Beranda blog Halaman 43

Panen Raya di Suoh, Tani Merdeka Lampung Barat Turun ke Sawah

0

TANIMERDEKA – Suasana Kecamatan Bandar Negeri Suoh berubah sejak pagi Minggu 22 September 2025. Dua mesin panen combine harvester bergerak pelan di antara hamparan padi yang menguning.

Di atas lahan seluas 2.000 hektare, petani dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat dan pengurus kecamatan berkumpul untuk menggelar panen raya.

Wilayah Bandar Negeri Suoh bukan nama baru dalam peta produksi pangan Lampung. Kecamatan ini dikenal sebagai salah satu penyumbang beras terbesar di provinsi.

Lahan pertanian luas, meski sistem irigasi masih kurang cukup, tapi petani aktif menjaga ritme tanam. Panen raya kali ini bukan hanya soal hasil, tapi juga soal konsistensi dan kerja kolektif.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, mengatakan panen ini adalah hasil dari kerja panjang petani yang jarang terlihat. Ia menekankan bahwa petani bukan hanya pekerja lapangan, tapi juga penjaga stabilitas pangan.

“Petani di sini tidak banyak bicara, tapi kerja mereka nyata. Mereka bangun pagi, rawat tanaman, jaga air, dan pastikan panen tidak gagal. Saya sangat menghargai semangat itu,” ujar Haris.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas dukungan terhadap sektor pertanian.

“Kami merasa diperhatikan. Kebijakan yang berpihak pada petani mulai terasa. Bantuan alat, akses pupuk, dan pendampingan teknis sangat membantu. Tapi yang paling penting, suara petani mulai didengar,” katanya.

Menurut Haris, panen raya ini juga menjadi ruang temu antara petani dan pengurus Tani Merdeka Indonesia. Tidak ada panggung besar. Semua duduk di tikar, makan bersama, dan berdiskusi soal musim tanam berikutnya. Beberapa petani menyampaikan harapan agar distribusi gabah lebih lancar dan harga tetap stabil.

Haris menambahkan panen di Suoh bukan hanya soal angka produksi, tapi soal ketahanan pangan yang dibangun dari bawah.

“Kalau daerah seperti Suoh bisa konsisten tanam dan panen, maka ketahanan pangan nasional punya fondasi kuat. Tapi petani tidak bisa kerja sendiri. Harus ada dukungan, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari organisasi dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan Tani Merdeka di Lampung Barat berkomitmen untuk terus mendampingi petani, terutama dalam hal akses pasar dan penguatan kelembagaan.

“Kami tidak ingin petani hanya panen, tapi juga untung. Kami dorong agar kelompok tani punya posisi tawar, bisa jual hasil dengan harga layak, dan tidak tergantung pada tengkulak,” ujar Haris.

Menurut Haris, panen raya di Suoh menjadi bukti pertanian bukan sektor yang tertinggal. Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi harga, petani tetap bekerja. Mereka tidak menunggu, tapi bergerak. Mereka tidak menuntut, tapi membuktikan.

Gerakan Tani Merdeka Indonesia di Lampung Barat kata Haris, menunjukkan perubahan bisa dimulai dari sawah. Dari kerja harian yang konsisten, dari kebersamaan yang tidak dibuat-buat, dan dari keyakinan bahwa pangan adalah urusan semua orang.[]

Wah Keren, Tani Merdeka Kota Pekalongan Bangun Bisnis Lewat Griya Farm

0

TANIMERDEKA – Di tengah deretan rumah dan jalan kota, ada satu lahan kecil yang tak sekadar hijau, tapi hidup. Griya Farm, milik Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, berdiri di atas tanah seluas 14×8 meter. Ukurannya memang mungil, tapi semangat yang tumbuh di dalamnya tak bisa diremehkan.

Dikelola bersama oleh pengurus DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Griya Farm melayani penjualan bibit tanaman, sayuran berbuah, media tanam, dan pupuk organik. Semua hasilnya dirawat langsung oleh petani muda yang percaya bahwa pertanian bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah kota.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, mengatakan Griya Farm sebagai ruang belajar sekaligus ruang usaha. Ia menekankan bahwa pertanian tidak harus menunggu lahan luas atau teknologi canggih.

