Beranda blog Halaman 33

Eli Salomo: Swasembada Pangan 2025 Tercapai, Itu Bukti Kerja Nyata Presiden Prabowo

0
Ilustrasi
Petani merontokan gabah dengan mesin saat panen di Desa Kertawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Perum Bulog memastikan tidak akan impor beras untuk tahun 2021Êkarena masih terus melakukan penyerapan beras dalam negeri. Sementara itu hingga 17 Mei 2021 stok beras yang ada di Bulog telah mencapai 1.395.376 ton. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

TANIMERDEKA – Presiden Prabowo Subianto sukses mewujudkan swasembada pangan nasional 2025 setahun dalam kepemimpinannya, itu diumumkan pada Rabu 7 Januari 2026. Capaian itu bukti kerja keras kabinet dan para pembantunya.

“Waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target empat tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara saudara bekerja keras, saudara Bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang tadinya 4 tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara 1 tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden Prabowo.

Pemrakarsa 98 Resolution Network, Eli Salomo Sinaga, menegaskan pemerintahan Prabowo-Gibran membuktikan janjinya mewujudkan swasembada pangan.

“Kita telah berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu tidak kurang dari satu tahun. Kami optimis kita akan mencapai swasembada pangan nasional, together we will rise,” ujar Eli Salomo.

Ia menilai komitmen Presiden Prabowo dibuktikan lewat kebijakan nyata. Salah satunya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 tentang Satuan Tugas Swasembada Pangan. Satgas ini bekerja hingga tingkat kabupaten/kota dan petugas lapangan.

“Strategi utama dalam mencapai swasembada adalah peningkatan produksi dengan optimalisasi seluruh sumber daya lahan yang tersedia dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten,” kata Eli Salomo yang juga Sekjend Persaudaraan 98.

Eli Salomo menegaskan terobosan kebijakan regulatif telah dibuat untuk mengatasi hambatan produksi pangan nasional.

“Terobosan kebijakan cukup optimal dalam merencanakan, mengkoordinasikan, memastikan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menyeluruh atas pencapaian program swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan dampak nyata dari kebijakan itu. Pertama, berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20%, volume pupuk melonjak hingga 700% karena pemerintah membangun tujuh pabrik pupuk baru.

“Begitu juga dari sisi pengawasan pemerintah telah mencabut 2300 ijin usaha sektor pertanian karena melanggar peraturan dan melakukan permainan harga. Bahkan 192 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pangan,” tegas Eli Salomo.

Dampak kedua peningkatan lahan pertanian pada periode Oktober–Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi 500 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dampak lain, secara bertahap telah berhasil menaikan produksi pangan nasional. Misalnya pada tahun 2025 tercatat ekspor pertanian Indonesia melonjak hingga 33 persen, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, dan yang sangat menggembirakan adalah nilai tukar petani menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Menurut Eli Salomo, pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton. Target itu didukung penambahan anggaran hingga Rp39 triliun. Sebagai catatan, pada 2025 Bulog berhasil menyerap 3,2 juta ton beras.

“Presiden Prabowo juga menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu memberi insentif bagi petani karena dapat menjual gabah kering panen pada harga menguntungkan. “Kaum tani wis gumuyu lan gemoy,” ujar Eli Salomo.

Ia menegaskan Indonesia kembali berdiri di atas kaki sendiri. Sebagaimana kata Presiden Prabowo, “Masalah pangan adalah masalah kedaulatan, masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, masalah pangan adalah masalah survival kita sebagai bangsa.”[]

Don Muzakir Ingatkan Jangan Jual Alsintan Bantuan Pemerintah dan Kutip Uang

0
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.
Don Muzakir Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan jangan memperjualbelikan alat mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah dan bantuan dalam bentuk apapun.

Peringatan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa, 13 Januari 2026.

“ingat Alat mesin pertanian (alsintan) bantuan dari pemeritah atau bantuan dalam bentuk apa pun jangan diperjualbelikan, ini saya ingatkan, kalau ada yang jual berurusan dengan kepolisian,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menekankan bahwa bantuan dari pemerintah harus digunakan sesuai kebutuhan petani.

“Ini selalu saya ingatkan dan saya tegaskan, Alat mesin pertanian (alsintan) atau yang lain bantuan dari pemerintah Presiden Prabowo harus digunakan kebutuhan petani,” ujarnya.

Lebih lanjut Don Muzakir mengingatkan agar tidak ada kelompok tani maupun pengurus Tani Merdeka Indonesia yang memperjualbelikan bantuan.

