Beranda blog Halaman 35

Tani Merdeka Jawa Tengah dan Gubernur Sepakat Dorong Hilirisasi Komoditas

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah bertemu Gubernur Ahmad Luthfi pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah Wawan Pramono, hadir bersama sekretaris, bendahara, dan jajaran pengurus lainnya. Agenda utama membahas pelantikan pengurus baru dan rencana kerja organisasi.

Program kerja difokuskan pada pengembangan pertanian modern, pemberdayaan petani, dan penguatan peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Tani Merdeka Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Tani Merdeka Indonesia.

“Saya mengapresiasi langkah Tani Merdeka Indonesia, khususnya DPW Jawa Tengah, yang telah menunjukkan komitmen besar dalam mendukung petani. Jawa Tengah adalah lumbung pangan nasional, memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Sinergi antara pemerintah dan organisasi tani akan semakin memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di daerah ini. Mari kita dorong inovasi, modernisasi, serta kolaborasi agar sektor pertanian Jawa Tengah semakin maju dan berdaya saing,” kata Ahmad Luthfi.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyatakan pertemuan ini menjadi penting dalam mendukung arah kebijakan pertanian di Jawa Tengah. Tani Merdeka siap bersinergi dengan pemerintah. Fokus kerja mencakup peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan agribisnis berbasis potensi lokal.

“Ini langkah awal untuk menegaskan peran Tani Merdeka di Jawa Tengah. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam program-program yang mendorong produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan agribisnis berbasis potensi lokal. Pelantikan pengurus baru DPW Jawa Tengah juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sehingga dapat lebih maksimal berkontribusi bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sepakat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.[]

Bahas Hilirisasi, Tani Merdeka Lampung Temui Bupati Tanggamus

0

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tanggamus bertemu dengan Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di ruang rapat utama Sekretariat Daerah Kabupaten.

Hadir dalam pertemuan itu DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung Fikri, Dedi, Aliunsyah, Hadi Asni, dan Ali Jaya. Ketua DPD Tani Merdeka, Isralludin, Bonar Margiant, Kusnandar dan M. Agus.

Bupati didampingi Wakil Ketua I DPRD Rangga Putra Hakim, Asisten II Hendra Wijaya Mega, dan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.

Tani Merdeka Indonesia Lampung menyampaikan dua isu utama. Pertama, hilirisasi komoditas pertanian agar produk petani tidak berhenti sebagai bahan mentah. Kedua, pengajuan infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas.

Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi menyambut baik usulan tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen mendukung sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami sangat mengapresiasi masukan dari Tani Merdeka Indonesia. Hilirisasi produk pertanian adalah kunci agar petani kita tidak hanya menjadi penjual bahan mentah, tapi juga pelaku utama dalam rantai nilai. Untuk kebutuhan infrastruktur dan alsintan, akan kami kaji bersama OPD terkait agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, Pemkab juga akan melakukan hirilisasi kopi di Pekon Kedaloman dan pembuatan kopi bubuk di Pekon Pariaman,” ujar Bupati.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Lampung, Fikri, menyatakan kesiapan organisasi untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan aspirasi, tapi juga siap terlibat dalam implementasi program. Harapan kami, sinergi ini bisa membawa kemajuan nyata bagi petani di Tanggamus dan Insya Allah Akhir Tahun 2025 ada bantuan Combine dari Kementan untuk Kabupaten Tanggamus,” ungkapnya.

Audiensi berlangsung terbuka dan penuh diskusi. Pertemuan semuanya pihak komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara Pemkab Tanggamus dan Tani Merdeka Indonesia dalam membangun sektor pertanian yang lebih terarah.[]

Panen Petani Aceh Tamiang Disiapkan untuk Dapur MBG

0
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan dukungan nyata bagi petani lokal. Hasil panen petani akan disalurkan ke dapur-dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di wilayah Aceh Tamiang.

Koordinasi awal dilakukan bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aceh Tamiang pada Selasa, 30 September 2025, sore.

“Iya, kami baru saja melakukan koordinasi dengan Korwil SPPG Aceh Tamiang. Dalam kesempatan tersebut, kami menyampaikan peluang pemanfaatan hasil pertanian lokal untuk dapat disuplai ke dapur-dapur MBG di Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M Prawira Haji.

Ia menjelaskan langkah ini bertujuan membuka pasar yang lebih pasti bagi petani. Selain itu, hasil panen juga dapat memberi manfaat gizi langsung kepada masyarakat melalui program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo.

“Alhamdulillah, sambutan dari Ibu Tary sangat baik dan wellcome terhadap maksud kami. In sha Allah, ke depan kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para petani untuk menyiapkan komoditas yang siap disuplai ke dapur-dapur MBG di Kabupaten Aceh Tamiang,” tambahnya.

