Beranda blog Halaman 40

Kerja Sama dengan DLH, Tani Merdeka Kota Pekalongan Ubah Sampah Jadi Bernilai

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan terus mendorong pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos. Program ini dijalankan bukan hanya untuk mengurangi sampah, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pupuk organik petani.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, menyebutkan program ini sudah berjalan meski masih dalam skala kecil. Ia menegaskan rencana penguatan kapasitas menjadi penting bagi kemandirian petani.

“Kami ingin produksi kompos tidak hanya kecil-kecilan, tetapi bisa lebih besar dengan mesin berkapasitas tinggi. Permintaan pupuk organik dari petani semakin banyak, ini peluang yang harus kita tangkap,” kata Mungki saat kunjungan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, pada Kamis 17 September 2025.

Ia menambahkan, program ini bukan sekadar soal peningkatan produksi. Lebih dari itu, pengolahan sampah menjadi kompos dapat mengurangi beban lingkungan dan membangun ekosistem pertanian yang ramah lingkungan.

“Petani tidak boleh lagi bergantung penuh pada pupuk kimia. Dari sampah rumah tangga, kita bisa hasilkan pupuk organik yang sehat dan berkelanjutan. Kita ingin memanfaatkan sampah ini supaya berharga, bukan jadi masalah,” ujar Mungki.

Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup, mereka diterima langsung oleh Kadis Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso.

Sri Budi Santoso menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menilai upaya Tani Merdeka Indonesia sebagai terobosan untuk memperkuat pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Langkah Tani Merdeka Indonesia sejalan dengan visi kami di DLH. Kami butuh model pengelolaan sampah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rumah kompos bisa jadi contoh nyata bagaimana sampah tidak hanya jadi masalah, tetapi bisa jadi berkah,” kata Sri Budi Santoso.

Budi menegaskan pihaknya akan mendukung program percontohan rumah pembuatan kompos. DLH berencana menjadikan kerja sama ini sebagai model integrasi antara pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan lokal.

Kunjungan ini dihadiri pengurus DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan bersama sejumlah pejabat DLH. Mereka membahas rencana pembangunan rumah kompos, penyediaan mesin berkapasitas besar, serta peluang menjadikan Pekalongan sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.[]

Don Muzakir: Paket Ekonomi 2025 Harapan Baru untuk Petani

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (baju putih).

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menilai paket ekonomi 2025 menjadi sinyal jelas bahwa pemerintah kini berpihak pada petani kecil dan pelaku usaha mikro.

Satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah rencana perpanjangan insentif PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029.

Ini adalah kebijakan yang progresif dan kami harap dapat didukung dengan implementasi yang tepat sasaran,” kata Don Muzakir, Rabu 17 September 2025.

Tani Merdeka Indonesia ini Organisasi yang disetujui Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Gerakan Tani Merdeka Indonesia fokus pada praktik pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Arah ini dimaksudkan agar petani tak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem.

Muzakir menilai kebijakan pemerintah kali ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyoroti bantuan pangan untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat serta program replanting perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare yang diproyeksikan menyerap 1,6 juta tenaga kerja.

“Langkah ini tidak hanya membantu petani secara ekonomi, tetapi juga menjamin stabilitas pasokan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga memberi perhatian pada program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, penguatan koperasi akan memperbaiki kelembagaan ekonomi petani sekaligus mendorong kemandirian desa.

Tani Merdeka berharap seluruh rancangan program pemerintah bisa segera dijalankan. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan.

“Program-program ini selaras dengan perjuangan kami untuk menyejahterakan petani Indonesia. Kami siap mendukung pemerintah dalam memastikan implementasinya berjalan lancar dan tepat sasaran,” pungkas Muzakir.

Lima program unggulan pemerintah itu sebelumnya diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut seluruh program merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 15 September 2025.

“Nah, kemudian juga tadi dibahas langsung dengan Bapak Presiden paket penyerapan tenaga kerja dari program unggulan Bapak Presiden,” kata Airlangga dalam konferensi pers.

Airlangga menjelaskan program itu akan menjadi motor penciptaan lapangan kerja di sektor strategis. Pemerintah menyiapkan penguatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 100 titik, revitalisasi tambak di Pantura seluas 20.000 hektare, serta modernisasi 1.000 kapal nelayan.

