Beranda blog Halaman 38

Lantik DPD Tani Merdeka Indramayu, Don Muzakir: Kita Kawal Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Acara berlangsung khidmat di Desa Karangmulya, pada Rabu, 24 September 2025.

Pelantikan itu bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional sekaligus panen raya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Sebanyak 700 petani hadir dalam acara tersebut.

Don Muzakir menegaskan komitmen Tani Merdeka Indonesia untuk terus mengawal program Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian.

Ia menyebutkan Prabowo telah bekerja nyata bagi petani, mulai dari memberantas mafia tanah hingga menyelesaikan sengketa agraria.

“Presiden Prabowo sedang memberantas mafia tanah. Beliau serius membenahi pertanian di Indonesia. Hak tanah harus diberikan kepada petani, dan sengketa tanah harus diselesaikan,” kata Don Muzakir.

Bagi Don Muzakir, momen itu menjadi pengingat bahwa perjuangan petani tidak boleh berhenti. Ia menyebut Tani Merdeka harus terus bersuara untuk kepentingan petani.

“Petani adalah tulang punggung bangsa. Kalau petani sejahtera, bangsa ini pasti kuat,” ujar Don.

“Kita kawal semua program Presiden Prabowo agar dunia pertanian bisa terus produksi dengan baik. Tugas kita menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di daerah, artinya mendengar keluhan petani,” tambahnya.

Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Petani di daerah itu kini bisa panen dua kali setahun. Kondisi itu berkat kebijakan Presiden Prabowo yang memperbaiki infrastruktur pertanian dan irigasi.

“Petani saat ini sudah menikmati kebijakan Presiden Prabowo, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi hingga penetapan harga gabah. Akses pupuk semakin mudah dan bantuan alat mesin pertanian disalurkan kepada kelompok tani,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Andika Novanto, menyatakan siap menjalankan mandat organisasi.

Ia menegaskan petani di Indramayu terus bergerak menjaga ketahanan pangan.

“Kami akan mengawal agar pemerintah tetap jalan, dan kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” kata Andika.

Selain itu Ketua Dewan Pembina DPD Tani Merdeka Kabupaten Indramayu, Syaefudin, mendorong pengurus untuk segera turun ke lapangan. Menurutnya, arahan Presiden Prabowo harus dijalankan dengan serius.

“Kita jangan hanya menunggu. Kita harus bergerak seperti perintah Presiden Prabowo. Petani butuh keberanian, butuh pendampingan, dan itu tugas kita semua,” ujar Syaefudin.

Ia mengingatkan bahwa organisasi petani tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan. Program nyata seperti pendampingan akses permodalan, pelatihan budidaya, dan penguatan koperasi harus segera dijalankan.[]

Rabu Besok, Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Indramayu Dilantik

0
Ilustrasi
Ilustrasi

TANIMERDEKA – Hamparan sawah di Indramayu mulai menguning. Petani bersiap menyambut panen raya dan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, ini digelar bersamaan, tepat pada Hari Tani Nasional, Rabu 24 September 2025.

Panen raya kali ini berbeda. Petani di wilayah itu baru tahun ini bisa panen dua kali dalam setahun. Sebelumnya, mereka hanya bisa panen sekali karena keterbatasan air. Perubahan ini terjadi setelah kebijakan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memperbaiki sistem irigasi. Air mengalir lebih lancar, sawah kembali produktif.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Indramayu, yang bakal dilantik Andika Novanto, mengatakan pelantikan ini bukan sekadar acara formal. Menurutnya, ini adalah awal dari kerja nyata di lapangan.

“Kami tidak ingin organisasi ini hanya hadir di papan nama. Kami ingin hadir di sawah, di tengah petani, dan ikut menyelesaikan masalah mereka. Panen raya ini bukti bahwa perubahan bisa terjadi kalau kita kerja bersama,” ujar Andika.

Ia juga menekankan bahwa petani Indramayu sudah lama menunggu momen seperti ini. Panen dua kali setahun adalah harapan petani bisa hidup lebih baik, mandiri, dan sejahtera.

“Semoga petani kita bisa hidup sejahtera mampu mandiri,” katanya.

Acara ini dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir. Sejumlah bupati dan wali kota dari wilayah Jawa Barat juga ikut hadir.

Sebanyak 700 tamu dan petani hadir untuk menyaksikan panen raya dan pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Indramayu.

Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan perubahan iklim, Indramayu menunjukkan pertanian masih bisa bangkit. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kepemimpinan yang aktif, petani bisa kembali percaya diri.[]

Tani Merdeka Sumut dan Bupati Batubara Siap Bantu Petani Demplot 700 Hektar Lahan Cabe dan Padi

0

TANIMERDEKA – Kabupaten Batubara mulai dilirik sebagai wilayah strategis untuk pelaksanaan hilirisasi komoditas pangan. DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Batubara menyusun rencana demplot pertanaman cabe merah seluas 700 hektar dan padi sawah seluas 300 hektar. Penanaman dijadwalkan berlangsung mulai Oktober 2025.

Lahan yang digunakan berasal dari kelompok tani setempat. Satu hektar lahan juga disiapkan untuk budidaya cempedak guling sebagai bagian dari diversifikasi komoditas.

Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan hasil panen langsung di wilayah sumber.

Ketua Harian DPW Tani Merdeka Sumut, Muhammad Misbah, menegaskan bahwa hilirisasi harus dimulai dari desa.

“Kami tidak bicara soal panen saja. Kami bicara soal pengolahan. Cabe harus jadi bumbu di tempat asalnya, bukan dikirim mentah ke kota,” kata Muhammad Misbah, pada Senin 22 September 2025.

Ia menyebutkan Batubara sebagai wilayah yang siap secara sosial dan teknis. “Petani sudah siap. Pemerintah daerah terbuka. Lahan tersedia. Sekarang tinggal eksekusi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Kami siapkan lahan. Kami bantu perizinan. Kalau ini berjalan baik, petani bisa naik kelas,” ucap Baharuddin.

Pertemuan antara DPW Tani Merdeka dan pemerintah daerah juga membahas pembangunan fasilitas pengolahan cabe menjadi bumbu siap pakai, ini sejalan dengan program hilirisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya nilai tambah di tingkat produksi.

DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut menargetkan pelaksanaan demplot dimulai minggu pertama Oktober.

Penanaman dilakukan bertahap dengan melibatkan kelompok tani dari berbagai kecamatan. Fokus utama mencakup pengelolaan lahan, pelatihan teknis, dan integrasi hasil panen ke sistem pengolahan lokal.

Selain itu Batubara dinilai memiliki posisi geografis yang menguntungkan. Akses ke pelabuhan dan jalur distribusi regional memungkinkan hasil olahan menjangkau pasar lebih luas.[]

Tani Merdeka Bergerak Cepat, Don Muzakir: Kita Tidak Menunggu Orang

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesi membuka Rakerwil di Tani Merdeka Jawa Tengah

TANIMERDEKA – Gerakan Tani Merdeka Indonesia terus menunjukkan arah baru dalam membangun kekuatan petani. Organisasi ini tidak hanya bicara soal pertanian, tapi juga soal cara berpikir dan bergerak.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan organisasi ini harus kreatif dan tidak boleh pasif.

“Tani Merdeka Indonesia itu pemikir, harus kreatif. Organisasi kita ini punya pasukan di seluruh provinsi, kabupaten, kecamatan, bahkan di tingkat desa,” ujar Don Muzakir, pada Senin 22 September 2025.

Ia menekankan sistem gerakan Tani Merdeka Indonesia harus cepat dan tepat. Menurutnya, gerakan ini tidak boleh bergantung pada arahan pusat semata. DPW dan DPD harus aktif, mandiri, dan berani mengambil langkah.

“Tani Merdeka Indonesia ke depan, sistem kerjanya seperti angin, pesawat, peluru. Kita tidak menunggu orang. DPW dan DPD jangan menunggu orang. Saya harap jangan ada yang tertinggal,” tegas Don Muzakir.

Saat ini kata Don Muzakir, banyak pihak ingin bergabung dalam Tani Merdeka Indonesia. Banyak organisasi masyarakat dan organisasi politik mulai membuka ruang kerja sama. Mereka melihat Tani Merdeka Indoensia sebagai gerakan yang punya arah jelas dan akar ruputya kuat di lapangan.

Don Muzakir menyebutkan pengakuan terhadap Tani Merdeka Indonesia bukan datang karena promosi, tapi karena kerja nyata.

“Tani Merdeka Indonesia diakui oleh banyak. Banyak orang yang tertarik dengan Tani Merdeka karena kita kerja, bukan hanya bicara,” katanya.

