Beranda blog Halaman 42

Hari Tani Nasional, Don Muzakir: Lawan Mafia Tanah, Kawal Program Presiden

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Suasana Desa Karangmulya, Indramayu, pada Selasa 24 September 2025 tampak berbeda. Ratusan petani berkumpul memperingati Hari Tani Nasional. Di tengah barisan mereka, bendera dan spanduk Tani Merdeka Indonesia dibentangkan, sebagian bertuliskan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekjen DPN Tani Merdeka Indonesia, Nandang Sudrajat, berdiri di depan massa. Dengan suara lantang ia membacakan pernyataan sikap Tani Merdeka Indonesia yang menegaskan petani sebagai jantung pembangunan bangsa. Dari sawah dan ladang, kehidupan 280 juta rakyat Indonesia bergantung.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan petani bukan beban, melainkan penopang utama negara.

“Petani adalah sumber ketahanan bangsa. Pembangunan tidak bisa berjalan tanpa petani yang sejahtera dan merdeka,” ujar Don Muzakir.

Dalam momentum itu, Tani Merdeka juga menyatakan diri mengamalkan ajaran yang mereka sebut “Prabowoisme”. Don Muzakir menjelaskan, gagasan itu menempatkan kedaulatan rakyat atas tanah, air, dan pangan sebagai prinsip utama. Menurutnya, Indonesia hanya bisa berdaulat jika desa menjadi titik awal pembangunan.

“Prabowoisme adalah penolakan terhadap dominasi oligarki. Kita membangun Indonesia dari desa menuju negara yang kuat,” kata Don Mzuakir.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh program pemerintahan Presiden Prabowo. Mulai dari swasembada pangan, distribusi pupuk bersubsidi, pembangunan bendungan, hingga hilirisasi produk pertanian.

“Kami akan kawal setiap kebijakan yang berpihak kepada petani. Kami berdiri di garis depan bersama Presiden,” ujarnya.

Di sisi lain, Tani Merdeka Indonesia menolak alih fungsi lahan dan perampasan tanah dengan alasan investasi. Mereka menyerukan revolusi pangan dan mengajak generasi muda kembali ke desa.

“Bangun kembali sawah, ladang, dan kebun. Masa depan bangsa ada di sana,” kata Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia mendesak penyelesaian konflik agraria, pemerintah segera menindak mafia tanah, dan pangan. Menurut Don Muzakir, praktik mafia itu telah lama merugikan petani sekaligus negara.

Don Muzakir menilai keberpihakan Presiden telah memberi harapan baru. “Kami berterima kasih kepada Presiden yang berdiri di sisi rakyat. Perjuangan ini akan terus kami kawal,” ujarnya.[]

Peringati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Aceh Besar Jaga Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Tani Nasional di Balai Tani Kemukiman Bukit Baro, Gampong Buengtujoh, Kecamatan Montasik, Rabu 24 September 2025.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.

Tema peringatan tahun ini, “Peningkatan Hasil Panen dengan Teknologi Modern: Petani Aceh Besar Bergerak Bersama Menjaga Air, Air adalah Sumber Petani Menuju Cemerlang”.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Pertanian Jakfar, perwakilan Camat Montasik, Danramil, Kapolsek, Mukim Bukit Baroe, para keuchik, serta jajaran Balai Penyuluh Pertanian dari berbagai kecamatan. Ketua DPK Tani Merdeka se-Kabupaten Aceh Besar juga turut hadir.

Acara dilengkapi dengan santunan anak yatim dan pembagian susu dalam gerakan Revolusi Putih.

Petani, tokoh masyarakat, dan anak-anak duduk bersama dalam jamuan makan sederhana.

Mukim Bukit Baroe, H Muktar, mengatakan pentingnya menjaga air sebagai penentu keberhasilan panen.

“Air adalah sumber utama yang menyelamatkan hasil panen padi maupun komoditas lainnya. Tanpa air, tidak ada kehidupan pertanian,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Besar, Nabhani mengapresiasi kepada masyarakat Montasik, khususnya Ketua DPK Tani Merdeka Montasik, Yusri, dan jajaran.

“Petani adalah pahlawan. Tanpa mereka, bangsa ini tidak bisa berdiri kokoh. Mari terus dukung perjuangan petani Aceh Besar menuju masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.[]

Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Kota Pekalongan Sinergikan Petani dan Pemerintah Kota

0

TANIMERDEKA – Peringatan Hari Tani Nasional Kota Pekalongan berlangsung di Griya Farm DPD Tani Merdeka Indonesia, Jalan H. Sabrawi, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, pada Rabu 24 September 2025.