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan replanting perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare dengan komoditas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala, itu ditargetkan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dalam dua tahun mendatang.[]

Kerja Sama Tani Merdeka dan Kodim 0702, Penyemprotan Jagung di Kemangkon Pakai Drone Maxxi

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purbalingga mulai memperkenalkan teknologi pertanian modern lewat uji coba penyemprotan jagung menggunakan drone. Uji coba dilakukan di lahan seluas sekitar 1 hektar di Kecamatan Kemangkon, pada Kamis 18 September 2025.

Lahan yang digunakan merupakan aset milik Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga. Pengelolaannya melibatkan DPD Tani Merdeka bersama Kompi Produksi Kodim 0702, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kemangkon.

PT Maxxi, perusahaan produsen alat mesin pertanian modern ini menyediakan bibit jagung serta peralatan drone.

Ketua DPD Tani Merdeka Purbalingga, Zulhasbi, mengatakan penggunaan drone merupakan langkah penting untuk mengurangi beban kerja petani dan operasionalnya lebih murah.

“Kami ingin petani di Kecamatan Kemangkon mengenal teknologi baru. Drone ini bisa mempercepat penyemprotan, lebih hemat tenaga, lebih murah operasionalnya dan hasilnya merata,” kata Zulhasbi.

Ia menambahkan, jika biasanya penyemprotan manual di lahan satu hektar membutuhkan Waktu lebih lama dengan tenaga beberapa orang, drone mampu menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ini efisiensi besar. Petani tidak perlu lagi menguras tenaga berjam-jam, apalagi di bawah terik matahari. Kami ingin teknologi ini hadir di sawah dan kebun jagung petani Purbalingga,” ujarnya.

Kabupaten Purbalingga memiliki potensi besar dalam produksi pangan, khususnya padi dan jagung. Kecamatan Kemangkon dikenal sebagai salah satu lumbung pangan daerah dengan luas sawah sekitar 5.000 hektar dan lahan jagung 2.000 hektar.

Potensi ini membuat Kemangkon strategis untuk program ketahanan pangan sekaligus pengembangan jagung sebagai komoditas andalan.

Kemangkon punya lahan luas dan subur. Kalau teknologi modern masuk, produksi jagung bisa naik dan petani akan lebih sejahtera,” ujar Zulhasbi.

Uji coba penyemprotan drone ini tidak hanya menghadirkan petani, tetapi juga dukungan berbagai pihak. Hadir perwakilan PT Maxxi, anggota Kodim 0702, unsur Forkopimda kecamatan, pengurus Tani Merdeka dari kabupaten, kecamatan, hingga desa. Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda setempat ikut menyaksikan langsung.

Menurut Zulhasbi, kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan semangat kolaborasi. TNI, pemerintah daerah, hingga pihak swasta berkomitmen mendorong mekanisasi pertanian. Dengan demikian, petani tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan produksi dan kebutuhan pasar.

Zulhasbi mengatakan penerapan teknologi diharapkan bisa berlangsung berkelanjutan, terutama di lahan jagung dan padi dengan skala luas.

Kalau hanya sekali dua kali, tentu belum terasa dampaknya. Kami ingin drone ini hadir terus di lapangan, sehingga petani bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” kata salah satu tokoh petani yang hadir.

Zulhasbi menegaskan Tani Merdeka Purbalingga siap menjadi jembatan antara petani dan pihak swasta penyedia teknologi. Ia percaya langkah kecil ini bisa menjadi pintu masuk transformasi pertanian di Purbalingga.

“Kami tidak mau petani tertinggal. Teknologi harus masuk ke desa-desa. Petani harus merasakan manfaat inovasi, bukan hanya mendengar ceritanya,” ujar Zulhasbi.[]

Silaturahmi ke Wakil DPRD, Tani Merdeka Tanggamus Dorong Hilirisasi Pertanian

0

TANIMEREKA – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus bersilaturahmi dengan Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, pada Rabu 17 September 2025. Pertemuan berlangsung di kediaman Rangga.

Pertemuan itu membahas komunikasi dan kolaborasi antara organisasi petani dengan legislatif daerah. Fokusnya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian lewat program hilirisasi komoditas.

Ketua DPD Tani Merdeka Tanggamus, Isralludin, menyampaikan aspirasi dan gagasan mengenai optimalisasi hasil pertanian lokal. Ia menilai hilirisasi langkah strategis agar petani tidak berhenti pada menjual hasil mentah.