Pihak SPPG menyambut baik rencana tersebut. Tary Irmanisa, Koordinator Wilayah SPPG Aceh Tamiang, menyampaikan tanggapannya.

“Terima kasih atas perhatian Tani Merdeka kepada kami dan juga kepada petani Aceh Tamiang. In sha Allah, kami selalu membuka peluang untuk potensi-potensi lokal yang bisa kita manfaatkan bersama,” ujar Tary.[]

Tani Merdeka Bogor Gelar Aksi Menanam Pohon Bersama Warga

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor menggelar kunjungan kerja dan penanaman pohon di Saung Tani Kuta Madangan, Kabupaten Bogor.

Acara diikuti jajaran pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menguatkan komitmen organisasi untuk memperjuangkan kedaulatan pangan dan menjaga kelestarian alam.

Rombongan disambut langsung oleh Kang Dean, inisiator Karaton Sumedang Larang. Ia menegaskan gerakan menanam pohon bukan hanya acara seremonial.

“Ini adalah bentuk nyata Karaton dan masyarakat mendukung Asta Cita Bapak Presiden dengan konseptual kolaboratif. Lingkungan harus dijaga bersama, agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” kata Kang Dean.

Cecep Gogom juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta.

“Barang siapa menanam maka dia akan menuai hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, manfaat menanam pohon tidak hanya dirasakan oleh orang yang menanam, tetapi juga oleh generasi mendatang yang akan menikmatinya.

Cecep Gogom menegaskan program kerja organisasi tidak hanya fokus pada ekonomi petani, tetapi juga peduli pada kelestarian alam.

“Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan anak cucu kita. Menanam hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Selain penanaman pohon secara simbolis, kegiatan juga diisi dialog santai dengan masyarakat. Petani diajak membahas peran mereka dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus keberlangsungan ekosistem.

DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor berharap gerakan kecil menanam satu pohon bisa menumbuhkan kesadaran kolektif. Pohon yang tumbuh hari ini diyakini menjadi warisan berharga bagi masa depan yang lebih lestari.[]

Pertemuan Petani di Sukananti, Bahas Soal Pupuk Hingga Harapan Kopi

0

TANIMERDEKA – Pengurus Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, menggelar pertemuan dengan kelompok tani di Desa Sukananti.

Pertemuan ini dihadiri penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator penyuluh (Korluh), dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), pada Selasa 30 September 2025.

Para petani membahas persoalan pupuk, ketersediaannya, serta cara merawat tanaman kopi agar hasil panen lebih baik.

Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Way Tenong, Erson, menyampaikan langsung arah kerja organisasi.

“Kami ingin petani di Way Tenong benar-benar merasakan manfaat kehadiran Tani Merdeka. Permasalahan pupuk harus kita cari jalan keluarnya bersama. Tanaman kopi juga perlu perhatian serius, mulai dari pemeliharaan hingga panen, supaya kualitasnya bisa bersaing,” kata Erson.

Ia menegaskan Tani Merdeka Indonesia akan menjembatani kebutuhan petani dengan pihak terkait. Menurutnya, pertemuan semacam ini penting agar suara petani bisa ditampung dan ditindaklanjuti.

Petani yang hadir menyampaikan kondisi lahan dan kesulitan teknis di lapangan. Diskusi berlangsung terbuka. Setiap kelompok menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi.[]

Koperasi Tani Merdeka Indonesia Magelang, dari Ladang ke Harapan Baru

0

TANIMERDEKA – Di tengah sejuknya udara pegunungan Magelang, Jawa Tengah, sebuah gerakan kecil mulai tumbuh sejak Juni 2025. Namanya Koperasi Cabang Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang. Meski baru berjalan beberapa bulan, koperasi ini sudah menunjukkan dampak nyata bagi petani lokal.

Koperasi ini dikelola oleh Imam Susanto, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang, bergerak dengan semangat gotong royong. Imam bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga penggerak yang percaya bahwa petani harus jadi pelaku utama dalam rantai pangan.

Setiap hari, koperasi ini mengemas sendiri berbagai jenis sayuran segar hasil panen petani lokal. Mulai dari bayam, kangkung, sawi, hingga tomat, semuanya ditata rapi dalam kemasan bersih dan menarik. Yang membedakan, di setiap kemasan terdapat logo Koperasi Tani Merdeka Indonesia sebagai penanda identitas dan kebanggaan. Logo ini bukan sekadar simbol, tapi bukti bahwa produk tersebut berasal dari tangan petani yang tergabung dalam gerakan kemandirian.

Tak hanya sayur, koperasi juga mengelola kolam ikan yang menjadi sumber tambahan pendapatan. Gabungan usaha ini kini menghasilkan omzet sekitar Rp 17 juta per bulan, ini angka yang cukup menjanjikan untuk koperasi yang baru lahir.

