Beranda blog Halaman 39

Wamentan Salurkan Bantuan Tahap II Senilai Rp2,4 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melepas penyaluran bantuan kemanusiaan HKTI Peduli Tahap II bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra, dengan fokus utama ke Aceh. Bantuan senilai Rp 2,4 miliar itu memiliki total berat sekitar 68 ton, meningkat dua kali lipat dibanding tahap pertama senilai Rp 1,2 miliar.

Sudaryono, yang juga Ketua Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia, mengatakan bantuan ini bagian dari respons kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada fase awal pemulihan.

“HKTI ingin menjadi bagian dari upaya besar bangsa Indonesia dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Ini bukan hanya ikhtiar negara, tetapi gotong royong yang menjadi kekuatan utama kita,” ujar Sudaryono usai pelepasan bantuan di Kantor Pusat HKTI, Jakarta, pada Rabu 31 Desember 2025.

Bantuan difokuskan pada kebutuhan yang sulit diperoleh di lokasi bencana. Beras, susu, popok, ikan kaleng, handuk, selimut, air mineral, biskuit, sosis, dan mi instan menjadi prioritas. HKTI juga menurunkan tim ke wilayah terdampak untuk membantu langsung di lapangan, termasuk mengoperasikan dapur umum.

Dalam proses pengiriman dan distribusi, HKTI berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh bantuan dikoordinasikan dengan BNPB, dan di lokasi sudah ada tim HKTI yang tergabung dalam satuan tugas penanganan bencana,” jelasnya.

Sudaryono menambahkan, bantuan tahap II ini didukung Kementerian Pertanian serta sejumlah mitra strategis. Dana dan logistik dihimpun dari partisipasi anggota HKTI yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari petani, pelaku usaha, pedagang, hingga pegawai.

Sudaryono menegaskan komitmen HKTI tidak berhenti pada tahap kedaruratan.

“Sebagai organisasi petani, kami ingin berperan dalam pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. Bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, HKTI siap mendukung rehabilitasi sawah dan sarana produksi pertanian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergotong royong membantu korban bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga masyarakat dan relawan.

Banjir dan longsor di Aceh sejak Desember 2025 merusak ribuan rumah, lahan pertanian, serta fasilitas umum. Ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Kehadiran bantuan tahap II diharapkan mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.[]

Kaleidoskop 2025: Tani Merdeka Indonesia Perkuat Struktur Hingga Sukseskan Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia sepanjang 2025 berkembang pesat. Struktur organisasi terbentuk mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga menjangkau 50 ribu desa di seluruh Indonesia. Kehadiran pengurus di desa membuat komunikasi lebih cepat dan kuat. Petani bisa menyampaikan keluhan langsung ke pengurus, lalu diteruskan ke pusat.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan pentingnya gerakan ini hadir di akar rumput memperkuat jaringan dan komunikasi petani seluruh Indonesia.

“Petani harus jadi garda depan. Kita tidak boleh hanya menunggu. Kita harus bergerak, kita harus kompak. Kalau petani kuat, bangsa ini juga kuat. Program Presiden Prabowo tentang swasembada pangan tidak akan berhasil tanpa petani. Karena itu Tani Merdeka Indonesia ini hadir sampai ke desa, sampai ke sawah, sampai ke ladang,” kata Don Muzakir.

Sejumlah pengurus daerah menyebutkan kehadiran Tani Merdeka Indonesia memberi semangat baru. Mereka menilai organisasi ini mampu menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.

Petani di desa berharap dukungan tidak berhenti pada tahap awal. Mereka meminta pendampingan berkelanjutan, termasuk akses pupuk, bibit, dan pasar yang lebih stabil.

Dukungan Petani untuk Program Presiden Prabowo

Program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo mendapat dukungan penuh dari Tani Merdeka Indonesia. Petani di berbagai daerah menyatakan siap bekerja keras demi tercapainya kemandirian pangan.

Don Muzakir menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar simbol. Ia menyebutkan petani harus menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di desa-desa.

“Kita harus jadi mata dan telinga Presiden Prabowo di desa. Kalau pupuk kurang, kalau bibit sulit, kalau pasar tidak jelas, kita harus cari solusi. Kita tidak boleh diam. Kita harus turun langsung, dengarkan suara petani, lihat apa yang mereka butuhkan. Tani Merdeka Indonesia bukan hanya bicara, tapi bekerja,” ujarnya.

Aksi Damai Terima Kasih Presiden Prabowo

Pada 28 Agustus 2025, sebanyak 5 ribu petani dari berbagai provinsi berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta. Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk terima kasih kepada Presiden Prabowo.