“Kami dari Tani Merdeka Indonesia ingin agar petani di Tanggamus bisa lebih sejahtera. Dengan hilirisasi, hasil pertanian kita bisa diolah sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi petani,” ungkap Isralludin.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Tanggamus, Rangga Putra Hakim, menyambut baik silaturahmi ini. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung pemberdayaan petani.

“Kami di DPRD akan selalu terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Hilirisasi pertanian ini penting agar petani Tanggamus tidak hanya menjadi penyuplai bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah,” ujar Rangga Putra Hakim.[]

Tani Merdeka Riau Ajak Masyarakat Riau Jaga Kedamaian di Tengah Dinamika Politik

0
Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane
Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane

TANIMERDEKA – Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D Pane, mengajak masyarakat tetap tenang menghadapi dinamika politik dan tantangan ekonomi.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi cara menyampaikannya harus bijak.

“Perbedaan pendapat bagian dari demokrasi, tetapi cara kita menyuarakannya menentukan arah bangsa ini,” kata Nila D Pane, di Pekanbaru, pada Rabu 17 September 2025.

Nila meminta masyarakat menghindari aksi yang berpotensi merusak. Ia menilai, demonstrasi adalah hak konstitusional, namun harus dilakukan secara damai.

“Demonstrasi damai dan tertib sah menurut undang-undang. Kekerasan bukan solusi,” ujar pria yang akrab disapa Pane.

Menurut Pane, masyarakat Indonesia menginginkan situasi stabil dan sejuk. Karena itu, ia mendorong agar semua pihak menjaga keutuhan bangsa dan menghormati proses demokrasi.

“Kita jangan biarkan emosi sesaat merusak masa depan bersama. Bangun dialog yang konstruktif,” tutur Pane.

Ia menambahkan, persatuan menjadi kekuatan utama bangsa. “Kekuatan bangsa ini terletak pada persatuan dan kesadaran kolektif menjaga kedamaian. Mari rawat Indonesia dengan akal sehat, hati jernih, dan semangat gotong royong,” kata Pane.

Dalam pernyataannya, Nila juga menyinggung peran masyarakat Riau. Ia menekankan, daerah dengan kekayaan sumber daya alam seperti Riau harus menjadi contoh dalam menjaga keseimbangan politik dan sosial.

“Riau punya sejarah panjang dengan budaya gotong royong. Saya percaya masyarakat Riau bisa menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” ucapnya.[]

Kunjungi BPBD, DPW Tani Merdeka Bali Sampaikan Laporan Dampak Bencana

0

TANIMERDEKA – Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.

Ketua DPW Tani Merdeka Bali, Zulfikar, menyampaikan laporan terkait wilayah yang belum tersentuh bantuan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa korban bencana butuh perhatian cepat dari pemerintah daerah maupun pusat.

Berdasarkan data sementara, ada 18 orang meninggal dunia dan 4 orang masih hilang. Banyak wilayah juga belum mendapat bantuan. Kami minta penanganan lebih cepat agar kebutuhan dasar masyarakat bisa segera terpenuhi,” kata Zulfikar yang juga anggota DPRD Provinsi Bali.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah, relawan, dan organisasi masyarakat sipil sangat penting dalam mempercepat pemulihan. Menurutnya, kolaborasi dapat memperkecil risiko keterlambatan distribusi bantuan.

“Kami berharap penanganan bencana bisa segera tuntas. Masyarakat terdampak harus mendapat bantuan yang layak. Ke depan, kami juga berharap Bali terhindar dari musibah serupa,” ujar Zulfikar.

Dalam kunjungan itu, DPW Tani Merdeka Bali menegaskan komitmennya untuk ikut serta membantu masyarakat terdampak, baik melalui jaringan petani maupun relawan. Mereka juga mendorong agar ada upaya mitigasi yang lebih kuat, mengingat Bali merupakan wilayah yang rawan bencana.[]

Foto | Rakerwil, Wawan Pramono Jadi Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah

0

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Dalam momentum tersebut, Don Muzakir juga menunjuk Wawan Pramono sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Rakerwil ini adalah forum penting untuk menyatukan langkah petani Jawa Tengah. Dengan kepemimpinan saudara Wawan Pramono, saya percaya DPW Tani Merdeka Jawa Tengah akan semakin solid, bekerja nyata, dan hadir membawa manfaat bagi petani,” kata Don Muzakir dalam sambutannya.