Acara digelar oleh DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan dan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati.

Lili Sulistyawati menilai Hari Tani bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebutkan momen ini penting untuk membangkitkan semangat petani.

“Alhamdulillah, 24 September selalu kita peringati sebagai Hari Tani Nasional. Harapannya, para petani di Kota Pekalongan semakin semangat mengelola lahan, meningkatkan produktivitas, dan mampu menyediakan bahan pangan yang berkualitas, tidak hanya untuk masyarakat Kota Pekalongan, tetapi juga untuk bangsa Indonesia secara luas,” ungkapnya.

Ia menyebutkan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian sudah jelas. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong lahirnya petani milenial yang kreatif dan melek teknologi.

“Regenerasi petani menjadi PR besar. Saat ini jumlah petani muda masih terbatas, sehingga Dinperpa berupaya menumbuhkan minat generasi milenial melalui program pertanian modern, seperti hidroponik, urban farming, hingga pengembangan greenhouse. Kami bahkan sudah memulai percontohan greenhouse melon, dan ke depan akan merambah buah-buahan serta hortikultura bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harga gabah tahun ini naik signifikan.
“Kalau tahun lalu (2024) pemerintah mematok harga Rp6.500 per kilogram, tahun ini di pasaran sudah menembus lebih dari Rp7.000 per kilogram. Ini luar biasa dan menjadi motivasi bagi petani untuk lebih produktif,” imbuhnya.

Lili menyebutkan Pemeritah Kota Pekalongan terus mendukung melalui fasilitas, bantuan bibit, saprodi, dan bimbingan teknis.

“Dinperpa selalu siap mendampingi petani agar lebih berdaya, produktif, dan sejahtera,” tegas Lili.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, walaupun usia DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan baru satu tahun, semangat kami tidak pernah surut. Kami sudah membangun urban farming dan satu demplot Griya Farm di Kelurahan Tirto. Saat ini kami mengelola dua lahan, membuat pupuk organik berupa kompos, serta menjalin kerja sama dengan DLH Kota Pekalongan untuk pengelolaan sampah organik,” kata prempuan yang akrab disapa Kikie.

Ia menyebutkan kontribusi Tani Merdeka Indonesia tidak hanya soal pangan, tetapi juga penanganan sampah.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi dari hulu ke hilir: mulai dari semai bibit, distribusi bibit kepada warga, hingga pemanfaatan kompos. Insya Allah, ini akan membantu petani, ibu rumah tangga, dan masyarakat agar lebih sejahtera,” katanya.

Kikie menambahkan pihaknya sedang menyiapkan program Tani Merdeka Milenial di sektor wisata agro.

“Doakan, setelah Desember 2025 kami bisa mewujudkan wisata buah di Kota Pekalongan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinperpa agar langkah ini tepat sasaran,” pungkasnya.

Peringati Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Siak Gelar Doa dan Santuni Anak Yatim

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Siak, Provinsi Riau, memperingati Hari Tani Nasional 2025 dengan doa bersama dan santunan anak yatim. Acara berlangsung sederhana, namun penuh makna bagi para pengurus dan petani yang hadir.

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Siak, Muhammad Ruwaidan Pawa, menilai Hari Tani Nasional kali ini berbeda.

Menurutnya, banyak program Presiden Prabowo Subianto yang kini benar-benar menyentuh kehidupan petani.

“Presiden Prabowo Subianto telah mengubah nasib petani,” kata Ruwaidan, pada Rabu 24 September 2025.

Ia mencontohkan kebijakan penyerapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu dianggap menyelamatkan petani padi dari kerugian saat panen raya.

“Harga gabah stabil, petani bisa tersenyum. Negara hadir memberi jaminan,” ujarnya.

Selain gabah, Ruwaidan menyebutkan program penyerapan jagung dan singkong. Menurutnya, komoditas itu selama ini tidak banyak diperhatikan. Kini petani jagung dan singkong memiliki kepastian pasar.

“Petani punya harapan baru karena hasil panen mereka benar-benar dibeli,” ucapnya.

Ruwaidan juga menyinggung upaya pemerintah menyelesaikan konflik agraria. Sengketa lahan yang selama bertahun-tahun membelenggu petani mulai ditangani secara serius.

“Sengketa tanah bukan lagi cerita lama yang berulang. Presiden menunjukkan keberpihakan dengan turun langsung menyelesaikan masalah petani,” katanya.

