Beranda blog Halaman 42

Akhirnya Pemerintah Tetapkan Harga Singkong Jadi Rp1.350 per Kg, Impor Dibatasi

0

TANIMERDEKA – Pemerintah menetapkan kesepakatan harga ubi kayu atau singkong melalui Surat Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Nomor B-2218/TP.220/C/09/2025. Surat itu mengatur harga singkong petani sekaligus regulasi impor tepung tapioka dan turunannya.

Dalam surat tersebut, harga singkong yang dibeli industri ditetapkan Rp1.350 per kilogram dengan rafaksi maksimal 15 persen. Sementara itu, tepung tapioka masuk daftar komoditas lartas atau dilarang dan dibatasi dalam importasi.

“Tepung tapioka dan tepung jagung akan diatur tata niaganya sebagai komoditas lartas. Importasi dapat dilakukan apabila bahan baku dalam negeri tidak mencukupi atau telah habis diserap seluruhnya oleh industri,” bunyi pernyataan dalam surat itu yang dikutip pada Kamis 11 September 2025.

Kesepakatan mulai berlaku pada 9 September 2025 dan harus dijalankan bersama. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro menjelaskan keputusan ini merupakan tindak lanjut dari rapat dengan Gubernur dan Bupati lingkup Provinsi Lampung.

“Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi antara Gubernur dan Bupati lingkup Provinsi Lampung pada 9 September 2025 dan hasil rapat koordinasi antara petani dan perusahaan tapioka bersama Menteri Pertanian di Ruang Pola Gedung A Kementerian Pertanian tanggal 31 Januari 2025,” kata Yudi.

Surat keputusan itu ditembuskan ke Menko Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kepala Badan Pangan, seluruh gubernur, serta dinas-dinas terkait di berbagai daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani sebelumnya mengeluhkan harga singkong di wilayahnya yang terus turun karena tertekan impor tapioka.

“Bersama beberapa bupati, kami menghadap Pak Menteri karena menghadapi permasalahan harga singkong di Provinsi Lampung yang terus turun. Saat ini kita sedang mengusahakan agar harga bisa segera distabilkan dan diseragamkan, tidak hanya di Lampung tapi juga di seluruh Indonesia,” ujar Rahmat, pada Selasa 9 September 2025 lalu.[]

Hilirisasi Jadi Jalan, Tani Merdeka Blitar Raya Dorong Produk Lokal Masuk Pasar Global

0
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar Jaya saat mengunjungi salah satu lokasi peternakan kambing.
Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar Jaya saat mengunjungi salah satu lokasi peternakan kambing.

TANIMERDEKA – Kabupaten Blitar dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah. Lahan subur, hasil pertanian beragam, perkebunan luas, hingga peternakan rakyat menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Namun, sebagian besar potensi itu masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Nilai tambah akhirnya lebih banyak dinikmati pihak lain, bukan petani.

Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar Raya, Enik Nurhayati, menegaskan hilirisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi penting.

Ia menilai pengolahan hasil pertanian, perkebunan, maupun peternakan menjadi barang bernilai tinggi akan membuka peluang besar bagi produk Blitar menembus pasar global.

“Produk kita jangan lagi dijual mentah. Harus ada pengolahan di sini. Misalnya Kakao, jangan langsung dikirim ke luar negeri. Kita olah dulu jadi produk jadi, baru diekspor. Nilainya lebih tinggi,” kata Enik saat ditemui di Blitar, Kamis 11 September 2025.

Blitar memiliki sejumlah kelompok tani ternak kambing. Mereka tidak hanya menjual hewan ternak, tetapi juga mulai mengolah susu kambing menjadi produk siap konsumsi. Langkah ini terbukti memberi hasil yang lebih menjanjikan.

“Kelompok tani sudah bisa mengolah susu kambing. Produk itu bahkan sudah dipasarkan ke luar negeri. Usaha ini dijalankan anggota Tani Merdeka Kabupaten Blitar, Faidul Mansur,” ujar Enik.

Menurut Enik, keberhasilan itu tidak lepas dari bimbingan akademisi. Kelompok tani rutin berdiskusi dengan Prof Wahono Hadi Susanto, pendamping UMKM di Jawa Timur.

“Ilmu dari Prof Wahono Hadi Susanto diterapkan. Tidak hanya di peternakan, tapi juga di usaha lain. Hasilnya sangat terlihat. Mereka berhasil mengembangkan produk olahan,” ucapnya.

Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar Jaya, Enik Nurhayati (kanan) bersama Prof Wahono Hadi Susanto (kanan).
Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar Jaya, Enik Nurhayati (kanan) bersama Prof Wahono Hadi Susanto (kanan).

Selain peternakan, Blitar juga memiliki potensi besar di sektor perkebunan. Kakao, kopi, hingga kelapa tumbuh subur di daerah ini. Jika hanya dijual dalam bentuk biji mentah, harga yang diterima petani cenderung rendah. Namun, ketika diolah menjadi bubuk, minuman instan, atau olahan turunan lain, nilai jualnya bisa berlipat.

Sektor perikanan juga tak kalah penting. Banyak desa di Blitar memiliki kolam ikan air tawar dan budidaya lele hingga nila. Selama ini ikan lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar. Padahal, pengolahan menjadi abon, nugget, atau produk beku bisa memperluas pasar hingga ke luar negeri.

“Pengolahan ikan juga sangat cocok di Blitar. Kalau hanya dijual segar, nilainya cepat habis. Kalau diolah, nilai tambahnya besar dan bisa tahan lama,” kata Enik.

Menurut Enik, arah kebijakan pemerintah saat ini sudah tepat. Presiden Prabowo Subianto mendorong hilirisasi sebagai strategi besar pembangunan ekonomi. Bagi petani, program ini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata.

“Maka menurut saya sangat tepat yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Presiden Prabowo. Hilirisasi itu bisa membuat petani dan pelaku usaha kecil di daerah lebih kuat,” ujar Enik.

Enik menekankan hilirisasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal pendampingan. Petani perlu dukungan pelatihan, akses permodalan, dan sarana produksi agar bisa menghasilkan produk olahan yang memenuhi standar ekspor.

Ke depan, Enik berharap lebih banyak kelompok tani berani masuk ke usaha pengolahan. Dengan begitu, petani tidak lagi bergantung pada harga bahan mentah yang fluktuatif.

“Kami ingin masyarakat Blitar merasakan manfaat langsung. Kalau petani bisa mengolah, pendapatan meningkat, kesejahteraan ikut naik,” tegasnya.

Hilirisasi, menurutnya, adalah jalan keluar bagi petani Blitar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bersaing di pasar global.[]

Sawah Terendam, Petani Lampung Barat Terancam Gagal Panen akibat Banjir Bandang

0
Foto : DPD Tani Merdeka Indonesia
Foto : DPD Tani Merdeka Indonesia

TANIMERDEKA – Hujan deras mengguyur Kabupaten Lampung Barat pada Rabu, 10 September 2025, sejak siang hingga malam hari. Hujan yang terus turun tanpa henti memicu banjir bandang di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Air bah merendam permukiman warga, lahan sawah, hingga perkebunan. Sejumlah desa terdampak cukup parah.

Husnan, pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Bandar Negeri Suoh
Husnan, pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Bandar Negeri Suoh

Di Desa Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, banjir menerjang Pemangku Gunung Sari. Beberapa rumah warga terendam hingga ke dalam. Bebatuan dan lumpur masuk ke rumah. Empat rumah nyaris roboh. Sejumlah kendaraan ikut terendam, sebagian hanyut terbawa arus deras.

Desa Pekon Tuguratu juga mengalami kerusakan serius. Sekitar 50 hektar sawah siap panen rusak. Sawah mereka dipenuhi batu, lumpur, dan sampah sisa banjir.

Kondisi serupa juga terjadi di Pekon Sukamarga, Ringin Sari, dan Sumberagung. Lahan sawah tergenang karena sungai-sungai kecil di kawasan itu semakin dangkal.

Sungai Sukaraja, Sungai Cibulo, Sungai Ringin Sari, dan Sungai Sumberagung tak sanggup menahan derasnya aliran air.

Di Kecamatan Bandar Negeri Suoh, ratusan hektar sawah juga ikut terendam. Luapan Sungai Way Haru dan Sungai Semangka merendam areal persawahan hingga ke permukiman. Tanggul Sungai Semangka yang rapuh memperburuk keadaan. Air meluap lebih cepat dan merendam lahan di sekitarnya.