“Kami memulai dari yang ada. Lahan kecil ini cukup untuk menunjukkan bahwa pertanian bisa berjalan di kota. Yang penting ada kemauan, ada kerja sama, dan ada keberanian untuk mencoba,” ujar perempuan yang akrab disapa Kikie.

Kikie juga mengatakan Griya Farm bukan hanya soal produksi, tapi soal membangun kebiasaan baru. Warga mulai datang untuk belajar, membeli, bahkan sekadar melihat bagaimana tanaman tumbuh di ruang terbatas.

“Kami ingin pertanian jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan sesuatu yang jauh, tapi dekat dan bisa dilakukan siapa saja,” tambahnya.

Griya Farm kini menjadi titik kumpul warga yang ingin mengenal pertanian lebih dekat. Beberapa warga sudah mulai menjadikan tempat ini sebagai lokasi kunjungan belajar. Komunitas lokal ikut mendukung, dan petani melenial mulai terbiasa melihat sayuran tumbuh di tengah kota.

Gerakan ini menunjukkan perubahan tidak selalu datang dari pusat. Kadang tumbuh pelan-pelan, dari halaman kecil, dari tangan-tangan yang tak menunggu, tapi bergerak duluan.

Kota Pekalongan sudah memulainya. Daerah lain tinggal menyusul, bukan karena diminta, tapi karena melihat hal seperti ini memang mungkin dilakukan.[]

Pengurus DPW Tani Merdeka DIY Dilantik, Don Muzakir: Petani Harus Punya Martabat

0

TANIMERDEKA – Gerakan petani di Yogyakarta tak lagi diam. DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dilantik di tengah hamparan sawah Rajendra Farm, Samigaluh, pada Sabtu 20 September 2025.

Pelantikan ini penanda petani mulai bicara, menuntut ruang, dan menyusun kekuatan dari desa.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan petani harus berhenti diposisikan sebagai objek. Ia menegaskan petani punya hak menentukan arah kebijakan pangan dan pembangunan.

“Petani bukan sekadar penyedia pangan, tetapi penentu arah masa depan negeri. Melalui Tani Merdeka, kita ingin petani berdiri tegak dengan martabat,” kata Don Muzakir.

Ia juga menekankan membangun struktur organisasi hingga tingkat desa sangat penting. Menurutnya, gerakan petani tidak boleh berhenti di forum-forum pusat. Harus ada kerja nyata di lapangan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar T.Y. Semendawai, menyebutkan petani selama ini bekerja sendiri. Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi ruang kolektif untuk saling mendukung dan memperkuat posisi tawar petani.

“Tani Merdeka hadir agar petani bisa bekerja bersama, saling mendukung, dan menjaga kedaulatan pangan nasional,” ujar Oscar.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan program pertanian di era Presiden Prabowo Subianto telah memberi dampak nyata.

Ia menyebutkan harga gabah membaik dan produksi pangan meningkat.

“Harga gabah lebih baik, produksi pangan mencapai rekor, dan modernisasi pertanian terus berjalan. Kini petani bisa lebih tersenyum,” kata Ambar.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menjauhi pertanian. Menurutnya, masa depan pangan Indonesia ada di tangan anak muda.

“Petani harus makmur, berdaya, dan jaya. Anak muda jangan ragu turun ke sawah,” tambahnya.[]

Don Muzakir: Stop Impor Bahan Baku Rokok, Petani Harus Dilindungi

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi. Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan tarif cukai rokok tidak boleh mematikan industri legal dan mengorbankan pekerja.

Don Muzakir menilai pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen organisasinya dalam menjaga stabilitas sektor pertanian dan industri nasional. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil bagi petani dan pelaku usaha.

“Kami sangat mendukung langkah strategis yang diambil oleh Menteri Keuangan. Kebijakan cukai haruslah proporsional dan tidak memberatkan para pelaku usaha serta petani yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar Don Muzakir, pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir juga mendesak pemerintah menghentikan impor bahan baku rokok. Menurutnya, impor berlebihan telah menekan harga dan mengurangi serapan hasil panen petani lokal.

