Beranda blog Halaman 34

Harga Pupuk Subsidi Turun Lagi 20 Persen, Pane: Presiden Prabowo Hadir Bersama Petani

0
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.
Nila D. Pane Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau.

TANIMERDEKA – Penurunan harga pupuk subsidi disambut baik oleh para petani di tanah air. Kebijakan tersebut dinilai memberi angin segar bagi sektor pertanian yang selama ini terbebani ongkos produksi tinggi.

Sekretaris DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Nila D. Pane, mengatakan langkah pemerintah sebagai bentuk keberpihakan yang nyata.

“Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar membuat kebijakan teknis. Beliau memahami betul kebutuhan dasar petani. Penurunan harga pupuk ini bukan janji, tapi solusi,” ujar pria yang akrab disapa Nila saat ditemui di Pekanbaru, pada Rabu 22 Oktober 2025.

Menurut Pane, pupuk menjadi salah satu komponen paling mahal dalam proses bertani. Harga yang lebih terjangkau membuat petani bisa bernapas lega dan fokus meningkatkan hasil panen.

“Selama ini pupuk jadi beban. Sekarang petani bisa lebih tenang. Ini yang kami harapkan sejak lama,” katanya.

Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberanian Presiden Prabowo dalam mendengar suara akar rumput. Bagi Nila, kepemimpinan bukan soal panggung politik, melainkan soal keberanian bertindak.

“Kami melihat Presiden hadir di ladang, bukan hanya di podium. Kebijakan ini menyentuh langsung kehidupan petani,” ucapnya.

Pane juga mengatakan banyak petani merasa dihargai. Menurutnya, pemimpin seperti Prabowo memberi harapan baru bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Petani senang, petani bangga. Kami optimis, era baru pertanian yang berdaulat sedang dimulai,” kata Pane.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak memandang pertanian sebagai sektor tertinggal. Menurutnya, pertanian justru menjadi fondasi kedaulatan bangsa.

“Pertanian bukan sektor pinggiran. Ini soal ketahanan dan masa depan. Kami harap anak muda ikut terlibat,” tuturnya.

Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Keputusan tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000, dari sebelumnya Rp112.500.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Sambut Baik Kebijakan Pemerintah

0

TANIMERDEKA – Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Penetapan harga baru diumumkan oleh Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Penurunan dilakukan tanpa tambahan anggaran dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi.

Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000. Pupuk NPK juga turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Harga per sak kini Rp92.000.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak, Ellen Herdyansyah, menyebutkan kebijakan ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani.

“Ini hadiah ulang tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk petani,” kata Ellen Herdyansyah, Rabu 22 Oktober 2025.

Ellen mengatakan penurunan harga pupuk sebagai langkah penting yang perlu segera dimanfaatkan oleh petani di daerah.

“Bapak Presiden Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir telah berjuang dan membuktikan keberpihakan kepada para petani. Oleh karena itu, kami DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lebak berupaya semaksimal mungkin demi kemajuan petani di Lebak,” ujar Ellen.

DPD Tani Merdeka Lebak menyatakan siap mendampingi petani dalam memanfaatkan kebijakan ini. Organisasi juga akan memperkuat edukasi dan pengawasan di tingkat desa agar harga pupuk sesuai ketetapan pemerintah.

Pemerintah berharap penurunan harga pupuk berdampak langsung pada penurunan biaya produksi, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), dan perbaikan kesejahteraan petani. Produksi pertanian nasional diproyeksikan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.[]

Pemerintah Kabupaten OKU Timur Gandeng Tani Merdeka Perkuat Ketahanan Pangan

0

TANIMERDEKA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengajak DPD Tani Merdeka Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian. Fokus kerja sama mencakup peningkatan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan hilirisasi produk pertanian.

Hal itu disampaikan Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah dalam pertemuan bersama pengurus Tani Merdeka OKU Timur pada Selasa 20 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

“Pemerintah daerah sangat mendukung setiap langkah yang dilakukan Tani Merdeka Indonesia untuk memajukan sektor pertanian. Sinergi antara petani, pemerintah, dan swasta sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di OKU Timur,” ujar Bupati Lanosin.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka OKU Timur, M. Daud hadir bersama Sekretaris Jenderal Saparen dan sejumlah pengurus kecamatan.