Aksi berlangsung tertib. Petani membawa hasil panen sebagai simbol kerja keras di desa. Kehadiran ribuan petani di Jakarta menunjukkan dukungan nyata terhadap program pangan nasional.

Petani Semangat, Pemerintah Berpihak ke Petani

Tahun 2025 juga memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang semakin berpihak kepada petani. Program swasembada pangan, subsidi pupuk hingga penetapan harga gabah.

Don Muzakir menilai kebijakan Presiden Pabowo memberi ruang besar bagi petani untuk berperan aktif. Ia menekankan bahwa kebijakan pangan tidak boleh lepas dari suara petani di desa.

“Kalau pemerintah berpihak ke petani, maka rakyat akan kuat. Kalau petani sejahtera, maka bangsa ini berdiri tegak. Kita harus jaga semangat ini, jangan sampai hilang. Pemerintah sudah membuka jalan, sekarang giliran kita untuk berjalan bersama,” kata Don Muzakir.

Petani di berbagai daerah menyambut kebijakan ini dengan antusias. Mereka berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk program besar, tetapi juga pendampingan nyata di lapangan.

Aksi Tani Merdeka Peduli

Sepanjang 2025, Tani Merdeka juga menunjukkan kepedulian sosial. Saat banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, organisasi ini menyalurkan bantuan langsung ke lokasi.

Bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan darurat disalurkan melalui pengurus daerah. Kehadiran Tani Merdeka di tengah bencana memberi harapan baru bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan.

Suara Tani Merdeka Soal Revitalisasi Sawah Dampak Banjir, Pemerintah Sepakat

Banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh pada akhir 2025 merusak ratusan hektar sawah. Petani kehilangan lahan produktif dan terancam gagal panen.

Tani Merdeka Indonesia meminta pemerintah segera melakukan revitalisasi sawah yang rusak. Permintaan ini disampaikan langsung oleh pengurus daerah kepada kementerian terkait.

“Kalau sawah rusak, petani tidak bisa menanam. Kalau petani tidak menanam, rakyat tidak bisa makan. Karena itu kita minta pemerintah segera turun tangan. Revitalisasi sawah harus cepat, harus nyata, supaya petani bisa kembali bekerja,” kata Don Muzakir.

Pemerintah menyatakan sepakat dengan usulan tersebut. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah menyiapkan program pemulihan lahan, termasuk perbaikan irigasi dan penyediaan bibit baru. Ini memberi harapan bagi petani yang terdampak banjir. Mereka menunggu langkah nyata agar sawah kembali bisa ditanami pada musim tanam berikutnya.[]

Sinergi Bulog dan Tani Merdeka Indonesia Kawal Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang

0

TANIMERDEKA – Pasca banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, sinergi lintas sektor diperkuat untuk memastikan bantuan logistik tepat sasaran. Kantor Cabang Pembantu Bulog Langsa wilayah kerja Aceh Tamiang menggandeng DPD Tani Merdeka Indonesia dalam upaya pemulihan warga terdampak.

Langkah sigap dilakukan sejak awal bencana. Meski akses komunikasi sempat terputus, koordinasi tetap berjalan.

“Kami selalu berkoordinasi secara intensif bahkan sejak hari ketiga kejadian. Berkat bantuan teknologi Starlink milik warga, kami bisa tetap bertukar informasi krusial mengenai kondisi di lapangan dan kebutuhan mendesak masyarakat meskipun jaringan seluler biasa sedang lumpuh,” ujar M. Pratama Haji, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang.

Tani Merdeka Indonesia mengapresiasi atas kebijakan strategis Bulog dalam merespons bencana. Kebijakan ini dinilai krusial karena memangkas birokrasi penyaluran sehingga bantuan cepat dirasakan warga.

“Kami mengapresiasi kebijakan strategis dari Ka Bulog yang memastikan bahwa setiap butir bantuan pangan sampai ke sasaran yang tepat. Langkah ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat Tamiang,” tambahnya.

Kerja sama tidak berhenti saat air surut. Posko Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmen untuk mengawal masa pemulihan pascabanjir.

Pendataan dilakukan agar warga yang kehilangan stok pangan mendapat prioritas. Distribusi logistik diarahkan untuk mendukung stamina warga saat membersihkan pemukiman.

Bulog bersama Tani Merdeka Indonesia juga menjaga stabilitas harga beras di pasar. Langkah ini penting untuk mencegah inflasi lokal pasca bencana.

Banjir akhir Desember 2025 merendam ratusan rumah dan sawah di Aceh Tamiang. Ribuan warga masih bertahan di posko pengungsian. Kehadiran Bulog dan Tani Merdeka Indonesia memberi kepastian bahwa bantuan pangan tetap tersedia.