Penunjukan Wawan Pramono disambut hangat oleh peserta Rakerwil. Ia dinilai memiliki pengalaman dan komitmen dalam menggerakkan jaringan petani di daerah serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Rakerwil ini dihadiri pengurus DPN, perwakilan DPW, DPD kabupaten/kota, serta tokoh petani Jawa Tengah. Forum ini juga membahas rencana kerja strategis, termasuk penguatan program pemberdayaan petani, akses permodalan, dan dukungan penuh terhadap agenda swasembada pangan nasional.[]

Gagas Greenhouse Kebun Melon, Tani Merdeka Kota Pekalongan Ajak Kerja Sama Dinas Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan menggagas pembangunan greenhouse untuk kebun melon. Rencana itu dibicarakan dalam pertemuan dengan Dinas Pertanian Kota Pekalongan, pada Rabu 17 Sepetember 2025, di kantor dinas setempat.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, hadir bersama sejumlah pengurus. Mereka diterima Kepala Bidang Pertanian, Karmani, beserta jajaran pegawai.

Mungki Retnosari menjelaskan, melon menjadi pilihan karena potensi pasarnya besar. Permintaan buah ini terus meningkat, baik di pasar tradisional maupun modern. Harga melon relatif stabil dibandingkan beberapa komoditas hortikultura lain.

Permintaan pasar terhadap melon banyak. Lahan kita sudah siap. Kalau ini jalan, ekonomi petani akan sangat terbantu. Melon bisa menjadi komoditas andalan di Pekalongan,” kata perempuan yang akrab disapa Kikie.

Menurut Kikie, program greenhouse bukan sekadar untuk meningkatkan produksi. Teknologi sederhana itu juga berfungsi menjaga kualitas panen. Dengan greenhouse, tanaman bisa terlindung dari hujan lebat, angin kencang, dan serangan hama.

“Kita ingin petani Pekalongan mengenal teknologi ini. Dengan begitu hasil lebih terjamin, dan mereka bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain greenhouse, Kikie juga ingin menghadirkan konsep wisata buah. Lahan yang disiapkan bukan hanya untuk produksi, tetapi juga untuk edukasi dan wisata.

“Kita ingin ada lokasi wisata buah. Pengunjung bisa langsung datang, melihat kebun, dan memetik buah, salah satunya melon. Konsep ini bisa menambah nilai ekonomi sekaligus mengenalkan pertanian ke generasi muda,” kata Kikie.

Selain itu Kikie berharap, melon itu tidak hanya bisa menjual di pasar tradisional, tetapi juga mampu menembus jaringan supermarket.

Kikie menegaskan, Tani Merdeka Kota Pekalongan siap menjadi motor penggerak.

“Kami ingin petani punya model usaha yang berkelanjutan. Dengan greenhouse dan wisata buah, petani bisa menanam lebih terukur, panen lebih berkualitas, dan harga lebih baik,” katanya.

Sementara itu Karmani Kepala Bidang Pertanian menyambut baik inisiatif Tani Merdeka Indonesia. Ia menilai langkah itu sejalan dengan program pemerintah kota untuk mendorong diversifikasi pertanian.

“Melon punya peluang besar di Pekalongan. Pasar terbuka, petani tinggal masuk. Pemerintah daerah mendukung gagasan ini. Kami siap berkolaborasi,” kata Karmani.

Ia menambahkan, rencana pembangunan demplot juga penting. Menurutnya, demplot bisa menjadi tempat belajar bersama.

Kalau ada demplot, petani bisa praktik langsung. Mereka melihat cara menanam, merawat, sampai panen. Itu jauh lebih efektif daripada hanya teori,” ucapnya.

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan A. Latief, Iwan Riyanto dan Koordinator Kecamatan Pekalongan Timur Eko Bejo Dinarko, serta pegawai Dinas Pertanian.[]

Tani Merdeka Lampung Ajak Kerja Sama PT Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung menggelar pertemuan dengan PT Pupuk Indonesia Wilayah 1 Lampung.

Pertemuan berlangsung di kantor perusahaan itu pada Rabu 17 Sepetember 2025. Suasananya cair, penuh diskusi soal pupuk, distribusi, hingga arah kebijakan pangan nasional.