Berbagai isu dibahas, mulai dari penguatan program Tani Merdeka di tingkat desa hingga strategi hilirisasi hasil pertanian. Diskusi berlangsung terbuka dan menekankan pentingnya peran petani dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat realisasi program petani mandiri, serta membuka peluang bagi petani lokal untuk berkembang lebih maju,” ucap M. Daud.

Tani Merdeka OKU Timur menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Organisasi ini juga berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke tingkat desa dan kelompok tani.

Pemerintah Kabupaten OKU Timur menilai penguatan kelembagaan petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan daya saing produk local.[]

Harga Pupuk Subsidi Turun Lagi 20 Persen, Don Muzakir: Terima Kasih Presiden Prabowo

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia (tengah)

TANIMERDEKA – Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu 22 Oktober 2025 dan menjadi penurunan pertama dalam sejarah pupuk subsidi nasional.

Langkah ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penurunan dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi.

Keputusan tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Harga per sak ukuran 50 kilogram kini Rp90.000, dari sebelumnya Rp112.500.

Pupuk NPK juga mengalami penurunan. Harga dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Harga per sak 50 kilogram kini Rp92.000, dari sebelumnya Rp115.000. Penurunan berlaku secara nasional dan langsung efektif.

Kebijakan ini diyakini berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan biaya produksi, dan perbaikan kesejahteraan petani. Pemerintah optimistis produksi pertanian akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Kementerian Pertanian menyebutkan penurunan harga dilakukan tanpa tambahan anggaran, tidak ada ruang bagi pihak yang menaikkan harga di atas HET. Distributor dan pengecer yang melanggar akan dicabut izinnya dan diproses hukum.

Sementara itu Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyambut kebijakan Presiden Prabowo Subianto, ini sebagai langkah penting bagi petani kecil.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah bersejarah yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam menurunkan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi hingga 20 persen, mulai hari ini, 22 Oktober 2025. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan wujud nyata keberpihakan negara terhadap petani kecil dan masa depan ketahanan pangan nasional.”

Don Muzakir menyebutkan penurunan harga pupuk sebagai bukti bahwa efisiensi dan perbaikan tata kelola bisa menghasilkan solusi konkret.

“Selama puluhan tahun, harga pupuk cenderung naik secara berkala, menambah beban produksi bagi petani. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga pupuk berhasil diturunkan tanpa menambah beban APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi. Ini adalah bukti bahwa gagasan besar bisa melahirkan solusi konkret.”

Don Muzakir juga menginstruksikan seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia untuk aktif mengawasi distribusi pupuk di lapangan.

“Saya selalu menyampaikan kepada seluruh pengurus Tani Merdeka Indonesia di seluruh Indonesia, jika menemukan pihak atau kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, segera laporkan. Kirimkan bukti berupa foto dan video kepada saya agar dapat segera ditindaklanjuti. Kita sudah membentuk posko pengawasan di setiap kecamatan dan desa, yang dipimpin oleh Ketua Koordinator Kecamatan dan Koordinator Desa Tani Merdeka Indonesia.”

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan ini dirasakan langsung oleh petani.

“Tani Merdeka Indonesia diperintahkan untuk menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa. Kita punya tanggung jawab moral dan organisasi untuk memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di akar rumput. Jangan beri ruang bagi penyimpangan. Ini adalah momentum perubahan yang harus kita jaga bersama,” pungkas Don Muzakir.[]

Satu Tahun Pemerintah Presiden Prabowo, Tani Merdeka Bentuk 270 Posko Desa di Brebes, Don Muzakir: Laporkan Jika Ada Penyimpangan

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia membentuk Posko Pengaduan Masyarakat untuk pengawasan dan penguatan komunikasi antara petani dan pemerintah. Posko berfungsi sebagai kanal aspirasi, pusat edukasi, serta titik koordinasi untuk mengawal pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto dan program pertanian nasional di tingkat desa.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebanyak 17 Posko tingkat kecamatan dan 290 Posko tingkat desa telah resmi beroperasi. Posko dipimpin oleh ketua Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) yang merupakan bagian dari struktur Tani Merdeka Indonesia.