Banjir tidak hanya merusak sawah. Lahan perkebunan juga terdampak. Kebun kakao, kopi, dan kelapa milik warga ikut terendam dan mengalami kerusakan.

Husnan, pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Bandar Negeri Suoh, mengatakan petani kehilangan harapan untuk musim panen kali ini.

“Ratusan hektar sawah yang siap panen sekarang rusak. Padi terendam dan penuh batu. Kami rugi besar,” ujar Husnan.

Ia menambahkan, banjir bukan kali pertama terjadi di wilayah itu. Setiap kali hujan deras turun, warga selalu waspada karena aliran sungai sudah tidak normal.

“Kami butuh ekskavator untuk mengeruk sungai. Sungai-sungai di sini semakin dangkal. Kalau tidak segera dinormalisasi, banjir akan terus datang dan merusak sawah, kebun, bahkan rumah warga,” kata Husnan.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan. Bantuan berupa alat berat dinilai mendesak untuk menormalisasi alur sungai. Dengan sungai yang lebih dalam dan alur air yang teratur, risiko banjir dapat ditekan.

Menurut Husnan normalisasi sungai bukan hanya untuk menyelamatkan sawah. Upaya itu juga melindungi kebun dan rumah warga dari banjir bandang yang kerap melanda.[]

Wamentan Sudaryono Beberkan Strategi Jaga Harga Beras Stabil

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Harga beras harus dijaga tetap stabil agar tidak merugikan produsen maupun konsumen. Jika terlalu murah, petani bisa rugi. Jika terlalu mahal, masyarakat kesulitan membeli.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan, kestabilan harga dilihat dari hulu sampai hilir. Pemerintah, kata dia, mengawasi titik keseimbangan harga agar petani tetap sejahtera dan konsumen tidak terbebani.

“Kalau di produsen kan ada namanya HPP (Harga Pembelian Pemerintah) misalnya gabah, jagung. Kita harus jaga harga gabah di sawah harus sesuai dengan HPP supaya menjamin petaninya sejahtera,” ujar Sudaryono, usai membuka seminar nasional mahasiswa pertanian di kantor Kementan, Jakarta, dikutip dari invesstor.id, pada Kamis 11 September 2025.

Pria yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, HPP gabah ditetapkan Rp 6.500 per kilogram. Jika harga jual gabah sedikit di atasnya, misalnya Rp 6.800 per kilogram, masih bisa diterima pemerintah. Namun, jika naik terlalu tinggi, seperti Rp 8.000 per kilogram, pemerintah wajib turun tangan.

“Semisal harga gabah sudah mencapai Rp 8.000, sudah jelas keliru itu, maka harus diintervensi,” katanya.

Ia menambahkan, intervensi dilakukan agar tercapai keseimbangan antara produsen dan konsumen.

“Bukan kita tidak mau petaninya lebih untung dengan Rp 8.000, bukan. Karena kalau harga gabahnya segitu, maka pasti harga jual berasnya bisa lebih mahal lagi,” tutur Sudaryono.

Sebelumnya, Ombudsman menyoroti pengelolaan beras nasional. Presiden Prabowo diminta menugaskan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit tata kelola pangan. Audit dinilai penting agar peran antarinstansi lebih jelas dan akuntabel.

Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika mengatakan, kenaikan harga beras bukan karena stok terbatas. Menurutnya, masalah utama ada di tata kelola yang belum optimal. Ia menilai program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) maupun bantuan pangan belum mampu menekan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Ombudsman memperkirakan potensi kerugian negara mencapai Rp 3 triliun akibat lemahnya tata kelola. Kerugian itu berasal dari mahalnya biaya pengadaan gabah, penyimpanan stok mendekati 4 juta ton, hingga rendahnya penyaluran cadangan beras pemerintah.

“Publik kini menghadapi harga tinggi, kualitas rendah, dan distribusi terbatas. Jika kondisi ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pangan akan runtuh,” ucap Yeka, pada Rabu 3 September 2025 lalu.[]

Terima Alsintan Baru, Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Lampung Barat Dilatih Gunakan Traktor Roda 2

0
Kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat mendapat pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat mendapat pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

TANIMERDEKA – Kelompok tani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat mendapat pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua.

Etra Saputra, Ketua Koordinator Kecamatan Balik Bukit Tani Merdeka Indonesia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir. Kami akan menggunakan bantuan alat mesin pertanian dengan baik untuk mempercepat pengolahan lahan. Alsintan yang kami terima berupa traktor roda dua. Ini sangat bermanfaat,” kata Etra.