“Stop impor bahan baku rokok sekarang juga. Dengan demikian, petani tembakau dan cengkeh Indonesia dapat menikmati peningkatan kesejahteraan dan pasar yang stabil,” katanya.

Terkait maraknya peredaran rokok ilegal yang merusak ekosistem industri legal, Don Muzakir meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Kami mendorong Kementerian Keuangan, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung untuk melakukan operasi besar-besaran terhadap industri rokok ilegal. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak ekosistem industri legal dan mencekik hidup petani,” katanya.

Don Muzakir menyebutkan pendapatan petani tembakau di beberapa daerah seperti Temanggung dan Madura turun hingga 30 persen akibat rokok ilegal. Ia menilai moratorium kenaikan cukai dan penguatan pengawasan distribusi sebagai langkah konkret yang perlu segera dilakukan.

Sebagai bentuk komitmen, Tani Merdeka Indonesia siap mendampingi pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada petani dan menindak praktik kecurangan di sektor pangan dan tembakau.

“Kami akan turun langsung memastikan distribusi dan serapan hasil pertanian berjalan adil tanpa manipulasi,” pungkas Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penerimaan negara, tetapi juga pada keberlangsungan sektor riil dan kesejahteraan petani.[]

Foto | Pelantikan DPW Tani Merdeka DIY, Organisasi Harus Turun ke Desa, Bukan Hanya Ramai di Pusat

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir menyampaikan dengan tegas agar organisasi tidak hanya aktif di tingkat pusat, tetapi benar-benar hadir di desa-desa. Ia menekankan pentingnya membentuk kepengurusan hingga tingkat desa, melibatkan petani muda, dan menjalankan program yang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
“Jangan biarkan organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan, bentuk kepengurusan sampai tingkat desa, libatkan pemuda,
dengarkan petani, jangan tunggu arahan pusat, ambil inisiatif,” ujar Don Muzakir.

Pelantikan ini strategi nasional Tani Merdeka Indonesia untuk memperluas struktur organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan bahwa gerakan pertanian benar-benar berdampak bagi masyarakat akar rumput.

Bersihkan Irigasi di Montasik, Petani Harus Bisa ke Sawah Tepat Waktu

0

TANIMERDEKA – Kegiatan Bakti Teritorial Prima Karya Bakti kembali digelar di Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Pembersihan saluran irigasi dilakukan di areal persawahan Desa Bung Tujoh, pada Jumat 19 September 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif rutin TNI bersama masyarakat. Pembersihan irigasi melibatkan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan ini Dandim 01, Danramil, Kapolsek Montasik, Camat Montasik, Dewan Pakar Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar Tgk M Juli, Ketua DPK Tani Merdeka Kecamatan Montasik Zulfitri, serta warga sekitar.

Saluran irigasi yang dibersihkan mengaliri lahan pertanian milik warga. Kondisi saluran yang tersumbat sering mengganggu jadwal tanam. Kegiatan ini bertujuan menjaga aliran air tetap lancar agar petani bisa bekerja sesuai musim.

Ketua DPK Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Montasik, Zulfitri, menekankan pentingnya menjaga irigasi secara berkala.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Irigasi harus terawat supaya petani bisa ke sawah sesuai jadwal. Kalau air tersumbat, jadwal tanam terganggu. Dampaknya bisa ke hasil panen,” ujar Zulfitri.

Ia juga menyampaikan perlunya kerja sama lintas sektor agar kegiatan semacam ini tidak berhenti di satu titik.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga saluran irigasi tetap berfungsi.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dan melibatkan gotong royong warga. Pembersihan dilakukan secara manual dengan alat sederhana.

Beberapa titik yang sebelumnya tertutup lumpur berhasil dibuka kembali. TNI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di wilayah lain. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.[]

Lantik DPW Tani Merdeka DIY, Don Muzakir: Organisasi Harus Hadir Sampai ke Desa

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (kiri) menyerahkan SK kepada Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 20 September 2025.