Pembentukan Posko ini dilakukan dalam rangka satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tani Merdeka Indonesia menilai momentum ini sebagai titik evaluasi sekaligus konsolidasi gerakan petani untuk memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh lapisan terbawah.

Berbeda dari kantor organisasi pada umumnya, Posko tidak dibangun secara formal. Lokasinya berada di rumah para ketua yang telah ditetapkan sebagai Korcam atau Kordes. Pendekatan ini dipilih agar Posko lebih mudah diakses dan dekat dengan aktivitas harian petani.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Posko ini bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya program dan kebijikan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau ada kios pupuk yang menjual di atas HET, segera laporkan. Kirim foto dan video agar bisa ditindak. Kalau ada yang memperjualbelikan alsintan atau bantuan lain dari pemerintah, laporkan ke koordinator atau langsung ke saya,” tegas Don Muzakir meresmikan Posko di Brebes, pada Minggu 19 Oktober 2025.

Ia menekankan Posko itu bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pengawasan dan advokasi. Menurutnya, petani harus memiliki akses untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan informasi yang benar.

“Di Posko masyarakat dan petani bisa menyampaikan keluhan, menerima informasi, dan ikut mengawasi distribusi pupuk serta harga gabah,” ujarnya.

Lebih lanjut Don Muzakir mengatakan pembentukan Posko bagian dari arahan strategis organisasi untuk menjadi mitra aktif pemerintah. Ia menargetkan satu Posko di setiap desa di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.

“Kami ingin satu desa punya satu Posko. Petani tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk menyampaikan masalah. Semua bisa ditangani dari desa,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh program Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun ke depan. Organisasi ini menyebutkan program pertanian pemerintah telah memberi dampak langsung, mulai dari distribusi pupuk subsidi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penetapan harga komoditas strategis.

Don Muzakir mengaku Tani Merdeka Indonesi ini menjadi mata dan telinga Presiden Prabowo di setiap desa. Ia menilai pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan pusat benar-benar sampai ke petani.

Don Muzakir menegaskan bahwa Tani Merdeka tidak akan mentoleransi praktik penyimpangan dalam distribusi bantuan pemerintah.

“Kalau ada yang main-main dengan bantuan, kita tindak. Kita tidak ingin program Presiden Prabowo tercoreng oleh oknum yang menyalahgunakan kepercayaan,” pungkas Don Muzakir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan. Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi warga.

“Petani harus berani bersuara. Jangan diam kalau dirugikan. Posko ini tempatnya. Kita jaga bersama,” kata Don Muzakir.

Kementerian Pertanian mencatat bahwa sepanjang 2025, pemerintah fokus pada penguatan ketahanan pangan melalui modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan kelembagaan petani. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono disebut sebagai figur yang aktif mendorong pendekatan berbasis desa dan sering turun langsung ke lapangan.

Tani Merdeka Indonesia menyambut baik langkah tersebut, Sudaryono sebagai sosok yang memahami medan dan tantangan petani secara langsung. Dalam berbagai kesempatan, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, dan masyarakat desa.[]

Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Pupuk Indonesia Catat Perubahan Signifikan

0

TANIMERDEKA – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat sejumlah perubahan signifikan dalam tata kelola pupuk subsidi selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Perubahan ini dinilai mempercepat distribusi dan memperkuat akses petani terhadap pupuk.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut dukungan pemerintah menjadi faktor utama terwujudnya reformasi sektor pupuk.

“Atas dukungan penuh dari Bapak Presiden serta seluruh jajaran pemerintahan, tahun ini kita dapat menyaksikan berbagai langkah strategis yang menjadi tonggak baru bagi sektor pupuk nasional.”

“Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tata kelola pupuk subsidi mengalami perubahan yang nyata,” ujar Rahmad.

Pemerintah menerbitkan dua regulasi baru, Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025. Melalui dua aturan ini, sebanyak 145 regulasi lama dipangkas. Rantai distribusi menjadi lebih singkat dan efisien.

Empat titik serah kini digunakan untuk mendekatkan pupuk ke petani, yaitu pengecer, koperasi, gapoktan, dan pokdakan.

“Pupuk Indonesia mengapresiasi penuh dukungan dan kebijakan pemerintah yang telah menghadirkan regulasi distribusi pupuk yang lebih akuntabel, efisien, dan berkeadilan bagi petani.”

“Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan seluruh kebijakan dan regulasi tersebut secara konsisten dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari memastikan ketersediaan pupuk dan upaya nyata mendukung terwujudnya kedaulatan serta ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” kata Rahmad.

Penyaluran pupuk subsidi tahun ini dimulai tepat pada 1 Januari 2025. Ini pertama kali terjadi dalam sejarah. Petani menerima pupuk sesuai jadwal tanam.

Hingga 19 Oktober 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 6,14 juta ton pupuk subsidi. Jumlah ini setara 64 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian meningkat 10 persen. Jika dibandingkan dengan 2023, kenaikan mencapai 23 persen.

Kelancaran distribusi berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB menyebut 2025 sebagai tonggak sejarah baru. Produksi beras dan cadangan pangan nasional mencapai titik tertinggi. Indonesia mulai mengekspor beras ke sejumlah negara.

Pupuk Indonesia menyatakan akan terus mendukung kebijakan pemerintah. Fokus diarahkan pada ketersediaan pupuk subsidi di tingkat pengecer agar penebusan oleh petani lebih mudah, terutama saat musim tanam.

“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional, baik melalui penyediaan pupuk berkualitas untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” tutup Rahmad.[]

Riset Mahasiswa: Budaya Lokal Jadi Kunci Pengembangan Agraria

0

TANIMERDEKA – Karakter masyarakat pesisir selatan Yogyakarta yang kental budayanya dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sektor agraria. Tradisi gotong royong, kerja kolektif, dan pengetahuan lokal menjadi fondasi yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan di wilayah karst dan lahan pasir.

Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengangkat isu ini dalam riset sosial bertajuk “Ngarit Jembar Nalar.” Riset dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dengan pendekatan sosio-historis berbasis kearifan lokal.

Ketua tim riset, Rendy Dwi Nugraha, menyebutkan karakter budaya masyarakat selatan Jawa bukan sekadar warisan, melainkan sumber daya sosial yang dapat memperkuat pembangunan agraria.

“Kita ingin berupaya menemukan strategi pembangunan berbasis kearifan lokal yang lebih partisipatif dan berkelanjutan bagi kawasan agraris selatan Jawa,” ujar Rendy, pada Selasa 21 Oktober 2025.

Ia menilai praktik hidup petani di wilayah tersebut bertahan karena nilai-nilai kolektif yang terus dijaga. Menurutnya, pendekatan pembangunan harus memahami struktur sosial dan sejarah lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan hal kuno, tapi justru bisa menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Riset dilakukan di Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Ketiga kabupaten ini memiliki ekosistem pertanian yang beragam, mulai dari lahan pasir hingga kawasan karst. Tim memadukan survei kuantitatif, analisis spasial menggunakan GIS, dan wawancara mendalam dengan petani serta tokoh lokal.

Anggota tim, Farid Usman, menyebutkan pembangunan pertanian sering terjebak pada angka makro. Ia menekankan pentingnya mendengar suara masyarakat.

“Melalui riset ini, kami ingin menampilkan potensi ekonomi pertanian dari perspektif masyarakat sendiri,” ujar Farid.

Tim PKM-RSH UGM menemukan berbagai inovasi lokal, seperti sistem irigasi tanah, pengelolaan tumpangsari, dan adaptasi pertanian lahan pasir. Semua praktik tersebut lahir dari kebutuhan dan pengalaman masyarakat.