Yang menarik, semua sayur yang dijual berasal langsung dari tangan petani binaan Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Magelang. Imam memastikan bahwa hasil panen mereka dibeli dengan harga layak, tanpa tengkulak, tanpa permainan pasar.

“Kami ingin petani tidak hanya menanam, tapi juga menikmati hasilnya,” ujar Imam.

Imam punya mimpi besar. Ia ingin mengembangkan koperasi ini ke tingkat kecamatan, bahkan ke seluruh pelosok Magelang. Rencananya, koperasi akan menggandeng pengurus Tani Merdeka Indonesia di tiap kecamatan untuk menjadi pemasok sayur. Dengan begitu, semakin banyak petani yang bisa ikut merasakan manfaatnya.

“Kalau koperasi ini tumbuh di banyak tempat, petani akan punya kepastian. Mereka tidak lagi bingung soal harga atau pasar. Kita bantu dari hulu sampai hilir,” kata Imam penuh semangat.

Koperasi Cabang Tani Merdeka Indonesia ini bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah simbol harapan. Harapan petani bisa hidup lebih sejahtera, lebih mandiri, dan lebih dihargai. Dari Magelang, gerakan ini mulai menyebar. Dari ladang-ladang kecil, lahir mimpi besar untuk masa depan pertanian Indonesia.[]

Minta MBG Distop, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Barat: Gubernur Jangan Asal Hentikan Program Presiden Prabowo

0
Yudi Setia Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Yudi Setia Kurniawan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat.

TANIMERDEKA – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satu kritikan dari Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, yang menyebutkan langkah Dedi Mulyadi sebagai bentuk pembangkangan terhadap kebijakan nasional yang sedang diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto sedang gencar memperjuangkan masa depan anak-anak dengan program MBG agar IQ mereka meningkat. Justru gubernur malah bicara soal penghentian. Ini jelas melawan arah kebijakan nasional,” kata Yudi, pada Senin 29 September 2025.

Yudi menilai, pernyataan Dedi Mulyadi tidak pantas disampaikan di tengah semangat pemerintah pusat menghadirkan gizi layak bagi generasi muda Indonesia.

Ia menyebutkan sikap gubernur sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kebutuhan rakyat, terutama petani dan anak-anak sekolah.

“Dapur MBG itu bisa jadi offtaker hasil panen petani lokal. Kalau programnya distop, petani ikut terdampak. Kami sudah berharap banyak. Ini bukan sekadar urusan dapur, ini soal masa depan,” ujarnya.

Yudi juga menyinggung bahwa pelaksanaan MBG memang belum sempurna, namun bukan berarti harus dihentikan. Ia menyarankan evaluasi teknis dan perbaikan sistem, bukan pembatalan program.

“Evaluasi itu perlu, tapi bukan berarti programnya dimatikan. Memangnya dia siapa? Raja? Kan ada presiden,” tegas Yudi.

Ia bahkan menyindir gaya komunikasi Dedi Mulyadi yang dinilai lebih mencari panggung ketimbang solusi.

“Kasus keracunan jangan dijadikan alasan untuk stop total. Sudahlah KDM, jangan cari panggung. Hidup ini tidak seindah konten,” ucapnya.

Kritik ini menjadi sorotan karena Dedi Mulyadi merupakan gubernur yang diusung oleh koalisi besar dalam Pilkada Jawa Barat 2024 lalu. Ia didukung oleh Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, dan PSI, lima partai yang juga menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo.

Langkah Dedi yang berseberangan dengan program MBG dinilai kontradiktif dengan semangat koalisi nasional.

“Kalau sudah diusung oleh partai-partai pendukung presiden, mestinya satu arah. Jangan bikin gaduh. Petani dan anak-anak sekolah bukan alat politik,” kata Yudi.

Tani Merdeka Indonesia menegaskan mendukung penuh terhadap kebijakan MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Yudi berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan evaluasi teknis agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan lebih aman, sehat, dan tepat sasaran.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan penghentian sementara MBG. Ia juga berencana membentuk tim khusus untuk mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan di sekolah.

“Evaluasinya satu dihentikan (sementara), yang kedua ada langkah-langkah teknik dan administratif yang segera ditempuh,” ujar Dedi seusai rapat evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor.

Dedi juga menyebutkan akan membentuk tim khusus untuk mencicipi makanan MBG, menerima aduan dari kabupaten/kota, dan menindak dapur penyedia makanan yang tidak sesuai standar.[]

Kelompok Tani Binaan Tani Merdeka Aceh Tamiang Terima Alsintan dari Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang mendampingi kelompok tani binaannya menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 29 September 2025.

Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M Prawira Haji, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan jajaran Tani Merdeka.