Menurutnya bantuan alsintan ini dapat meringankan beban petani dalam mengolah lahan yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual, dengan traktor, petani dapat menghemat waktu dan tenaga sekaligus mempercepat proses tanam.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, mengingatkan pentingnya menjaga bantuan tersebut agar manfaatnya berkelanjutan.

“Alsintan itu harus digunakan dengan baik dan dijaga. Ini bisa bermanfaat sampai kapan pun. Kelompok petani sangat terbantu dengan adanya alsintan,” ucap Haris.

Menurut Haris, keberadaan alsintan bukan hanya soal alat, tetapi juga perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap petani kecil. Dengan adanya pendampingan dari PPL, ia berharap petani semakin terlatih menggunakan teknologi pertanian modern.

Haris mengaku petani di Lampung Barat selama ini menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan peralatan, biaya produksi yang tinggi, hingga akses pasar. Bantuan alsintan dinilai bisa menjadi langkah awal memperbaiki produktivitas.

Haris menyebutkan, semakin cepat lahan bisa diolah, semakin besar peluang petani meningkatkan hasil panen.

“Traktor roda dua tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kelompok penerima, tetapi juga bisa dipakai secara bergiliran antarpetani dalam satu wilayah. Dengan begitu, dampaknya lebih luas dan memberi manfaat langsung bagi banyak keluarga petani,” pungkas Haris.[]

Panen Jagung Ramah Lingkungan dengan Maxxi Bimo Corn G102

0
MAXXI BIMO CORN G102
MAXXI BIMO CORN G102

TANIMERDEKA – Panen jagung sering meninggalkan masalah lingkungan. Setelah jagung dipetik, lahan biasanya penuh dengan batang, daun, dan kelobot.

Banyak petani membakar sisa ini untuk membersihkan lahan. Cara ini cepat, tetapi menghasilkan asap tebal dan merusak kualitas udara. Abu yang tertinggal juga tidak selalu bermanfaat bagi tanah.

MAXXI BIMO Corn G102 menawarkan cara yang lebih bersih. Mesin ini memisahkan jagung dari sisa panen langsung di lahan. Pipilan jagung masuk ke karung, sedangkan batang dan daun tetap di area panen. Sisa ini bisa diolah menjadi kompos atau pakan ternak. Tidak ada pembakaran, tidak ada asap.

Corn Kit 4 Row membuat proses panen lebih cepat. Sistem penyaringan bawaan membantu memisahkan kotoran sejak awal. Concave dan ayakan hasil pengembangan tim MAXXI meningkatkan kebersihan pipilan. Tingkat kebersihan ini berada di atas rata-rata mesin panen jagung lain. Petani tidak perlu menjemur jagung, sehingga menghemat waktu, tenaga, dan ruang.

Pemanfaatan limbah panen memberi manfaat ganda. Batang dan daun yang dicacah bisa menjadi bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah. Kompos dari sisa panen membantu mempertahankan kelembapan tanah dan menambah unsur hara. Siklus tanam menjadi lebih berkelanjutan.

Selain itu, proses panen yang cepat mengurangi risiko jagung rusak akibat hujan. Petani dapat segera memindahkan hasil panen ke gudang atau langsung menjualnya. Waktu panen yang singkat juga berarti penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Biaya panen turun, hasil tetap maksimal.

Dengan MAXXI BIMO Corn G102, petani tidak hanya mendapatkan jagung bersih dan siap jual. Mereka juga mendapat bahan tambahan untuk memperbaiki lahan, mengurangi limbah, dan menjaga lingkungan. Panen menjadi bagian dari siklus yang menguntungkan, bukan hanya untuk petani, tetapi juga untuk tanah yang mereka kelola.[]

Wamentan Sudaryono: NTP Naik, Pendapatan Petani Harus Ditopang Produksi

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

TANIMERDEKA – Nilai Tukar Petani (NTP) kembali mencatat tren positif pada Agustus 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks tersebut naik menjadi 123,57. Angka itu menunjukkan pendapatan petani masih lebih tinggi dibanding pengeluaran rumah tangga.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, mengingatkan tren itu tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa strategi.