Pelantikan berlangsung khitmad, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, petani muda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta mitra pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Don Muzakir menegaskan gerakan Tani Merdeka Indonesia ini tidak boleh berhenti di pusat.

Ia menyebutkan perubahan sejati lahir dari desa, dari ladang, dan dari tangan petani serta anak muda yang bekerja dengan hati dan visi.

“DPW bukan hanya perpanjangan tangan organisasi. DPW adalah denyut nadi gerakan kita. Tanpa DPW yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, visi besar kita akan kehilangan pijakan,” ujar Don Muzakir.

Don Muzakir menolak organisasi yang hanya sibuk di provinsi tapi tidak hadir di lapangan. Menurutnya, organisasi harus menyentuh langsung kebutuhan petani dan pemuda desa.

Ia meminta DPW Tani Merdeka Indonesia DIY segera membentuk kepengurusan hingga tingkat desa dan memastikan program benar-benar berjalan.

“Jangan biarkan organisasi ini menjadi simbol tanpa makna. Jadikan ia alat perjuangan yang nyata, yang dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya mendengar suara petani, suara petani muda. Ia meminta pengurus DPW untuk memfasilitasi mereka dan melibatkan mereka dalam setiap proses.

Ia menyebutkan pertanian bukan sekadar urusan produksi, tapi soal masa depan bangsa. Ia mendorong kerja sama lintas sektor.

Menurut Don Muzakir, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan sektor swasta harus dilibatkan. Gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri.

“Saya tidak ingin organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan. Bentuk kepengurusan sampai tingkat desa. Libatkan petani. Dengarkan petani. Jangan tunggu arahan pusat. Ambil inisiatif,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir mengajak untuk bergerak bersama dan memastikan program menyentuh kebutuhan nyata petani.

“Kalau kita tidak bantu petani, siapa lagi? Kalau kita tidak bergerak sekarang, kapan lagi?,” pungkas Don Muzakir.[]

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara Rampungkan Pembentukan Brigade Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara menyelesaikan tahapan inisiasi dan pendampingan pembentukan Brigade Pangan. Kegiatan berlangsung selama tiga pekan, sejak 28 Agustus hingga 17 September 2025. Lokasi kegiatan berada di wilayah program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Proses pembentukan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, Kodim 0108 Aceh Tenggara, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, petani milenial, dan kelompok tani. Seluruh pihak berperan aktif dalam menyusun struktur kepengurusan Brigade Pangan tingkat kabupaten.

Pengurus Brigade Pangan dari seluruh kecamatan dijadwalkan mengikuti pengukuhan dan pembekalan. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh Badan Respon Cepat Brigade Pangan (BRMP) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra, menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara langsung dan menyeluruh.

“Kami tidak hanya membentuk struktur. Kami dampingi langsung petani milenial agar mereka paham peran dan tanggung jawab dalam Brigade Pangan. Mereka harus siap turun ke lapangan, bukan hanya duduk di rapat,” kata Jeri.

Ia menekankan pentingnya kerja lintas sektor. “Kami libatkan penyuluh, TNI, dan dinas pertanian sejak awal. Semua pihak harus punya peran. Brigade Pangan bukan proyek, ini kerja nyata,” ujarnya.

Program Oplah di Aceh Tenggara menjadi prioritas dalam pemanfaatan lahan tidur. Fokus utamanya meningkatkan kapasitas petani muda dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Brigade Pangan dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program tersebut secara terstruktur dan berkelanjutan.

DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara menargetkan pembentukan tim Brigade Pangan di seluruh kecamatan sebelum akhir tahun.

Tim akan bertugas mendampingi petani, mengelola lahan, dan memastikan distribusi hasil panen berjalan efisien.
Brigade Pangan diharapkan menjadi ujung tombak transformasi pertanian di Aceh Tenggara.