Pembangunan irigasi disebutnya sebagai program lain yang krusial. Banyak sawah di Siak bergantung pada ketersediaan air.

“Kalau irigasi dibangun dengan baik, ketahanan pangan bukan lagi cita-cita, tapi kenyataan,” tutur Ruwaidan.

Ia menekankan bahwa semua program itu harus dikawal bersama. Tani Merdeka Indonesia, menurutnya, hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi mitra pemerintah yang siap menjadi mata dan telinga petani.

“Petani tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Mereka adalah penyangga utama pangan bangsa,” ujarnya.[]

Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Aceh Tengah Gaungkan Gerakan Petani Dukung Program Prabowo

0

TANIMERDEKA – Peringatan Hari Tani Nasional 2025, Tani Merdeka Indonesia tampil sebagai gerakan pertanian yang mengusung semangat perubahan.

Ketua DPD Tani Merdeka, Eka Saputra, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh petani Indonesia. Ia menekankan Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momen reflektif atas peran petani sebagai penjaga ketahanan pangan nasional.

Menurut Eka, petani tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga sebagai garda terdepan mendukung Program Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

Ia menyebutkan Tani Merdeka sebagai organisasi yang hadir untuk mendampingi petani dalam menghadapi tekanan zaman.

“Tani Merdeka hadir untuk mendampingi petani menghadapi tantangan zaman, baik dari segi perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, maupun masalah kesejahteraan yang sering diabaikan,” ujarnya, pada Rabu 24 September 2025.

Tani Merdeka Indonesia merupakan organisasi mendapat dukungan langsung dari Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang dipimpin oleh Don Muzakir.

Sebagai organisasi baru, Tani Merdeka membawa misi untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan akses pasar, memperkenalkan praktik pertanian modern berbasis teknologi, serta mendorong pertanian ramah lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam.

Selain itu, organisasi ini juga memperjuangkan hak-hak petani, termasuk akses atas tanah dan perlindungan dari praktik pemerasan.

Di luar sektor produksi, Tani Merdeka Indonesia aktif mengadvokasi isu kepentingan petani.

Eka Saputra menegaskan petani harus lebih sadar akan hak-haknya dan tidak lagi berada dalam posisi pasif.

“Petani tidak boleh lagi menjadi objek penderita. Mereka harus bangkit, berdaya, dan menjadi subjek utama pembangunan pertanian,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan pertanian berkelanjutan.[]

Hari Tani Nasional, Don Muzakir: Kita Dukung Presiden Prabowo Berantas Mafia Tanah

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

Menurut Don Muzakir, Prabowo telah bekerja nyata bagi petani, mulai dari memberantas mafia tanah hingga mendorong penyelesaian sengketa agraria.

“Presiden Prabowo sedang memberantas mafia tanah. Beliau serius membenahi pertanian di Indonesia. Hak tanah harus diberikan kepada petani, dan sengketa tanah harus diselesaikan,” kata Don Muzakir dalam sambutan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu di Desa Karangmulya, pada Rabu 24 September 2025.

Pelantikan itu bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional,dan panen raya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, 700 petani hadir pada panen raya itu.

Bagi Don Muzakir, momen itu menjadi pengingat perjuangan petani tidak boleh berhenti, Tani Merdeka Indonesia terus bersuara untuk kepentingan petani.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Kalau petani sejahtera, bangsa ini pasti kuat,” ujar Don.

“Kita kawal semua program Presiden Prabowo agar dunia pertanian bisa terus produksi dengan baik. Tugas kita menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di daerah, artinya mendengar keluhan petani,” tambah Don Muzakir.

Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Petani di daerah itu saat ini sudah bisa melakukan panen dalam setahun dua dua, ini berkat kebijakan Presiden Prabowo agar irigasi dialiri, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian terus dilakukan.

“Petani saat ini sudah menikmati kebijakan Presiden Prabowo, mulai dari pembangunan infrasruktur irigrasi hingga penetapan Harga gabah, akses pupuk semakin mudah dan juga bantuan alat mesin pertanian disalurkan kepada kelompok tani,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Andika Novanto, menegaskan siap menjalankan mandat organisasi. Ia menyebutkan petani di Indramayu terus bergerak mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Kami akan mengawal agar pemerintah tetap jalan, dan kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” kata Andika.

Selain itu Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Syaefudin, mendorong pengurus untuk segera bergerak. Menurut dia, arahan Presiden Prabowo harus dijalankan dengan serius di lapangan.

