Beranda blog Halaman 39

Kementan dan Tani Merdeka Indonesia Tindak Lanjut Aspirasi Petani Kopi Mekakau Ilir

0

TANIMERDEKA – Kementerian Pertanian RI bersama Tani Merdeka Indonesia bergerak cepat menanggapi aspirasi petani di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat sektor kopi lokal melalui peningkatan kualitas, produktivitas, dan identitas produk. Dialog digelar sebagai bagian dari program Hilirisasi Komoditas Pertanian.

Pertemuan dihadiri Nandang Sudrajat, Staf Ahli Kementan Bidang Tata Kelola Pemerintahan yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPN Tani Merdeka Indonesia.

Hadir pula Dr. Ir. Leli Nuryati Kepala Pusat PVTPP Kementan, Medy Amazon Ketua DPW Tani Merdeka Sumatera Selatan, Tansuri Ketua DPD Tani Merdeka OKU Selatan, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan OKU Selatan, camat, kepala desa, dan kelompok tani.

Petani menyampaikan bahwa 80 persen penduduk Mekakau Ilir berkebun kopi. Namun, hasil panen dijual ke Lampung dan diekspor tanpa membawa nama daerah. Mereka mendesak agar kopi Mekakau Ilir memiliki identitas resmi dan sertifikasi varietas agar nilai tambah tetap berada di OKU Selatan.

Selain masalah branding, petani menghadapi tantangan produktivitas yang rendah dan mutu hasil panen yang belum optimal. Rata-rata produksi hanya 2,5 ton per hektar.

Keterbatasan alat pengering dan cuaca yang tidak menentu membuat kadar air kopi tidak ideal saat dijual.

Tim Kementan merespons cepat. Dr. Leli Nuryati mengidentifikasi varietas lokal ‘Melancar’ di kebun petani. Ia menyebutkan varietas ini berpotensi menjadi ikon kopi Mekakau Ilir.

Selain itu Nandang Sudrajat menegaskan program ini bagian dari prioritas Hilirisasi Kementan. Ia menyebutkan Tani Merdeka Indonesia akan mengawal tiga pilar utama: pendampingan, perlindungan, dan peningkatan.

Ia juga memastikan pelatihan teknis akan segera digelar oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung. Kelompok tani diminta menyusun usulan kebutuhan alat pengering dan pasca panen.

Dinas Pertanian OKU Selatan akan memproses CPCL sebagai dasar pengajuan bantuan.

Petani didorong meremajakan kebun dengan bibit unggul bersertifikasi dan memperkuat kelembagaan ekonomi agar mampu mengelola hilirisasi secara mandiri.[]

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Barat Dilantik, Siap Kawal Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Barat resmi dilantik untuk periode 2025–2030. Pelantikan digelar di Park Side Meuligo Hotel, Jalan Iskandar Muda, pada Kamis 2 Oktober 2025.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh, diwakili Nabhani. Acara dihadiri unsur Forkopimda Aceh Barat dan perwakilan petani dari berbagai wilayah.

Tani Merdeka Indonesia adalah organisasi petani. Visi utamanya mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani melalui penguatan kapasitas, akses pemodalan, dan teknologi pertanian.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Barat, H. Nasaie, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Dengan amanah ini, kami berkomitmen untuk memajukan pertanian di Kabupaten Aceh Barat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi akan menjadi ruang perjuangan petani. Kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak akan terus dibangun.

“Tani Merdeka Indonesia akan menjadi wadah perjuangan petani, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan program-program ketahanan pangan yang menjadi Program Prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik,” katanya.

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Barat akan fokus pada pendampingan petani. Program kerja mencakup advokasi harga, distribusi pupuk, dan penerapan teknologi pertanian.

Sementara itu Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyampaikan pelantikan ini menjadi momentum penting. Ia menekankan perlunya sinergi antara daerah dan pemerintah pusat.