“Struktur ini akan memperkuat koordinasi antarpetani, mempercepat pelaksanaan program, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian,” pungkas Jeri.[]

Wamentan Sudaryono dan Don Muzakir Disambut Meriah di Silangit

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, bersama Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, tiba di Bandara Internasional Silangit, pada Kamis 18 September 2025. Kedatangan dua tokoh nasional tersebut disambut meriah oleh ratusan anggota Tani Merdeka Indonesia dari wilayah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Samosir.

Yel-yel “Tani Merdeka!” dan seruan “Jaya… Jaya… Jaya!” menggema di area bandara. Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotlan Nainggolan, memimpin langsung penyambutan. Sebagai bentuk penghormatan, Sudaryono dan Don Muzakir masing-masing menerima ulos Batak yang disematkan oleh Hotlan dan TBH Simamora, diiringi salam khas “Horas!”

Setelah prosesi penyambutan, rombongan melanjutkan kegiatan ramah tamah dan makan siang di Rumah Makan Sipirok, Dolok Hole, Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Menteri ke wilayah Tapanuli.

Pada Jumat 19 September 2025, Sudaryono dijadwalkan mengunjungi lokasi Tempat Sapi dan Tanaman Hijauan Pakan Ternak (TSTH2) di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi petani dan meninjau langsung perkembangan program pertanian di daerah.

Dalam pertemuan santai, Ketua Harian Tani Merdeka Sumatera Utara, Muhammad Misbah, menyampaikan terkait bantuan alat pertanian yang telah diterima wilayah Humbahas.

Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor besar, tiga traktor crawler, dan satu unit mesin combine harvester untuk panen jagung. Seluruh alat dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Misbah juga menyampaikan usulan CPCL untuk irigasi, pipanisasi, dan sistem perpompaan kepada Kementerian Pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tani Merdeka Humbahas. Ia memastikan bahwa realisasi program akan dimulai Oktober mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono dan Don Muzakir kembali memberikan arahan kepada pengurus daerah. Keduanya menekankan pentingnya percepatan pelantikan pengurus Tani Merdeka di tingkat kecamatan dan desa.

Kunjungan ini momentum penting bagi penguatan organisasi Tani Merdeka Indonesia di wilayah Tapanuli. Selain mempererat hubungan antara petani dan pemerintah pusat, kegiatan ini juga memperkuat komitmen terhadap gerakan petani mandiri yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.[]

Tani Merdeka Riau Bahas Pabrik Minyak Kelapa, Bupati Inhil Siap Sediakan Lahan

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau gelar bertemu dengan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, pada Jumat 19 September 2025. Pertemuan membahas rencana pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa.

Kabupaten Inhil dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Riau. Luas perkebunan kelapa di kabupaten itu mencapai 400 ribu hektar. Produksi sudah tembuh 5 juta ton per hari. Potensi besar itu menjadi alasan pembangunan pabrik perlu segera diwujudkan.

Bupati Inhil Herman menyambut baik rencana ini. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberi dukungan penuh.

“Kami mendukung penuh pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa ini. Pemerintah daerah siap menyediakan lahan dan membantu proses perizinan agar proyek ini bisa segera berjalan,” kata Herman.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Riau, Nila D Pane, menilai pabrik ini lebih dari sekadar proyek industri. Ia menyebutnya sebagai langkah menuju keadilan ekonomi.

“Kami ingin petani kelapa di Inhil tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menikmati hasil dari produk olahan. Ini soal keberpihakan dan pemerataan ekonomi,” ujar Nila.

Pembangunan pabrik ini sejalan dengan program hilirisasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini menekankan pentingnya pengolahan komoditas di dalam negeri agar nilai tambah ekonomi dirasakan masyarakat.

Pabrik direncanakan menjadi pusat produksi sekaligus pemberdayaan petani lokal. Hasil panen akan diserap langsung.

Selain itu, pabrik diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memicu industri turunan berbasis kelapa.

DPW Tani Merdeka Riau berharap pembangunan dimulai dalam waktu dekat. Tani Merdeka Indonesia berkomitmen untuk kolaborasi dengan pemerintah daerah memperkuat program hilirisasi dapat berlangsung dengan baik.[]