“Jangan jual alat bantuan pemerintah. Jangan mengutip uang dari kelompok tani yang menerima bantuan alsintan dan bantuan lain. Kalau ada yang melakukan, maka akan berurusan dengan pihak penegakan hukum,” tegasnya.

Bantuan alsintan, pupuk subsidi, dan bibit unggul diberikan pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Setelah berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, pemerintah menargetkan swasembada gula dan bawang putih pada 2026.

Petani di berbagai daerah sudah merasakan manfaat bantuan tersebut. Alsintan meringankan beban kerja, pupuk subsidi menjaga biaya produksi tetap rendah, dan bibit unggul meningkatkan hasil panen. Namun, penyalahgunaan bantuan bisa merugikan petani lain yang belum menerima.

Don Muzakir menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan hanya bisa dicapai jika semua pihak disiplin dan bertanggung jawab. Ia menyebutkan bantuan pemerintah sebagai amanah yang harus dijaga.

“Kalau petani kuat, kalau petani sejahtera, maka bangsa ini juga kuat. Jangan sia-siakan bantuan yang sudah diberikan,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir meminta bantuan harus dirawat, dijaga, dan digunakan sesuai tujuan agar program swasembada pangan berjalan lancar.

“Harus dijaga dan dirawat dengan baik, bagi sudah mendapatkan bantaun alsintan jangan meminta lagi, gunakan yang sudah ada sehingga bisa mendapatkan hasil panen yang baik,” pungkas Don Muzakir.[]

Arahan Presiden Prabowo, Sudaryono Fokus Swasembada Bawang Putih

0
Wamentan Sudaryono
Wamentan Sudaryono

TANIMERDEKA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk mengembalikan Indonesia swasembada bawang putih. Langkah strategis dimulai dari sektor paling mendasar, yakni pembibitan. Ia menilai fase pembibitan menjadi fondasi utama kebangkitan produksi bawang putih dalam negeri.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan bawang putih sebagai komoditas prioritas swasembada. Arahan tersebut diterjemahkan melalui penyediaan bibit unggul secara berkelanjutan.

“Kalau mau swasembada, ya harus tanam. Dan kalau mau tanam, harus ada bibit. Jadi sekarang ini kita mulai dari pembibitan,” kata Wamentan Sudaryono, pada Senin 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi dengan penanaman sekitar 100 ribu hektare. Namun, ketersediaan bibit berkualitas menjadi syarat mutlak agar program berjalan berkelanjutan.

Pemerintah kini mengakselerasi fase pembibitan secara nasional. Salah satunya melalui pengembangan Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sebagai sentra pembibitan bawang putih di dataran tinggi. Selain kualitas bibit, faktor agroklimat seperti ketinggian lokasi tanam menjadi perhatian dalam penentuan kawasan pengembangan.

“Sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak dan lebih baik. Karena tanpa bibit, swasembada itu tidak akan pernah jalan,” ungkap Sudaryono yang juga anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah.

Program swasembada bawang putih telah masuk dalam roadmap pembangunan pertanian hingga 2029. Optimisme pemerintah bukan tanpa dasar. Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995.

“Ini bukan sulapan. Ini pengalaman yang pernah kita lakukan. Ilmunya kita punya, dan rasanya kita mampu,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan keberanian memulai dan konsistensi kebijakan.

“Mantra swasembada itu harus diwujudkan. Kuncinya political will, dan itu sudah jelas dari Presiden,” tambahnya.

Ia menekankan swasembada bawang putih bukan sekadar soal produksi. Program ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menciptakan efek ekonomi berantai di daerah sentra produksi.

“Kalau kebutuhan bisa kita penuhi sendiri, petani sejahtera, ekonomi tumbuh,” pungkasnya.[]

Koperasi Tani Merdeka Sragen Resmi Diluncurkan, Don Muzakir: Petani Harus Sejahtera

0
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir meresmikan Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir meresmikan Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen

TANIMERDEKA – Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen resmi diluncurkan oleh Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, pada Selasa 13 Januari 2026. Peluncuran digelar dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen di Pendopo Somonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen.

Acara dihadiri Bupati Sragen, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, Wakil Sekretaris Jenderal DPN Tani Merdeka Indonesia Wahyu Putranto, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Jawa Tengah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Sragen, serta jajaran pengurus dan anggota.

Don Muzakir menyampaikan capaian swasembada beras yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2025 lalu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Penghargaan ini bukan untuk saya, melainkan untuk seluruh pengurus dan anggota Tani Merdeka di Indonesia serta seluruh petani di Tanah Air,” kata Don Muzakir.