“Momentum penting ini merupakan untuk memajukan daerah dalam sektor pertanian di Kabupaten Aceh Barat, dan daerah harus bersinergi sejalan dengan Asta Cita pemerintah pusat dengan Tani Merdeka untuk mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.[]

Kantor DPD Tani Merdeka Magelang Diresmikan, Imam Susanto: Kami Ingin Menyentuh Petani Langsung

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meresmikan kantor di Jalan Jogja–Magelang, Km 11, Jetak, Mungkid. Kantor ini menjadi pusat koordinasi organisasi di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Imam Susanto Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, menyampaikan pendirian kantor bukan sekadar kebutuhan administratif. Ia menegaskan kehadiran fisik organisasi di tengah masyarakat menjadi penting.

“Kita ingin memperkuat Tani Merdeka Indonesia hingga ke akar rumput,” ujar pria yang akrab disapa Gus Imam.

“Kantor ini bukan hanya untuk urusan administrasi. Di sini kita susun strategi, kita evaluasi kerja lapangan, dan kita pastikan semua pengurus bergerak sesuai arahan organisasi,” tegasnya.

Gus Imam juga menyampaikan bahwa struktur organisasi harus menjangkau petani langsung. Ia menolak pendekatan yang hanya berpusat di atas.

“Kalau kita bicara petani, maka kita harus hadir di desa. Kita tidak bisa hanya bicara di atas, tapi tidak menyentuh mereka yang bekerja di sawah dan ladang,” katanya.

Ia menambahkan kantor ini akan digunakan untuk memperkuat kader dan anggota melalui pelatihan rutin, diskusi teknis, dan pemetaan wilayah kerja.

“Setiap minggu kita akan kumpulkan pengurus kecamatan. Kita bahas hambatan, kita cari solusi. Kita tidak ingin ada pengurus yang hanya pegang jabatan tapi tidak tahu kondisi lapangan,” ujar Imam.

Kantor juga difungsikan sebagai titik temu antarwilayah. Gus Imam menyebutkan pentingnya komunikasi horizontal antar pengurus.

“Koordinasi itu bukan hanya vertikal. Kita harus bangun komunikasi antar kecamatan, antar desa. Masalah petani itu sering mirip, jadi solusinya bisa kita rumuskan bersama,” jelasnya.

“Kita tidak butuh kantor yang megah. Kita butuh kantor yang hidup, yang jadi tempat petani datang dan bicara. Itu yang kita bangun di Magelang,” pungkas Imam.[]

Tani Merdeka Lampung Barat Perkuat Basis Petani Lokal Tingkat Desa

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat menggelar pertemuan dengan Koordinator Kecamatan (Korcam) se-Lampung Barat. Pertemuan berlangsung sebagai langkah konsolidasi organisasi.

Fokus utama pembahasan adalah penguatan struktur Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan dan desa.

Ketua DPD DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, menegaskan penguatan akar rumput menjadi prioritas, ini sejalan dengan arahan Dewan Pembina Sudaryono dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

“Kami terus bergerak memperkuat struktur organisasi dari tingkat kecamatan sampai desa. Ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin Tani Merdeka hadir nyata di lapangan, bukan hanya di tingkat atas,” ujar Haris Arifin Lubis

Ia menambahkan pembentukan struktur desa bukan sekadar formalitas. Tani Merdeka Indonesia harus mampu menjangkau petani langsung dan menjadi ruang komunikasi yang aktif.

Hasil pertemuan itu kata Haris, para ketua Korcam berkomitmen untuk mempercepat pembentukan Koordinator Desa (Kordes) dan memperkuat koordinasi antar wilayah.

“Langkah ini kita berharap memperjelas jalur kerja organisasi dan memperkuat peran petani dalam pembangunan pertanian daerah,” pungkas Haris.

Wamentan Sudarono: Petani Milenial Bergerak, Penyuluh Jadi Garda Depan

0

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengajak penyuluh pertanian tetap menjadi garda terdepan menjaga produktivitas pangan. Ajakan disampaikan dalam Jambore Penyuluh Pertanian Nasional dan Petani Milenial 2025 di Gresik, Jawa Timur.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, menegaskan peran penyuluh sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Program ini menjadi prioritas Presiden Prabowo.