Ketua DPW Tani Merdeka Lampung, Muhammad Fikri Thamrin, datang bersama sejumlah pengurus. Mereka diterima langsung oleh General Manager Wilayah 1 PT Pupuk Indonesia Lampung, Wilman.

Fikri menjelaskan tujuan pertemuan itu. Ia ingin memastikan petani Lampung tidak lagi kesulitan pupuk saat musim tanam.

“Kami datang bukan hanya untuk bersilaturahmi saja, tetapi juga membuka ruang kolaborasi. Petani membutuhkan kepastian pupuk, sementara pemerintah menargetkan ketahanan pangan. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Fikri.

Menurut Fikri, keluhan petani soal pupuk bersubsidi masih sering terdengar di lapangan. Distribusi yang lambat dan stok yang menipis kerap membuat petani terhambat.

“Kita ingin ada mekanisme distribusi yang lebih transparan dan cepat. Petani tidak boleh lagi bingung saat musim tanam tiba. Ini soal nasib pangan kita bersama,” ujarnya.

Fikri menekankan Tani Merdeka Indonesia Lampung berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan. Ia menilai kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia bisa menjadi langkah konkret untuk memperkuat basis ketahanan pangan.

“Pemerintah sudah menegaskan bahwa pertanian menjadi prioritas. Kami di daerah harus menyambut itu dengan aksi nyata. Pupuk adalah kunci. Kalau distribusinya lancar, petani bisa tenang bekerja,” kata Fikri.

Ia juga mengingatkan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi, jagung, dan singkong dari Lampung memberi kontribusi besar bagi kebutuhan pangan Indonesia.

“Lampung punya potensi besar. Tapi tanpa dukungan pupuk, produktivitas tidak akan maksimal. Itu sebabnya kami ingin PT Pupuk Indonesia lebih dekat dengan petani,” tambahnya.

Fikri menegaskan Tani Merdeka Indonesia Lampung siap menjadi mitra pemerintah sekaligus jembatan antara petani dan perusahaan pupuk.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyalur aspirasi, tetapi juga bagian dari solusi. Petani butuh kepastian. Negara hadir melalui kebijakan, perusahaan hadir dengan distribusi, organisasi hadir dengan gerakan. Semua harus terhubung,” katanya.

Sementara itu General Manager PT Pupuk Indonesia Wilayah 1 Lampung, Wilman, menyambut baik ajakan itu. Ia menilai sinergi dengan organisasi petani seperti Tani Merdeka Indonesia sangat penting.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Tani Merdeka Indonesia Lampung. Kami siap bekerja sama dan kami terbuka mendengar masukan langsung dari petani. Ini penting untuk memperbaiki sistem yang ada,” ujar Wilman.

Pria yang akrab disapa Mas Boy mengakui distribusi pupuk bersubsidi sering menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan alokasi hingga persoalan pendataan.

“Kami berupaya menyalurkan pupuk tepat sasaran. Tapi di lapangan ada tantangan tersendiri. Peran organisasi petani menjadi sangat penting agar pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak,” katanya.

Ia menambahkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah skema untuk memperkuat distribusi di Lampung. Salah satunya adalah digitalisasi data penerima pupuk bersubsidi agar lebih transparan.

“Kalau data valid, distribusi bisa lebih cepat. Kami juga mendorong kios resmi agar aktif melayani petani,” jelasnya.[]

Dari Peternak ke Petani Melon, Raup Omzet Rp 25 Juta per Bulan

0

TANIMERDEKA – Pagi itu, aroma tanah basah bercampur dengan segarnya daun melon yang baru disiram memenuhi di belakang rumah Indah Jarwati di wilayah Blitar Selatan. Sinar matahari menembus celah-celah paranet yang membentang di atas kebun seluas 11 x 50 meter.

Di sanalah deretan tanaman melon tumbuh subur, berbaris rapi menggantikan kandang ayam yang dulu penuh sesak oleh ribuan ekor ayam petelur.

Suara ayam berkokok yang biasa membangunkan Indah, kini telah berganti dengan suara serangga kecil yang bersembunyi di sela-sela tanaman.

Bertahun-tahun Indah menggantungkan hidup dari beternak ayam petelur. Namun, usaha itu tak selalu membawa keuntungan. Harga pakan yang terus naik, ditambah harga telur yang kerap anjlok, membuat penghasilannya tidak menentu.