Menurut Don Muzakir, gerakan ini memang berbeda. Tidak menunggu panggilan, tapi langsung turun ke lapangan. Tidak menunggu program, tapi menciptakan inisiatif. Dari desa ke kota, dari sawah ke forum kebijakan, Tani Merdeka Indonesia hadir dengan cara sendiri yang sederhana tapi berdampak.

“Semangat ini menjadi dorongan bagi pengurus di daerah untuk tidak ragu bergerak. Struktur organisasi yang sudah menjangkau hingga tingkat desa menjadi modal besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk melangkah, bukan menunggu,” kata Don Muzakir.[]

Panen Raya di Suoh, Tani Merdeka Lampung Barat Turun ke Sawah

0

TANIMERDEKA – Suasana Kecamatan Bandar Negeri Suoh berubah sejak pagi Minggu 22 September 2025. Dua mesin panen combine harvester bergerak pelan di antara hamparan padi yang menguning.

Di atas lahan seluas 2.000 hektare, petani dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lampung Barat dan pengurus kecamatan berkumpul untuk menggelar panen raya.

Wilayah Bandar Negeri Suoh bukan nama baru dalam peta produksi pangan Lampung. Kecamatan ini dikenal sebagai salah satu penyumbang beras terbesar di provinsi.

Lahan pertanian luas, meski sistem irigasi masih kurang cukup, tapi petani aktif menjaga ritme tanam. Panen raya kali ini bukan hanya soal hasil, tapi juga soal konsistensi dan kerja kolektif.

Ketua DPD Tani Merdeka Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, mengatakan panen ini adalah hasil dari kerja panjang petani yang jarang terlihat. Ia menekankan bahwa petani bukan hanya pekerja lapangan, tapi juga penjaga stabilitas pangan.

“Petani di sini tidak banyak bicara, tapi kerja mereka nyata. Mereka bangun pagi, rawat tanaman, jaga air, dan pastikan panen tidak gagal. Saya sangat menghargai semangat itu,” ujar Haris.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir atas dukungan terhadap sektor pertanian.

“Kami merasa diperhatikan. Kebijakan yang berpihak pada petani mulai terasa. Bantuan alat, akses pupuk, dan pendampingan teknis sangat membantu. Tapi yang paling penting, suara petani mulai didengar,” katanya.

Menurut Haris, panen raya ini juga menjadi ruang temu antara petani dan pengurus Tani Merdeka Indonesia. Tidak ada panggung besar. Semua duduk di tikar, makan bersama, dan berdiskusi soal musim tanam berikutnya. Beberapa petani menyampaikan harapan agar distribusi gabah lebih lancar dan harga tetap stabil.

Haris menambahkan panen di Suoh bukan hanya soal angka produksi, tapi soal ketahanan pangan yang dibangun dari bawah.

“Kalau daerah seperti Suoh bisa konsisten tanam dan panen, maka ketahanan pangan nasional punya fondasi kuat. Tapi petani tidak bisa kerja sendiri. Harus ada dukungan, bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari organisasi dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan Tani Merdeka di Lampung Barat berkomitmen untuk terus mendampingi petani, terutama dalam hal akses pasar dan penguatan kelembagaan.

“Kami tidak ingin petani hanya panen, tapi juga untung. Kami dorong agar kelompok tani punya posisi tawar, bisa jual hasil dengan harga layak, dan tidak tergantung pada tengkulak,” ujar Haris.

Menurut Haris, panen raya di Suoh menjadi bukti pertanian bukan sektor yang tertinggal. Di tengah tantangan iklim dan fluktuasi harga, petani tetap bekerja. Mereka tidak menunggu, tapi bergerak. Mereka tidak menuntut, tapi membuktikan.

Gerakan Tani Merdeka Indonesia di Lampung Barat kata Haris, menunjukkan perubahan bisa dimulai dari sawah. Dari kerja harian yang konsisten, dari kebersamaan yang tidak dibuat-buat, dan dari keyakinan bahwa pangan adalah urusan semua orang.[]

Wah Keren, Tani Merdeka Kota Pekalongan Bangun Bisnis Lewat Griya Farm

0

TANIMERDEKA – Di tengah deretan rumah dan jalan kota, ada satu lahan kecil yang tak sekadar hijau, tapi hidup. Griya Farm, milik Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, berdiri di atas tanah seluas 14×8 meter. Ukurannya memang mungil, tapi semangat yang tumbuh di dalamnya tak bisa diremehkan.