“Tidak ada artinya pejabat di pusat kalau penyuluh pertanian tidak prima. Semua produktivitas, semua capaian pertanian sampai hari ini adalah buah dari kerja keras penyuluh di lapangan,” ungkap dia di hadapan ratusan penyuluh dan petani milenial dari berbagai daerah.

Menurut Sudaryono, penyuluh mendampingi petani setiap hari. Mereka membina, mendengar keluhan, dan tetap bekerja meski tidak selalu bisa menyelesaikan masalah.

“Kadang-kadang penyuluh menerima beban keluhan yang tidak selalu bisa mereka selesaikan. Tapi di situlah letak pengabdian mereka. Dan pemerintah hadir untuk memberi dukungan penuh,” ujarnya.

Sudaryono menjelaskan penyuluh kini berada langsung di bawah pemerintah pusat. Tugas mereka dilengkapi indikator kinerja yang terukur.

“Penyuluh adalah motor penggerak produktivitas. Mereka harus punya ukuran kinerja yang jelas, dan itu sudah kita tetapkan. Tugas mereka sama seperti sebelumnya, hanya saja sekarang jalurnya langsung di bawah kendali Kementerian Pertanian,” kata Sudaryono.

Jambore dihadiri peserta dari berbagai provinsi. Acara ini menjadi ruang penyamaan persepsi nasional tentang peran penyuluh dan petani milenial.

“Dengan adanya Jambore ini, kita ingin menegaskan bahwa penyuluh pertanian adalah pahlawan pangan, dan petani milenial adalah energi baru bangsa. Keduanya harus jalan bersama agar Indonesia mandiri, modern, dan berdaulat pangan,” jelas Wamentan.

Acara berlangsung dengan sesi berbagi pengalaman, pameran teknologi, dan materi pelatihan. Gresik menjadi titik lahir semangat baru pertanian Indonesia.

Kepala Badan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut Jambore ini sebagai momentum penting. Ia menekankan peran penyuluh dan petani milenial dalam pembangunan pertanian.

“Penyuluh adalah guru sekaligus sahabat bagi petani. Sementara petani milenial adalah motor penggerak inovasi. Jika keduanya bersatu, pertanian Indonesia akan melesat lebih cepat menuju swasembada pangan,” ujar Idha.

Ia menambahkan Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan, peningkatan kompetensi, dan penyediaan sarana pendukung.

“Melalui acara ini kita harapkan penyuluh dan petani semakin semangat dan bersama bergerak di lapangan wujudkan swasembada pangan Indonesia,” jelas Idha.[]

 

Abdul Muin Dilantik, Tani Merdeka Tanah Laut Siap Kawal Program Prabowo

0

TANIMERDEKA – Abdul Muin A. Karim resmi dilantik jadi Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanah Laut periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Gedung Balai Hutan Jati, Kantor Bupati Tanah Laut, pada Rabu 1 Oktober 2025.

Wakil Bupati Tanah Laut, Zazuli, hadir langsung dalam acara itu. Ia menyambut baik kehadiran Tani Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian semakin kompleks. Masalah lahan dan pemasaran hasil produksi masih jadi persoalan utama.

“Di daerah ini diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi, penggerak perubahan, sekaligus mitra pemerintahan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani,” ujar Zazuli.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Amanah organisasi diharapkan dijalankan dengan tanggung jawab.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menegaskan Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai suara petani. Ia menyebut organisasi ini bergerak hingga ke akar rumput.

Struktur organisasi dirancang dengan Koordinator Desa (Kordes) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) sebagai ujung tombak.

Menurut Alin, pembentukan struktur hingga ke desa merupakan instruksi langsung dari Ketua Dewan Penasehat Pusat, Prabowo Subianto.

“Kita diminta secepatnya Kordes sama Korcam itu harus terbentuk. Itu penekanannya, karena ini memang permintaan Bapak Prabowo Subianto,” ungkap Alin Wijaya.