“Kita jangan hanya menunggu. Kita harus bergerak seperti perintah Presiden Prabowo. Petani butuh keberanian, butuh pendampingan, dan itu tugas kita semua,” ujar Syaefudin.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi petani tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Program nyata seperti pendampingan akses permodalan, pelatihan budidaya, dan penguatan koperasi harus segera dijalankan.[]

Lantik DPD Tani Merdeka Indramayu, Don Muzakir: Kita Kawal Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Acara berlangsung khidmat di Desa Karangmulya, pada Rabu, 24 September 2025.

Pelantikan itu bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional sekaligus panen raya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Sebanyak 700 petani hadir dalam acara tersebut.

Don Muzakir menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk terus mengawal program Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

Ia menyebutkan Prabowo telah bekerja nyata bagi petani, mulai dari memberantas mafia tanah hingga menyelesaikan sengketa agraria.

“Presiden Prabowo sedang memberantas mafia tanah. Beliau serius membenahi pertanian di Indonesia. Hak tanah harus diberikan kepada petani, dan sengketa tanah harus diselesaikan,” kata Don Muzakir.

Bagi Don Muzakir, momen itu menjadi pengingat bahwa perjuangan petani tidak boleh berhenti. Ia menyebut Tani Merdeka harus terus bersuara untuk kepentingan petani.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Kalau petani sejahtera, bangsa ini pasti kuat,” ujar Don.

“Kita kawal semua program Presiden Prabowo agar dunia pertanian bisa terus produksi dengan baik. Tugas kita menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di daerah, artinya mendengar keluhan petani,” tambahnya.

Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Petani di daerah itu kini bisa panen dua kali setahun. Kondisi itu berkat kebijakan Presiden Prabowo yang memperbaiki infrastruktur pertanian dan irigasi.

“Petani saat ini sudah menikmati kebijakan Presiden Prabowo, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi hingga penetapan harga gabah. Akses pupuk semakin mudah dan bantuan alat mesin pertanian disalurkan kepada kelompok tani,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Andika Novanto, menyatakan siap menjalankan mandat organisasi.

Ia menegaskan petani di Indramayu terus bergerak menjaga ketahanan pangan.

“Kami akan mengawal agar pemerintah tetap jalan, dan kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” kata Andika.

Selain itu Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Syaefudin, mendorong pengurus untuk segera turun ke lapangan. Menurutnya, arahan Presiden Prabowo harus dijalankan dengan serius.

“Kita jangan hanya menunggu. Kita harus bergerak seperti perintah Presiden Prabowo. Petani butuh keberanian, butuh pendampingan, dan itu tugas kita semua,” ujar Syaefudin.

Ia mengingatkan bahwa organisasi petani tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Program nyata seperti pendampingan akses permodalan, pelatihan budidaya, dan penguatan koperasi harus segera dijalankan.[]

Rabu Besok, Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Indramayu Dilantik

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Hamparan sawah di Indramayu mulai menguning. Petani bersiap menyambut panen raya dan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, ini digelar bersamaan, tepat pada Hari Tani Nasional, Rabu 24 September 2025.

Panen raya kali ini berbeda. Petani di wilayah itu baru tahun ini bisa panen dua kali dalam setahun. Sebelumnya, mereka hanya bisa panen sekali karena keterbatasan air. Perubahan ini terjadi setelah kebijakan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memperbaiki sistem irigasi. Air mengalir lebih lancar, sawah kembali produktif.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, yang bakal dilantik Andika Novanto, mengatakan pelantikan ini bukan sekadar acara formal. Menurutnya, ini adalah awal dari kerja nyata di lapangan.

“Kami tidak ingin organisasi ini hanya hadir di papan nama. Kami ingin hadir di sawah, di tengah petani, dan ikut menyelesaikan masalah mereka. Panen raya ini bukti bahwa perubahan bisa terjadi kalau kita kerja bersama,” ujar Andika.

Ia juga menekankan bahwa petani Indramayu sudah lama menunggu momen seperti ini. Panen dua kali setahun adalah harapan petani bisa hidup lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

“Semoga petani kita bisa hidup sejahtera mampu mandiri,” katanya.

Acara ini dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir. Sejumlah bupati dan wali kota dari wilayah Jawa Barat juga ikut hadir.

Sebanyak 700 tamu dan petani hadir untuk menyaksikan panen raya dan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Indramayu.

Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim, Indramayu menunjukkan pertanian masih bisa bangkit. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kepemimpinan yang aktif, petani bisa kembali percaya diri.[]

Tani Merdeka Sumut dan Bupati Batubara Siap Bantu Petani Demplot 700 Hektar Lahan Cabe dan Padi

0

TANIMERDEKA – Kabupaten Batubara mulai dilirik sebagai wilayah strategis untuk pelaksanaan hilirisasi komoditas pangan. DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Batubara menyusun rencana demplot pertanaman cabe merah seluas 700 hektar dan padi sawah seluas 300 hektar. Penanaman dijadwalkan berlangsung mulai Oktober 2025.

Lahan yang digunakan berasal dari kelompok tani setempat. Satu hektar lahan juga disiapkan untuk budidaya cempedak guling sebagai bagian dari diversifikasi komoditas.

Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan hasil panen langsung di wilayah sumber.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Misbah, menegaskan bahwa hilirisasi harus dimulai dari desa.

“Kami tidak bicara soal panen saja. Kami bicara soal pengolahan. Cabe harus jadi bumbu di tempat asalnya, bukan dikirim mentah ke kota,” kata Muhammad Misbah, pada Senin 22 September 2025.

Ia menyebutkan Batubara sebagai wilayah yang siap secara sosial dan teknis. “Petani sudah siap. Pemerintah daerah terbuka. Lahan tersedia. Sekarang tinggal eksekusi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Kami siapkan lahan. Kami bantu perizinan. Kalau ini berjalan baik, petani bisa naik kelas,” ucap Baharuddin.

Pertemuan antara DPW Tani Merdeka dan pemerintah daerah juga membahas pembangunan fasilitas pengolahan cabe menjadi bumbu siap pakai, ini sejalan dengan program hilirisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya nilai tambah di tingkat produksi.

DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut menargetkan pelaksanaan demplot dimulai minggu pertama Oktober.

Penanaman dilakukan bertahap dengan melibatkan kelompok tani dari berbagai kecamatan. Fokus utama mencakup pengelolaan lahan, pelatihan teknis, dan integrasi hasil panen ke sistem pengolahan lokal.

Selain itu Batubara dinilai memiliki posisi geografis yang menguntungkan. Akses ke pelabuhan dan jalur distribusi regional memungkinkan hasil olahan menjangkau pasar lebih luas.[]

Tani Merdeka Bergerak Cepat, Don Muzakir: Kita Tidak Menunggu Orang

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi membuka Rakerwil di Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – Gerakan Tani Merdeka Indonesia terus menunjukkan arah baru dalam membangun kekuatan petani. Organisasi ini tidak hanya bicara soal pertanian, tapi juga soal cara berpikir dan bergerak.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan organisasi ini harus kreatif dan tidak boleh pasif.

“Tani Merdeka Indonesia itu pemikir, harus kreatif. Organisasi kita ini punya pasukan di seluruh provinsi, kabupaten, kecamatan, bahkan di tingkat desa,” ujar Don Muzakir, pada Senin 22 September 2025.

Ia menekankan sistem gerakan Tani Merdeka Indonesia harus cepat dan tepat. Menurutnya, gerakan ini tidak boleh bergantung pada arahan pusat semata. DPW dan DPD harus aktif, mandiri, dan berani mengambil langkah.

“Tani Merdeka Indonesia ke depan, sistem kerjanya seperti angin, pesawat, peluru. Kita tidak menunggu orang. DPW dan DPD jangan menunggu orang. Saya harap jangan ada yang tertinggal,” tegas Don Muzakir.

Saat ini kata Don Muzakir, banyak pihak ingin bergabung dalam Tani Merdeka Indonesia. Banyak organisasi masyarakat dan organisasi politik mulai membuka ruang kerja sama. Mereka melihat Tani Merdeka Indoensia sebagai gerakan yang punya arah jelas dan akar ruputya kuat di lapangan.

Don Muzakir menyebutkan pengakuan terhadap Tani Merdeka Indonesia bukan datang karena promosi, tapi karena kerja nyata.

“Tani Merdeka Indonesia diakui oleh banyak. Banyak orang yang tertarik dengan Tani Merdeka karena kita kerja, bukan hanya bicara,” katanya.

Menurut Don Muzakir, gerakan ini memang berbeda. Tidak menunggu panggilan, tapi langsung turun ke lapangan. Tidak menunggu program, tapi menciptakan inisiatif. Dari desa ke kota, dari sawah ke forum kebijakan, Tani Merdeka Indonesia hadir dengan cara sendiri yang sederhana tapi berdampak.

“Semangat ini menjadi dorongan bagi pengurus di daerah untuk tidak ragu bergerak. Struktur organisasi yang sudah menjangkau hingga tingkat desa menjadi modal besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk melangkah, bukan menunggu,” kata Don Muzakir.[]