Dikelola bersama oleh pengurus DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Griya Farm melayani penjualan bibit tanaman, sayuran berbuah, media tanam, dan pupuk organik. Semua hasilnya dirawat langsung oleh petani muda yang percaya bahwa pertanian bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tengah kota.

Ketua DPD Tani Merdeka Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, mengatakan Griya Farm sebagai ruang belajar sekaligus ruang usaha. Ia menekankan bahwa pertanian tidak harus menunggu lahan luas atau teknologi canggih.

“Kami memulai dari yang ada. Lahan kecil ini cukup untuk menunjukkan bahwa pertanian bisa berjalan di kota. Yang penting ada kemauan, ada kerja sama, dan ada keberanian untuk mencoba,” ujar perempuan yang akrab disapa Kikie.

Kikie juga mengatakan Griya Farm bukan hanya soal produksi, tapi soal membangun kebiasaan baru. Warga mulai datang untuk belajar, membeli, bahkan sekadar melihat bagaimana tanaman tumbuh di ruang terbatas.

“Kami ingin pertanian jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan sesuatu yang jauh, tapi dekat dan bisa dilakukan siapa saja,” tambahnya.

Griya Farm kini menjadi titik kumpul warga yang ingin mengenal pertanian lebih dekat. Beberapa warga sudah mulai menjadikan tempat ini sebagai lokasi kunjungan belajar. Komunitas lokal ikut mendukung, dan petani melenial mulai terbiasa melihat sayuran tumbuh di tengah kota.

Gerakan ini menunjukkan perubahan tidak selalu datang dari pusat. Kadang tumbuh pelan-pelan, dari halaman kecil, dari tangan-tangan yang tak menunggu, tapi bergerak duluan.

Kota Pekalongan sudah memulainya. Daerah lain tinggal menyusul, bukan karena diminta, tapi karena melihat hal seperti ini memang mungkin dilakukan.[]

Pengurus DPW Tani Merdeka DIY Dilantik, Don Muzakir: Petani Harus Punya Martabat

0

TANIMERDEKA – Gerakan petani di Yogyakarta tak lagi diam. DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dilantik di tengah hamparan sawah Rajendra Farm, Samigaluh, pada Sabtu 20 September 2025.

Pelantikan ini penanda petani mulai bicara, menuntut ruang, dan menyusun kekuatan dari desa.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan petani harus berhenti diposisikan sebagai objek. Ia menegaskan petani punya hak menentukan arah kebijakan pangan dan pembangunan.

“Petani bukan sekadar penyedia pangan, tetapi penentu arah masa depan negeri. Melalui Tani Merdeka, kita ingin petani berdiri tegak dengan martabat,” kata Don Muzakir.

Ia juga menekankan membangun struktur organisasi hingga tingkat desa sangat penting. Menurutnya, gerakan petani tidak boleh berhenti di forum-forum pusat. Harus ada kerja nyata di lapangan.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY, Oscar T.Y. Semendawai, menyebutkan petani selama ini bekerja sendiri. Ia berharap Tani Merdeka Indonesia menjadi ruang kolektif untuk saling mendukung dan memperkuat posisi tawar petani.

“Tani Merdeka hadir agar petani bisa bekerja bersama, saling mendukung, dan menjaga kedaulatan pangan nasional,” ujar Oscar.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan program pertanian di era Presiden Prabowo Subianto telah memberi dampak nyata.

Ia menyebutkan harga gabah membaik dan produksi pangan meningkat.

“Harga gabah lebih baik, produksi pangan mencapai rekor, dan modernisasi pertanian terus berjalan. Kini petani bisa lebih tersenyum,” kata Ambar.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menjauhi pertanian. Menurutnya, masa depan pangan Indonesia ada di tangan anak muda.

“Petani harus makmur, berdaya, dan jaya. Anak muda jangan ragu turun ke sawah,” tambahnya.[]

Don Muzakir: Stop Impor Bahan Baku Rokok, Petani Harus Dilindungi

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi. Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan tarif cukai rokok tidak boleh mematikan industri legal dan mengorbankan pekerja.

Don Muzakir menilai pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen organisasinya dalam menjaga stabilitas sektor pertanian dan industri nasional. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil bagi petani dan pelaku usaha.