Ketua DPD Tanah Laut, Abdul Muin A. Karim, memaparkan filosofi dan arah kerja organisasi. Ia menekankan bahwa kata “Merdeka” bukan sekadar slogan.

“Merdeka berarti keadaan bebas tidak terikat dan memiliki kedaulatan atau kebebasan untuk menentukan nasib sendiri, baik secara pribadi maupun sebagai bangsa. Itulah sebabnya yang kita ciptakan, itulah sebenarnya yang dicita-citakan oleh Tani Merdeka Indonesia besutan Pak Prabowo saat ini,” tegas Abdul Muin.

“Pertama-tama untuk DPD Tanah Laut itu membenahi organisasi sampai ke tingkat kecamatan dulu. Itu langkah pertama. Nanti langkah kedua kita akan mengikuti program-program yang ada di pemerintah daerah,” jelasnya saat diwawancarai.

Tani Merdeka Tanah Laut juga menyiapkan ruang khusus bagi generasi muda dan perempuan. Program “Pemuda Tani” dirancang untuk mendidik kaum milenial menjadi petani mandiri.

“Kaum milenial, kita punya ruang, Pak. Kita ada ruang namanya Pemuda Tani. Itu untuk kaum milenial ya kita sediakan. Jadi kita didik mereka untuk menjadi petani yang betul-betul mandiri,” pungkasnya.[]

Tani Merdeka Jawa Tengah dan Gubernur Sepakat Dorong Hilirisasi Komoditas

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah bertemu Gubernur Ahmad Luthfi pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, hadir bersama sekretaris, bendahara, dan jajaran pengurus lainnya. Agenda utama membahas pelantikan pengurus baru dan rencana kerja organisasi.

Program kerja difokuskan pada pengembangan pertanian modern, pemberdayaan petani, dan penguatan peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Tani Merdeka Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Tani Merdeka Indonesia.

“Saya mengapresiasi langkah Tani Merdeka Indonesia, khususnya DPW Jawa Tengah, yang telah menunjukkan komitmen besar dalam mendukung petani. Jawa Tengah adalah lumbung pangan nasional, memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Sinergi antara pemerintah dan organisasi tani akan semakin memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di daerah ini. Mari kita dorong inovasi, modernisasi, serta kolaborasi agar sektor pertanian Jawa Tengah semakin maju dan berdaya saing,” kata Ahmad Luthfi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan pertemuan ini menjadi penting dalam mendukung arah kebijakan pertanian di Jawa Tengah. Tani Merdeka siap bersinergi dengan pemerintah. Fokus kerja mencakup peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan agribisnis berbasis potensi lokal.

“Ini langkah awal untuk menegaskan peran Tani Merdeka di Jawa Tengah. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam program-program yang mendorong produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan agribisnis berbasis potensi lokal. Pelantikan pengurus baru DPW Jawa Tengah juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sehingga dapat lebih maksimal berkontribusi bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sepakat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.[]

Bahas Hilirisasi, Tani Merdeka Lampung Temui Bupati Tanggamus

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus bertemu dengan Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di ruang rapat utama Sekretariat Daerah Kabupaten.

Hadir dalam pertemuan itu DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung Fikri, Dedi, Aliunsyah, Hadi Asni, dan Ali Jaya. Ketua DPD Tani Merdeka, Isralludin, Bonar Margiant, Kusnandar dan M. Agus.

Bupati didampingi Wakil Ketua I DPRD Rangga Putra Hakim, Asisten II Hendra Wijaya Mega, dan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.

Tani Merdeka Indonesia Lampung menyampaikan dua isu utama. Pertama, hilirisasi komoditas pertanian agar produk petani tidak berhenti sebagai bahan mentah. Kedua, pengajuan infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas.

Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi menyambut baik usulan tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen mendukung sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari Tani Merdeka Indonesia. Hilirisasi produk pertanian adalah kunci agar petani kita tidak hanya menjadi penjual bahan mentah, tapi juga pelaku utama dalam rantai nilai. Untuk kebutuhan infrastruktur dan alsintan, akan kami kaji bersama OPD terkait agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, Pemkab juga akan melakukan hirilisasi kopi di Pekon Kedaloman dan pembuatan kopi bubuk di Pekon Pariaman,” ujar Bupati.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Lampung, Fikri, menyatakan kesiapan organisasi untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tapi juga siap terlibat dalam implementasi program. Harapan kami, sinergi ini bisa membawa kemajuan nyata bagi petani di Tanggamus dan Insya Allah Akhir Tahun 2025 ada bantuan Combine dari Kementan untuk Kabupaten Tanggamus,” ungkapnya.

Audiensi berlangsung terbuka dan penuh diskusi. Pertemuan semuanya pihak komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara Pemkab Tanggamus dan Tani Merdeka Indonesia dalam membangun sektor pertanian yang lebih terarah.[]

Panen Petani Aceh Tamiang Disiapkan untuk Dapur MBG

0
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan dukungan nyata bagi petani lokal. Hasil panen petani akan disalurkan ke dapur-dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di wilayah Aceh Tamiang.

Koordinasi awal dilakukan bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aceh Tamiang pada Selasa, 30 September 2025, sore.

“Iya, kami baru saja melakukan koordinasi dengan Korwil SPPG Aceh Tamiang. Dalam kesempatan tersebut, kami menyampaikan peluang pemanfaatan hasil pertanian lokal untuk dapat disuplai ke dapur-dapur MBG di Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji.

Ia menjelaskan langkah ini bertujuan membuka pasar yang lebih pasti bagi petani. Selain itu, hasil panen juga dapat memberi manfaat gizi langsung kepada masyarakat melalui program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo.

“Alhamdulillah, sambutan dari Ibu Tary sangat baik dan wellcome terhadap maksud kami. In sha Allah, ke depan kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para petani untuk menyiapkan komoditas yang siap disuplai ke dapur-dapur MBG di Kabupaten Aceh Tamiang,” tambahnya.

Pihak SPPG menyambut baik rencana tersebut. Tary Irmanisa, Koordinator Wilayah SPPG Aceh Tamiang, menyampaikan tanggapannya.

“Terima kasih atas perhatian Tani Merdeka kepada kami dan juga kepada petani Aceh Tamiang. In sha Allah, kami selalu membuka peluang untuk potensi-potensi lokal yang bisa kita manfaatkan bersama,” ujar Tary.[]

Tani Merdeka Bogor Gelar Aksi Menanam Pohon Bersama Warga

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor menggelar kunjungan kerja dan penanaman pohon di Saung Tani Kuta Madangan, Kabupaten Bogor.

Acara diikuti jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menguatkan komitmen organisasi untuk memperjuangkan kedaulatan pangan dan menjaga kelestarian alam.

Rombongan disambut langsung oleh Kang Dean, inisiator Karaton Sumedang Larang. Ia menegaskan gerakan menanam pohon bukan hanya acara seremonial.

“Ini adalah bentuk nyata Karaton dan masyarakat mendukung Asta Cita Bapak Presiden dengan konseptual kolaboratif. Lingkungan harus dijaga bersama, agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” kata Kang Dean.

Cecep Gogom juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta.

“Barang siapa menanam maka dia akan menuai hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat menanam pohon tidak hanya dirasakan oleh orang yang menanam, tetapi juga oleh generasi mendatang yang akan menikmatinya.

Cecep Gogom menegaskan program kerja organisasi tidak hanya fokus pada ekonomi petani, tetapi juga peduli pada kelestarian alam.

“Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan anak cucu kita. Menanam hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Selain penanaman pohon secara simbolis, kegiatan juga diisi dialog santai dengan masyarakat. Petani diajak membahas peran mereka dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus keberlangsungan ekosistem.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor berharap gerakan kecil menanam satu pohon bisa menumbuhkan kesadaran kolektif. Pohon yang tumbuh hari ini diyakini menjadi warisan berharga bagi masa depan yang lebih lestari.[]