Ia mengingatkan agar pengurus dan anggota Tani Merdeka Indonesia tidak bersikap egois atas capaian tersebut. Don Muzakir mengajak seluruh elemen organisasi memperkuat solidaritas petani dan bersinergi dengan pemerintah demi keberlanjutan ketahanan pangan nasional.

“Semoga koperasi ini bisa digunakan dengan baik, aktif, dan menjadi wadah perjuangan petani Sragen,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Koperasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Rochmad Musthofa, menyatakan pendirian koperasi merupakan langkah konkret mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Koperasi Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Sragen hadir sebagai bagian dari subbidang kerja Tani Merdeka Indonesia yang secara khusus mendukung dan menguatkan program ketahanan pangan nasional,” kata Musthofa.

Ia menjelaskan koperasi dirancang sebagai sarana pemberdayaan petani dan pelaku usaha pangan lokal agar memiliki akses lebih luas terhadap pemasaran, distribusi, dan permodalan berbasis gotong royong.

Wakil Sekretaris Jenderal DPN Tani Merdeka Indonesia, Wahyu Putranto, menyebut koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan yang terintegrasi dengan program organisasi di sektor pangan.

“Kehadiran Koperasi Tani Merdeka Sragen diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan layanan digital berbasis aplikasi resmi. Platform ini menjadi wadah bagi petani dan produsen lokal untuk memasarkan hasil panen dan produksinya secara lebih luas, mudah, dan transparan,” ujarnya.

Koperasi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru di tingkat desa. Salah satu bentuk konkret kerja sama adalah kemitraan dengan PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi logistik.

“Melalui kerja sama ini, masyarakat desa memiliki peluang kerja di bidang logistik. Mereka dapat mendaftar dan menjalani proses verifikasi sebagai tenaga ekspedisi yang berbasis desa dan kelompok binaan koperasi,” kata Wahyu.

Rakerda Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen turut dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan Wanita Tani Merdeka Kabupaten Sragen.

Ketua Wanita Tani Merdeka Indonesia Sragen, Indah Sri Hudati, mengajak perempuan tani memperkuat barisan dan berperan aktif dalam mendorong kemandirian serta kesejahteraan kelompok tani.

“Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk kemajuan bersama. Terus bergerak dan jangan mudah patah semangat,” tutur Indah.

Menurut Indah, komitmen Wanita Tani Merdeka adalah mengawal dan mendukung perjuangan perempuan tani, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas ekonomi perempuan di Kabupaten Sragen.[]

Don Muzakir Resmikan Kantor DPD Tani Merdeka Sragen, Ini Pesannya

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, meresmikan Kantor Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen dengan pemotongan pita, pada Selasa 13 Januari 2026. Peresmian berlangsung lancar dalam suasana cerah dan penuh keakraban.

Hadir Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provisi Jawa Tengah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sragen, Setyo Widodo, bersama jajaran pengurus.

Suasana cair ketika Don Muzakir melontarkan candaan ringan. “Ada kopi nggak ini?” ucap Don Muzakir sambil tersenyum. Gelak tawa hadirin langsung pecah, mencerminkan kedekatan antara pimpinan dan anggota.

Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.

Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.

Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.

Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil. Ia menyebut kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.

Pemotongan pita menjadi simbol dimulainya aktivitas resmi Sekretariat DPD Tani Merdeka Sragen. Kantor ini akan menjadi pusat koordinasi, konsolidasi, dan perjuangan rakyat tani di wilayah Sragen.

Don Muzakir berharap kantor sekretariat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan petani. “Semoga kantor ini bisa digunakan dengan baik, aktif, dan menjadi tempat perjuangan bersama,” kata Don Muzakir.

Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Pendopo Sumo Negara, Rumah Dinas Bupati Sragen. Di sana digelar Kegiatan Rakyat Tani Merdeka Indonesia yang menampilkan hasil kerja petani sekaligus etalase produk pangan dan UMKM dari berbagai wilayah.

Acara tersebut menjadi ruang temu petani, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Harapannya mampu memperkuat kemandirian petani, memperluas akses pasar, serta mempererat sinergi lintas sektor.

Don Muzakir menegaskan kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Sragen sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan petani kecil, kantor sekretariat sebagai wadah perjuangan rakyat tani yang akan mendorong kedaulatan pangan nasional dari daerah.

“Sekretariat ini bukan hanya kantor, tetapi rumah perjuangan petani. Dari sini kita bekerja bersama untuk memastikan petani kecil mendapat ruang, suara, dan dukungan nyata,” kata Don Muzakir.

Sementara itu Wakil Komandan Tempur, Wahyu Putranto, menyampaikan komitmennya menjaga soliditas pasukan.