Hasil riset akan disusun dalam bentuk peta potensi ekonomi pertanian tingkat kalurahan. Peta dilengkapi analisis sosial, kelembagaan, dan sejarah lokal. Tim juga merumuskan model pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal sebagai referensi kebijakan daerah.

Rendy berharap riset ini dapat mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Kami ingin menumbuhkan kembali optimisme bahwa menjadi petani adalah bagian dari berpikir besar. Ngarit jembar nalar bukan sekadar konsep, tetapi ajakan untuk melihat pertanian dengan cara pandang yang lebih luas,” tutup Rendy.

Tani Merdeka Medan Dorong Ketahanan Pangan Kota, Urban Farming Jadi Fokus

0

TANIMERDEKA – Tani Merdeka Indonesia Medan memperkuat komitmen mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Organisasi ini mendorong pendekatan berbasis komunitas, edukasi publik, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Ketua Tani Merdeka Medan, Agus Suriyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yang relevan dengan kondisi Kota Medan.

“Tani Merdeka Indonesia Medan memiliki berbagai program mendukung ketahanan pangan seperti pertanian kota, pembentukan kader ketahanan pangan serta pengelolaan sampah organik menjadi produk bermanfaat,” ujar Agus, pada Senin 21 Oktober 2025.

Ia menjelaskan pelantikan 21 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) akan dilakukan secara serentak. Struktur organisasi akan diperluas hingga kelurahan agar program berjalan efektif.

Tani Merdeka juga menyiapkan kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya. Program yang dijalankan meliputi pengelolaan sampah organik dari pasar dan hotel menjadi pupuk serta pakan ternak. Makanan berlebih dari hotel yang masih layak konsumsi akan disalurkan kepada warga kurang mampu.

“Lahan pertanian di Medan memang terbatas karena merupakan wilayah perkotaan. Karena itu, kami akan mengembangkan urban farming dengan melibatkan seluruh pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan,” kata Agus.

Langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden.

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan, Zakyuddin Harahap, menyambut baik inisiatif Tani Merdeka Indonesia. Menurutnya edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar program ketahanan pangan berjalan optimal.

“Edukasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata di seluruh lingkungan,” ujar Zakyuddin.

Ia berharap sosialisasi menjangkau seluruh kecamatan dan kelurahan. Pemerintah Kota Medan juga mengajak Tani Merdeka memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya ketahanan pangan.

“Sama-sama kita mengetahui, ketahanan pangan ini juga menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Pemkot mengajak Tani Merdeka Indonesia memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

Tani Merdeka Indonesia Kota Medan menilai pendekatan lokal dan partisipatif menjadi kunci keberhasilan program, ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi, edukasi, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.[]

Setahun Pemerintah Presiden Prabowo, Sudaryono Ungkap Lompatan Besar di Sektor Pangan

0
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan sektor pertanian mencatat sejumlah capaian penting selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan swasembada pangan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan mulai terwujud.

“Per hari ini, Senin 20 Oktober 2025, satu tahun perjalanan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah banyak yang kami raih. Bahkan, dalam waktu satu tahun ini, kami sudah bisa mewujudkan swasembada,” ujar Sudaryono.

Ia menyebutkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras dan jagung. Pemerintah justru mulai mengekspor komoditas tersebut.

“Kita sudah bisa ekspor, tidak lagi impor gula dan garam konsumsi sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Insyaallah (swasembada pangan) bisa terwujud di tahun 2025 ini,” ucap Sudaryono.

Sudaryono juga mengatakan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebutkan nilai tukar petani (NTP) tahun ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Tahun ini (2025), nilai NTP di sektor pertanian kami Insyaallah menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 124. Belum pernah kami capai pada periode-periode sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan capaian tersebut tidak lepas dari kehadiran pemerintah saat panen raya. Pemerintah memastikan harga yang diterima petani tetap stabil dan menguntungkan.

Meski mencatat kemajuan, Sudaryono menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap evaluasi. Ia menyebutkan perbaikan kebijakan akan terus dilakukan.