“Bantuan Alsintan ini datang pada saat yang sangat tepat dan menjadi pesan jelas dari Bapak Presiden Prabowo bahwa petani adalah prioritas. Dengan adanya alat-alat ini, kita harapkan mempermudah proses panen dan mengolah hasil produksi dapat segera terwujud. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi signifikan pada peningkatan cadangan pangan dan, yang paling penting, kesejahteraan kita semua, khususnya para petani,” kata Prawira Haji.

Ia menyebutkan perhatian Presiden Prabowo sejalan dengan komitmen Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Aceh Cut Muhammad, yang terus mendorong agar petani mendapat dukungan nyata.

Penyaluran alsintan ini juga menegaskan upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan pangan nasional. DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang hadir sebagai mitra untuk memastikan bantuan sampai ke petani dan benar-benar digunakan di lapangan.

Kepada kelompok tani penerima, Prawira Haji menekankan perawatan alsintan menjadi penting agar manfaatnya bertahan lama.

“Kami harap para petani dapat menjaga dan menggunakan alat ini dengan sebaik-baiknya. Ini bukan hanya bantuan sementara, tetapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan kita,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menilai penyaluran alsintan ini bukti Presiden Prabowo Subianto sangat berpihak terhadap petani di daerah.

“Ini bukti nyata Presiden Prabowo hadir untuk petani. Kita akan kawal agar bantuan ini benar-benar dipakai dan memberi hasil nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Aceh Tamiang,” kata Cut Muhammad.

Jelang Pelantikan, DPD Tani Merdeka Kota Banjarmasin Gelar Silaturahmi ke DPW

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Banjarmasin
menggelar silaturahmi dengan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin 29 September 2025. Pertemuan berlangsung menjelang pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Banjarmasin.

Silaturahmi ini menjadi ajang memperkuat jaringan organisasi sekaligus memperluas kerja Tani Merdeka Indonesia di Kalimantan Selatan hingga ke tingkat desa agar lebih dekat dengan petani.

Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel, Alin Wijaya, mengatakan silaturahmi ini penting untuk menguatkan soliditas sebelum pelantikan.

“Kami ingin memastikan Tani Merdeka di Kalimantan Selatan tumbuh kokoh, tidak hanya di kota, tetapi juga sampai ke desa-desa. Petani di akar rumput harus merasakan manfaat hadirnya organisasi ini,” ujar Alin Wijaya.

Alin menambahkan, Tani Merdeka Kalsel akan terus membangun komunikasi dengan semua pihak. Ia berharap ke depan organisasi ini menjadi wadah aspirasi petani sekaligus mitra pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan petani.[]

Tinjau Gudang Calon Distributor Pupuk, Begini Kata Ketua DPW Tani Merdeka Lampung

0
, M. Fikri Thamrin Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung (tengah) bersama tim meninjau gudang calon distributor pupuk
, M. Fikri Thamrin Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung (tengah) bersama tim meninjau gudang calon distributor pupuk

TANIMERDEKA – DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung bersama DPD Tani Merdeka Indonesia Lampung Tengah meninjau gudang calon distributor pupuk di Desa Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Perwakilan dari PT Pupuk Indonesia ikut mendampingi.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas penyimpanan dan distribusi pupuk. Gudang ini diproyeksikan menjadi titik utama distribusi bagi petani di sejumlah kecamatan, ini dilakukan karena kebutuhan pupuk di Lampung terus meningkat seiring musim tanam.

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Lampung, M. Fikri Thamrin, mengatakan peninjauan ini sebagai upaya awal memperkuat jaringan distribusi pupuk di Lampung. Ia menekankan pemerataan dan ketepatan sasaran distribusi menjadi penting agar petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk.

“Kami ingin memastikan gudang ini memenuhi standar penyimpanan dan distribusi, sehingga kebutuhan petani di Provinsi Lampung dapat terpenuhi secara maksimal. Ketersediaan pupuk tepat waktu akan sangat menentukan keberhasilan panen petani kita,” ujar Fikri Thamrin.

Selain itu pengurus DPW Tani Merdeka Lampung juga mendengar penjelasan dari calon distributor, mereka memaparkan kapasitas gudang, sistem distribusi, hingga mekanisme pengawasan stok.

DPW Tani Merdeka Lampung menegaskan akan ikut mengawal distribusi pupuk di lapangan. Mekanisme pengawasan ini dilakukan agar pupuk subsidi maupun non-subsidi benar-benar sampai ke tangan petani.

Fikri menilai pengawasan langsung dari organisasi tani akan membuat distribusi lebih transparan.

“Fungsi Tani Merdeka Indonesia juga sebagai pengawasan, salah satunya di sektor pendistribusian pupuk sesuai arahan DPN. Tujuannya agar tidak ada lagi kelangkaan pupuk yang terjadi di lapangan,” tegas Fikri.[]