“Disiplin, loyalitas, dan profesionalisme adalah kunci utama. Setiap prajurit harus siap menjalankan tugas negara kapan pun dibutuhkan, dengan tetap berpegang pada aturan dan etika,” ujar Wahyu Putranto.[]

 

Konsolidasi Tani Merdeka, Don Muzakir Tekankan Soliditas Struktur hingga Desa

0

TANIMERDEKA – Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima silaturahmi sejumlah pengurus daerah di Kota Magelang, pada Senin 12 Januari 2026.

Pertemuan berlangsung dengan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Semarang, Beny, Ketua Tani Merdeka Kota Magelang, Sri Sumirat, serta Ketua Tani Merdeka Indonesia Wilayah Adat Banokeling, Aris Munandar.

Silaturahmi ini bagian dari konsolidasi organisasi. Tujuannya memperkuat struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan desa agar solid dan siap menjalankan program nasional, termasuk swasembada gula 2026.

Don Muzakir mengatakan konsistensi kerja organisasi dari pusat hingga desa menjadi penting.

“Struktur Tani Merdeka Indonesia harus kuat sampai tingkat desa. Program swasembada pangan dan gula tidak akan berhasil tanpa dukungan pengurus Tani Merdeka Indonesia di daerah dan petani,” kata Don Muzakir.

Dalam pertemuan para ketua DPD menyampaikan kondisi, tantangan, dan aspirasi dari daerah masing-masing. Isu yang muncul beragam, mulai dari akses pupuk, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pendampingan teknologi pertanian.

Don Muzakir menekankan perlunya keselarasan program kerja daerah dengan agenda nasional.

“Program daerah harus mendukung program nasional. Kita menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dengan kerja nyata di lapangan,” ujarnya.

“Dengan struktur yang kuat, kita (Tani Merdeka Indonesia) dapat lebih cepat merespons persoalan petani sekaligus memastikan kebijakan swasembada pangan dan gula berjalan efektif,” tambah Don Muzakir.

Don Muzakir juga menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada bukan sekadar capaian angka produksi.

“Keberhasilan harus dirasakan petani. Kesejahteraan mereka adalah tujuan utama,” kata Don Muzakir.[]

DPD Tani Merdeka Kendari Siapkan Pelantikan dan Talkshow Pertanian

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggelar rapat perdana di salah satu rumah makan Kota Kendari, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Rapat membahas konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung Rabu 28 Januari 2026 mendatang.

Dalam rapat disepakati pelantikan akan dirangkaikan dengan talkshow yang mengangkat isu strategis sektor pertanian.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog antara petani, pemerintah, dan para pemangku kepentingan di Sulawesi Tenggara,” kata Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Zulfiany Azis.

Talkshow direncanakan menghadirkan Anggota DPR RI Komisi IV dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, perwakilan Kementerian Pertanian, serta Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia.

“Pengajuan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari telah diterima oleh Dewan Pengurus Nasional melalui DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Zulfiany.

SK ditandatangani Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang diharapkan sekaligus melantik langsung pengurus DPD TMI Kota Kendari.

Sementara itu Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari, Adi Yanto Saputra, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremonial.

Ia mengatakan momentum ini penting untuk memperkuat konsolidasi petani serta membangun sinergi dengan pemerintah dan wakil rakyat.

“Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja bersama mendorong kemajuan sektor pertanian di Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” ujar Adi.

Persiapan dilakukan matang dengan dukungan berbagai pihak. DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Kendari optimistis pelantikan dan talkshow akan berjalan sukses.

Agenda ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART Tani Merdeka Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi awal bagi pengurus baru. Diskusi yang digelar di sela pelantikan diharapkan menghasilkan gagasan konkret untuk menjawab tantangan petani di Kendari, mulai dari akses pupuk, distribusi hasil panen, hingga penguatan pasar lokal.[]

Silaturahmi dengan DPD Tani Merdeka Kota Megelang, Don Muzakir: Swasembada Pangan Tercapai Petani Harus Kesejahtera

0

TANIMERDEKA – Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, silaturahmi dengan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang dan para santri Pesantren Selamat, pada Senin 12 Januari 2026. Pertemuan itu berlangsung di Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Pesantren Selamat dikenal sebagai sekolah alam dan kemanusiaan terpadu yang memberikan pendidikan gratis. Kehadiran Don berlangsung sederhana. Ia duduk bersila bersama pengurus organisasi dan santri tanpa protokoler khusus.

Beberapa hari sebelumnya, Don Muzakir menerima Tanda Jasa Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan itu diberikan pada pengumuman swasembada pangan tercapai.

Namun di Magelang, Don Muzakir tidak menyinggung panjang soal penghargaan tersebut. Ia menekankan makna syukur dan tanggung jawab lanjutan atas capaian swasembada pangan.