Ia menegaskan kenaikan NTP hanya bisa bertahan bila produktivitas lahan dan hasil panen ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Kalau di bawah 100 berarti lebih banyak yang dikeluarkan daripada yang didapat. Ini kan sekarang sudah 100 lebih, 120, 123 (NTP). Nah artinya, kalau mau naik lagi di atas itu berarti apa? Kan pengeluaran rata-rata konstan. Nah maka pendapatannya harus dinaikkan dengan peningkatan produksi,” ujar Sudaryono di Jakarta, pada Rabu 10 September 2025.

Pria yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan pendapatan petani sangat bergantung pada dua faktor. Pertama, harga dasar gabah atau harga pembelian pemerintah (HPP). Kedua, jumlah panen yang dihasilkan petani dalam satu musim.

“Coba petani nanam-nanam, duit yang didapat dari mana? Kan dari faktor perkalian antara HPP (gabah Rp6.500 per kg) dikali jumlah panen yang dia dapat,” kata Sudaryono dikutip dari Antara.

Ia menilai ada dua strategi utama menaikkan pendapatan. Yield per hektare harus ditingkatkan dan pola tanam perlu diatur agar lahan yang sama bisa dipanen lebih dari sekali dalam setahun. Kedua hal ini, menurutnya, akan menentukan kemampuan petani menjaga kesejahteraan.

Data BPS mendukung pandangan itu. Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,84 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,08 persen. Kenaikan harga gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah menjadi pendorong utama.

Dengan kondisi ini, Mas Dar mengingatkan pemerintah dan petani tidak boleh terlena. Ia menilai tren positif NTP adalah peluang sekaligus ujian.

“Jumlah panen ada dua faktor. Jumlah panen dalam satu hektare dapatnya berapa dinaikkan. Namanya itu yield, yield-nya dinaikkan dalam satu hektare. Atau sawah yang sama panennya lebih banyak dalam setahun, itu juga menambah pendapatan petani,” tegasnya.

Sudaryono menekankan strategi peningkatan produktivitas tidak hanya soal teknologi budidaya. Kestabilan harga, pasokan pupuk, dan sistem distribusi juga harus dijaga agar petani tidak kehilangan insentif untuk terus menanam.[]

Sudaryono: Mahasiswa Harus Berani Masuk Hilirisasi dan Ekspor Pertanian

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta mahasiswa pertanian berani mengambil peluang besar dalam hilirisasi dan ekspor produk pangan.

Menurutnya, generasi muda punya peran penting membawa pertanian Indonesia menembus pasar global.

“Pertanian dan industri bukan pilihan yang saling meniadakan. Kalau pertanian maju, industrinya ikut maju. Dua sektor ini justru saling menopang,” kata Sudaryono usai membuka Musyawarah Kerja Nasional Popmasepi di Kementerian Pertanian, pada Rabu 10 September 2025.

Ia menegaskan Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada sejumlah komoditas utama. Sawit, kopi, kakao, beras, jagung, dan gula disebutnya sebagai kekuatan besar yang bisa diolah agar bernilai tambah lebih tinggi.

“Kita eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Kita punya kakao terbaik, kopi terbaik. Kita harus swasembada beras, jagung, gula. Kalau itu bisa tercapai, cita-cita jadi lumbung pangan dunia bukan mustahil,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini menilai kerja sama dagang melalui Indonesia-European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka jalan besar bagi generasi muda. Produk pertanian olahan dari Indonesia bisa masuk ke pasar Eropa tanpa dikenai tarif.

“Artinya harga produk kita lebih kompetitif dibanding Vietnam atau Thailand. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak anak muda sudah aktif terjun ke bisnis ekspor, mulai dari sapi hingga gula aren. Mereka memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jejaring.

“Dulu mau telepon luar negeri saja sulit dan mahal. Sekarang cukup pakai internet. Tidak ada alasan untuk tidak terhubung dengan pasar global,” kata Sudaryono.

Menurut dia, mahasiswa agribisnis tidak boleh hanya berhenti pada budidaya. Mereka harus masuk ke rantai nilai pertanian, termasuk pengolahan dan pemasaran.

“Mahasiswa agribisnis jangan rendah diri. Kalian harus percaya diri, karena masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda,” tegasnya.[]

Don Muzakir: Distribusi Pupuk Subsidi Harus Tepat Sasaran dan Terbuka

0
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung penuh terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sistem subsidi pupuk dan memastikan distribusi yang transparan dan tepat sasaran.