“Kami sangat mendukung langkah strategis yang diambil oleh Menteri Keuangan. Kebijakan cukai haruslah proporsional dan tidak memberatkan para pelaku usaha serta petani yang menjadi tulang punggung ekonomi,” ujar Don Muzakir, pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir juga mendesak pemerintah menghentikan impor bahan baku rokok. Menurutnya, impor berlebihan telah menekan harga dan mengurangi serapan hasil panen petani lokal.

“Stop impor bahan baku rokok sekarang juga. Dengan demikian, petani tembakau dan cengkeh Indonesia dapat menikmati peningkatan kesejahteraan dan pasar yang stabil,” katanya.

Terkait maraknya peredaran rokok ilegal yang merusak ekosistem industri legal, Don Muzakir meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Kami mendorong Kementerian Keuangan, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung untuk melakukan operasi besar-besaran terhadap industri rokok ilegal. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak ekosistem industri legal dan mencekik hidup petani,” katanya.

Don Muzakir menyebutkan pendapatan petani tembakau di beberapa daerah seperti Temanggung dan Madura turun hingga 30 persen akibat rokok ilegal. Ia menilai moratorium kenaikan cukai dan penguatan pengawasan distribusi sebagai langkah konkret yang perlu segera dilakukan.

Sebagai bentuk komitmen, Tani Merdeka Indonesia siap mendampingi pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada petani dan menindak praktik kecurangan di sektor pangan dan tembakau.

“Kami akan turun langsung memastikan distribusi dan serapan hasil pertanian berjalan adil tanpa manipulasi,” pungkas Don Muzakir.

Tani Merdeka Indonesia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penerimaan negara, tetapi juga pada keberlangsungan sektor riil dan kesejahteraan petani.[]

Foto | Pelantikan DPW Tani Merdeka DIY, Organisasi Harus Turun ke Desa, Bukan Hanya Ramai di Pusat

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, melantik pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu 20 September 2025.

Don Muzakir menyampaikan dengan tegas agar organisasi tidak hanya aktif di tingkat pusat, tetapi benar-benar hadir di desa-desa. Ia menekankan pentingnya membentuk kepengurusan hingga tingkat desa, melibatkan petani muda, dan menjalankan program yang menyentuh kebutuhan nyata di lapangan.
“Jangan biarkan organisasi ini hanya ramai di pusat, tapi sunyi di lapangan, bentuk kepengurusan sampai tingkat desa, libatkan pemuda,
dengarkan petani, jangan tunggu arahan pusat, ambil inisiatif,” ujar Don Muzakir.

Pelantikan ini strategi nasional Tani Merdeka Indonesia untuk memperluas struktur organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan bahwa gerakan pertanian benar-benar berdampak bagi masyarakat akar rumput.

Bersihkan Irigasi di Montasik, Petani Harus Bisa ke Sawah Tepat Waktu

0

TANIMERDEKA – Kegiatan Bakti Teritorial Prima Karya Bakti kembali digelar di Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Pembersihan saluran irigasi dilakukan di areal persawahan Desa Bung Tujoh, pada Jumat 19 September 2025.

Kegiatan ini merupakan inisiatif rutin TNI bersama masyarakat. Pembersihan irigasi melibatkan berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan ini Dandim 01, Danramil, Kapolsek Montasik, Camat Montasik, Dewan Pakar Tani Merdeka Indonesia Aceh Besar Tgk M Juli, Ketua DPK Tani Merdeka Kecamatan Montasik Zulfitri, serta warga sekitar.

Saluran irigasi yang dibersihkan mengaliri lahan pertanian milik warga. Kondisi saluran yang tersumbat sering mengganggu jadwal tanam. Kegiatan ini bertujuan menjaga aliran air tetap lancar agar petani bisa bekerja sesuai musim.

Ketua DPK Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Montasik, Zulfitri, menekankan pentingnya menjaga irigasi secara berkala.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Irigasi harus terawat supaya petani bisa ke sawah sesuai jadwal. Kalau air tersumbat, jadwal tanam terganggu. Dampaknya bisa ke hasil panen,” ujar Zulfitri.

Ia juga menyampaikan perlunya kerja sama lintas sektor agar kegiatan semacam ini tidak berhenti di satu titik.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga saluran irigasi tetap berfungsi.

Kegiatan berlangsung sejak pagi dan melibatkan gotong royong warga. Pembersihan dilakukan secara manual dengan alat sederhana.

Beberapa titik yang sebelumnya tertutup lumpur berhasil dibuka kembali. TNI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di wilayah lain. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.[]