“Dulu saya sering pusing. Harga telur turun, sementara harga pakan tinggi. Lama-lama tidak kuat menutup biaya,” kenang Indah, sambil memegang daun melon.

Keputusan besar diambil dua tahun lalu. Kandang ayam yang berdinding bambu dan beratap seng itu dibongkar. Lahan bekas kandang disulap menjadi kebun melon. Di sanalah awal babak baru kehidupannya dimulai.

Dengan menanam 1.750 batang melon, setiap panen bisa menghasilkan omzet hingga Rp 21 juta. Jika harga pasar bagus, keuntungan bersih mencapai Rp 25 juta per musim panen yang berlangsung sekitar 45 hari sekali.

Rutinitas harian Indah kini berubah total. Pagi ia menyiram tanaman, siang memberi pupuk, sore memeriksa buah yang mulai membesar.

“Capeknya memang ada, apalagi kalau musim hujan harus ekstra menjaga dari penyakit. Tapi melihat buahnya bagus-bagus dan laku keras di pasar, lelah langsung terbayar,” katanya sambil tersenyum.

Indah Jarwati pemilik kebun melon
Indah Jarwati pemilik kebun melon

Melon hasil panennya dipasarkan ke supermarket dan pasar buah di Blitar serta daerah sekitarnya. Permintaan pasar yang stabil membuat Indah bisa bernapas lega.

“Kalau kualitas bagus, cepat sekali habis. Bahkan ada pedagang yang sudah pesan sebelum panen,” ujarnya.

Bagi Indah, melon bukan sekadar buah manis untuk dijual. Melon adalah simbol keberanian, kerja keras, dan harapan baru. Dari sana, ia membuktikan bahwa keberanian meninggalkan zona lama bisa membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Indah tidak sendiri. Ia merupakan salah satu petani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar. Organisasi ini aktif mendampingi petani agar bisa mengembangkan usaha pertanian modern, termasuk memberikan pendampingan teknis dan jaringan pemasaran.

Bagi Indah, melon bukan sekadar buah manis untuk dijual. Melon adalah simbol keberanian, kerja keras, dan harapan baru. Dari sana, ia membuktikan bahwa keberanian meninggalkan zona lama bisa membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Enik Nurhayati, Bendahara DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Blitar, ikut mengawal perjalanan Indah dari peternak ayam menjadi petani melon.

“Kami mendampingi sejak awal. Dari cara menanam, memilih bibit, hingga mencari pasar. Bu Indah ini contoh nyata bahwa petani bisa berhasil kalau serius dan tekun,” kata Enik.

Enik menambahkan, banyak peternak yang menghadapi masalah serupa dengan Indah. Harga pakan mahal, harga telur tidak stabil.

“Usaha melon bisa jadi alternatif. Dengan pendampingan yang tepat, hasilnya sangat menjanjikan,” ujarnya.

Meski sudah terbukti sukses, perjalanan Indah belum sepenuhnya mulus. Ia ingin memperluas kebun ke lahan lain, tetapi terbentur modal.

“Saya yakin petani ini bisa tambah lahan, hasilnya juga lebih besar. Permintaan pasar ada, tapi modalnya yang masih berat,” kata Enak.

Enik pun menyadari masalah itu. “Kami sedang mendorong agar petani mendapat akses permodalan lebih mudah. Jangan sampai semangat petani seperti Bu Indah terhenti karena persoalan modal,” tegasnya.

Bagi warga Enik, kisah Indah menjadi inspirasi. Perubahan besar dari peternak ayam yang penuh risiko menjadi petani melon yang stabil membuat banyak tetangga mulai melirik usaha serupa. Ada yang mulai menanam dalam skala kecil di pekarangan, ada pula yang berkonsultasi langsung dengan Indah.

“Kalau ada yang tanya, dia senang berbagi pengalaman. Saya bilang ke mereka, yang penting telaten dan jangan cepat menyerah. Melon itu butuh perhatian penuh, tapi hasilnya sepadan,” tutur Enik.

Kini, setiap kali panen tiba, halaman rumah Indah berubah ramai. Truk-truk kecil mengangkut melon pesanan. Bukan hanya omzet Rp 25 juta yang menjadi pencapaiannya, tetapi juga rasa percaya diri bahwa perempuan desa pun bisa berdiri tegak di tengah kerasnya persaingan usaha.[]