Menurutnya, langkah PT Pupuk Indonesia dalam membuka pendaftaran calon pelaku usaha distribusi (PUD) secara terbuka merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga integritas penyaluran pupuk bersubsidi.

“Petani Indonesia membutuhkan jaminan bahwa pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan mereka, bukan terhambat oleh rantai distribusi yang tidak efisien. Kami mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia yang membuka ruang partisipasi secara terbuka dan berbasis sistem digital,” ujar Don Muzakir di Jakarta, pada Rabu 10 September 2025.

Ia menambahkan, transparansi dalam proses pendaftaran dan penyaluran pupuk bersubsidi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kami di Tani Merdeka percaya bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan komunitas petani akan mempercepat transformasi sektor pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkeadilan,” katanya.

Program subsidi pupuk selama ini menjadi tulang punggung produktivitas petani kecil. Namun, tantangan distribusi dan pengawasan masih menjadi sorotan publik.

Dengan sistem digital seperti yang diterapkan melalui aplikasi dimas.pupuk-indonesia.com, Don Muzakir berharap tidak ada lagi celah penyimpangan dalam penyaluran.

“Kami mendukung penuh kebijakan yang berpihak pada petani. Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen terhadap swasembada pangan. Kini saatnya semua pihak bekerja bersama agar pupuk subsidi benar-benar menjadi alat pemerataan dan peningkatan kesejahteraan petani,” pungkasnya.[]

Wamentan Sudaryono: Pertanian dan Industri Harus Tumbuh Bersama

0
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sudaryono Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan sektor pertanian dan industri harus berjalan beriringan. Ia menolak anggapan bahwa kemajuan pertanian akan membuat industri tertinggal.

“Banyak yang bilang kalau pertanian maju berarti industrinya tertinggal. Itu salah. Kalau pertanian maju, industrinya juga ikut maju,” kata Sudaryono usai membuka Seminar Nasional Mahasiswa Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, pada Rabu 10 September 2025.

Pria yang akrab disapa Mas Dar menyebutkan pertanian Indonesia memiliki keunggulan komparatif, terutama pada komoditas pangan. Keunggulan ini tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keragaman hasil pertanian. Namun, ia menekankan industri menjadi penting untuk memberi nilai tambah.

Menurutnya, hilirisasi adalah kunci agar pertanian tidak berhenti di produksi bahan mentah. “Kita harus menjadi lumbung pangan dunia. Di sisi lain, industri pengolahan berbasis agro, mineral, dan migas juga perlu hilirisasi untuk memperkuat daya saing,” ujarnya.

Mas Dar menilai daya saing Indonesia akan meningkat bila pertanian dan industri bisa saling menopang. Pertanian menyediakan bahan baku, sementara industri mengolah dan membuka akses pasar yang lebih luas. Kombinasi keduanya, kata Sudaryono, bisa memperkuat ekonomi nasional.

Sudaryono juga memberi perhatian pada peran generasi muda. Ia menyebutkan mahasiswa pertanian harus mampu melihat peluang dari hilirisasi pangan. Tantangan pertanian modern membutuhkan tenaga muda yang melek teknologi sekaligus berani masuk ke rantai industri.

Ia mencontohkan peluang yang lahir dari kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan itu membuka pintu bagi produk pangan olahan Indonesia masuk pasar Eropa tanpa dikenai tarif.

“Artinya kita bisa mengekspor berbagai produk ke Uni Eropa tanpa bea masuk. Harga produk Indonesia akan lebih kompetitif dibandingkan negara lain seperti Vietnam atau Thailand. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” kata Sudaryono.

Sudaryono menekankan pentingnya menata ulang strategi ekspor. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak hanya mengandalkan produk mentah. Sebaliknya, produk hilir seperti kopi olahan, cokelat, dan minyak nabati harus diperkuat agar memiliki posisi tawar yang lebih tinggi di pasar global.

Sudaryono juga menyinggung soal ketahanan pangan. Ia mengatakan ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan beras atau jagung, tetapi juga bagaimana produk pertanian bisa dikelola dengan baik melalui industri pengolahan.

“Kalau pertanian dan industri saling mendukung, maka bukan hanya pangan kita cukup, tetapi juga ekonomi nasional ikut terangkat,” ujarnya.[]