“Kita wajib bersyukur. Tapi perjuangan belum selesai. Swasembada pangan harus berujung pada kesejahteraan petani,” kata Don Muzakir di hadapan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Magelang dan para santri.

Usai pertemuan itu Don Muzakir menyumbang dana untuk santri.

Pesantren Selamat yang dipimpin Gus Muhammad T. Tanzilul Rahman atau Gus Tanzil menjalankan pendidikan berbasis kemanusiaan tanpa pungutan biaya. Operasional pesantren ditopang gotong royong dan dukungan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Don MUzakir menyoroti keberadaan 18 kolam ikan di lingkungan pesantren yang belum dimanfaatkan optimal.

Ia menyatakan komitmennya untuk membantu pengelolaan kolam agar mendukung kemandirian pesantren.

“Kolam-kolam ini bisa dikelola bersama. Pesantren gratis seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya,” ujar Don Muzakir.

Ia juga menyampaikan penghormatan terhadap keteguhan pengasuh pesantren. “Saya hormat pada keteguhan Gus Tanzil,” pungkas Don Muzakir.[]

Target Swasembada Gula 2026, Don Muzakir: Petani Siap Dukung Program Presiden Prabowo

0

TANIMERDEKA – Setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada gula pada 2026. Target ini untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, baik konsumsi rumah tangga maupun industri, secara mandiri tanpa impor.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subiato untuk swasembada gula pada tahun 2026.

Hal itu pada Rakerda DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu 11 Januari 2026.

“Tani Merdeka Indonesia mendukung semua langkah Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada gula pada tahun 2026, sehingga petani kita semuanya bisa sejahtera,” kata Don Muzakir.

Lebih lanjut Don Muzakir menambahkan, dukungan ini diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan petani tebu dan industri gula.

“Mendukung program seperti revitalisasi pabrik, perluasan lahan tebu, intensifikasi tanam, dan dukungan pembiayaan KUR khusus tebu untuk mengembalikan kejayaan Nusantara sebagai eksportir gula,” ujarnya.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan strategi melalui Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan bioetanol.

Regulasi ini menjadi dasar koordinasi lintas kementerian dan daerah. Program yang dijalankan mencakup bongkar ratoon atau peremajaan tebu, penggunaan benih unggul, perbaikan irigasi, serta pupuk tepat sasaran. Perluasan areal tebu juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Indonesia pernah dikenal sebagai “raja gula” pada era 1930-an. Produksi gula saat itu mampu menembus pasar ekspor dunia.

“Harapan kita kejayaan itu dapat dikembalikan melalui program swasembada gula yang kini tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo,” ujar Don Muzakir.

Selain itu kata Don Muzakir, target swasembada gula tidak hanya menjamin ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Stabilitas harga dan kepastian serapan pabrik memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas.

Don Muzakir menegaskan, Tani Merdeka Indonesia siap menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan program swasembada gula. Konsolidasi organisasi di daerah diarahkan untuk mendukung petani tebu, memperkuat produksi, dan memastikan distribusi berjalan lancar.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada gula bergantung pada kerja terstruktur di lapangan, mulai dari kebun hingga pabrik, serta kepemimpinan yang konsisten dari pusat sampai desa.[]

Pengurus DPD Tani Merdeka Simeulue Gelar Silaturahmi, Pastikan Struktur Jelas Sebelum Pelantikan

0

TANIMERDEKA – DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Langkah ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sebelum pelantikan resmi.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Simeulue, Riswan Panter, menegaskan pentingnya memastikan struktur kepengurusan berjalan jelas dan solid.

“Sebelum pelantikan memastikan semua pengurus,” kata Riswan Panter.

Pelantikan pengurus DPD Simeulue akan digelar dalam waktu dekat. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi besar organisasi Tani Merdeka di Aceh. Riswan menekankan, setiap pengurus harus hadir dan aktif agar program kerja bisa dijalankan dengan baik.

Silaturahmi pengurus menjadi wadah memperkuat komunikasi internal. Riswan menilai langkah ini penting agar tidak ada nama fiktif dalam struktur kepengurusan.

Ia menekankan pengurus harus benar-benar berasal dari kalangan petani dan siap bekerja di lapangan.

Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di Simeulue diharapkan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Riswan menegaskan, pengurus di daerah harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

DPD Simeulue menargetkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan petani. Mulai dari pendampingan produksi, akses pupuk, hingga penguatan pasar hasil tani.

Riswan berharap struktur kepengurusan yang solid dapat memperkuat posisi Simeulue sebagai salah satu daerah penopang pangan di Aceh.[]