“Tentu saja masih banyak PR yang harus kami selesaikan, dan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk kami wujudkan dan perbaiki. Ada yang kurang, kami perbaiki. Yang baik kami pertahankan dan apresiasi, yang kurang kami kritisi dan sempurnakan,” katanya.

Sudaryono menyebutkan pemerintah berkomitmen memperbaiki jaringan irigasi di seluruh Indonesia. Ia menekankan aliran air langsung dari sumber menuju lahan menjadi sangat penting.

“Air harus mengalir dari sumbernya menuju tanaman, mengonversi volume air menjadi bulir-bulir padi, jagung, dan hasil panen apa pun,” jelasnya.

Ia menargetkan perbaikan irigasi bisa tuntas dalam satu tahun dan berlanjut selama lima tahun masa pemerintahan.

“Kami memastikan perbaikan jaringan irigasi di seluruh Indonesia bisa tuntas selama satu tahun dan juga selama lima tahun pemerintahan Pak Prabowo Subianto ini,” ujarnya.

Sudaryono menyebutkan perbaikan dilakukan secara berkelanjutan agar hasilnya optimal. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari semua program adalah peningkatan kesejahteraan rakyat dan pencerdasan kehidupan bangsa.

Selain sektor pertanian, ia menyebutkan sejumlah program lain juga menunjukkan dampak langsung. Program tersebut meliputi sekolah rakyat, UMKM, pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, sekolah unggulan, makan bergizi gratis, dan perbaikan fasilitas pendidikan.

“Tentu saja program yang sudah berjalan dan sudah baik akan terus dilanjutkan pada periode-periode berikutnya,” tegas Sudaryono.[]

Hadiri Rakerda Tani Merdeka, Bupati Brebes Diteriaki “I Love U Bu Mitha”

0

TANIMERDEKA – Teriakan “I love U Bu Mitha!” menggema di Pendopo Kabupaten Brebes saat Bupati Paramitha Widya Kusuma naik ke podium. Senin siang 19 Oktober 2024, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tani Merdeka Indonesia berubah dari forum serius jadi ajang penuh sorak dan tawa. Sekitar 700 petani dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari berbagai kecamatan dan desa hadir, lengkap dengan pakaian khas Tani Merdeka dan semangat yang tak kalah dari kampanye politik.

Paramitha, yang akrab disapa Bu Mitha, memang punya reputasi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Ia tak hanya hadir, tapi juga bicara blak-blakan soal anggaran dan jalan tani.

“Anggaran perjalanan dinas kepala dinas dan camat kami pangkas. Kita utamakan untuk kepentingan rakyat. Tahun ini kami alokasikan Rp150 miliar untuk bangun jalan. Petani butuh akses,” ucapnya, disambut gumaman “mantap” dari barisan belakang.

Ia juga menyentil DPRD agar tidak perlu membuat manuver politik yang bisa mengganggu program prioritas.

“Saya minta DPRD jangan bikin manuver. Anggaran ini untuk petani,” tegas Paramitha, dengan nada yang tetap tenang.

Tak berhenti di situ, Bu Mitha langsung minta tolong ke Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang duduk di barisan depan.

“Pak Don, bantu perjuangkan jalan tani di Brebes, pupuk dan alsintan. Petani juga butuh jalan,” katanya, sambil tersenyum.

Sementara itu Don Muzakir mengapresiasi program Bupati Paramitha Widya Kusuma yang mementingkan untuk petani.

“Bupati Brebes ini berani. Potong anggaran yang nggak penting, langsung turun ke petani. Kami dukung penuh. Kalau semua kepala daerah seperti Bu Mitha, petani nggak perlu demo,” ucap Don Muzakir, disambut tepuk tangan.

Rakerda ini dihadiri 17 koordinator kecamatan dan 290 koordinator desa Tani Merdeka. Mereka datang bukan hanya untuk rapat, tapi juga untuk konsolidasi.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Beberapa peserta Rakerda masih sempat minta swafoto dengan Bu Mitha yang tetap tersenyum.[]