemarsono (Gombloh)
  • Alm Muhammad Idris Sardi
  • I Nyoman Nuarta
  • Ja’un S. Mihardja
  • Letkol Caj Tituler
  • Slamet Rahardjo Djarot T
  • Sukmono Hadi
  • Waldjinah

Bintang Sakti

  • Agostinho Boavida Ximenes
  • Alm Alfonso Henrique Pinto
  • Alm Claudio Vieira
  • Alm Edmundo da Silva
  • Alm Hein Mantundoy Aries Marsudiyanto
  • Alm Juliao Fraga
  • Alm Martinho Fernandes
  • Alm Roberto Li
  • Alm Willie Firdaus
  • Alm Jose Da Conceicao
  • Domingos Doutel Sarmento
  • Francisco Deodato Osorio Soares Vidal
  • Joao Angelo de Sousa Mota
  • Joao da Silva Tavares
  • Sera Malic