Tani Merdeka Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bener Meriah

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Bantuan diserahkan melalui pengurus Tani Merdeka setempat untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat terdampak.

Ketua DPD Tani Merdeka Bireuen, Azhari, menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini bantuan dari Tani Merdeka Indonesia telah kami teruskan ke korban banjir di Bener Meriah dan teman-teman Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bener Meriah untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Bener Meriah. Terima kasih Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari seluruh Indonesia,” kata Azhari.

Banjir dan longsor melanda sejumlah desa di Bener Meriah setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan. Ratusan rumah terendam, puluhan hektar lahan pertanian rusak, dan warga harus mengungsi ke lokasi aman.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, pakaian, serta perlengkapan darurat. Kehadiran Tani Merdeka di lokasi bencana diharapkan meringankan beban warga sekaligus memperkuat solidaritas antarpetani di Aceh.

Pengurus Tani Merdeka Bener Meriah menyatakan siap mendistribusikan bantuan hingga ke desa-desa yang sulit dijangkau. Mereka menegaskan komitmen untuk mendampingi warga terdampak sampai kondisi kembali pulih.

Kehadiran Tani Merdeka di tengah bencana menjadi bukti peran organisasi tani tidak hanya dalam urusan pertanian, tetapi juga dalam kerja kemanusiaan.[]

Petani Kabupaten Ngada Terima Bantuan Alsintan, Ini Pesan Wilfridus Yons Ebit

0

TANIMERDEKA – Wakil Ketua Umum Bidang Politik DPN Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 20 Desember 2025.

Penyerahan berlangsung di lahan pertanian setempat. Sejumlah petani hadir menyaksikan prosesi sekaligus menerima arahan penggunaan alsintan.

Pria yang akrab disapa Ebit menegaskan bantuan Alsintan ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh, jangan pernah diperjual belikan. Petani harus merawatnya dengan baik.

“Bantuan ini harus digunakan dengan baik oleh kelompok tani. Ini bantuan dari Presiden Prabowo untuk petani. Petani harus sejahtera,” kata Ebit.

Wilfridus Yons Ebit menekankan agar bantuan tidak berhenti di seremoni. Ia meminta pengurus Tani Merdeka Indonesia di tingkat kabupaten memastikan distribusi alsintan berjalan tepat sasaran.

“Bantuan ini bukan untuk disimpan. Harus dipakai, harus dipakai segera. Petani tidak boleh menunggu. Kita harus bergerak cepat, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Para petani menilai Wilfridus Yons Ebit di Ngada memberi dorongan moral bagi petani. Menurut mereka langkah turun langsung ke ladang menunjukkan keseriusan Tani Merdeka Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.

Petani Ngada berharap dukungan alsintan tidak berhenti pada tahap awal. Mereka meminta pendampingan berkelanjutan, termasuk akses pupuk, bibit, dan pasar yang lebih stabil.

Usai penyerahan, Wilfridus Yons Ebit bergabung dengan petani menanam jagung. Tani Merdeka Indonesia komit untuk mendampingi petani secara nyata. Petani Ngada menyambut dengan antusias. Mereka menilai dukungan ini memberi harapan bagi petani di sana.[]

Bulog dan Kemenko Pangan Gelar Penjualan Pangan Murah untuk Pengemudi Ojek Online

0

TANIMEDEKA – Perum Bulog bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI menggelar penjualan pangan murah bagi komunitas pengemudi ojek online. Kegiatan berlangsung di Gudang Bulog Sangiang Periuk, Kota Tangerang, Banten, dengan dukungan Gojek dan Grab.

Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Wali Kota Tangerang Sachrudin, CEO GoTo Hans Patuwo, CEO Grab Neneng Goenadi, serta anggota DPR RI Okta Kumala Dewi.

Deputi Bidang Koordinasi dan Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, hadir bersama komunitas pengemudi Gojek dan Grab.

Bulog menerima penugasan menyediakan 900 paket pangan murah. Paket diserahterimakan kepada Kemenko Pangan untuk dibagikan kepada mitra pengemudi. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, gula 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

Deputi Tatang Yuliono mengatakan program ini sebagai bentuk apresiasi kepada pengemudi ojek online.

“Program pangan murah ini didedikasikan untuk komunitas ojek online sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis mereka. Paket pangan yang seharusnya bernilai sekitar Rp190.000 dapat diperoleh dengan harga Rp100.000, bahkan sebagian diberikan secara gratis melalui dukungan Gojek dan Grab,” ujar Tatang.

Ia menambahkan kegiatan akan berlanjut di kota lain. Setelah Tangerang, program serupa dijadwalkan di Semarang dan sejumlah daerah lain.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen Bulog mendukung sinergi lintas kementerian dan mitra swasta.

“Program ini merupakan wujud sinergi antara Bulog, Kemenko Pangan, serta mitra swasta. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, termasuk mitra pengemudi ojek online, untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Ahmad Rizal menambahkan Bulog akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pada periode penting lain.

“Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Saat ini stok beras Bulog berada pada posisi yang aman dan harga pangan secara umum terpantau stabil sesuai HET,” tambahnya.

Sejumlah pengemudi ojek online menyambut baik program ini. Mereka menyebut harga pangan murah membantu mengurangi beban pengeluaran harian. Antusiasme terlihat dari antrean panjang sejak pagi di gudang Bulog.

Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi mitra pengemudi sekaligus memperkuat upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.[]

Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Barat Temui Petani, Bahas Pupuk dan Bibit

0

TANIMERDEKA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bertemu langsung dengan kelompok tani binaan DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Barat. Pertemuan berlangsung di Pekon Tanjung Raya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, pada Kamis 18 Desember 2025.

Acara temu ramah ini dihadiri petani dari berbagai poktan dan gapoktan. Mereka menyampaikan kebutuhan mendesak, mulai dari pupuk subsidi, bantuan bibit, hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Dalam pertemuan itu Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam. Ia terus memperjuangkan kebutuhan yang diingikan oleh petani. Menurutnya petani salah satu garda terdepan dalam program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan, ini harus benar-benar terjaga dan dilindungi.

“Saya datang ke sini bersama Bupati Lampung Barat untuk mendengar langsung suara petani. Saya tidak mau hanya menerima laporan di atas meja. Saya ingin tahu apa yang benar-benar dibutuhkan. Pupuk subsidi harus tersedia, bibit harus sampai ke petani, alsintan harus dipakai di sawah atau di ladang. Kalau petani kuat, Lampung juga kuat. Kalau Lampung kuat, maka ketahanan pangan nasional juga terjaga,” kata Rahmat.

Sementara itu Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung penuh langkah Presiden Prabowo dan Gubernur Lampung. Ia menegaskan suara petani harus menjadi dasar kebijakan.

“Petani di Lampung Barat tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah hadir bersama Tani Merdeka Indonesia untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Kalau ada masalah pupuk, kalau ada masalah bibit, kita cari jalan keluar. Kita tidak boleh diam,” ujar Parosil.

Pertemuan berlangsung hangat. Petani menyampaikan keluhan soal pupuk yang kadang sulit didapat, harga yang naik turun, serta kebutuhan bibit unggul untuk musim tanam berikutnya. Mereka juga berharap bantuan alsintan bisa ditambah agar pekerjaan di sawah lebih ringan.

Lampung Barat dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung. Wilayah ini menghasilkan padi, kopi, dan hortikultura. Namun, petani masih menghadapi tantangan berupa distribusi pupuk, keterbatasan bibit unggul, serta akses terhadap teknologi pertanian.

Menurut Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, kehadiran gubernur dan bupati di tengah petani menjadi sinyal bahwa pemerintah serius memperjuangkan kepentingan petani. Program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo diharapkan benar-benar dirasakan hingga ke desa-desa.[]

Konsolidasi Tani Merdeka di NTT, Ebit: Petani Harus Jadi Garda Pangan Nasional

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia terus memperluas jaringan hingga ke seluruh provinsi di Indonesia. Petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut bergabung untuk memperkuat barisan mendukung program Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan dan makan bergizi gratis.

Wakil Ketua Umum Bidang Politik Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, menggelar silaturahmi dengan calon pengurus DPD Tani Merdeka se-NTT. Pertemuan berlangsung bagian dari persiapan pelantikan DPW dan DPD di seluruh wilayah NTT.

Wilfridus menegaskan petani harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga pangan nasional.

“Tani Merdeka Indonesia tidak boleh berhenti di kota. Kita harus turun sampai ke desa, sampai ke sawah, sampai ke ladang. Petani di NTT punya semangat besar. Kalau kita kompak, kalau kita kuat, maka program Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan dan makan bergizi gratis bisa berjalan dengan baik. Kita harus buktikan bahwa petani Indonesia mampu berdiri di depan,” kata pria yang akrab disapa Ebit.

Sementara itu Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung penuh terhadap konsolidasi di NTT. Ia menilai langkah ini penting agar suara petani benar-benar terdengar hingga ke pusat.

“Saya ingin pengurus di NTT menjadi contoh. Jangan hanya bicara di forum, turunlah ke desa. Dengarkan suara petani, lihat langsung apa yang mereka butuhkan. Kalau pupuk kurang, kalau bibit sulit, kalau pasar tidak jelas, segera cari solusi. Kita harus jadi mata dan telinga presiden di desa-desa. Kalau petani kuat, maka bangsa ini juga kuat,” ujar Don Muzakir.

Dalam pertemuan itu para pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Se-NTT menyatakan komitmen mendampingi petani di wilayah masing-masing. Petani NTT dikenal tangguh menghadapi lahan kering dan cuaca ekstrem. Kehadiran Tani Merdeka Indonesia ini dapat mendorong semangat baru agar mereka lebih siap menghadapi tantangan.

NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Jagung, padi ladang, dan sapi menjadi komoditas unggulan. Namun, keterbatasan pupuk, akses air, serta pasar yang belum stabil masih menjadi kendala utama.[]

Wamentan Sudaryono Lulus Doktor IPK 4,0, Ungkap Strategi Holding BUMN

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meraih gelar Doktor dari IPB University. Gelar itu diperoleh setelah ia mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Bogor, pada Selasa, 16 Desember 2025. Sidang dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Sudaryono menempuh pendidikan doktoral selama enam tahun. Kerja kerasnya berbuah capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4.0.

Disertasi berjudul Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia menyoroti penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara setelah kebijakan holdingisasi.

“Setelah organisasi mengalami perubahan, aspek Key Strategic Performance Objective (KSPO) dan pengelolaan utang menjadi sangat krusial, sehingga penguatan organisasi dan sistem pengawasan kerja menjadi penting,” kata Sudaryono.

Penelitian menunjukkan kebijakan holdingisasi tepat, terutama di sektor pertanian dan pupuk.

Menurut Sudaryono, sektor pupuk menjadi salah satu yang paling berhasil menerapkan kebijakan tersebut. Dampaknya signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN.

“Subsidi pupuk yang tadinya diujung produk akhir, dialihkan ke subsidi bahan baku, dan ini berimplikasi positif terhadap kinerja keuangan BUMN yaitu Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Sudaryono menambahkan holdingisasi di sektor pupuk menghasilkan efisiensi besar. Efisiensi itu bahkan dirasakan langsung masyarakat.

“Ada efisiensi 4,1 persen dan 3,6 persen yang digunakan untuk dikembalikan ke rakyat dalam bentuk diskon pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa input APBN anggaran baru,” tutup Sudaryono.

Sejumlah akademisi menilai penelitian ini relevan dengan kondisi BUMN saat ini. Holdingisasi dinilai mampu memperkuat struktur keuangan sekaligus memperbaiki tata kelola. Sidang terbuka juga menjadi sorotan karena Sudaryono, yang aktif di pemerintahan, mampu menyeimbangkan tugas negara dengan studi akademik.[]

Pengurus Tani Merdeka Kota Banjarmasin Dilantik, Ini Pesan Ketua DPW

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Banjarmasin resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Aula Eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi pemuda.

Pelantikan dilakukan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, yang diwakili Sekretaris DPW Belly Grace Palit.

Para pengurus yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari petani, akademisi, hingga pelaku usaha lokal.

Ketua DPD TMI Kota Banjarmasin, Hanik Atur Rushidah, mengatakan, program kerja organisasi akan berfokus pada penguatan struktur, advokasi kebijakan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Total ada 70 pengurus yang dilantik hari ini. Ini bukan sekadar struktur organisasi, tetapi tim kerja yang siap turun ke lapangan untuk mendampingi petani,” ujar Hanik.

Ia menegaskan komitmen organisasi untuk membina petani agar mampu mengelola usaha tani secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Hanik mengatakan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian menjadi penting.

“Petani adalah pilar ketahanan pangan. Anak muda jangan ragu terjun ke pertanian karena masa depan sektor ini sangat menjanjikan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia dibentuk untuk bekerja langsung bersama petani, ikut membantu pemerintah daerah mewujudkan kesejahteraan petani.

“Pelantikan ini bukan seremoni belaka. Ini adalah awal kerja konkret. Petani menghadapi banyak persoalan, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga keterbatasan akses teknologi,” ujarnya.

Alin menjelaskan Tani Merdeka Indonesia memiliki agenda jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas petani melalui pelatihan pertanian modern, inovasi teknologi, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.

“Sekarang waktunya rakyat bersuara. Mungkin pemerintah pusat hanya mendengar dari kiri dan kanan. Melalui Tani Merdeka Indonesia, suara petani akan kami sampaikan langsung kepada Presiden,” tegas Alin.[]